YULIA

YULIA
MASUK PERGURUAN GUANG DAN .


__ADS_3

Benar sekali...oo ya wang...apakah toko obat itu milik Putrimu...?" ucap guru Yu .


"Benar....ada apa...?" tanya tuan Wang.


"Boleh aku melihat- lihat di sana...?" ucapnya.


"Tentu saja...ayo..." mereka segera pergi ke toko Obat Yulia .


Ketika sampai di sana, Guru Yun yang memang Ahli pengobatan sangat kaget dengan koleksi obat yang di jual Yulia . Pil penyerap Qi level dua . guru Yun tidak tahu kalau Yulia sudah mampu membuat pil Gultan . pil Gultan adalah pil sejenis pil penyerap Qi level empat. pil pembeku dara level dua. pil penyembuh level dua dan beberapa Pil lain di level satu. juga ada beberapa macam tumbuhan obat yang sulit di dapat di toko obat di ibu kota .


"Wang...siapa yang menyuling obat ini...?" tanya guru Yun.


"Tentu saja Yulia ...." jawab Tuam Wang Yu Ran.


"Dan ini....tumbuhan obat ini dari mana Yulia dapatkan...sebagian dari hutan Kematian, dan sebagian Yulia dataokan entah dari mana..." ucap tuan Wang Yu Ran lagi. Fia memang tidak tahu dari mana Yulia mendapatkannya.


kedua guru hanya bisa berdecak kagum saat melihat idi toko Yang ada di sana. Malam harinya kedua guru segera kembali ke perguruan.


Sedangkan Di kota Malada sendiri , Keesokan harinya Yulia dan Kawan- kawan mulia melangkah kearah kampus perguruan Guang Dan yang ada di kota Malada juga. Ketika sampai di sana, terlihat para murid baru sudah banyak yang datang. Ternyata pintu masuk perguruan ada dua. Untuk Murid lama yang baru kembali dari liburan ada pintu lain yang beda dengan murid baru . pintu itu ada di Sebelah kiri puntu gerbang utama. Sedangkan untuk murid baru sendiri. Terletak di sebelah kanan gerbang utama. Kini terlihat Yulia dan Kawan - kawan sedang berjalan kearah pintu sebelah Kanan. Namun sebelum mereka sampai di depan pintu gerbang , tiba- tiba seseorang memanggil Yura. Mereka segera menatap kearah suara yang memanggil Yura . Dari Arah belakang mereka , terlihat seorang pria Dewasa berwajah tampan sedang berjalan kearah mereka .


Melihat orang itu, Yura berseru .


"Paman Ke empat...!" seru Yura . walaupun jarang bertemu , Yura masih mengingat kalau pria di depannya adalah Paman ke empat adik sang Ayah .


"Yura ..apa kabar nak...?" ucap sang Paman . terlihat Yura agak ketakutan. melihat itu, Yulia segera menggenggam tangannya. Merasakan genggaman tangan Yulia, Yura merasakan aliran hangat meresap kedalam tubuhnya. Akhirnya dia merasakan ketenangan di dalam hatinya.


"Yura baik- baik saja paman... Paman ada di Sini...?" ucapnya sambil berusaha tersenyum.


"Iya.. Paman di sini karena paman ingin bertemu dengan dirimu... " ucap sang Paman lembut .


"Memangnya ada apa Paman..?" ucap Yura pelan. Walaupun dalam hati dia sudah menebak apa yang akan di tanyakan sang Paman.


"Kau masuk perguruan Guang Dan...?" ucap sang Paman basa basi .


"Benar Paman...Yura di terima di perguruan Guang Dan Ini..." ucap Yura dengan wajah bahagia .


"Kalian berdua pergi dati kota San ..?" ucap sang Paman.


"Paman tahu kami pergi...?" ucap Yura dengan wajah kaget .


