
Ha ha ha...Kau menanyakan penghianat itu... Jadi Kau teman dari penghianat bodoh itu ha..? Pria Yang telah membunuh Ayah dan kakaknya ...!" Teriak Putri sombong itu dengan wajah menghina .
"Cukup Tailin....! APA yang Kau katakan itu...? jangan sembarangan Berbicara...!" Seru Sang Kakak dengan wajah marah.
"Kenapa kak.. . memang buktinya seperti itu kan... Dia membunuh Kakek, Ayah serta Kakaknya hanya Karena ingin menguasai Kerajaan ini.. ! lalu kenapa kakak Membula Dia yang telah menghianati Klan Kita....!" Teriaknya marah dan kesal tak terkemdali . Mendengar ucapan Wanita sombong itu, membuat Yulia kesal dan marah.
"Dasar mahluk tak berotak..." ucap Yulia dingin. Yulia yang berada di depan Raja Ran berkelebat cepat. Dan..
Plaaak ..
Plaaak ..
Terdengar suara tamparan menggema di tempat itu ..Dan jeritan kesalitan Putri Tailin terdengar mengejutkan semua orang . terlihat Putri tailin memegang kedua pipinya yang memerah dengan bekas merah telapak tangan.
"Aaa...." Jeritan Putri Tailin.
"Kau... kau berani melukai Putri kerajaan ini...!" Seru Putri Tailin dengan wajah marah .
"Itu Pelajaran untuk mulut yang Berbicara tanpa otak.." Ucap Yulia dingin.
"Nona.. .Kau tahu Siapa yang Kau tampar itu...Kau berani menyakiti seorang Putri di depan Raja ini...!" Ucap Raja Ran Ho Jin dengan menahan kemarahan .Terdengar tawa Putri Yulia.
"Ha ha ha maaf yang Mulia...tapi seharusnya anda berterimakasih padaku, Karena telah membantu anda memberi Pelajaran pada adik anda yang tak berotak itu . Bagaimana seorang putri bisa berkata seperti itu. Dan kau... kau katakan Wangli membunuh karena istana ini...? mana mungkin...bukankah rakyat tahu dia menolak di jadikan Raja...? Apakah rakyat kerajaa. Ini sudah lupa...?" Ucap Yulia sambil menatap ke arah masyarakat Klan burung Condor yang menatap ke arah Yulia. Terlihat keterkejutan di wajah mereka. Apalagi para tetua yang berada di belakang Raja Ran Ho Jin. mereka menatap Yulia dengan wajah kaget.
"Oo kenapa kalian kaget...apakah kalian sudah lupa...bukankah saat Wangli menolak usulan kalian, bukankah ada di depan kalian semua.., Karena kalian tahu kalau Wangli merupakan keturunan darah Asli klan Condor kalian...lalu untuk apa dia membunuh Kakek, Ayah serta kakaknya kalau dia saja tidak mau jadi Raja. Dan Kalian juga tahu.. tampa harus membunuh , kalau memang Wangli menginginkan kedudukan menjadi Raja , dia tinggal menyetujui pengangkatan dia menjadi Raja, otomatis dia menjadi Raja . lalu untuk apa dia harus mengotori tangannya dengan darah. . mengapa harus membunub seluruh keluarganya..?Jangan- jangan ada seseoarng yang sengaja memfitnah sahabatku..." Ucap Yulia sambil menatap Raja Ran Ho Jin dengan tatapan Tajam . Terlihat wajah Raja Ran Ho Jin berubah-ubah, menjadi pucat merah kembali pucat lagi .
"Kau manusia..Jangan mengacau Kerajaan kami . Apa maksud semua ucapanmu itu. Katakan dengan jelas, sebelum kami menangkapmu dan menghukum mati sekarang juga..." Ucap orang Tua Raja San Ho Jin sambil melangkah kearah Yulia.
"Oo.. Kakek Tua... Jangan Kau katakan kalau Istana ini milik mu. Bukankah Kau datang kemari atas pertolongan Raja Wang San , ayah dari Wangli kan..Ck Ck ..Kau membalas Kebaikan keluarga ini dengan Cara membunuh kakak Wangli, lalu Kau mengurung mereka semua dan Kau memfitnah Wangli atas pembunuhan yang Kau lakukan sendiri . dan orang yang Kau katakan mati, Bukankah Sebenarnya masih hidup...putramu hanya membunuh kak Wangbai saja . dan Kau hanya mengalahkan Kakek Buyut saja, bukankah mereka Ada di penjarah bawa tanah . lalu kenapa orang yang masih hidup kalian katakan mati ..Ck Ck Ck... Cara licik yang sangat jahat sekali. Kau menggigit orang yang telah menolongmu. menganggap kalian saudara dan memberi mu makan..ya Dewa.. Semoga aku tidak bertemu dengan keluarga seperti kalian..." Ucap Yulia dengan wajah memelas. Tentu saja ucapan Yulia membuat kaget Raja dan Ayahnya . Dari mana wanita ini tahu semua yang mereka lakukan .
