YULIA

YULIA
ISTANA BURUNG CONDOR .


__ADS_3

"Apakah kau baru tahu Siapa aku Bibi... " ucap Raja Ran Ho Jin fengan seringai licik di bibirnya.


"Dasar tak tahu balas budi...tanpa dukungan dari kami, kaluaga kalian tak akan ada di klan ini. Tapi ternyata balasan kalian seperti ini...!" ucap Ibu Wangli .


"Apapun yang akan Kau katakan , aku tidak perduli. Setelah Putra Bodoh mu terpancing datang kemari dan aku sudah merebut Lencana itu, kalian akan segera aku bereskan aah...sudahlah lebih baik aku pergi. Selamat menikmati beristirahat di sini..." Ucapnya sambil tertawa keras . Melihat gelagat Raja Ran Ho Jin akan segera keluar, Wangli segera melesat keluar terlebih dahulu. Dan dia langsung keluar lewat cela di pojok ruangan. Dan dia juga segera keluar dari istana itu . perasaan marah dan sedih tanpa sadar membuat air matanya mengalir di sepanjang jalan.


Ketika sampai di penginapan, ternyata Yulia telah berada di sana dengan semua sahabat dan sang Suami.Wangli segera menghadap Yulia.


"Wangli menghadap Tuanku..." Ucap Wangli. Melihat kehadiran wangli,Yulia memilih mengatakan semua ini di dalam Ruang Dime si.


" Kim.. Aku kedalam dulu bersama wangli Ya.. apakah Kau mau ikut.." Tanya Yulia sambil berdiri.


"Baik...kita Kedalam dulu. Lian...aku tinggal dulu . kita akan ketemu kagi saat makan malam nanti..." Ucap Kaisar Kim dengan wajah tenang.


"Pergilah.. Tapi kau jangan lupa menceritakan padaku nanti , masalah kalian ..." Jawab Pangeran Feng Lian yang mengerti masalah Wangli .


" Baik.. Nanti akan ku kuceritakan para kalian . Paman Tan dam Kau Rong...kalian bisa Istirahat.... " ucap Kaisar Kim sambil berdiri dari Tempat duduknya.


"Baik yang Mulia...." ucap mereka serempak .


Kaisar Kim segera mengikuti sang Istri dan Wangli yang berjalan kearah kamar mereka . Setelah sampai di dalam kamar, mereka segera pergi ke Ruang Dimensi.mereka segera berkumpul bersama membahas masalah yang Terjadi di keluarga Wangli.


"Wang...bagaiaman ...apakah semua berjalan lancar...? Kau telah Menemukan keberadaan keluargamu...?" Tanya Yulia setelah mereka sudah berada di dalam ruang Dimensi .


"Sudah tuan....hamba telah Menemukan mereka..." Jawab Wangli dengan wajah teramat sedih .


"Baguslah kita akan segera membebaskan mereka ...lalu dimana keberadaan mereka...?" Tanya Yulia dengan wajah penasaran . apa lagi melihat kesedihan di wajah mahluk kontrak nya itu .


"Mereka berada di penjara bawah tanah. Dan hamba masih belum bisa mendapat kan cara bagaimana membebaskan mereka.." Jawab Wangli . Terlihat wajah yang menahan Kemarahan dan kesedihan , dengan jelas terlihat di wajah tampannya .


"Penjarah bawa tanah... ?" Ucap Yulia dan Kaisar Kim hampir bersama.


"Benar yang Mulia...malah penjara itu baru sekarang Wangli mengetahuinya..." Jawab Wangli .


"Maksudmu...?" Tanya Yulia tak mengerti.


