YULIA

YULIA
PERJALANAN KE KOTA SAN.


__ADS_3

"Baiklah kalau kakak mau kembali ke desa, tolong bilang pada Ayah , Kami akan kembali setelah menjemput Ibu Yura..." ucap Yulia.


"Dan Bilang juga pada Ayah, kalau setelah ini kalian akan bertugas di istana Dongyan..." tambah Kasar Kim.


"Baik Yang Mulia..." jawab Yao Han, Cun Ma Dan Yung Si bersamaan. tak terasa mereka telah sampai di Penginapan. Mendengar ucapan mereka bertiga, Yura masih belum paham juga Siap Pria yang mengatakan kalau dia suami Yulia itu . Dia hanya berfikiran kalau pria ini pasti pembesar kerajaa Dongyan . Setelah sampai Di penginapan, Yulia membawa Kaisar ke dalam kamarnya. karena mereka akan membicarakan perjalanan mereka esok hari. Begitu juga dengan Sahabat dan Kakak Yulia, mereka segera pergi kekamar mereka masing- masing. Sedangkan Kedua Pengawal Kaisar Kim , Terlihat keluar dari penginapan . Entah akan pergi kemana mereka berdua. Dan Saat makan malam, mereka kembali berkumpul di Restoran .


Keesokan harinya , Yulia , si kembar , Tanglu, dan Yura sudah bersiap berangkat Ke Kota San. Sedangkan Yao Han dan kedua sahabatnya sudah pergi sejak tadi pagi kembali ke desa. Tak berapa lama, terlihat Kaisar Kim dan kedua Pengawalnya datang. Seperti biasa, Kasar Kim memakai pakaian sederhana dan topeng perak di wajahnya. Saat melihat sang Ayah, kedua bocil itu tertawa senang .


"Ayah...kenapa baru datang...?" kata Wang Hai si crewet .


"Ada sedikit urusan yang harus Ayah selesaikan..." jawab Kasar Kim lembut sambil mencium kedua Putranya .


"Kalau Yang Mulia sibuk, kami bisa pergi sendiri...." ucap Yulia lembut .


"Tidak...mana mungkin aku membiarkan kalian pergi tanpa aku...ayo kita pergi..." ucap Kaisar sambil menaikan Wang Hai keatas kudanya. Seperti biasa , kedua bocil itu akan ikut naik kuda bersama Ayah dan Bunda mereka. Wang Hai bersama sang Ayah dan Wang Hao bersama sang Bunda .Tak lama terlihat enam penunggang kuda pergi dari Penginapan yang ada di kota Malada itu . Sesampainya di luar gerbang Kota, Mereka segera memacu kuda mereka meninggalkan gerbang Kota Malada .


Mereka memacu kuda mereka dengan cepat. Mereka hanya akan berhenti dan mencari penginapan di desa atau kota yang mereka lewati, jika hari menjelang malam . Atau akan singga di sebuah restoran atau kedai untuk mengisi perut mereka sambil beristirahat dan memberi makan kuda mereka. Dengan cara seperti itu , dalam dua hari tiga malam , mereka telah sampai di pinggiran Kota San Kerajaan Tanzi tempat Ibu Yura tinggal. Untunglah perjalanan mereka tidak mengalami hambatan sama sekali . Dan tempat yang mereka lalui tidak melewati gunung dan hutan . Hingga perjalanan mereka lancar sampai tempat tujua . Saat Sinar matahari terbit di ufuk timur . Mereka telah tiba di depan sebuah rumah yang sangat sederhana , yang ada di luar kota San , Kota kerajaan Tanzi . Yura segera mengajak mereka masuk kedalam pekarangan rumah kecilnya. Saat mereka mengetuk pintu, seorang Wanita paruh baya yang terlihat kasih cantik seumuran Nyonya Lin Sauly ibu Yulia ,datang membuka pintu rumah. Dan saat wanita itu membuka pintu, dan melihat Yura berdiri di depan pintu , terlihat keterkejutan di wajah cantiknya.


"Yura...kau datang nak...!?" serunya dengan wajah bahagia.


"Ibu..aku sudah pulang..." jawab Yura sambil memeluk sang Ibu . Mereka berpelukan sebentar. terlibat wanita itu menatap Yura dari atas sampai kebawa.


