
Ya sudah ayo kita pergi...kau juga ikut kan...?" tanya Yulia.
" Tentu saja...aku akan langsung tinggal bersama kak Naga..." ucap Tauzi dengan gembira.
"Apakah pohon buah Naga tahu kau akan tinggal di ruang Dimensiku...?" tanya Yulia.
'Tentu saja...dia pasti sudah merasakan kehadiran diriku..." ucapnya riang.
"Kalau begitu ayo kita pergi..." ucap Yulia.
Yulia pun merasa gembira karena akan kembali ke alam nyata. Tak lama Yulia melihat Sinar cahaya perak menyelubungi mereka bertiga. Sesaat kemudian Yulia dan si Kembar hilang dari tempat itu.
Saat Yulia merasakan kakinya menyentuh tanah. Dan cahaya perak perlahan hilang, dia dan si kembar kini berada di tanah lapang yang semula mereka datangi. Dan Dia juga melihat semua orang yang ada di kelompok mereka , telah kembali juga dengan Selamat. Tak terkecuali Li Cang dan Benshao. Dan saat mereka melihat satu sama lain, mereka kaget bukan main.
"Kalian....!" seru mereka bersamaan.
"Hey...kita telah kembali..Ya Dewa, senangnya kita bisa bertemu lagi..." seru Yung Si dengan wajah bahagia . Dan tanpa sadar mereka tertawa gembira bersama. Dan satu sama lain merasa sangat bahagia, karena mereka melihat kalau satu sama lain ,memiliki aura yang berbeda dari saat sebelum mereka hilang. Dan kehadiran mereka juga mengagetkan para praktisi lain yang masih ada di sana. Baik orang lama maupun kelompok yang baru datang.
"Lo...mereka kok bisa kembali...!" seru sebagian praktisi yang tahu mereka menghilang.
"Lalu kemana mereka pergi...?bukankah cahaya dari pohon itu membawa mereka menghilang..." ucap Yang Lain.
"Apakah mereka mendapatkan sesuatu dari pohon itu...dan lihatlah aura mereka... Mereka sangat berbeda dari saat mereka baru datang empat hari yang lalu..." ucap salah satu dari mereka yang melihat kedatangan kelompok Yulia.
"Dari mana kau tahu itu...?" tanya sang teman.
"He he he...aku sempat memperhatikan mereka, karena mengagumi kecantikan yang langkah dari perempuan satu satunya dari kelompok itu.." ucap sang teman sambil tertawa.
"Dasar kau ini... Tapi Dia memang teramat cantik...aku tidak pernah menyangka kalau di kerajaan Dongyan ada bunga secantik itu. Wanita itu terlalu cantik walaupun dengan pakaian Sederhana, Wajahnya sangat anggun berwibawa.aku tidak tahu kalau ada wanita yang memiliki kecantikan langkah seperti itu. Dulu aku pernah mendengar kalau Ratu kerajaan Tanlua merupakan Ratu paling cantik yang memiliki kecantikan unik . tapi wanita ini..Ya Dewa... Aku tidak pernah melihat wanita srcantik dia . Dan lihat senyum itu , Senyum dan kecantikan bisa meruntuhkan suatu Kerajaan ..." ucap Pria lawan bicara pria pertama . Dan mereka melihat ke arah kelompok Yulia . Pada saat itu kelompok Yulia tengah bahagia saat mereka bertemu Kembali .
"Lia'er.. Aku bahagia bertemu lagi dengan kalian berdua, Kalian baik- baik saja kan...?" ucap Yao Han .
"Tentu Kak...kau lihat saja keadaan kami.." jawab Yulia sambil tertawa .
"Apakah si Kembar selalu bersama dirimu...?" tanya Cun Ma sambil mengusap kepala si kembar.
