
Baiklah ...aku akan menyuruh Paman Tan Lui menyuruh mereka pergi..." ucap kaisar yang langsung memanggil pengawal Tan Lui. sedangkan Yulia langsung masuk kedalam kamar . sesampainya di dalam kamar, Yulia kaget dengan kamar yang ada di depannya. kamar itu sangat indah dan mega. Tatanan barang dan hiasan Dinding semua dati bahan emas. tak lama terlihat Kaisar Kim masuk kedalam kamar itu. Dia melihat Yulia yang sedang melihat keadaan kamar mereka.
"Sayang...ini kamar kita..." ucap Kaisar Kim .
"Sangat mewah Kim...ini terlalu mewah untukku...." ucap Yulia masih melihat keadaan ruangan itu.
"Untukmu apapun akan ku lakukan . jangan hanya membuat istana seperti ini sayang. Apapun permintaanmu kalau aku bisa , akan kulakukan..." ucapannya Lembut.
"ucapanmu terlalu merayu Kim..." ucap Yulia dengan wajah cemberut.
Mendengar ucapan Yulia, Kaisar Kim tertawa. wanitanya memang tak mempan di rayu. namun itu bukan sekedar rayuan, tapi Dia memang bertekad untuk membahagiakan istri dan Putra Putrinya .
Yulia sendiri berjalan ke arah jendela. dan saat dia membuka gorden yang menutupi jendela, dia terpanah saat melihat taman yang ada di depannya . tatanan taman ini bagai tatanan taman yang ada di buku jaman modern.
"Kim...kau tahu dari mana tatanan taman itu..?"tanya Yulia
"Kenapa..? Apakah kau tidak suka...?" ucap Kaisar Kim.
"Tidak...malah aku merasa senang dengan tatanan taman yang kau buat..." ucap Yulia.
"Syukurlah sayang... aku takut kau tidak menyukainya..." ucap Kaisar Kim.
"Sebenarnya aku ingin membuat kolam seperti itu di dalam ruang Dimensi . tapi aku rasa aku tidak akan bisa membuatnya .." ucap Yulia .
"Bukankah kau bisa menggunakan kolam itu.."kata Kaisar .
"Mana mungkin Kim... Apa kau fikir aku akan mandi di muka umum. Dan Para penjaga, pengawal dan pembantu akan menatap dan melihat tubuhku.." ucap Yulia sambil berjalan melihat keliling ruangan kamarnya.
"Kim...bukankah biasanya istana Kaisar dan permaisuri beda Ya...?" ucap Yulia .
"Tidak....aku tidak mau, kita akan tinggal di sini berdua selamanya..." ucap Kaisar Kim dengan Cepat .
Yulia kembali melihat dinding kamar yang akan menjadi ruang Kamarnya itu. Dan di sana Dia melihat orname. Yang berbentuk sebuah garis dan bunga. ornamen itu terlihat sangat pelik. Yulia mendekat dan mulai meneliti dengan cermat.
Kaisar mendekati Yulia yang terlihat masih memperhatikan ornamen yang ada di dinding.
"Kim...ini ornamen memang kau yang membuatmya....?"tanya Yulia yang merasa ornamen di tembok memiliki garis- garis yang femiliar di benaknya. .
"Tidak...ornamen- ornamen ini sudah ada sejak aku melihat rumah ini..." ucap Kaisar Kim lembut. Dia memeluk Yulia dari belakang.
"Aku hanya mengganti luas ruangan dan lukisan lain. Memangnya Kenapa sayang.... apakah kau merasa pernah melihat ornamen yang seperti ini...?" tanya Kaisar Kim..
"Iya...rapi aku lupa di mana .." ucap Yulia.
"Kita akan coba mempelajarinya..." ucap Kaisar Kim yang semakin erat memeluk Yulia. Dia memang sangat merindukan wanita yang kini ada dalam pelukamnya.
"Sayang...aku merindukanmu..." ucap Kaisar Lembut sambil menaruh kepalanya di pundak Yulia dengan manja . Tentu saja tingkah lakunya membuat Yulia merinding. Tapi mau menolak Dia memang Istri Kim They Yung.
