YULIA

YULIA
PERGURUAN BAIYUN .


__ADS_3

"Masih banyak waktu untuk aku bermain ke mari Mai...tapi bukan sekarang. aku harus melihat tempat tinggalku..." ucap Yulia.


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok pagi di kelas..." ucap Dumai.


"Baik selamat tinggal...." ucap Yulia. lalu dia segera melangkah pergi ke tempat tinggalnya. Dalam perjalanan menuju rumah tinggalnya, Yulia bisa melihat kebun sayuran tidak terlalu jauh dari rumah tinggalnya .


"Tempat yang tenang. cocok untuk memurnikan ramuan. jauh dari kebisingan .." ucap Yulia. Kini dia berdiri do rumah tinggalnya. rumah tinggal ini terlihat kecil tapi terkesan tenang. perlahan Yulia membuka pintu rumah yang terlihat tertutup rapat. dia sudah mendapatkan kunci dari Guru An. dan Guru Mai juga yang menunjukkan tempat itu padanya tadi. Guru An Sengaja menaruh tempat tinggalnya dekat dengan tempat tinggal Dumai. karena guru melihat keakraban mereka berdua. sedangkan tempat murid yang lain, agak dekat dengan ruang kelas.


Murid di bidang Alkemia tidak sebanyak murid dari bidang yang lain. Namun murid Alkemia sangat di hormati. dari pada murid Beladiri dan master mendalam (guru mendalam) Saat Tua membuka pintu. ternyata rumah itu terdiri dari satu ruangan saja. di dalam kamar itu. ada meja satu kursi dan tempat tidur . dan ada rak kecil. seperti rak obat. mungkin kamar ini tidak terlalu lama kosong, Karena debu yang berada di ruangan itu tidak terlalu tebal. Yulia berinisiatif untuk membersihkan ruang itu terlebih dahulu.


Setelah membersihkan ruangan rumah yang dia tinggali. Yulia masuk kedalam ruang Dimensi miliknya setelah mengunci pintu. Sesampainya di dalam ruang Dimensi Yulia memutuskan Untuk mandi dam berendam sebelum menemui hewan kontraknya. Setelah berendam, Yulia merasakan kekuatannya kembali . dia teringat pada kedua Putra dan Kaisar Kim . Ada perasaan Rindu di dalam hatinya untuk mereka . Entah apa yang di kerjakan mereka sekarang. Saat mengingat wajah tampan sang suami, Yulia tersenyum sendiri.


"Ternyata seperti ini rasa rindu pada orang yang kita cintai . kalau begitu aku dulu tidak ada perasaan cinta sama sekali pada Chan Yu...aku tidak pernah merasakan. Perasaan rindu ingin bertemu dengan dia seperti saat ini . Saat bersamanya aku hanya merasakan pengabdian bukan rasa memiliki... Ck.. Kenapa aku harus memikirkan mereka..." ucap Yulia dalam hati. Perlahan dia berjalan keluar dari ruang kamar mandi . dan saat sampai di ruang perpustakaan, Yulia melihat para hewan sahabatnya sudah menunggu kedatangannya.


"Sudah lama menunggu..?" tanya Yulia sambil berjalan ke tempat tidur miliknya.


"Lumayan..kami menunggu selama kau mandi tadi..." jawab Ryu.


" He he he maaf...aku berendam..." jawab Yulia.


"Tifak masalah, kami tahu itu..." jawab Ryu .


"Kak...apakah memang seperti itu Watak orang- orang Alam Tianli ini.. Sombong , angkuh. arogan dan suka menghina .?" tanya Yulia dengan nada kesal .


"Begitulah mereka ... Karena mereka merasa paling Mulia...menganggap orang di luar alam Tianli lemah dan tidak sederajat dengan mereka. Tapi ada juga yang tidak...seperti juga alam Dinasti Jaseon. Yang kuat berkuasa dan yang lemah di Tindas. Hanya saja di sini sifat itu lebih kuat. Kita hanya bisa melawan mereka jika kita kuat. Karena itu berlatih dan terus berlatih, itu pilihan yang paling tepat. Saat mereka tahu siapa kau, mereka akan takut dan hormat padamu. Kau bukan darah Dinasti. Tapi kau darah Alam Tianli. Yang aku dengar , sejak dulu keluarga Ayahmu adalah keluarga tiga besar di Alam ini. Entah sekarang..." ucap Ryu.