"Benar Kak... Namun selama enam bulan di Sana , mereka berlatih sendiri. Baru pada hari terakhit mereka bersamaku. Dan kami datang kemari bersama. Tapi tunggu ..aku bisa melihat dan merasakan kalau kalian sekarang semakin kuat, atau ini hanya perasaanku saja yang salah...?" kata Yulia sambil menatap mereka semua.
"Tidak..aku memang mengalami terobosan... dan aku yakin mereka semua sama..." ucap Cun Ma bangga.
"Syukurlah ,..aku ikut bahagia.. tapi lebih baik kita segera kembali . Kita bicarakan ini sambil berjalan pulang. Sebab waktu kita tinggal lima hari lagi. Dan pada hari kelima belas nanti, kita harus sudah sampai di pintu gerbang hutan . kalau tidak kita akan terkunci di sini sampai nanti hutan ini kembali di buka..." ucap Yulia.
Dan ucapan Yulia ternyata terdengar oleh para praktisi yang lain, dan itu menyadarkan mereka kalau mereka harus segera kembali ke pintu gerbang hutan Huangye. Mendengar ucapan dam pembicaraan kelompok Yulia. Mereka semua sadar kalau Kelompok Yulia ternyata telah mendapatkan sesuatu pada saat mereka hilang selama tiga hari itu. Mereka merasa iri atas keberhadilan kelompok Yulia.Tanpa sadar mereka menatap pada pohon rindang yang ada di tengah tanah lapang itu. Dan saat kelompok Yulia menjauh, tiba- tiba pesona di sana perlahan mengurang tekanannya. Dan saat kelompok Yulia hilang dari tempat itu. Pesona yang mereka rasakan semakin menipis. Tentu saja mereka heran. Namun mereka tidak tahu apa sebabnya. Walaupun pesona semakin menipis, namun tempat itu masih tidak dapat di masukin orang.
Sedangkan Yulia dan Kawan- kawan , kini sedang berjalan kembali menuju ke luar hutan. Untungnya mereka tidak bertemu dengan kelompok Putri Nanggo yang pernah tinggal di tanah lapang itu selam dua hari. Karena mereka membantu merawat teman mereka yang terluka.
"Lia'er...apakah kita bisa mencari Warcraft untuk menjadi hewan kontrak kita...?" kata Yung Si.
"Tentu saja boleh Yung...kalau kalian menemukan Hewan yang bisa kalian kalahkan dan kebetulan hewan itu kalian inginkan ,jadikan saja mereka hewan kontrak kalian..." ucap Yulia dengan nada senang.
"Bagus...kalau begitu kita akan mencari hewan kontrak kita. Sekalian kita melatih ilmu yang baru kita dapatkan..." seru Yao Han dengan gembira.
"Tapi aku tidak bisa mencari hewan Kontrak lagi..." ucap Guli .
"Lo...Kenapa paman Guli...?" tanya Wang Hai.
"Manusia tidak bisa mengontrak hewan buas lebih dari satu..." ucap Guli .
"Benarkah...lalu kenapa Bunda bisa...? hewan Kontrak Bunda lebih dari satu..." ucap anak polos itu yang mengejutkan beberapa orang yang tidak terlalu mengenal Yulia. sebab Yulia tidak pernah menunjukkan hewan kontraknya pada umum .
"Wang Hai...Bundamu beda dengan kita- kita nak..." ucap Yao Han.
"Oo..begitu..." uucap Wang Hai . Merekapun kembali dengan semangat berjalan pulang . Namun di mata mereka, Yulia semakin membuat mereka segan dan lebih menghormati . Dam mereka baru sadar kalau Di pundak Yulia ada bola kecil merah . dan mereka tahu kalau itu seekor burung. Karena tekat mereka ingin menangkap hewan untuk mereka miliki, akhirnya Yulia memilih jalan yang mereka tempuh beda dengan jalan yang para praktisi lain lalui. Kini jalan yang mereka lewati adalah jalan yang di arahkan oleh Ryu yang peka di mana tempat keberadaan Hewan buas tingkat tinggi yang baik untuk hewan kontrak mereka . Mereka berjalan dengan waspada. Namun ditengah perjalanan mereka, tiba- tiba Yulia merasakan getaran lembut pada Dentiannya. Merasakan perasaan lain di dalam hatinya, antara cemas dan bahagia, membuat Yulia heran. Akhirnya dia meminta untuk istirahat sebentar. Mereka memutuskan beristirahat di tempat itu. Yulia segera duduk di akar pohon rindang sambil bersandar pada pokok pohon dan memejamkan matanya. Jika orang melihat keadaan Yulia , terlihat dia sedang istirahat dengan tenang dengan mata terpejam.
