YULIA

YULIA
MENYEMBUHKAN DEKAN


__ADS_3

"Benar kata kak Yuan..ayolah kak...hanya Satu Minggu saja...tidak lama kan...dari pada berpuluh tahun kakak menunggu dia...Dan sekarang Kau harus berkorban Hanya Beberapa hari saja . " bujuk Pangeran Feng Sian Dengan wajah memohon . Mereka takut akan sia - sia keoergian mereka Kali ini , jika wanita itu akan takut dan malah akan membenci sang Kakak. Terlihat Kaisar Feng Lian menatap pada kedua adiknya. wajah sang adik menatap padanya dengan wajah penuh harap .


"Baiklah...hanya satu minggu lagi kan...? Baik aku akan menunggu . tapi lebih dari itu aku tidak sanggup..." Akhirnya dia menyetujui usulan Kaisar Ang Suyan. Walaupun terlihat keterpaksaan di wajah tampannya . mereka semua menghela nafas lega. Bagaimana pun juga orang di depan mereka ini Adalah Kaisar Kerajaan Terbesar di ujung Timur Alam Tianli ini. Di Ujung barat Alam Tianli Adalah kekuasaam Kerajaan Taiyung. sedang kan ujung Timur Adalah kekuasaan Kerajaan Feng .


Sedang kan Di Perguruan Surya sendiri , Seorang wanita bertopeng yaitu Yulia terlihat sedang berjalan keluar dari kamar nya setelah Kakak Seniornya meninggalkan kamar nya .


Saat menutup pintu kamar , Yulia melihat Linlin keluar dari kamar Yu Lan


" Lo..Kau di tempat Yu Lan...?" Tanya Yulia pada Linlin.


"Iya...aku tadi memberikan jepit rambut milik Yu Lan yang aku Pinjam saat pulang tadi..." Ucap Linlin.


" Oo..apakah kalian tadi sudah Bertemu Kakak Senior..?" Tanya Yulia lagi .


"Sudah...Malah aku kena marah dia tadi..." uucap Linlin dengan wajah cemberut .


"Memangnya kenapa...?" tanya Yulia sambil tertawa melihqt wajah kesal Linlin .


"Sebab saat Dia memanggil Yu Lan, aku Ada di kamarnya..f" jawab Linlin .


"Memang tifak boleh main ke kamar teman..?" tanya Yulia heran.


"Kata Dia tidak boleh...benar tifaknya kita belum tahu kan...?" kata Yu Lan.


"Aku juga terkena kemarahanya..." ucap Yulia.


"Kami juga mendengar perdebatan kalian tadi...." Jawab Linlin sambil tertawa kecil .


"Dasar Kau ini... bukan nya membantuku, Senang melihat teman susah..." Ucap Yulia berpura- pura kesal.


"He he he ..Karena kami yakin Kau bisa melawan dia..dan lagi kami baru mendapatkan amarah dia. Jadi mana berani kami membantumu..." Ucap Yu Lan.


"Dasar kalian...." Ucap Yulia berpura- pura marah dan berjalan ke arah aula pertemuan . Kedua temannya kaget dan Segera mengejar Yulia setelah menutup pintu. Mereka takut Yulia akan benar- benar marah.


" Yulia...Kau marah...!" Seru Linlin.


"Yulia maafkam kami... Kami tidak membantu mu Karena kami tahu Kau pasti sanggup menghadapi Senior yang sombong itu..maaf kami ya..." Ucap Yu Lan Merayu .


"Iya... Kami janji tidak akan seperti itu lagi. Maafkan kami ya..."" Ucap Linlin dengan wajah ketakutan. Seketika Yulia berhenti dan menatap ke duanya lalu tertawa.


"Dasar...menghadapi Dia saja kalian sudah takut, lalu apa kalian berani pada mereka yang sok berkuasa ha... Sok jagoan..." Ucap Yulia sambil memukul pelan kepala mereka berdua. Seketika ke duanya tahu kalau mereka di kerjai Yulia.


"Ck...Kau mengerjai kami .. Tentu Saja kami tidak berani, tapi demi membelamu kami akan lakukan ..." Jawab Linlin .