"Paman tahu...maafkan Paman nak..., maaf paman baru tahu sekarang...lalu di mana ibumu..." ucap Si Chan lembut. Yura tahu sang Paman sangat baik dan selalu membela ibunya sejak dahulu. Pria ini yang banyak memperhatikan Dia selain Kakek dan Nenek dari sang Ayah. Namun saat mereka keluar, Kakek dan Neneknya tidak bisa berbuat apapun untuk membela mereka. Beliau hanya memberikan gelang Giok untuk dirinya yang kini masih ibu Yura Simpan .


"Paman... Kalau paman berniat ingin membawa ibu, maaf... Yura tidak bisa memberitahukan dimana Ibu berada. Hanya satu yang bisa Yura katakan, Ibu tinggal di satu tempat yang aman bagi ibu..." ucap Yura datar.


"Tidak Nak... paman hanya ingin tahu keadaan ibumu. Jika ibumu baik- baik saja . Paman lega.." ucap So Chen .


"Trimakasih Paman..kalau begitu boleh kami pergi..sebab kita masih harus antri masuk ke perguruan ." ucap Yura sopan .


"Baiklah kalau begitu Paman juga harus pergi. .." ucap sang Paman.


"Trimakasih paman..." kata Yura.


Namun sebelum mereka melangkah, tiba tiba terdengar seruan memanggil Yura.


"Yura tunggu...!" Mereka semua menatap kearah asal suara.


"Kakak...." ucap Si Chen.


"Ayah...!" seru Yura.


Ternyata tuan Gan Yo Jin datang bersama dua pria dan Yiyi . mereka berjalan cepat kearah Yura.


"Yura...ayah mencarimu...!" tuan Gan Yo Jin setelah sampai di depan Yura.


"Ayah ada di sini...? Untuk Apa...?" ucap Yura heran.


"Ya untuk mencarimulah...!" seru Yiyi kesal.


"Mencariku..? Untuk apa...?" tanya Yura keheranan .


"Untuk mencari kamu dan ibumu lah... bodoh...!" seru Yiyi Sengit.


"Mencari Ibu dan aku...? Untuk apa...apakah mereka membuat fitnah untul ibuku lagi...?" kata Yura Keheranan .


"Tentu saja untuk meminta Lencana murid perguruan Guang Dan dari tanganmu ..." ucap Yiyi Sinis.


"Lencana murid perguruan...untuk apa..?" kata Yura tak mengerti.

__ADS_1


"Ya untukku lah... Kau itu mencuri kesempatan itu dariku, dan sekarang Ayah akan meminta lencana itu dari tanganmu... bodoh sekali...!" seru Yiyi lagi.


"Cukup Yiyi... Apa yang kau katakan... Jangan sembarangan ngomong...!" seru tuan Gan Yo Jin marah.


"Ayah...bu..bukanya itu niat Ayah menemui Yura..." ucap Yiyi heran. Namun ada rasa takut di ucapannya.


"Kau fikir Ayah bodoh... Kau mengatakan kalau Yura bertindak licik saat menyerangmu.. ? Apa kau fikir guru perguruan Guang Dan dan para juri itu buta hingga tidak bida melihat kecurangan.. Tak semudah itu perguruan Guang Dan menerima murid hanya dengan membawa lencana perguruan, Apa kau fikir di dalam lencan itu tidak ada jejak darah Yura...! Hingga dengan mudahnya kau akan menggantikan Yura menjadi murid perguruan Guang Dan.?" seru tuan Gan Yo Jin dengan marah. Mendengar ucapan itu, terlihat wajah Yiyi memerah karena malu dan takut. Dia merasa kecewa mendengar ucapan sang Ayah . Dia fikir dengan mengambil lencana murid perguruan Dia bisa menggantikan Yura. Niat ingin merampok keberhasilan Yura, tetapi ternyata tak bisa .


"Yura...selamat ya...kau kini telah menjadi murid perguruan Guang Dan. Lalu kenapa kau tidak memberitahu Ayah...?" ucap tuan Gan Yo Jin lembut. Mendengar ucapan sang Ayah, Yura terlihat dingin. Dia menjawab dengan datar.


