
Kembali Tungku itu melayang pergi. Yulia akhirnya mengikuti benda itu dari belakang. Ternyata Dia mendekati tekanan kuat itu. Namun Yulia heran, tekanan itu sudah tidak mempengaruhi tubuhnya. Tidak ada rasa sesak. atau pun Rasa berat yang menekan dadanya . Dengan tenang Yulia mengikuti tungku obat milik nya yang melayang mendekati tekanan yang semakin lama semakin kuat.
Yulia mengikuti tungku obat yang Melayang kearah ke gelapan .Karena itu, Yullia kembali mengeluarkan mutiara cahaya dari dalam Cincin Ruangnya. Dengan mendapatkan Cahaya Dari mutiara cahaya, Yulia bisa melihat Daerah sekitar yang dia lewati. Ternyata di dasar jurang ini , Hanya Ada bebatuan yang terlihat berwarna coklat kehijauan dan Beberapa Pohon besar . Tak berapa lama mereka sampai pada sebuah goa yang memiliki tekanan kekuatan yang sangat besar, kekuatan yang di berikan tungku Phoenix emas pada Yulia ternyata Tidak mampu menahan tekanan itu lagi . Dengan sekuat tenaga Yulia melangkah menuju ke dalam goa, Karena tungku Obat terlihat mulai masuk ke dalam goa. Yulia merasakan tekanan di dadanya bagai di tekan Batu sebesar gunung. Sesak dan sakit . Sampai - sampai darah mulai mengalir dari mulut dan Hidung Yulia . Namun Yulia juga tak bisa menahan Kakinya yang terus melangkah ke dalam goa . Dia ingin berhenti Dan berbalik pergi. Namun langkahnya sulit di Ajak keluar dari goa . Seolah Ada tenaga kuat yang menarik Kakinya masuk kefalam goa . Ketika sampai di dalam Gua. Tekanan yang Yulia rasakan semakin Kuat. Dia semakin sulit bernafas . Kepala Yulia rasanya bagai mau pecah. Yulia terhuyung dan jatuh terduduk dengan memuntahkan seteguk darah Segar . Melihat Kenyataan itu , dengan cepat Yulia segera melipat kakinya untuk duduk lotus memusatkan fikirannya. Dengan sekuat tenaha dia mulai berusaha tenang bermeditasi menahan serangan kekuatan yang menekan dengan kuat kearah tubuhmya. dan saat itu tiba- tiba Yulia melihat di dalam bayangan fikirannya potongam- Potongan gambar bagai Film di benaknya tergambar dengan jelas. Gambaran masa lalu yang membuat Yulia teringat akan luka di dalam hatinya . gambaran masa lalu tentang ke hidupan Dia terlihat dengan jelas. Mulai dari saat dia kecil , Remaja sampai Dewasa . hingga saat Dia menikah dengan Kaisar Tanlua , Di hianati dan mati. Dan juga gambarkan saat dia ternoda oleh Pria yang kini Menjadi suaminya Karena obat lacnat . Melihat semua itu, tak terasa air mata Yulia jatuh di pipinya . Kesedihan melanda hatinya.
"Lia'er...Lia'er...Lia'er...Ayo bangun... Lia'er... Jangan sampai Kau terpengaruh oleh ilusi.. ilusi itu yang akan membuat mu tinggal selamanya di sini... Lia'er...Lia'er...Ayo bangun..." Seruan terakhir Dari Ryu menyadarkan Yulia dari halusinasi yang dia alami.
"Ada apa kak..?" tanya Yulia tak mengerti.
"Kau bermeditasi atau tertidur ...? Terlalu lama Kau diam, dan aku merasa kesadaran mu hilang . hingga kami Kira Kau telah pergi...."ucap Ryu dengan nada cemas .
"Maaf kak...gambarkan masa laluku tiba- tiba muncul..." Ucap Yulia pelan.
"Kau hampir terkecoh lagi... Itu ilusi yang Ada di sini. Dan Kalau sampai Kau tertarik ke dalam ilusi yang mempengaruhi dirimu , selamanya Kau akan berada di tempat ini..." Ucap Ryu masih dengan nada cemas . Mendengar apa yang di ucapkan Ryu, Yulia merasa ngeri . Dia segera memusatkan fikirannya kembali . Dan Dia mulai menyerap kekuatan dari tekanan yang menyerangnya.
