YULIA

YULIA
PERTEMUAN HEIZI DENGAN SANG AYAH .


__ADS_3

"Ha ha ha...dan Kau tahu...gara- gara racun itu. aku jatuh sakit Selama satu bulan. untunglah Ayah dam Bunda tahu Cara menetralkan Racun itu. dan untung nya lagi. Racun yang Ada di tubuhmu Ada dua Jenis yang berlawanan. Karena aku terkena bukan langsung Dari ular salju dan ular api , Maka racun itu Malah baik buatku. walaupun Ayah harus membuatkan aku penawarnya terlebih dahulu . maksudku tidak begitu berbahaya dari pada keadaan dirimu yang langsung terkena gigitan kedua hewan itu..Tapi saat itu untung saja Kau selamat. Aku fikir pria itu Sidah mati. walaupun aku sudah Mengeluarkan semua darah yang Bercampur Racun itu. ." ucap Yulia. Yulia menatap Wajah Kaisar Feng Lian yang menatap Yulia degan tatapan aneh . Dia bertanya dengan suara bergetar .


"Apaa...Kau..Kau terluka...?" Seru Kaisar Feng kaget bukan main.


"Iya...tapi tenang saja.. Itu bukan masalah. Buktinya hamba sekarang Ada di depan yang Mulia kan..." Ucap Yulia dengan wajah tenang. Namun tidak bagi Kaisar Feng Lian


Dia menatap Yulia dengan wajah tak bisa di gambarkan, terharu sedih dan Merasa bersalah.


"Apakah aku tidak bisa Menemukan dirimu saat itu, Karena Kau dalam keadaan Koma..?" Ucap Kaisar Feng Lian sambil menatap Yulia. Ingin rasanya membawa tubuh ramping itu ke dalam pelukannya.


"Mungkin juga... Sebab kata Ibu hamba tidak sadarkan diri Selama hampir dua nunggu. Dan hamba harus berada di pembaringan Selama Satu bukan. Namun mana Ada yang bisa menahan hamba untuk tetap tinggal di atas tempat tidur Selama itu. Dalam dua minggu selanjutnya hamba sudah keluar dari rumah tampa setahu Ayah dan Bunda. Dan Yang Mulia tahu, Siapa yang di hukum saat hamba ketahuan...? Kakak Hamba..he he he..kak Yau Han di marahi Ayah dan Bunda . Karena Dia yang menemani hamba keluar . Dia melakukan itu karena Dia teramat sayang pada hamba . dan Dia mendapat hukuman Karena hamba . Tapi Karena kejadia kakak mendapat hukuman , akhirnya hamba bisa diam dirumah. Karena hamba kasihan pada kakak. Dan hamba menemani kakak tinggal di kamar Selama hampir tiga minggu. Dan saat hamba Remaja barulah hamba tahu, ternyata itu taktik Ayah dan Bunda agar hamba diam di kamar. Mereka tahu kalau aku tidak tahan jika seseoarang terluka atau apapun demi membela hamba . Hamba tifal suka melihat orang Menderita karena hamba . Dengan menghukum Kakak otomatis hamba yang merasa bersalah akan ikut tinggal di dalam kamar. Dan tanpa setahu hamba Ternyata dua hari saat masa hukuman , ternyata Kakak sudah boleh keluar Asal hamba sudah tidur... Ternyata kecerdikan hamba saat itu masih Kalah dengan kecerdikan Ayah dan Bunda..." Ucap Yulia di akhiri dengan tawa pelan di bibir Cantiknya. Hingga tanpa di sadari Yulia , suara tawa dan keceriahannya membuat Pria di depan nya terpesona.


" Lalu apa yang Terjadi setelah anda hamba inggalkan saat itu..?" Kata Yulia menyadarkan Kaisar Feng Lian dari persona tawa Yulia.


"Karena tindakan yang Kau lakukan itu , Aku selamat dari Kematian. Rempah tanaman yang Kau taruh di lukaku membuat Ku tersadar dua hari kemudian..." Ucap Kaisar Feng Lian .


"Itu rempah buatan Bunda.. Dia selalu menarik Beberapa pil dan rempah di kantong obat yang selalu Kami bawa di pinggang kami. Bunda memberi kantung itu agar kami memiliki obat saat kami terluka....dan anda tahu...bukan hanya rempah saja yang hamba berikan para Anda. Saat anda pingsan , Hamba...maaf memaksa anda menekan Pil kedalam Mulut Anda..." Ucap Yulia.