"Kau tidak apa- apa kan... ?" ucapnya dengan wajah cemas .


"Tidak Ibu...aku baik - baik saja..." ucap Yura.


"Syukurlah..." ucapnya lega. Dia kembali memeluk Yura . Namun ibu Yura baru sadar kalau sang Putri bukan hanya pulang sendiri. Saat dia melihat beberapa orang berdiri fi belakang Yura dan fi luar rumah .


"Nak.. siapa mereka...?" tanya sang Ibu.


"Oo..Yura hamoir lupa Bu...mereka sahabat Yura , Mereka yang telah menolong Yura..." ucap Yura dengan wajah bahagia.


"Sahabat...? Kau memiliki sahabat...? " ucap Sang Ibu tak percaya.


"Lebih baik kita masuk dulu bu...kasihan mereka kelelahan" ucap Yura lembut.


"Benar katamu Yura..Maaf nak , mari silahkan kalian semua masuk dulu. Tapi maaf rumah ibu kecil..." ucap Ibu Yura dengan lembut.


"Tidak masalah Bu..." jawab Yulia. .


"Maaf rumah ibu sempit..." ucap Ibu Yura dengan nada Malu . Dan saat Ibu Yura melihat dua bocil bertopeng berada bersama mereka, terlihat wajahnya kaget.


"Ya ampun nak... Kalian membawa anak kecil...?!" serunya .


"Ibu...dua Bocah itu Putra dari Kak Yulia. Dan Kakak bertopeng itu, Suami kak Yulia..." ucap Yura memperkenalkan mereka .


Mendengar ucapan Yura, Yulia tak dapat berbicara untuk menyangkalnya. Sedangkan Kaisar Kim terlihat tersenyum lembut sambil mengusap Kepala dua bocil di depannya.


" Oo maaf..Ya sudah ayo Silahkan masuk ..." ucap ibu Yura kembali .


Mereka segera masuk kedalam rumah Yura. Namun karena rumah itu kecil , Saat mereka masuk terlihat tempat itu terasa sempit. namun apa boleh buat. Yulia menatap Kaisar Kim dengan perasaan Kasihan. Apalagi saat melihat tempat duduk yang hanya ada beberapa saja, Karena itu terpaksa Kedua bocil berada di pangkuan Yulia dan Kasar Kim. dan mereka terlihat duduk berdempetan di sebuah kursi Yang agak panjang . Yulia kasihan melihat Kaisar Kim, tapi Kaisar malah bahagia sebab duduk mereka sangat berdekatan hingga tangan panjang dan Kekar milik sang Kaisar berada di belakang tubuh Yulia . dan kepala dan tubuh Yulia jika bersandar pasti akan bersandar di lengan kekar sang Kaisar.


"Sekali lagi maafkan ibu Ya... rumah dan kursi ibu sempit..." ucap wanita paruh baya itu dengan tatapan sedih .


"Tidak masalah ibu...kami cukup senang kok.." ucap Kaisar lembut .


Setelah memoerkenalkan diri, Wanita itu menatap pada dang Putri yang berdiri fi dekatnya .


'Lalu bagaimana. dengan Turnamen yang kau ikuti nak.. ?" tanya sang ibu .


"Yulia tidak bisa sampai sepuluh besar, tapi Yura masuk seleksi perguruan Bu...sekarang Yura sudah menjadi murid Perguruan Guang Dan..." ucap Yura dengan bangga.


"Benarkah...! ya Dewa...syukurlah nak...."ucap Wanita paruh baya itu sambil menangis.


'Ibu jangan menangis..." ucap Yura lembut.


"Ibu bahagia sayang....ibu bahagia kau masuk perguruan itu..." jawab wanita itu . sambil kembali memeluk sang Putri.


"Ya sudah ibu tinggal dulu... untuk merayakan keberhasilanmu ini ,ibu akan memasak makanan untuk kalian . Dan ibu juga tahu, pasti kalian sekarang lelah dan lapar...tunggu sebentar ya..." ucapnya lembut.


"Biar Yura bantu ibu...." ucap Yura .


