YULIA

YULIA
KLAN ISTANA CONDOR .


__ADS_3

"Kejar pembunuh itu... Kita harus bisa menangkap mereka hidup- hidup . aku yakin mereka tidak terlalu jauh dari tempat ini ... dan Sebagian lagi bawa mereka yang masih hidup kembali ke Kerajaan..."ucap salah satu Dari mereka . Sepertinya dia ketua dari para pendatang itu.


"Baik tetua...." ucap Mereka dengan. serempak.


"Kalian berempat cepat bawa mereka, dan Sisah nya ikut aku ke Kerajaan Phoenix . aku yakin mereka berada di sana..Akan tersembunyi dariku...? lakukan saja kalau kalian bisa...." ucap pria itu dengan wajah terlihat marah dan sinis . .


"Tuan...apakah tidak berbahaya kita masuk ke wilayah Kerajaan Phoenix...?." kata salah satu dari mereka.


"Kita akan masuk kesana dengan aman. aku memiliki Lencana milik sahabarku. untung saja aku tadi membawanya..." ucapnya.


mereka pun segera berangkat menuju Kerajaan Phoenix yang memang berada tidak jauh lagi dari tempat itu.


Ketika Mereka sampai di Kerajaan Phoenix, Memang benar mereka Muda masuk kedalam kita. Karena sang Pemimpin mempunyai Lencana yang bisa untuk mereka masuk, namun tidaklah Mudah bagi mereka untuk mencari dua orang yang mereka Cari. Sebab Kota Phoenix sangatlah ramai dengan para Pendatang. tidak seperti kota mereka tang sangat sulit di masuki Penduduk kota lain. Deharian penuh Mereka mencari, tapi tidak bisa mereka temukan. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di sana. dan akan melanjutkan pencarian mereka besok pagi.


Keesokam harinya, Yulia dan Rombongan segera meneruskan perjalanan mereka setelah melihat keadaan dua orang yang mereka temukan sudah sehat. Walaupun bekas luka masih Ada. Untuk menghindari masalah, mereka berdua melakukan penyamaran . Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju kota Dingfu yang Ada di kaki gunung Wilang. Mereka meneruskan perjalanan dengan Wangli dan kedua orang itu sebagai penunjuk jalan.


Sedang kan Orang - orang yang Berasal dari Istana Condor yang sedang mencari dua Oria yang telah di Tolong Wangli , Sudah bermakam di kota itu. Mereka masih berusaha mencari dua orang yang telah mereka anggap sebagai orang yang bertanggung jawab pada masalah oenganiayaan kemarin. Setelah Dua hari mereka berada di sana Dan tidak Menemukan orang yang mereka Cari , akhirnya mereka keluar dari kota Phoenix dan mencari kearah sebalujnya. yaitu arah menuju kota yang telah di datangi Rombongam Yulia. Namun Lagi- lagi mereka gagal Menemukan mereka berdua . akhirnya di putuskan untuk kembali meneruskan perjalanan mereka kembali ke Klan Istana Condor , Siapa tahu mereka akan Menemukan mereka berdua yang telah kembali ke Klan mereka. Dua minggu kemudian, Yulia dan Rombongan telah sampai di Kota Dingfu yang berada di kaki gunung Wilang. Sesampainya di kota Dingfu, Mereka terpaksa harus menginap satu malam. Karena ketika sampai di kota itu, hari sudah menjelang Malam.


Seperti biasa, setelah Mereka menemukan penginapan, Yulia dan Kaisar Kim serta Wangli akan masuk kedalam ruang Dimensi. Mereka akan menemui si kembar , serta menemani mereka untuk berlultivasi . Saat ini Yulia masih belum berani Mengeluarkan mereka Dari dalam Ruang Dimensi . Karena mereka belum tahu apa yang akan Terjadi di Istana Condor. Setelah berada di kota Dingfu Selama semalam, Keesokan harinya mereka bersiap pergi ke hutan Wilang. Saat mereka baru keluar dari penginapan, mereka di sambut oleh keramaian kota yang tidak mereka ketahui saat mereka datang kemarin, Melihat jeramaian kota itu, Yulia sangat kagum.


"Ternuata kota ini sangat ramai... hampir menyamai kota Phoenix.. " ucap Yulia dengan wajah kagum .


Karena meteka bisa melihat kalau ternyata di sekitar mereka banyak Kultivator dengan kekuatan tinggi sedang hilur mudik di kota itu.


