
Ketika sampai di rumah tinggal guru Yang Hu, mereka segera di persilahkan masuk. Dan tanpa basa basi lagi, Yulia segera memeriksa keadaan Tuan Muda Yang Zi. Dan kembali melakukan pengobatan akupuntur . tabib Nan Bo Tan kembali menemani Yulia dalam pengobatan itu. Setelah darah bercampur racun keluar semua, Yulia memberi kembali satu botol air jiwa. Setelah minum obat dan air jiwa. Seperti biasa tanpa di suruh tuan Muda Yang Zi segera bermeditasi. Sedangkan Yulia Sendiri keluar dari ruangan itu . Seperti biasa tuan Yang Hu dan guru Yun berada di depan ruang kamar tuan Muda Yang Zi. melihat Yulia keluar dari kamar sang Putra, tuan Yang Hu segera menyambut Yulia .
",Nona Yulia...bagaimana keadaan putraku sekarang...?" ucap tuan Yang Hu dengan wajah khawatir.
"Sudah berakhir penyakitnya tuan..tuan muda sekarang sudah terbebas dari penyakit yang mematikan itu. hanya saran saya, tuan Muda harus berhati- hati. mungkin musuh masih menginginkan nyawa tuan Muda..." ucap Yulia dengan wajah tenang.
"Inilah yang kami sesali. terlalu banyak musuh untuk putraku. jadi kami tidak tahu musuh yang mana yang mampu memasukkan racun itu pada tubuh Putraku..." ucap tuan Yang Hu dengan wajah sedih.
mereka berbincang sebentar sambil menunggu Tuan Muda Yang Zi selesai bermeditasi. tak lama pria tampan itu sudah keluar dari dalam kamarnya.
"Kau sudah terlihat sangat sehat nak...." ucap tuan Yang Hu sambil menatap sang Putra yang keluar dati kamar bersama tuan Nan Bo Tan dengan tatapan bahagia .
"Kesehatanku sudah pulih dengan baik Ayah... aku harus beterimakasih pada Nona Yulia.. apakah Nona Yulia masih mau dengan hadiah dari kami ...?" ucap Tuan Muda Yang Zi dengan senyum di bibirnya.
'Itu tidak perlu tuan Muda... dengan hadiah yang anda berikan padaku, itu sudah lebih dari cukup untukku .. aah..ada sesuatu yang harus aku katakan pada anda tentang penyakit yang anda derita. pencegahan sedini mungkin saat penyakit ini kambuh itu lebih baik . boleh kita berbicara sebentar tuan muda...?" tanya Yulia sambil menatap pada tuan muda Yang Zi.
'Tentu saja Nona...mari ikut saya keruang belajar saya..." ucap tuan Muda Yang Zi .
"Guru , Tuan Yang Hu, Tabib Nan...saya tinggal dulu..." ucap Yulia. lalu dia pergi bersama tuan Yang Zi.
Setelah sampai di dalam ruangan, Yulia menutup pintu kamar.
"Silahkan duduk Nona...." ucap tuan Yang Zi pada Yulia. Yulia segera duduk di kursi yang ada di seberang Tempat duduk Tuan Muda Yang Zi .
"Katakan saja, apa yang ingin kau katakan..." ucap Tuan Yang Zi lembut.
"Baik saya akan langsung saja tuan...maaf tuan...apakah anda mendapatkan Racun ini dalam Pertempuran...?" tanya Yulia.
"Tidak....tapi entah kenapa tiba- tiba saat aku beumur empat belas tahun, tiba - tiba racun ini mulai bekerja di tubuhku ..." kata tuan Muda Yang Zi.
"Kalau begitu benar dugaan saya... Seseorang dengan sengaja meracuni anda sejak dulu. Dan sepertinya sampai sekarangpun orang itu masih meracumi anda...karena saya melihat ada racun baru di tubuh anda..." ucap Yulia .
Tentu saja ucapan Yulia membuat tuan Yang Zi kaget bukan main.
"Benarkah...?keterlaluan...kenapa aku bisa tidak tahu..." ucapnya marah .
"Kalau begitu mulai saat ini saya harap tuan Muda berhati- hati di dalam setiap gerakan atau makan sesuatu . agar racun itu tidak kembali dalam tubuh anda. dan ini ada sedikit pil ramuan yang akan mencegah anda kembali koma. simpan dan minumlah saat anda merasakan gejala itu datang ... Dan benda ini jangan sampai ada orang yang tahu..."ucap Yulia sambil memberikan botol giok yang berisi beberapa pil penetral racun . dan dua botol agak besar air jiwa .