"Bedebah... Lancang sekali Mulut mu... Kau berani memfitnah kami...!"Teriakan Pria itu. Pria Tua Itu segera menyerang Yulia dengan kekuatannya. Namun sebelum kekuatan itu meng hantam tubuh Yulia, sebuah kekuatan lain menghantam kekuatan yang datang pada Yulia. Terdengar ledakan Karas di udara.
"Dia bukan lawanmu Kakek Tua.. Aku lah lawanmu.." Ucap suara bariton setelah terdengar ledakan keras tadi . Terlihat Kakek Tua itu Mengeluarkan seteguk darah Segar dari Mulut nya. Dan di sebelah Yulia kini berdiri seorang Pria gagah dan tampan namun berwajah sangat dingin. yang tadi duduk bersama Yulia . melihat kehadiran Kaisar Kim, terlihat mata Putri Tailin membelalak dengan sempurna. Dia sampai tak berkedip menatap Kaisar Kim.
"Aku paling tidak suka melihat seseorang yang menyakiti istriku .." Ucap Kaisar Kim dingin. Mendengar ucapan Kaisar Kim, terlihat Tailin menatap Yulia dengan Marah , iri dan Cemburu. Dia segera mendekati sang Kakak.
"Kakak...aku menginginkan Pria tampan itu. " ucapnya dengan manja . sejak tadi Raja Ran Ho Jin sangat marah juga terkejut. dengan perbuatan dan ucapan Yulia yang membongkar perbuatannya . Namun yang dia heran, dari mana wanita ini tahu semua .
"Kalian..Kalian Telah membuat kekacauan di tempatku dan Kalian telah berani memfitnah diriku...." teriaknya marah .
"Benarkah aku telah memfitnah kalian.? Bakankah yang Ku ucapkan semua Adalah kebenaran adanya , kaulah orang yang telah membunuh Kakak Wang Bai kakak dqri saudara Wangli, Kau juga membunuh sahabat Kak Wangbai . Karena membantu kak Wangbai dari kejahatanmu... lalu Kau Melukai Wangli . Namun Kau gagal merebut Lencana Kerajaan dari tangannya..." Ucap Yulia Sinis.
"Dasar pembunuh...pasti Kau yang sudah mempengaruhi Wangli hingga membunuh keluarganya..." Teriaknya semakin marah .
"Pengawal..tankap dan bunuh mereka.." seru Raja Ran Ho Ji.
" Kau ingin membunuh kami...?Kak Ryu, dan Zizu... keluarlah.! dan jangan biarkan satu orangpun lolos dari sini...!" seru Yulia dengan tenang.
__ADS_1
"Baik Lia'er... " dua berkas cahayq keluar dari tubuh Yulia . Hanya dengan Mengeluarkan mereka, Yulia bisa melindungi rakyat Condor yang telah di Cuci otaknya oleh Ran Ho Jin dan sang Ayah agar tak terbunuh . Segera terdengar raungan di angkasa.Dan terlihat dua Naga besar Melayan di udara membuat mereka semua ketakutan.
"Yueyue.. apakah mereka akan menjadi mangsaku..." ucap Zizu Rong dari angkasa . dan tiba- tiba .
Kaaaak..
kaaaaak.
Terdengar suara memekik Karas di angkasa. terlihat seekor burung berbulu warna- warni nan indah Melayang terbang di sekitar Dua naga tersebut , Dan mereka tahu burung apa itu. Burung Phoenix ...Ya...itu burung Phoenix yang terbang bersama dua naga di atas tempat mereka berdiri . Melihat Heizi berada bersama Ryu dan Zizu , Yulia hanya bisa tersenyum menatap ketiganya.
"Yuyu.. Apakah kami harus menbumuh mereka semua..?" Teriak Heizi dari angkasa. Melihat tiga hewan di atas mereka, serta ucapan burung Phoenix semua orang terlihat sangat ketakutan . Dan para pendekar hanya bisa bersiaga . Apa lagi kini di dekat Yulia telah berdiri Beberapa orang yang terlihat sangat kuat. Dan puncaknya Adalah berdiri nya tetua Istana Condor. Yaitu sesepuh utama yang merupakan Kakek buyut Wangli dan Ayah dari Wangli. rakyat Klan Condor dan para tabib yang Ada di sana tekejut bukan main, mereka menatap kearah Kakek Buyut yang berdiri bersama seorang Pria muda tampan yang sudah lama tidak mereka lihat.
