
'Hey...kenapa kau memanggilku Yang Mulia....aku bukan lagi Kaisar kerajaan Ini. panggil saja aku seperti yang sering kau ucapkan itu... aah...aku merindukanmu pahlawan terbaikku. Pria mulia yang menolong kerajaanku ..." Ucap Kaisar Saong Gi gembira.
"Tapi Yang Mulia..hamba harus membiasakan panggilan itu Pada yang Mulia... kita bukan seperti dulu . Bukanya tidak baik di dengar oleh cucu kita...bagaimana pun juga, yang Mulia adalah Ayah dari Kaisar kerajaan ini..." ucap tuan Wang Yu Ran lembut .
"Ya. Ya ya...kau memang tidak bisa di bantah sejak dulu. Mana ada yang bisa mengalahkan Wang Yu Ran jika masalah berdebat maupun Kekuatan..." ucap Kaisar pasrah.
Mendengar ucapan Kaisar Kim Saong Gi , Tuan Wang Yu Ran tersenyum sambil melihat wajah kesal Kaisar Tua .. Merekapun melanjutkan percakapan mereka dengan gembira. dan saat hari menjelang sore, Acarapun berakhir. para tamu segera pulang .
Namun ternyata rombongan keluarga tuan Wang Yu Ran tidak Di perbolehkan pulang kerumah baru mereka . Kaisar Saong Gi ingin berbincang lebih lama dengan Tuan Wang Yu Ran. Dan akhirnya mereka tinggal di istana tempat parah tamu kerajaan tinggal. Malam hari nya ternyata tuan Wang Yu Ran sekeluarga mendapat undangan untuk pergi ke istana milik Kaisar Saong Gi. untuk menghadiri makan malam di istana Kaisar Tua . Ketika sampai di sana, trrnyata Kaisar Kim juga baru tiba . Sedangkan Selir dan Putra - putri Kasar Wang Yu Ran sudah ada di sana lebih dahulu . "Sayang...kau juga baru datang...?" ucap Kausar Kim Sambil mendekati Yulia . "Benar Yang Mulia..." jawab Yulia. Tak berapa lama Kaisar Saong Gi segera membawa mereka ke meja makan . Kaisar Kim Memilih duduk di dekat sang kekasih . Dan tanoa banyak bicara, mereka mulai makan bersama. Setelah makan mereka berbincang di ruang Utama.
"Wang...kau tidak usah kembali ke Desa. Lebih baik kau tinggal di istana..." ucap Kaisar Saong Gi setelah berbasa- basih memulai pembicaraan .
"Mana mungkin, Yang Mulia...hamba sudah memiliki rumah sendiri di ibukota ini..." ucap Tuam Wang Yu Ran dengan senyum di bibirnya. Wajah Pria tampan walau sudah tua itu terlihat lembut dan tenang. Wajah ini mirip sekali dengan wajah Yulia . Karakter dan sifat Yulia semua hampir sama dengan sang Ayah. Lembut, kuat dan tegas. Namun masih terlibat kesabaran yang tinggi . Sedangkan sang Putra Yao Han sepertinya mirip sekali dengan sang Ibu. Tampan ,Riang ,Ramah dan lembut. Mendengar ucapan tuan Wang Yu Ran. terlihat Kaisar Saong Gi senang .
"Jadi kalian sudah memiliki rumah di kota Malada..?" ucap Kaisar dengan wajah gembira.
"Putriku memberikan untuk kami sebelum kami tiba di sini..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan bangga .
"Kalau begitu kau harus mau menerima permintaan ku kali ini..." ucap Kaisar Saong Gi dengan wajah yakin.
"Permintaan anda...?" kata tuan Wang Yu Ran keheranan.
"Iya , aku harap kau mau mengabulkan permintaanku. bekerja laj untuk kerajaan ini . kau bisa menjadi penasehat kerajaan. , membimbing dan melindungi Menantumu sendiri..." ucap Kaisar Saong Gi.