"Dan kalian akan mendapat tekanan sepanjang hari dari mereka..." Ucap Yulia.


"Tidak masalah...Demi sahabat kami.." Ucap Yu Lan dengan gaya berani . Mereka pun tertawa bersama. Setelah berhenti tertawa Yulia berkata.


"Jangan lakukan itu... Jangan melakukan perbuatam yang tidak Ada gunanya . Belajarlah yang rajin disini.. Coba hindari pertengkaran. Fokuslah untuk Belajar. Sebisa mungkin hindarkan masalah bertengkar dengan para senior. Hanya jika harga diri kalian terinjak. maka barulah melawan mereka.Karena tak selama nya aku akan bersama kalian, jadi jaga Diri kalian sendiri..." Ucap Yulia sambil menatap mereka berdua.


"Yulia...apa maksudmu..? Apakah Kau akan pergi Dari perguruan..?" Tanya Linlin menatap Yulia dengan cemas.


"Bukan begitu..Aku hanya memberitahi kalian, tidak selamanya kita akan selalu bersama, jadi.. kalian harus berani menjaga diri kalian sendiri.Aku takut jika aku pergi melaksanakan tugas dari perguruan, bukankah aku akan meninggalkan kalian . jadi Kalian akan sendiri kan.. jika kalian tidak Belajar untuk mandiri, maka aku akan takut meninggalkan kalian, aku takut kalian akan di tindas seperti dulu lagi . kalian mengerti maksudmu kan...?' kata Yulia lembut.


" Benar Katamu teman... Kami tahu maksudmu.. terimakasih Kau selalu membuat kami semakin menyayangi mu. Kami akan berlatih dengan baik. Kami akan kuat. jadi jangan cemaskam kami lagi. Aku janji..." Ucap Yu Lan.


"Benar aku juga janji akan menjadi wanita mandiri dan kuat . aku janji sahabatku..." Ucap Linlin.


"Nach itu Bari temanku...ya sudah Ayo cepat kita ke aula. Takut nya kita yang telat..." Ucap Yulia.


Mereka pun segera berjalan cepat ke aula pertemuan . sesampainya di sana. Mereka melihat kalau para temannya sudah pada datang. Untunglah mereka Bukan yang terakhir datang. Yulia dan kedua temannya segera mencari tempat duduk di meja makan seperti yang lain. Saat mereka mencari tempat duduk.seseorang memanggil Yulia.


"Saudara Yulia kesini...!" Seruan yang membuat Yulia menatap kearah tempat itu. Ternyata kedua murid Bayu melambaikam tangan pada mereka. Dan di samping mereka Ada tiga tempat duduk yang masih kosong. Dan di damping Kursi yang kosong, terlihat Pria yang di kalahkan Yulia pada babak vinal. Dia juga melambaikan tangannya. Yulia dan kedua temannya saling berpandangan. lalu akhirnya mereka tersenyu dam melangkah kearah mereka.


"Apakah ini masih kosong...?" Kata Yulia." Kami memang mencarikan tempat duduk untuk kalian bertiga. Dan kami di Bantu saudara Dondon ucap murid dari perguruan Bayu.


"Oo..kalau begitu kami ucapkan terimakasih..." Kata Yulia ramah.


Tak berapa lama para guru mulai masuk ke dalam ruang Aula. Setelah Kepala Sekolah memberi arahan dan nasehat, dan memperkenalkan beberapa guru pembimbing, beberapa Senior datang membawa kotak makanan. Metekapum segera makan bersama. Dan saat mereka asyik makan, Dekan yang berjalan akan meninggalkan ruangan bersama para guru, tiba- tiba mendekati Yulia.


"Murid Yulia... Datanglah kekantorku setelah makam Ada sesuatu yang akan Ku tanyakan Padamu..." Ucap Dekan. Seketika Yulia berdiri dan membungkuk hormat.


