YULIA

YULIA
NYONYA YU CIN .


__ADS_3

Ya sudah ayo kita kembali. Jangan sampai keponakanmu akan ketakutan kehilangan kamu. ..Kau tahu tingkah menyebalkalkan Dia jika apa yang dia suka hilang dari pandangan nya..." Ucap leluhur Tua Klain Naga tersebut sambil tertawa bahagia . Yulia pun ikut tersenyum mendengar kelakar sang Ayah .


"Ayah pasti terlalu memanjakan Dia...." ucap Ryu.


"Sifat dia itu tidak jauh dari sifat mu saat Kau kecil sampai Dewasa seperti Zizu...jangan menyalahkan Ayah...." ucap Tuan Long Acun kesal .


"Iya, iya...maafkan aku...." jawab Ryu menyesali ucapannya tadi .


'Nggak masalah....ya sudah Ayo kita pergi ..." ucap rain Long Acun .


"Baik Ayah....Kita kembali ke Alam Nyata..." Jawab Yulia. Mereka segera kembali ke Alam nyata.


Benar Saja, ketika mereka kembali ke Alam Nyata, mereka di Sambut omelan Zizu. Terlihat Dia kesal melihat ketika orang itu telah Ada kembali di ruang tamu. Dia tahu kalau mereka habis pergi entah kemana..


"Ayah kemana Kau membawa Lia'er...Kau curang, Kau membawa Lia'er Ku pergi tanpa diriku...!" Seru nya marah. Dia membawa Yulia ke sisinya .


"Anak bandel..Sudah berapa kali Ayah katakan padamu kalau dia Bibimu. Apa Kau ingin aku memukul kepala mu lagi Ha..!" Seru Ryu Kesal.


"Tak perduli Dia bibiku atau bukan, tapi Dia Lia'er Ku..".Ucapnya dengan wajah kesal.


Melihat pertengkaran mereka berdua, Yulia akhirnya tertawa.


"Kenapa kalian berdua sangat lucu sich... Ayah kau tahu tidak, Kakak akan berwajah dingin saat berada di tempat umum , walaupun dia jarang keluar dalam bentuk manusia. Dia akan berubah menjadi naga kecil yang akan tinggal di leherku . Wakahnya itu membuat manusia tidak Ada yang berani mendekati nya. Dan kini aku baru bisa melihat wajahnya yang imut sedang bertengkar dengan pria muda tampan seperti mereka sekarang ini..melihat mereka, aku seperti melihat si kembar...." Ucap Yulia di akhiri dengan kekehannya.


Mendengar ucapan Yulia, mereka berdua terdiam dan menatap Yulia dengan gemas .


"Lia'er...!" Seru mereka berdua bersamaan.


"Ups..Kenap kalian kompak saat marah padaku.." Ucap Yulia berpura- pura kaget. Tentu saja Ryu tahu tabiat Yulia yang Sedikit jahil. Terdengar kekehan tuan Long Acun melihat tingkah Yulia dan kedua Pria dingin di depan nya. Dia tidak pernah merasa sebahagia seperti sekarang ini. Kebahagiaan itu hilang saat Putri kembaran Ryu gugur dalam pertempuran . Dan Kini Putrinya telah kembali bersama mereka. Walaupun kini menjadi Manusia. Demi sang Putri Dia berjanji akan berdamai dengan Manusia .


Saat mereka sedang Berbincang dan bercanda .serta melihat dan mendengar kan pertengkaram kedua Pria beda usia yang memiliki wajah yang hampir sama itu . Tiba- tiba mereka merdengar suara pembantu datang dan memberitahu kalau Putra kedua tuan Long Acun yaitu putri Long Yu Cin datang bersama suami dan kedua Putranya. Sekerika pertengkaran Ryu dan Zizu Rong berhenti. Sedang kan Yulia mengusap matanya yang Sedikit berair Karena tertawa geli melihat tingkah Ryu dan Zizu yang bertengkar .


"Suru mereka masuk ...." titah tuan Long Acun pada sang pelayan .


"Baik Yang Mulia...hamba undur diri ..." pamit Pelayan tadi .