__ADS_1
Sedang kebenaran Yulia sendiri , Dia sedang melihat keadaan dentiannya. Terlihat riak aneh di dalam dentiannya . Dan api merah Yang di atasnya , terlihat bergerak pelan dan lembut . Biasanya api di atas Dentiannya akan diam tak bergerak . tapi kenapa sekarang seperti itu. Seperti ada kegelisahan .
"Ada apa ini...?" ucap Yulia dalam hati. Perlahan dia membuka matanya dan segera berdiri. Melihat gerakan Yulia ,Yao Han bertanya.
"Lia'er...kau mau pergi..? kemana...?" tanya Yau Han .
"Kak...yolong jaga Si kembar, aku ada sesuatu sebentar...jika dalam satu jam aku belum datang, kalian harus kembali lebih dahulu. " ucapnya Pelan.
"Kau pergi sendiri...?apakah salah satu dari kami ikut denganmu...?" tanya Yao Han.
"Tidak kak...aku membutuhkan kalian untuk menjaga si kembar. Sebenarnya aku ingin membawa mereka, tapi mereka butuh pelatihan. Aku melihat mereka sudah ada di rana ungu awal. Jadi mereka harus menstabilkan kekuatan yang baru mereka dapatkan..." ucap Yulia.
Mendengar ucapan Yulia , Yao Han sempat merasa kaget. Karena dia sendiri kini berada di rana Coklat tengah . Kekuatan di kecil memang gila . Cela antara dia dan Si kecil hanya berjarak beberapa kekuatan . Begitu juga dengan para sahabatnya .
"Baiklah...aku akan menjaga mereka .." ucap Yao Han .
"Bunda...mau kemana..." tanya Wang Hao.
"Bunda pergi sebentar, kalian Di sini dengan paman dulu Ya..karena kalian harus berlatih. Sambil menunggu bunda , Kalian bisa bermeditasi....ingat turuti nasehat paman... ucap Yulia lembut.
"Baik Bunda .. tapi Bunda hati- hati.." ucap Pria pendiam itu.
"Pasti sayang..ingat, jika dalam satu jam bunda belum datang, kalian harus pergi... " ucap Yulia lembut sambil mengusap kepala Si kembar bergantian. Setelah itu dia melesat pergi kearah perasaan yang membawa dia pergi . dia melompat dari satu pohon kepohon yang lain dengan lincah. Dan ternyata arah tujuannya yang dia tuju, lebih kedalam hutan Huangye. Hingga sampai sepembakaran dupa, dia telah berada di pedalaman hutan Huangye. Namun entah kenapa semakin kedalam hutan, perasaan keakrabam semakin terasa di dalam hatinya. Hingga akhirnya Dia sampai di depan sebuah goa yang tertutup rerimbinan pohon. Jika tidak teliti goa ini tidak akan terlihat. Kalau bukan perasaannya yang membawanya, niscaya dia tak akan tahu kalau ada goa di depannya . Dan saat dia sampai di sana, perasaan bahagia tiba- tiba dia rasakan. Perlahan dia masuk kedalam goa .
"Kenapa aku merasakan perasaan femiliar dan penasaran .. ada apa di dalam goa ini. goa besar yang tertutup ini ternyata makin kedalam makin melebar...." ucap Yulia dalam hati.