"Apa ini....?" tanya Tuan Muda Yang Zi. sambil menunjukkan dua botol agak besat yang ada di depannya .
"Air jiwa..." ucap Yulia .
Terlihat keterkejutam di mata tuan Muda Yang Zi.
'Jangan kaget ...saya juga mendapatkan dari seseorang...ya sudah saya pergi dulu..." ucap Yulia. Melihat Yulia berdiri tuan Muda Yang Zi berseru.
"Nona...apakah kita tidak bisa menjalin hubungan lebih dekat lagi...?" ucapnya lembut. Mendengar ucapan itu , terlihat Yulia tersenyum lembut.
"Itu tidak mungkin Tuan...saya sudah memiliki Suami dan Putra ...maaf..." ucap Yulia dan segera pergi setelah memberi salam . Tuan Muda yang Zi bagai di sambar Halilintar. Dia tak menyangka gadis yang dia cintai telah bersuami .
Setelah keluar dari kamar baca Tuan muda Yan Zi , Yulia dan Guru Yun segera berpamitan pulang. mereka di antar sampai di gerbang perguruan . Dengan menggunakan kekuatan meringankan tubuh mereka, Yulia dam Guru Yun kembali ke Penginapan tempat murid dan Guru Perguruan Guang Dan menginap .
Saat Yulia dan guru Yun kembali ke penginapan, ternyata para siswa sedang berjalan- jalan di kota Yaman. Mereka di beri kesempatan untuk berbelanja atau sekedar berjalan- jalan.
"Kau akan keluar nak...?" tanya Guru Yun sambil menatap wanita yang terlihat sedikit kelelahan.
"Tidak guru...Yulia memilih istirahat saja..." ucap Yulia.
"Benar.. Kau terlihat kelelahan...pergilah beristirahat.." ucap guru Yun.
"Trimakasih guru...kalau begitu murid undur diri Guru..." ucap Yulia.
"Pergilah nak..." Yulia segera pergi dari hadapan sang guru. Sesampainya di dalam kamarnya, Yulia masuk kedalam ruang Dimensi . Dan dia segera bermeditasi mengumpulkan kekuatannya kembali.
Sedangkan di tempat lain, Yu Mai mencari pria tua yang ada di bayangannya. Pria yang telah tidur dengannya. Namun sampai malam hari, dia belum menemukan Pria itu. Dan sekarang keinginan itu sudah mulai kembali ada di dalam dirinya . Dia berusaha menahan keinginannya. Namun sakit di sekujur tubuhnya membuat dia tidak tahan. Dengan wajah merah menahan keinginan itu, Dia keluar mencari orang yang bisa dia gunakan untuk melampiaskan nafsunya . Akhirnya dia mencari orang yang bisa membuat dia terlepas Dari rasa sakit. Dan akhirnya dia bertemu pria yang bisa memuaskan dirinya . Yu Mai membawa pria itu Masuk kedalam kamarnya . ternyata pria itu juga tahu kalau wanita yang tidur dengannya hanyalah memanfaatkan dirinya. Dan saat Yu Mai tertidur karena kelelahan, Dia keluar dari kamar itu melalui jendela kamar. Dia takut jika wanita itu bangun, dia akan di bunuh .
"Kau beri apa wanita itu...?" sebuah suara membuat pria di sebuah cabang pohon yang tidak terlalu jauh dari tempat itu terkejut. Dengan cepat Pria yang ternyata Zhang Xio menoleh kearah datangnya suara . Terlihat wanita cantik dengan pakaian hitam duduk dengan tenang di cabang yang lain.
"Kau juga di sini...!" serunya dengan wajah kaget .
"Terlalu fokus pada sesuatu, sangatlah membahayakan nyawamu. Andai bukan aku yang datang. Apa yang akan terjadi padamu..." ucap Yulia datar.
"He he he maaf..." ucap Zhang Xio.
"Apa yang kau lakukan pada wanita itu... Kenapa dia bisa sampai seperti itu..?" tanya Yulia yang memang berada di situ sejak tadi .
"Memberinya racun nafsu...?" ucapnya dingin.