"Apakah itu perlu Yah... Yura sudah tidak mau membuat ayah repot, dan Yura juga tak ingin menggangu kehidupan Ayah . Bukankah Yura bukan Putri tuan Yo Jin... Apakah Ayah masih ingat ucapan Ayah dulu... keluarga Gan tidak memiliki Keturunan seperti aku...kau malah mengatakan kalau kau tidak ingin dan sangat muak melihat Yura....Kalau Ayah lupa , Yura tidak lupa...."ucap Yura Datar. Mendengar ucapan Yura, hati tuan Gan seperti di tusuk- tusuk belati .


"Apa maksud mu... Kau juga putri Ayah... Kalian berdua sama di mata Ayah..." ucap Tuan Gan dengan perasaan pedih . Mendengar ucapan Tian Gan Yo Jin, tiba- tiba Yura terkikik geli.


"Hi hi hi...apa Ayah salah minim obat...kau berkata Aku sama dengan Yiyi Di mata Ayah.. ?jangan membuat Yura tertawa Yah... Sejak dulu kau lebih mempreoritaskan Yiyi...dari kebutuhan hidup , kasih sayang serta pendidikan . apalagi saat Yura mengalami kemacetan berkultivasi... Kau bukannya mencarikan tabib untuk ku, Kau malah menyuruh kami tinggal di rumah belakang. Rumah yang segarusnya di huni pelayan rendahan . Dan Saat perjanjian pernikahan dengan Keluarga Lian, Kau sengaja menggantikan Tempatku dengan Putri tercinta Ayah. Dan sekarang kau berkata kalau aku sama dengan Yiyi...? Hi hi hi... Jangan membuat lelucon Yah..." ucap Yura sambil tertawa kecil. Seolah ucapan Gan Yo Jin lelucon yang lucu. Mendengar semua ucapan Yura. Baik Gan Yo Jin maupun Gan Si Chen bagai tertusuk pisau hati mereka. Apalagi Gan Si Chen. Dia tidak pernah menyangka Kehidupan kakak ipar dan Putrinya sampai seperti itu di bedakan dan di hina .


"Apa benar semua yang di katakan Yura Kak...?" tanya Si Chen pada Gan Yo Jin. Terlihat Yo Jin hanya diam saja sambil menatap Yura dengan perasaan hancur.


"Maafkan Ayah Yura..." ucap Yo Jin pelan. Mendengar ucapan Yo Jin, Terlihat Si Chen mengepalkan tinjunya. Ingin rasanya dia memukul habis orang yang ada di depannya. Tapi itu tidak bisa...mereka masih ada di depan kampus perguruan Guang Dan.


"Lalu Di mana Ibumu..?" tanya Yo Jin lagi.


"Untuk apa Ayah tanyakan soal ibu...?" ucap Yura dingin.


"Dia masih istriku ,Yura....!" seru Yo Jin marah.


"Istri...? Kau masih menganggap ibuku istrimu...? Setelah kau terlatarkan kami selama lebih dari empat belas tahun...?Kau telantarkan Kami Setelah kehadiran istrimu. Kau masih mengatakan ibu istrimu...? Apa kau bermimpi Tuan Gan Yo Jin...!" seru Yura sinis.


"YURAA....!" Seru Gan Yo Jin marah saat mendengar ucapan Yura. Suaranya yang keras membuat orang yang ada di sana Menatap pada mereka.


"Maaf Kita di tempat umum tuan Gan Yo Jin.. Dan kami harus pergi...Paman Chen...Yura pamit..." ucap Yura lalu melangkah pergi untuk antri masuk perguruan bersama Yulia dan Kawan - kawan . Karena percakapan Yura dan pamannya serta sang Ayah cukup lama , Akhirnya mereka agak telat antrinya. Kini para murid semakin banyak yang datang. Karena itu dengan cepat mereka segera berjalam masuk kedalam antrian . Melihat Yura akan pergi, Gan Yo Jin berseru .


