YULIA

YULIA
PUTRI SI WAINA LI


__ADS_3

Sedangkan semua anggota Kerajaan ternganga tak percaya melihat Sikap Putra Suci. Hanya Zhang Xio yang terlihat tenang sambil mengambil makanan yang akan dia makan. Setelah mengambilkan makanan untuk Sang Suami, Yulia mengambilkan Makanan untuk kedua Putranya. barulah Yulia mengambil makanan untuk dirinya sendiri. semua tingkah lakunya membuat orang yang akan mengambil makan untuk mereka , terdiam tak percaya. namun banyak mata menatap dirinya , Yulia tidak perdulikan semua itu. dia tetap sibuk dengan makanan di depannya. sesekali mengambilkan makanan yang di minta Suami atau Putranya. Membuat para kaum Pria yang melihat semua itu Iri pada Kaisar Kim. tanpa sadar Yulia menatap pada Kakek Kaisar yang sedang menatap pada mereka berempat. dan di depan sang Kakek terlihat pelayan sedang mengambilkan makanan buat Kaisar Zhang.


"Kakek..apakah Kakek butuh bantuan Yulia..?" tanya Yulia sambil menatap Kaisar Zhang San Mo .


"Tidak nak...Kakek hanya kagum padamu, apakah setiap kalian makan suamimu selalu meminta kau melayani dia..?" tanya sang Kakek.


"Tentu saja Kek...bukankah tugas istri melayani suami ..." ucap Yulia. membuat semua orang terpanah.


"Kek... istriku juga selalu membuatkan makanan untuk kami bertiga. dia jarang menyuruh pelayan memasak makanan kami..." ucap Kaisar Kim bangga. Tentu saja semua orang kaget bukan main, dan tatapan mereka tertuju pada Yulia yang masih sibuk membantu sang Putra mengambilkan makanan mereka. tidak pernah kedua Putranya dan Kaisar Kim meminta bantuan pelayan, atau Dia sendiri yang mengambil makanannya sendiri . tak berapa lama merekapun di sibukkan dengan makanan di depan mereka masing- mading. walaupun sesekali mereka masih melihat tingkah keluarga kecil Kaisar Kim. pria tampan itu terlihat bangga dengan sang Istri . Seusai makan bersama , mereka kembali duduk di tempat mereka semula. Setelah makan ternyata Para wanita ingin mengadakan pertunjukkan. Mendengar usulan mereka, Yulia dan Kaisar Kim heran . Bukankah seharusnya pertunjukan itu dilakukan sebelum acara makan bersama, nukan Setelah selesai makan. Saat Ibu Zhang Xio kedepan, barulah mereka tahu , ternyata semua itu inisiatif dari gadis yang datang bersama nyonya Zilian . Dan ternyata gadis itu keponakan dari Nyonya Zilian sendiri Yang Merupakan gadis dari keluargga besar Si. gadis itu memang terlihat cantik dan lembut. Namun madih terlihat kalau dia memiliki gaya yang terkesan sombong. atau mungkin kelembutannya hanyalah kedok semata . Dan ternyata gadis dari keluarga Si terdebut, kemarin juga ikut dalam kompetisi pemilihan Ratu. Namun dia gagal pada tahan ke dua. gadis yang bernama Si Waina Li sebebarnya merupakan gadis yang bersifat keras kepala dan sombong . Namun dia bisa menyembunyikan di balik wajah lembutnya . Dan Pada saat ini gadis itu mengajak para wanita untuk mempertunjukkan kebolehan mereka . Mau tidak mau akhirnya Kaisar Zhang San Mo menyetujui rencana mereka. Satu persatu mereka menunjukkan keahlian mereka . ada yang bermain musik, membaca Puisi. Menari. Juga melukis .Dan dari sekian banyaknya peserta yang tampil, paling banyak menunjukkan keahlian mereka dalam bidang menari. Walaupun ada yang memperlihatkan keahlian mereka dalam bermain pedang. Ada satu wanita muda dari keluarga tuan Yun yang menarikan tarian pedang . Tarian pedang biasamya di lakukan oleh para pria . tarian itu tercipta karena keisengan para prajurit yang ada di kamp perbatasan. Dan kini di lakukan oleh seorang wanita. getakannya sangat indah. walau masih terkesan kuat dan tegas .


"Tuan ..tarian gadis itu masih kalah dengan tarian pedang milik tuan...apalagi jika tarian pedang naik ke awan...tidak akan ada yang bisa mengalahkan tuannku..." ucap Dolly yang berada di dada Yulia sebagai hiasan baju. Dia baru keluar dari ruang Dimensi.