Tak lama terlihat sepayang suami istri paruh baya bersama dua pria Muda tampan dan gagah masuk ke dalam ruangan. Kegagahan sang suami dan kecantikan sang istri sangat serasi. Begitu juga dengan kedua anak Muda itu, mereka gagah dan tampan tak jauh beda dengan Zizu . hanya wajah Zizu terlihat agak dingin .


Melihat kedatangan mereka, kedua Pria yang sedang bertengkar Segera mendekati Yulia dan berdiri di kanan dan kiri Yulia . Mereka menatap kearah tamu yang datang .


"Salam sejahtera dan panjang umur Ayah...." Ucap kedua Suami istri itu dengan wajah tenang.


"Salam sejahtera dan panjang Umur Kakek..." Ucap kedua Pria Muda itu.


"Salam kalian Aku terima. Masuklah..." Ucap tuan Ling Acun lembut.


Masih tersisa senyum kebahagia di bibir tuanya yang membuat mereka tertegun. Sebab sejak putra Pertamanya Leluhur Muda pergi untuk menjalankan tugas dari Dewa beratus tahun yang lalu, sang Ayah sudah jarang Berbicara apalagi tersenyum seperti sekarang . paling hanya akan berbicara lebih banyak dengan Nada marah , Saat Cucu kesayangan beliau membuat ulan.


"Ada apa kalian datang kemari,..." ucapnya pelan..


"Kami hanya ingin mengunjungi Ayah..." ucap nyonya Yu Cin lembut.


"Kalau begitu silahkan kalian duduk..." ucap Tian Long Acun


Saat mereka akan duduk, nyonya Yu Cin sadar kalau Keponakannya ada di sana. Dan ada juga Wanita muda yang berdiri di sebelah dia pria yang kini menatap kearah mereka. Saat melihat Pria Muda yang memang sang Ksponakan, Nyonya Menyapa dengan lembut.


"Kau Di sini Zu'er...?" ucapnya .


'Iya Bi... " jawab Zizu .


Memang umur Zizu lebih tua dua tahun dari Putra pertama nyonya Yu Cin . Namun saat melihat Pria yang satu lagi, nyonya Yu Cin terlihat sangat terkejut. Dia seolah tak percaya melihat pada Pria itu .


"'Kau..Kau Kakak Bay Ran...!" Seru wanita itu dengan wajah kaget.


"Apa kabar adikku sayang..." Ucap Ryu dengan memberikan senyuman serta menyapa dengan Lembut pada dang Adik . seketila nyonya Yu Cin berlari ke dalam pelukan Ryu.


"Yu Cin...kenapa Kau menangis, Ada Suami dan Putramu, mereka akan menyangka aku telah menganiaya dirimu. Ayo jangan menangis lagi..." Ucap Ryu sambilnmengusap kepala wanita yang Ada di dalam pelukannya.


"Kakak....aku merindukan dirimu.. Sudah berapa ratus tahun kita tidak bertemu, Sepertinya Kau tidak merindukan kami..." Ucap wanita itu marah. Dia melepas pelukannya.Terlihat wajah nya cemberut .

__ADS_1


'"mana mungkin aku tidak merindukan kalian, buktinya aku sudah berada di depan kalian.." Ucap Ryu sambil tersenyum dan mengusap Lengan sang adik.


"Salam kakak Ipar..." Sebuah suara menyadarkan mereka. Ternyata Suami putri Yu Cin Menyala Ryu .


"Salam Paman .." Terdengar lagi suara dari kedua remaja itu.


"Salam Bibi. Paman..." Ucap Zizu menyapa .


"Salam adik Ipar...Jangan terlalu sungkan ayo kita duduk..." Ucap Ryu.


Ryu menggandeng tangan Yulia untuk berjalan ke kursi yang Ada di ruang keluarga. Sedang kan Tuan Long Acun sudah duduk dengan tenang di Kursi khususnya . Namun Yulia jadi bingung, tangan kananya di gandeng Ryu, sedangkan tangan yang lain di gandeng Zizu . Yulia terpaksa Diam Dan mengikuti mereka untuk duduk dI Kursi.


" Tunggu apakah kalian berdua bisa membiarkan aku duduk sendiri.." Kata Yulia dengan wajah cemberit. Namun wajah cantik itu terlihat imut saat marah dan kesal .


"Tidak...Kau harus duduk di dekatku..." Ucap mereka bersamaan . Membuat Tuan Long Acun kembali Tertawa Karas. sedangkan keempat orang di depan mereka hanya bisa menatap tak percaya.