"Benar Ayah. Kim masih membutuhkan seseorang yang bosa membimbing Kim menasehati Kim selain Ayah...Apalagi akhir- akhir ini Ayah kaisar Sering jatuh sakit, dan Kim juga sering berada di luar istana, jadi kerajaan sering Kim serahkan Pada Kakak Linwang. Sedangkan Kakak Linwang masih banyak pekerjaan lain yang menunggu do delesaikan . Dia sebagai Panglima tertinggi kerajaan ini sangat sibuk . Dia sudah Sering mengeluh pada Kaisar ini. Jadi jika ada Ayah, Bukankah akan sangat membantu Kak Linwang ..." ucap Kaisar Kim dengan wajah memohon. "Wang...kau Dulu menolak permintaanku, sekarang menantumu sendiri yang meminta...apakah kau juga akan menolak permintaannya...?" ucap Kaisar Saong Gi dengan Wajah cerah. Dia yakin saat ini dia bisa membuat pria cerdas dan baik hati ini mau bekerja di istana sang Putra . Sedangkan Kim Linwang adalah Putra tertua dari Kakak tertua Kaisar Kim tapi lain ibu. Atau Dia Putra dari seorang Selir. Namun Pria itu sangat setia pada Kaisar Kim. Dia yang akan selalu menjaga kerajaan jika Kaisar Kim haris Pergi dari Istana .
Terlihat wajah tuan Wang Yu Ran sedikit terkejut. Dia memang pernah menolak segala jabatan yang di berikan Kaisar Padanya pada waktu lalu. Tapi Dia menerima kedudukan di Kerajaan Tanlua dan tinggal di sana. Apakah sekarang dia akan menolak lagi..apalagi calon menantu sendiri yang meminta.
"Masalahnya tidak sesederhana itu Yang Mulia... Yang Mulia msih harus berbicara dengan para tetua istana ini..." ucap Tuan wang Yu Ran menolak secara halus.
"Masalah itu tidak terlalu berat Ayah...asalkan Ayah menyetujui , sisahnya Serahkan saja pada Kaisar ini...dan Ayah tahu ...Ayah akan. Berjumpa dan bekerjasama dengan Guru Yun yang menjadi tetua Agung istana ini..." ucap Kaisar Kim berharap.
"Ck kenapa kalian Ayah dan Putra sama saja..suka sekali memaksa.. Baiklah aku akan memikirkannya..." Ucap Tuan Wang Yu Ran dengan pasrah. Mendengar ucapan Tuan Wang Yu Ran, Kaisar Kim dan Kaisar Saong Gi terlihat tersenyum.
"Jangan terlalu lama berfikir Wang... Sebentar lagi Putra - putri kita akan menikah . Tidak lama...hanya dalam beberapa minggu lagi. Dan aku mau sebelum mereka menikah. Kau sudah menjabat sebagai penasehat Kaisar ... Sebab aku tidak mau kau menolak lagi keinginanku ini.." ucap Kaisar Saong Gi.
"Baik, baik... Akan aku lakukan, tapi tunggu dulu Yang Mulia...kenapa sejak kenarin aku tidak melihat kehadiran tuan Sansan ..?apakah dia sibuk...?" biasanya dimana ada yang Mulia, pasti dia ada di sana. Bukannya dia bayangan yang Mulia...?" ucap tuan Wang Yu Ran dengan wajah heran .
Mendengar ucapan Tuan Wang Yu Ran, Kaisar Saong Gi terlihat sedih. Melihat itu, tuan Wang Yu Ran kaget. Dengan cepat dia berkata.
"Maaf Yang Mulia... Apakah ucapan saya salah...?" ucapnya dengan wajah bersalah .
__ADS_1
"Tidak, tidak salah... Dia pergi setelah kematian Ibu Yung'er...kau tahu kedekatan dia dengan istriku...Mereka bagai saudara kandung...." ucap Kaisar Saong Gi prihatin .