"'Mulutmu tambah lama semakin manis Dolly..."ucap Yulia.


"Tuan..itu kenyataan .kalau tuan tidak percaya tanyakan saja pada Ryu..." ucap Dolly


."Benar Lia'er... Tarian yang dia lakukan seperti kurang hidup.." jawab Ryu.


Dan yulia baru tahu kalau gadis itu putri dari seorang jendral petang. Ternyata sang Ayah yaitu tuan Yun Da Guo adalah panglima besar kerajaan Taiyung. Mereka berbincang menilai satu persatu para putri Yang tampil. Sedangkan Kaisar Kim sendiri terlihat sedang berbicara dengan kedua putranya tanpa memperhatikan mereka yang tampil . hanya sesekali dia melihat mereka, itupun jika kedua putranya menunjuk pada peserta. perbuatan Kaisar seperti orang yang tak berminat melihat penampilan mereka. Dan sesekali dia akan mempermainkan tangan Kanan Yulia yang ada di genggamannya . para putri satu persatu menunjukkan keahlian mereka. . Putri dari Sekte We.mempertunkukkan sebuah tarian yang sangat indah, dan beberapa putri lain dari sekte maupun perguruan lain pun mempertunjukkan keahlian mereka masing- masing, ada yang menari, baca puisi dan juga melukis. Dan kini tibalah giliran gadis yang bernama Si Waina Li. Kini tinggal dia yang belum tampil sendiri. Dia terlihat berjalan kearah tengah ruangan. Dia berdiri dengan anggun. Sepertinya pakaian yang dia pakai memang sudah dia siapkan untuk tampil. Namun dia bukannya segera tampil , dia malah berdiri dan menghadap pada para tamu. Terlihat dia berbicara pada semua tamu .


"Maaf yang Mulia Kakek Kaisar San Ma... Sebelum hamba menari, hamba ingin menantang Putri Yulia yang katanya istri dari Putra Suci . Sebagai seorang Ratu, pasti Putri sudah tahu syarat sebagai seorang Ratu. Salah satunya bisa menari dan bersastra. Karena itu hamba yang rendah ini menantang Putri Yulia untuk tampil bersama hamba...dan taruhannya adalah. Jika hamba menang, hamba harap dia merelakan kedudukannya sebagai calon Ratu untuk hamba tempati. Dan dia bisa tetap menjadi Istri yang mulia, tapi hanya sebagai istri pendamping atau selir..." ucapnya dengan berani. Tentu saja perbuatannya membuat semua orang tercengang kaget dan tak percaya Dan tak lama terdengar suara pembicaraan orang tentang keberanian dia . Tapi tidak bagi Kaisar Kim dia marah sekali. Hingga dia berdiri dan berteriak dengan lantang.


"Berani sekali kau membuatku menjadi bahan taruhan. Dan itu kau lakukan dengan Istriku. Kau itu gila atau memang tak berotak Ha...!" teriak Kaisar Kim marah. Bukan hanya Kaisar Kim yang marah, tapi Kaisar Zhang sangat marah. Terlihat wajahnya memerah. "Putri Waina Li...jangan hanya karena Kau keluarga Si dan merupakan kerabat dari menantuku, hingga kau berani berbuat lancang seperti itu. beraninya kau berkata seperti itu di depan orang banyak ...!" seru Kaisar Zhang San Mo marah.


"Maaf Yang. Mulia hamba hanya menguji kekuatan Putri Yulia dan keberanian Dia. Jika Dia tidak berani menerima tantangan dari hamba, maka Dia tidak layak dan tak pantas menjadi seorang Ratu kerajaan Ini..." ucapnya dengan nada mengejek . Dia menatap Yulia yang terlibat tenang.


"Kauu.. Putri Zilian...apakah seperti itu didika. Keluarga Si pada Keturunannya. " ucap Kaisar marah .


" Maafkan hamba Ayah...dia melakukan itu karena dia terlalu cinta pada Putra Suci..." ucap Putri Zilian . Mendengar ucapan Dari putri Zilian bukan hanya Kaisar Zhang ataupun Kasar Kim, tapi sang Suami juga kaget dengan ucapan Dari sang Istri.


"Apakah semua ini sengaja kalian rencanaka..." ucap Pangeran Zhang Kyun Zi. Terlihat sang Istri tergagap. dan tak bisa berbicara .