" Lia'er harus duduk bersamaku..." Ucap ke duanya kembali bersamaan. Melihat semua itu, Yulia hanya bisa geleng kepala . '


" Ayah... Siapa dia...? Tunggu...apakah dia yang di katakan tetua Yuma manusia yang memiliki Kontrak dengan kak Ryu...?" Seru nyonya Long Yu Cin dengan wajah kaget.


" Benar sekali...dia yang melakukan kontrak hidup dengan Kakakmu Ryu..." Ucap tuan Long Acun.


"Ayah..kenapa Ayah malah membiarkan Kakak menjadi mahluk kontrak manusia ini. Seharusnya Ayah meminta Dia untuk menghentikan dan melepas kan Kakak dari jaratannya..!" Seru nyonya Yu Cin marah.


Namun sebelum tuan Ling Acun atau pun Ryu memjawab, Nyonya Yu Cin sudah berdiri dengan marah.


" Kau...!berani sekali Kau memaksa Kakakku menjadi budakmu ha.. Dasar manusia rendah. pe****r murahan ..! Lepas kan Kakakku atau aku akan memaksa mu...!" Teriakmya marah. Melihat keadaan yang berubah panas, Yulia menjawab ucapan Nyonya Yu Cin dengan dingin.


"Apa hakmu menyuruhku melepas Kakakmu... lalu apa yang akan Kau lakukan kalau aku tidak mau..?" Ucap Yulia datar.


" Kau fikir sekarang ini kau berada di Mana... Apakah Karena Ayahku , keponakanku dam kakaku lemah Padamu, lalu Kau anggap Kau mudah memperbudak kami, dasar ja***g murahan...kalau Kau tidak mau melepaskan Kakakku, maka jangan salahkan aku kalau aku akan membuatmu mati..!" Teriaknya marah. Dia langsung menyerang Yulia tanpa menyadari di mana mereka . Tentu Saja perbuatannya membuat semua yang ada di sana kaget bukan main, Karena mereka berada di dalam ruangan, dan Yulia sedang Duduk di tengah kedua Pria yang mengamggap Yulia Saudara mereka. Yulia yang tidak menyangka kaget , untunglah dia terhindar dari Serangan dan segera melesat keluar rumah sambil menghindari serangan itu , Namun sempat angin kekuatan nyonya Yu Cin mengenai pundak kirinya . Sepertinya Yulia terluka. Hingga terlihat Ada darah di bahu kirinya. Untunglah dia sudah melesat keluar Ruangan.


"Kak biar kan aku berlatih..." seru Yulia pada Ryu . namun di nada ucapan Yulia, Ryu mendengar nada berat pada suara Yulia . Seperti Ada Kemarahan yang dia tahan. Melihat itu Ryu tahu kalau Yulia sedang menahan Kemarahan nya. Melihat Yulia berlari keluar, Nyonya Yu Cin mengira Yulia takut dan Kabur . Dia segera mengejar sambil berseru.


"Berhenti manusia keparat... Kau gikir Kau akan bisa keluar dari tempat ini ha...!" Teriaknya marah. Namun Yulia tidak mendengarkan ucapan Nyonya Yu Cin.dia mencari tanah lapang, untunglah di samping istanah Ada tanah lapang yang cukup lebar. Tanah lapang yang di tumbuhi Rumput halus dan tebal bagai permadani sekarang menjadi tujuan Yulia. Setelah sampai di sana, Dia berhenti dan mengadapi nyonya Yu Cin


"Kau fikir aku akan lari darimu, cih jangan terlalu menghina manusia...Kau itu bodoh atau tolol... Didaj tahu madih ada fi dalam istana , tapi kau nekad menyerangku ... sekarang kita buktikan Siapa di antara kita yang kuat, jika aku Kalah, kalau Kakakmu mau lepas dariku, aku akan pergi dari sini tanpa dia..tapi apa yang akan kau pertaruhkan kalau aku menang...?." Ucap Yulia dingin .


"Baik kalau itu maumu..terserah apa yang Ada di dalam fikiranmu. kalau begitu. Aku akan pergi dari tempat ini. Tapi kita lihat saja, Siapa di antara kita yang akan Kalah. " ucap Yulia dengan wajah terlihat merah. Dia marah Karena derajat manusia di rendahkan oleh wanita ini.