Karena tempat itu gelap, Yulia mengambil batu cahaya dari ruang Dimensinya yang Kini sudah bisa terhubung lagi . sinar dari batu cahaya menerangi tempat itu . Yulia melangkah semakin kedalam. Dan saat sampai di ujung goa, Yulia melihat sebuah onggokan warna hitam. Dan anehnya perasaan dalam hatinya semakin berdebar. Debaran ini bukan debaran takut, tapi Entahlah...ada juga perasaan bahagia . perlahan Yulia mendekat . Betapa terkejutnya Yulia, seba ternyata onggokan hitam itu adalah seekor burung.
"Burung...? Burung apa ini..matikah...atau masih hidup. Yulia merasakan dentiannya bergejolak. Dia menenangkan hatinya sebentar. Lalu mulai mendekati burung yang kepalanya terlihat tersembunyi. Dan saat Dia semakin dekat. Dia kaget
"Sepertinya ini burung Kondor..." Yulia berjalan ingin melihat wajah yang tersembunyi menghadap ke dinding Goa. Yulia memutari tubuh burung yang terlihat sangat besar. Dan betapa kagetnya Dia. Ternyata ada dua burung kecil lagi di dekat burung Kondor itu. Namun dia heran , Sebab di sana ada dua jenis burung . Satu memang burung Kondor kecil dan Satunya lagi merupakan burung pegar yang tubuhnya lebih kecil sedikit dari burung Kondor . Burung Kondor yang terbaring mungkin sejak tadi sudah merasakan kehadiran Yulia. Namun entah mengapa dia tidak bereaksi. Namun saat Yulia melihat wajah burung Kondor yang sejak tadi diam saja , tiba- tiba dia merasakan perasaan akrab di hatinya. Perlahan dia mendekat. Ternyata burung itu terluka . Yulia melihat sorot bahagia dari mata burung Kondor besar. Seolah dia melihat teman lama di depannya .
"Kau...kau mengenalku...?" ucap Yulia. Perlahan hewan itu menatap Yulia dan Yulia bisa melihat tetes air mata di mata burung itu. Dan Yulia kaget , Ternyata burung ini memiliki mata lagi di atas kedua matanya .
"Burung Condor bermata tiga...!" seru Yulia kaget. Setahu dia Burung Kondor mata Tiga adalah klan burung yang sangat sombong dan congkak. Dan tak seorangpun yang bisa memiliki kontrak dengan burung ini . Burung mitos yang di anggap Burung Dewa . Seperti Klan Burung Phoenix . Tiba- tiba dia merasa keakraban di dalam hatinya .
"Dolly ...kau bisa berbicara Dengan dia..?" tanya Yulia keheranan.
"He he he sedikit Tuan..." ucapnya sambil tersenyum.
"Kalau kau bisa , bukankah aku juga bisa ..?" ucap Yulia .
"Kekuatan Anda belum sampai do sana..." ucap Dolly .
"Dia berkata Pernah ku tolong...?" ucap Yulia tak percaya.
"Lia'er..dia dalam keadaan sekarat jangan kau ajak berbicara lagi...." ucap Ryu. Mendengar ucapan Ryu. Tiba- tiba Yulia merasakan kepanikan fi dalam hatinya.
"Kak.. Aku harus menolong dia..kasihan dia.." ucap Yulia.
"Sepertinya kau akan sia- sia.. Dia terluka sangat parah.." ucap Dolly.
"Tidak... Lalu apa yang harus aku lakukan...!" seru Yulia semakin panik.
"Kau bisa menolongnya jika kalian melakukan kontrak hidup dan mati..." ucap Ryu.
"Hidup dan mati...?Tidak...itu tidak mungkin... kontrak tuan dan pelayan seperti itu sangat merugikan hewan kontrak..." ucap Yulia.
Sebab kontrak hidup dam mati, sangat merugikan hewan kontrak. karena jika sang pemilik mati, hewanpun akan mati. Tapi jika sang hewan mati, sang pemilik masih bisa tetap hidup .