"'Hati-hati Lia'er... Kekuatan itu tidak semuanya bisa Kau serap kedalam tubuh. Jika terlau banyak, akan meledakkan tubuhmu.." ucap Ryu . Dia khawatir dengan apa yang di lakukan Yulia .
" Terlanjur kak... Jika aku tidak melakukan inipun , aku pasti terluka...Kau lihat darah keluar dari hidung telinga dan mulutku Karena kekuatan ini... Kita lihat saja nanti...." ucap Yulia sambil terus menyerap Kekuatan yang mengalir di tubuhnya .
Terlihat kekuatan melimpah di Dentiannya, Namun Karena kekuatan terus mengalir, Yulia tidak bisa mengalami terobosan . Apalagi baru beberapa hari lalu dia mengalami terobosan . Dan benar saja. Qi yang di hasil kan Dari Kekanan itu bagai masuk kendalam tubuh Yulia bagai Air ,mengalir dengan deras. Dan itu bukan hanya sedikit , tapi gila- gila an. Namun Yulia merasa tidak ada jalan lagi . Dia sudah terlanjur menyerapnya. Karena hanya itu satu- satunya jalan yang bisa dia lakukan. Perasaan sakit kini menyerang tubuhnya Karena kekuatan Qi yang ber lebihan . Yulia merasakan badannya seperti mau meledak. Namun tiba- tiba Cahaya sangat terang keluar dari api merah di atas Dentiannya. Api berpuyar dengan cepat . Dan Tiba - tiba saja api yang berputar tersebut menyerap kekuatan Qi yang berlebihan yang Di serap oleh Yulia. Melihat itu Yulia sangat kaget. Kini kekuatan Qi yang masuk ke dalam tubuhnya sepenuhnya di serap oleh Api merah yang kini semakin terang dan berubah menjadi ke emasan. Api itu bagai sumur cahaya yang menyerap seluruh kekuatan yang berlebihan dalam tubuh Yulia . Menetralkan kekuatan itu di dalam tubuh Yulia . Cukup lama keadaan itu berlangsung. ternyata Api merah yang kini berwarna keemasan di atas Dentian nya bagai gudang penyimpanan kekuatan Qi yang dia serap. Setelah hampir seharian penuh kekuatan itu mengalir dalam tubuh Yulia, akhirnya Yulia merasakan Tekanan kekuatan yang Menyerangnya semakin melemah. Dan saat kekuatan itu telah melemah, Yulia segera buka matanya. Kini tidak ada lagi kekuatan itu . Yulia kembali mengambil mutiara cahaya yang telah terjatuh Karena keadaan Dia yang lemah tadi. Perlahan Dia bangun dari duduknya . dia berjalan masuk kedalam goa itu. Dan saat Yulia telah Sampai di dalam goa yang agak dalam, Yulia melihat dua benda ber cahaya keemasan . Satu melayang di udara dan satu di lantai goa . dan yang melayang itu ternyata tungku obat phoenix emas milik nya. Tapi tunggu.
." Hey... .kenapa di sini Ada dua tungku emas....!" Seru Yulia dengan wajah kaget. Terlihat tungku emas miliknya melayang mengitari tungku emas yang Di bawah . terlihat kedua tungku bagai sedang berbicara .
"Tuan...itu...itu separuh jiwa tungku emas.. Ambil...ambil tuan...!" Seru Dolly heboh.
Dia melayang mendekati tungku emas . Dengan keheranan, Yulia berjalan mendekati kedua tunggu yang bersinar dengan cerah .
"Tuan.. Ayo ambil.. Cepat tuan..Bantu mereka bersatu....!" Seru Dolly kembali.
"Separuh jiwa...?Dan mereka harus persatu..?" tanya Yulia tak memgerti .
"Iya tuan...ayolah tuan...cepat lah kau ambil dan teteskan darah tuan pada tungku yang Ada di tanah. Lalu satukan mereka dengan menggunakan kekuatan tuan yang tadi anda ambil dari tungku obat.. cepatlah tuan...." Seru Dolly heboh . Akhirnya Yulia menuruti keingina Dolly.
