YULIA

YULIA
HUTAN HUANGYE 3


__ADS_3

Tak urung wajah gioknya memerah. Melihat itu, Yung Si Malah tertawa gembira . Melihat interaksi keduanya, Guli dan Wanglu hanya bisa tertawa . Semakin lama bergaul dengan Yulia. Semakin tahu Guli tentang Sifat Calon ibu bangsa mereka. Wanita baik , lembut, cantik, bukan cantik lagi malah teramat cantik, dan tegas. Dia bangga bisa di tugaskan mendampingi dan menjaga mereka .


Akhirnya Yulia dan kawan- kawan memilih berhenti di sana dan memutuskan bermalam di tempat itu sambil mengobati dua Pria yang terluka itu . Yulia dengan telaten merawat Li Cang yang masih belum sadar. namun kini wajah itu telah kembali berwarna, tidak depucat tadi. dam luka fi tubuhnya secara cepat terlihat mulai mengering. Sedangkan Benshao kini tekah pulih dan merasakan kekuatan kembali setelah menelan pil dan meminum air entah air apa yang fi berikan Yulia. Dia sangat bersyukur telah bertemu dengan Kelompok Yulia. Dan dia sadar kalau Yulia Wanita baik. Kini dia tahu kalau kelompok Putri Nanggo lah yang terbukti Wanita jahat dan licik . Yulia menyarankan Benshao untuk bermeditasi untuk memulihkan tenaganya. karena besok pagi mereka harus melanjutkan perjalanan mereka. dan di tengah malam Li Cang sadarkan diri. dia merasakan tubuhnya telah sehat kembali. dia merasakan luka dalamnya telah pulih kembali. walaupun masih lemah.


"Kalian...bukan kah kau Nona Yulia...?" ucapnya perlahan.


'Benar...ada apa...?" tanya Yulia dengan bibir tersenyum membuat Li Cang tertegun melihat senyum wanita cantik di depannya. tanpa terasa wajahnya memerah. Melihat itu tentu saja Yung Si yang berada di dekatnya bersama Yulia kaget.


"Ada apa...kau merasa sakit...di mana...?" tanya Yung Si cemas. sebab baru Saja pria itu sembuh, kenapa wajah yang sedikit Pucat tiba- tiba memerah.


"Tidak, tidak apa- apa...!" ucapnya dengan wajah semakin memerah. melihat itu Yung Si pun tahu . Seketika Dia tertawa , membuat semua temannya menatap dia dengan wajah bingung. sedangkan Yulia yang tahu apa sebabnya, hanya bisa memukul kepala Yung Si pelan.


"Yung...bisa diam..." ucap Yulia pelan.


Yung Si pun berusaha diam dengan susah payah.


"Kalian tidak mengalami masalah kan...?" ucap Li Cang dengan wajah cemas.


"Ternyata kau tahu itu...?tidak...untungnya kami tahu . kalau tidak mungkin kami dalam bahaya..." ucap Yulia lembut.


"Syukurlah....aku sedikit mencemaskan kalian, terutama dua pria kecil itu..." ucap Li Cang dengan wajah lega.


"Lalu kenapa kalian hanya berdua dan dalam keadaan terluka seperti ini...? Di mana teman -teman kalian..? tanya Yulia lagi.


"Mungkin karma bagi kami. Ternyata di tubuh maksudku di baju Nona Nanggo dan fua Putri dari keluarga Tang tercium bubuk racun Ranggi . hingga kami menjadi target hewan buas di hutan ini... sampai aku terluka seperti ini... akhirnya aku meminta keluar dari kelompok mereka karena aku tidak suka dengan sifat mereka yang licik..." ucap Li Cang.


"Tapi apakah kalian berdua tahu , kalau tindakan kalian. sangat berbahaya bagi keselamatan kalian..." ucap Yulia lagi.


"Aku tidak perduli lagi... aku muak melihat sifat mereka. sebenarnya Saudara Bangdan ingin mengeluarkan mereka dari kelompok kami, tapi Putri dari keluarga Tang dan Nona Nanggo mengancam dia..." ucap Li Cang lagi.


'"Ya sudah jangan di fikirkan dulu mereka. sekarang coba kau bermeditasi untuk mencerna pil yang masuk kedalam tubuhmu dan untuk memulihkan kekuatanmu.." ucap Yulia.