"Pangeran Wangli...!" Seru mereka yang merupakan rakyat Klan Istana Condor .
"Benar akulah Wangli Putra dari Raja Wang San. Dan Cucu dari Sesepuh Wang Gu. Aku tidak melakukan seperti yang di tuduhkan oleh Raja baru Kalian Ran Ho Jin. Dialah yang sebenarnya telah membunuh kakak Wangbai dan Kakak Ipar Kiyun. Sedang kan Klan Burung Pegar yang di temukan mati bersama mereka , Mereka berdua Adalah sahabat Kakak. Namun Mereka terpaksa berkorban nyawa demi menyelamatkan Kakak Wang Si yang di keroyok Pria jahat ini. tapi akhirnya mereka mati juga Jadi tolong jangan percaya pada mereka. Sedangkan Putra Dari Kak Wangbai dia masih hidup . keponakanku bersamaku . Kami masih hidup Karena pertolongan Putri Yulia ini ..." Ucap Wangli membuat semua orang tertegun . Mereka menatap Raja Ran Ho Jin dengan tatapan marah. Melihat itu Raja Ran Ho Jin segera berkata.
"Kau Bohong...Kau ingin memfitnah diriku. Kau ingin merusak namaku Kau fikir mereka akan percaya Padamu..!" Seru Raja Ran Ho Jin marah.
" Percaya atau tidak percaya, semua terserah pada para penduduk . mereka percaya omongan darimu Karena mereka mendapat bukti yang salah, jalau sekarang mereka percaya pada Wangli, itu Bukan salah mereka. Bukankah Kau berkata kalau Wangli telah membunuh Ayahnya dan Kakek Buyut . lalu kenapa mereka Ada di tempat ini....?. Aa... pasti Kau tadi kaget kan..kenapa mereka bisa berada di sini..? Oo...jangan Kau berkata kalau mereka Palsu...Mereka tidak palsu yang Mulia...mereka itu memang asli , Dia Kakek Wang Gu dan Ayah Wangli...Kau kaget...?" Ucap Yulia dengan wajah tersenyum ceriah. Tentu saja senyuman Yulia membuat Kaisar Kim kesal. si bucin tak rela Yulia tersenyum manis seperti itu pada orang lain.
"Sayang..." Ucap Kaisar Kim . melihat Sikap cemburu sang Suami, Yulia hanya bisa tersenyum lembut sambil mengusap Lengan sang Suami. Melihat tingkah Kaisar Kim yang terlihat cemburu , membuat Putri Tailin kesal. Dia sangat marah melihat pria tampan yang sudah membuat hatinya tertarik dan ingin memilikinya, ternyata menatap wanita yang dia anggap jelek itu dengan tatapan penuh cinta.
"Cih Dasar j***ng... Kau bukan saja wanita Brengsek, tapi Kau juga ja***g murahan...!" Teriak wanita sombong itu dengan penuh perasaan marah dan benci.
Mendengar ucapan wanita itu, terlihat aura pembnuhan keluar dari tubuh Kaisar Kim. Dengan penuh amarah dia mengibaskan tangannya ke arah Putri Tailin . seketika sebuah kekuatan dari kausar Kim menghantam wanita itu. Hingga Dia terpental Karas ke arah belakang dan menghantam beberapa tetua yang duduk agak jauh di belakang mereka. Dan terlihat wanita itu memuntahkan darah Segar dua Kali .
"Kau...Kau...!" Seru Putri Tailin tak percaya. Niat hati ingin membuat Pria itu memperhatikan dia . dan Dia berkata seoerti itu karena kesal melihat perhatian Kaisar Kim pada Yulia, , tapi malah dia di permalukan dan terluka dalam. .
"Raja...Kau bukan Raja tapi Kau perampok, kau merampok kekuasaan Orang yang telah menolong keluarrgamu dengan Cara licik...!"ucap Yulia kesal.
"Bedebah... Dasar wanita ******, kurobek Mulut mu...!" teriaknya marah. Dia segera menyerang Yulia .
