
"Apakah kalian berdua marah pada Ayah karena sudah mengusir ibu...?" tanya Pangeran Zhang sambil menatap kedua putranya yang ada di depannya.
"Tidak Ayah...ibu ada atau tidak , buat Si Ran sama saja. Sebab dunia ibu bukan bersama kita. Tapi dunia ibu bersama kak Waina Li...." ucap Zhang Si Ran dingin.
Mana mungkin mereka menyalahkan sang Ayah. Sebab sang Ayah selalu ada untuk mereka. Ayah lah yang selalu memberikan kekuatan pada mereka di saat mereka kecewa dengan sikap sang Ibu. Setelah berbicara sebentar dengan sang Ayah, keduanya kembali ke tempat tinggal merek.
"Kak...aku aku dengar kau dekat dengan Istri dari Putra Sici ..apa benar kak..?' tanya Zhang Si Ran sambil berjalan di sebelah sang Kakak yang sejak tadi diam saja.
"Hmm...." membenarkan ucapan sang adik.
"Kalau begitu apa boleh aku datang ke rumah beliau...? maksudku ..apakah kakak mau mengantarkan aku kerumahnya untuk bertemu dengan yang Mulia Putri...?" ucap sang Adik kembali.
"Untuk apa...?" tanya Zhang Xio sambil menatap sang Adik sekilas.
'Kata mereka Putri Yulia sangat cantik ... aku ingin mengenalnya..." ucap Putri Zhang Si Ran dengan wajah berharap.
"Baik...kita akan kesana besok, tapi ingat jaga sikapmu, Putri akan senang melihat gadis penurut dan baik hati..." ucap Zhang Xio sambil menatap Putri Zhang Si Ran dengan lembut .
"Baik kak..aku akan bersikap baik. tapi tunggu kak..kapan kakak bertemu dengan beliau..? kok bisa Kakak dengan beliau...?" tanya Putri Zhang Si Ran sambil berhenti berjala. dan menatap sang kakak dengan wajah penuh tanya.
"Sudah lama pertemuan kakak dengan Putri... kami bertemu saat Kakak datang ke alam Dinasti..." ucap Zhang Xio.
"Alam Donasi...? jadi kakak pernah ke alam Dinasti..?" tanya sang adik dengan wajah kaget.
"Hmm.. Dan Putri menolong kakak, Saat kakak terluka parah.. " jawab Zhang Xio menerangkan .
"Lalu sedekat apa kakak dengan sang Putri..?' tanya Si Ran Kembali .
'Kakak Pengawal Putri Yulia..." ucap Zhang Xio dengan datar.
"Benarkah...? Kakak hebat.. Andai aku sehebat Kakak, aku juga mau Menjadi pengawal Putri Yulia... kalau begitu besok kakak harus membawaku pergi kerumahnya. Aku semakin penasaran pada putri Yulia.." ucap Putri Si Ran dengan wajah penasaran .
Pangeran Zhang Xio hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Putri Zhang So Ran.
Mereka berbicara hingga sampai ke istana tempat tinggal mereka.
Pagi sekali Yulia bangun dalam keadaan padam sakit semua. Terutama bagian tertentu miliknya. Dia terdiam dan mengingat apa yanh terjadi. Dan saat Dia mengingat semua itu. Seketika wajahnya memerahnkatena merasa malu .
"Selamat pagi sayang..." sebuah suara dan kecupan lembut mendarat di pipinya. Terlihat Sang Suami menarik tubuhnya pelan agar menghadap padanya dam mencium bibirnya lembut . Melihat tingkah sang suami, Yulia merasakan wajahnya memanas karena malu.
Kembali ciuman mendarat di bibirnya.
"Kau menggemaskan saat malu seperti ini sayang..." ucap Kaisar Kim sambil kembali menciumi bibir sang Istri.
"Cukup Kim...aku mau mandi..." ucap Yulia. Namun ternyata sang Suami tak melepaskamnya. Dengan lembut Kaisar Kim kembali mencumbu Yulia dengan Lembut. Yulia tahu apa Yang akan di lakukan sang Suami.
"Kim...anak- anak sebentar lagi masuk...fan kita harus kembali ke istana utama . " ucap Yulia lembut. Menfengar ucapan Yulia Kaisar Kim tersenyum.