"Bukanya racun nafsu hanya sesaat.. Kenapa ini berlanjut sampai saat ini..?" tanya Yulia heran.
"Ada bubuk merah di dalam racun itu...kau tahu kan bubuk merah membuat apapun akan semakin kuat. Dan siapapun terkena bubuk itu dalam racun apapun .Racun itu akan ada di tubuh itu sampai orang itu mati..." ucap Zhang Xio dingin. Mendengar ucapan Zhang Xiomi, Yulia terdiam dan bergidik dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa pria ini begitu kejam..." ucap hati Yulia. Zhang Xio seperti tahu apa yang ada di dalam hati Yulia.
" Aku tidak akan memberikan dia racun itu jika dia tidak membuat masalah yang membuatku marah dan terhina . Doa berani membohongi diriku, dia berani menjadikan aku pelayannya dan semua itu dia lakukan dengan Alasan pembalaskan kebaikannya yang telah menyelamatkan kehipan diriku..." ucapnya dingin.
"Maksudmu...?" tanya Yulia tak mengerti.
"Saat aku sadar dari pingsanku, atau masa komaku , dia ada di depanku. Dan dia berkata kalau dialah yang telah menyembuhkan diriku. Tentu saja aku percaya. Dan dia memintaku menjadi kekasihnya, tapi aku tidak mau. Aku tahu gadis seperti apa dia.. karena aku menolak , dia memintaku menjadi pelayannya. " Dia terdiam sejenak.
"Dan kau mau....?" tanya Yulia.
"Karena hutang nyawa aku menuruti keinginannya , asal tidak membayar dengan tubuhku..dan mulai saat itu aku menjadi pelayannya. Setelah menjadi pelayannya, banyak perbuatan jahat yang dia minta aku lakukan, terutama membunuh orang yang tidak dia sukai .." .
"Dan kau melakukannya...?" suaranya terhenti saat Yulia memotong ucapannya
"Itulah yang membuat aku marah saat ini... Dia sadar kalau dia bukan orang yang melakukan penyembuhan itu dan menolongku dari kematian . Tapi dia berani menginjak harga diriku, menyuruhku melakukan perbuatan tercela , menipuku..." ucapnya dengan nada marah .
"Dan salah satunya membunuhku...?" ucap Yulia.
"Itulah yang memicuku menyiksa dia... berani sekali dia berfikiran ingin membunuhmu.." jawabnya dingin.
"Bukankah dengan cara itu kau menemukan diriku...?" kata Yulia.
"Karena itu aku belum membunuhnya... Menyiksa dia itu kebih baik..." ucapnya acuh.
"Lalu darimana kau tahu kalau si penolong itu aku...?" ucap Yulia.
"Dari tanda lahir di pergelangan kirimu. Dan keindahan matamu.. Saat aku sebelum jatuh koma, aku melihat tanganmu yang membalikkan tubuhku..dan matamu yang indah yang tak pernah aku temukan di manapun...." ucap Zhang Xio. Mendengar ucapan Zhang Xio, membuat Yulia sadar dengan wajah Zhang Xio yang terkejut menatap lengan kirinya yang tanpa sadar terbuka karena luka. . Saat itu dia hanya heran melihat pria ini menatap lengannya dengan wajah pucat. Lalu menatap padanya. Yulia fikir dia kesal karena tidak bisa memotong tangannya. Ternyata karena tanda bintang di pegelangan tangannya. Lalu dia menatap Zhang Xio. Mendengar semua yang di ucapkan Zhang Xio , membuat Yulia sadar apa yang di lakukan pria itu .
"Aku besok kembali ke Kerajaanku, Aku sudah punya suami dan Anak. Apakah kau masih menginginkan menjadi pengawalku atau tidak terserah padamu. Aku tidak akan menekanmu, kau bebas memilih...tinggal atau ikut . Jika ikut bersiaplah di depan penginapan . aku tidak akan menunggu kedatanganmu . Kalau kau tidak ada, berarti kau menolak...."ucap Yulia sambil berdiri dan melesat pergi. Melihat kepergian Yulia , pria itu terlihat tersenyum bahagia.
" Walaupun kau sudah memiliki Suami , aku akan tetap berada di sebelahmu. Aku akan menjagamu . Walaupun aku harus menjadi pengawal ataupun pelayanmu... Itu sudah menjadi tekadku..." ucapnya lembut. Diapun segera menghilang dari tempat itu .