"Saat itu Wangli mencari dari satu ruang ke ruang yang lain, dan sampailah Wangli di ruangan kamar yang berada di paling belakang sendiri di Istana . yang dulunya Hanya menjadi tempat tidur seorang pelayan istana , namun tak pernah aku menyangka kalau di bawa tempat itu Ada ruangan penjarah yang besar.. Saat pertama Kali aku melihat tempat itu di jaga oleh dua pengawal, aku merasa cukup heran. apalagi setelah aku memeriksa tempat itu, ternyata hanya merupakan ruang kosong yang berisi satu ranjang dan Satu meja bundar kecil, hanya Ada itu saja di ruangan itu. Akhirnya dengan perasaan kecewa aku ingin pergi dari tempat itu. Namun saat aku akan pergi dari sana.. tiba-tiba aku melihat kedatangan Raja Ran yang datang kesana bersama para pengawalnya. Aku pun semakin heran, matian aku juga tidak bisa keluar dari sana . aku semakin heran saat aku melihat para menjaga di suru berjaga do luar kamar dengan perintah , tidak di perbolehkan satu pun orang yang boleh masuk kedalam kamar itu . aku penasaran, aku menunggu apa yang akan dia lakukan di ruangan itu . Akhirnya perasaan penasaranku terjawab sudah . Namun aku sempat Syok berat ketika melihat apa yang terjadi . betapa terkejutnya aku, saat aku melihat dia mengeser meja yang Ada di ruangan itu. tepatnya memutar meja itu. Dan tuan , anda tahu apa yang hamba lihat...ternyata di bawa ranjang Ada tangga yang menuju ke bawa. Dan saat aku melihat dia turun ke bawa, aku segera mengikurinya. Betapa kagetnya hamba tuanku...hamba melihat ada tiga ruang tahanan di sana. Dan salah satunya berisi semua Saudara kandung dan orang Tua hamba Ada di dalam ruangan itu. Melihat keadaan mereka, Sepertinya mereka sudah berada di sana dan menderita sudah Bertahun- tahun lamanya ... hamba hampir tak kuat melihat nya . hampir saja hamba menyerang Pria jahat dan licik itu... ." Ucap Wangli mengakhiri Ceritanya. Mendengar itu terlihat Yulia terdiam. Terlihat dia berfikir Karas. Tak lama dia berkata,


" Kita akan mencuri para tahanan dari tempat itu.. " ucap Yulia dengan yakin.


"Bagaiaman caranya Tuan... Tempat itu sangat berbahaya walaupun aku tahu tempat itu berada di ruang paling belakang dan aku yakin tidak Ada seorangpun yang tahu kalau tempat itu Ada.." Ucap Wangli lagi.


"Tenang saja Wang... aku akan mendaftar mengikuti kompetisi itu . Setelah itu kita akan mencoba melihat kwadaan tempat itu , Dan mungkin lusa kita baru bisa mencari dan membawa mereka dari tempat itu. Kita akan memanfaatkan keramaian itu untuk mengambil keluargamu..." Ucap Yulia dengan wajah tenang.


"Tapi bagaiaman caranya tuan..?" Tanya Wangli keheranan .


."Kau akan tahu nanti. Sekarang Mari kita keluar.. Dan Kau dua Oria ta moan Bunda... apakah Kaluan ingin keluar...?" Tanya Yulia pelan. Dia sekarang berani Mengeluarkan mereka , Karena banyak Kultivator yang ada di sekitar mereka. Apalagi melihat tubuh sang Putra semakin terlihat tinggi.


"Tentu saja Bunda...!"seru mereka bersamaan . Terlihat kegembiraan di wajah mereka.


"Ibu...kami juga ingin keluar...!" Seru si kembar Bai. Yulia menatap kedua Singa yang sudah berubah menjadi anak remaja itu . terlihat mereka menatap Yulia dengan tatapan memohon .


" Baik...kalian boleh ikut keluar besok , tapi ingat, kalian harus patuh..." Ucap Yulia lembut.


"Benar... ayah akan menginjinkan kalian keluar kalau kalian patuh dengan semua yang di katakan ibu.." Kata Kaisar Kim menambah kan.


"Yeee...baik Ayah...kami akan patuh...!" Seru Bai Fan yang langsung berseru gembira.