"Baik ayo ikut ibu..dan untuk kalian semua, beristirahatlah sebentar. sebentar lagi masakan ibu akan selesai kok..." ucap Wanita itu dengan wajah bahagia.


Ibu Yura berpamitan membuat makanan untuk mereka di bantu Yura. Sambil menunggu pemilik rumah memasak, kedua Pengawal dan Tanglu Keluar dari ruang tamu . Kini tinggal Keluarga kecil itu saja yang ada fi sana .


"Ayah... Kenapa Ayah tidak tinggal betsama kami saja...Wang Hai ingin tinggal bersama Ayah..." ucap Wang Hai yang ada di pangkuan Yulia. Dia menatap kearah Kaisar Kim.


Mendengar ucapan Wang Hai hati Yulia terasa perih . Yulia tahu sejak lama mereka berdua mendambakan kehadiran sang Ayah .


"Kita pasti akan hidup bersama sayang... Tanyakan pada Bunda kalian, Apa boleh Ayah hidup bersama Ibu dan kalian berdua..." ucap Kaisar Kim. Dia menatap pada wanita yang ada di sampingnya .


"Bun....apa boleh Ayah hidup bersama dengan kita bun... Wang Hao ingin kita hidup bersama selamanya. Tidak seperti sekarang, Kita ada di penginapan dan Ayah di istana.." ucap Wang Hao yang kritis .


Mendengar perkataan sang anak, terlihat Yulia terdiam .


"Bukankah sebentar lagi kita akan tinggal di perguruan ...dan kalian akan dekat dengan Ayah kalian...." ucap Yulia lembut . Terlihat kekecewaan di mata Kaisar.


"Biarkan hamba membiasakan diri dulu kalau sekarang ada yang mulia di dalam Hidup hamba... hamba masih takut hidup berumah tangga kembali , Yang Mulia... "ucap Yulia pelan. kalimat itu bagai angin segar di telinga Kasar Kim . Dia menatap Wajah wanita cantik di sebelahnya dengan senyum di wajah tampan nya .


"Kalau begitu, ijinkan aku hidup bersama kalian. Ijinkan aku menghapus semua keraguan dan luka yang ada di dalam hatimu... dan jangan mencoba menghindar dariku" ucap Kaisar lembut .


"Baik...." jawab Yulia .

__ADS_1


Demi kebahagiaan si kembar, apapun akan aku lakukan...batin Yulia .


Percakapan mereka terhenti saat Yura datang menghampiri mereka sambil membawa beberapa makanan. dan di belakangnya terlihat sang Ibu juga datang sambil membawa makanan juga


"Kak...di mana yang lain...?" tanya Yura .


"Ada di luar..." jawab Yulia sambil berusaha ingin membantu .


"Ndak usah nak... duduklah, sebentar lagi kita makan bersama..." ucap Sang Ibu.


"Kami merepotkan ibu..." ucap Yulia .


"Tidak...tapi hanya makanan ini yang bisa kami hidangkan ..." ucap Ibu Yura.


"Ini sudah cukup buat kami ibu..." jawab Yulia lembut.


Yura segera memanggil kedua pengawal dan Tanglu .Tak lama terlihat mereka mulai makan. Yulia mengambilkan makan untuk Kaisar Kim dan kedua putranya . Melihat Sikap Yulia yang mulai betibah, Kaisar Kim sangat bahagia. Bukan cuma Kaisar Kim saja yang bahagia, tapi kedua pengawalnya . Setelah selesai makan, Yura mengajak sang ibu untuk membicarakan masalah Dia yang ingin membawa sang ibu pergi dari tempat itu. Namun Dia masih segan memberitahu dang Ibu .


"Yura...Bagaimana kau bisa masuk perguruan Guang Dan...Bukankah kau mengalami kemacetan berkultivasi. Apakah kau mampu melawan para praktisi yang lain...?" tanya sang Ibu .


"Apakah kemacetanmu dalam berkultivasi sudah terobati...?" ucap Sang Ibu dengan Wajah heran .


"Sudah ibu... Untungnya aku bertemu Kak Yulia. Dan Dia mengetahui tentang diriku . Dan Dia dapat menyembuh kan aku... serta membuatku mampuh menguatkan kekuatanku.." ucap Yura dengan gembira.