'Tiga besar...? Darimana kakak tahu..Kau tahu semua ini apakah kau berasal dari alam ini..?'"tanya Yulia curiga.


"Benar...suatu saat kau akan tahu keluargaku... Dan pria kecil di pundakmu itupun berasal dari alam ini..." ucap Ryu sambil menatap Yulia.


"Maksudmu Heizi..?" tanya Yulia dengan. wajah heran.


"Bukan hanya Dia , tapi semua hewan Kontrakmu...Wangli , dan di kembar Bai ..." jawab Ryu.


Mendengar ucapan Ryu, Terlihat Yulia terdiam sambil menatap mereka. Tak berapa lama dia menatap Dolly yang ada di atas meja yang sedang tiduran.


"Kalau Dolly.. tanya Yulia.


"Kalau Dia memang mahluk peninggu ruang Dimensi.... Sejak ruang Dimensi ini mulai tercipta , Dia juga di ciptakan dan hidup di dalam sini..." ucap Ryu.


"Dolly..apa bebar yang di katakan Ryu..?" tanya Yulia sambil menatap bola kecil yang sedang tidur dengan tenang di atas meja.


"Hmm..." ucapnya sambil masih tidur dengan tenang .


" Dan tubuhmu...?apa tetap kecil seperti itu...!" tanya Yulia lembut. Dia mulai mengambil Dolly yang ada di atas meja.


"Ck kau jangan menghina tubuhku , aku juga bisa besar...." ucapnya dengan nada kesal.


"tapi selama ini aku tidak pernah melihat dirimu melakukannya...tubuhmu tetap kecil.." kata Yulia.


"Belum saatnya tuan...aku terlalu lama tidur di sini . jadi Energiku masih kurang..." ucap Dolly.


"Begitukah..? "Ucap Yulia sambil mengusap bulu lembut Dolly. "


Hmm...." terlihat Dolly menggoyangkan badannya.


"Ya sudah nggak masalah. walaupun kau tetap kecil seperti ini, aku tetap menyukaimu kok..? goda Yulia .


"Trimakasih tuan...kau memang yang terbaik.." ucap Dolly .


"Mulut mu memang manis..." kata Yulia.


mereka tersenyum mendengar ucapan Yulia.


"Ya sudah kita berlatih sebentar, setelah itu aku akan mencoba membuat obat untuk teman baruku.. Aku akan membuat dia tidak di benci orang..." ucap Yulia.


"Maksud Tuanku Gadis gendut itu ..." tanya Dolly.


"Iya...kasihan Dia . aku tahu Dia di jauhi teman- teman karena tubuh dan wajahnya tidak menarik..." ucap Yulia.


"Ck dasar mereka saja yang tidak tulus..." ucap Dolly kesal.


"Karena itu aku ingin membuat ramuan yang bisa membuat wajahnya bersih..." ucap Yulia sambil berdiri dari duduknya setelah mengusap kepala kedua singa yang setia duduk di kanan kirinya . Dia berjalan mengambil pedang yang memang dia taruh di ruang perpustakaan untuk berlatih.


"Kak , Wangli kita berlatih..." ucap Yulia.


"Baik Lia"er..." ucap Ryu.


"Baik tuanku..." ucap Wangli. Mereka akhirnya keluar semua. Yulia berlatih ilmu pedang bersama kedua hewan kontraknya .


Setelah berlatih, Yulia mulai memurnikan Obat untuk gadis Dumai . dalam beberapa waktu kemudian, Dia menghasilkan. empat butir pil ramuan berwarna putih salju. Pil itu melayang di atas tunggu obat miliknya. Dengan cepat Yulia mengambil keempatnya.

__ADS_1


"Akan aku coba meminum satu ..." ucap Yulia pelan.


"Kau ingin meminum pil itu..?" tanya Ryu.


"Benar... Kenapa kak...?" tanya Yulia.