"Ternyata kau telah melampaui batas Zilian...semakin lama aku semakin tidak mengenalmu. Kita akan lihat apa yang akan aku lakukan padamu ..." ucap pangeran Zhang Kyun Zi . Terlihat wajahnya memerah karena marah.


."Maaf Yang Mulia..maaf Suamiku...karena hamba telah di tantang Oleh Dia, jika hamba tidak mau, maka hamba menjadi seorang pengecut yang hanya bisa bersembunyi di belakang Suami hamba. Jadi maafkan hamba. Hamba akan menerima tantangan ini..." ucap Yulia.


"Sayang..." kata Kasian Kim dengan wajah terlihat cemas.


"Kau percaya padaku kan... Aku tidak akan memberikan orang yang aku cintai pada wanita lain, tapi aku juga tidak akan membiarkan orang berani menindasku atau menghinaku..percayalah padaku..." ucap Yulia Dia menatap sang Suami dengan senyum di bibirnya serta matanya mengedip jenaka. malah terkesan menggoda sang suami . tentu saja Kaisar Kim yang tadinya sangat marah. seketika mencair Melihat tingkah sang Istri . Ingin rasanya mencium bibir yang terlihat menggodanya.


"Baiklah aku percaya padamu.."ucap Kaisar Kim Sambil mengusap Sayang kepala sang Istri dan mencium lembut keningnya tanpa malu di depan orang banyak. Tentu saja sikapnya membuat semua wanita iri dan cemburu. Terutama Putri Si Waina Li. Dia sangat marah melihat kemesaraan Kaisar Kim pada Yulia. Terlihat tangannya mengepal marah .


"Bagaimana Putri Yulia...apakah kau berani..?" ucapnya memprovokasi. Terlihat Yulia berdiri dan berjalan dengan tenang ke tengah ruangan tempat di adakan acara itu.

__ADS_1


"Baiklah aku menerima tantangan ini . tapi aku juga mempunyai persyaratan yang harus kau lakukan . Kau tadi dengan jelas meminta Suamiku untuk kau ambil. Dan kau juga mengatakan kalau aku bisa tatap menjadi istri Suamiku namun hanya sebagai istri samping atau Selir,.. Tapi kau perlu tahu prinsipku. Aku tidak mau di duakan dan aku tidak ingin menjadi istri samping atau selir dari suamiku , lebih baik aku pergi dari dia jika sampai itu terjadi. Secara halus kau sengaja mengeluarkan aku dari kerajaan ini. Jadi permintaanku sama dengan. Jika kau kalah dan aku menang. Aku berharap kau Tidak akan pernah masuk atau mengunjungi istana ini. apapun masalahnya . Walaupun di dalam istana ini ada kerabatmu aku tidak perduli. Jika kau mekanggarnya, cambukku akan berbicara. sampai aku mrlibatmu atau mendengarmu masuk kedalam istana ini. Jangan salahkan aku jika aku mencambukmu lima belas kali.jadi harap kau tahu itu..." ucap Yulia.


Mendengar ucapan Yulia terdengar keributan di antara para tamu. Sedangkan Kaisar Kim terlihat tersenyum lebar. dan Kaisar Zhang terlihat menahan tawanya.


'Brengsek...apa- apaan saratmu itu...kau tidak masuk akal.. Itu menunjukan kalau kau seorang wanita pecemburu...kau mengatur seorang Suami yang harus kau hormat..!" teriak Putri Waina marah.


"Hey..kenapa marah...taruhanmu saja malah lebih tidak masuk akal , aku tidak marah...lalu kenapa sekarang kau marah..!?" ucap Yulia dengan nada jijik.


"Brengsek.. Lalu bagaimana jika aku datang ke tempat bibi bersama orang tuaku...?" ucapnya menantang.


"Aku tidak perduli...kalau sampai aku tahu kau datang ke istana ini, pasti aku akan mencambukmu..di dini banyak saksi tentang tantangan kita, orang tuamu dan bibimu saja menyukai tantangan yang kau buat,....lalu kenapa kau tidak mau menerima tantangan ini.. " ucap Yulia.


"Brengsek.dasar gila.!" serunya marah.


"Ha ha ha..lebih gila mana dengan permintaan yang kau ajukan. Pasti Kakek kaisar setuju dengan taruhanku..." ucap Yulia sambil menatap Kaisar Zhang San Mo.


"Aku sangat menyetujui taruhan Lia'er..." ucap Kaisar Zhang San Mo dengan tegas.