Sedangkan Yulia sendiri segera kembali ke penginapan. Dia tadi sebenarnya hanya ingin melihat keadaan kota Yaman. Namun tak sengaja Yulia melihat Yu Mai yang merayu seorang pria muda. Dan Yulia melihat kalau pria itu bukan orang baik- baik. Namun setelah melihat apa yang di lakukan Yu Mai, Yulia menyadari kalau perbuatan gadis itu tidak wajar. Dan dia semakin yakin kalau Yu Mai melakukan tindakan kurang wajar setelah dia melihat gadis itu membawa masuk pria itu. Dan melakukannya hingga larur malam . Dan dia semakin yakin saat dia melihat kedatangan Zhang Xio. Zhang Xio tidak melihat kalau di cabang lain ada Yulia.
Setelah sampai di Penginapan, Yulia segera masuk kedalam Ruang Dimensi . Dan Dia berada di sana sampai hari menjelang pagi.
Ke esokan harinya, setelah mandi dan ganti baju . Yulia segera keluar dari ruang Dimensi . Kini dia memakai baju warnah merah. Dan ikat kepala Merah . Saat dia keluar dari kamarnya. ternyata para sahabat dan gurunya telah berada di luar kamar. Ketika melihat Yulia keluar dari kamarnya, mereka segera berangkat meninggalkan Penginapan untuk langsung kebali ke Kerajaan Dongyan . Namun saat rombongan Yulia baru keluar dari penginapan, seorang Pria tampan dengan pakaian hitam datang menghampirinya.
"Tuan...Zhang Xio siap mengikuti tuan..." ucapnya sambil mengepalkan tangannya di depan dada. Mendengar ucapan Zhang Xio. semua temannya terlihat saling pandang.
"Kau punya kuda...?' tanya Yulia.
"Bagus...kalau begitu Ikut kami.,." ucap Yulia.
Pria itupun segera mengikuti mereka. Dan tak lama pelayan penginapan membawakan kuda- kuda mereka. Yulia segera naik keatas kudanya. Saat itulah teman- teman Yulia baru menyadari kalau di pundak Yulia ada seekor kucing putih yang duduk dengan tenang di pundak Yulia.
"Maaf Yulia... Itu...di pundakmu...?" tanya Ranggu dengan wajah penasaran .
"Oo..ini si Bai Fan..." ucap Yulia .
"Mahluk kontrakmu..?' tanya Salah satu temannya .
"Benar..." jawab Yulia.
"Hey tunggu...apakah itu Singa putih milikmu...?" seru Sidan .
"Hmm..."angguk Yulia sambil mulai mengendarai kudanya keluar dari penginapan. Dan di ikuti oleh Ketiga guru dan teman- temannya . Sedangkan Zhang Xio kini sudah berada di sebelah Yulia dengan mengendarai kuda putih yang tak kalah gagahnya. Mereka pun segera pergi kembali ke Kerajaan Dongyan. Dan kali ini Guru Yun ikut pulang bersama mereka.
Matahari belum terlihat, saat mereka semua telah memacu kuda mereka menuju luar kota Yaman. Dan tanpa setahu Yulia. Seseorang melihat keberangkatannya di sebuah rumah . Setelah mengetahui kalau Yulia sudah memiliki seorang Suami, tuan Muda Yang Zi berusaha merelakan gadis yang telah merebut hatinya pergi kembali ke keluarganya .
"Kau memang wanita terbaik yang pernah aku temui.... Kau yang telah membuatku bisa hifup kembali . Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai dirimu Yulia.. walaupun aku tak harus memilikimu..." ucapnya senduh.
Dia sadar gadis itu bukan untuknya, tapi dia akan tetap menjaga perasaan ini untuk gadis baik hati itu . Setelah rombongan kelompok Yulia tak terlihat lagi, Tuan Muda Yang Zi segera membalikkan badannya dan kembali ke Perguruan Cakram Emas.
