YULIA

YULIA
PERTARUNGAN.


__ADS_3

Dua hari pun berlalu dengan cepat. Pagi ini kelompok Yulia sudah bersiap akan pergi ke pertemuan tiga tahunan. Setelah makan pagi , mereka segera pergi ke Perguruan Cakram emas . perguruan ini merupakan perguruan terbaik di kota Yaman. Banyak anak - anak bangsawan dan putra Sekte terkuat yang belajar di perguruan ini. Juga fasilitas pembelajaran sangat lengkap. Karena itu perguruan ini banyak menghasilkan bibit-bibit terbaik di Dinasti Jaseon bagian timur ini . Saat ini terlihat kelompok Yulia juga mulai masuk kedalam gerbang Perguruan Cakram Emas . Melihat keadaan perguruan yang lebih baik dari perguruan mereka, membuat mereka tersenyum kecut . Walaupun begitu mereka bangga dengan perguruan mereka sendiri .


Mereka masuk kedalam perguruan Cakram Emas dengan santai. Dan ternyata suatu kebetulan yang tidak di sengaja . mereka bertemu dengan kelompok dari perguruan yang kebetulan bertemu dengan mereka di perbatasan kota Yaman beberapa hari yang lalu . Melihat kedatangan kelompok Yulia, gadis yang bernama Yu Mai menatap Yulia dengan tatapan sinis. Yulia hanya menatap sekilas pada kelompok mereka. tapi melihat sikap Yulia yanh tenang membuat Yu Mai tidak terima. saat mereka berpapasan, Yu Mai berkata.


"Aah. Kenapa kita bisa berjumpa lagi dengan. Para ediot ini sich....!" ucap gadis itu tajam dengan wajah sinis menghina. Mendengar itu serentak murid dan guru perguruan Guang Dan berhenti dan menatap kearah gadis itu. dengan tatapan tajam . Begitu juga dengan teman dan guru gadis Yu Mai.


"Kau berkata apa Nona....?" tanya Guru Wen dengan tatapan dingin .Melihat tatapan mereka seketika hati Yu Mai menciut.


"Mai...jaga mulutmu.. jangan membuat malu dan masalah untuk perguruan kita...!" ucap Pria paruh baya yang berjalan paling depan. Mendengar teguran sang guru, terlihat wajah Mai merah .


"Maaf yang muda tidak punya etika. guru ini kurang mendidik..." ucap Pria paruh baya yang berjalan paling depan .


"Jaga Murid anda jangan sampai karena mulutnya , bisa membunuh dia sendiri..." ucap Guru Wen dingin.


"Trimakasih Sobat...." jawab pria paruh baya itu. Terlihat tatapan tajam bagai ingin membunuh gadis itu.


Mereka jalan kembali. Begitu juga Yulia dan Rombongan. Yulia dan Ronbongan segera mencari tempat duduk untuk mereka. Utunglah mereka masih bisa menemukan tempat Yang tidak terlalu berada di belakang. Tapi juga bukan di depan sendiri. Tak berapa lama ruang tempat pertandingan yang sudah di sediakan oleh perguruan Cakram emas telah di penuhi oleh para praktisi peserta pertemuan . Dan saat mereka sedang memperhatika tempat itu . Mereka melihat sekelompok orang masuk kedalam ruangan itu. Sikap mereka terlihat angkuh dan sombong. saat melihat mereka, terdengar suara Ranggu.


"Dasar sombong...kita saja yang ada di peringkat kedua tidak sesombong itu... Sedangkan mereka yang hanya peringkat ke empat saja sudah sesombong itu... melakukan..." ucap Ranggu dengan sedikit kesal. Dia duduk di sebelah Yulia.


"Peringkat ke empat...? memangnya mereka dari perguruan mana sich...?" tanya Yulan yang duduk di sebelahnya. Tahun yang lalu memang Yulan tidak ikut.