"Ya Dewa...ibu sangat bahagia mendengarnya nak... " seru Ibu Yura Bahagia. Wanita itu menatap Yulia dengan air mata mengalir di pipi cantiknya. Dia memeluk Yura dengan air mata mengalir di pipinya .


"Nak Yulia...ibu ucapkan Terimakasih...kau telah menolong Putri malang ibu..."ucap Ibu Yura yang ternyata bernama Chu Tianing .


"Sudah kewajiban kita untuk saling menolong Bu..." jawab Yulia .


"Bu...Karena Yura telah di terima di Perguruan Guang Dan, maka kita harus pergi dari kota ini Bu.." ucap Yura pada sang ibu.


"Pergi...Apakah kita harus pergi dari kota ini Yura... ?" ucap Sang Ibu dengan perasan enggan.


"Itu harus Ibu... Kalau tidak, aku tidak akan bisa tenang tinggal di perguruan.. Ibu tahu kan kalau keluarga Ayah dan Ayah sendiri sudah tidak perduli lagi pada Ibu dan Yura...Kita sudah hidup bertahun, tahun dalam kesendirian bu..Dan ibu tahu Sendiri kalau bibi Yu selalu menyakiti Ibu...." ucap Yura dengan wajah sedih.


"Lalu ibu akan tinggal di mana nak... Bukankah selain di sini tidak ada tempat lain lagi untuk kita..." kata sang Ibu lembut.


"Maaf Bi...kalau boleh aku menyela.. Bibi bisa tinggal di Desa kami... Di sana bibi bisa tinggal bersama kedua orang tua. Yulia.. jadi masih ada yang bisa menjaga Bibi walau Yura tidak bersama Bibi..." ucap Yulia menyela pembicaraan mereka.


"Benar Nek...di sana ada Kakek dan Nenek Wang Hai..dan juga banyak paman Wang Hai yang bisa menjaga dan menemani nenek..." ucap Wang Hai .


"Di Desa nak Yulia..?.Di mana itu...?" tanya nyonya Chu ibu dari Yura.


"Di Kaki pegunungan Awan. Tepatnya di tanah tak bertuan..." jawab Yulia.


"Tanah tak bertuan...? Bukanya di sana tidak ada desa...?" kata Nyonya Chu dengan wajah kaget.


"Sekarang sudah ada Bi... Tanah tak bertuan sudah menjadi sebuah Desa makmur..." jawab Yulia.


Tanpa nyonya Chu sadari kalau si penghuni Pegunungan itu ada di depannya . Mendengar ucapan Nyonya Chu, tanpa sadar Kaisar Kim melirik benda keemasan yang ada di leher Yulia. Terlihat benda itu diam seperti benda mati. Dan saat Ryu merasakan tatapan seseorang kearahnya. Mata kecilnya yang berwarna merah terbuka dan menatap ke arah Kaisar Kim. Mereka saling bertatapan, dan tak lama mata Ryu kembali tertutup .


"Benar Bi... Tapi sekarang tempat itu sudah menjadi sebuah Desa yang cukup makmur..." jawab Yulia .


"Kok Bibi jadi penasaran...baiklah kalau begitu kita pergi.. Tapi kapan kita akan berangkat kesana...?" ucapnya dengan wajah penasaran.


"Kita pergi besok Ibu...sebab aku tidak ingin ada masalah dengan keluarga Ayah... terutama Ayah..." jawab Yura.


"Lo ada apa dengan keluarga Ayahmu Yura...?" tanya sang Ibu heran .


"Sebab Yiyi tidak bisa masuk perguruan Guang Dan ibu... Malah dia Yura kalahkan pada babak pertama..." ucap Yura dengan wajah cemas.


"Kau mengalahkan Yiyi...?" ucap nyonya Chu kaget.


"Iya Bu... Dan yang aku tahu , tidak ada satupun murid perguruan yang bisa masuk menjadi murid perguruan Guang Dan..." jawab Yura yang membuat sang Ibu kaget.


"Apaa...tidak ada satupun...? yang benar nak...?" kata sang Ibu seperti tak percaya .


"Hmm...." angguk Yura .