Yulia dan Kaisar Kim memutuskan untuk Mengajak mereka keluar dari ruang Dimensi. dan benar saja, saat ke esokan harinya mereka keluar dari kamar Yulia dan bertemu dengan Pangeran Feng Lian. Terlihat mata Pangeran Fang Lian terbelalak kabar tak percaya saat melihat mereka. . Betapa tidak, kedua orang Suami istri itu keluar dengan empat pria muda tampan yang sangat mengg emaskan apalagi kedua Putra Yulia. kedua pria Muda itu , memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kaisar Kim They Yung .


"Kim...Siapa mereka ini..?" Tanya Pangeran Fang Lian sambil menatap empat pria Muda nan tampan di depannya.


"Apakah Kau tidak bisa melihat wajah mereka..?" Tanya Kaisar Kim Sebal.

__ADS_1


"Iya aku melihat nya, kedua Pria Muda ini memiliki wajah yang sangat menawan. dan wajah mereka sangat mitip sekali dengan wajah mu...Apakah mereka adikmu...?" Tanya Pangeran Feng Lian sambil menatap si kembar lalu menatap Kaisar Kim bergantian .


"Dasar ... Mana mungkin dia Adikku...dia itu Putraku...!" Seru Kaisar Kim dengan wajah kesal .


"Putramu...mereka Putramu...?" Tanya Feng Lian tak percaya.


"Dia si kembar yang kami ceritakan Padamu . Dan kedua pemuda tampan ini mahluk Kontrak istriku yang sudah dia anggap Putra angkat kami..." Jawab Kaisar Kim dengan wajah dingin menatap Pangeran Feng Lian dengan wajah kesal.


"Kim jangan membual...mana mungkin kalian sudah memiliki Putra sebesar ini . kalau melihat tubuh mereka, mereka pasti sudah berumur empat belas atau lima belas tahun. Dan berapa tahun Kalian menikah..!" Seru Pangeran Feng Lian dengan nada mengejek.


"Mereka itu masih berumur tuju tahun Feng..." ucap Kaisar Kim sambil menatap Feng Lian dengan wajah semakin kesal.


"Apaaa...tuju tahun...Kau jangan Bercanda Kim.." Seru Feng Lian kesal.


"Apakah aku terlihat Bercanda .." Ucap Kaisar Kim membuat Pangeran Feng Lian dan kedua pengawalnya kaget Bukan main,


"Yang di katakan Suamiku memang benar Kak...Ayo kalian berdua beri salam Pada Paman Feng.. " ucap Yulia lembut sambil menepuk pundak sang Putra.


"Salam Paman...Kami memang Putra dari Ayah kami Kim They Yung....umur kami hampir tuju tahun..." ucap Si kembar .


Dengan wajah masih melongo, Pangeran Feng Lian menerima kedua remaja yang memberi salam pada dirinya . Sedang kan Bai Feng dan Bai Fan berdiri di sebelah kanan Kiri Yulia. Mereka tak segan memperlijatkan sikap manja oada Yulia . Setelah Berbicara sebentar, mereka akhirnya keluar untuk mencari makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat pendaftaran. Setelah makan di Restoran yang tidak terlalu besar, mereka segera berangkat ke tempat Pa dataran. Saat Mereka menuju ke sana, seperti biasa mereka Menjadi pusat perhatian semua orang. Bagaimana tidak,... Biasanya dalam satu Kelompok pasti Ada yang menarik daribpada yang lain . tapi pasti itu hanya satu atau dua orang saja . tapi ini...dalam Kelompok ini semua orang yang Ada di Kelompok ini sangat tampan dan Rupawan. Di anrara mereka hanya ada satu wanita yang memukiki wajah sangat cantik, lembut dan anggun. Walaupun terlihat Ada aura tegas dan kuat . Dia berjalan bersebelahan dengan Pria paling tampan di antara mereka . Bukan di atara mereka saja. Seperti nya mereka baru melihat ketampanan yang tidak Ada bandingannya di alam Tianli ini. Di antara mereka juga Ada empat anak Muda yang terlihat sangat kuat di usia mereka . dua pria muda yang mengalir wanita dan Pria tampan itu berwajah sangat mirip dengan Pria tampan dengan wajah dingin itu , mereka terlihat sedang Bercanda dengan wanita cantik yang berada di tengah- tengah mereka