"Baik...sebelumnya aku ucapkan Terimakasih Nona Yulia...aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami jika saja kau tidak datang dan menolong kami .." ucap Li Cang dengan wajah bersyukur. .


"Ya sudah..sekarang bermeditasi lah..." ucap Yulia. Li Cang segera di bantu Yung Si untuk Duduk. walaupun Dia masih merasa lemah, namun Dia berusaha untuk duduk lotus . Sedangkan Yulia melihat keadaan Benshao .


Keesokan harinya, mereka segera berangkat bersama- sama. Dan Mereka juga harus membawa Li Cang dan Benshao . Keadaan Benshao sudah terlihat sehat, Namun untuk Li Cang, dia masih harus di bantu berjalan. Dan Yulia tadi pagi harus melihat Denyut nadinya dan memberikan kembali pil ramuan untuknya. Dan perjalanan mereka pun harus tertunda sebentar , karena mereka harus menunggu Li Cang bermeditasi sebentar untuk memulihkan kekuatannya. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Yulia tidak berani mengambil resiko meninggalkan mereka. Lebih baik mereka membawa Li Cang Dan Benshao di dalam kelompok mereka. Karena dengan mereka berdua mengikuti kelompoknya, Yulia masih bisa membantu memulihkan kondisi tubuh Li Cang.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan perasaan senang walaupun masih dalam keadaan waspada. Dan Kali ini mereka tidak mengikuti Lagi jalur perjalanan Putri Nanggo dan kelompoknya. Mereka mencari jalan yang langsung menuju tengah hutan. Dari sana mereka akan menuju arah jalan yang memang sudah di tentukan oleh perguruan. Dan perjalanan mereka pun beberapa kali harus berhadapan dengan warcraf yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Dan dalam kesempatan itu, mereka menemukan banyak inti Roh binatang kuat yang ada di level empat atau lima yang mampu mereka hadapi. Tak jarang mereka harus terluka , tapi kekuatan mereka memang harus di asa. Terutama si kecil. Melihat kekuatan mereka berdua, baik kedua pengawal dari Kaisar Kim maupun dua murid perguruan yang ikut bersama mereka , sangat kaget dan takjub melihat kekuatan Si kembar. Apalagi mereka mampu mengeluarkan kekuatan api biru kemerahan seperti milik Yulia di tangan mereka. Dan jika keduanya kewalahan melawan binatang buas yang ada di level lima, maka sang bunda akan membantu dengan bijak. Melihat itu semua ke empat orang yang belum pernah melihat kekuatan kedua bocil dan sang Bunda hanya bisa menatap tak percaya. Hingga akhirnya pada hari ke tuju mereka sampai di sebuah tanah lapang, dan di tengah tanah lapang. terlihat sebuah pohon yang sangat besar dan rindang. Hingga apa yang ada di dalam atau di bawah pohon tidak terlihat oleh mata telanjang.


"Bun...ada apa di sana. Kenapa banyak orang yang ada di pinggiran pohon itu... Kenapa mereka tidak mendekati pohon. Apa ada masalah...?" ucap Wang Hai sambil menunjuk ketengah tanah lapang .


"Kita dekati mereka, kita akan tahu apa masalahnya..." ucap Yulia.


Dan tiba- tiba Yulia merasakan gejolak di dalam dentiannya. Yulia diam dan melihat kedalam tubuhnya. Dan benar saja, kekuatan Qi di dalam dentiannya bergelombang. Dan api kecil merah keemasan terlibat mulai bergoyang seperti terkena angin.


"Lia'er...Lia'er...!" serius Yao Han menyadarkan Yulia.


"Ada apa kak..?" tanya Yulia.


"Ada apa denganmu ... ?" ucap Yao Han keheranan dan sedikit Cemas.


"Tidak - Tidak ada apa- apa... Aku hanya merasakan kalau tempat ini sangat aneh..." ucap Yulia.


" Benarkah...kalau begitu kita pergi dari sini...!" ucapnya serius.


"Tidak, tidak masalah Kak....ayo kita mendekati pohon itu.."ucap Yulia.


Merekapun segera mendekati tempat itu. Dan saat mereka mendekat, ternyata banyak Praktisi dari perguruan dan kerajaan lain juga ada di sana


Tak terkencuali teman seperguruan mereka.