"Tunggu Yura..katakan dulu di mana Ibumu..?" teriaknya dan ingin menahan Yura. Namun Paman Chen segera mengalangi niat Yo Jin.


"Kau telah menghambat Putrimu masuk perguruan Kak...apakah ini kau sengaja agar dia keluar dari perguruan..kau masih berusaha membela putri licikmu...!" seru Si Chen marah. Mendengar ucapan Si Chen seketika Tuan Yo Jin tersadar. Dia lalu berkata.


"Tapi aku ingin tahu di mana Chu Tianing..." ucapnya dengan nada kecewa.


"Kau sudah terlambat Kak... mereka sudah tidak ingin kau tahu tempat mereka...sadarlah kak..Mereka sudah tidak ingin berjumpa denganmu....kau telah menyakiti mereka terlalu berat....andai itu aku..akupun tak sudi bertemu denganmu..." ucap Si Chen dengan nada kesal .


"Tapi mereka anak dan istriku..." ucap Yong Jin marah.


Mereka memang sedang berdiri di dalam antrian.Karena kedua Bocil ikut antri terpaksa mereka memberi ruang pada bocil agar tidak terdesak oleh mereka yang lebih besar . cukup lama mereka antri. Dan akhirnya mereka berada di depan seorang guru yang di dampingi oleh seorang Murid.


"Siapa namamu...?" ucapnya pada Yura yang memang berada di depan Si kembar.


"Yura menghadap Guru..." ucap Yura sambil memberi hormat.


"Hmm...mana lencana giokmu...?" ucap guru itu datar. Yura segera memberikan lencana yang terbuat dari Giok hijau. Setelah melihat lencana itu, guru itu. Berkata.


"Suntikkan kekuatanmu pada batu ini..." ucapnya. Yura segera menyuntikkan tenanganya. Maka terlihat naman Yura di batu itu. Setelah itu Yura segera di suruh masuk kedalam. Kini Si kembar berdiri di depan Sang Guru. Melihat dua wajah bertopeng di depannya dan hanya memiliki tinggi di atas perut pria dewasa itu. Guru penjaga kaget. Kenapa ada anak kecil di sini.. batinnya.


"Kalian...kalian anak kecil kenapa ada di sini..?" ucapnya dengan nada marah.


"Kami berdua Murid perguruan ini juga guru..." ucap Wang Hao datar . kebetulan pria kecil itu berdiri paling depan.


"Kalian jangan membohongiku...mana mungkin perguruan Guang Dan menerima murid yang masih sangat muda seperti Kalian ...." sarunya marah.


Namun sebelum Wang Hao menjawab pertanyaannya , sebuah suara mengejutkan orang yang ada di sana.


"Guru Hong...kenapa kau mempersulit muridku untuk masuk kedalam perguruan...!" seru suara tiba- tiba . Mendengar suara itu, semua orang melihat kearah dalam perguruan. Pintu yang terbuka bisa memperlihatkan dua orang Tua yang datang melayang dan turun di dekat pintu masuk.


"Guru Besar..." ucap Guru Hong saat melihat guru Guang Yun datang bersama Guru Di.


"Salam guru besar...!" seru mereka bersamaan. Setelah memberi hormat, Guru Hong bertanya pada guru Yun dengan wajah bingung.


"Maksud Guru besar mereka , berdua adalah murid anda...?" ucap guru Hong dengan wajah kaget. Dia memang tidak melihat pertandingan di arena turnamen sebulan yang lalu , karena dia harus kembali kerumahnya , Sang Ibu sakit keras.


"Tentu saja...bukan hanya dua anak kecil itu yang jadi muridku, tapi wanita yang ada di belakang mereka berdua...." ucap Guru Yun dengan nada kesal . Tentu saja ucapan guru Yun mengagetkan Guru Hong.