"Baik kali ini aku lepaskan. tidak untuk lain kali...ayo Kita mandi bersama..."ucap Kaisar Kim sambil bangun dari tidurnya . Dia segera mengangkat Yulia yang masih di dalam selimut. Yulia malu karena dia masih polos tanpa busana.
"Kim..." seru Yulia kaget saat tubuhnya melayang . secara reflek fia mengalungkan lengannya ke leher sang Suami .
"Kita hanya mandi....aku tahu kau tidak enak jalan..." ucapnya sambil tersenyum .
Dengan perasaan malu akhirnya Yulia membiarkan sang Suami membawa dia masuk kedalam kamar mandi yang bak mandinya seperti kolam yang bisa di masuki tiga atau empat orang itu. Dan ternyata air di dalam kolam merupakan air panas. Dan air panas itu berasal dari kekuatan Bumi.
"Kim kolam ini..?" Ucap Yulia yang merasakan kekuatan air di dalm kolam.
"Ini bisa untuk kita berlatih , Air panas ini langsung berasal dari dalam bumi . Di alam Tianli ini hanya ada satu mata air pamas ini . Masuklah..." ucap Kaisar Sambil menurunkan Yulia kedalam bak mandi .
Perlahan Yulia memasukkam kakinya kedalam bak mandi. Kini doa merasakan sensasi panas dari kakinya. Secara perlahan Yulia semakin turun ke dalam kolam . Dan ternyata kolam itu dalamnya hanya sebatas Dada saat kita duduk lotus di dalamnya . dam itu jika kita berada di pinggiran bak mandi. Tapi akan lebih dalam sampai sebatas leher saat lebih ke tengah.
"Apakah ini memang ada sejak dulu...?" tanya Yulia .
"Tidak...tanpa sengaja aku menemukan aliram air ini di Sini ...." jawab Kaisar Kim .
Yulia Segera duduk lotus Dan mulai menyerap Qi Dari kekuatan air panas itu. Yulia melepas kesadarannya kedalam tubuh untuk melihat Dentiannya. Dam Dia bisa melihat api di atas Dentiannya terlihat bergoyang seolah bergerak karena kekuatan Qi yang dia serap . Fia merasakan krkuatan berlimpah dari dalam air panas tersebut . setelah cukup lama bermeditasi. Yulia merasakan kekuatan di dalam tubuhnya bertambah. Dia merasakan keluatan dan kesegaran tubuhnya telah kembali. Dan Yulia Segera membuka matanya. Terlibat sang Suami juga sedang duduk dengan tenang di sebelahnya . Perlahan Dia bangun dari duduknya setelah menenggelamkan seluruh tubuhnya beberapa saat . Seperti biasa yang Dia lakukan saat berendam dalam air kehidupan diruang Dimensi. Namun saat tubuhnya akan berjalan pergi, cekalan tangan sang Suami menahan langkahmya.
"Mau kemana...?" ucapnya lembut.
"Ganti baju. Bukankah hari ini Keluarga Ayah akan kembali dan juga para guru dan semua tamu... " ucap Yulia .
"Baik..kita pergi..." ucapnya Lembut.
Kaisar Kim bangkit dari duduknya dan mengambil kain Putih yang entah sejak kapan sudah berada di Pinggiran kolam . Dia membungkus Yulia dan kembali mengangkat dalam gendongamnya. Dia segera membawa Yulia masuk kedalam Kamar. Dan dengan lembut menaruhbYulia Di pembaringan dan Dia mengusap tubuh Yulia dengan kain putih untuk mengeringkan badannya.
"Kim Sudah ...aku bisa sendiri..." kata Yulia merasa risih .
"'Sst...diamlah..." ucapnya lembut.
__ADS_1
"Kim...aku bukan anak kecil..." ucap Yulia kesal.
"Aku tahu...karena kau istriku " jawabnya dengan tenang. Akhirnya Yulia pasrah menuruti kemauannya. Setelah merasa badannya kering, Yulia berkata.
"Sekarang biarkan aku mengganti bajuku dendiri, aku Bukan Wang Hao yang harus kau bantu mengganti baju. kita buuu- buru Kau ganti baju dan akan aku melakukan sendiri memakai baju..." ucap Yulia sambil tersenyum agar sang Suami pelepaskannya .