"Yah...kita tidak bisa masuk, sebenarnya ada apa di sana..mengapa kita tidak bisa Masuk kesana...sepertinya ada penghalang di sini . bukannya kita datang kemari untuk bisa mendapatkan sesuatu selain inti Roh binatang Buat..." ucap salah satu dari Praktisi Perguruan lain.


"Benar lalu kenapa Kita tidak bisa masuk kesana..benar katamu , di sini sepertinya ada pesona yang menghalangi kita untuk masuk..." ucap yang Lain .


Dan banyak lagi ucapan Dari mereka yang di dengar kelompok Yulia. Dan benar saja, saat kelompok Yulia semakin Mendekati tempat pohon itu berdiri, semuanya merasakan kekuatan yang sangat besar menghalangi langkah mereka. Jarak mereka dari pohon itu ada Kira- kira sepuluh langkah . Dan Yulia semakin mendekati Pohon itu, Dia semakin merasakan gejolak dalam Dentiannya. Dia merasakan akan datang bahaya. Dengan cepat tanpa di ketahui para Praktisi yang lain, Yulia memasukkan kedua putranya kedalam ruang Dimensi nya.


"Kak bantu jaga kedua putraku..." ucap Yulia pada Ryu dalam hati.

__ADS_1


"Jangan khawatir Lia'er...ucap Ryu. Yulia semakin merasakan gejolak di dalam Dentiannya. Dan tiba- tiba seberkas cahaya keluar dari pohon itu dan langsung menyelimuti seluruh anggota kelompok Yulia. Dan semua itu terjadi di depan semua praktisi yang ada di sana, semua anggota kelompok Yulia termasuk dua orang dari Kelompok Putri Nanggo hilang dari tempat itu. Membuat semua orang kaget dan ketakutan.


"Hey... Kemana mereka..!" seru salah seorang wanita yang tadi berada di dekat kelompok Yulia.


" Dan aku melihat mereka kelompok dari wanita yang bersama dua anak kecil tadi kan...?" ucap yang lain.


"Apakah mereka hilang karena membawa kedua anak kecil itu.." kata salah satu pria kekar yang melihat kejadian tadi.


"Dan aku yakin Mereka adalah murid dari perguruan Dongyan..." seru salah satu dari mereka.


Dan banyak lagi ucapan serta pembicaraan dari mereka yang membahas hilangnya anggota kelompok Yulia. Kebetulan Saat itu anggota kelompok Bangdan baru saja datang dan mendengar percakapan mereka. Tapi mereka tidak tahu kelompok Siapa yang menjadi topik pembicaraan mereka. Mereka hanya mendengar kalau kelompok yang hilang tadi adalah kelompok dari salah satu Murid perguruan Dong Yan.


Saat ini mereka semua dalam keadaan memprihatinkan, sepertinya Putri Nanggo dan dua Putri dari keluarga Tang masih berada di dalam kelompok yang kini berjumlah tuju orang itu . dan Salah satu Putri Keluarga Tang yaitu Tang Kinwa mengalami luka yang cukup parah.


"Kelompok siapa yang hilang itu..." ucap Mayli .


" Jangan memikirkan orang lain, pikirkan urusan kita sendiri. Lihat dirimu dan saudaramu . jadi tidak usah mengurusi atau memperhatikan masalah orang lain..." ucap Bangdan dengan nada sinis. kalau bukan karena ketiga orang ini, Dia tidak akan meninggalkan sang adik yang kini dia pun tidak tahu keadaannya sekarang.


Sedangkan Yulia sendiri dan kawan - kawan kini berada di dalam ruang sempit entah di mana itu. Namun Tempat itu terlihat agak terang entah cahaya dari mana . Yulia terlihat sedang duduk di tanah . Namun dia bingung kenapa Para anggitanya tidak ada sama sekali di sampingnya.


"Kemana mereka..dan kenapa mereka tidak ada di sini...?apakah mereka masih tertinggal di dekat pohon itu..." ucapnya pekan.


"Tidak ...mereka tidak ada di sana. Mereka juga pergi bersamamu..." sebuah suara membuat Yulia kaget. Tak lama terlihat di depannya seorang anak kecil yang terlihat imut berdiri dengan lucunya.


"Anak kecil..Siapa kau...?" ucap Yulia lembut.