Dengan cepat Yulia mengambil tungku emas yang di lantai goa . Sedangkan Tungku milik Yulia dengan cepat mengikuti . setelah meneteskan darah di dalam tungku obat, Yulia segera menaru tungku obat di Depan nya. Dan tungku milik nya berada di sebelah nya .Yulia lalu bermeditasi mengeluarkan kekuatan yang tadi Dia serap . Yulia merubah kekuatan itu menjadi Api ke emasan di kedua telapak tangannya . dengan kekuatan api ke emasan yang keluar Dari kedua telapak tangan nya, Yulia mengarahkan kekuatan api di kedua telapak tangan nya kearah kedua tungku. Perlahan terlihat tingku terbakar kobaran api emas dari tangan Yulia. Bagai sebuah sihir...kedua tingku bersatu . Cukup lama Yulia menyalurkan kekuatan api emasnya kearah tungku yang Mulai bersatu. Dan akhirnya. Sinar keemasan memancar dari tingku itu. Yulia segera menarik kekuatan nya. Dan kini di depan mereka terlihat sebuah tungku emas yang sangat Indah Melayang di udara dengan Indah . Tapi tiba- tiba tutup Tungku terbuka. Terlihat tiga biji- bijian dengan cahaya emas melayang di dalam tungku yang sebesar kepalan tangan itu.
"Biji apa ini Dolly...tanya Yulia. " Tanya Yulia keheranan .
"Itu seperti biji Teratai emas...Ya amuun...kau sangat beruntung Tuan...kita bawa saja dulu ke Ruang Dimensi ..." Ucap Dolly .
Yulia segera menutup kembali Tutup tungku obat. Lalu Dolly membawa kembali tungku obat kedalam Ruang Dimensi Yulia.
"Lia'er....Ayo cepat kembali Dan segera membawa Saudaramu pergi Dari sini.. Aku Merasa akan Ada bahaya kalau kita terlalu lama di sini..." Ucap Ryu.
__ADS_1
"Baik Kak...aku juga merasakan itu...." Ucap Yulia.
Dia segera keluar Dari tempat itu. Karena kekuatan yang menekan nya tadi sudah masuk ke dalam tubuhnya, Yulia merasakan tubuhnya sangat ringan. Dengan gerakan cepat , Dia mulai melayang pergi kembali ke tempat empat saudaranya. Namun saat hampir dekat dengan tempat ke empat sepupunya, Yulia mendengar Wangli berbicara di fikirannya .
"Tuan...aku Ada di atas...boleh aku turun.." terdengar suara Wangli dari atas jurang.
"Turunlah...Kau sudah bisa turun kan...?" Ucap Yulia.
"Bisa Tuan...Wangli tidak merasakan adanya kekuatan dari dalam jurang..." jawab Wangli .
Ketika Yulia sampai di tempat para sepupunya, terlihat Wangli juga telah sampai Di sana juga . Saat melihat para sepupnya siaga dengan pedang di tangan karena melihat Wangli yang mendekat. Yulia Segera berteriak .
" Jangan Kak... Dia bukan Monster..Dia mahluk kontrakku..." Seru Yulia sambil melayang mendekat. Yulia sadar kalau mereka takut. Karena mereka telah bertarung dengan para monster di lembah . Mereka bisa melihat Wangli Karena Mutiara cahaya Yulia tinggalkan di sana .
Mendengar teriakan Yulia, mereka segera menatap kearah Yulia.
"Maaf Kak..Dia mahluk kontralku...Kita segera keluar Dari Sini. Dan Dia yang akan membawa Kita pergi.... Bersiaplah...!" Ucap Yulia sambil menatap ke empat sepupunya .
"Kami juga minta maaf...kami kita Dia salah satu monster dari lembah... Baik Lia'er kami sudah siap Kok...." Jawab Wang Wei Zi mewakili ketiganya . Wangli segera Turun dan betdiri di dekat Yulia. Keempat saudaranya masih sempat mengagumi hewan kontrak Yulia. Yulia segera menghapus jejak keberadaan mereka . hingga tempat itu kembali seperti semula . Tak berapa lama, terlihat mereka membantu Wang Wei Zi yang masih lemah naik keatas tubuh besar Burung Candor milik Yulia. Dia duduk di sebelah Yulia. Tak berapa lama terlihat Wangli membawa Kelima nya Terbang keluar dari jurang dan langsung berkumpul bersama kelompok yang telah menunggu mereka di atas dengan perasaan cemas. Saat melihat burung Condor telah kembali, mereka bersorak gembira. Saat mereka sampai di lompok kembali, Yulia bisa melihat kalau murid yang kemarin terluka parah kini telah Sedikit terlihat sehat. Walaupun mereka terlihat masih lemah.