"Tapi hanya itu jalan satu- satunya Lia'er.." ucap Ryu lagi.
"Benar tuan...hanya itu jalan Satu- satunya... Lalu tuan baru bisa merawat Dia..." ucap Dolly. Yulia menatap Pada burung itu. Terlihat matanya menatap Yulia dengan penuh permohonan.
__ADS_1
"Baiklah akan aku lakukan, tapi maafkan aku...hanya itu satu- satunya jalan menolongmu..." ucap Yulia dengan nada sedih. Terlihat mata itu menatap Yulia dengan bahagia . Yulia segera melukai tangannya , dan meneteskan darahnya di atas burung Kondor raksasa itu. Tak lama terlihat cahaya merah keluar dari kepala burung Kondor . cahaya itu langsung masuk ke kening Yulia. langsung masuk dan lenyap kedalam tubuh Yulia. Terlihat tubuh Yulia dan burung bercahaya bersama. perlahan cahaya menghilang. Tak lama mata burung terbuka . Perlahan kepalanya terangkat dengan lemah. "Tuanku...." terdengar suara di dalam Pikiran Yulia.
" Jangan kau paksa dulu..Kau sudah lebih enakan...?" tanya Yulia.
Kepala burung terlihat mengangguk pelan.
"Baiklah...sekarang kau telan pil dan minum air ini...setelah itu cobalah bermeditasi..." ucap Yulia.
"Baik Tuan. Terdengar suaranya lemah masuk kedalam fikiran Yulia. Tak lama terlibat burung itu memejamkam matanya. Melihat burung itu mulai bermeditasi, Yulia mendekati kedua hewan kecil yang ada di dekat burung. Wajah kedua burung memang sangat berbeda. Burung Kondor terlihat masih bayi, walau badannya lebih besar. Sedangkan burung Pegar sudah memiliki ekor. Dan ekornya warnanya merah.
"Kenapa burung pegar ini terlihat lebih besar dari burung pegar biasa.? Walaupun di banding burung Kondor kecil ini lebih besar burung Kondor sedikit . .." tanya Yulia.
"Sepertinya ini bukan burung pegar biasa ..." ucap Ryu.
"Dan burung Kondor ini apakah anak dia..." kata Yulia.
'Kita tanyakan nanti.." ucap Dolly.
Yulia lalu memberi mereka air kehidupan. Hampir satu jam kemudian, burung Kondor yang sakit ,terlihat membuka matanya.
"Tubuhmu lebih enak...?" tanya Yulia.
"Sudah Tuan..sudah lebih baik.." ucap burung Kondor .
"Bagus...kalau begitu kau masuk dulu keruang Dimensi bersama putramu dan burung pegar ini... Aku harus kembali ke tempat putraku, sebab aku meninggalkan mereka hampir dua jam..." ucap Yulia.
"Dia bukan putra hamba tuan...nanti hamba akan bercerita pada tuan.." ucap Kondor besar lembut .
"Bukan...? Oo maaf...Baiklah sekarang kalian pergi dulu ke ruang Dimensi ...." ucap Yulia.
"Baik Tuan..." jawab burung Kondor .
Yulia segera membawa mereka keruang Dimensinya . Lalu dia sendiri segera keluar dari gua dan kembali berlari dan berlompatan diantara pohon di hutan itu. Dan dengan setia Heizi berada di pundak Yulia .
Ketika sampai di tempat tadi ,saat dia tinggalkan kelompoknya. Benar saja , mereka sudah Tidak ada lagi di sana. Dengan segera Yulia berlari dan berlompatan kembali di atas pohon dengan cepat. untunglah mereka belum terlalu jauh. Namun betapa kagetnya Yulia saat bertemu dengan mereka . ternyata mereka sedang di serang oleh beberapa harimau ganas. Dan Harimau itu ada di level Lima. Terlihat kedua Putranya sedang bertarung dengan seekor Harimau begitu juga dengan yang lain. Mereka semua terlihat menyerang dengan berdua ataupun sendiri. Entah kenapa Mereka bisa bertemu dan bertarung dengan segerombolan binatang ini . biasanya Harimau jarang sekali melakukan pertarungan dengan manusia secara bergerombol . Entah apa yang terjadi hingga mereka harus bertemu segerombolan binatang buas itu . Tidak bisa Yulia bayangkan, jika mereka tadi hanya terdiri dari beberapa orang saja.