"Jadi Kau juga meminum kan pil ramuan ke mulutku...?" kata Kaisar sambil menatap Yulia .


"Benar....Lalu apakah setelah itu Yang Mulia langsung kembali ke istana anda..?" tanya Yulia lagi.


"Tidak..Selama satu minggu aku berusaha memulihkan kekuatanku terlebih dahulu di hutan itu . Setelah itu Selama hampir Setengah tahun aku masih tinggal di Alam Dinasti. Aku mencarimu di sekitar kota dan Desa tempat aku terluka. Namun jejakmu tidak pernah aku temukan Kau bagai tertelan Bumi..." Ucap Kaisar Feng Lian.


"Tentu saja Yang Mulia tidak menemukan keberadaan hamba . Kami tidak tinggal di Sana. Saat itu Ayah sedang menjenguk sahabatnya di sebuah kota yang letaknya tak jauh dari hutan itu . Dan saat aku sakit, kami tinggal di sana lebih dari satu bulan. Setelah sembuh kami kembali ke Kerajaan Tanlua Karena di sana rumah kami dulu berada ." Jawab Yulia.


"Oo..ternyata kaluan bukan penduduk kota itu ...." Ucap Kaisar Feng Luan.


"Benar yang Mulia... Tapi tunggu...Kenapa Yang mulia mengungkit masalah ini..Dan apakah Kerajaan Feng dekat dengan Kerajaan Phoenix ini..." Tanya Yulia dengan wajah Tanya.


"Tidak...letak Kerajaan Kami a gal jauh dari tempat ini.. "ucap Kaisar Feng Lian.


"Oo...apakah ada sesiatu tugas hingga anda sampai Berkunjung di Kerajaan ini..." tanya Yulia.


"Aku mencari mu...aku ingin berterimakasih Padamu atas apa yang Kau lakukan Padaku." ucap Kaisar Feng Lian .


"A..apa...! anda Kesini Karena anda mencari hamba...anda tahu hamba Ada di sini...?" kata Yulia dengan wajah kaget .


"Benar...." jawab Kaisar Feng .


"Apakah anda membuntuti gamba...?" tanya Yulia tak Senang . Melihat Yulia agak Mara, Biru- buru Kaisar Feng berkata .


"Bukan begitu...jangan salah sangka dulu... Mana Mungkin aku membuntitimu... bukankah aku tidak tahu akan dirimu... Kita belum pernah Bertemu lagi setelah itu .


"Lalu....?" tanya Yulia dengan wajah heran.


"Aku tahu auramu. Auramu berbeda dengan aura siapapun...Dan aku meresakan aura yang kau miliki saatbkau berada di hutan itu.." ucap Kaisar Feng Lian .


"Oo..maaf...aku fikir Yang Mulia menyuruh seseorang untuk me ma ta- mataku..maaf... Ucap Yulia .


"Itu tidak mungkin..." ucap Kaisar Feng Lian.


"Oo..Syukurlah.. Ya sudah Yang Mulia.. semua telah berlalu, anggap saja ini merupakan perjalanan hidup kita. Jangan memikirkan kita berhutang nyawa lagi satu sama lain . Kau sudah kembali sehat dan Aku tidak kurang Suatu apapun juga...Lalu bagaimana dengan sahabat dan Wanita itu..?" tanya Yulia.


"Aku ganti menyiksa dia dengan menggigit kan ular api dan ular salju. Aku ingin dia merasakan sakit yang aku derita. Dan satu bulan kemudian, dia mati karena bunuh diri karena sudah tidak tahan lagi .Dan soal wanita itu semua keluarganya aku kirim ke perbatasan, sedang kan Dia aku jual fi rumah bordir sebagai wanita penghibur. Itu Pelajaran untuk wanita yang bersifat serakah. Aku menolak dia dengan baik- baik Karena memang aku tidak suka. Dia menjebakku dan aku masih berusaha melindungi Namanya dan keluarganya . Namun kesabaranku habis. dia fikir aku Pria lemah yang Muda di bodohi . lebih baik Dari dia yang hanya putri seorang mentri. Dia berani meminta nyawaku yang merupakan Putra Mahkota . Dan ironisnya keluarganya juga mendukung tindakannya . Karena itulah aku menghukum semua keluarganya..." Ucap Kaisar Feng Lian.


"Yang Mulia tegas juga ya...?" Ucap Yulia sambil tertawa. Wajah Yulia yang tertawa membuat Kaisar Feng Lian terpanah. Begitu juga dua Pria yang bersembunyi di kejauhan.