Sejelompok Pria dengan satu wanita itu terlihat menjadi pusat perhatian semua orang. Sedangkan mereka sendiri terlihat dengan tenang berjalan sambil berbincang . Pria tampan itu terlihat menatap wanita di Sebelahnya dengan penuh cinta. Terkadang tangan kekar dan putih itu mengusap lembut kepala si wanita dengan tatapan Cinta. Membuat para wanita di sekitar mereka menatap penuh iri dan benci.


"Kim... Kita akan mendaftar dengan namaku sendiri , lalu kita Berasal dari mana...apakah tidak masalah kalau aku mengaku dari Taiyung..." Ucap Yulia perlahan .


"lebih baik jangan Ayah... Kita bilang Saja dari kota yang tidak Ada di Alam Tianli..." Ucap Wang Hao .


"Memang Kenapa jagoan...?" Tanya sang Ayah ingin tahu isi kepala sang Putra.


"Agar mereka tidak bermasalah atau kaget saja kalau kita penduduk Kota Kerajaan Taiyung... bukankah mereka Sedikit takut mendengar kota tempat ayah berkuasa..." Ucap Sang Putra sambil tersenyum jahil.


"Dasar Pria kecil jahil..." Ucap Kaisar Kim sambil mengacak rambut Wang Hao.


"Bagaiaman kalau kita mengatakan berasal dari kota Dingin..." Kata Feng Lian yang mendengar Percakapan mereka.


"Kota ujung paling timur Kerajaan Feng , Sayang...." Jawab Kaisar Kim.


"Boleh juga ...tapi apa di sana tidak Ada perguruan...?" Tanya Yulia heran.


"Tidak Ada... saat aku berkuasa dulu, aku ingin mendirikan rumah pengobatan Di sana . Semoga Saja adik- adikku bisa meneruskan keinginanku..." Ucap Feng Lian pelan . Yulia menatap Pria yang duduk di sebelah Wang Hai .


"Baiklah aku akan berusaha menang, nanti hadiahnya berapa uang akan aku sumbangkan untuk Desa itu.." Ucap Yulia sambil tersenyum .


"Benarkah...! Trimakasih Lia'er.." Ucap Feng Lian dengan gembira.


"Hey jangan gembira dulu...semua itu belum terjadi kak... Kau bisa mengatakan kata Terimakasi setelah aku menang nanti. " ucap Yulia sembil tertawa.


"Tidak masalah.. Karena aku yakin Kau pasti menang.." Ucap Feng Lian sambil tertawa Senang. Sedangkan Pengawal Tan dan Rong Han menggantikan Yulia mengantri untik pendaftaran . Karena peserta banyak sekali, maka Pengawal Tan dan Rong Han cukup lama berdiri mengantri. Sedangkan Yulia akhirnya di Ajak sang Suami untuk menunggu di pinggiran lapangan tempat pendaftaran. Dan hampir dua jam kemudian, Rong Han menemui Yulia,


"Maaf Yang Mulia.. Katanya peserta harus mendaftar sendiri.. " ucap Rong Han.


Akhirnya Yulia mengikuti Rong Han kearah antrian, tepatnya di mana Pengawal Tan Lui yang sedang berdiri mengambil Antrian. Masih Ada tiga orang lagi yang Ada di depan Pengawal Tan Lui. Saat Yulia berjalan kearah tempat Tan Lui berada, di sepanjang jalan menuju kesana terdengar suara orang Protes atau membicarakan dia .


" Hey.. gadis itu apa salah ya....apa dia Kira kalau tidak mengantri , Dia bisa pendaftar...?" Ucap Seorang wanita yang sejak tadi sudah mengetahui Yulia. Dia iri dan Sedikit marah saat Yulia bersama para Pria tampan.