"Lalu bagaimana kalau aku menikah dengan anggota kerajaan. "Ucapnya lagi .


"Itu resiko Suamimu yang mau menikahimu, jadi dia harus keluar dari istana ini...tapi jika aku seorang Pangeran kerajaan ini...aku tidak sudi memiliki Istri yang terang- terangan Meminta suami Orang lain. apalagi di depan umum seoerti sekarang ini...Kau tidak bisa menjaga kehormatanmu sendiri . lalu apakah kau bisa menjaga kehormatan suamimu...?" ucap Yulia tajam yang membuat suara ramai dari para tamu yang membenarkan perkataan Yulia.


"Brengsek...ternyata dia Pandai berbicara... Dasar wanita murahan..." umpat Putri Waina Kesal dalam hati .


"Baik..aku akan melakukannya. Karena aku yang menantangmu.. Maka aku akan menentukan perlombaan apa yang akan kita lakukan...dengarkan, kita akan menari tarian yang kita kuasai, dan Siapa yang melakukannya lebih baik dari yang lain, maka dialah yang menang . Bagaimana...kau sanggup..?" ucapnya dengan nada sombong.


"Tidak ..aku akan melakukannya terlebih dahulu.." ucap Putri Waina. Dia berfikir kalau Dia melakukannya terlebih dahulu, maka jika tariannya lebih baik maka Yulia akan mendapat tekanan mental darinya. Dia yakin akan memang karena Dia berlatih menari sudah sejak kecil . karena Dia memang di siapkan untuk menjadi Ratu atau Selir. Tapi kegagalannya tadi pagi, membuat Keluarganta dan Dia melakukan ini. Mereka Yakin Yulia yang di besarkan di Alam bawah tidak akan memiliki kemampuan menari sebaik Dia.


Akhirnya Dia pun menari terlebih dahulu. Tariannya memang sangat indah. Yulia sendiri mengakuinya. Namun Dia tidak merasa gentar ataupun takut . Tarian Putri Waina memang seperti peri yang sedang menari di atas awan. indah dan memukau . tak berapa lama dia pum mengakhiri tarian yang dia bawakan. Terdengar tepuk tangan membahana saat dia menyelesaikan tariannya.


"'Bagaimana Putri...apakah anda sudah siap...?" ucapnya dengan tatapan dan senyuman Sinis.


"Tentu saja..." ucap Yulia dengan tenang.


Yulia meminta kertas putih dan tinta untuk melukis. Lalu meminjam Pipa (alat musik yang mirip gitar) semua yang di lakukan Yulia membuat semua orang Heran . begitu juga dengan Putri Waina.


"Untuk apa kau meminta benda yang tidak ada hubungannya dengan tarian selain alat musik pipa itu. Kau itu mau menari atau melukis....bukankah aku mengatakan kalau kita beradu kepandaian dalam bidang tarian..."ucapnya menghina.


"Kau tenang saja...Semua yang aku lakukan tidak ada hubungannya denganmu kam...? Kau tinggal menikmatinya nanti..." ucap Yulia fengan tenang.


"Cih...bagaimana pun juga kau tidak akan nidah mengalahkan diriku...kau tahu , aku sejak kecil sudah berlatih tarian..." ucap Putri Waina mengejek.


"Kau lihat saja..." ucap Yulia samnil tersenyum. Dengan kesal Putri Waina kembali ke tempat duduknya. Dan tak lama terlihat Yulia mulai memainkan alat masiknya. Ternyata Yulia bermain Musik dan tarian secara bersama- sama. Terdengar petikan Pipa yang mengalun terdengar riang. Dan langkah kaki Yulia terlihat ringan di udara. Gerakan yang lembut dengan iringan lagu merdu dan riang dari Pipa yang dia petik seakan menyatu dalam tarian itu. Semua mata tak berkedip melihat tarian yang di lakukan Yulia. Tak berapa lama terlihat kaki telanjang Yulia mulai masuk kedalam tinta warna dan mulai mencotet kertas kosong yang dia minta tadi. Langkahnya bagai kupu- kupu yang melayang- layang di udara . setelah cukup lama, Dia melayang kearah pemain musik yang tadi dia pinjam. "Tolong iringi langkahku..." ucapnya dengan cepat.. Pemain Pipa segera menggantikan Yulia. Dan Kini Yulia mengeluarkan pecah Phoenix. Dan Dia mulai menarikan tarian pedang. Setelah beberapa saat kemudian, Yulia mengakhiri tariannya. Namun kesunyian terjadi di sana. Hingga terdengar teriakan Wang Hao dan Wang Hai Yang menyadarkan orang kalau tarian itu telah berakhir. Seketika tepuk tangan membahana dan Kaidat Kim berjalan ketengah arena. Dia memrluk sang Istri dam kembali mencium keningnya dengan wajah gembira dan Bangga. Terlihat senyuman lebar di wakah yanh selau terlibat dingin itu. Dan dia mengambil kertas putih yang telah di Cepat- cotey dengan kaki Yulia. Dan betapa kagetnya Kasar Kim saat melihat kertas itu. Ternyata kertas itu sudah berubah menjadi lukisan yang sangat indah. Lukisan gunung dan dan taman dengan beraneka bunga . tak dapat fi pungkiri semua orang bahagia tak percaya melihat semua itu. Seorang guru sastrawan dari perguruan Nan berusaha membeli lukisan itu . namun Kaisar Kim tidak akan menjualnya.