"Baiklah... aku menurut apa kata Istri..." ucapnya mengalah sambil mencium kening Yulia. Mana mungkin Yulia membiarkan dia memakaikan baju pada tubuhnya. "Dasar...Memangnya aku anak kecil yang nggak bisa ganti baju.... ucap Yulia dalam hati.
"Trimakasih..." ucap Yulia sambil mencium sekilas bibir Kaisar Kim sebelum Dia berlari kearah almari mencari baju. yang kemarin dia lihat sudah banyak di dalam almari itu. Sedangkan Kaisar Kim terkejut melihat tingkah sang Istri . tak lama terlihat senyuman di bibir merahnya. Dia menatap sang Istri yang sibuk mencari baju. Setelah melijat sang Istri masuk keruang laun untuk ganti baju, Kaisar memanggil pelayan untuk membantunya Berganti baju. Satu jam kemudian, mereka telah terlihat rapi dengan pakaian warna putih dengan motif naga dan Burung Phoenix . saat mereka keluar dari dalam kamar. Mereka melihat si kembar sedang bermain dengan dua Singa teman mereka. Di temani beberapa pelayan si kembar dan di jaga oleh kedua pengawal Kaisar Kim .
"Pagi Ayah, pagi Bunda..." ucap mereka saat melihat kedua orang tua mereka keluar dari kamar .
. "Pagi Sayang..." ucap sang Bunda dan Ayah hampir bersamaan.
Mereka berdua segera lari kearah kedua orang tua mereka di ikuti Dua singa yang merasa juga putra Yulia. Terlihat Wang Hai memeluk Yulia di ikuti dua Singa hingga Yulia hampir jatuh. dengan tertawa Yulia menggendong Wang Hai Dan mengusap kedua kepala Singa bergantian.
"Ya Sudah Ayo kita pergi. ..Ucap Kaisar Kim sambil melangkah pergi di ikuti Yulia dan kedua Putranya yang berjalan di kanan Kiri kedua orang tuanya. Sedangkan kedua Singa kembali ke ruang Dimensi. Hanya Ryu dan Wangli yang kembali ke pundak dam leher Yulia . sedangkan Dolly seperti biasa sebagai aksesoris baju Yulia. Namum saat mereka baru keluar dari istana, terlihat Zhang Xio datang bersama Zhang Si Ran. Ketika Yulia melihat kedatangan Zhang Xio bersama seorang gadis Kecil dan cantik , Yulia heran.
"Salam Yang Mulia Putra Suci, salam Yang Mulia Putri Yulia..." ucap mereka bersamaan
. "Kalian datang kemari...? Apakah tidak pergi bersama Paman.? " tanya Kaisar Dingin. Kasian Kim masih teringat tingkah laku ibu dari Zhang Xio .
"Tidak Yang Mulia...mungkin ayah akan datang brsama Kakek Kaisar...." ucap Zhang Xio .
"Lalu kenapa kau kemari. ...?" tanya Kaisar Kim .
" Bukankah aku masih pengawal Pribadi Ratu Yulia..dan Dia ingin menemui Ratu..." jawab Zhang Xio sambil menunjuk ke arah sang adik yang terlihat agak ketakutan .
"Kim..jangan Seperti itu , Lihat dia takut..." ucap Yulia sambil memukul pelan lengan sang Suami. Dan Kaisar bagai remaja yang lagi jatuh cinta . Tangan sang Istri dia pegang dan dia cium . Melihat tingkahnya , Yulia hanya bisa geleng Kepala.
"Hey... Siapa namamu...?"sapa Yulia ramah.
"Hamba Zhamg Si Ran Yang Mulia ..." ucap gadis itu sambil tertunduk.
"Sayang...jangan takut..kau Saudaraku, jangam memanggilku yang Mulia... Panggil saja Kak Yulia... Dan aku akan memanggilmu Ran 'er kau mau...?" ucap Yulia ramah.
Mendengar keramaham Yulia, terlihat gadis itu mendongakkkan kepalanya melihat pada Yulia .
"Apa aku boleh memanggilmu Kakak ....?" tanya gadid cantik itu tak percaya.