"Maafkan saya guru besar...Saya tidak taju itu....saat itu saya kembali ke kediaman..." ucapnya dengan wajah takut .


"Ya sudah, setelah mereka terdaftar, antar mereka bertiga ke ruanganku..." ucap Guru Yun .


"Baik guru... " jawab Guru Hong.


Melihat kejadian itu, semua murid yang ada di sana merasakan iri.

__ADS_1


"Dan untuk keempat Pria di belakang Wanita itu. Antarkan mereka ke ruanganku...." ucap Guru Di .


Tentu saja semua orang yang ada di sana kaget. Sebab mendengar ucapan guru Di, itu juga menunjukkan kalau ke empat pria itu akan menjadi murid Khusus Guru Di. Dua Guru yang tak muda menerima murid itu , Kenapa sekarang berlomba mengambil murid. Para murid lama dan baru yang masih berada di sana dan mendengar ucapan guru Di dan Guru Yun hanya bisa iri melihat keberuntungan mereka. Kini dalam grup Yulia hanya Yura yang terpisah. Melihat itu, Yulia mendekati Yura.


"Kau tidak apa- apa kan kami tinggal..?" ucap Yulia lembut.


"Tentu saka tidak masalah kak... Aku sudah beruntung ada di sini gara- gara kakak..." ucap Yura dengan senyum gembira.


"Kau bisa bermain ketempatku atau kita akan kekantin bersama di saat ada waktu luang..." ucap Yulia menghibur.


"Santai saja kak...tapi baiklah aku akan mencari Kakak jika nanti aku ada waktu luang.." ucapnya gembira.


"Bagus... Kau memang adik terbaik..." ucap Yulia sambil mengusap kepala Yura lembut . Setelah pendaftaran, Yulia dan si Kembar segera di bawa ke ruang kepala sekolah, sedangkan keempat mantan Jendral Kerajaan Tanlua segera di bawa ke ruangan Guru Di . Sedangkan Yura sendiri di bawa ke asrama murid baru. Dia memiliki kamar yang berisi empat orang anak. Dan mereka terlihat baik semua. Yulia dan Si Kembar kini terlihat berada di dalam ruangan Guru Yun.


"Salam Guru..." ucap Yulia di ikuti oleh Si kembar saat sudah berada di depan guru Besar Yun.


"Kalian sudah datang , duduklah..."ucap guru Yun ramah.


"Trimakasih Guru..." ucap Yulia.


Yulia dan Si kembar segera duduk di depan Guru Yun.


"Kalian Putri Dan Cucu tuan Wang Kan..?" ucap guru Yun langsung . Tentu saja ucapan guru Yun membuat Yulia kaget.


"Guru tahu...?" ucap Yulia.


"Hmm..aku mengenal Ayahmu..." ucap Guru Yum lagi.


"Tapi walaupun aku mengenal Ayahmu, aku tetap akan keras mengajar kalian bertiga.." ucap Guru Yun denga lembut .


"Tentu saja guru... Kalau guru mengajar kami setengah- setengah, itu malah membuat kami tidak bisa maju..." ucap Yulia.


"Bagus... Kalau begitu. Kalian bertiga akan menempati ruangan yang sudah di persiapkan Kaisar Kim. Jadi mulai sekarang ruangan itu akan menjadi tempat tinggal kalian bertiga .dan ini kuncinya , nanti ada murid yang akan mengantar kalian kesana..." ucap Guru Yun sambil tersenyum dan memberikan sebuah kunci pada Yulia.


"Trimakasih guru... Kalau tidak ada lagi satu lain hal, ijinkan kami undur diri..." ucap Yulia sopan. .


"Pergilah... Dan mulai besok, kalian ikut guru untuk mulai berlatih..." ucap guru Yun lagi.


"Baik Guru.." ucap mereka hampir bersamaan. Dan akhirnya mereka keluar dari ruang Kepala sekolah . Saat mereka keluar dari ruangan. Guru Yun, Seorang Murid lama terlihat menyapa mereka.


"Nona Yulia... Mari ikut saya..saya akan membawa kalian pergi ke tempat kalian tinggal..." ucap murid tadi .


murid itu berperawakan kekar , dengan badan yang tidak terlalu tinggi. Wajah kekanakan dan tampan, serta keramahan terlihat di wajahnya.


"Baik terimakasih saudara..." yulia tidak mengenap nama pria itu .


"Guli...namaku Guli..." ucap pria itu ramah .


"Oo..trimakasih saudara Guli..namaku Yulia dan ini si kembar Wang Hai dan Wang Hao.. Trimakasih telah merepotkan saudara ..." Ucap Yulia ramah.


"Tidak masalah... Ini sudah tugasku.. Jika ada sesuatu yang kalian butuhkan atau ingin kalian tanyakan, kalian bisa memanggilku.., ayo sekarang kalian aku antar ke tempat kalian..." ucap Guli ramah . melihat keramahan pria di depannya, Yulia agak heran. Kenapa pria ini mau mengantar mereka ketempat tinggal mereka bertiga. Sebab Yulia tahu kalau pria di depannya adalah seorang Kultivator yang memiliki ilmu tinggi. Mungkinkah tidak ada murid lain Yang bisa menunjukkan tempat tinggal mereka...?


"Silahkan Saudara Guli..." ucap Yulia .


Mereka ber empat segera pergi ke tempat tinggal Yulia dan Si kembar ,selama mereka berguru di perguruan Guang Dan Ini. Dan ternyata mereka di bawa kesebuah rumah yang berada di dekat sebuah kebun tanaman obat. Tempat itu tidak terlalu jauh dari sebuah sungai kecil yang mengalir cukup deras. Namun airnya terlihat sangat jernih. Dan rumah itu memiliki dua lantai.


Tak jauh dari sana, ada sebuah menara yang cukup tinggi. Dan tak jauh dari tempat mereka tinggal , ada juga rumah tinggal .entah ada orangnya atau tidak .


"Ini tempat tinggal kalian..." ucap Guli Sopan .


"Trimakasih Guli...maaf tanya..Menara itu...?" tanya Yulia.


"Aah itu... Menara tempat kalian bisa berkultivasi . di sana Kalian Bisa bermeditasi dengan cara membeli kuota. " ucap Guli Sopan.


"Kuota...? Lalu dari mana kuota kita dapatkan..." tanya Yulia.


"Murid baru otomatis akan mendapatkan sepuluh kuota. Dan setelah itu, kau bisa mencari kuota dengan Cara membeli..." ucap Guli memerangka .


"Membeli...kita membeli dengan uang...?" tanya Yulia lagi .


" Tidak...bukan Dengan uang , kita bisa membeli dengan Pil atau benda berharga. Atau kita melakukan tugas dari perguruan . setiap tugas kita akan mendapatkan kuota..banyaknya kuota yang kita dapat, tergantung pada besarnya bahaya yang kita temui di dalam tugas kita..." ucap Guli.


"Oo.. Begitu.. Apakah sangat istimewa tempat itu hingga kita akan berusaha mendapatkan kuota agar bisa berkultivasi di sana...?" tanya Yulia.


"Tentu saja... Di setiap tingkat ruang menara, memiliki kekuatan berbeda. Ruang paling bawah memiliki kekuatan sangat kecil. Semakin keatas kekuatan Qi Bumi dan Langit semakin besar ... Namun selama ini , aku belum pernah mendengar ada yang mampu bermeditasi di atas lantai lima. Paling kuat hanya mampu sampai lantai Lima. Aah...benar aku pernah mendengar hanya Kasar Kim yang mampu sampai ke lantai sembilan...." ucap Guli. "Benarkah... Aku jadi penasaran..." ucap Yulia.


Sampai di sini dulu ya...aku lanjut Besok lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung.


__ADS_2