__ADS_1


"Yang Mulia... bolehkah hamba belajar menari dengan yang Mulia...hamba sangat mengagumi tarian pedang yang Mulia...!" seru Putri Yun Lian Yu putra Jendral Yun , yang tadi memainkan tarian pedang .


"Tentu saja boleh...tapi setelah ini Aku akan kembali ke perguruan.." ucap Yulia. "Hamba juga murid perguruan Baiyun Yang Mulia...hamba akan sering menemui langsung Mulia jika anda berkenan. Tentu saja boleh..jika yang Mulia jendral mengijinkan..." ucap Yulia. Mendengar ucapan Yulia Jendral Yun segera berdiri.


"Dengan senang hati hamba mengijinkan yang Mulia..." ucap Jendral Yun dengan suara bahagia. Sang istri yang duduk di sebelahnya terlihat tersenyum gembira.


"Baiklah kau bisa menemuiku tapi juga seijin Guru Cen Yi.." ucap Yulia.


"Trimakasih Putri..." seru Wanita itu gembira.


"Nach Putri Waina..bagaimana.. Apakah kau mengakui krkalahanmu Oo..kita mengambil suara saja . kita tanya pada para tetua ..." ucap Kaisar Kim. Dan saat suara di ambil. Mayoritas semua suara ada pada Yulia. Semua itu membuat putri Waina sangat marah dan sekaligus malu. Dia ingat dengan taruhannya.


"Bagaimana Nona Si... apakah kau sudah puas...? Atau masih ragu dan tak percaya..?" kata Yulia menggoda .


Terlihat gadid itu terdiam dalam perasaan kecewa .


"Dan kau harus mengingat semua taruhan yang kalian lakukan .." ucap Kaisar Kim dingin.


"Tapi yang Mulia...mana bisa tarihan itu di lakukan...Dia keponakan hamba. mana mungkin dia di larang datang ke istana hamba..." ucap Putri Zailin dengan wajah Pucat.


"Oo..itu bukan urusanku Bi..bukankah itu sudah menjadi taruhan Putri Waina..." ucap Kaisar Kim dingin.


"Haruskah itu Di lakukan.. sedangkan Waina Keponakan hamba..." kata Nyonya Zailin berusaha membatalkan perjanjian itu.


"harus...semua harus di lakukan


kenapa baru sekarang Bibi berdebat . lalu tadi kemana...? mengapa tadi Bibi diam saja saat keponakan tersayang bibi berkata menginginkan suami orang lain. dan saat sekarang Keponakan bibi kalah. kenapa bibi protes...?!" seru kaisar Kim marah .


"Tapi perjanjian itu tanpa bukti..." ucap Nyonya Zilian kekeh.


"Bukti ada...aku saksi perjanjian itu..." ucap Kaisar Zhang .


"Aku juga...." terdengar suara yang keras dari tempat para pangeran. dan ternyata dia Pangeran Zhang Xio. .Aku juga mendengar dan melihat...kami tidak buta dan tuli..." setu sebuah suara. dan ternyata itu suara dari Pangeran Zhang Kyun Si Suami dari Putri Zilian .


"Ayah...kau membenarkan ucapan Putra Suci.. kau lebih membela dia..?" ucap Putri Zilian dengan wajah kaget.


"Aku membela kebenaran. . .dan sebentar lagi kau akan tahu Yang sangat ...." ucap Pangeran


Zhang Kyun Zi


udahan duku ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa like. vote dan komennya alu tunggu.

__ADS_1


.


Bsrsambung.


__ADS_2