"Pergi ? Dia pergi...Pergi kemana...?" ucap Tuan Wang Yu Ran dengan wajah kaget.
"Entahlah... Aku juga tidak tahu... Dia pergi tanpa berpamitan padaku..." ucap Kaisar Saong Gi dengan wajah sedih.
"Maaf... Aku tidak tahu itu...aku fikir kalian hidup bahagia..." ucap Tuan Wang Yu Ran menyesali pertanyaannya .
"Tidak masalah. Aku tahu kau tidak sengaja..." ucap Kaisar Saong Gi. Dan percakapan mereka pun berlanjut sampai malam. . sedangkan Yulia dan Si Kembat keluar bersama Kaisar Kim. Sedangkan Nyonya Lin kembali ke istana tempat para tamu bermalam di antar Yulia Sebelum berjalan- jalan dengan kaisar dan kedua putranya. Dan Ternyata Kaisar Kim mengajak mereka bertiga keliling taman istana.
Ke esokan harinya, mereka baru kembali ke rumah tinggal Yulia.
Setelah dua hari bersama kedua orang tuanya, Yulia dan Kawan- kawan segera kembali ke Perguruan. Karena Yulia harus mempersiapkan diri menghadapi pertemuan Alkemia Yang akan di selenggarakan kurang dari satu bulan lagi .
Sesampainya di perguruan, hari - hari di lalui Yulia dengan mempelajari Alkemia. Atau akan pergi ke ruang Dimensi . Di ruang Dimensi Dia akan melakukan Meditasi atau berlatih dengan Ryu. Sedangkan untuk si Kembar. Pada pagi sampai sore mereka akan berlatih dengan Guru Yun dan malam hari akan berlatih bersama sang Ibu atau Paman Ryu di ruang dimensi . Dolly dan burung Phoenix hanya sesekali berlatih dengan mereka. Phoenik yang juga Mahluk Ilahi atau hewan Mitos ataubkuga Di sebut mahluk Dewa , masih belum bisa berubah menjadi manusia. Karena umurnya yang masih muda. Walaupun umur saat dia di dalam telor berumut ratusan tahun, tapi dalam penetasan Dia masih berumur beberapa tahun. Umurnya Hampir sama dengan umur si kembar . Untunglah sebagai mahluk ilahi kekuatan Hanzi jangan di tanya. Kekuatannya setara dengan manudia yang sudah berada Di rana bumi tingkat empat. Malah lebih tinggi dari Yulia . Dan kabar Yulia yang sekarang sudah resmi menjadi Putri Mahkota , sudah menyebar di seluruh wilayah Kerajaan Dongyan, bukan hanya Kerajaan Dongyan saja. Tapi sudah sampai di luar Kerajaan. Jadi semua Murid perguruan Dongyan tahu tentang berita itu. Dan mereka terlihat agak bersikap lain pada Yulia.banyak gadis patah hati atau sakit hati karena kejadian itu. Namun mereka juga tak bisa bersaing dengan Yulia. Dan untungnya Yulia jarang berkumpul dan bertemu dengan mereka. Karena kesibukannya berlari Alkemia maupun berlari ilmu beladirinya.
Sedangkan berita tentang Keluarga Mentri Sidendiri sangat memprihatinkan . Namun semua kesalahan mereka sendiri . Mereka ternyata mendapat hukuman mati .
Setelah penyelidikan di lanjutkan, Ternyata pembunuh bayaran Yang ingin membunuh keluarga Kerajaan dan Yulia, merupakan pembunuh bayaran yang di sewa Putri Nanggo . Dan meteka ternyata kelompok orang yang memang ingin berurusan denganKaisar Kim .