"Murid akan ke sana Guru.." Jawab Yulia. Dekan pun berjalan keluar Ruang bersama para guru. Dedangkan Yulia kembali menikmati makanan nya dengan tenang. Para murid baru terlihat dedekali menatap Pada Yulia. Apalagi yang terjadi pada Yulia. Kenapa Dekan menginginkan Dia ke kantor beliau.


"Yulia...Ada apa Dekan meminta mu datang kekantornya...?" Tanya Linlin.


"Mana aku tahu Lin...aku bukan canayang yang pandai menebak apa yang terjadi..." Ucap Yulia dengan tenang.

__ADS_1


"Ck Kau ini..kenapa Kau tenang sekali...aku saja yang tidak di panggil ketakutan.." ucap Linlin dengan wajah cemberut.


"Mengapa mesti takut kalau kita tidak bersalah..tenang saja....Ya sudah Karena aku sudah selesai, aku akan pergi ke ruang kepala Sekolah..." Ucap Yulia yang langsung berdiri .


"Hey..Kau akan pergi sendiri..?" tanya Linlin yang heboh.


"Tentu saja...kembalilah ke kamar, aku bisa pergi sendiri..." Ucap Yulia


"Tapi Yulia..." Seru Linlin Khawatir.


"Jangan Khawatir, aku akan baik- baik saja. Kembalilh ke kamar bersama Yu Lan..." Ucap Yulia sambil menepuk pelan pundak Linlin. Setelah itu dia keluar dari dalam ruang aula dengan mendapatkam tatapan Dari para murid baru. Dengan tenang Yulia melangkah keluar aula. Ketika sampai di luar ruangan, seorang pria Muda mendarangi Yulia.


"Kau murid baru Yulia ya..?" ucapnya dengan sopan.


"Ternyata Ada juga yang bisa sopan berbicara .."batin Yulia


" Benar Kak..Ada apa Ya...?" Tanya Yulia . wajahnya yang bertopeng membuat orang tidak bisa melihat raut wajah Yulia.


"Aku di minta Dekan untuk membawamu ke ruangan beliau,.." Ucap Pria itu.


"Oo..trimakasih kak.. Aku tadi ingin bertanya pada murid senior, Di mana ruang Dekan, untunglah beliau mengutus Kakak.." Ucap Yulia.


"Kalau begitu Ayo aku antar.." Ucap Pria Muda itu.


Wajah pria ini cukup lumayan juga.." Batin Yulia sambil melangkah mengikuti pria tampan di depannya. . senyum Samar terlihat di bibir Yulia. Namun senyuman Itu tak luput dari pandangan Ryu.


"Lia'er...dia masih lebih tampan aku..." Ucap Ryu.


"Ha ha ..kakak.. untuk apa Kau berkata seperti itu..aku hanya memuji Sedikit Kak...." UcapbYulia sambil tertawa. Mereka mengikuti Pria itu melewati Beberapa ruang kelas dan Beberapa ruangan yang entah ruang apa itu. Dan saat Yulia berjalan dengan Murid Pria itu, mereka jadi perbincangan para murid wanita.


"Ya Ampun. Murid baru Kok bisa berjalan bersama Kak Rong Can..!" Seru seorang gadis.


"Dasar wanita j****g...pasti dia Merayu Kak Rong Can..." Terdengar seruan marah seorang gadis.


" Waaa...bagaimana kalau Nona Sanyu tahu kalau Kak Rong Can berjalan dengan murid baru itu.Pasti dia akan melabrak gadis itu. Aku yakin itu. Dan Aku akan melihat gadis genit itu di Hajar Nona Sanyu.." Seru suara seorang gadis, Zizu yang berada di Lengan Yulia menatap kearah gadis yang mengatakan Yulia j****g tadi . dan sekali kibasan Lengan tangannya Dari jauh, terdengar seruan gadis itu. "Aauuu..." Tanpa tahu kenapa gadis itu merasakan tamparan di pipinya. Jeritannya membuat orang menatap kearah dia. Dan mereka melihat Ada belas tapak tangan di pipi mulusnya. Namun mereka heran, Sebab tidak Ada orang yang menampar dia.