"Apakah tempat ini memang banyak Kultivator yang berdatangan Setiap harinya..?" Tanya Yulia dengan wajah heran.


 "Entahlah Tuan...Saya tidak tahu, saat Saya masih di sini, keadaan kota ini biasa saja..."jawab Wangli juga Merasa heran .


"Yang Mulia...Maaf hamba hampir lupa memberi tahukan pada yang Mulia. kalau akan ada pertemuan para Tabib dan Dokter . di Kerajaan kita . Kalau tidak salah acara itu akan di selenggarakan seminggu lagi. Karena itulah seminggi yang lalu Keluarga Gong membawa kami keluar sekte untuk mencari bahan ramuan obat. Dan hari kemarin kami akan kembali ke Klan . Namun Kami mengalami masalah di perjalanan, hingga kami mengalami penyiksaan yang di lakukan Keluarga Gong dan pengawal nya..." Ucap Salah satu Pria yang di tolong Wangli.


"Pertemuan para Tabib...?" Tanya Wangli dengan wajah heran.


"Benar Yang Mulia..." Jawab mereka hampir bersamaan.


"Sejak Kapan hal itu di selenggarakan...?" Tanya Wangli dengan wajah terlihat marah dan kecewa. Terlihat wajah nya sangat pucat .


"Sudah lama yang Mulia... Hampir lima tahun yang lalu... Hamba fikir setelah bencana itu terjadi..." Ucap Salah Satu dari mereka.


 "Jadi tempat itu sudah tersentuh tangan manusia... tempat itu sudah menjadi tempat umum..?" Tanya Wangli tak percaya


"Mereka melakukan Setiap tahun Yung Mulia. Setiap tahun akan di adakan Kompetisi Alkemia di kota kita... dan pemenangnya akan berada di kota kita Selama dua tahun... " Ucap Salah satu dari mereka.


"Brengsek...kenapa Ran brengsek itu membuat Istana Yang Sakral Menjadi tempat umum. Apakah tidak Ada Yang menghalangi atau meprotes perbuatannya. ?" Tanya Wangli dengan Nada marah.

__ADS_1


 "Sudah Yang Mulia... Pernah Suatu hari, tetua Fan Memprotes apa yang di lakukan Raja Ran. Dia tidak setuju jika tempat kita di datangi banyak orang, namun dua hari kemudian, Dia di ketemukam tewas gantung Diri. Seolah Dia mati bunuh diri. Namun banyak penduduk yang tak percaya kalau tetua Fan mati bunuh Diri. Anda tahu sendiri sifat tetua Fun kan...?" Ucap Salah satu Dari mereka.


 "Semenjak itulah para Penduduk tidak berani memprotes atau menanyakan masalah itu lagi. Mereka Hanya diam saat Raja Ran melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Fikiran dan kemauan rakyat ..." ucap laki- laki itu lagi.


"Dasar Ran Brengsek... Apakah Dia tak takut kalau Istana kita bakal kehilangan kemurnian nya...bodoh..." Ucap Wangli menahan Kemarahan.


 "Kami hanya bisa diam melihat peraturan raja Ran Yang Mulia,.." Kata mereka.


"Kalau begitu mereka semua akan memasuki hutan Wilang ..?" Tanya Wangli lagi.


"Kemungkinan besar Yang Mulia..." Ucap pria tadi.


 "Tuan...hutan Wilang dulu nya merupakan hutan Larangan yang tidak pernah di jaman manusia. Tidak Ada seorang pun yang berani masuk kedalam hutan itu, Namun sayang sekali semua itu telah berakhirb , Kini mereka akan dengan mudah masuk kedalam Kota Istana Condor . dan Kini aku akan melihat bangsaku Membuka hutan ini untuk orang luar, dan itu sangat menyakitkan tuan..." Ucap Wangli dengan wajah sedih.


"Sabar lah Wang...kita akan membantu mu..." Ucap Kaisar Kim .


"Trimakasih yang Mulia..." Ucap Wangli pada Suami sang Tuan.


 " Tapi ini juga kesempatan baik buat Kita Wang.. Kedatangan kita tidak terlalu mencolok. Dan kita bisa datang kesana bersama para peserta ...kita bisa menyamar menjadi peserta. Dan aku akan ikut pendaftar sebagai peserta ..." ucap Yulia.