"Kalau begitu kita pergi besok pagi saja. Dan ibu akan mempersiapkan kepergian kita. Kita bisa berangkat di pagi dini hari..." jawab sang Ibu.


" Kalau begitu Aku akan membantu ibu berkemas..." ucap Yura.


"Sebenarnya kita bisa menghadapi mereka Bu..." ucap Pengawal Tan .


"Tidak. Tidak...lebih baik kita menghindari mereka. Aku takut malah Yura tidak bisa pergi...." ucap Nyonya Chu . Metekaoun memutuskan untuk berangkat pagi sekali .


Karena hari sudaj semakin malam . Akhirnya mereka di persilahkan istirahat terlebih dahulu. Karena kamar di rumah mereka hanya ada dua. Maka Kaisar Kim yang di anggap suami Yulia akan menempati kamar Yura bersama Yulia dan si kembar. Sedangkan Yura sendiri tidur bersama sang Ibu. Sedangkan Kedua pengawal sang Raja , Tidur di ruang tamu bersama Tanglu .


Yulia merasa bingung..dia tak tahu harus bagaimana. Akhirnya saat mereka berempat masuk kedalam kamar tidur yang hanya bisa muat dua orang saja membuat Yulia bingung bukan main, haruska Kaisar Kim tidur di lantai...? Akhirnya dengan terpaksa Yulia memperlihatkan ruang Dimensinya.


"Tidurlah kalian Di atas ranjang, biar aku tidur di bawah..." ucap Kaisar Kim lembut.


"Tapi di sini tidak ada kain untuk alas tidur anda yang Mulia..." jawab Yulia yang merasa Serba salah. Dan di dalam kamar Yura hanya ada satu ranjang dan almari kecil tempat baju Yura .


"Nggak masalah... Asal kalian. ada tempat untuk tidur..." ucap Kaisar Kim dengan lembut sambil mengusap kepala sibkembar dan menatap Yulia dengan tatapan penuh Cinta .


"Jangan merasa sungkan...aku tidak masalah Lia'er...tidurlah..." ucap Kaisar Kim yang membuat hati Yulia berdebat. Yulia merasakan perasaan hangat mengalir dalam dadanya. Sikap Kaisar Kim sangat beda dengan Sikap Kaisar Chan Yu yang selalu menuntut ingin di perhatikan . Kelembutan Kaisar Kim membuat hati Yulia sedikit goyah.


"Lebih baik Kita ketempat lain saja.." kata Yulia.


" Maksud Lia'er...?" kata Kasar Kim tak mengerti.

__ADS_1


"Ulurkan tangan anda Yang Mulia..." ucap Yulia.


Tentu saja dengan senang hati Kaisar Kim Mengulurkan tangannya. Yulia segera menggengam tangan Kaisar Kim. saat jemari tangan bersentuhan,dan saling mengenggam, mereka sama- sama merasakan getaran di dalam hati mereka. sedang tangan Yulia yang lain menggenggam kedua tangan si kembar.


"Pejamkan mata yang mulia..." ucap Yulia. Dengan patuh walau perasaan Kaisar Kim tak karuan, Dia segera memejamkan matanya. Tak lama Yulia menyuruh membuka mata kembali .


"Yang Mulia boleh membuka mata.."kata Yulia lembut. Perlahan Kaisar Kim membuka matanya. Tampak di depan matanya, sebuah menara yang indah berdiri dengan meganya. Dan di sekitar mereka, terlihat tanaman bunga tertata dengan indah.


"Ini di mana Lia'er...?" tanya Kaisar dengan wajah kagum.


"Ruang Dimensi hamba yang Mulia..." jawab Yulia .


"Ruang Yang indah...aku sudah menyangka kau memiliki ruang ini..." kata kasar Kim lembut.


"Mari yang Mulia..." kata Yuli mengajak Kaisar pergi ke menara .


Dia segera ingin melepas tangannya. Namun mana mau Kaisar menyia- nyiakan kesempatan itu. Salah sendiri Yulia tadi memintanya...


" Yang Mulia...kita sudah sampai. Tolong lepaskan tangan hamba..." ucap Yulia sambil berusaha melepas tangannya.


"Tidak akan...aku ingin memegang tangan ini...?" ucapnya sambil mempererat genggamannya.