"Tentu saja...dan Kau juga boleh bermain di istana ini. Lihat Itu... Mereka Dua keponakan kembarmu. Nama mereka Wang Hao dan Wang Hai..." ucap Yulia lembut memperkenalkan kedua putranya . Melihat keramahan Yulia, gadis yang terlihat dingin dan Cuek itu. terlihat menampilkan senyuman di bibirnya.
"Tentu saja...oh ya..apakah kau berlatih ilmu beladiri...?Zhang apakah dia juga belajar ilmu beladiri..?" tanya Yulia pada Zhang Xio.
" Iya tapi dia tidak secerdas kedua Putramu..." ucap Zhang Xio .
"Jangan kau bandingkan Putraku dengan orang lain...Didikan dan pembentukan karakter dan tubuh Putraku tidak bisa di samakan dengan orang lain." ucap Kaisar dengan bangga. Tentu saja Zhang Xio kaget mendengar ucapan Kaisar Kim .
"Apa benar yang di katakan Putra Suci , Putri...?" tanya Zhang Xio.
"Benar...sejak mereka berumur satu tahun, mereka sudah mandi dan di rendam dengan air ramuan, sampai sekarang ini .." ucap Yulia dengan tenang.
"Air rendaman...? apa bisa menyerap jika dingin...?" tanya Zhang Xio bodoh.
"Kau bodoh...mana mungkin memakai air ramuan. dengan air dingin..." ucap Kaisar kesal.
"Ya Dewa..me..mereka memakai air panas...!" seru Zhang Xio tak percaya.
"Tentu saja...." jawab Yulia . terlihat tatapan Pangeran Zhang Xio menatap Kedua Putra Yulia dengan tatapan tak percaya.
"Apakah mereka kuat melakukannya...?" uvapnya taknpercaya.
"Dengan cara tertentu kita akan melatih Mereka... Dan sejal berumur Dua tahun mereka sudah terbiasa..." jawab Yulia.
"Ya sudah ayo kita pergi...." ucap Kaisar Kim. Merekapun segera berangkat ke istana utama.
Ketika mereka sampai di istana utama, ternyata semua sudah berkumpul di sana. Yulia segera mendekati Keluarga Wang yang sedang berkumpul bersama Para guru Perguruan Baiyun . Yulia yang sudah mengenal keluarga dpaman kedua san Bibi ketiga, derta keluarga yabg lain, terlihat sudah berbaur dengan mereka .
"Nak...datanglah ke sekte, kita akan pergi ke runah nenekmu dari keluarga Ibumu..." ucap Sang Ayah.
"Tentu Ayah...kapan kita pergi kesana..." tanya Yulia lembut.
"Kalau bisa enam hari lagi. Datanglah kerumah ayah..." ucap Tuan Wang Yu Ran.
"Kim..apakah kita bisa pergi...?" tanya Yulia sambil menatap sang Suami.
"Tentu saja...lima hari lagi Kita pergi ke rumah Ayah..." ucap Kaisar Kim dengan lembut. Terlihat tatapan cinta dan Kasih sayang yang begitu besar di tunjukkan oleh pria dingin itu pada Yulia . Melihat semua itu, Tuan Wang Yu Ran dan sang istri sangat bahagia.
"Ayah...hari inj kami tinggal di sini bersa Ayah kan...?" tanya Wang Hai.
__ADS_1
"Tentu saja nak...kita akan pergi ke rumah Kakek lima hari lagi..." ucap Kaisar Kim lembut.
"Jangan Nakal di istana...berlatih lebih giat, sebentar lagi kalian berdua akan berada di Perguruan..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan sabar menasehati sang Cucu.
"Baik Kek..." jawab mereka patuh.
Lalu Yulia mendekati Guru Whan Ma yang sedang berbicara dengan Guru Yan Di .
"Guru...murid baru kembali datu bukan lagi ke Perguruan. Nanti murid akan datang bersama kedua putra Murid..." ucap Yulia .
"Kami akan menunggu kedatangan kalian di perguruan..." ucap Guru Yan Di .