"Rindu..?.Cih jangan berusaha merayuku karena kesalahanmu...kalau kau memang Rindu dan perduli denganku, tentu kau akan menyapaku saat pertemuan pertama kita di alam ini . tapi tidak...Kau diam saja seolah tak mengenalku...apakah saat itu kau takut mereka akan tahu kalau aku istrimu...kau malu memiliki aku sebagai istrimu...?" ucap Yulia beruntun karena kesal. Mendengar ucapan Yulia, Kaisar Kim tiba- tiba membalik tubuh Yulia lalu mencium Bibir Yulia dengan Kasar. Tentu saja Yulia kaget. Setelah cukup lama me****t bibir merah Yulia , hingga Yulia merasakan sesak nafas . Kaisar Kim melepas ciumanya setelah terlebih dahulu menggigit bibir Yulia.
"Kim... Kau..."seru Yulia kesal.
"Jangan ucapkan lagi kata- kata seperti itu. Kau tahu aku sangat mencintaimu, aku bangga padamu, aku memujamu. Bukan kah sudah kubilang kalau aku melakukan semua itu , demi keselamatanmu. Aku takut kehilangan dirimu. Aku takut kau pergi dariku...ingat jangan ucapkan itu lagi..." ucap Kaisar Kim sambil memandang Yulia dengan marah , namun terlihat tatapannya penuh Cinta. Dia mengusap bibir merah Yulia yang tadi dia gigit. Melihat itu, Yulia merasa bersalah dengan ucapannya . hingga akhirnya dia berkata .
"Sebenarnya Aku sangat kesal padamu.. Aku kesal saat aku tahu, ternyata putra Suci yang di maksud Nona Cin Yilu di perguruan adalah dirimu. Kau tahu , hampir semua murid Di perguruan tahu kalau Dia Kekasihmu . wanita itu mengatakan pada semua orang kalau Dia adalah Cinta masa kecilmu.." ucap Yulia sambil memperlihatkan wajah cemberut. Melihat sikap Yulia , tiba - tiba Kaisar Kim merasa kan hatinya gembira. Terlihat sekarang kalauYulia cemburu.
"Tunggu... apakah kau cemburu...? apakah ini tandanya kau mulai Jatuh cinta padaku...?!" seru Kaisar Kim dengan wajah Ceriah.
"Cemburu...? Ck..siapa juga yang cemburu padamu... Terlalu banyak wanita yang ingin memiliki dirimu..mengharapkan cintamu..." ucap Yulia kesal.
__ADS_1
"Benarkah....Apakah kau tidak mengakui kalau kau cemburu.." kata Kaisar Kim sambil menatap Yulia.
"Tidak..." jawab Yua.
Dam tiba- tiba Kaisar Kim menggelitik ketiak Yulia hingga terdengar suara maninta ampun Yulia.
"Kim cukup...cukup Kim...!" seru Yulia kegelian,
"Kau jawab Dulu pertanyaanku padamu .. Kau cemburu kan ..?" ucap Kaisar Kim yang tetap menggelitik perut dan pinggang yulia. Yulia paling tidak tahan kalau di gelitik. Entah Dari mana Kaisar Kim tahu kelemahan Yulia yang satu ini.
"Iya, iya ...aku Cemburu.." seru Yulia yang sudah tidak tahan. Terlihat air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa . Mendengar ucapan Yulia, Kaisar Kim berhenti menggelitik, dia lalu memeluk tubuh semampai itu dengan erat.
"Trimakasih sayang.. apakah ini tandanya kau sekarang mulai mencintaiku...?" ucap Kaisar Kim sabil menaruh kepala Yulia di dadanya .
"Iya...aku sadar itu setelah kita berjauhan, entah kenapa tiba- tiba aku merindukanmu dan ke dua putra kita. Dan tadi demakin aku menyadari kalau aku ternyata merasakan marah dan kesal saat aku tahu kalau Putra Suci adalah dirimu, saat itu sebenarnya aku ingin pergi dari sini...."ucap Yulia pelan.
"Maafkan aku Sayang.. Kalau bukan dengan cara itu, mereka akan tetap menghinamu. Karena kau bukan rakyat Alam Tianli. Dan kekuatanmu yang tidak mereka ketahui. Hanya dengan cara seperti ini, mereka bisa melihat kekuatanmu .dan kita bisa membungkam mereka .. maafkan aku ya...?" ucap Kaisar Kim lembut. Yulia menatap wajah tampan yang sedikit lebih tinggi darinya .