"Hey jangan mengatakan aku anak kecil... Aku sudah berumur ratusan tahun... Dan jangan sok akrap, kalau bukan karena pohon buah naga di dalam tububmu , mana mungkin aku mau bertemu denganmu...!" ucapnya marah.


"Lo..kenapa kau marah padaku, pohon itu sudah ada di sana sejak dulu, lalu kenapa kau malah marah padaku...?" ucap Yulia sambil menahan senyumannya.


"Jangan tersenyum, aku tahu kau ingin menertawakan diriku...!" serunya Semakin marah.


"Maaf...bukannya aku ingin menertawakan dirimu, tapi kau itu imut dan lucu..." ucap Yulia.


"Sudah cukup percakapan kita. Sekarang keluarkan kedua putramu, aku ingin bermain dengannya. Dan kau harus mulai mempelajari ini..aku heran, kenapa kak Naga mau bersama denganmu.." ucap nya sambil melemparkan sebuah buku pada Yulia. Mendengar ucapan pria kecil itu yang meminta kedua putranya di keluarkan, Yulia menjadi cemas, Kenapa pria ini tahu kalau ada si kembar. dan pasti dia juga tahu kalau ada ruang Dimensi .


"Jangan berprasangka buruk, cepat keluarkan Dia...Kau fikir aku tidak tahu ruang Dimensi milikmu ...jangan karena di dalam ada mahluk Kontrakmu, membuat aku tidak bisa memaksa mereka keluar, ..." ucapnya kesal.


"Jangan kau sakiti mereka. Atau kau akan tahu akibatnya. Walaupun aku tahu kau sangat kuat, tapi demi mereka aku berani mempertaruhkan nyawaku ..." ucap Yulia dingin .


Terlihat mata hitam itu menatap Yulia dengan tatapan aneh.


"Baca dan pelajari buku itu. Jika kau tidak bisa mempelajarinya, jangan harap kau bisa keluar Dari tempat ini ..." ucapnya dengan nada dingin. Dan dia segera menghilang bersama si Kembar dari tempat itu .


Yuliapun hanya bisa menghela nafasnya dan segera mengambil buku yang ada depannya. Namun baru saja dia ingin membuka buku itu, Dia baru ingat lagi dengan kelompoknya .


"'Ya dewa...kenapa aku lupa menanyakan mereka semua di mana ...!" sarunya perlahan.


"Jangan khawatir, saat kau sudah selesai mempelajari buku itu, mereka akan bersama denganmu kembali..." sebuah suara terdengar kembali membuat Yulia kaget .


Akhirnya Yulia mulai membuka buku Itu. Dan ternyata di dalam buku itu berisi tentang Formasi yang mendalam. Semua itu membuat Yulia kaget bukan main.


"Bukankah ini ilmu yang ingin aku pelajari..." ucap Yulia dalam hati. Dia ingin menayakan pada Dolly atau Ryu ,namun ternyata dia tidak bisa menghubungi mereka yang ada di dalam Ruang Dimensi. Sepertinya hubungan dengan ruang Dimensi terputus.


"Ada apa ini.. Kenapa aku tidak bisa memanggil Dolly ataupun Ryu..." seru Yulia dalam hati. Dia mengulangi lagi ,Namun tetap saja tidak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk mempelajari isi buku itu. Yulia terlihat mulai fokus membaca semua pelajaran dari buku itu. Selama dua hari dua malam Yulia hanya membaca buku itu tanpa bergerak dari tempatnya. Pada hari ketiga, Yulia mulai duduk lotus memusatkan filirannya. Namun tiba- tiba terdengar bunyi


Klik..


Yulia membuka matanya. Dan tiba- tiba di depannya terlihat cahaya dan bintang berkedip serta berpuluh benang cahaya perak membentuk sebuah Formasi. Dan Yulia sadar, mungkin ini Formasi dasar yang harus Dia selesaikan. Untungnya Dia pernah mempelajari Formasi Itu. dengan cepat dia bisa menyelesaikan tugas itu. Dengan cepat cahaya perak dari telunjuk Yulia menggambar di depan gambar Formasi di depannya. Saat cahaya perak menembus penghalang di depannya. Terdengar kembali suara Klik dan cahaya itu segera buyar menjadi serpihan cahaya dan kerlip bintang. Namun baru saja kebahagiaan Yulia mengalir didadanya. Kembali terdengar suara Klik. Dan berpuluh pita cahaya kembali hadir dan membentuk formasi baru. Melihat Formasi di depannya, Yulia merasa Formasi itu pasti lebih sulit lagi . Yulia berusaha menyelesaikan tugas itu . Dan benar saja...tugas itu lebih Sulit . Hingga membuat kekuatan mental Yulia hampir habis. Yulia segera mengambil pil yang ada di cincin ruangnya. Untuk saja cincin ruangnya masih bisa dia buka. Dia mengambil pil Yudan untuk menambah kekuatan Mentalnya. Setelah itu Yulia kembali memusatkan pikirannya. Namun formasi yang baru ini tidak bisa Yulia buka dengan mudah. Dua minggu sudah Yulia berusaha membuka formasi itu, tapi Formasi itu masih belum bisa dia selesaikan . Pada hari ke dua puluh lima, mata Yulia berbinar . cahaya putih perak dari tangannya menyalah dan