"Dia dari perguruan Rajawali..."ucap Ranggu dengan nada kesal.


pada pertemuan tiga tahun yang lalu, perguruan Rajawali berada di peringkat empat dari sepuluh besar . Sedangkan oerguruan Guqng Dan berada di peringkat kedua. Sedangkan di peringkat ketiga adalah perguruan Cakram Emas. Mungkin karena berada di sepuluh besar terlihat mereka sombong. , Sangat Terlihat sekali kesombongan di wajah mereka . dan semua itu seperti sebuah kebanggaan bagi mereka.


"Memangnya kita ada di peringkat berapa...?" tanya Yulia.


"Peringkat kedua...."ucap Ranggu dengan bangga .


"Peringkat kedua...?Waah hebat dong...!" seru Yulia dengan gembira.


"Tentu saja...di pertandingan bela diri, kita menang dan menduduki peringkat kedua. tapi sayang...alkemia kita berada di peringkat ketiga...Dan yang membuat kita juara kedua dialah pemenangnya...." ucap Ranggu sambil menunjuk Sidan . Yulia menatap Sidan .


"Sidan....? kalau begitu kau harus bisa mempertahankan peringkatmu Sidan..." kata Yulia dengan bangga .


"Semoga...." jawabnya dengan wajah tenang.


"Apakah cara pertandingan di Sini , tata caranya sama dengan pertandingan di kota kita atau dengan cara lain ...?" tanya Yulia pelan. Yulia tahu kalau Ranggu , Sidan dan Cungyan mengikuti turnamen ini tiga tahun yang lalu.


"Tidak...nanti kita yang bukan tiga besar, akan mengikuti seleksi murid yang akan terpilih dalam sepuluh besar. Setelah di dapat kita bisa menantang murid yang kita inginkan .dan jika kita bisa mengalahkan peringkat manapun di sepuluh besar. Kita akan menggantikan dia menduduki tempatnya..." ucap Ranggu menjelaskan.


"Kalau begitu Sidan tidak mengikuti seleksi awal ..." tanya Yulia lagi.


"Tidak... Hanya selain juara tiga besar Semua akan mengikuti seleksi pemilihan." ucap Ranggu .


"Kalau begitu kau juga ikut seleksi juga...?" tanya Yulia.


"Tentu saja... Aku dan Cungyan Juga ikut seleksi walaupun kami pernah ikut di tahun itu..." ucapnya. Namun percakapan mereka terhenti saat sekelompok orang masuk kedalam tempat pertemuan. Terlihat wajah - wajah angkuh dan sombong tercetak di wajah mereka yang baru masuk.


"Siapa mereka...?" tanya Yulia pelan.


"Mereka dari perguruan pedang perak Mereka yang menduduki peringkat pertama . dan bisa Nona Yulia lihat. Pria yang tinggi dan sombong di belakang dua pria paruh baya itu, Dia Alu..pria pemenang juara pertama. Dan wanita di belakangnya adalah seorang Alkemia yang juga memenangkan pertandingan..." ucap Ranggu berkata pelan.


"Oo..terang saja mereka sombong..." ucap Yulia. Setelah Perguruan Pedang Perak datang dan telah mendapatkan tempat duduk, tak berapa lama terlihat di tempat mimbar kehormatan para tetua dari semua perguruan juga telah datang. Dan mereka juga melihat kalau Guru Guang Yun juga sudah ada di sana. Yulia juga melihat wanita yang kemarin bertemu dengannya yaitu Nyonya Xiao terlihat juga duduk di mimbar kehormatan bersama beberapa pria yang terlihat gagah . Dan wajah mereka pasti sangat tampan saat muda dulu. Setelah para tetua dan tamu kehormatan duduk, Acarapun degera di mulai. Acara pertama adalah menyeleksi para peserta yang akan mengikuti keluarga beladiri. Semua peserta di haruskan mengikuti seleksi ini selain tiga besar . satu- persatu para Peserya mulai Tampil di Arena.


Murid dari perguruan Guang Dan menampilkan tuju peserta yang tampil di arena beladiri. Dan ternyata peserta dari Perguruan Guang Dan yang paling sedikit peserta yang diikutkan sedangkan dari perguruan lain , terdiri dari delapan sampai sepuluh peserta. Setelah mengambil Nomor peserta. Satu persatu mereka mulai bertarung. Ketika Sampai pada urutan Yulia yang harus tampil, dengan segera dia maju kedepan. Namun kebetukan Sekali orang yang harus di hadapi Yulia. Ternyata Gadis Yu Mai yang memang bermasalah dengan Yulia.


