YULIA

YULIA
Pelukan Dua Malaikat Bumi


__ADS_3

"Kak,.. sabar yah, Mas Teddy sudah tiada."


Apa yang barusan aku dengar, langit serasa runtuh. Langsung ku peluk faya yang tengah di samping ku, terduduk menjerit dan menangis di iringi hujan deras yang seolah-olah memahami kondisi saat itu.


Mas Teddy, akh aku harus bagaimana ya Allah... Langsung aku menangis histeris, terbayang bagaimana kami tanpanya, anak di dalam perut, faya yang masih kecil, aku yang juga sakit. Sembari terus menjaga kesadaran diri untuk menerima takdir dariNya, dengan lirih aku berkata dalam tangis ku "Innalillahi wa Inna ilaihi rajiuun... Engkau telah kembali, kembali ke Sang Pencipta."


Air mata terus menerus mengalir, sebagian orang yang ada di rumah mencoba menangkan ku.


....


Akh bayangan episode itu selalu hadir, rasa sedih menyelinap dan entah sampai kapan menetap disana. Aku rindu kamu mas, aku butuh kamu mas. Semoga kamu bahagia disana, dalam dekapan cintaNya.


"Ibuuuu..." Suara yang merdu itu mengalihkan ingatan ku.


"Sini sayang,.. peluk ibu..." Aku seperti anak kecil saja, padahal aku seorang ibu. Akh dasar payah sekali, tapi itulah yang aku butuhkan pelukan anak-anak ku yang selalu ku rindu.


Mereka adalah Faya dan Raya, dua malaikat kecil ku.

__ADS_1


Dengan memeluk mereka berdua, luka di hatiku sedikit terobati. Tak sadar bulir air mata jatuh membasahi pipi mungil Raya, dan ia pun sontak berceloteh.


"Iiiikh ibu kenapa nangis, jangan sedih dooong kan raya jadi sedih juga." Anak ini memang memiliki gaya bahasa yang riang namun memiliki hati yang lembut.


"Hmmmm anak ibu yang manis, jangan sedih yah. Ibu gak kenapa-kenapa, kan ada Raya sama kak Faya." Aku jadi malu kena ciduk sama anak sendiri. 🤭


"Yuliaaaaa...." Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namaku, siapakah itu?


Aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun masih belum keliatan batang hidungnya. Hmm bikin penasaran aja deh.


Aku langsung berfikir, masa iya Mas Akbar ada disini, sambil ku perhatikan sosok yang kian mendekat itu.


Ternyata, memang iya. "Mas Akbar, kok bisa ada disini?." tanya ku yang tidak percaya bahwa itu adalah Mas Akbar, lelaki yang memang sudah akrab dengan aku dan Mas Teddy.


"Hallo anak manis..." Sapanya kepada kedua anak ku dengan senyum khasnya yang mempesona, kalau saja ia mau membuka diri untuk seseorang mungkin ia juga sudah berkeluarga sekarang. Tapi, entahlah...


"Hey, pertanyaan ku gak di jawab. Aku diabaikan begitu saja." Aku coba merajuk, hanya untuk berguyon saja. Tidak ada maksud yang lain. Jadi jangan salah mengira ya.

__ADS_1


"Iya iya,.. Maaf kalau begitu,... Sebetulnya gak tahu juga kalian sedang disini, jadi kebetulan sekali ketemu." Jelasnya singkat.


"Oh Iyah, gimana kabar kalian?" Ternyata dia belum selesai berucap. Aku kira hanya segitu saja.


"Hm.. Alhamdulillah kondisi kami baik, sebagaimana terlihat saat ini." Hanya itu yang bisa aku utarakan dan masih canggung untuk mengungkapkan tentang kondisi kami sebenarnya.


"Alhamdulillah kalau begitu, mau makan cemilan disana? Gimana Faya mau minum es coklat hangat?" Bujuk Mas Akbar.


"Faya mauuu, hayook jalan... Aku mau minum coklat hangat sama kentang goreng, boleh ya Bu.." pinta faya mengiyakan ajakan Mas Akbar. Aku hanya tersenyum menandakan aku juga setuju.


Setelah kita selesai memesan cemilan dan minuman serta mendapatkan tempat duduk yang nyaman juga.


"Mas,.. Aku ingin bertanya boleh? Selagi kita bertemu disini,..."


....


Apa yang ditanyakan Yulia kepada Akbar? Baca di episode selanjutnya. Terimakasih sudah mampir. ☺️

__ADS_1


__ADS_2