Klik .


Cahaya itu menembus bidang formasi di tengah. retakan terjadi lalu membentuk seperti benang laba- laba . Dan semakin lama semakin melebar. Sekali lagi cahaya Di tangan Yulia melayang di bidang formasi. Akhirnya Formasi pecah dan kembali menjadi patahan benang dan bintang cahaya . dan akhirnya hilang lagi. Yulia tersenyum, Tapi dia merasakan gejolak di dalam Dentiannya. Yulia degera melihat ,ternyata kekuatan energi Qi di dalam tubuhnya melonjak dan kekuatan Qi di dalam Dentiannya melimpah . Cahaya merah keemasan di atas Dentiannya terlihat agak membesar sedikit dalam cahaya merah keemas sangat terang. Melihat itu Yulia merasa dia akan mengalami terobosan. Dia segera memusatkan pikirannya untuk menyerap kekuatan Qi yang ada di sekitarnya. Benar saja. Dia mengalami terobosan. Dan saat Dia melihat api di atas Dentiannya. Terlihat ada tanda satu bintang menyala terang.


"Oo..ini berarti aku sudah ada Di level Bumi Awal...tunggu.. tapi kenapa bintang itu terang sekali..Yang aku dengar jika Bumi Awal , biasanya hanya ada tanda bintang samar... atau aku langsung pada level Bumi tengah... Gila...jika ini berlanjut, satahun di sini aku bisa naik kelevel Bumi lebih atas lagi..." seru Yulia dengan gembira. Namun kebahagiaannya terganggu . terdengar kembali suara


Klik.


Dan saat Yulia membuka mata. terlihat formasi selanjutnya telah menunggu. Bukankah ini Formasi tahap ke tiga.. gila ..apakah aku harus menyelesaikan semua Formasi yang ada di dalam buku...

__ADS_1


Bukanya di dalam buku sampai pada Formasi tahap ke enam .. Lalu berapa bulan aku harus Di dalam ruangan ini... Bukanya perguruan hanya memberi waktu dua minggu. Dan saat kami sampai di tanah lapang itu , Kami sudah menghabiskan waktu enam hari , dan di sini sudah menghabiskan beberapa hari.. .kalau begitu aku harus bisa menyelesaikan Semua tahapan ini secepatnya ..." seru Yulia. Dan akhirnya Yulia mulai mempelajari semua itu dengan cepat tampa mengenal putus asa. Hari- hari di lalui dengan cepat. Tanpa terasa Yulia berada di sana hampir enam bulan. Dan Dia sudah menyelesaikan tahap terakhir Formasi yang ada di buku. Formasi tahap ke enam. Dan kekuatan kultivasinya sudah berada di rana Bumi level dua tengah. Dalam setiap satu bulan pelatihannya dia naik satu level. Dan saat ini terlihat ketekunan di wajah cantiknya. Dan tiba- tiba terlihat senyum menawannya terukir di bibir merahnya. Dan tak lama terlibat berpuluh cahaya perak dia gambarkan di atas bidang yang berdampingan dengan formasi di depannya. Gambar yang sama. Dan dia mulai menggambar lagi pola kecil . lalu keduanya dia masukkan kedalam Formasi di depannya. Ledakan...


Terdengar ledakan dari Formasi yang hancur. Terlihat pita benang cahaya berpencar dan menjadi bintang terang.. Bertepatan dengan cahaya hilang terdengar suara kecil di ruangan itu.