"Benar Kata Lia'er... Kau tunggu saat yang baik untuk kita bisa menyerang Raja Ran..." Ucap Pangeran Fang Lian .


 "Tapi yang Mulia... Bagaimana Anda menyembunyikan aura anda..?" Tanya salah satu dari mereka.


 "Baik yang Mulia..." Ucap Wangli yang langsung berubah Menjadi burung kecil yang hinggap di pundak Yulia.


Dengan cepat Kaisar Kim segera menutup atau mengambil aura Wangli. Terlihat cahaya Perak keluar dari tangan Kaisar Kim. Terlihat cahaya Perak menutup seluruh tubuh Wangli. Kedua orang rakyat Wangli terlihat kagum melihat kekuatan Kaisar Kim. Seteh selesai barulah mereka berangkat menuju hutan Wilang. Gunung yang berada di sebelah utara Kerajaan Phoenix itu terkenal gunung yang paling tinggi dan Luas. Namun rumornya tempat itu tidak pernah di datangi atau di masuki Manusia. katanya hutan itu merupakan hutan Paling angker di wilaya itu.


Sehari kemudian, mereka sudah sampai di desa yang ada di kaki gunung Wilang . Desa yang di batasi tanah perkebunan yang cukup luas itu kini terlihat sangat ramai . Ternyata sudah banyak Kutivator dan tabib yang berdatangan, umum nya mereka datang berkelompok . Dan saat Rombongan Yulia datang, mereka menjadi pusat perhatian para peserta yang sudah datang terlebih dahulu. bagaiaman tidak, Yulia yang merupakan satu- satunya wanita di dalam rombongan itu , merupakan wanita yang sangat cantik . dan menurut mereka wanita cantik itu tidak Ada tandingannya. Dan pria yang bersama Yulia, merupakan Pria - pria tampan yang tak Muda mereka temukan . apalagi Pria di sebelah kanan wanita itu . para wanita bagai melihat wujud seorang Dewa penakluk wanita di Bumi. Wajah tampan dengan tubuh tinggi gagah , wajah penuh Wibawa yang terlihat memancar kan karisma seorang pemimpin membuat Setiap Wanita ingin bertekuk lutut memujanya. Namun mereka memandang iri pada wanita satu- satunya yang di apit pria- pria tampan itu. Pandangan Pria nan tampan itu hanya terfokus pada jalan dan wajah wanita itu. Terlihat sekali wajah nya kesal dan Sikap Posesif pada wanita itu saat banyak mata Pria menatap pada Wanita cantik itu. Lihat saja... tangan kirinya tak lepas dari jemari tangan wanita itu.


"Ya Dewa...tamoan sekali pria itu...betapa bahagianya aku jika menjadi wanita itu . Dirinya di lindungi pria- pria tampan . Dan lihatlah Pria tertampan di sebelah kanannya. Dia terlihat sangat marah saat banyak pria menatap wanita itu dengan tatapan kagum..." ucap seorang wanita.


"Siapa Sebenarnya mereka itu...aku jadi iri para wanita itu....tapi aku akui, wanita itu paling cantik dari semua wanita cantik yang pernah aku temui..." ucap seorang gadis dengan jujur. Dan banyak lagi kata- kata kagum dari orang sekitar mereka. Tapi ada juga yang menghina karena iri.


Sedang kan mereka segera berjalan kearah pinggiran hutan. Dan ternyata mereka masih harus menunggu waktu pembukaan wilayah Klan Istana Condor oleh Petugas dari istana yang akan membuka jalan menuju tempat mereka . Tempat itu masih terlihat hutan lebat dan gelap. Apalagi saat mereka sampai di Desa itu hari sudah semakin senja . dan mereka mendengar kalau pembukaan jalan menuju Klan istana Condor masih dua hari lagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari penginapan. Namun Karena terlalu banyak nya para kuktivator yang datang , tidak ada satupun penginapan yang tersisah untuk meteka. Tempat penginapan yang memang sedikit dan terbatas itu , kini telah habis di tempati oleh para pendatang yang telah datang terlebih dahulu. Akhirnya Kelompok Yulia memutuskan untuk membuat tenda di tanah lapang dekat pinggiran hutan Wilang. Itupun mereka menemukan hanya untuk mendirikan satu tenda saja. Dan malam itu mereka gunakan hanya untuk Bermeditasi saja. Sedangkan untuk para pengawal dan dua pria yang bersama mereka , terlihat membuat api unggun kecil di luar tenda , untuk sekedar menghangatka n tubuh mereka sambil menjaga ketiga junjungan mereka. Dan saat pagi menjelang, Yulia terpaksa mengambil air Dimensi dan beberapa buah untuk menjadi sarapan dan makanan untuk mereka. Karena mana mungkin mereka menemukan warung yang akan menjual makanan yang bisa mereka temukan. Kalaupun ada pasti sudah habis di beli oleh mereka yang tinggal di dalam Desa. Tak teresa dua haripun berjalan dengan cepat. hari ini hari yang telah di tentukan untuk pembukaan jalan menuju istana condor telah tiba . mereka bersiap- siap untuk memasuki hutan. Tenda telah di bongkar, Dan mereka telah bergabung dengan para kultivator yang akan segera masuk kedalam hutan tersebut.