Yulia hanya bisa melihat pertarungan kedua putranya. Dia takut keduanya tidak mampu melawan harimau itu. Namun Yulia bernafas lega saat pedang Wang Hau mengenai perut Harimau . Dan di Susul tendangan Wang Hai di kepala harimau. dan Di akhiri robekan do perut harimau oleh pedang Wang Hao kembali. Terlihat kedua jagoannya tertawa puas. Hingga akhirnya satu persatu harimau dapat di kalahkan juga . Dari tuju harimau, dua terlihat masih hidup walaupun dalam keadaan Pingsan. Mungkin mereka sengaja melakukan itu . dua - duanya harimau yang melawan Yao Han dan Cun Ma. Sedangkan yang lain mati semua. Dan ternyata harimau yang melawan keduanya adalah harimau yang masih muda.
"Kenapa kalian membiarkan dia hidup Kak..." ucap Yulia sambil melihat pada dua hewan yang terlihat pingsan..
"He he he...aku ingin dia menjadi hewan kontrakku Lia'er..." ucap Yao Han sambil tertawa gembira . Walaupun dia terlihat letih.
"Dan Kau kak Cun...?" tanya Yulia pada Cun Ma.
"Sama Lia'er..." jawab Cun Ma.
"Kak Ryu..apa bisa mereka melakukan Kontrak ...apakah tak ada dendam di hati mereka..." kata Yulia pada Ryu dalam pikirannya.
"Tidak akan...karena mereka memang sudah kalah...." jawab Ryu dengan tenang .
"Lalu siapa yang akan membantu Kalia. Melakukan kontrak dengan ke dua heran itu.." kata Yulia. Mereka saling berpandangan.
"Kau bisa melakukannya Lia'er..." ucap Ryu dalam fikiran Yulia. Terlihat Yulia terdiam mendengar ucapan Ryu . sedangkan kakak dan Sahabatnya terlihat bingung.
"Baiklah akan aku bantu kalian berdua...kau dulu kak..." kata Yulia. Dia lalu mendekati Yao Han dan Harimau yang pingsan di depannya . Karena binatang itu pingsan, jadi prosesnya lebih muda. Dan saat cahaya menyatukan mereka. Harimau terlihat membuka mata. Dan saat kontrak telah terjadi , Terlihat si harimau berdiri lalu menatap Yao Han lalu menunduk lalu tidur dengan kepala menghada Yao Han . Saat selesai mengadakan kontrak Dengan Harimau di depannya , Yao Han merasakan kekuatannya bertambah. Tak lama dia menerobos pada rana coklat puncak . dan selanjutnya Cun Ma. Sama juga dengan Yao Han . Cun Ma juga naik ke Coklat Puncak. Semua itu membuat mereka sangat gembira.
"Ya sudah mari kita ambil dulu inti roh harimau yang sudah mati... lalu kita lanjutkan perjalanan kita. Dan kalian yang belum memiliki Mahluk kontrak, bisa Mencari juga ..." ucap Yulia. Cun Ma dan Yao Han segera membawa hewan kontrak mereka kedalam bayang tubuh mereka. Lalu membantu mengambil manik roh harimau. Setelah itu, mereka segera melanjutkan. perjalanan Mereka.
Mereka harus mempercepat perjalanan mereka untuk kembali ke pinggir hutan Huangye .
Cukup dulu sobat...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, bote dan komennya aku tunggu. Maaf jika masih ada typo nya.🙏
__ADS_1
Bersambung .
.