"Biarkan aku yang menghadapi Dia Kim...aku ingin tahu kekuatan Burung jelek yang telah Melukai sahabatku...!" seru Yulia sambil menyambut serangan Raja Ran Ho Jin. Terlihat Yulia mulai bertarung dengan Raja Ran Ho Jin. Pertarungan terlihat sangat sengit. dari mulai bertarung dengan tantangan kosong , sampai pertarungan dengan kekuatan . Kakek dan Ayah Wangli kaget melihat kekuatan Yulia.
"Wang... Siapa wanita itu..." Tanya sang Ayah.
"Dia Putri Yulia istri Putra Suci Kerajaan Taiyung ...." ucap Wangli ..
"Apaa...istri Putra Suci...? apakah pria itu Putra Suci Kerajaan Taiyung...?" ucap Ayahnya .
"Bebar Ayah...dan Maaf Ayah... Demi menolong menyelamatkan Nyawaku yang hampir tak tertolong lagi, dengan terpaksa Tuanku itu melakukan kontrak hidup dan mati denganku, kalau tidak, saat ini mungkin Wangli tidak akan Ada di sini lagi..."ucap Wangli .
"Jadi Kau telah melakukan kontrak dengannya..." Ucap sang Ayah Wang San Sedikit tak rela.
"Dia telah menolong nyawaku dua Kali Ayah... Sebenarnya dia tidak mau . tapi kalau tidak dia lakukan, aku akan tiada..." Ucap Wangli lagi.
"Kenapa Kau harus marah San...Apakah Kau lebih memilih egomu dari pada Kehidupan Putramu...!" Ucap Kakek Buyut sambil menggerutu kesal .
__ADS_1
"Dia juga telah menolong Kita , jangan Kau lupakan itu..." Ucap Kakek Wangli lagi . Seketika tuan Wang San terdiam. Benar kata sang Kakek, mereka terlalu banyak berhutang nyawa pada wanita itu.
Sedangkan di arena terlihat Yulia sedang bertarung dengan San Ho Jin dengan sengit. Ternyata kalau tidak Ada dukungan Dari para prajurit Kerajaan yang menjadi sekutunya. Dan Beberapa perampok yang membantu dia dalam merebut istana ini, terlihat Ran Ho Jin tidak terlalu kuat. Dan akhirnya Yulia bisa menyelesaikan pertarungan itu. Walaupun dadanya Sedikit sesak karena tendangan Ran Ho Jin ,dan lengannya terluka Karena terkena sambaran pedang milik mahluk itu. Sebenarnya tadi ingin sekali Kaisar Kim menghajar pria yang telah Melukai sang istri , tapi dia takut sang Istri malah akan marah.
Setelah melihat Ran Ho Jin terjatuh dan terluka parah , para prajurit yang menjadi pengikutnya, juga Beberapa orang yang medukung pria itu segera di tangkap . dan Ayah Ran Ho Jin yang tahu kekuatan Kaisar Kim tak bisa berkutik. apa lagi dia masih terluka dalam setelah bertarung dengan Kakek Buyut. Andai saat itu Kakek buyut tidak di beri racun . mungkin saat ini Dia hanya tinggal Namanya saja. Akhirnya kesalah pahaman Rakyat kepada Wangli telah berakhir, semua keluarga Ran Ho Jin di penjara. Tempat Dia dulu menyekap kedua orang tua Wangli, adik dan Kakak perempuan wangli serta Kakak buyut dan tiga keponakannya. Setelah semua keadaan dan urusan Istana di selesai kan dan semua penjahat sudah di tangkap , baru kemudian keluarga istana di keluarkan dari ruang Dimensi. Saat semua telah berkumpul, ternyata mereka baru tahu kalau Kakek Wangli dan sang Ayah telah di racuni. Dan racun telah mengendap di tubuh mereka . sepertinya Ran Ho Jin sengaja menyiksa mereka berdua dengan racun. Bukannya langsung membunuh, tapi memberi mereka racun yang Cara kerja nya lambat. Setelah mendapat kan pengobatan dari Yulia, mereka baru bisa sembuh dengan cepat. Setelah kekuasaan kembali ke tangan keluarga Wangli, Yulia bersiap akan segera kembali meneruskan perjalanan mereka kembali ke Kerajaan Taiyung.
"Wang...Kau sudah bertemu dengan keluargamu, sekarang kami akan segera melanjutkan perjalanan Kami kembali ke Taiyung. Masalah hubungan kontrak kita, kita bisa membatalkan nya..." Ucap Yulia. Mendengar ucapan Yulia, terlihat kesedihan di mata Wangli.
"Tidak tuan, hamba tidak mau. Hamba akan tetap bersama tuanku...tolong jangan buang hamba tuan .." Ucap Wangli dengan wajah sedih.