"Nona Yulia...apakah Kau sudah mempunyai Kekasih..?" Tanya Feng Lian pelan tiba- tiba.

__ADS_1


"Kekasih.. Memangnya kenapa Yang Mulia...?" Tanya Yulia keheranan.


" Karena semenjak Kau telah menyelamatkan hidupku, sejak saat itu aku menganggap kehidupanku hayalah milik mu..." Ucap Kaisar Feng Lian blak- blakan . Tentu saja ucapan Kaisar Feng membuat Yulia kaget. Diapun segera berkata.


"Maaf yang Mulia... Hamba tidak bisa mendengar perkataan seperti itu. Apa maksud yang Mulia hidup yang Mulia Adalah.milikku..?" Ucap Yulia tegang.


"Aku menyerahkan hidupku Padamu. Kau ingin aku mati, saat ini pun aku pasti mati di depanmu. Dan kalau Kau Ingin aku hidup Aku akan tetap hidup seperti yang Kau harapkan. Dan jika Kau menginginkan aku membunuh seseorang , dengan Senang hati aku akan melakukannya untukmu..." Ucap Kaisar Feng Lian dengan wajah tegas. Tentu saja ucapan Kaisar Kerajaan Feng itu membuat Yulia sok berat.


"Tidak, itu tidak mungkin yang mulia. Saat hamba menolong anda, tidak Ada keinginan hati hamba mengharap yang Mulia menyerahkan hidup yang Mulia pada hamba. Saat itu hamba menolong yang Mulia hanya sebagai tanggung jawab Sesama manusia. Jadi tolong jangan berfikiran seperti ini. Hamba saat itu iklas membantu Yang Mulia.." Ucap Yulia ketakutan.


"Tapi semua itu sudah menjadi janjiku . bagaiaman Aku bisa Menjadi seorang Pria jika aku mengingkari Janjiku..." Ucapnya lagi.


"Tapi itu tidak mungkin Yang Mulia...maaf hamba baru mengenal Yang Mulia, hamba juga sudah mempunyai Suami dan dua Putra. Jadi mohon maaf...hamba tidak bisa membantu yang Mulia melaksanakan janji Yang Mulia . Lagian hamba menolong yang Mulia tanpa pamrih..tidak menghaeaokan apapun . Dan Kehadian itu juga sudah lama. sekali.. ." Ucap Yulia yang membuat Kaisar Feng Lian terdiam. Ada kekecewaan di wajahnya. Namun terlihat tekadnya tetap Ada.


"Tapi aku akan tetap mengabdikan hidupku untukmu Nona Yulia.." Ucapnya sendu . terlihat Ada kekesalam di wajah Yulia, namun perasaan bingung harus perbuat Apa membuat Yulia menghela nafas berat. Tak lama dia berkata.


"Maaf Yang Mulia hamba tidak bisa.... " namun kita bisa sebagai saudara . dan Melihat umur yang Mulia dengan umur hamba berjarak cukup jauh, bagaimana kalau Yang Mulia menjadi Kakak Yulia saja... Dan sebagai seorang adik, kapan- kapanYulia akan singga di istana Kakak. Jadi kakak bisa tingalkan Yulia di sini . lalu Kakak bisa kembali ke Kerajaan Feng...bukankah banyak tugas yang harus di kerjakan sebagai Kaisar Feng ..." Ucap Yulia.


Kaisar Feng terlihat terdiam sambil menatap Yulia yang diam sambil melipat tangan di Dada.


"Kita tunda keputusanku...kita lihat Saja nanti. Ya sudah ayo kita masuk. Sepertinya Kaisar tadi ingin membicarakan sesuatu dengan mu...' Ucap Kaisar Feng Lian lembut . Akhirnya Mereka pun segera masuk kedalam ruang pesta kembali . Dan di sana ternyata Kaisar telah menunggu kedatangan Yulia . Dan saat mereka masuk, kedua Saudara Feng Lian juga masuk kedalam ruangan . Mereka bergabung Dengan Yulia dan Kaudar Feng Lian . Kaisar Feng Lian memperkenalkan kedua adik nya pada Yulia . Melihat Yulia dari dekat, terlihat keduanya sering mencuri pandang menatap Yulia. Melihat perbuatan mereka, sang Kakak sampai kesal.


Tak berapa lama Kaisar Ang Suyan meninggal kan tempat itu. Namun sebelum pergi beliau berkata pada Yulia.