"Yang Mulia..." ucap Yulia sambil menatap sang Kaisar lalu menatap kedua putranya yang juga sedang menatap mereka berdua. Tatapan Yulia seolah berkata ,


'ada anak - anak...' Namun Kaisar maalah berkata.


"Anak- anak malah ingin melihat kita bergandengan tangan kok...benar kan anak- anak...?" Ucap Kaisar sambil menatap kedua Putranya. Terlihat anggukan kepala keduanya sambil tertawa senang .


"Nach lihatlah mereka..mereka mengiyakan..." kata Kaisar kembali menatap pada Yulia dan tersenyum bahagia. Melihat itu, Yulia hanya bisa menatap Kaisar dengan kesal. Kaisar dan kedua putranya tertawa melihat wajah Yulia cemberut .


Kedua putranya lalu mendekat pada Yulia dan Kaisar , mereka menggandeng tangan kedua orang tuanya dan mengajak keduanya melangkah masuk kedalam Menara. Ryu dan Dolly yang melihat tingkah kedua bocil dan Kaisar ikut tersenyum bahagia . Setelah sampai di lantai bawah menara, Kaisar ternganga melihat isi ruangan. itu.


"Perpustakaan...!" serunya tertahan .


"Iya Ayah...di sinilah kami belajar semua ilmu pengetahuan . Dari mulai ilmu beladiri , Sastra dan ilmu pengetahuan lainnya...." ucap Wang Hai si crewet. Terlihat kekaguman di mata Kaisar Kim.


"Apakah kalian bisa membaca...?" ucap Kaisar Kim sambil menatap kedua Putranya tak percaya.


"Jangan menghina dan meremehkan kami Ayah..." ucap Wang Hao kesal.


"Bukan...Ayah bukan menghina kalian... Anak seumuran kalian itu , umumnya belum tahu baca dan tulis Wang Hao...tapi beda dengan ayah Kalian, Ayah umur dua tahun sudah mengenal bacan dan tulis.." ucap Kaisar dengan tatapan minta maaf.


"Nach Ayah mengakui diri Ayah bisa. Lalu mengapa ayah meragukan kemampuan kami...?" ucap Wang Hao semakin kesal . Tentu saja Kasar Kim kaget mendengar ucapan Wang Hao.


"Ternyata Kejeniusan Ayah menurun pada kalian berdua...?"ucap Kaisar Kim dengan bangga. Dia tak pernah menyangka kalau kedua Putranya merupakan anak- anak jenius seperti dirinya.


Kaisar menatap keduanya lalu segera membawa keduanya kedalam pelukannya . Tak lama dia melepas pelukannya. Dia menatap Yulia yang sejak tadi melihat tingkah laku kedua putraya dan Kaisar Kim.


"Trimakasih...trimakasih kau telah membuat kedua putra kita menjadi anak seperti ini..." ucapnya lembut.


"Mereka juga Putraku yang Mulia..." jawab Yulia lembut. Mendengar ucapan Yulia, kaisar Kim tersenyum. Lalu dia berkata.


"Boleh aku melihat perpustakaan ini..?" tanya Kaisar meminta ijin.


"Silahkan..." jawab Yulia.


Kaisar segera melangkah menelusuri perpustakaan yang terlihat lengkap dengan meja , Kursi dan di pojok ruangan , Kaisar melihat tiga tempat tidur dan sebuah almari besar . Dia tahu Pasti tempat tidur itu milim ketiga Orang yang dia sayangi ini . Dia melanjutkan mengelilingi perpustakaan yang cukup lebar itu. di pojokam lain, kaisar juga melihat dua pintu tertutup. Perlahan dia mendekati pintu itu.


"Itu dapur dan kamar mandi..." ucap Yulia dari tempat dia berdiri .


"Boleh aku melihatnya..?" tanya kaisar .


"Silahkan..." jawab Yulia.