"Lia'er..kita menjauh dulu dari sini. aku merasa kalau kita tetap di sini, akan ada bahaya yang mengancam keselamatan mereka . kasihan mereka yang masih terluka..." Ucap Ryu
Dan ternyata tanpa terasa saat Yulia menolong mereka keluar dari lemah , Yulia memerlukan waktu hampir satu minggu. Dan kini waktu yang harus mereka lalui di Dunia ilusi , kini tinggal Setengah bulan lagi. Yulia segera berkata.
"Maaf teman- teman ...dengan berat hati, aku harus mengajak kalian melanjutkan perjalanan kita. Waktu yang tersisah hanya tinggal setengah bulan lagi. Lebih baik kita gunakan untuk kembali ke tempat pintu masuk. Sebab dalam keadaan banyak yang terluka seperti sekarang. Kita tidak bisa berjalan dengan cepat..." Ucap Yulia.
"Dan kita juga bisa melihat kalau keadaan di sini sudah sepi. Kita bisa mencari tempat lain untuk memulihkan tenaga kita.."ucap Yulia beralasam.
Dia tidak berani mengatakan kalau di sini tempatnya berbahaya untuk mereka.
"Benar apa kata Lia'er... Ayo kita pergi dari sini..." Ucap Wang Wei Zi membenarkan ucapan Yulia .
"Kalau begitu kita pergi..." Ucap Zhang Xio yang sudah berdiri di dekat Yulia. Merekapun segera berjalan melanjutkan perjalanan mereka untuk segera kembali ke tempat pintu masuk atau keluar . Terlihat Mereka bergantian mendukung yang terluka . Mereka kini terlihat tidak Ada jarak di antara para murid . Mereka saling menolong. Setelah jarak cukup jauh dari Lembah tadi, Yulia mengajak mereka beristirahat . Yulia segera membagikan pil ramuan untuk kekuatan mereka . juga memberi air Dimensi yang di campur Dengan air Jiwa. Hanya Mereka yang terluka parah,Yulia memberi air jiwa saja .
"Minumlah pil dan air itu.. lalu gunakan waktu sehari semalam untuk bermeditasi . biar aku yang akan menjaga kalian semua...tenang saja...kalian sudah tahu mahluk kontrakku kan...jadi tidak akan Ada yang mengganggu kalian..." ucap Yulia.
Mendengar ucapan Yulia, dan juga menerima pil penyerap Qi tingkat empat itu , membuat mereka terharu . Bagaimana Bisa dengan mudanya Yulia membagikan pil Ramuan yang mereka tahu sangat langka dan mahal . Itu pun dengan Cuma - cuma . Setelah sehari semalam mereka Bermeditasi dengan di jaga Yulia , Ke esokan harinya mereka melanjutkan kembali perjalanan Mereka . Namun sekarang kesehatan dan tenaga Mereka telah pulih kembali . Walaupun yang menderita luka cukup dalam masih di perban . Namun tidak mengurangi semangat mereka . Heizi dan Wangli bergantian mencari arah perjalanan mereka.
Sedangkan Di jurang yang ada di lembah , Ternyata apa yang di bicarakan Ryu terbukti benar Ada nya. Setelah kepergian mereka dari lembah itu. Sekitar dua jam kemudian. Segerombolan orang yang memakai baju merah dan hitam dengan ikat kepala hitam dengan gambar bunga berwarna emas. Datang di Dasar jurang tempat Yulia bersaudara tadi berada. Mereka Ada Delapan orang Pria paruh baya dan anak Muda. Dua dua di antara mereka terlihat kuat, kekar dan sangat dingin. Satu orang kurus tinggi dengan wajah merah dan bermata merah. Sedang kan yang lima masih terlihat Muda. Namun tatapan licik dan kejam terlihat di mata mereka. Ketika mereka sampai di sana , salah satu Dari para Pria Muda tadi berkata.
"Guru...kenapa kita tidak merasakan kekuatan yang katanya menyertai benda itu..."Ucap Pria Muda.
__ADS_1
"Benar guru...seharusnya kekuatan itu akan menekan Siapa saja yang datang mendekati..." Ucap yang lain menanggapi.