Saat itu mereka mendengar kalau Putri Nanggo bermusuhan dengan Yulia. Dan mereka membuat rencana mendekati wanita yang memiliki sifat sombong dan keras itu . kesempatan Itu di gunakan oleh mereka untuk tujuan agar mereka bisa masuk kedalam istana . Mereka menyamar sebagai pengawal Putri Nanggo . Unyuk masuk ke lokasi yang akan di gunakan oleh Kasar Kim dalam acara penobatan Putri Mahkota .Tanpa sadar Putri Nanggo membawa bencana untuk istana. Dan semua itu mendapatkan dukungan dari sang Ibu. Walaupun Mentri Si tidak tahu apa yang di lakukan Putri dan Sang Istri. Sebagai kepala keluarga dia juga harus bertanggung jawab akan semua yang di lakukan istri dan Putrinya . Karena itulah saat Kaisar menjatuhkan hukuman mati, tidak ada yang Protes karena keyataannya salah satu dari para pembunuh itu memiliki hubungan dengan Putri Nanggo.
Beda dengan Tuan Wang Yu Ran .setelah dua minggu dari penobatan Yulia, Dia di angkat sebagai penasehat Kaisar . Hingga membuat Rakyat semakin iri Pada keberuntungan keluarga Yulia.
Namun bagi Kaisar hari- hari sebelum pernikahan menjadi hari yang paling panjang dan mengesalkan , karena dia tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan kekasih dan kedua putranya. Dua hari sebelum acara pernikahan di Istana berlangsung. Yulia telah di kirim keistana. Dan Dia berada di istana Teratai yang bersebelahan dengan istana Naga. Saat itu Kaisar juga mengirim kotak pakaian dan perhiasan yang akan di pakai Yulia pada saat pernikahan dua hari lagi. . Dan benda itu pengawal Tan Sendiri yang memberikannya pada Yulia .
Hari bahagia itupun akhirnya hadir juga. Sejak pagi terlihat Yulia sudah mulai di rias oleh dayang perias kerajaan. namun Sang Ibu juga membantu mereka. Jika ada yang tidak berkenan di hati nyonya Lin, Dia akan meminta perias untuk merubahnya. Yura pun hadir di sana juga
"Yura....bantu Yulia memakai baju pengantin pemberian Kaisar Kim kemarin.." ucap nyonya Lin Saat melihat Yulia merasa risih di bantu para dayang.
Memang sejak dulu Yulia tidak suka dalam urusan pribadi di bantu pelayan. Dulu Dia hanya mau di bantu saat dia menyinyir rambutnya saja. Atau mempersiapkan keperluannya saja .
"Baik Bi..." ucap Yura dengan bahagia. Baju warna merah dengan hiasan burung Phoenix di dada dan ekor Phoenix jatuh menyebar di gaun panjangnya membuat tampilan Yulia semakin terlihat cantik anggun dan menawan. . apalagi mahkota Phoenix yang melengkapi penampilannya .
"Kak...kau sangat cantik...!" seru Yura saat melihat penampilan Yulia.
"Benar NonaYura....Baru sekarang hamba melihat wanita cantik secantik Yang Mulia Yulia..." ucap pelayan yang merias Yulia.
"Benar katamu kak...aku sangat kagum dengan kecantikan Yang Mulia , calon Ratu Kerajaan kita..." bisik pelayan yang juga membantu merias Yulia.
"Kalian ini pandai berkata manis...kalian juga cantik kok..." ucap Yulia lembut. Wajah lembut anggun itu terlihat bercahaya.
__ADS_1
"Tidak Yang Mulia... Hamba telah banyak merias wajah Putri atau anak perempuan bangsawan saat mau menikah. Tapi baru sekarang hamba merias pengantin menghasilkan tampilan yang sempurna seperti yang Mulia..."ucap wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu .
"Ya sudah terserah kalian, aku mengalah berdebat dengan kalian ..." ucap Yulia lembut. Membuat semua wanita di sana tertawa. Tawa mereka terhenti saat mendengar suara ketukan di pintu. Yura segera membuka pintu. Ternyata Tuan Wang Yu Ran sudah berdiri di sana. Yulia segera berjalan kearah pintu .