"Cih ternyata aku harus bertarung denganmu..." ucap Wanita itu dengan sombong.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi hari sialmu..." goda Yulia sambil tersenyum .


"Brengsek...lebih baik kau mengalah dan turun dari arena . daripada kau terluka dan akan mempermalukan Perguruanmu dan kau akan menyesal kemudian..." ucapnya menghina dan sombong.


"Kalah menang kita belum tahu , lalu Kenapa kita harus lari..kita lihat saja siapa yang akan malu dan menyesal nanti..." ucap Yulia.


"Brengsek ...ternyata kau tidak perlu di kasihani..sekarang trimakasih kematianmu..!" serunya marah. Yu Mai segera menyerang Yulia dengan gencar. nafsu untuk mengalahkan Yulia terlihat sangat besar , namun Yulia dengan tenang menghindari atau menyambut serangan itu Dengan wajah dingin dan tenang. banyak mata pria yang terpesona dengan kecantikan dan gerakan yang di perlihatkan Yulia . tak sedikit yang ingin tahu siapa si cantik itu. Dan dari mana dia berasal...Sedangkan di atas mimbar, terlibat nyonya Xiao sedang berbicara dengan sang Suami dan Ayah mertuanya.


"Gadis itu yang telah membantu Cancan dia hari yang lalu.


"Gadis itu... ?Dia memiliki aura biasa saja. Tapi tunggu... Sepertinya dia bisa menekan kekuatannya. Hingga orang tidak bisa melihat kekuatannya yang sebenarnya..." ucap tuan Xiao Kang dengan wajah kaget ..


"Bukanya aku sudah mengatakan padamu,.." ucap sang istri dengan wajah masih melihat Siyue. Tak lama mereka melihat Yulia yang sedang bertarung dengan Wanita yang bernama Yu Mai. Dan tak butuh waktu lama Yulia bisa menekan gadis itu. Walaupun dia memakai pedang, gadis itu tetap Saja bukan tandingan Yulia. Dalam beberapa jurus saja, gadis itu mulai terdesak . Dan tak berapa lama dia bisa di kalahkan oleh Yunita.


Dengan perasaan malu gadis itu turun dari arena. Wajahnya yang tadinya sombong dan angkuh akhirnya turun seperti ayam kalah bertarung. Setelah itu Ranggu harus berhadapan dengan peserta dari perguruan Pedang Perak. Untunglah dia menang dan kenyataannya semua peserta yang menang harus bertarung sampai dua kali. , mereka harus bertarung sebanyak dua kali karena esok hari merupalan penyelesaialan pada tahap selanjutnya . Dan kelompok Yulia yang harus gugur untuk pertarungan di hari berikut ada dua orang. Sedangkan Yang lain melanjutkan seleksi esok hari. Saat sore hari, merekapun kembali ke penginapan .


Seleksi penyaringan untuk menuju depuluh besar di Lakukan dalam dua hari , dan sore harinya ,akhirnya bisa di dapatkan termasuk tiga terasat tahun lalu. Pada sore harinya panitia mengumumkan ke sepuluh besar yang haru bertarung besok pagi . .


"Sepuluh besar yang harus bertarung besok pagi adalah. Alu , Sidan . Tanghu , Sangda . Yuantang , Winya , Menyhu, Cansy. Yulia , Yuki. Semua yang saya sebutkan ,merupakan pemenang hadil pilihan Kami . Jadi besok kalian bertarung dalam perebutan kedudukan . Jika kalian tidak setuju Dengan keputusan kami ini...Kalian bisa mencoba menantang orang yang kaluan amggap tedak sesuai dengan kedudukannya . Namun jika kalian diam saja, kami menganggap kalian didah Setuju keputusan kami . Sekali lagi , jika kalian tidak ada yang berani merubahnya. maka itu kami anggap keputusan itu sudah benar dan kami mengesahkannya . Jadi fikirkan dengan baik keputusan yang akan kalian ambil . sekarang kalian bisa kembali. Dan besok kita akan bertemu lagi di sini..." . ucap panitia yang merupakan guru perguruan Cakram emas. Peringkat satu sampai lima meruoakan peringkat tiga tahun yang lalu. Dan Sisahnya adalah Pemenang baru.Dari keseluruhan pemenang, murid dari perguruan cakram emas memiliki dua pemenang, pemenang ketiga dan nomer delapan . setelah mendengar ucapan dari panitia. Mereka akhirnya pulang kembali ke penginapan Dan ke esokan harinya, kesepuluh besar sudah berada di atas arena.