"Apakah kita salah tempat Kak..." Ucap salah satu Pria kekar dengan wajah dingin itu.
"Aku juga heran... Seharus nya seperti yang kalian tanyakan tadi...akan Ada tekanan sangat kuat saat kita semakin dekat dengan. benda itu.. Saat benda itu terlahir, maka akan Ada kekuatan yang tak mampu di taklukkan oleh manusia sembarangan...tapi kenapa kita tak merasalan kekuatan itu..." Ucap Pria kurus berwakah dan bermata merah itu .
"Apakah Ada manusia yang telah menemukan benda itu guru...?" Tanya pria yang paling Muda.
"Itu tidak mungkin... Aku sudah berpuluh tahun menunggu saat kelahiran benda itu. Dan aku merasakan kelahirannya dalam Beberapa bulan sebelum Dunia ilusi Ini di buka.." Ucap Pria itu Dengan wajah kebingungan .
" Lebih baik kita mencari nya terlebih dahulu... Siapa tahu Ada di tempat lain, lagi pula kita bisa melihat kalau tempat ini belum di jamah manusia. Belum Ada manusia yang datang kesini. Atau...Kau salah tempat Kak..." Kata salah Satu Pria dingin yang bersama nya.
"Baiklah kalau Begitu kita cari benda itu sampai ketemu. Entah mengapa setelah sampai di sini. Aku tidak merasakan keberadaan benda itu..." Ucap Pria Tua berwajah dan bermata merah itu .
"Ayo kita Cari dulu. Kalau di bawa tidak ketemu, kita bisa melihat keadaan di atas. Mungkin akan Ada petunjuk di sana..." Ucap salah satu pria yang bertubuh kekar. Mereka pun segera menelusuri tempat itu.
Mereka mencari sampai di tempat Yulia menemukan tungku obat Phoenix emas. Namun mereka tidak menemukan barang yang mereka cari . Tentu Saja mereka tak menemukan jejak Dari keberadaan Yulia dam Para saudaranya, Karena Yulia telah menghapus jejak mereka . Mereka memcari hingga sampai di atas tebing pun mereka tidak menemukan petunjuk keberadaan benda itu.
"Sial...Kita benar - benar sial... Benda yang Kutunggu kelahirannya ternyata telah hilang. di mana benda itu berada. Beberapa bulan yang lalu, aku merasakan kelahirannya, aku merasakan kenberadaan benda itu...tapi kenapa sekarang aku tidak menemukannya . aku sekarang benar - benar tidak bisa merasakan keberadaan benda itu di tempat ini... Apakah Ada yang telah menemukan benda itu..." Ucap Si Tua bermata dan berwajah merah itu dengan marah dan kesal .
" Bagaiaman kalau kita mencari di antara para murid yang datang kemari kak...?" Kata salah satu Pria berwajah dingin
"Mana bisa kita bisa menemukan keberadaan benda itu di antara para murid... Aku Merasa benda itu sudah tidak Ada di tempat ini lagi.." Ucap pria bermata mereka dengan kesal .
"Lalu apa yang harus kita lakukan kak...?" kata salah Satu Pria dingin .
"Ya sudah Ayo kita pergi... Lagian kita tidak bisa keluar Dari tempat ini melakui pintu keluar bersama para murid. Kita tidak akan bisa menjawab jika Kaisar menayakan keberadaan kita bersama para murid... Apakah kita akan membocorkan keberadaam benda itu..." Ucap si Wajah dan mata merah . akhirnya mereka segera pergi Dari tempat itu .
Sedangkan Yulia sendiri dan Kawan- kawan dalam perjalanan menuju ke arah pintu luar.
Mereka juga sering bertemu dengan Praktisi yang juga berjalan kearah pintu keluar
terkadang Mereka Menyapa atau memberi salam... tapi yang keseringan mereka cuek dengan tatapan meremehkan .
Udahan dulu Ya...akan Aku lanjut besok lagi .
Maaf...berkali- Kali Aufhor meminta maaf jika dalam penulisannya masih Ada typo nya.
Jangan lupa like, vote Dan komennya author tunggu. author juga mengucapkan terimakasi atas vote, like dan Komen yang kalian berikan pada author . semua itu menambah semangat untuk Author Lo....,🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1