Sedangkan Yulia sendiri dan rombongannya kini sedang memacu kuda mereka menuju Kerajaan Dongyan . Karena mereka akan kembali pulang dan tidak mengejar waktu. Jadi perjalanan mereka sedikit santai. tidak memburu waktu . Jika malam tiba, mereka akan mencari penginapan dan jika malam hari mereka berada akan memasuki hutan mereka akan mendirikan tenda di pinggir hutan . Perjalanan mereka terlihat aman- aman saja. Namun pada hari kesepuluh, saat mereka melewati perbukitan di sebuah wilaya Kerjaan Waisia yang mereka lalui , tiba- tiba segerombokan orang menghadang perjalanan mereka. Sepertinya mereka bukan gerombolan biasa. Namun seperti satu pasukan khusus yang sengaja menghadang mereka. Mereka terdiri dari lebih dari lima puluh orang. Terlihat sebagian dari mereka memakai tutup kepala dan sebagian lagi tidak memakai. Wajah yang tidak memakai tutup kepala terlihat sangar dan kasar. Sepertinya mereka sebuah pasukan khusus.
"Kenapa anda sekalian menghadang perjalanan. Kami...?" tanya Guru Yun yang berada di barisan depan bersama tiga guru lainnya.
"Kami hanya ingin meminta lencana salah satu murid anda yang di dapat dipertemukan Alkemia..." jawab orang bertopeng yang berdiri paling depan.
"Lencana...? Lencana apa itu...?" tanya guru Yun dengan wajah hitam karena marah.
"Lencana khusus untuk bisa masuk ke alam Tianli..." ucap orang itu dengan dingin .
"Darimana anda tahu kalau kami menerima lencana itu..?" tanya Guru Yun dengan dingin.
"Bukan rahasia lagi kalau kalian mendapatkan benda itu .. dan sekarang berikan benda itu pada kami...." ucap Pria itu dengan nada sombong .
'Kalau begitu anda tahu kan kalau benda itu sudah menjadi kontrak dengan Murid kami...dan benda itu tak mudah di berikan pada irang lain...?" kata guru Yun lagi.
"Tentu saja bisa....dengan membunuh Murid yang memiliki hubungan dengan lencana itu..." ucapnya dengan ringan.
__ADS_1
"Apa kalian mampu..!" suara merdu terdengar di telinga mereka. ternyata suara itu berasal dari mulut gadis cantik yang memakai baju merah. Wanita itu terlihat anggun di atas kuda hitam miliknya.
"Sombong....siapa kau.?"seru pria yang sejak tadi berbicara dengan nada marah .
"Orang yang ingin kau bunuh..." ucap Yulia dengan tenang .
"Oo.. jadi kaukah yang memiliki lencana itu...?" kata pria itu dengan sinis .
"Tentu saja....apakah kau ingin merebut lencana itu dariku...?sanggupkah...? jawab Yulia dengan tenang.
"Wanita muda, Kau terlalu sombong...kalau begitu serahkan lencana itu dengan sukarela dan kami akan membiarkan kalian pergi dengan tenang...." ucapnya dengan nada sinis dan meremehkan.
"Siapa kalian sebenarnya...dan siapa yang menyuruh kalian...?" ucap Yulia dingin.
"Siapa kami itu bukan urusanmu. Sekarang berikan lencana itu padaku..CEPAT...!" serunya dengan nada marah.
"Aku paling Tidak suka barangku ingin di rebut dari tanganku Dan kau berani bersuara keras di depanku. Zhang...kau mau ikut bermain...?" ucap Yulia dingin .
"Tentu saja Putri , dengan senang hati. " ucao Zhang dengan nada gembira .
" Baik ayo kita mulai... !" Seru Yulia sambil mengambil canbuk peraknya. Melihat itu semua teman Yulia ikut bergabung
"Saudara Yulia....kami juga ingin ikut bermain....!" ucap Sidan sambil mencabut pedang nya .
" 'Boleh...ayo...!" dengan berakhirnya suara Yulia terlihat tubuhnya terbang kearah para menghadang. Di ikuti Zhang Xio dan murid perguruan yang lainnya.
"Guru...jangan ikut bermain... Biar kami saja yang menghadapi mereka...!' seru Yulia. Seketika ketiga guru mereka mundur menjauh. Mereka membiarkan ke sembilan murid mereka bertarumg melawan penjahat yang menghadang mereka.
"Tuan.. Biarkan aku keluar...aku ingin menghajar mereka..." terdengar suara Wangli.
"Keluarlah..." ucap Yulia. Dan tiba- tiba seorang pria gaga dan tampan ikut terjun dalam pertarungan.
"Ibu...kami juga ingin berlatih dan bermain .." seru Bai Fan Dan Bai Feng bersamaan.