"Tuan... Tak lama lagi pasti pintu gerbang istana Condor akan terlihat. Saat itulah kita akan pergi kesana..." Ucap salah Satu Rakyat kota istana Condor.


"Siapa yang akan membuka jalan menuju istana...apakah Raja Ran sendiri...?" Tanya Wangli.


"Tidak Yang Mulia...ada petugas yang akan Melakukannya..." Jawab salah satu dari dua orang itu.


"Siapa nama kalian...?" Tanya Yulia menyela .

__ADS_1


"Maaf kami lupa memperkenalkan diri. hamba San dan ini Kubi..." ucap Salah satu dari mereka memperkenalkan diri. San terlihat lebih besar dari Kubi. . Dan benar saja. Baru saja San mengakhiri ucapannya , terlihat di hutan itu tiba- tiba berdiri pintu hitam yang cukup lebar dan tinggi. Perlahan pintu terbuka dengan suara yang agak Karas . . Setelah itu terlihat berpuluh orang masuk kedalam hutan melalui pintu itu. Yulia dan Rombongan tidak terlalu terburu - buru masuk ke dalam pintu itu. Dan saat mereka semua masuk, betapa terkejutya Yulia dan Kelompok nya(Selain Wangli dan kedua penduduk istana Condor.) tempat yang terlihat sebagai hutan belantara yang terlihat dari luar sangat menyeramkan. Kini bida Berubah menjadi sebuah Daerah atau kota yang sangat ramai dab indah . Ternyata hutan itu hanyalah ilusi yang di ciptakan oleh pandahulu atau Nenek moyang dari Klan istana burung Condor.


Tapi tidak bagi mereka yang sudah pernah datang kemari, mereka terlihat biasa saja. Hanya raut kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Yulia dan Kelompok nya mulai masuk kedalam kota Istana Condor . Namun mereka terhenti saat masuk pintu gerbang , meteka harus di periksa . mereka harus melewati menjaga di pintu gerbang kota istana Condor Akhirnya terpaksa Yulia meminta Para Kaisar Kim untuk menghilang kan aura yang di miliki Kedua orang Itu. Sebab Yulia tak ingin tenjadi masalah Karena adanya kedua pria itu . Dan Untung saja, mereka para menjaga pintu gerbang hanya menanya kan tujuan mereka. Tanpa menyadari dua orang di antara mereka ternyata Rakyat Istana Condor. Dan mungkin saja yang Sedang mereka cari . Setelah sampai di dalam kota, Mereka mencari penginapan. San dan Kubi mengajak Mereka ke Suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota . Yang nantinya akan menjadi tempat berlangsungnya kompetisi Alkemia . tempat tinggal yang di carikan ke dua orang itu terlihat sederhana namun sangat rapi dan bersih. Pemiliknya seorang Pria paruh baya yang hidup bersama istri dan kedua Putranya yang sudah Dewasa. Dan ternyata mereka rakyat istana Wangli yang masih Setia Pada Wangli. Walaupun begitu Wangli tidak menunjukkan Siapa dia pada mereka.