"Tapi maaf , jangan salahkan aku jika senjataku tak bermata ...." ucap Yulia lagi .


Terlihat nyonya Yu Cin sangat marah. Dia Segera Mengeluarkan cambuk Dari ikat pinggangnya. Dan dia segera mencambuk Yulia. Dengan. gerakan ringan Yulia nenghindari cambuk yang datang. Yulia segera Mengeluarkan cambik petirnya juga . Saat melihat cambuk petir, terlihat nyonya Yu Cin kaget sejenak. Namun dia kembali Melayang kan cambuknya ke arah Yulia. Canbuk Yulia mengeluarkan sinar putih, sedangkan Cambuk milik Nyonya Yu Cin Mengeluarkan sinar merah. kini di udara terlihat cahaya putih dan merah saling bertarung. Bagai sepasang naga yang sedang bertarung dengan sangat seru, Yulia berusaha keras menahan dan membalas serangan nyonya Yu Cin . Sedang kan Ryu terlihat sangat marah. Apalahi Mendengar ucapan Yulia. Melihat Kemarahan Yulia, Ryu tahu kalau Yulia sangat marah sekali. Mungkin Karena Yu Cin sang adik menghina dia sebagai manusia . Melihat keresahan sang Putra, Tuan Long Acun mendekati Ryu yang sedang melihat pertarungan dengan gelisa.


"Apa yang Kau takurkan.... Aku yakin Lia'er tidak akan Kalah dengan Adikmu..." Ucap Sang Ayah.


"Bukan itu Yah... Tapi aku takut Lia'er akan pergi meninggalkan aku, Aku takut Dia akan memutuskan hubungan kontrak Kami..." Ucap Ryu dengan Wajah cemas.


"Kenapa seperti itu..?' Tanya Tuan Ling Acun.


"Gadis itu akan baik- baik saja . Jika yang di hina memyamgkut dirinya sendiri, tapi Cin'er menghina bangsa manusia. Dia paling tidak tahan kalau bangsa manusia di hina " Ucap Ryu marah.


Mendengar ucapan Ryu, tuan Long Acun ikut gelisa. Dia tidak ingin kehilangan putri yang sudah lama dia tunggu .


"Lalu apa yang harus kita lakukan ...?" tanya tuan Long Acun fengan wajah bingung Kita lihat saja Ayah...jika nanti aku harus memilih lebih baik aku kehilangan Cin'er daropada Lia'er...aku tak ingin kehilangam Dia lagi...." Ucap Ryu dengan nada dingin. Mereka kembali melihaylt pertandingan Yulia dan nyonya Yu Cin . Keduanya bertarung dengan sengit . terlihat luka di Lengan Yulia Mengeluarkan darah banyak. Hingga baju Putih nya berwarna merah Karena darah. Tapi bukan hanya Yulia saja yang terluka, terlihat nyonya Yu Cin mengalami luka lebih banyak. tak lama terlihat cambuk Yulia melilit di Lengan kanan Nyonya Yu Cin yang memegang cambuk Dan tak lama terlihat cambuk nyonya Yu Cin terlepas dari tangannya. Sebelum nyonya Yu Cim tersadar dari keterkejutannya . cambuk kembali melilit tubuh nyonya Yu Cin. Dan melemparkan dia kearah Ryu. otomatis Ryu menangkap nyonya Yu Cin . Setelah itu terdengar Suara Yulia.


" Aku tidak bisa membunuh dia Karena dia adikmu, Maaf aku pergi dulu. saat pemilihan murid terbaik aku akan datang, setelah itu kita akan melepas hubungan kontrak kita sesuai permintaan adikmu. Aku pergi dulu kak..! tidak usah bersedih . Kau sudah bersama keluargamu . Aku pergi kak.."Seru Yulia lalu menghilang dari tempat itu.


"Lia'er tunggu...!" Seru Ryu mencega Yulia pergi. Namun Karena di pelukannya Ada nyonya Yu Cin yang memang Yulia lempar untuk mencegah Ryu mengikutinya masuk keruang Dimensi . Akhirnya Ryu tidak bisa mengejar Yulia . Melihat Yulia yang menghilang membuat Ryu sangat marah. Dia tidak bisa mengejar masuk keruang Dimensi setelah Yulia hilang. Dia bisa pergi sendiri masuk kedalam ruang Dimensi jika Yulia bersama nya, atau Yulia masih berada di sisinya. Tapi kalau Yulia telah Pergi , DOA tidak bisa masuk , Terlihat wajah nya marah menatap nyonya Yu Cin.