"Baiklah.. Asal jangan kau ulangi lagi. Ada apapun itu katakan saja pada ku.. Jangan ada rahasia di antara kita. Jikapun nanti ada sikapku yang tidak kau sukai, katakan saja...tegur aku.. Semua itu akan membuatku menyadari kesalahanku... Dan satu lagi ..aku tak ingin ada saingan cintaku di dalam kehidupan kita. Jika kau ingin menggantikan diriku dengan wanita lain, katakan saja sejujurnya. Aku akan mengalah dan pergi darimu ...' ucap Yulia kembali .
Kasar Kim menjaukan wajah Yulia sedikit dan berucap sambil menatap mata sang istri lekat.
" Trimakasih sayang...kau ijinkan aku hidup bersamamu , bersama anak kita . Mulai dekarang tolong jangan pernah meninggalkan diriku . aku janji padamu, tidak akan ada wanita lain di dalam hidupku... Aku tak butuh membual dengan semua ucapanku , karena aku akan membuktikan padamu tentang kesetiaan dan cintaku..." ucap Kaisar lembut . perlahan wajah Kaisar menunduk dan mencium bibir lembut sang istri. Dan kali ini, Yulia merespon kasih sayang yang di berikan sang Suami. Namun saat Kaisar terlena dengan rasa cinta dari sang istri, Yulia tiba- tiba berkata.
"Sayang... Kita masih ada pesta jamuan makan malam di istana pusat , tidak baik kan kalau kita tidak datang..." ucap Yulia lembut. Mendengar Yulia mengucap sayang padanya, Kaisar Kim bagai terbang melayang.
"Kau memanggilku apa...?" ucapnya sambil tersenyum gembira .
"Memanggilmu...? Memanggil yang mana..? Memangnya aku memanggil apa...?" " tanya Yulia heran. Melihat tingkah sang Istri. Membuat Kaisar Kim gamas. Namun dia tidak berani mencium Yulia lago . bisa- bisa mereka benar- benar tak akan keluar dari kamar ini .
"Dasar istri nakal... Akan ku hukum kau nanti malam sehabis pesta..." ucap Kaisar sambil mencium lembut kening Yulia.
Mendengar ancaman Kaisar Kim, terlihat rona merah di wajah sampai telinga Yulia .Yulia segera menjauh dari kaisar Kim .
Dan kini saat Dia sedang membantu Kasar Kim berbenah untuk menghadiri pesta perjamuan, tiba - tiba saja daun pintu kamar ada yang mengetuk. Setelah pelayan membuka pintu, terlibat dua pria muda tampan berdiri dengan gagah di depan pintu . pakaian putih mereka sama seperto yang di pakai Ayah dan Bunda mereka. Hanya saja pada baju sang Ayah ada gambar Naga. Dan baju Yulia ada gambar burung Phoenix nya. Sedangkan sang Putra dengan baju Putih dengan hiasan bintang di dadanya.terlihat mereka menatap kedua orang tuanya .
"Ayah, bunda....apakah kalian belum siap ..." ucap Wang Hai saat melihat sang Ayah masih di betulkan bajunya Oleh Yulia.
Entah kenapa sejak Yulia mengatakan kalau dia mulai mencintai dirinya Tadi sore, Kasar Kim tak ingin lagi para pelayanan memegang tubuhnya. Dia hanya mau di ladeni sang Istri. Tentu saja Yulia keberatan. Dia yang hanya bisa melihat tubuh pria saat pria itu sakit, kini harus melihat tubuh Kaisar Kim dalam keadaan seperti ini .
"Sayang...Ayolah...aku tidak mau tubuhku di nikmati mereka..bukankah kau dulu juga sudah melihat tubuhku saat pengobatan Racun dalam tubuhku.. ." ucapannya manja.
"Ck..sebenarnya kenapa sich orang ini... Kenapa dia malah semakin manja saat tahu aku mulai menyukainya. " gerutu Yulia.
"Kenapa tidak mandi dulu Kim...?" tanya Yulia yang masih berusaha menolak keinginan Sang Suami .
"Sudah tidak ada waktu lagi sayang, Ayolah Tolong aku... waktu pertemuan tidak lama lagi sayang... " ucapnya memaksa.