Pendaftaran peserta akan di lakukan mulai besok pagi sampai sore hari. Dan hari ini merupakan hari untuk para peserta yang ingin melihat keadaan kota Istana Phoenix . Dan juga untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dua hari lagi . Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Kelompok Yulia. Yulia dan Kelompok nya memilih berjalan- jalan melihat jeadaan kota. Dua Penduduk kota itu tidak berani keluar. Dan juga memberi kesempatan pada Wangli untuk mencari keberadaan keluarganya. Karena aura yang dia miliki telah di hilangkan sementara dari tubuhnya oleh Kaisar Kim, maka membuat Wangli Muda masuk kedalam Istana dengan tubuh kecil nya. Karena tempat itu juga merupakan Rumah nya , maka Wangli bisa leluasa dan tahu seluk beluk istana yang tidak berubah . Dia masuk kedalam istana tanpa seorangpun yang tahu. Dengan mudah nya wangli masuk kedalam ruang -ruang yang Ada di dalam istana itu. Dari ruang kamar pribadi maupun umum. Hingga dia sampai pada sebuah kamar yang ter tutup rapat. Kamar itu leraknya berada agak terlalu di belakang. hanya saja kenapa Ada dua penjaga yang terlihat sangat kuat Menjaga tempat itu. Wangli mencari tempat yang bisa membawa dia masuki ke ruangan yang di jaga . Yulia bahagia saat dia melihat kevpojok ruangan yang dia tempati .di pijok terlihat Ada lubang kecil seukuran tubuhnya. Dia ingin segera kesana. Tapi dia masih mencari kelengahan dua menjaga itu, Wangli mencari kesempatan untuk terbang ke arah lubang tadi. Dan saat kesempatan Ada, saat kedua menjaga itu sedang Berbicara, Wangli segera terbang dan masuk Ke arah lubang yang dia temukan. Dari sana dia melihat kedalam ruangan. . Tapi Dia heran.. Sebab dia melihat kalau di dalam kamar itu, tidak Ada satupun benda yang mencurigakan. Ruangan itu terlihat sangat luas, namun tempatnya kosong. hanya Ada tempat tidur dan meja Kayu bundar dan tidak terlalu besar . melihat semua itu Wangli sangat kecewa. Setelah melihat kembali sebentar, dia memutuskan untuk mencari ketempat lain. Namun gerakannya berhenti. Saat dia akan terbang keluar, tiba- tiba terdengar langkah kaki mendekati tempat itu. Wangli mengurungkan niatnya, Dia ingin tahu Siapa yang datang, apa lagi dia tidak punya kesempatan untuk terbang ke tempat semula. tempat saat dia datang tadi. Dengan cepat dia menyembunyikan tubuhnya di sela tembok. Tak lama terlihat seorang Pria gagah yang sangat dia benci.


"Ternyata Kau Raja Ran Ho jin si busuk berhati licik. Untuk apa Dia datang kesini..." Ucap Wangli dalam hati. Pria itu datang bersama beberapa pengawalnya .


"Kalian tunggu di sini.. jaga tempat ini dengan benar. jangan sampai Ada yang boleh masuk ke tempat ini..." Ucap Raja Ran Ho Jin dengan nada tegas.


"Baik yang Mulia..." Jawab mereka hampir bersamaan.


Pria licik itu terlihat masuk kedalam ruang kamar yang hanya Ada ranjang dan meja kecil di sudut ruang yang memang Luas Itu. Tak lama dia terlihat mengunci pintu kamar . Setelah itu perlahan dia mendekati meja kecil di pijok ruangan.


"Untuk apa dia kesana.. bukankah di sana tidak Ada Kursi nya..." Batin Wangli sambil tetap mengawasi Raja Ran Ho Jin . Namun tak lama kemudian, Terlihat Wangli semakin heran melihat tingkah Pria itu . Tapi ternyata dia Bukan ingin duduk bersantai , tapi ketika dia sampai di dekat meja. Perlahan tangan kekar nya berada di atas meja kecil bundar itu. Dan dia memutar meja berlawanan dengan arah jarum jam. Dan...


Kreeeet...


Kreeeet..


.Terdengar seperti gesekan sesuatu di dalam ruangan itu . Hampir saja Wangli berteriak kaget, saat melihat ranjang bergeser kearah samping kanan. Dan tiba- tiba di bekas tempat ranjang berdiri, terlihat lantainya terbuka, dan terlihat Ada tangga menuju kearah bawah ruangan . Wangli melongo tak percaya.