"Benar sekali...Siapa yang mau mengalah padanya, jangan mentang- mentang cantik, maka akan ada orang yang mau memberikan tempatnya pada dia..." Ucap gadis yang lain.


" Dasar sok cantik... Tahu rasa Kau nanti di permalukan..."ucap seorang wanita cantik yang juga berbaris mengantri. Yulia yang mendengar semua ucapan Dari mereka hanya diam saja. Dia tetap berjalan dengan tenang bersama Rong Han.


"Apakah salah diriku jika aku memiliki orang yang mau menggantikan tempatku untuk mengantri..batin Yulia .


Ketika sampai di dekat Tan Lui, Yulia segera menggantikan tempat Tan Lui, dan kebetulan orang di berada di baris depan sudah mulai mendaftar. kini tinggal dua orang saja sebelum Yulia . Sedangkan Pengawal Tan dan Rong Han terlihat mulai menjauh dari Yulia. Mereka menunggu dan menjaga Yulia di tempat yang agak sedikit jauh. Sedang kan para wanita yang tadi menghina dan memperolok Yulia, hanya bisa terdiam dengan perasaan malu dan marah. Mana bisa wanita itu meminta orang lain untuk mengantri . dan Kedua Pria yang mengantri tadi bukankah Sembarang orang, mereka terlihat berkekuatan tinggi dan berwajah tampan.

__ADS_1


"Gila...wanita itu meminta dua orang tadi untuk mengantri...Siapa dia Sebenarnya...!" Seru salah Satu Pria yang Ada di depan para wanita yang memperolok Yulia tadi.


"Ha ha ha..tanpa mengantripun wanita itu bisa pendaftar dengan cepat. Tapi jika tadi wanita itu meminta tolong Padamu, pasti aku juga rela melakukan nya. Wajah itu...wajah itu sangatlah cantik. Baru Kali ini aku melihat wajah wanita secantik Dia..." Ucap Pria lain di sebelah Pria pertama..


"Benar Katamu teman...Siapa yang akan menolak permintaanya..." Ucap Pria pertama yang memang sedang mengantri juga. Kedua Pria itu seperti nya seorang murid kedokteran . Mendengar ucapan Dari kedua Pria itu, beberapa wanita yang tadi menghina Yulia terlihat sangat Malu dan marah. Mereka menatap Yulia dengan penuh kebencian, Yulia yang merasa tidak tahu masalah nya, Hanya merasakan Kalau Ada tatapan seakan ingin membunuhnya. Namun dia tidak perduli. Dia tidak ingin merusak rencana mereka yang ingin menolong Wangli . Kalaupun bisa , dia akan mengembalikan Kerajaan ini ketangan keluarga Wangli . Walaupun dengan Cara ini dia akan kehilanga Wangli, Dia akan lakukan itu. Tak lama terlihat Yulia mulai pendaftar. Saat Dia di tanya Namanya,


"Nama..." Tanya Pria Paruh baya Yang Ada di depan meja pendaftaran.


"Yueyue..." Jawab Yulia dingin. Dia tidak memakai nama Yulia


"Dari Mana asalmu...." Tanya Pria itu sambil menatap Yulia.


Karena sejak tadi dia tidak menatap Ke arah para peserta , maka dia tidak melihat wajah Yulia. Dan saat Dia melihat wajah Yulia, betapa kagernya dia. Wajah di depan nya sangatlah cantik. Dan matanya itu memiliki tatapan Tajam seorang Jenius.


"Kota Dingin...." Jawab Yulia dingin.


Dan Pria itu masih tertegun,


"Tuan..." ucap Yulia sambil melambaikan tangannya di depan Pria paruh baya itu .


Setelah tersadar dari kekagumannya , Pria itu lalu menunduk dan kembali menulis.


"Perkelompok atau sendiri...?" Ucapnya lagi.


"Sendiri..." Jawab Yulia.