"PUAS... PUAS KAU SEKARANG.." Teriaknya marah.


"Kak... Apa maksudmu...bukankah seharusnya Kau bahagia Karena akan lepas Dari perjanjian kontrak dengan wanita manusia itu. Dia telah memperbudak dirimu Selama ini...!" Ucap sang adik tak mengerti


."Memperbudak... Siapa yang merasa di perbudak... Dia adikku, adik kembaramku... Walaupun Dia akan memper budak aku, aku rela Asal aku hidup bersama dia.. Dan Kau kini merusak segalanya...!" Teriak Ryu marah sambil melempar sang adik pada suaminya. untung saja sang Suami sigap, dengan cepat Dia segera memeluk sang istri .


"Apa maksudmu dia adik kembaranmu...?!' Teriakan sang adik tak mengerti.


"Bibi... Kau telah membuat Ayah dan aku kecewa Padamu, Selain Kau telah merusak hubungan kami dengan Bibi Yulia, Kau juga telah menghina Adik Ayah..." Ucap Zizu dengan wajah sedih.

__ADS_1


" Kau...apa yang kau katakan...aku ini bibimu...Hanya aku satu- satunya adik dari Ayahmu. Jangan mau Kau di Bodohi manusia yang memiliki sifat kejam dam licik itu...!" Terima nyonya Yu Cin marah.


"Ayah...aku akan kembali ke istanaku aku sudah tidak betah disini...dan tolong jelaskan semuanya pada wanita Bodoh itu. Hanya satu rahasia Lia'er hanya Kau yang tahu..." Ucap Ryu dengan wajah sedih. . Ryu Segera keluar dari istana sang Ayah,


"Ayah ... Aku ikut dengan mu... Kek... Aku ikut Ayah Kembali Kerumahnya. Mereka bertiga mertiga hilang dalam sekejap. Sedang kan di istana tuan Long Acun terlihat sang Ayah menatap Putrinya dengan penuh penyesalan.


"Ayah apa Sebenarnya yang Terjadi. Kenapa kak Bay Ran sangat Membela wanita itu, apakah dia Kekasih kak Ran...?" Ucap Nyonya Yu Cin dengan nada kesal dan marah .


" Kau yang salah Cin'er.... Sifat pemarahmu kini sangat merugikam kakak mu. Kau membuat Dia Menjauh dari saudarah kembarnya


"Apa maksid ayah... Apakah gadis itu Kekasih kakak..karema itu kakak membela dia..." Ucap nyonya Yu Cin menghina.


"Dia Saudara Ryu.. Dia Kakakmu, Dia Reinkarnasi Yueyue...!" Ucap sang Ayah denagan kemarahan wajah marah. "A..apa.. Di..dia Reinkarnasi kak Yueyue..mana mungkin Yah... Dia manusia, Mana mungkin Dia Reinkarnasi Kak Yueyue..." Duru Nyonya Yu Cin dengan wajah tak percaya .


"Ayah telah melihat semua kebenarannya, dia saja tadi tak percaya. Kami sudah berusaha membuat dia percaya, tapi Kau malah membuat dia marah..." Ucap tuan Long Acun dengan wajah sedih dan kecewa.


Mendengar ucapan sang Ayah, nyonya Yu Cin bagai kehilangan tenaganya, dia merasa badanmya lemas seketika . Dia tadi Kalah melawan Yulia, tapi tak Selena's mendengar ucapan sang Ayah.


"Apakah semua ini kebenaran Yah... Apakah benar dia Kak Yueyue...?" Ucap nyonya Yu Cin.


" Aku sudah melihat kebenarannya .. Dan aku percaya kalau dia memang Yueyue. Dan Kakakmu sudah Beberapa tahun ini bersama dia... Kami nafu Menemukan dia, tapi Kau telah menghanburkan demuanya dalam sekejap saja. . Bukankah Kau sudah tahu dan mendengar ucapan Kakakmu Yueyue saat dia sekarat dulu..." Ucap Tuan Long Acun . "Maafkan aku yah...maafkan aku..."Ucap Nyonya Yu Cin dengan penuh penyesalan. "Semua telah Terlambat...dia telah pergi..." ucap tuan Long Acun dengan wajah sedih dan kecewa.