"Nach sekarang sudah ada sepuluh besar yang telah kita tentukan. Jika dari kalian ada yang tidak setuju dengan penetapan kami, kalian bisa mencoba mengalahkan mereka yang berada di peringkat di atas kalian . kalau tidak , Kami akan segera mengesahkan penilaian kami..." ucap guru dari perguruan Cakram emas. Setelah ucapan guru tadi berhenti. Yuki dari urutan paling belakang mengacungkan tangannya sambil melangkah kedepan .


"Guru aku ingin menantang saudara Winya peringkat enam..." ucapnya lantang. Mendengar ucapan dari murid Yuki, guru pembimbing menatap pada murid Winya. Namu sebelum. Guru bertanya Winya segera maju kedepan. "


Baik..kita lakukan..." ucapnya dingin. Dan akhirnya yang tidak berkepentingan dalam pertarungan segera turun dari arena. Tak lama terjadi pertarungan antara Winya dan Yuki. Pertarungan Itu sangat seru. Namun sepertinya Yuki bukan lawan Winya .


Sepertinya Yuki juga sulit di taklukkan.namun akhirnya setelah bertarung hampir satu jam, Yuki berakhir dengan jatuh dari Panggung arena dengan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya . akhirnya oertarungan di menangkan murid Winya.


"Apakah masih ada yang ingin bertarung lagi...?" tanya sang guru . Dengan tenang Yulia maju kedepan.


"Maaf guru...boleh saya meminta ajaran dari kakak senior Alu..." ucap Yulia dengan tenang. Dengan jatuhnya suara Yulia, terdengar seruan dari para penonton . Mereka terkejut lalu mereka mukai mencemooh Yulia . Tapi tidak bagi teman - teman Yulia. Mereka menyadari kekuatan yang di sembunyikan Yulia. Walaupun mereka belum tahu itu.


"Yun.. Itu muridmu...?" ucap tetua dari perguruan Pedang perak.


"Benar...namanya Yulia. Dia merupakan Muridku langsung..." ucap Guru Yun dengan tenang.


"Gila...dia berani sekali. Apa dia sanggup melawan muridku Alu...!" seru guru dari Pedang Perak dengan nada menghina.


"Kita lihat saka Yutan, apakah Dia mampu atau tidak melawan muridmu..." ucap guru Yun dengan wajah masih tenang.


"Ternyata Murid dan Guru sama -sama sombong dan keras kepala..." ucap guru Yutan. Guru Yutan dan Guru Yum sebenarnya teman akrap. Hanya saja Guru Yun memilih tinggal di Benua barat tepatnya di Kerajaan Dongyan.


Sedangkan di arena sendiri , Mendengar ucapan dari Yulia yang terlihat tenanh itu, Alu merasa sangat kagum.


"Ternyata di dalam tubuh secantik ini, ada kesombongan di dalamnya....Batin Alu.


Denga Segera Dia berdiri sebelum guru yang menjadi hakim pertandingan bertanya.


"Aku mau.... Kau ingin melawanku, aku terima..." ucapnya tenang.


"Baik kita mullai pertarungannya ..." ucap Yulia tanpa basa basi .