"Siapa yang memukulku..!" Seru gadis itu marah. Tentu saja mereka semua juga heran, Sebab tidak Ada orang yang mendekati gadis itu. Gadis itu sedang menatap kearah Yulia bersama ketiga temannya. Dan mereka melihat Yulia jaraknya jauh Dari mereka dan sedang berjalan membelakangi Menuju kantor ruang Dekan . wajah wanita itu terlihat bemefaj karena marah dan belas tamparan, Karena terlalu keras pukulam itu menampar pipinya, terlihat sudut Mulut nya terlihat Ada darah.


"Zizu...Kau menampar dia...?" Kata Yulia.


"Terlalu Berisik..." Ucapnya dengan barwajah kesal.


Ternyata Kau tidak marah..." Kata Zizu


"Tentu saja... Untuk apa aku marah. Mulut yang terlalu Berisik akan diam jika kita pukul..." Ucap Yulia.


Merekapun sampai pada ruang kantor Dekan. ruang kantor Dekan ternyata cukup besar. Dan saat Yulia mengetuk pintu terdengar jawabam dari dalam ruangan.


"Masuk..." Jawabam dari dalam ruangan itu. Perlahan pintu di buka oleh murid senior yang ternyata banyak penggemarnya itu.


"Silahkan Nona Yulia..." Ucap pria itu.


'Trimakasih Senior..." Jawab Yulia lalu Yulia segera masuk ke dalam ruangan itu. Terlihat Deja. sedang duduk di meja yang penuh dengan tumpukan kerta . Salam guru.. Sapa Yulia dan murid pria itu. "Kalian berdua duduklah... " ucap Dekan .


"Maaf guru... Karena masih ada pelajaran, murid undir diri.." Ucap murid itu.


"Pergilah... " ucap Dekan. Sedang kan Yulia perlahan mulai duduk di depan Dekan . "Guru...apa yang ingin guru tanyakan pada Saya...?" Tanya Yulia sambil menatap Pria Tua yang terlijatvlembut di depannya. "


Aku hanya ingin bertanya padamu, Sebenarnya Dari mana Buah yang Kau berikan pada Guru saat itu.." tanya Dekan dengan menatap wajah wanita bertopeng didepannya.


"Kenapa Guru ...?" tanya Yulia .


'"Apakah anda memiliki suatu penyakit..?" Tanya Yulia kembali .


" Benar ...Sebenarnya aku memiliki Suatu penyakit di dalam tubuhku sejak beberapa tahun yang lalu. Sudah banyak tabib yang kudatangi atau kupanggil. Namun tidak satupun yang bisa menyembuhkan diriku..." Ucap Dekan dengan wajah terlihat sedih.


"Maaf guru...boleh murid melihat denyut nadi guru..." Ucap Yulia. Terlihat wajah Dekan kaget menatap Yulia.


"Kau bisa pengobatan...?" Tanya Dekan lagi.


"Sedikit Guru..." Ucap Yulia.


Akhirnya Dekan mengulurkan tangannya. Yulia segera menaruh jemari tangannya di pergelangan tangan Dekan . tak lama terlihat wajah nya Sedikit mengkerut.


"Ada apa Yulia...?" Tanya Dekan dengan wajah heran dan cemas.


"Maaf guru... Dari.mana racun bunga salju berada di tubuh Guru. Apakah guru merasa kedinginan lebih parah saat bulan purnama...?" Tanya Yulia sambil menatap Dekan.

__ADS_1


"Apaa....racun bunga salju...? Kau tahu itu...? Tapi kenapa mereka bisa tidak tahu..?" Tanya Sang Dekan dengan wajah kaget.


"Jangan salahkan mereka. Karena racun bunga Salju di campur racun kelabang hitam pegunungam Salju membuat orang akan terkecoh dengan racun itu. Dan orang yang menaruh Racun ini Hanya ingin anda tersiksa, Bukan Ingin membunuh anda. Mungkin saat Dia bosan dengan penyiksaan dia pada Anda, baru dia akan membunuh anda...?" Ucap Yulia pelan.


"Brengsek ..Siapa yang telah melakukan itu padaku..." Seru nya marah.