"Tentu saja guru, kami akan segera kembali keperguruan. Dan Murid akan tetap berlatih di sini..." ucap Yulia. Mereka berbincang sambil menunggu Kaisar San Mo yang belum datang . Tak berapa lama terlihat kaisar Datang bersama beberapa pengawal dan terlihat juga beberapa pangeran dan Putri ikut bersama mereka. dan ternyata merka akan masuk kedalam perguruan. Dekan terlihat datang bersama Kaisar. Mereka datang bersama karena Dekan tadi menemui kaisar. Setelah acara pelepasan selesai, kaisar segera kembali ke istananya. Sedangkan Yulia dan Putra suci bersama kedua Putra nya mengantar Keluarga besat Wang dan Juga keluarga besat Xiao. Serta guru mereka. Satu persatu mereka semua meninggalkan Kerajaan Taiyung . Setelah mengantar keluarga Dan guru, Yulia dam Kaisar Kim segera kembali ke istananya brsama Zhang Xio dan adiknya. Ketika sampai kembali di Istana Kaisar Kim, Zhang Xio meminta maaf atas perbuatan sang Ibu yang telah mengacaukan pesta kemarin . Dia juga bercerita semua yang terjadi. Tentang keluarga dan tentang hubungan Dia dan sang Adik dengan sang ibu . Mendengar semua itu, Yulia menatap Zhang Si Ran dengan tatapan kasihan,
"Dia masih butuh kasih sayang seorang ibu. Tapi kau harus tegar Ran'er...ada kami yang akan selalu bersamamu. Ada kakak dan Juga Ayahanda mu jangan takut dan sedih. masih ada kami yang akan menyayangimu.." ucap Yulia Lembut sambil mengusap kepala gadis kecil itu .
"Dan kau boleh bermain di sini bersama mereka selama kami berada di Istana ini..." ucap Yulia lembut.
"Benarkah...? Ranran boleh bermain bersama mereka berdua...?" ucapannya dengan gembira.
"Iya.. Dan kau boleh berlatih bersama mereka. Sebab mereka akan berlatih setiap hari karena sebentar lagi mereka akan pergi ke perguruan bersama kakak..." ucap Yulia lembut
"Masuk perguruan...? Apakah Ranran Boleh ikut.?" tanya Ranran dengan wajah berharap.
"Tentu saja tidak....Kau belum bisa pergi kesana. Belajarlah lebih giat agar kau muda masuk perguruan..." ucap Zhang Xio dengan wajah cemberut.
"Baik...aku akan lebih giat belajar..." tepatnya dengan wajah Ceriah. melihat kebahagiaan do mata sang Adik. terlihat Zhang Xio bahagia . Dia tidak pernah melihat kebahagiaan di mata sang adik.
Sedangkan di istana pangeran Zhang Kyun Zi sendiri . tepatnya di ruang kamar nyonya Zilian, terlihat wanita itu berjalan ingin pergi ke ruang kerja sang Suami. Kemarin pangeran Zhang Kyun Zi menyuruh Dia kembali ke rumah keluarga Si. Dan Dia tak ingin kembali ke keluarganya. . sejak semalaman dia tidak bisa tidur karena masalah itu. Setelah mandi dan merias dirinya , Nyonya Zilian segera pergi keruang kerja sang Suami karena Dia tahu kalau pangeran Zhang Kyun Zi pasti tidur di sana. Namun ketika sampai di ruang kerja sang Suami. Nyonya Zilian tidak bisa menemui pangeran Kyun Zi. Karena sang Pangeran tidak mau menemui wanita itu. "
"Maaf Putri...anda tidak di perkenankan masuk..." ucap pengawal yang ada di depan pintu ruang kerja pangeran.
"Pergi... Jangan menghalangi jalanku...!" seru nyonya Zilian marah.
"Maaf...yang Mulia pangeran tidak menginginkan anda masuk kedalam ruang kerjanya ..." _ucap penjaga yang sejak tadi berdiri menghalangi jalan Nyonya Zilian.
"Kau tahu siapa aku..? berani sekali kau menghalangi jalanku...!' serunya marah.
"Kami tahu, tapi Yang Mulia pangeran tidak mengijinkan anda masuk kedalam ruangannya..." ucap Penjaga itu kembali dengan berani.
Karena tidak bisa masuk, akhirnya dengan marah nyonya Zilian kembali dan bersiap kembali ke rumah Kekuarga Si . Setelah berbena , dengan memakai kereta milik sang Suami, nyonya Zilian segera pergi dari istana milik Pangeran Kyun Zi. Saat sampai di rumah keluarga Si. Dia di sambut dengan wajah gembira oleh sang Ayah.