Namun akhirnya Yulia melakukan apa yang dia minta . dia menyeka tubuh kekar itu dengan air hangat. Setelah itu, membantu dia memakailan bajunya . untung saja dia tadi sudah mandi dan berganti pakaian saat Kaisar Kim keluar sebentar bersama Rong Han yang tadi datang. Melihat tubuh atletis dan kekar itu, tentu saja membuat Yulia terpesona. Namum dengan sekuat tenaga Yulia berusaha Cuek dan Tidak terpengaruh. Dan saat Itulah kedua bocil mengetuk pintu.
"Sebentar sayang...tinggal membetulkan baju ayah..." ucap Yulia.
Tak lama terlihat keluarga kecil itu keluar dari kamar sang Putra Suci . Mereka segera pergi ke perjamuan yang di adakan di istana utama. putra Suci bersama istri dan Anaknya ternyata harus datang brsama Kaisar Zhang. Dan ternyata di sana juga ada putri dan Pangeran kerajaan Tianli. Dan lebih membuat kaget Yulia, ternyata Zhang Xio adalah salah satu pangeran Kerajaan Taiyang. Membuat Yulia kaget bukan main,
"Selamat malam Yun'er..." sapa Zhang Xio. Tentu saja Yulia kaget.
"Zhang ...kau, kau di sini..!" setu Yulia dengan wajah kaget.
"Xio:er..kau mengenal Dia...?" tanya seorang Wanita paruh baya yang berdiri di belakang Zhang Xio bersama pria paruh baya Yang masih terlihat gagah.
__ADS_1
"Tentu saja ibu...apakah kau masih ingat yang aku katakan tempat hari, wanita yang telah menolong nyawaku hingga dua kali..."ucap Zhang Xio.
"Menolong nyawaku dan kehidupan ku . sampai dua kali...?" tanya sang Ibu.
Sepertinya Dia lupa cerita sang Putra.
"Ck ibu...baru beberapa bulan saja kau sudah Lupa Bu..itu lo...wanita yang telah menolong dari ledakan bunuh diri yang di ceritakan teman ibu yang katanya hampir membuat Perguruan Baiyun mengalami petaka...lalu ada hubungan apa antara pertanyaan ibumu dengan. peristiwa itu. Dan dia diapa ...? kenapa dia bersama putra Suci..?" tanya pria di sebelah Wanita yang dipanggil Ibu oleh Zhang Xio .
"Tentu saja ada hubungannya Bu..Aku berhutamg nyawa padanya. dua kali . aku di bantu ..saatbitu aku di ujung kematian, dan dua kali pula dia menyelamatkan diriku. Karena itu aku mengabdikan diri menjadi pengawal pribadinya..." ucap Zhang Xio.
"Apaaa...apa kau gila...kau itu seorang pangeran, Dan kau mau mrnjadi pengawalnya...!?" setu sang Ibu murka.
"Aku seorang Pangeran, tapi Dia ratu kerajaan Ini Bunda..." ucap Zhang Xio .
"A..apa maksudmu Xio'er..." tanya sang Ibu tak mengerti.
"Dia itu Ratu kerajaan ini Karena Dia istri dari Putra Suci.." Ucap seorang gadis yang memang sejak tadi selalu ingin lebih dekat dengan Yulia. Gadis cantik yang terlibat Ceriah dam Lincah.
"Makdimu..Dia Ratu kita...?" ucapnya tak percaya.
"Benar Bibi...dia istriku dan Ini Si kembar putraku..." ucap Kaisar dingin .
"Ja..jadi Yang...Yang Mulia sudah beristri dan Punyak anak...!" ucap Ibu Zhang Xio kaget.
"Hmm..." angguk Kaisar Kim.
"Ada apa ini...?" sebuah suara mengejutkan Mereka. Terlihat Kasar Zhang San Mo berjalan kearah mereka .
" Salam Ayah Selamat malam...!" seru Putra dan menantu .
"Salam Kakek ...salam sejahtera dam selamat malam...!" ucap sang Cucu termasuk Yulia dan kedua putranya .
"Selamat malam...apa yang sedang kalian perbincangkan ...aku lihat sangat serius...?" ucapnya lembut .
"Ayah... Ternyata Putra Suci sudah memiliki seorang istri...apa ayah sudah tahu...?" tanya Ibu Zhang Xio.
"Sudah...siang tadi semua orang banyak yang tahu...karena Dialah yang memenangkan pemilihan Calon Ratu. "Ucap Kaisara Zhang.
"Maksud Ayah...?" tanya nyonya zilian ibu Zhang Xio .
"Kau bisa menanyakan pada yang lain nanti, sekarang kita harus menghadiri perjamuannya...." ucap Kaisar Zhang.
"Baik Ayah...." ucap nyonya Zailin .
Mereka segera berangkat bersama menuju istana utama . Sejak tadi Yulia Diam saja saat ibunya Zhang Xio membicarakan dirinya dengan nada menghina . Terlihat Zhang Xio berjalan di belakang Yulia dan Putra Suci. Dia berjalan bersama Rong Han dan Tan Lui. Mereka segera masuk ke istana utama. Ternyata para tamu sudah berdatangan semua. Yulia berinisiatif untuk bergabung dengan para anggota keluarganya . Namun Kaisar Kim meminta Dia tetap bersamanya karena semua sudah tahu kalau dia istri Putra Suci. Akhirnya Yulia masuk bersa rombongan kerajaam . Saat mereka masuk, terlihat para tamu segera berdiri menatap kedatangan mereka. Dengan bangga, Putra Suci(Kaisar Kim ) Menggandeng tangan Yulia. Sedangkan si kembar berjalan di sebelah kanan dam Kiri kedua orang tuanya.
"Salam sejahtera yang mulia Kaisar Zhang San Mo .. Salam sejahtera nyonya Yulia dan putra Suci salam sejahtera para pangeran dan Putri....!" seru mereka bersamaan. Kaisar berdiri mengucapkan kata- kata lalu mereka segera duduk di kursi yang sudah tersedia untuk mereka.KarenaZhang Xio juga seorang Pangeran, maka Dia duduk di deketan para Pangeran bersama kedua orang tuanya. Sedangkan Yulia terlihat duduk bersama Putra Suci dan kedua Putranya. Setelah Kaisar memberi ucapan pernutupan ,Setelah Selesai acara , perjamuanpun di mulai. Nona Cin Yilu yang masih sakit tidak bisa ikut datang ke perjamuan. Dia berada do rumah inap khusus keluarganya. Dalam acara ini. Para pangeran yang masih lajang dan sudah saatnya menikah, biasanya akan memilih calon selir atau Istri. Dan jika mereka sudah cocok maka mereka akan segera melakukan pertunangan malah terkadang sudah di tetapkan hari pernikahan mereka. Namun kita masih bisa melihat ternyata di antara mereka masih ada yang masih berharap kalau Putra Suci masih akan Mengambil selir atau istri pendamping. Dam saat makan malam Di mulai. Yulia Segera mengambilkan makan malam untuk suami dan kedua putranya. Sedangkan Kaisar Kim dengan. tegas menolak saat pelayan mau mengambilkam makanan buatnya. Dengan tenang. Yulia mengambil makanan buat Suami dam Putranya. pertama doa mengambilkan makanan untuk Kaisar Kim.
'Kim...mau ikan apa...?" tanya Yulia lembut .
'Apapun yang kau ambilkan pasti akan ku makan. walaupun tak seenak makanan yang kau buat..." ucap Kaisar Kim dengan manja. melihat sikap Putra Suci semua orang ternganga tak percaya .
"Ya Dewa...apakah itu si dingin Kaisar Kim..." batin para kepala sekte .
"Yang Mulia...tolong jangan terlalu memperlihatkan kemanjaan anda pada nyonya .... ini bukan di istana ...."ucap Pengawal Tan Lui dalam hati . Dan banyak pasang mata yang menatap kearah mereka berdua dengan perasaan Iri. baik pria maupun wanita.
Sedangkan semua anggota Kerajaan ternganga tak percaya melihat Sikap Putra Suci. Hanya Zhang Xio yang terlihat tenang sambil menhambil makanan yang akan dia makan. Setelah mengambilkan makanan untuk Sang Suami, Yulia mengambilkan Makanan untuk kedua Putranya. barulah Yulia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Maaf kali ini agak pendekan ya...akan aku lanjut besok lagi.
__ADS_1
jangan lupa like, Vote dan Komennya aki tunggu.
Bersambung.