"Ayah... Apa sudah Waktunya...?' Tanya Yulia lembut . Melihat tampilan Yulia terlihat tuan Wang Yu Ran tertegun. Walaupun dulu Yulia pernah menikah, tapi kenapa tampilannya jauh lebih cantik sekarang. Dan wajah itu berubah seketika. Dia bagai peri yang turun di bumi.
"Ayah ...ada apa..?" tanya Yulia yang heran melihat sang Ayah tertegun menatapnya. Suara Yulia menyadarkan tuan Wang Yu Ran dari pesona sang Putri.
"Aah...maaf nak... Benar katamu , ayo kita pergi sekarang. Nanti waktu baiknya hilang... lagian Kaisar Kim telah menunggumu..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan lembut.
"Baik Yah..ayo pergi..." ucap Yulia. Mereka segera pergi dari istana teratai. Dan benar saja, Saat mereka sampai di aula istana utama, Kaisar Lim telah menunggu di depan pintu. Tuan Wang Yu Ran segera menyerahkan Yulia pada Kaisar Kim..dan terlihat mereka mulai berjalan masuk kedalam ruang besar istana , Setelah seorang Kasim utama memberitahu kedatangan mereka.
Dan ternyata di dalam sana bukan hanya pejabat kerajaan Dongyan saja yang datang . Undangan ternyata telah di sebar keseluruh kerajaan yang ada di Benua Dinasti Joseon itu. Di sana banyak Kaisar Yang datang untuk menyaksikan pernikahan mereka. Tak terkecuali Kaisar Tanlua yang datang bersama selir Cun Wa. Saat Kasim memberitahu kedatangan pengantin di aula istana utama. Para Kaisar maupun pangeran serta para Bangsawan segera berdiri dari tempat duduknya. Tak lama terlihat dua pria kecil tampan yang memiliki wajah sama masuk kedalam ruangan dengan memakai baju merah dan ikat pinggang hitam. Wajah mereka berdua mirip satu Sama lainnya. Para tamu yakin kalau mereka berdua anak - anak kembar. Membuat suasana terdengar sedikit gaduh.
"Ya Dewa...tampan sekali mereka itu... apakah dua pria kecil itu adalah Pria kecil murid perguruan Guang Dan yang selalu memakai topeng dan selalu bersama Putri Yulia...!" seru salah satu tamu wanita. .
"Ya ampuun menggemaskan sekali...mereka sangat tampan dan imut... Kenapa wajah Setampan itu di sembunyikan Sich...!" ucap yang lain.
"Kecilnya tampan seperti itu, lalu besarnya setampan apa mereka kelak..." ucap Yang Lain . Dan banyak lagi pujian dan seruan dari para tamu wanita. Dan tak lama mereka melihat di belakang kedua anak kecil tampan itu. masuk sepasang pengantin yang terlihat berjalan sambil bergandengan tangan. Terlihat sikap mesra dan Dominan yang di tunjukkan oleh Kaisar pada wanitanya. Membuat para tamu merasa iri . Baik yang laki mailun Wanita .wajah mereka benar- benar sempurna , yang satu sangat cantik dengan wajah oval dengan rambut di sanggul dengan mahkota Phoenix di kepala , wajah putih bagai giok dengan riasan tipis dan bibir merahnya. Membuat wajah itu bagai wajah bidadari yang menyapa dunia. Dan pria tampan dengan Kulit sama putihnya dengan pengantin perempuan, mata hitam kelam bagai malam tak terbatas, alis bagai pedang, serta senyum dingin dan angkuh membuat Yulis merasa hangat. namun di sanalah letak keanggunannya, kesayangan wajah itu bagai sebuah misteri yang yak mudah di pecahkan.