"Zilian...kau datang..." ucap sang Ayah gembira.
"Iya Ayah... Suamiku menyuruhku pulang .. " ucap Nuonya Zilian dengan wajah sedih.
"Apa maksudmu...?!" tanya sang Ayah tak mengerti . Nyonya Zilian segera menceritakan tentang masalah yang terjadi. Terlihat Sang Ayah marah.
"Bodoh...kenapa kau mau di suruh pulang... seharusnya kau tetap tinggal di istana walaupun suamimu memintamu pulang..!" seru sang Ayah marah.
"Tidak bisa Yah... Beliau kekeh menyuruh ku pulang .. ." ucap Nyonya Zilian dengan wajah sedih dan marah . percakapan mereka terhenti saat mereka mendengar teriakan seorang gadis yang datang dari luar ruangan.
"Bibi...kau datang...!" dan terlihat putri Cin Yilu datang bersama beberapa pelayannya.
"Lu'er...dari mana...?" tanya Nyonya Zilian saat melihat gadis itu datang dengan beberapa pelayang yang sedang membawa beberapa keranjang. Memang setelah kekalahan putri Cin Yilu, keluarga Si langsung kembali pulang kerumah mereka. Mungkin mereka merasa malu dengan kejadian di dalam pesta .
"Aku baru memetik beberapa buah dan Sayur Bi...untuk aku bawa ke istana. Bibi datang ingin menjemputku kan...pasti bibi di suruh Putra Suci..." ucapnya dengan gembira. Mendengar ucapan Putri Cin Yilu terlihat wajah nyonya Zilian sedih.
"Tidak Lu'er....kita tidak bisa kesana. bukankah kau sudah tidak boleh kembali kesana lagi..." ucap Nyonya Zilian.
"Tidak. tidak...itu tidak mungkin Bi... aku harus menemui Putra Suci . aku harus menjadi istrinya...." serunya marah.
"Tidak Lu'er...itu tidak mungkin... sadarlah kalau Yang Mulia tidak menyukaimu... bukankah kau di larang datang lago ke istana..." ucap Nyonya Zilian lembut .
"Bibi...kenapa kita harus mendengarkan omongan wanita gila itu...mana bisa dia melarangku datang ke istana, Siapa dia yang berani melarangku untuk datang mengunjungi calon suamiku..." ucap Cin Yilu marah.
'Lu'er... Kau sekarang sudah tidak bisa lagi datang ke istana, semua itu sudah di tetapkan setelah kau kalah kemarin. jadi jangan berharap kau bisa masuk ke istana lagi..." ucap Nyonya Zilian dengan prihatin.
"Tidak, tidak Bibi... aku akan tatap datang ke istana ... mana bisa orang rendahan seperti dia melarangku...!" teriaknya marah.
Nyonya Zilian dan sang Kakek hanya bisa saling pandang mereka tak tahu apa yang harus mereka perbuat. sedangkan Putri Cin Yilu segera berlari keluar rumah . tentu saja mereka segera di halangi oleh para pelayan . dan dia di bawa secara paksa kedalam kamar pribadi nya . nyonya Zilian hanya bisa memanggil kedua orang tua Cin Yilu .
Sedamgkan di istana Putra Suci. Terlihat kedua pangeran Sedang berlatih bersama sang Bunda juga Putri Ranran adik Zhang Xio. Sejak saat Yulia tahu Kehidupan Putri Ranran. Yulia mulai melatih Putri Zhang Si Ran . Setiap hari Putri Zhang Si Ran Selalu berlatih bukan lagi bermain bersama si kembar. Dan saat malam hari Sesekali Yulia akan membawa kedua putranya berlatih atau berendam di Ruang Dimensi Bersama sang suami. Dan lama kelamaan Sang Suami mengetahui tentang Ryu. Dan Yulia juga tahu dua mahluk kontrak Kaisar Kim .
Lima hari kemudian Yulia dan Kaisar Kim pergi ke rumah keluarga Wang . ketika sampai di sana keluarga Wang menyambut kedatangan Yulia dan sang Suami Dengan penuh kegembiraan. Bagaimana tidak gembira kalau Pria yang menjadi panutan alam Tianli berada di rumah mereka.
"
udahan dulu ya... aku lanjut episode yang akan datang.
__ADS_1