"Bagus, ...Kau memang layak membuat Kak Naga ikut denganmu. Dan akupun akan bersama denga dirimu mulai sekarang..." ucap Suara kecil . dan tiba- tiba si kecil bersama Si Kembar sudah berada di ruangannya kembali.


"Bunda...!" seru mereka bersamaan.


Mereka segera memeluk sang Ibu.


"Apa kabar sayang..." ucap Yulia sambil memeluk kedua Putranya . tak terasa air mata mengalir Di pipinya. Setelah puas memeluk keduanya untuk melepas kerinduan mereka , Yulia pun melepaskan pelukannya dan menatap bocah kecil yang berdiri tak jauh dari dirinya.


"Aku merasa semakin kuat...!kalian mengalami terobosan juga....?" seru Yulia tak percaya .


" Tentu Bunda ...Karena kami dapat pelajaran dari paman Kecil ,Bunda.." ucap Wang Hai dengan wajah gembira .


Yulia tertawa bahagia, lalu dia menatap pada Pria kecil yang berdiri tak jauh dari mereka.


'"Trimakasih atas semua yang kau lakukan pada kami ..tapi tunggu dulu..Apa maksud dengan ucapanmu tadi..?" ucap Yulia tak mengerti.


" Aku akan bersamamu selamanya. Aku akan berada di ruang Dimensi milikmu . Aku akan bersama Kakakku..." ucapnya bangga.


"Yang kau maksud Kakak pasti pohon buah Naga ..? Bukan Naga sisik emas..." ucap Yulia.


"Ck...tentu saja bukan...Kakak yang aku maksud pohon buah Naga..." ucapnya bangga.


"Oo..pohon buah Naga..lalu kau itu siapa...?" tanya Yulia heran.


"Aku Gingseng berumur ratusan ribu tahun .." ucapnya lagi.


" Gingseng ratusan ribu tahun.. Kau tidak berbohong kan...?" ucap Yulia tak percaya.


"Ck kau ini...untuk apa aku berbohong.. " ucapnya kesal namun wajah itu tidak segalak dulu lagi. Malah terlihat kesabaran di wajahnya.


"He he he...Kau ternyata muda kesal. Tapi wajahmu semakin imut kalau tidak kejam seperti pertama kali kita bertemu... ya sudah kalau begitu apa aku boleh kembali ke hutan lagi... ?" ucap Yulia.


"Tentu saja... Karena kecerdasanmu, kau mampu melakukan tugasmu dalam enam bulan saja..." ucapnya tenang.


"A..apaa.. enam bulan..lalu bagaimana aku kembali.. Bukankah mereka hanya memberi waktu dua minggu atau lima bekas hari. Kalau Sampai kami di sini selama enam bulan, Lalu bagaiaman kami bisa kembali...!" seru Yulia dengan wajah cemas.


"Jangan cemas... Waktu di sini tidak sama dengan waktu di alam nyata. Dua bulan di sini, di alam Nyata hanya satu hari..." ucapnya dengan riang.


" Maksudmu aku tinggal di dini enam Bulan, di alam nyata hanya tiga hari...!" seru Yulia kaget.


"Tentu saja..." ucap anak kecil itu cuek .


'Aaa...Syukurlah...lalu siapa namamu...?" ucap Yulia lagi.


"Aku tidak punya nama..." ucapnya datar.


" Mau aku memberimu nama..?" tanya Yulia lembut.


"Tentu saja..." ucapnya bahagia.


"Bagaimana kalau Tauzi.." ucap Yulia.


"Boleh...boleh..." ucapnya gembira.


"Bagus..kalau begitu mulai sekarang namamu Tauzi ...oh ya Tauzi ..Di mana teman - temanku...?" tanya Yulia.


"Mereka juga berlatih di tempat lain, nanti kalau kau kembali ke tempat tanah lapang, kau bisa bertemu dengan mereka..." ucap Tauzi dengan riang.


"Ya sudah ayo kita pergi...kau juga ikut kan...?" tanya Yulia.


" Tentu saja...aku akan langsung tinggal bersama kak Naga..." ucap Tauzi dengan gembira.


Yulia pun merasa gembira. Tak lama Yulia melihat Sinar cahaya perak menyelubungi mereka bertiga. Sesaat kemudian Yulia dan si Kembar hilang dari tempat itu.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu. Maaf jika masih ada banyak typo nya...🙏🙏


Bersambung .


__ADS_2