"Boleh...." ucap Yulia.
Segera dua Singa putih melompat ikut dalam pertempuran. Teman- teman Yulia dan Zhang Xio yang tadi sudah kaget dengan kehadiran Wangli kini mereka kaget dengan kedatangan Dua Singa putih besar yang ikut bertarung membantu mereka. Akhirnya pertarungan terlihat semakin sengit. Apalagi kedua hewan itu dengan ganas menyerang dan membunuh mereka. Akhirnya dalam sekejap saja mereka dapat di kalahkan. Ada yang melarikan diri dan banyak yang mati. Setelah selesai kedua hewan dan Pria tampan itu Berjalan Mendekati Yulia. Terlihat kedua hewan besar itu bertingkah seperti minta di puji oleh Yulia . mereka mengusapkan kepala mereka kelengan Yulia .
"Bagus.. Kalian memang hebat..sekarang bersihkan diri kalian ..."ucap Yulia sambil mengusap kepala dua hewan putih besar itu.
"Baik tuan..." ucap Wangli.
Setela Itu mereka hilang dari pandangan semua orang . melihat kejadian itu , semua teman Yulia bemgong . mereka hanya bisa tertegun menatap Yulia.
" Hey...Ada apa dengan kalian...? apakah ada yang salah denga ku....?" tanya Yulia ke heranan.
"Ta...tadi itu...?" tanya Sidan gagap .
"Aah itu...mereka mahluk kontrak Yulia maaf mengagetkan kalian Ya...?" ucap Yulia dengan perasaan bersalah lalu segera meminta maaf.
"Tidak..tidak masalah.. Lalu pria tadi...?" ucap Sidan lagi.
"Dia ...dia sahabat Yulia...Dia ingin membantu kita saja...." jawab Yulia dengan wajah tenang .
Guru Yun yang tahu masalahnya segera mengajak mereka meneruskan perjalanan mereka. Mereka pun segera naik kembali keatas kuda mereka dan segera memacu kuda mereka meninggalkan tempat itu yang memang sepi. Dalam perjalanan Zhang Xio sesekali menatap Yulia dengan perasaan semakin kagum. Dan dia tahu kalau pria berbaju hitam tadi juga mahluk kontrak Yulia.
"Gadis ini...setahuku manusia hanya bisa memiliki mahluk kontrak satu hewan saja. Tapi gadis ini... Berapa hewan kontrak yang dia miliki..." batin Zhang Xio dalam hati .
Akhirnya dalam waktu dua puluh hari, di saat hari menjelang siang , mereka telah sampai di perbatasan Kerajaan Dongyan. Mereka segera mencari makan dulu di kota perbatasan itu , sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota Malada . Beberapa saat kemudian, mereka menemukan sebuah Restoran yang cukup ramai . untunglah masih ada Tempat untuk mereka semua. Yulia dan Linglai teman wanita termuda selain Yulia segera berjalan kearah pemilik Restoran untuk memesan makanan . ternyata si penjual sangat ramah.
"Sepertinya para pendekar habis dalam perjalanan jauh, silahkan duduk Nona...kami akan segera membawa makanan anda ke meja kalian..." ucap pemilik restoran itu dengan ramah.
"Trimakasih Tuan..." ucap Yulia ramah juga .
Sang pemilik Restoran tidak tahu kalau Di depannya adalah Ratu Kerajaan Dongyan.
Bagaimana jika dia tahu Ya...
"Sama- sama Nona...." jawab si pemilik Restoran .
Akhirnya Yulia dan Linglai segera kembali kemeja mereka. sambil menunggu pesanan makanan mereka datang , Mereka membicarakan masalah penjahat yang menghadang mereka beberapa hari yang Lalu. Dan mereka menebak kalau para penjahat itu, bukan penjahat biasa. Mereka seperti sekelompok prajurid terlatih . dan dalam percakapan itu. sepertinya mereka mendapatkan suatu perintah .
Merekapun berbincang dengan tenang. Dan Terlihat Zhang Xio yang dingin ternyata bisa akrab juga dengan para murid perguruan. Dia terlihat berbicara dengan ramah . Melihat itu, terlihat kesan dingin dan cueknya hilang.
udahan dulu ya ceritanya. maaf aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komentar nya author tunggu.
Maaf jika masih ada typo dan salah ketik.
Bersambung
__ADS_1