Kaisar segera melangkahkan kakinya kearah dua pintu itu. Perlahan Dia membuka salah satu pintu yang tertutup itu . Teryata ruangan ini berisi alat- alat dapur. Kaisar berjalan masuk kedalam ruang dapur . Walaupun dia tidak pernah ke dapur , Dia tahu kalau bentuk semua peralatan di dalam ruangan Ini beda dengan dapur pada umumnya. Benda di dalam ruangan ini terlihat bersih dan mengkilat. Dan juga ada peralatan yang belum pernah kaisar lihat .


perlaham dia berjalan mengelilingi dapur yang tidak terlalu besar itu. Dan di sana Kaisar juga melihat lagi pintu yang masih tertutup . Tangannya menggapai pegangan pintu. Dan saat pintu terbuka, hawa dingin menyergap tubuhnya . dia melihat isi di dalam ruangan yang tidak terlalu besar itu. Di sana terdapat beberapa daging . Ada daging Ayam dan ada juga, entah daging apa , sapi atau Rusa, Kaisar tidak tahu. Terlihat daging membeku di dalam ruangan kecil itu. Perlahan Kasar menutup kembali pintu itu. Dia melangkah keluar ruang dapur. Dia berjalan kearah pintu sebelah. Dan Dia segera membuka pintu itu. Ternyata ini kamar mandi dengan dua bak kecil dan satu bak besar. Serta toilet. Namun tata ruang Kamar mandi itu sangat indah dan mewah . beda dengan kamar mandi di istananya, kalau di istana, bak mandi di buat seperti kolam kecil. Walau pun tertata dengan indah . Namun kamar mandi ini terlihat lain . Perlahan dia menutup kembali ruangan itu. Dia melanjutkan langkahnya kearah rak buku yang berderet di depannya . Saat dia melihat deretan buku yang begitu banyak, Dia menghela nafas panjang . Dia mengambil sebuah buku. Perlahan membalik beberapa halaman, lalu mengembalikan ke rak buku. Lalu mengambil buku lain, dan kembali dia kembalikan ke tempatnya . itu dia lakukan berulang- ulang. Dan setiap selesai membaca, Dia terlihat penuh minat . dan tak lama dia menatap Kearah Yulia yang sedang memperhatikan tingkahnya sambil bersandar di dinding dengan kedua tangan di dada .


"Lia'er.. Kedepannya boleh tidak aku ikut membaca beberapa buku yang aku suka...?" ucapnya berharap. Terlihat Yulia terdiam . tak lama terlihat dia menganggukan kepalanya .


"Beneran...?!" serunya gembira . Kembali kepa Yulia mengangguk.


Kaisar tertawa bahagia. Sedangkan kedua putranya terlihat sedang duduk di atas ranjang sedang melakukan meditasi. Melihat sikap kedua putranya, Kaisar menjadi terharu. Dia tak menyangka kalau kedua Putranya begitu istimewa .


"Apakah mereka selalu seperti itu...?" tanya Kasar sambil menatap kedua putranya.


"Terkadang mereka juga suka bermain dengan kedua Singa ..." jawab Yulia.


Mendengar itu Kaisar tertawa bahagia . Kaisarpun melanjutkan melihat beberapa buku Yang ada di perpustakaan Yulia. Sedangkan Yulia sendiri terlihat memasuki kamar mandi. Dia membiarkan Kaisar Kim melihat koleksi perpustakaannnya , Yang memiliki beribu Buku itu. Setelah beberapa saat kemudian, Yulia sudah keluar dengan memakai baju lain.


"Yang Mulia...jika anda ingin beristirahat, anda bisa tidur di ranjang..." kata Yulia.


"Lalu kau sendiri...?" tanya Kaisar Lagi.


"Hamba akan keluar dulu..." ucap Yulia.


"Aku ikut....aku ingin pergi bersamamu..." ucap Kaisar Kim. Mendengar permintaan Kasar Kim, Yulia yang tadinya ingin masuk keruang obat, akhirnya mengajak Kaisar melihat keadaan di luar Menara. Dengan cepat Kaisar mengikuti Yulia keluar dari ruang perpustakaan. Mereka berjalan ke arah Taman dan Kebun buah maupun kebun obat milik Yulia. semua yang Kaisar lihat, membuat Dia terperangah tak percaya.


Sampai di sini dulu Ya...aku lanjut besok lagi ya...


maaf telat up date, sebab author terlalu sibuk..🙏🙏


jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu .

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2