Tubuh gagah dan tinggi menjulang seperti tembok perlindungan bagi wanita cantik di sebelahnya. Saat mereka melihat pasangan itu, mereka bagai tak bisa bernafas. Para Wanita seketika patah hati berjamaah.
"Ya Dewa...mereka memang pasangan yang di rahmati Dewa...!" seru wanita yang lain . dan banyaknkomentar yang datang dari para nyonya atau Putri Bangsawan ataupun Mentri. Dan Saat Yulia melangkah kearah altar singgasana Kaisar. Mereka berhenti di depan seorang pendeta. Yang akan menyempurnakan pernikahan mereka. Dan dia antara para Kaisar Yang datang. Terlihat wajah Kaisar Tanlua memucat . Dia terkejut saat melihat wajah pengantin Wanita . "Dia...dia Yulia kah...!" serunya tertahan.
"Ada apa yang Mulia...?" tanya Selir Cun Wa.
"Wa'er...apakah dia Putri Yulia kah...?" ucapannya dengan suara gemetar . Mendengar ucapan Kaisar Chan Yu, Selir Cun Wa menatap pada pengantin wanita. Dan hatinya berdebar tak karuan, Dia tahu kalau di depan sana memang RatuYulia. Namun wajah itu terlihat lebih cantik bercahaya dan sangat menawan. Beda dengan wanita yang pernah hidup bersama dia dan Kaisar Chan Yu.
"We'er...kau tahu istriku Yulia kan... ?" ucapnya dengan mata tak lepas dari wajah Yulia. Melihat wajah penasaran Kaisar Chan Yu, Selir Cun Wa. sedikit resah. bukan karena dia cemburu ataupun takut kalau Lelaki ini menginginkan Ratu Yulia. Tapi Dia takut kalau Kaisar Chan Yu merusak kebahagiaan Yulia. apalagi saat melihat dua pria kecil tampan di depan Yulia. Matanya terasa hangat. jika saja dia tak takut menjadi masalah untuk Yulia, ingin rasanya dia berlari menemui Yulia. dia merindukan wanita baik hati itu. dan dia juga rindu pada dua pria tampan kecil yang sekarang telah berada sekelompok orang yang berdiri bersebrangan dengan tempat duduk mereka. dan setelah melihat wajah mereka, Selir Cun Wa terlihat berusaha menahan perasaannya.
"Tuan Wang Yu Ran... ternyata dia memang Ratu Yulia..." batin Selir Cun Wa.
"Hamba sudah pernah melihat wajah beliau saat yang Mulia datang ke kota Nangla dahulu.hamba bertemu Yang Mulia Ratu di sana.." bohong Selir Cun Wa.
"Jadi Dia benar Yulia Kan...?" ucapnya meyakinkan.
"Tidak mungkin Yang Mulia... Wanita itu lebih cantik, lebih tinggi dan lihatlah wajahnya. wajahnya bercahaya dan kekuatannya sepertinya jauh diatas Ratu Yulia ..." ucap Selir Cun Wa. Namun hati Selir Cun Wa bukannya cemburu malah dia merasa bersyukur Yulia menikah dengan pria yang kini terlihat sangat bangga dan terlihat cinta di matanya begitu besar pada Yulia.
" tapi .. tunggu...sepertinya ada yang salah...batin Selir Cun Wa. " Benar apa yang kau katakan Wa'er...wanita itu lebih segalanya dari Yulia. tapi kenapa perasaanku begitu yakin kalau dia adalah Yulia..." ucapnya perlahan. Dia menatap Yulia yang sudah melaksanakan ritual pernikahan di hadapan semua orang . dan kini sudah bersanding di tempat yang sudah di sediakan di atas altar Kekaisaran.
Maaf udahan dulu ya...akan aku lanjut besok lagi. maaf jika masih ada typo.
__ADS_1
Jangan lupa like. vote dam komennya aku tunggu selalu .
Bersambung.