"Kau ikutlah denganku. Ada yang ingin aku katakan Padamu...?" Ucap Kaisar Ang Suyan pada Yulia.


"Baik Yang Mulia..." Ucap Yulia sambil memberi hormat. Yuliapum mengikuti Kaisar dan keluarga Istana keluar dari Ruang perjamuan. "Aku ikut dengan mu...?" ucap Kaisar Fang Lian cemas saat Yulia akan melangkahkan Kakinya .


"Tidak usah kak..Jangan cemas..." ucap Yulia sambil melangkah mengikuti Kaisar Ang Suyan . setelah sampai di luar ruang perjamuan, Yulia mengikuti Kaisar yang Memisah kan diri Dari keluarganya. Sedangkan Yulia mengikuti Kaisar dan Kasim serta Beberapa pengawal menuju kesebuah tempat . ternyata mereka menuju ke ruang kerjaKaisarAng Suyan.


"Masuk..." Ucap Kaisar pada Yulia . terlihat Ada Sedikit Kemarahan di wajah yang berwibawa itu. Dan Yulia tahu apa sebabnya. Pasti ini Karena Heizi . tapi apakah ini salah Yulia..? Dengan tenang Yulia duduk di depan meja kerja Kaisar Ang Suyan.


"Maaf yang Mulia.... Hamba tidak tahu.." Jawab Yulia .


"Kau jangan bertingkah bodoh... Jangan membuatku marah...!" ucap Kaisar marah.


"Maaf Yang Mulia.. hamba rasa anda salah. Dari sudut Mana anda melihat hamba ingin membuat anda marah..." Ucap Yulia dingin.


"Kauu...!" Seru Kaisar Ang Suyan penuh marah. Dengan tenang Yulia menatap Kaisar Ang Suyan yang berwajah merah. Tiada takut sama sekali wajah di balik topeng itu .


"Gamba datang baik- baik, tapi anda malah menyalahkan Hamba..." Ucap Yulia masih dengan wajah tenang .


"Bukankah Putraku ada di tanganmu...?Keluarkan Dia...!" Ucapnya dengan Nada marah.Namun Yulia kaget juga saat Dia tahu kalau Heizi ternyata Putra Seorang Kaisar. Atau merupakan seorang Pangeran.


"Putra...Oo..jadi dia Putra anda...? Dari mana anda Yakin kalau Dia Putra anda..?" tanya Yulia dingin.


"Cambuk yang kau pegang tadi adalah buktinya. Aku menaruh putraku di dekat benda Pusaka Cambuk perit yang di jaga Naga Long Bay Yan. Dan aku melihat kau tadi mengeluarkan cambuk itu..." Ucap Kaisar Ang Suyan dengan nada dingin . Mendengar ucapan Kaisar Ang Suyan, membuat Yulia sadar kalau pria fi depannya merupaka Ayah dari sang sahabat . Dia segera menyuruh Heizi keluar. Tak lama terlihat Seekor burung kecil berwarna emas keluar dan bertengger dengan tenang di pundak Yulia. Melihat burung itu Kaisar Ang Suyan segera berdiri.


"Ang Ji Hu...!" Serunya tertahan .


"Ang Ji Hu...!" Seru Yulia dan Heizi bersamaan.


" Nak...ini Ayah..aku Ayahmu..!" Seru Kaisar Ang Suyan sambil mendekati Yulia. Dia ingin merahi Heizi .


"Tunggu...!Siapa kau...?Yuyu...Siapa Dia...?!" seru Heizi keheranan.


"Dia Ayah mu.." Jawab Yulia lembut.


"Apaa .. ayah...? Dia ayahku...?" Kata Heizi kaget.

__ADS_1


"Katanya Sick iya..." Jawab Yulia.


"Kau Ayahku...?" Tanya Heizi dingin.


"Benar...aku Ayahmu nak...ayah merindukan dirimu ..." ucap Kaisar sambil meneteskan air Matanya .


"Heizi...jaga sikapmu..!" Kata Yulia dengan lembut


"Ayah...?.merindukanku...? Cih...aku tidak punya Ayah...aku hanya punya Inu, Kakqk, saudaraku Yuyu...Aku tidak perlu menjaga sikapku pada seseorang yang mengaku sebagai orang tuaku... Dari mana anda yakin kalau aku Putra anda Yang Mulia...?" Ucap Heizi sinis.


"Kau memang Putraku Nak... Namamu yang Sebenarnya Ang Ji Hu..." Ucap Kaisar yang terlihat kecewa atas penolakan Heizi .