"Maaf guru...seperti nya Ada campur tangan orang dalam, atau mungkin orang dalam itu sendiri yang telah melakukan semua ini pada guru..." Ucap Yulia.


"Begitulah...?" Ucap Dekan dengan wajah geram , sampai- sampai dia berdiri dari tempat duduk nya.


"Guru...jangan emosi ....kalau anda emosi, anda tidak bisa mengetahui Siapa mereka. Lebih baik kita coba menyembuhkan Guru terlebih dahulu , tapi Semua ini rahasia kita... Guru harus tetap berusaha seperti orang yang masih sakit. Dan saat nanti Setiap mau makan atau minum, tolong Ada periksa dengan jarum Perak. Akan hamba beri jarum Perak khusus yang akan bisa melihat makanan atau minuman itu beracun atau tidak. Racun tersembunyi sekalipun Akan tetap bisa terihat di jarum Perak yang akan Murif berikan pada Guru . Jangan percaya pada siapapun juga . sekalipun itu saudara, kerabat atau orang terdekat anda.. apakah anda bisa...?" Tanya Yulia sambil menatap Dekan Yan So dengan tatapan lembut seorang Putri.


"Baik akan aku lakukan Nak...lalu apa yang akan kau lakukan untuk menyembuhkan diriku ...?" tanya Dekan Yan So sambil menatap Yulia.


"Anda harus percaya pada Yulia. Yulia akan berusaha menyembuhkan anda..." ucap Yulia dengan keyakinan di wajahnya. Terlihat wajah Dekan menatap Yulia cukup lama. Tak lama dia berkata.


"Baik aku percaya padamu.." ucapnya dengan nada Yakin.


"Baiklah kalau begitu bagaiaman kalau kita mulai sekarang guru..." kata Yulia.


"Lalu apa yang akan kau lakukan ...?" tanya Guru Yan So .


"Murid akan memggunakan tehnik Akupuntur dulu. Baru memberi pil ramuan pada anda..." ucap Yulia. Mendengar perkataan Yulia, terlihat kekagetan di wajah Dekan Yan So .


"Kau...kau bisa menggunakan pengobatan akupuntur...?" ucapnya tak percaya.


"Bisa guru... Kini murid akan mencoba mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh guru tapi untuk itu, guru harus membuka maaf baju atasan anda. Jadi tolong orang kepercayaan guru untuk menjaga pintu ruangan ini..." ucap Yulia.


"Baik akan aku lakukan. Lalu Dekan Yan So Memanggil murid kepercayaannya untuk menjaga pintu. setelah pintu tertutup, Yulia segera memanggil Zizu dan Wangli. Dekan sempat terkejut dengan kehadiran dua Pria tampan di depan nya. setelah di jelas kan kalau mereka hewan kontrak Lia dan sahabatnya, Dekan Yan So menatap Yulia dengan tatapan kagum dan tak percaya. Yulia meminta Wangli dan Zizu untuk menjaga Pintu . Baru kemudian Yulia meminta Dekan buka baju atasannya. Setelah itu, Dia segera menggambil dua botol dan debuah mangkok dari dalam Cincin ruang nya. Satu botol berisi pil ramuan , dan satunya lagi berisi air Jiwa. juga Kotak jarum akupuntur miliknya .


"Guru...minumlah air ini . Air ini akan menetralkan Racun yang Ada di tubuh Guru. Dan akan mengikis Racun yang Ada di darah dan racun yang mengendap di lambung hati dan sekarang hampir memenuhi jantung guru. ." ucap Yulia.


Yulia segera menyerahkan botol air ke tangan Dekan Yan So. dan tak lama Yulia mulai berada di belakang tubuh Dekan Yan So. setelah memasukkan jarum kedalam air Jiwa dan membakar ujung Jarum fi atas lilin , Yulia segera mulai menancapkan jarum di titik- titik akupuntur di punggung dan Dada Dekan Yan So . Setelah itu baru Yulia menggunakan kekuatan tenaga dalamnya untuk mengeluarak racun di dalam darah dan di seluruh tubuh Dekan yang terkena racun . cukup lama Yulia melakukan itu. dan tak lama Yulia menusuk kesepuluh jari tangan Dekan. Yulia mengambil mangkok yang dia ambil tadi dari Cincin ruangnya .