"'Aku akan mencarinya, pasti dia belum keluar dari tempat kita ini Ayah... "Ucap nyonya Yu Cin dengan yakin .


"Percuma.. Tak akan pernah Kau bisa Menemukan dia. Tidak akan Ada seorang pun yang bisa Menemukan keberadaan dia kalau bukan Dia sendiri yang ingin menemui kita..." Ucap Tuan Ling Acun . Karena Dia tahu kemana Yulia pergi . wajah nya terlihat sangat sedih sekali .


"Apa maksuf Ayah..." Kata Nyonya Yi Cin tak mengerti.


"Kau tak akan mengerti..." Ucap sang Ayah dingin.


Setelah itu Tuan Long Acun meminta mereka pergi Karena dia Merasa tubuhnya sakit. Terlihat kesedihan di wajah Tua sang Ayah . Melihat itu nyonya Yu Cin merasa bersalah.


"Sudahlah kita kembali dulu. Kita bisa menemui Ayah Kembali besok atau Lusa. Bukankah wanita tadi berkata akan datang saat pemilihan Murid terbaik..." Ucap sang Suami.


"Suamiku...apakah kita tidak bisa mencarinya....?" tanya nyonya Yu Cin dengan nada Sedih dan cemas .


'Bukankah Kau tadi mendengar perkataan Ayah..." ucap sang Suami . Akhirnya mereka segera memutuskan untuk pulang,


Sedangkan Yulia yang merasa masih marah, memilih bermeditasi di ruang Dimensi untuk menghilangkan kemarahannya. Melihat kesefihan Yulia, terlihat para sahabatnya menjaga Yulia di sekitarnya. Mereka tahu apa yang sedang terjadi tadi . Sayang sekali mereka tidak bisa membantu Yulia. dalam menunggu hari pemilihan murid terbaik yang masih satu bulan lagi , Yulia tetap berada do dalam Ruang Dimensi . Dia bermeditasi ataupun berlatih ilmu beladirinya, dan ilmu pengobatannya .


"Lia'er...apakah kita pergi saja...bukankah Kau bisa melepas kontrak hidup dan mati dari sini.." ucap Lilian.


"Aku bisa melakukan nya, walaupun Resikonya sangat berbahaya bagiku..." ucap Yulia.


"Kalau begitu kita tunggu sampai pemilihan murid terbaik. lalu kita menemui kak Ryu..." ucap Yulia. namun tiba- tiba ingin menemui Ryu di Istananya. Entah kenapa debaran jantungnya berdebar Dengan cepat. akhirnya Dia membayangkan kamar di istana Ryu. Saat dia keluar Dari ruang Dimensi. Dia berada di kamar yang Ada di istana Ryu. Dan saat dia keluar dari istana Ryu, Dia melihat para pelayan Panik. dengan cepat Dia bertanya.


pada seorang pelayan yang kebetulan lewat.


"Ada apa bik.." Tanya Yulia.


"Yang Mulia sedang marah..." ucap pelayan itu.


"Marah...marah pada Siapa...?" tanya Yulia heran.


"Pada Dia sendiri. .."ucap Pelayan itu dengan badan gemetar.


"Sekarang di mana Dia...?" tanya Yulia lagi.


"Beliau Ada do belakang, para penjaga ataupun pengawal tidalbada yang berani mengganggu nya, tapi tanaman obat di belakang telah Hancur.


"Antarkan aku melihat dia..." ucap Yulia.


"Jangan Putri...hamba takut Yang Mulia terluka.." ucap pelayan itu.


"Jangan takut...aku tidak akan apa- apa..." ucap Yulia menenangkan .


"Baiklah Putri, Kami akan mengantar kalian pergi menemui yang Mulia .." ucap si pelayan.


Dengan Senang hati mereka mengantar Yulia menemui Ryu yang sedang mengamuk.

__ADS_1


Maaf sampai di sini dulu ya ..aku lanjut besok lagi. jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . maaf jika banyak typo.


Bersambung .


__ADS_2