"Anda mengatakan anak padaku, lalu Di mana anda saat Aku terlahir...hanya Ada Yuyu di dekatku..." Ucap Heizi sinis.


"Cukup Ang Ji Hu..Kau itu Putraku...Nona Yulia..Apakah ini Pelajaran yang Kau berikan pada Putraku..., Kau sengaja mengajari Dia untuk memberontak padaku...! Kau ingin menjauhkan Kami dari Putra Kami sendiri...!" Seru Kaisar Ang Suyan dengan marah dan kesal .


"Dasar Pria Tua tak punya perasaan, sombong dan angkuh... Aku yang perbuat, lalu kenapa Kau malah marah pada Yuyu... Bukankah Kau melihat kalau Yuyu memarahiku... Lalu kenaoa kau malah marah padanya...Tidak jelas...dasar Pria Tua..!" seru Heizi marah saat Kaisar Ang Suyan memarahi Yulia . Karena Sikap Heizi yang menolak mengakui Kaisar Ang Suyan sebagai Ayahnya


. Saat itulah tiba- tiba terdengar ketukam di daun pintu.


"Masuk..'' Ucap Kaisar dengan Nada kesal. Tak lama terdengar pintu terbuka. Dan ternyata Ratu An Chi yang datang.


"Suamuku.. Di mana Putra kita...?aku ingin segera bertemu dengan dia..." Serunya sambil berjalan masuk kedalam ruangan. Terlihat Sang Suami sedang berdebat dengan gadis yang membawa perasaan sedih dan hati bergetar pada Dia dan Suami nya.


Kaisar menunjuk pundak Yulia. Dan Ratu melihat burung kecil berwarna kuning keemasan dengan semburat merah dan biru terlihat dengan tenang diam di pundak gadis itu.


"Ang Jin Hu...dia Ang Ji Hu ku ..?" Ucapnya dengan gembira. Tetlihat anggukan kepala sang Suami. Seketika Dia berkata.


"Nak...apa kabar mu...?" Ucap Ratu dengan air mata jatuh berderai.


"Kau memanggilku Putramu, Lalu kenapa Kau membuangku...?" Ucap Long Ji Hu Datar.


"Kami tidak membuangmu nak...Kami lakukan itu Karena kami ingin menyelamatkan dirimu..." Ucap wanita itu.


"Lalu kenapa kalian tidak pernah menjemputku...Kau biarkan aku tinggal sendiri di Alam bawah...!" Teriak Heizi marah.


"Karena kekuatan Klan kami yang Ada di tubuhmu tertekan hingga membuat Kau akan terluka . Dan Kalau kau tetap di sini , Kami akan membahayakan keselamatan mu..." Ucap sang Ibu dengan. wajah sedih .


"Heizi... Mereka keluargamu, mereka kedua orang tuamu. Mau tidak mau Kau harus Menyapa mereka dan menghormati mereka.. Ayo Sapa mereka.." Ucap Yulia lembut.


"Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu... Lebih baik aku tidak memiliki Kedua orang Tua, jika aku harus berpisah dengan mu..." Ucap Heizi terlihat dia menangis Karena ketakutan .


"Mana bisa..Kau Putra kami...kalian harus mengakhiri hubungan kontrak kalian...!" Seru Kaisar Marah.


"Siapa Kau...saat aku lahir, darah kontrak Yulialah yang telah membangunkan aku. Apakah semua itu Kalian yang melakukan nya..!" teriakan Heizi marah .


"Tapi kau Putra kami nak...Kau Adalah Putra Mahkota Kerajaan Phoenix ini.." ucap Ratu dengan sedih.


"Ck..apakah kalian Fikir aku mau..? lebih naik jadi burung biasa Dari pada harus berpidah dengan Yulia. untuk apa aku menjadi Kaisar di Kerajaan ini jika aku harus berpidah dengan Yuyu. tidak, aku tidak mau . Silahkan kalian Cari calon yang lain..." ucap Heizi .


"Cukup...bagaimanapun juga, kalian harus mengakhiri hubungan kontrak kalian ...!" seru Kaisar marah.


"Tidak..Yuyu...jangan buang aku...tolong jangan tinggal kan aku...!" Seru Heizi sambil menangis .


"Tidak akan...Kau Saudaramu, adikku, dan sahabatku...tak akan Ku biarkan orang memisahkan kita " ucap Yulia


maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi .


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu...maaf jika masih Ada Typo.

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2