"A...apa itu... Di sana ada tangga...?Sejak kecil aku berada di istana ini, baru sekarang aku melihat tempat ini..." Ucap hati Wangli sambil tetap menatap kearah tangga dengan wajah tak percaya . Terlihat Raja Ran Ho Jin sedang berjalan kearah tanga, dan segera turun ke bawah . Melihat itu Wangli segera sadar apa yang harus dia lakukan. Dengan cepat dia terbang kearah tangga . Dan Segera ikut masuk ke ruang bawah tanah yang Raja Ran masuki . Setelah menunggu sebentar agar Raja Ran Ho Jin tidak menyadari kalau dia di ikuti . Dan terlihat Raja Ran melangkah dengan cepat menuruti tanga. Betapa tercengangnya Wangli saat melihat semua ini , ternyata ini Adalah ruang tahanan bawah tanah.


"Jadi Ada penjara bawah tanah..." Batin Wangli. Wangli hanya bisa menggelengkan kepala nya tak percaya . Namun mungkin Raja Ran merasa Ada yang mengikuti. Dia berhenti dan menengok ke belakang, untung saja Ada cela di dekat tanga, hingga Wangli bisa tersembunyi. Setelah melihat keadaan aman , Raja Ran Ho Jin kembali melangkahkan Kakinya dengan cepat. . Dan Wangli segera terbang mengikuti dia kembali . Dan berapa kaget nya Wangli , ternyata semua keluarganya Ada di dalam penjara itu. Mereka keluarga kandung nya. Dari mulai Kakek, Nenek, pamandan Bibi serta tiga sepupunya berada di sana semua . Mereka memang belum menikah. Di dalam keluarga ini hanya Kakak tertua Wangli yang sudah menikah .


"Jadi Kalian di sekap di sini...dan itu oasri sudah sejak dulu..." batin Wanli . Ada sayatan kesedihan di hatinya . Tanoa terasa air matanya mengalir. Melihat semua keluarganya berada do tempat ini , rasanya Wangli ingin segera menyerang pria jahat ini, tapi semua itu tidak mungkin dia lakukan, .di depan sana Ada banyak prajurit yang ikut bersama Pria jahat ini . wangli harus bisa menahan kemaragannya.


"Tapi tunggu..Kakek itu.. Wangli menatap kembali kearah pojok ruangan. Terlihat seorang Oria Tua sedang duduk lotus dengan wajah terlihat sangat pucat.


"Kenapa Kakek buyut berada di sini...? Bukankah Kakek berada do pengasingan untuk memperdalam kekuatannya. Kalaupun Beliau sudah keluar, pasti baru setahun ini.. Lalu mengapa dia Ada di sini juga..?" Ucap Wangli dengan wajah bingung. Kebingungannya hampir saja membuat dia terjatuh dari tempat dia sembunyi. Dengan sekuat tenaga dia menahan keinginannya untuk bertemu keluarganya yang terlihat sangat menderita dan Pucat. Kejadian ini membuat dia menangis dalam diam . . Dia tak memyangka kejahatan sang Sepupu sampai sejauh itu .


"Bagaimana rasanya di Penjara...? Aku tahu Putra kesayanganmu masih ada di luaran sana. Aku membuka turnamem ini selain untuk mencari bibit unggul sebagai tabib terbaik agar bisa menyembuhkan kakekku, tapi juga memancing putra kecilmu agar keluar dari persembunyianya. Aku yakin pasti Dia akan kembali dan menyerahkan lencana kekuatan dan kekuasaan klan Phoenix ini padaku.." Ucapnya di akhiri tawa kebahagiaan Dari mulutnya.


"Dasar manusia serakah. Apakah Kau tidak ingat, Siapa yang kembesarkanmu Selama ini. Kau tusuk kami Dari belakang, dasar manusia iblis . Seru tuan Wang Bi Ayah Wangli dengan wajah marah.


'Ha ha ha ...tidak usah marah Paman...Kau akan Ku lepas kan Selama Wangli mau memberikan Lencana itu padaku..." Ucapnya Sinis.


"Kau mahluk menjijikkan Ran Hu Jin... aku Yakin Wangli tidak akan se bodoh itu..." Seru seirang wanita paruh baya. Yang ternyata Ibu Wangli.


"Apakah kau baru tahu Siapa aku Bibi... sudahlah lebih baik aku pergi. Selamat menukmati beristirahat di sini..." Ucapnya angkuh. Melihat gelagat Raja Ran Ho Jin akan segera keluar, Wangli segera melesat keluar terlebih dahulu. Dan dia langsung keluar lewat cela di pojok ruangan. Dan dia juga segera keluar dari istana ini.


Sekian dulu cerita nya ya...aku lanjut besok lagi . Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2