Tak lama terlihat mereka mulai melakukan penyerangan satu sama lainnya. Yulia Dengan berani memulai pertarungannya . Dengan Cepat dia menyerang Alu , dan kini Yulia tahu, level Alu ada di rana tanpa warna Puncak. Sebentar lagi dia berada di level Bumi dasar. Karena itu Yulia tidak perlu takut. Hanya saja dia harus hati-hati menghadapi pria yang terlihat angkuh ini . Dia tetap menyembunyikan kekuatannya. Kini di arena terjadi pertarungan yang sangat sengit. Dan saat Alu mengeluarkan pedang yang memancarkan cahaya hitam , Yulia mengeluarkan pedang yang memang selalu menemaninya saat di dalam peperangan. Dan sekarang cahaya pedang itu menjadi merah karena terikat dengan kekuatan Yulia.


"Lia'er...kau bisa menggunakan ilmu pedang pelangi yang kita pelajari kemarin..." ucap Ryu yang ada di lehernya.


"Benar...sekalian mencoba kepada orang lain, kalau dengan dirimu aku tidak bisa menang..." ucap Yulia dengan nada kesal , membuat Ryu tertawa . Lalu Yulia mulai memperlihatka. gerakan ilmu pedang pelangi. Terlihat dia bagai sedang menari di udara sambil menyerang Alu . namun serang yang dia lakukan mematikan, sampai Alu terlihat terdesak. Melihat apa yqng terjadi, Alu tak mau kalah, Dia segera menyalurkan kekuatannya pada pedang . pedang yang semula berwarna hitam. terlihat mengeluarkan cahaya berwarna merah. Dan tekanan di sekitarnya terasa dingin mencekam. Dan bagi mereka yang ilmunya rendah, mereka akan merasakan sesak di dada. Melihat Itu Yulia segera melapisi sekitar dengan kekuatannya. Terlihat cahaya putih keluar dari tubuh Yulia . Cahaya putih menyebar mendorong hawa dingi menjauh . Perlahan kedinginan membaik secara perlahan. Dan tak lama kembali Normal. Tanpa sadar Mereka betada di udara. Sedangkan Alu segera menyerang Yulia dengan kekuatan Pedang miliknya. Seberkas cahaya merah menyerang kearah Yulia. Memotong langsung keaarah Yulia. Namun kibasan Pedang Yulia menciptakan cahaya warna- warni yang memblokir kekuatan pedang Alu.


Duaaar...

__ADS_1


Terdengar dentuman keras saat cahaya itu bertemu. Terlihat cahaya berpencar warna - warni di udara yang di hasilkan karena bertemuan kekuatan mereka yang cukup besar . . Terlihat Alu terjatuh dari udara. Kembali ke atas arena. Sedangkan Yulia sedikit kaget melihat kekuatan yang Alu miliki. .


"Kenapa ada aura hitam di dalam kekuatannya. Apakah ini kekuatanmu yang asli..? Kau bukan murid perguruan pedang perak.." ucap Yulia. Tak lama dia memuntahkan darah segar dari mulutnya. Yulia ikut kembali turun ke arena.


Yulia mendekati Alu. Dia segera membuat pesona di arena pertarungan.


"Kenapa ada aura hitam di kekuatanmu. " ucap Yulia dengan wajah tenang.


"Jangan banyak bicara..aku tidak tahu dengan apa yang kau katakan..." ucap Alu dengan. Wajah dingin


"Baik kalau ini maumu, aku tidak perduli lagi. Sekarang kiya akan lihat, apa yang sedang kau sembunyikan..." ucap Yulia. Perlahan Alu mulai berdiri lagi. Kekuatan kembali dia salurkan kedalam pedang, kini pedang bercahaya hitam dan sedikit merah membuat semua orang kaget dengan apa yang terjadi.


orang - orang di luar arena juga kaget bukan main .


"Kenapa pedang Alu mengeluarkan aura hitam...lihat itu sangat menakutkan..." seru seorang huru dari perguruan bintang.


"Apa yang akan terjadi dengan murid dari perguruan Guang Dan itu. Aura hitam sepertinya sangat kuat...apakah dia mampu melawan murid Pedang Perak..?" ucap yang lain. Dan perdebatan terjadinya di antara para penonton. begitu juga di kelompok Yulia . Terlihat wajah ketakutan para murid perguruan Guang Dan. tak terkecuali Guru Di dam Guru Wen ..


Sedangkan di arena pertarungan sendiri, terlihat Yulia dengan wajah tenang dan Dingin menghadapi pria itu.