Setelah memulis data Yulia, Dia menyuruh Yulia memukul Batu hitam yang Ada di sebelah nya dengan tangan . Yulia memukul dengan Separuh kekuatan nya . Tak lama terlihat sinar oelangi keluar dari Batu itu. Melihat semua itu, semua orang terkejut menatap Yulia.


"Gila...semua elemen dia punya...!" Seru seorang Pria Tua yang Ada di pinggiran tempat Itu.


"Waah...Baru sekarang aku melihat anak Muda yang memiliki semua Eleman Kehidupan. ." ucap Pria yan lain.


"Nona.. Kau memiliki semua elemen Kehidupan...!" Seru Oria Paruh baya menjaga pendaftaran dengan wajah tak percaya .


"Kebetulan tuan..." Jawab Yulia datar.


Pria itu tahu kalau Yulia tidak ingin membicarakan kekuatannya. Dia segera mengambilkan Lencana keikut sertaan dia dalam perlombaan itu.


"Ini Lencana yang akan menunjukkan kalau Kau ikut perlombaan ini . Jangan sampai hilang . dan datanglah di temoat lonba besok pagi , Karena banyaknya peserta yang mengikuti , maka acara akan di mulai pagi hari. ..." Ucapnya lagi.


"Baik...aku akan datang pagi hari..." Jawab Yulia datar.


Yulia segera mengambil lencana itu , lalu segera pergi setelah memberi hormat dan salam. Dia segera Kembali ketempat Kaisar Kim di Iringi Kedua pengawal Kaisar Kim. Ketika sampai di tempat rombongannya , mereka segera meninggalkan tempat itu. Hari itu Yulia mebawa semua Orang berjalan- jalan untuk menikmati kota Istana Condor .


Dan saat malam hari, terlihat berkelebat dua bayangan hitam berlari dari satu atap ke atap yang lain . bayangan itu terlihat bagai terbang di atas rumah warga kota itu . Dan ternyata bayangan itu menuju Istana burung Condor. Di Depan mereka ternyata Ada seekor burung hitam kecil yang memadu jalan mereka. Ketika sampai di istana, terlihat mereka memutar menuju halaman belakang Istana Condor . tak lama terlihat mereka berdiri di luar tembok pagar di belakang Istana .


"Tuan ... Istana ini Ada pesona yang


melindungi tempat ini ..." Ucap Wangli.


"Lia'er.. Apakah kau bisa Membuka pesona ini..?" Tanya Kaisar Kim lembut .


"Akan aku coba..." Jawab Yulia.


Mereka berdiri di tempat yang sepi dan gelap. Perlahan Yulia melayang ke atas sambil memejamkan matanya. Tak lama terlihat mata Yukiq terbuka . Bersaman dengan terbuka mata Yulia, terlihat cahaya putih keluar Dari dua jari telunjuk Yulia . tak berapa lama terlihat pijar pita warna- warni mulai tercipta di udara tepat di atas pacar tembok istana . Hampir dua jam kemudian, Yulia baru bisa memecahkan ilusi tersebut. Terlihat picar cahayq retak kecil di dalam pesona itu. Dan semakin lama terlihat retak semakin memanjang .dan akhirnya terlihat lubang kecil seukuran manusia berdiri. Melihat apa yang di lakukan Yulia, terlihat senyuman kebanggaan di bibir Kaisar Kim .


"Sayang... Kekuatanmu semakin kuat, aku tidak perlu membinbingmu lagi..." Ucapnya dalam hati. Kekaguman dan kelembuatan Kaisar Kim semakin terlihat jelas.


"Kalian masuk dulu..." Ucap Yulia lembut .


Kaisar Kim dan burung kecil hitam segera masuk kedalam pesona. Tak Kama Yulia pun masuk juga. Terlihat dengan mata telanjang, pesona yang terbuka, perlahan tertutup kembali seperti semula . bagai tak pernah terbuka .


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. Maaf kalau masih Ada salah ketik atau typo. ,🙏🙏


Bersambung


__ADS_2