"Efeknya tidak akan terlihat. Wajah dan Kulitmu sudah begitu halus dan lembut. wajahmu pun Cantik rupawan . mana bisa terlihat hasilnya..." ucap Ryu yang duduk di pembaringan si kembar.


"Lalu bagaiaman aku bisa melihat dan tahu hasilnya. " tanya Yulia bingung.


"Lebih baik kau ajak dia ke kediaman mu dan kau Bisa merawat Dia di sana. Jadi kau tahu hasil obat yang kau buat untuk dia..." ucap Ryu . Mendengar ucapan Ryu , Yulia tertawa dan dia berkata.


"Hebat... trimakasih kak... Akan aku lakukan itu..." ucap Yulia.


Lalu dia segera pergi keluar ruang Dimensi. Dan Saat dia berada di ruang kamarnya kembali , ternyata hari masih malam . Yulia mencoba untuk melakukan meditasi sambil menunggu hari menjadi terang . dan saat pagi menjelang, dia mendengar ketukan di daun pintu rumahnya.


"Murid baru Yuyu.. kau Masih tidur...?" ucap suara dengan pelan. Mendengar suara itu, Yulia tahu kalau itu oasti Dumai .Perlahan Yulia membuka matanya.


"Murid baru Yuyu.. kau masih tidur.." terdengar kembali ketukan dam suara memanggil di luar kamar .


"Tunggu sebentar...!" ucap Yulia.


Rumah yang memang hanya memiliki satu ruangan itu. Membuat Yulia bisa langsung melangkah ke pintu rumah. Saat pintu terbuka, terlibat Dumai sudah berdiri di depan Pintu dengan wajah berseri. Dia sudah terlibat rapi.


"Maaf aku mengganggumu...Karena hari sudah siang kutunggu kau brlum datang, akhirnya aku mrngetuk pintimu... Maaf Kau sudah bangun kan...?" tanya wanita itu denga. wajah terlihat bersalah .


"Sudah ..aku sudah bangun sejak tadi... kau tidak mengganggu Kok, Aku Hanya sedikit mencoba bermeditasi..." ucap Yulia.


"Untunglah...aku fikir aku mengganggumu..." ucapnya dengan wajah lega .


"Jangan merasa bersalah... Aku sudah bangun sejak tadi...apa kita akan berangkat sekarang...?" tanya Yulia .


"Benar.. Mari kita berangkat, agar kita tidak terlambat. Sebentar lagi kelas sudah di mulai..." ucapnya dengan wajah cerah.


"Baik ayo pergi..." ucap Yulia. Mereka segera berangkat setelah Yulia menutup pintu rumahnya. dalam perjalanan menuju kelas Alkemia, mereka berbincang .


"Oh ya Dumai..kau membawa catatan yang di katakan Guru An kemarin...?" tanya Yulia.


"Tentu...aku membawanya . kau mau melihat...?" tanya Dumai ringan .


"Kalau tidak keberatan...." jawab Yulia.


Dengan cepat Yulia mengambil buku itu. Dan dengan cepat pula dia membuka dan mempelajari buku milik Dumai.


"Apa ini ramuan yang akan di buat hari ini..?" tanya Yulia sambil menunjukkan catatan milik Dumai pada sang pemilik.


"Benar Apakah kau sudah mengerti.... "Jawab Dumai dengan. wajah tanya .


"Ramuan pil tingkat delapan puncak..." ucap Yulia.


"Iya...apakah kau bisa memurnikan Oil itu Yuyu..?" tanya Dumai.


"Sepertinya aku bisa..." jawab Yulia. Andai Dumai tahu kalau Yulia adalah pemurni Tingkat Sembilan Puncak. Apakah dia akan muntah darah..🤭.


"Lalu apakah kau hari ini akan ikut ujian...?" tanya Dumai lagi.


"Tentu..." jawab Yulia.


"Aku sedikit takut Yuyu... Aku pernah mencoba memurnikan pil itu, tapi aku gagal...? mungkin ada ramuan yang salah...."ucap Dumai.


"Gagal pertama bukan merupakan kegagalan yang membuat kita patah arang, kita harus mencoba dan mencoba lagi. Jangan sampai kegagalan menjadi alasan kita untuk berhenti untuk maju...begini saja ....kalau kau berfikir kau gagal karena bahan yang salah, nanti coba kau ikuti bahan yang aku ambil..." ucap Yulia memberi solusi . Dia ingin membantu wanita ini .


"Betul katamu, kalau begitu aku harus meyakinkan diriku untuk maju...dan aku akan mengambil bahan seperti yang kau ambil..." ucap Dumai gembira .


"Bagus.. semangat...!" seru Yulia mberi semangat pada Dumai.


"Trimakasih Yuyu...!" seru Dumai sambil tertawa. Mereka berjalan masuk kelingkungan kelas mereka . dan Saat mereka sampai di dalam kelas, ternyata banyak murid telah datang . dan salah satunya gadis yang kemarin memusuhi Yulia. Saat melihat kedatangan Yulia, wanita itu terlihat menatap Yulia dengan tatapan menghina. Melihat itu, Dumai segera membawa Yulia kebangku mereka.


"Jangan Kau hiraukan dia. Dia akan selalu begitu jika melihat gadis yang lebih cantik darinya. Dan Dia akan menghina murid yang miskin seperti diriku ini..." ucap Dumai.


"Jangan menilai dirimu miskin , apakah anak yang mengatakan dirinya miskin memiliki kantong Kiankun yang mahal seperti milikmu ini..." ucap Yulia sambil menunjuk kantong Kiankun yang ada di pinggang gadis itu. Mendengar ucapan Yulia, terlihat keterkejutan di mata Dumai.


"Kau tahu tentang benda ini...?" tanya Dumai.


"Tentu saja aku tahu, karena aku memiliki juga..." ucap Yulia.


"Kau memiliki juga...?" tanya Dumai kaget.


"Tentu saja... Ini hadiah dari Perguruanku saat aku memenangkan pertandingan ..." ucap Yulia.


"Kau dari Alam Dinasti Jaseon...!" seru Dumai dengan wajah kaget. Untung saja seruannya pelan. Hingga tidak ada yang mendengar.

__ADS_1


"Benar... Apakah kau pernah ke Dinasti Jaseon...?" tanya Yulia.


"Tidak...tapi Ayahku sebagai saudagar sering pergi kesana . dan Dia membawakan oleh - oleh itu untukku.." ucap gadis itu pelan.


"Nach karena itu jangan lagi menganggap dirimu miskin atau rendah ..." ucap Yulia. Terlihat Dumai terdiam sejenak. Tak berapa lama Dia berkata.


"Baiklah karena ada kau sebagai teman dan sahabatku, mulai sekarang aku tidak akan takut lagi pada mereka. Dan aku tidak akan merendahkan diriku sendiri..." ucapnya dengan nada yakin .


"Bagus... Dan aku akan membantumu membuat mereka menyesal merendahkan dirimu. Tapi itu kalah kau mau..." ucap Yulia.


"Mau,mau...tentu saja aku mau...!" serunya cepat dengan wajah gembira.


"Baik...kalau begitu nanti sepulang dari kelas ini, kau ikut ketempatku..." ucap Yulia.


"Baik kita akan kerumahmu..."" ucap Dumai semangat. Percakapan mereka terhenti saat Guru An masuk kedalam kelas. Di belakang sang Guru terlihat Dua pria paruh baya membawa beberapa tungku obat.


"Pagi anak- anak...." ucap guru An ramah.


"Pagi Guru ..." jawab mereka serempak .


"Kali ini guru akan mengadakan ujian seperti yang Guru katakan kemarin. Siap tidak siap kalian harus mengerjakan tugas dari guru.. kalian sudah guru terangkan. masalah pemurnian pil ramuan. tingkat delapan puncak , jadi hari ini kita mulai memurnikan...?" ucapnya keras di depan kelas. Terlihat ada sedikit kegaduhan di dalam kelas saat mendengar ucapan Guru An.


"Murid Yulia...apakah kau ikut ujian juga..? Kalau tidak, kau bisa tinggal di luar. Atau tetap di dalam namun tidak boleh menggangu temanmu...?" ucap Guru An.


"Murid ikut ujian Guru..!" seru Yulia dari bangku belakang. Tentu saja ucapan Yulia membuat kaget semua orang, tak lama terlihat cibiran di wajah mereka. Malah ada yang terang - terang. Mengolok dia.


"Yulia... Jangan sok pintar... Kau belum mendengar penjelasan Guru, tapi kau ingin ikut ujian ini. Jangan membuat kami ingin tertawa..." ucap salah satu murid yang duduk di bangku depan.


"Akan aku coba... Aku kemaren telah belajar dari buku milik Dumai, mungkin sekarang aku bisa ikut ujian..." ucap Yulia ringan. Mendengar ucapan Yulia, Dumai merasa seperti teranianya.


" Mana bisa dia berkata kalau tadi malam belajar dengan bukuku, sedangkan dia baru melihat bukuku tadi di perjalanan..." ucap Dumai dalam hati.


"Cih sok pintar ..." ucap gadis yang selalu membuat masalah dengan Yulia dengan suara nyaring. Yulia hanya melihat Sekilas pada wanita itu. Dan mata mereka bertatapan hanya sebentar. Namun Yulia bisa melihat sorot mata kebencian dan menghina dari mata wanita itu . lalu dia memalingkan wajahnya .


"Memangnya Dia siapa Mai..." tanya Yulia dengan tatapan tanya .


"Dia Huang Yi. Putri dari keluarga Huang ...." ucap Dumai dengan wajah terlihat kesal.


"Keluarga Huang...?" tanya Yulia.


" Iya... Keluarganya merupakan salah satu Klan terkenal di kerajaan Taiyang . walau bukan termasuk klan tiga besar..." ucap Dumai.


"Oo..begitu.. Tapi kenapa kau bisa tahu Mai...?" tanya Yulia lagi.


"Tentu saja aku tahu...karena keluargaku salah satu klan kecil di sana..." ucap Dumai.


Namun percakapan mereka terhenti saat guru mulai membagikan tungku obat pada semua murid. Setelah itu Guru juga menaruhkan beberapa baham obat di meja yang ada di depa. kelas.


"Kalian bisa mengambil bahan ini untuk kalian gunakan dalam meramu obat. Guru akan melihat hasil pil yang akan kalian murnikan .."ucap sang guru.


"Sekarang satu persatu mulai maju kedepan untuk mengambil bajan yang kalian butuhkan. Guru berharap kalian bisa memilih bahan dengan benar. Dan sekarang kalian bisa mulai mengambil bahan yang di butuhkan .." ucap


Guru An sambil berjala kembali kemeja guru . tak lama terlihat mereka mulai berdiri dan berjalan kearah tumpukan bahan obat yang ada di tiga meja. Dengan cepat Yulia memilih bahan ramuan pil yang akan dia murnikan. Melihat langkah Yulia yang tenang, membuat Dumai mengikuti langkah Yulia dalam memilih bahan ramuan seperti kata Yulia tadi . Setelah baham yang mereka Kumpulkan sudah lengkap . keduanya kembali ke bangku mereka. Tak berapa lama terlihat para murid sudah berada di depan meja mereka masing- masing . Dengan bahan ramuan obat .


Setelah guru An mulai menyuruh Para murid mulai memurnikan ramuan , dengan tenang Yulia mulai memanaskan Tungku obat . Di ikuti Dumai yang juga sudah memilah baham obat yang akan di gunakan . semua tindakan Yulia dia ikuti. Dia yakin Yulia bisa pasti diapun bisa . Setelah iyu terlihat telapak Tangan kanan Yulia mengeluarkan api . Terlihat api biru keluar dari telapak tangan Yulia . Dia mulai menghidupkan tungku api di depannya. Setelah tungku mulai memanas, Yulia mulai memasulkam baham obat pertama dalam tungku obat. Dengan tenang dia mulai melakukan pencairan baham obat. Tanpa terpengaruh oleh lingkungan Yulia mengerjakan tugasnya dengan tenang . Melihat sikap Yulia yang tenang, Guru An Sangat kaget. Apalagi cara Yulia mengerjakan tugasnya. terlihat santai dan tenang. namun gerakannya terlihat cepat. seperti sudah terbiasa . Tak lama terlihat Yulia mulai memasukkan bahan obat terakhir. Beberapa saat kemudian terdengar letupan kecil dan api terlihat menyala besar.


"Kondensasi...!" seru sang Guru tak percaya. sebab dalam waktu tak terlalu lama, ramuan telah mengalami kondensasi . Ucapan sang guru membuat murid lain mendongakkan kepalanya Menatap pada sang guru. Sang guru berjalan kearah Yulia dan berhenti agak jauh Dari Yulia . Melihat itu, para murid menatap kearah tatapan sang guru. Mereka melihat Yulia sedang memurnikan obat dengan tenang . Mereka terkejut dan heran, wanita itu....Seru mereka dalam hati . tak terkecuali murid Yan Qing. Pria itu menatap Yulia penuh kekaguman. namun dia tak bisa lama- lama, karena pemurniannya bisa gagal. Tak berapa lama terlihat pil sebesar telur ayam terlihat mulai melayang di atas tungku milik Yulia, Wanita itu lalu segera menutup tungku Obatnya. kini Yulia mulai mengontrol panas pada tungku obat.


"Pemurnian.. Dia mulai memurnikan obat..." ucap sang guru pelan penuh kekaguman . apalagi melihat Yulia yang terlihat sangat tenang namun terlihat serius .


Dan Saat seperti inilah banyak pembudidaya gagal dalam memurnikan obat kalau sampai panas tungku obat tidak stabil . Namun sang guru melihat Yulia masih tenang melakukan pemurniannya . guru An Tidak berani mendekati Yulia. takut mengganggu konsentrasi Yulia. Namun tiba - tiba terdengar ledakan pelan dari arah tengah kelas. Dan terlihat gadis Huang Yu berwajah hitam, obat yang dia murnikan gosong. Terlihat kekesalan di matanya .Tapi bukan hanya dia yang gagal. ada beberapa murid lain yang mengalami hal yang sama. namun tidak dengan Dumai.Dia terlihat masih tekun dalam menyempurnakan pil ramuannya .


Mereka yang gagal dalam pemurnian kembali dari awal lagi. Semua mengejar waktu yang yang tinggal beberapa waktu lagi . Tak berapa lama terdengar denting halus pil yan menabrak tungku obat. Setelah beberapa saat, Yulia membuka tutup tungku obat. Tercium harum ramuan obat dari tungku obat milik Yulia. Tak lama terlihat lima pil warna hijau tua dengan Garis terang warna putih melayang keluar dari dalam tungku obat . Yulia segera mengambil pil itu dan memasukkan kedalam botol yang sudah dia sediakan . harum ramuan yang keluar dari pil hijau membuat siapapun yang mencium harumnya merasakan perasaan segar.


"Pil Yaung Dan.. Pil level delapan puncak...ya dewa...kau menyempurnakan pil ini dengan sempurna . bagus - bagus... Ini sangat bagus murid Yulia... Selamat..kau sekarang pemurni tingkat delapan puncak... Kalau begitu dalam uji coba minggu depan, kau bisa mencoba memurnikan pil Tingkat sembilan dasar. Aku yakin kau pasti bisa..."ucap guru An dengan wajah bahagia .


"Trimakasih Guru.. Murid akan memcoba melakukannya..." ucap Yulia dengan wajah tersenyum lembut. Baru saja Yulia merapikan mejanya, ternyata pil ramuan milik Dumai mulai berkondensasi. Melihat itu, Guru An pun tersenyum bahagia , Begitu juga Dumai .


"Hati- hati Dumai..." ucap Yulia.


"Baik...trimakasih Yuyu.."ucapannya tanpa meninggalkan tatapannya pada tungku obatnya. Melihat kedua Murid yang sepertinya sudah bisa membuat pil ramuan Level delapan puncak itu, banyak murid yang merasakan iri dalam hati. tak lama terdengar letupan ringan dari tengah kelas. dan ternyata pil milik Yan Qing mulai terjadi kondensasi .


Kini Yan Qi terlihat mulai hati - hati .


Udahan dulu ya...aku lanjut Besok lagi.


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .


Maaf jika masih ada typo atau salah ketik 🙏


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2