"Maaf Guru. Tolong ke sepuluh jemari guru di taruh diatas mangkok..." ucap Yulia


Dengan patuh Dekan menaruh ke sepuluh jemari tangannya di dalam mangkok seperti perintah Yulia. tak berapa lama terlihat Yulia mulai menekan kembali kekuatannya. Kedalam tubuh Dekan . seperti pancuran air Yang di buka penutupnya. Darah hitam mengucur deras keluar Dari sepuluh jemari tangan Dekan. setelah darah yang keluar berwarna merah terang, Yulia menghentikan kekuatan nya . Dan bersama dengan kekuatan Yulia di tarik. Dekan memuntahkan dua kali darah berwarna hitam dan bau. Yulia melakukan pengobatan pada Dekan hampir lima jam penuh. setelah itu, Yulia mencabut jarum akupuntur dari tubuh Dekan.


"Guru...hari ini sampai di sini dulu pengobatan nya, besok kita ulang lagi. tinggal Satu Kali lagi untuk membersihkan racun yang sudah mengendap terlalu lama di tubuh Guru... Semoga Racun itu tidak kembali di tubuh guru ..." ucap Yulia sambil mencuci jarum akupuntur dengan air Dimensi .


"Apakah aku sudah boleh memakai pakaian ini. nak..." ucap Dekan dengan wajah gembira.


"Aaa.. maaf guru , silahkan..." ucap Yulia. lalu Yulia mengambil botol yang berisi pil ramuan. dan dua botol kecil air Jiwa .


"Guru...ini Ada dua pil Lilian Dan untuk mengembalikan kekuatan guru . juga menyembuhkan luka dalam akibat racun yang lama mengendap di dalam tubuh guru..." ucap Yulia dengan tenang.


"A...apa... Kau , Kau tadi bilang Pil Lilian Dan.." tanya Dekan tergagap.


"Benar guru... pil ini Yulia buat saat Yulia ingin memperkuat dalam meracik obat ..." ucap Yulia .


Dengan tangan gemetar Dekan Yuan menerima pil itu. pil itu sangat langkah dan sulit di cari. Karena kesuliatannya sangat besar dalam membuat pil ini, maka, para tabib jarang membuat pil ini. walaupun khasiat pil ini sangat tinggi dalam pengobatan .


"Kau...Kau memberikan pil ini pada guru...?" tanya Dekan tak percaya .


""Iya...Memangnya kenapa guru...?" tanya Yulia keheranan.


'Apakah Kau tidak menyesal... pil ini bernilai sangat mahal ..." ucap Guru Yan So tak percaya.


"Tidak guru...Yulia masih memiliki banyak pil seperti itu kok.." ucap Yulia enteng. Dekan hanya bisa melongo tak percaya.


"Ya sudah guru...silahkam di minum, dan yang satunya lagi di minum tiga atau empat hari lagi guru.." ucap Yulia..


Terlihat wajah Dekan memerah lalu menetaskam air mata haru. Dia berdiri dan mendekati Yulia. lalu Dia memeluk Yulia.


"Trimakasih nak.... trimakasih atas pengobatanmu..." ucap Dekan .


"Sama- sama guru...Ya sudah kalau begitu Yulia pergi dulu. selamat Malam Guru..." ucap Yulia setelah Dekan melepas pelukannya.


"Selamat malam Yulia....dekali lagi guru ucapkan trimakasih ..." ucap Dekan dengan perasaan bahagia.


'Aaa...hampir lupa...ini jarum peraknya guru... ingat guru harus hati- hati. dan guru harus mulai melakukan penyelidikan..." ucap Yulia.


"Benar nak...itu pasti..." jawab Guru Yan So sambil menerima kotak kecil berisi tiga jarum Perak milik Yulia.


"Selamat malam guru...." lalu Yulia segera keluar bersama kedua sahabatnya .


udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu


Bersambung.


__ADS_2