"'Maaf jika kau harus mati." ucap Alu dengan Wajah dingin.


"Mati dan hidup belum bisa di tentukan. Jangan terlalu percaya dengan kekuatan mu.." ucap Yulia dengan wajah datar.


Terlihat Alu segera melayangkan pedangnya kearah Yulia , dia ingin membela Yulia menjadi dua. Alu sudah menggunakan kekuatan sepenuhnya. Jika Pedang Itu terkena Yulia, niscaya Yulia akan terbela menjadi Dua. Dia memang sudah bertekat ingin membunuh Yulia yang sudah mulai curiga dengan identitasnya. Terlihat cahaya hitam kelam dengan di sertai cahaya merah memotong secara langsung kearah Yulia. Semua orang tak berdaya . mereka sudah membayangkan tubuh Yulia yang terpontong menjadi dua. Terdengar seru ketakutan dari para peserta wanita. Tak terkecuali teman satu perguruan. Mereka menahan nafas karena ketakutan. Namun saat pedang dengan cahaya itu berada beberapa detik lagi mbela wajah Yulia. Tiba- tiba seberkas cahaya Putih dan cahaya warna - warni menahan pedang Di udara, dan sebuah tendangan terlihat menghantam tubuh Alu .


Duuuaar...


bersamaan dengan ledakan yang di hasilkan dari pertemuan kedua pedang di udara. Untunglah Pesona di sekitar arena memang kuat, apalagi di tambah Pesona yang di buat Yulia . membuat Ledakan yang terjadi tidak membahayakan oramg yamg ada Di selitar arena. Terlihat Yulia terdorong satu langkah kebelakang, sedangkan Alu terlempar sampai menghantam pembatas arena. Terlihat dia memuntahkan darah sehari dua kali dari mulutnya.sepertinya tulang rusuknya patah. Namun sebelum fia sadar, tendang kembali melayang di tubuhnya melepaskan dia kearah tengah arena. Kembali Alu memuntahkan darah dari mulutnya.


"Bagaimana kau kalah...?' ucapnya dingin..." terlihat Alu tidak ingin menhucao kata Kalah. "Aa...kau belum menyerah. " ucap Yulia. Dan


tiba- tiba dati tangannya keluar cahaya merah. Melihatnya, Guru Perguruan Pegang Perak beseru .


"Berhenti...!" serunya marah. Namun Yulia tetap memukul alu dengan kekuatannya. Hingga Alu terlempar menghantam tepi pembatas arena.


"Cukup... kau Gila ya...bukankah muridku sudah terluka parah...!" seru sang Guru sambil melangkah masuk.


"Maaf tuan...muridmu masih belum menyerah. Dia masih ingin bertarung. Apakah anda tahu, kalau anda masuk berarti dia kalah..." ucap Tia dingin


Penonton yang mendengar ucapan Yulia membenarkan ucapannya. Benar sekali, jika si lawan belum menyerah, maka pertarungan di lanjutkan.


"Persetan dengan ucapanmu. Alu acapkan kata menyerah...!" seru sang Guru.


"Ti..tidak Guru... Aku masih belum kalah..." ucap Alu dengan nada marah.


"Aluuu..?" seru sang Guru kesal.


"Bukankah Anda sudah mendengar ucapan murid anda.." ucap yulia tenang. Dan Kini di tangannya pedang yang dia pegang menyala kembali.melihat itu, sang Guru berteriak.


"Akuu...kau gila..cepat usapkan kata menyerah...!" serunya marah. Melihat wajah Yulia yang terlihat dingin , Alu segera berkata


" Aku.. aku menyerah kalah...!" serunya seketika. Yulia yang hampir mengayunkan pedangnya ke segala arah, seketika menghentika langkahnya .


"Kau sudah tahu kalah, kenapa sulit mengucapkan kata kalah.." ucap Yulia dengan nada kesal. Tak lama pedang di tangannya menghilang. Yulia segera menghapus pesona yang dia gunakan tadi.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan.lupa like, vote dan komenbya aku tunggu. Maaf jika masih ada typo. 🙏🙏

__ADS_1


Bersambung . .


__ADS_2