"Wang... Keluargamu butuh dirimu...Kau Adalah Raja Istana ini..." Ucap Yulia dengan lembut , hingga si bucin sedikit cemburu.
"Tidak tuanku... masih Ada Ayah, adik hamba. Tanpa hamba kerajanaan ini akan baik- baik saja yang Mulia..." Ucap Wangli dengan cepat.
"Li'er.. " namun. Sebelum ucapan sang Ayah di ucapkan , Wangli sudah memenggal Kalimat sang Ayah.
"Maaf Ayah...aku tidak mungkin meninggalkan tuanku. Aku bisa hidup sekarang ini Karena tuanku. Tanpa dia mana mungkin aku bisa berada di hadapan Ayah. Jadi biarkan aku hidup bersama tuanku..." Ucap Wangli sambil meneteskan air mata.
Mendengar ucapan Wangli, sang Ayah tidak bisa berkata- kata lagi. Semua yang di ucapkan sang Anak, semuanya Adalah kebenaran yang harus dia benarkan .
"Tuan...biarkan hamba bersama tuanku..." Ucap Wangli dengan tatapan memohon. Yulia menatap Wangli sebentar, lalu dia berkata.
"Apakah Kau tidak akan menyesal Wang...?" Tanya Yulia.
"Nak... Kenapa Kau ingin meninggalkan kami...?" Kata sang Ibu yang tiba- tiba masuk kedalam ruang tamu. menghentikan Wangli yang ingin menjawab ucapan Yulia .
"Maaf ibu...aku harus pergi dengan tuanku, aku takkan bisa hidup kalau harus meninggalkan orang yang telah memberikan Kehidupan Wangli. Hidup Wangli sekarang harus bersama tuanku Bu.." Ucap Wangli dengan wajah penuh dengan tekad.
"Nak..." Ucapan sang Ibu langsung di potong oleh Wangli.
"Tidak ibu... Apakah ibu ingin Wangli hidup hanya kerangka saja di dekat ibu. Tanpa ada Kehidupan...Tidak ibu...Wangli harus bersama tuanku..." Ucap Wangli lagi.
"Tuanku... Hamba tidak akan pernah menyesal menjadi mahluk kontrak tuanku sampai ajal menjemput Wangli..." Ucap Pria tampan itu dengan tegas . Andai saja dia boleh memeluk Yulia, pasti dia akan memeluk wanita itu agar tidak pernah membuang dia .
"Sayang...biarkan dia hidup dengan kita, kalau Kau meninggalkan dia, takut nya dia tidak akan lama lagi hidup di Dunia ini. Atau Kau ingin melihat dia menangis sepanjang hari.." Ucap Kaisar Kim sambil menggenggam tangan sang Istri. Mendengar ucapan sang Suami yang memang sedang mengejek Wangli, Yulia hanya bisa tersenyum. Lalu dia menatap pada Kakek Wang Gu dan Ayah Wangli yang kini kembali menjadi Raja Wang San.
"Bagaiaman Yang Mulia.. apakah boleh putra anda ikut bersama kami...?" Tanya Yulia Pada Ayah Wangli .
" Apa boleh buat Putri...hidupnya memang harus bersama anda..." ucap Raja Wang San.
"Baiklah kalau begitu kau ikut bersama kami. Dan agar tidak membuat ibumu sedih, kami akan menunda kepulangan kami.." Kata Yulia membuat ibu wangli sedikit bahagia.
" Yang Mulia...apakah boleh kami bertemu dengan Cucu hamba...?" Kata Raja Wang San menyela pembicaraan mereka . Mereka memang sudah tahu kalau Cucu mereka menjadi mahluk Kontrak Putra Yulia.
"Tentu saja boleh...." Lalu Yulia meminta pada Wang Hao untuk Mengeluarkan mahluk kontrak nya yaitu Putra dari kakak Wangli yang telah tiada. tak lama terlihat burung Condor mata Tiga yang masih remaja itu, berdiri dengan gagah nya. Dia memang belum bisa berubah menjadi manusia. Terlihat sekali kalau burung besar Itu sangat manja pada Wang Hao. Dengan perasaan sedih, dan haru mereka menatap Cucu kecil mereka.
Namun sayang sekali, mahluk besar itu tidak mau jauh dari Wang Hao, walaupun dia sudah di beritahu kalau mereka itu saudara Dari sang Ayah . Setelah di tanyakan, ternyata Dia takut di pisahkan dari Wang Hao. Akhirnya mereka hanya bisa melihat keberadaan burung besar itu di dekat Wang Hao.
__ADS_1
Maaf...udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung.