
Mendengar ucapan sang Guru, mau tak mau Yulia merasa gembira. setelah membahas masalah pil. Yulia mohon diri untuk segera kembali ke rumah inap mereka . Apapun yang di putuskan para orang tua, semoga menjadi pilihan terbaik bagi Fia dan Kedua putranya . sedangkan Si kembar sendiri segera pergi ke tempat latihan. Mereka pergi bersama Guli. Dan Kaisar Sendiri sepertinya masih ada yang harus dia bicarakan dengan Guru Guang Yun. Terlihat mereka masih berada di ruang kepala sekolah. atau Dekan Perguruan .
Setelah kembali dari ruang kepala sekolah, Dengan santai Yulia berjalan menuju rumah tinggalnya. Dia tak perduli di lihat maupun di bicarakan para Murid perguruan yang kebetulan berpapasan dengannya. Dia akan menyapa jika mereka menyapa dirinya. tapikan jika mereka cuek, maka dia lebih cuek lagi dari mereka. Ketika Dia sampai di depan Rumah Tinggalnya, tanpa sengaja dia melihat ke arah menara fuji. Menara yang merupakan tempat para murid menggunakan poin yang mereka milik hanya untuk bermeditasi . Yulia menatap menara itu dengan seksama. perlahan Dia merasa berkeinginan untuk bermeditasi di sana . Perlahan Yulia berjalan melangkah menuju kearah menara. perjalanan kesana harus melewati sungai kecil yang mengalir di depan Menara. Sungai yang memiliki lebar dua meter itu sepertinya melewati area seluruh Wilaya Perguruan. Perlahan langkah Yulia sampai juga di depan Menara Fuji. Ketika sampai di sana, dia berpapasan dengan para murid yang keluar dari dalam menara. Dan ada juga yang baru datang seperti dirinya. Ketika sampai di pintu menara, Yulia melihat ada pria paruh baya yang sedang duduk dengan mata terpejam. Dan dia ingat pria itu adalah salah satu guru di perguruan Guang Dan juga . Pria itu bernama Guru Wan. Dan kini dia sudah berada di depan sang Guru.
"Kau Murid baru Yulia kan...?" ucapnya sang Guru saat melihat Yulia .
"Benar guru .. Yulia ingin masuk ke dalam menara dan mencoba berkultivasi. ..." ucap Yulia sambil tersenyum.
"Aku baru melihatmu datang kemari , kenapa...?sedang murid yang lain sudah banyak yang datang..." tanya guru Wan ramah.
"Maaf guru...Yulia mendapat tugas dari guru besar Yun . jadi baru sekarang bisa datang kemari...." jawab Yulia ramah.
" Anak baik.. Ya sudah kau boleh masuk. Perlihatkam lencanamu..." ucap Pria paruh baya itu dengan hangat . Yulia segera mengeluarkan giok hijau lencana miliknya. Setelah memasukkan lencana kesebuah kotak yang ada di depannya. Pria itu mengembalikan lagi lencana giok kepada Yulia. Baru kemudian Pria itu membolehkan Yulia masuk kedalam menara. Dengan perlahan Yulia melangkah masuk kedalam Menara . Dan baru saja kakinya menginjakan Kakinya lantai dasar Menara, Dia sudah merasakan. Kekuatan energi yang Kuat masuk kedalam tubuhnya. Dia kagum dengan kekuatan energi ini. Walaupun tak sebesar energi di salam menara miliknya, tapi sangat baik untuk berkultivasi . Yulia menatap ruangan yang ada di lantai dasar itu. Ada lebih dari sepuluh ruangan ada di sana. Dan Yulia melihat kalau ada tangga untuk naik ke lantai dua.
" Di Sini saja kekuatan energinya tinggi apalagi di atas..." batin Yulia.
Yulia lalu memutuskan akan mencoba berkultivasi di lantai bawa ini terlebih dahulu. Dia mulai memperhatikan keadaan di lantai bawa. Terlihat banyak pintu tertutup dan hanya dua yang masih terbuka. Yulia melangkah ke ruang yang pintunya masih terbuka. Perlahan dia mulai masuk kedalam ruangan itu. Ternyata luas ruangan itu hanya seukuran satu kali satu setengah meter saja . perlahan Yulia mulai duduk lotus di atas batu pipih yang ada di sana. Dan otomatis Poin miliknya mulai berjalan . Tak lama dia mulai kosentrasi untuk berkultivasi . Dia mulai menyerap kekuatan yang ada di sekitarnya. Yulia melihat Dentiannya mulai terisi energi Qi yang berasal dari sekitarnya . dan Dia melihat api merah itu dengan tenang melayang di atas Dentiannya. Tanpa perduli sekitarnya, Yulia menyerap kekuatan energi langit dan bumi yang mulai masuk kedentiannya dan memyebar keseluruh tubuhnya. Menjadikan tubuhnya semakin kuat. Tanpa terasa dua jam sudah Yulia berada di dalam ruangan itu. Dan secara otomatis, pintu ruang mulai berderit membuka, menyadarkan Yulia kalau waktu bermeditasi untuknya telah habis. Secara perlahan Yulia berdiri dari duduknya. Dia mengerakan tubuhnya sejenak. Lalu melangkah keluar ruangan . dan langsung keluar dari dalam menara .
Ketika Yulia sampai di luar menara, ternyata hari sudah siang. Yulia segera melangkah kearah rumah tinggalnya . Seperti biasa setelah sampai di rumahnya , Yulia Masuk kedalam rumahnya dan segera menutup pintu rapat dan segera masuk kedalam ruang Dimensinya. Dia mulai kembali membaca dan melatih kekuatan mentalnya. Dan saat ke dua Putra kembarnya datang, Yulia akan mengakhiri kultivasi nya.
Ke esokan harinya, Saat mereka bersiap akan Berangkat ke tempat latihan dan Yulia akan mempersiapkan meramu obat . tiba- tiba ada pengumuman kalau semua murid harus datang ke alun- alun perguruan . Seperti Biasa Guli datang menjemput Si Kembar dan Dia memberitahukan pengumuman itu.
"Memangnya ada apa Guli...kenapa kita harus berkumpul di Alun- alun...?" tanya Yulia sambil berjalan bersama kedua Putranya serta Guli .
"Entahlah Nona..Yang aku tahu, Guru besar meminta semua murid harus berkumpul..." jawab Guli. Tanpa .bertanya lagi Merekapun berjalan ke alun- alun yang terletak di dekat pintu masuk perguruan. Sesampainya di sana. Yulia bertemu dengan Kakak dan ketiga sahabatnya ,Tak terkecuali Si Yura.
"Kak...kau di sini juga...?" seru Yura yang berjalan dengan dua gadis muda yang berwajah cantik dan manis .
"Tentu saja...bukankah semua murid harus berada di sini... aah kau sudah memiliki teman...? ucap Yulia sambil tersenyum.
"Mereka teman se kelas Kak... Namanya Kin Lin dan Lauyue..." ucap Yura memperkenalkan temannya .
"Salam...aku kakak Yura..." ucap Yulia sambil mengamgguk ldan terdenyum lembut .
"Lia'er...kami mencarimu..." sebuah suara menghentikan percakapan mereka.
"Kak Yao Han...aku baru saja datang..." ucap Yulia.
"Yura...kau di dini juga...?" tanya Cun Ma .
"Iya Kak...aku melihat Kak Yulia . jadi aku mendatanginya..." ucap Yura sambil tertawa bahagia .
"Kak...ini ada apa..?" tanya Yung Si sambil mendekati Yulia .
"Mana aku tahu Yung..aku juga baru datang." ucap Yulia .
"Aku fikir kau tahu...Bukankah kau dekat dengan guru besar..." jawab Yung Si . Yulia hanya menggelengka kepalanya .
"Lia'er...siapa dia...?" tanya Yao Han sambil menunjuk Guli dengan dagunya.
"Dia Murid perguruan ini juga...dia yang selalu menemani si kembar..." jawab Yulia .
"Aku Guli, bertemu dengan para saudara Nona Yulia..." ucap Guli sambil mengepalkan tangan di dada dan membungkuk memberi salam.
"Salam saudara Guli...aku Yao Han.." ucap Yao Han memperkebalkan diri. Begitu juga dengan Cun Ma , Tanglu dan Yung Si. Tak ketinggalan Yura dan Dua temannya memperkebalkan diri juga Merekapun bercanda- cakap dengan akrap. Ternyata Guli muda bergaul. Dengan santai dia bernincang dengan mereka . Namun percakapan mereka terhenti saat Beberapa guru datang. Apalagi saat Guru Sangyi naik ke mimbar .
"Salam semua murid ku, hari ini aku ingin memberitahukan sebuah berita gembira untuk kalian . Berita itu adalah , kalau dalam dua minggu yang akan datang, Hutan Huangye akan di buka. Dan kalian bisa mencari pengalaman di sana. Kalian nanti juga akan bertemu dengan para utusan dari Perguruan atau kerajaan lain. Karena saat hutan Huangye di buka, bukan hanya kita saja yang masuk kesana. Tapi banyak utusan dari kerajaan lainnya yang datang. Maaf... sebelumnya, Sebenarnya berita ini sudah lama kami dengar, tapi karena kesibukan guru dalam menghadapi turnamen dan penerimaan murid baru , maka berita ini baru sekarang guru beritahukan. Dan satu lagi... Untuk para murid baru maaf kalian tidak bisa ikut dalam acara ini , terkecuali yang termasuk sepuluh besar.." ucap guru Sangyi. Terdengar suara kekecewaan dari Murid baru.
"Tapi jangan khawatir untuk kalian Murid baru , Kalian akan mendapat tugas juga dari perguruan , untuk mendapatkan tambahan Poin. Sedangkan untuk murid yang akan pergi ke hutan Huangye, Guru menyarankan pada kalian untuk membuat kelompok sendiri . Guru tidak memaksa kalian pergi atau tidak ... Jika ada yang tidak ingin pergi, guru tidak memaksa . Dan karena hutan Huangye merupakan hutan yang sangat berbahaya. Maka dalam satu kelompok kalian bisa memiliki 10 orang anggota kelompok. Kurang dari itu tidak masalah. Asal jangan lebih... nach sekarang kalian boleh mencari teman kelompok. Dan Yang Sudah Dapat , langsung mendaftar pada Saya atau guru Bausan..." ucap guru Sangyi yang terkenal dengan kesabarannya dan mengakhiri ceramahnya.
__ADS_1
Terlihat alun- alun ramai dengan diskusi. Sedangkan Kelompok Yulia telah menentukan kalau mereka semua akan mengikuti masuk hutan Huangye Termasuk Guli. Hanya saja Yura tidak bisa ikut karena dia termasuk murid baru yang tidak bisa ikut . Yao Han segera mendaftarkan kelompoknya. Guru Sanyi kaget saat si kembar di ikutkan .
"Bukankah ini Si Kembar murid dari Guru Besar Guang Yun , kan...?" tanya guru Sangyi
Sambil menunjuk daftar nama Wang Hai dan Wang Hao .
"Benar guru..." jawab Yao Han.
"Mereka berdua tidak mungkin bisa ikut... Mereka belum cukup umur untuk masuk kedalam hitam..." ucap guru Sangyi .
"Tapi mereka termasuk lima belas besar guru... Karena itu guru Yun menerima Si kembar untuk menjadi muridnya..." ucap Yao Han membela .
"A.. Apa..lima belas besar...?" Ucapannya tak percaya. Dia memang saat turnamen tidak bisa datang karena tugas dari perguruan .
"Benar...mereka peringkat di bawa sepuluh besar. Mereka mendapat hadiah khusus dari Kaisar sendiri...." ucap Yao Han menjelaskan.
"Aah..kalau begitu baiklah..mereka boleh ikut,
jadi kalian hanya terdiri dari sembilan orang saja , tuju orang dewasa dan dua anak kecil..?" kata Guru Sangyi .
"Benar Guru..." jawab Yao Han.
"Baik...tapi jika ada sesuatu jangan menyalahkan Perguruan..." ucapnya lagi.
"Itu pasti guru.." jawab Yao Han.
Dan ternyata mereka kelompok pertama yang mendaftar .
Dua minggu kemudian, mereka segera bersiap berangkat ke hutan Huangye. perguruan mengirimkan beberapa kelompok yang akan masuk hutan Huangye. Dan hari keberangkatan itupun segera datang . Pagi sekali mereka sudah siap di Alun- alun perguruan. Mereka segera berangkat ke hutan Huangye bersama- sama. Sesampainya Di sana. Ternyata sudah banyak peserta yanh datang dari beberapa perguruan dan Kerajaan lain . Sebelum mereka pergi Guru Di memberitahukan kalau mereka akan di kirim ke dalam hutan dengan cara teleportasi melalui pesona yang akan mereka buka. Dan pesona itu akan terbuka lagi pada saat mereka kembali dua minggi lagi di tempat ini . jadi selesai tidak selesai mereka harus segera kembali. Kalau tidak, mereka akan berada di dalam hutan ini sapai hutan Huangye kembali di buka .
Setelah hari menjelang Siang, Para tetua mulai membuka pesona yang menutupi hutan Huangye . tiga Guru besar perguruan Guang Dan satu guru besar dari Sekti pedang Biru. Dan satu lagi sesepuh kerajaan Guang Dan. Mereka segera membuka pesona yang memiliki kekuatan sangat hebat. Setelah Dengan kekuatan lima guru terkuat itu di satukan , Terdengar bunyi klik Seperti suara kunci terbuka. Dan tak lama terlihat retakan di pesona yang ada di depan mereka. Retakan seperti jaring laba- laba semakin lama, semakin melebar. Dan tak kama ada lubang seukuran manusia berdiri terlihat di tengah pesona di depan mereka.
"Ayo cepat kalian segera masuk..." ucap Guru Di. Mendengar seruan Guru di , dengan cepat Satu persatu kelompok murid mulai masuk kedalam ruang yang terbuka. Hingga pada kelompok murid terakhir pesona kembali seperti semula . Seperti tidak pernah terbuka . Dengan cara itu mereka semua telah di kirim kedalam hutan Huangye. Yulia dan Kawan - kawan kini sudah berada di dalam hutan . terlibat si kembar bukannya takut, mereka malah merasa bahagia.
"Katanya iya.." jawab Yulia sambil menatap sekitarnya.
"Bunda...kita berpetualang lagi...?" seru Wang Hao dengan wajah tenang .
"Hati- hati...ini bukan hutan Kematian... Walaupun hutan Kematian banyak hewan buasnya juga, tapi mereka sudah akrab dengan kita...tapi tidak di sini . Di sini kita belum mengenal medan Wang Hao, Wang Hai..." nasehat Yulia .
"Baik ibu...kami mengerti..." jawab Wang Hai dan Wang Hao bersamaan . Mereka pun berjalan semakin masuk kedalam hutan Huangye .
"Bun...katanya di sini banyak Warcraft yang sangat kuat dan berbahaya, tapi kenapa sejak tadi kita tidak bertemu dengan mereka sama- sekali...?" ucap Wang Hao.
"Mungkin kita harus lebih kedalam lagi Hao'er..." ucap sang Ibu. Mereka melanjutkan melangkah lebih jauh kedalam hutan Huangye .
Demi menemukan hewan buas, Yulia menyuruh Ryu masuk kedalam ruang Dimensi. Karena Yulia takut, kekuatan Ryu akan membuat Warcraft menjauh . Saat mereka sedang asyik berjalan, tiba- tiba Yulia menyuruh mereka berhenti.
"Tahan...!" seru Yulia tiba- tiba.
Mereka berhenti dan bersikap waspada. Dan tak lama mereka mendengar gemerisik daun terinjak kaki, serta geraman dari seekor binatang buas. Merekapun dengan cepat segera waspada. Dan tak lama terlihat seekor macan tutul besar berdiri dengan gagah sambil menatap Mereka dengan dingin. Graaaooo...
Terdengar suara auman yaring si macan tutul sambil memperhatikan mereka dengan wajah penuh marah . Melihat itu, tentu saja mereka segera bersiap- siap melawan .
"Hai'er , Hao'er...kalian minggir dulu ... biar paman yang akan membereskan masalah hewan ini..." ucap Cun Ma sambil maju kedepan dengan tangan memegang senjata .
"Baik Paman Cun...!" seru Wang Hai Cun Ma mulai bersiap . Dan taknlama terlihat Macan Tutup itu mulai menyerang Cun Ma. Pertarunganpun dehera terjadi. Sedangkan Tanglu terlihat siap untuk membantu jika Cun Ma terdesak . Terlihat Cun Ma bertarung dengan binatang ganas itu dengan sengit . ternyata Macan tutul ini adalah hewan tingkat tiga. yang memiliki kemampuan tempur dan lari sangat kuat, melawan hewan ini ternyata Cun Ma harus di bantu Tanglu agar lebih cepat selesai . Benar saja tak butuh waktu lama mereka berdua bisa membereskannya. dalam beberapa waktu kemudian , Cun Ma dan Tanglu bisa membuat binatang itu tak bernyawa. dan mereka mengambil manik roh jiwanya. . setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalana mereka. Dan saat matahari tenggelam dan hari mulai malam, tanpa setahu Guli Yulia mengirim sang Putra untuk masuk kedalam ruang Dimensi setelah menikmati makan Burung Paga panggang . Sedangkan Dia sendiri tidur di atas pohon bersama para sahabat dan sang Kakak di hutan itu . Keesokan harinya dalam perjalanan ,tanpa sengaja Yulia dan kawan - kawan bertemu dengan kelompok Nanggo saat mereka duduk beristirahat . dan ternyata Kelompok Putri Nanggo juga ikut istirahat. ternyata dia bisa memenangkan banyak teman, atau mereka memang teman Nanggo di kerajaan Dongyan. Melihat kedatangan kelompok Nanggo, Yulia dan kawan- kawan cuek saja . Walau sesekali terlihat mereka tertawa . Dan terkadang mereka menatap pada Kelompok Yulia . Melihat sikap mereka, Guli beranjak mendekati Yulia.
"Nona... dua gadis yang sedang berbicara dan bercanda dengan Putri Nanggo adalah sahabat Dia.. mereka anak perempuan dari putra kedua Keluarga Tang... dan mereka terkenal srbagai anak- anak sombong dan angkuh. tak jarang mereka membuat masalah di kota Malada ..." ucap Guli perlahan.
__ADS_1
"Apakah tidak ada tindakan dari Perguruan ataupun kerajaan...?" Tanya Yulia dengan wajah heran .
"Mereka pandai menghapus jejak kejahatan mereka..." ucap Guli.
"Apakah Kaisar belum mampu memberantas mereka...?" kata Yulia pelan.
"Sudah beberapa kali mereka di peringatkan, Namun mereka tetap melakukan di belakang Kaisar . Dan Kaisar tidak bisa keras dan menghukum mereka tanpa bukti kuat, karena Kaisar masih melihat Kaisar tua..." ucap Gali lagi .
"Kenapa....?" tanya Yulia.
"Mereka kerabat dekat istri adik kaisar tua.." jawab Guli. .
" Ooh... jadi masih terbentur masalah keluarga..." kata Yulia.
"Benar... tapi Kaisar Kim telah menemukan bukti lain yang bisa menjebloskan mereka ke penjara..." ucap Guli lagi.
"Tunggu...kenapa kau tahu sampai sedetil ini Guli...?" tanya Yulia curiga. Mendengar ucapan Yulia, Seketika Guli menutup mulutnya.
"Ka...karena saya..." ucap Guli gagap.
" jangan lagi berbohong Guli...aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya...?" ucap Yulia.
"Yang ....Yang Mulia...maafkan hamba..." ucapnya pelan .
"Tidak masalah ...asal jangan kau ulangi lagi. lebih baik kau jujur padaku, dari pada berbohong dan ketahuan. .." ucap Yulia .
"Maafkan hamba Putri.." ucap Guli pelan.
"Tidak masalah...lebih baik kau berkata jujur pada orang yang Kau lindungi, dari pada orang itu mendengar dari pihak lain. Nilai seseorang akan beda karena perbuayan
mereka sendiri Guli..."ucap Yulia dengan tegas.
"Sekali lagi maafkan hamba Putri... hamba memang Prajurit bayangan Kaisar Kim. Hamba di tugaskan menjaga yang Mulia Putri dan Si kembar..." ucap Pria itu lagi .
"Ya sudah jangan kau ulang lagi .." ucap Yulia
Dan saat itu ternyata kelompok Putri Nanggo akan melanjutkan perjalanan mereka. Namun tiba- tiba gadis yang sejak tadi bercanda dengan Putri Nanggo, tiba- tiba mendekati Yulia dan kedua Putranya.
"Hay Yulia..Pria kecil ini Siapa...?" ucapnya dengan lembur dan bersahabat .
" ada apa... apakah kau penasaran dengan mereka...?" ucap Yulia .
"Bukan begitu...aku gemas melihat keduanya.. walaupun mereka menutup wajah mereka, tapi aku yakin mereka memiliki wajah yang tampan. Hay...apa kabat..." sapa wanita itu sambil mengisap baju Wang Hai dan , Wang HaO. namun Yulia mencium sesuatu dari wanita itu. Yulia tersenyum melihat itu. terlihat Heizi menatap tajam pada kelompok mereka. dan tiba- tiba dia terbang. Sedangkan mereka berjalan sambil tertawa riang. Terutama Putri Nanggo dan Kedua wanita itu.
"Selamat berpesta ya... !" seru mereka sambil tertawa . Setelah mrlihat Mereka hilang dari pandangan. Yulia mengajak keduanya menjauh dengan Alasan sakit perut. setelah agak jauh dari mereka, Yulia membawa kedua putranya masuk ke ruang Dimensi . untuk mandi dan ganti baju.
"Kenapa kita ganti baju bu...?" tanya Wang Hai.
"Tante tadi telah memberimu bubuk yang membuat hewan menyukai bau dari bubuk tadi. jadi jika kalian tidak mandi dam ganti baju, kita akan mendapatkan kesulitan dam celaka... " jawab Yulia.
"Wah..bibi tadi jahat ya bu..." ucap Wang Hao.
"Sifat seperti itu jangan ditiru..." jawab Yulia.
Mereka segera kembali ke kelompok mereka.
udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
maaf jika masih banyak typo nya..🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung