YULIA

YULIA
PUTRI ANG RINRIN .


__ADS_3

Terdengar suara tamparan keras terdengar di belakan mereka .


"Kau seorang Putri...tapi mulutmu tidak bisa mengucapkan ucapan yang baik. Apakah Kau mendapat kan didikan seperti itu di istana ini ha...!" terdengar teriakan marah Kaisar Ang Suyan pada Putri Ang Rinrin .


Ratu hanya bisa diam Melihat Putrinya mendapat tamparan dari sang Suami. Bagaiaman juga semua ini Karena tingkah laku sang Putri yang memang tercela. Dia hanya bisa memalingkan wajah nya tak tega. Sedang kan Para Pembesar Kerajaan. jadi merasa kaget melihat Sikap tuan Putri mereka . Mereka tak meyangka kalau Putri Ang Rinrin ternyata wanita ambisius . Mana mungkin mereka setuju jika Kerajaan di Pimpin oleh seorang wanita. Sejak dulu sampai sekarang, kalau masih Ada seorang anak laki-laki yang di lahirkan oleh sang Ratu. tetap Dialah yang menjadi Putra Mahkota .


Sedang kan Yulia sudah berjalan keluar bersama Heizi dan Feng Lian Karena Ke empat hewan kontrak nya sudah kembali berada di tubuh Yulia. Ryu berada di leher, Zizu berada di Lengan Wamgli berada di pundak dan Lilian Ada di Dada Yulia menjadi bunga kecil imut.


"Yuyu... Kita kembali ke Baiyun yuk...aku rindu si kembar.." Ucap Heizi sambil memegang Lengan Yulia manja.


"Baik...kita akan kembali tiga hari lagi. Ayah dan Ibumu masih merindukanmu.." Jawab Yulia dengan lembut .


"Baiklah...aku ikut apa Katamu..." Ucap Heizi.


"Wang..Kau tidak ingin kembali ke rakyatmu.?" Tanya Yulia pada Wangli.


" Aku enggam pulang tuan..aku sudah tenang hidup bersama mu..." Ucap Wangli.


"Bagaimana kalau kita melihat keadaan rakyatmu saja. Mereka bahagia atau tidak tapi kita kembali dulu Taiyung . Kita bawa si kembar dan Siapa tahu Kim mau ikut..." Ucap Yulia .


"Boleh juga...tapi hanya untuk melihat ya.. Aku tidak mau tinggal di sana..?" Ucap Wangli.


"Iya...kita hanya melihat keadaan rakyatmu..." Ucap Yulia.


"Tunggu Lia'er... Siapa Kim itu...?" Tanya Feng Lian menyela pembicaraan mereka. Yulia baru sadar Kalau mereka berjalan bersama Pangeran Feng Lian.


"Dia suamiku Kak..." jawab Yulia.


"Oo.." Ucap Feng Lian.


"Kak...Kau benar- benar mau ikut kami.. Kau yakin tidak akan sakit hati...?" Tanya Yulia.


Yulia hanya ingin menjaga perasaan pria Muda ini. lagian Dia ingin Pria ini kembali kekerajaannya .


"Tidak akan... Aku akan tetap ikut. Bukankah aku sudah katakan Kalau aku akan menjadi penjagamu, pengawalmu.. " ucap Feng Lian kekeh.


"Ya Sudah...aku hanya tak ingin melihat kakak sakit hati. Tapi enak juga sich punya pengawal seorang Kaisar..." Ucap Yulia menggoda .


"Dasar...aku sekarang bukan seorang Kaisar... aku mantan Kaisar.." Ucap Feng Lian.


"Itu salah kakak sendiri. Kenapa mesti ikut Yulia. Bukankah di Kerajaan Feng masih banyak Kerjaan. Ee ...tapi tunggu dulu kak... apakah di Kerajaan Feng , Kakak tidak punya Kekasih...? Ayo jujur...kakak harus jujur pada Yulia..?" Ucap Yulia sambil berhenti dan menatap Kaisar Feng Lian lembut . Terlihat wajah Kaisar Feng Lian memerah mungkin Karena malu.


"Jujur Kakak tidak pernah mempunyai Kekasih. Sejak kakak pulang dari Alam Dinasti, Kakak tidak pernah mendekati Wanita . tempatnya menjauh dari wanita..." Ucapnya perlahan terlihat wajahnya yang putih semakin memerah .


"Nona, ini kamar anda..." Ucap pengawal yang membawa mereka ketempat Istirahat menyela pembicaraan Yulia dengan Pangeran Feng Lian. Otomatis Yulia menatap keadaan tempat itu. Ternyata tempat itu seperti sebuah penginapan . kamar berjajar dengan taman di depannya. Ada lima kamar berderet di depan Yulia.


"Oo..trimakasih Pengawal..." Ucap Yulia. Mendengar ucapan Yulia, terlihat Pengawal tertegun . Melihat itu Yulia heran.


"Ada apa Pengawal...?" Tanya Yulia. Mendengar suara Yulia, memnuat sang pengawal tersadar.


"Oo..tidak Putri...maaf hamba undur diri.." Ucap Pengawal dengan cepat . "Silahkan.." Jawab Yulia. Pengawal segera pergi dari tempat itu .


"Ada apa dengan dia...?" Kata Yulia masih dengan wajah heran.


"Dia kaget saat mendengar Kau mengucapkan Terimakasih." Ucap Feng Lian.


"Kaget...Memangnya tidak boleh..?" Tanya Yulia heran.


" Tidak , Bukan Begitu... Dia hanya kaget saja , mendengar bangsawan mengucap kata Terimakasi pada penjaga , pelayan , ataupun. Pengawal.." Ucap Feng Lian menjelaskan .


"Oo.. Bukan kah mereka juga manusia. Hanya saat ini saja kita sedang Ada di atas. dan kita lebih berilmu. Tapi nyatanya kita sama- sama mahluk hidup..." Ucap Yulia .


Ucapan Yulia membuat Pangeran Feng Lian semakin kagum pada Yulia. tak lama Dia berkata.


"Lia'er... boleh kita duduk dulu di sana...?" Tanya Feng Lian sambil menunjuk Kursi taman .

__ADS_1


"Boleh...tapi Hanya sebentar ya Kak...Sebab kami harus beristirahat..." Ucap Yulia sambil melangkah menuju tempat duduk .


"Iya...aku Hanya ingin berbincang sebentar denganmu..." Jawab Pangeran Feng Lian. Mereka duduk di Kursi taman.


"Lia'er...jadi yang Ada di lehermu, di tangan dan hiasan bajumu semua mahluk kontrak mu...?" Tanya Feng Lian sambil menatap Ryu, Zizu, Wangli dan Lilian.


"Benar kak..Malah ini lagi..Dia juga penjagaku..." ucap Yulia sambil mengambil bola bulat yang tiba- tiba sudah berada di tangan Yulia.


"Dia...?"ucap Feng Lian yang nampak kaget melihat Dolly.


" Namanya Dolly...masih banyak yang lainnya Kak... Kau akan mengetahuinya nanti.." Ucap Yulia.


"Jadi masih ada lagi mahluk lontrak yang Kau miliki...?" Tanya Pangeran Feng Lian dengan wajah tak percaya.


"Kau melihat kami mengalami kesengsaraan Petir...?" Tanya Yulia sambil melihat pada Feng Luan. Terlihat anggukan kepala Feng Lian.


"Semua itu mahluk konyrakku. Hanya satu ini yang bukan, Dia keponakanku..." Ucap Yulia sambil memegang Zizu yang Ada di lengannya.


" Dan Kami juga Putra Ibuku..." Tiba- tiba dua anak remaja berdiri di kanan Kiri Yulia .


"'Hey... kenapa kalian keluar...?" Tanya Yulia pada kedua Anak remaja yang baru keluar itu.


"Kami juga ingin keluar Bun..." Ucap Bai Feng .


"Benar Bun.. Kami juga ingin keluar..?" Ucap Bai Fan.


"Mereka ini..?" tanya Feng Lian dengan Wajah kaget.


"Mereka dua Singa mahluk kontrakku Juga...Ayo duduk..." Ucap Yulia menyuruh ke duanya duduk di sebelah kanan dan kirinya. Sedangkan Heizi Ada di pangkuan Yulia. Feng Lian hanya bisa menatap Yulia dengan tatapan rumit.


"O ya kak.. Saat Kau kembali Dari Alam Dinasti Siapa yang menjemput mu . Kau pulang sendiri atau Ada yang menjemput mu kesana..?" Tanya Yulia mengalihkan perbicaraan .Terlihat ketika Pria Muda itu bergelayut manja di pundak Yulia.


"Aku memanggil pengawal Pribadiku..Mereka memang sedang mencariku. "Jawab Feng Lian. Dia Berbicara dengan sesekali masih menatap ketiga Pria Muda yang terlihat sangat manja pada Yulia.


"Oo...Kau memiliki alat yang bisa memanggil mereka...?" Tanya Yulia sambil menatap Y.


"Waah hebat dong...tapi tunggu...apakah sekarang mereka bersama kakak juga...?" Tanya Yulia lagi.


"Mereka pengawal setiaku. Setelah Kejadian saat itu, Mereka bersumpah akan bersamaku selalu..." ucap Feng Lian .


"Kalau begitu, Suruh saja mereka kemari kak... Tidak usah sembunyi. Dua atau Tiga hari lagi kita akan pergi dari sini..." Ucap Yulia dengan wajah lembutnya . Dia duduk sambil mengusap kepala Heizi .


"Baiklah akan kakak suruh mereka nanti... tapi mereka boleh kan ikut dengan kita...?" tanya Feng Lian sambil menatap Yulia dengan tatapan memohon.


"Tentu saja boleh Kak ...bukan kah mereka pengawal setiamu..." jawab Yulia.


"Trimakasi Lia'er..." kata Pangran Feng Lian dengan wajah gembira .


"Sama- sama kak...jangan terlalu kaku. Aku bukan wanita egois Kok...Ya sudah kak...aku masuk dulu. Kita bertemu nanti saat makan siang..." Ucap Yulia sambil tersenyum .


"Baik..pergilah. kita berjumpa lagi nanti.." Ucap Feng Lian lembut.


Mereka akhirnya masuk kekamar mereka masing- masing. Setelah sampai di dalam kamar nya, Yulia segera membawa semua sahabatnya masuk kembali ke dalam Ruang Dimensi nya.


Sedang kan di istana tepatnya di ruang Pertemuan, terlihat Kaisar masih sangat marah pada Putri Rinrin. Dia tak pernah menyangka kalau gadis yang dia anggap baik hati itu. Bisa memiliki sifat seperti itu. Begitu juga dengan sang Ratu ibu kandung Putri Rinrin . Dia tak pernah menyangka kalau Putri yang dia anggap sangat lembut dan baik hati itu memiliki sifat seperti itu. Apakah salah dia yang terlalu memanjakannya .


"Ayah...Kau tega memukulku hanya Karena anak laki- laki yang baru Kau temui itu..?" seru Putri Rinrin tak percaya .


"Yang Kau katakan anak laki- laki itu, Dia Putraku juga adikmu... bagai mana bisa Kau berkata deperti itu. Dia juga darah daging ." Ucap Kaisar Ang Suyan dengan wajah terlihat semakin marah. Bagaimana bisa Putri Rinrin masih bisa berucap seperti itu . Dia Seolah tak bersalah bertingkah seperti itu. Dia benar- benar tak mau mengakui Heizi sebagai saudaranya .


"Tidak...sampai kapanpun aku tidak akan mengakui dia menjadi Adikku...! Dia bagiku orang asing. apalagi kini dia akan merebut hakku sebagai calon Ratu Kerajaan ini ..!" Serunya marah.


"Kami tidak butuh persetujuanmu . Dia Putra kami mau tidak mau Kau tetap harus mengakui Dia sebagai adikmu dan Kami tidak butuh persetujuanmu untuk Menjadi kan Dia Putra Mahkota..." Ucap Kaisar dingin .


"Sekarang Kau kembali ke kamar mu, tanpa ijin dariku Kau tidak di perbolehkan keluar Dari istana mu ...dan salin seratus Kali Kebaikan seorang Putri...' Ucap Kaisar tegas.

__ADS_1


"Ayah... mana bisa.. Tidak aku tidak mau , Ayah aku tidak mau selalu di dalam Istana Lili...!" Seru Putri Rinrin dengan marah.


"Pengawal...!" Seru Kaisar manggil pengawal. Dua pengawal masuk kedalam ruangan.


"Hamba yang Mulia..." Ucap mereka.


"Bawa Putri kembali ke istana Lili. jaga dia jangan sampai keluar dari istana Lili walau selangkah saja.." Titah Kaisar dingin.


"Baik yang Mulia...kami undur diri. " ucap Kedua pengawal itu . Mereka segera mendekati Putri Rinrin . Mereka siap membawa sang Putri . Mendengar ucapan Kaisar Ang Suyan, Putri Rinrin langsung terduduk dan memohon dengan sangat.


"Ayah, ayah... maafkan aku ayah...tolong jangan hukum aku...! aku akan jadi anak baik, tapi kalau Kau tetap memaksaku mengakui anak itu sebagai adikku, aku tidak akan mau...!" serunya dengan tetap kekeh tidak menginginkan Heizi. Hingga membuat Kaisar Ang Suyan semakin marah Namun . Terlihat wajah Kaisar memerah karena menahan keinginan untuk menampar sang Putri. Melihat itu Pengawal segera menyeret Putri Rinrin keluar dari ruang Pertemuan dan membawa dia ke Istana Lili. Setelah memasukkan putri ke dalam istana miliknya, Kedua Pengawal segera membawa Beberapa menjaga untuk menjaga istana Lili .


Sedang kan Lili sendiri, setelah Dia masuk kedalam Istananya. Terlihat senyuman Sinis dan kejam terlihat di bibir merah nya.


"Dasar manusia Bodoh...Kau fikir Kau bisa memenjarakan Aku di istana ini. Kau fikir kau bisa menghalangiku untuk menguasai Kerajaan ini , Bodoh...semua ini gara- gara wanita itu...Sebenarnya Siapa dia...kenapa dia tiba- tiba berada di Sini. Aku tak tahu apa yang Terjadi. Kapan wanita itu membawa anak kecil sialan itu datang kemari. Semua ini salahku juga. Aku pergi keluar istana sampai aku tak mengetahui kedatangan nya. Sial ... Baru tadi aku datang.. Benar - benar sialan..!" Serunya marah. Putri Rinrin memang Baru datang tadi saat Yulia baru masuk kembali dari tanah langit. Dan saat Dia baru sampai di istana Lili Dia mendengar dari para dayang kalau Heizi Putra Kaisar yang sudah hilang berpuluh tahun yang lalu. Kini telah kembali. Mendengar itu Putri Rinrin langsung ke Tempat pertemua . Dia ingin Melihat anak yang mengaku sebagai saudaranya itu dan ketika Dia sampai di depan ruang pertemuan, Dia mendengar Suara sang Kaisar mengucapkan Dikrit ke Kaisaran . Karena itulah Dia langsung masuk ke dalam ruang Pertemuan.


"Sialan aku harus membunuh wanita dan anak kecil dialan itu. Tapi Pria-pria tadi,..ya ampuuu. Mereka tampan- tampan sekali. Aku tidak pernah Bertemu sekalipun dengan mereka . Lalu bagaimana aku merebut mereka Dari si ja***g itu..." ucap putri Rinrin dengan membayangkan wajah ke empat pria yang bersama Yulia tadi . Tiba- tiba terlihat Dia tersenyum sinis .


"Lebih baik kubunuh dulu wanita itu bersama anak kecil kurang ajar itu . masalah ke empat pria itu. Akan kufikirkan lagi caranya..." Ucapnya sendiri. Tak lama Dia terlihat membuka jendela. Entah apa yang dia lakukan . Beberapa saat kemudian, terlihat Beberapa orang berpakaian hitam dengan tutup kepala hitam masuk kedalam kamar nya .Beberapa waktu mereka berada di sana setelah itu mereka keluar kembali setelah Berbicara dengan sang Putri dengan serius .


siang harinya Yulia , Heizi dan Pangeran Fang Lian mendapat undangan makan bersama Kaisar dan Ratu serta keluarga Kerajaan. ternyata semua menyambut Heizi dengan gembira . dan saat itu , Yulia melihat kalau Putri Rinrin tidak berada bersama mereka. Begitu juga saat makan malam. Setelah makan malam, mereka langsung kembali ke Istana tempat para tamu tinggal. Sesampainya di depan kamar mereka, Yulia berkata pada Pangeran Feng Lian kalau Dia akan langsung masuk kedalam Kamar, Karena harus bermeditasi . Dia berjanji kalau Dia akan Mengajak Feng Lian berkunjung ke Perguruan Surya esok hari. Karena Dia akan melihat kesehatan Dekan . Dengan wajah tersenyum lembut, Pangeran Feng Lian mempersilahkan Yulia masuk kekamarnya. Dia juga ingin segera beristirahat. Pamgeran Feng Lian masuk kekamarnya setelah Melihat Yulia telah menutup pintu kamar nya. Ketika Oangeran Feng Lian telah menutup pintunya, Dia melihat kedua pengawal nya telah berada di dalam kamar nya.


"Ada apa...?"tanya Feng Lian sambil berjalan kearah Kursi di depan kedua pengawal nya .


"Wanita itu bertemu dengan Beberapa Pria berbaju hitam dan tutup kepala hitam di Istananya , namun mereka hanya sebentar saja di sana..." Ucap salah satu Dari mereka .


"Aku sudah mencurigai gadis itu... Tingkahnya sangat mencurigakan...awasi terus tempat putri Rinrin..." Ucap sang Pangeran.


"Selain itu apa yang akan kita lakukan Yang Mulia..." Ucap pengawal satunya .


"Biarkan saja Selama Dia tidak mengganggu Lia'er..." Ucap Pangeran Feng Lian datar .


"Baik kami akan melakukannya..." ucap Mereka berdua. namun terlihat mereka masih duduk dengan tenang. tak lama terlihat salah satu dari pengawal Pangeran Feng Lian Berbicara .


"Yang Mulia...moon maaf sebelum nya,... boleh hamba bertanya...?" Tanya pengawal pertama. Terlihat Pangeran Feng Lian Menatap Pada pengawal nya .


"katakan..." Ucapnya.


"Apakah yang Mulia akan tetap mengikuti putri Yulia....apakah yang Mulia Mencintai Dia. Lalu bagaimana perasaan yang Mulia jika bertemu dengan Pria yang Menjadi suaminya.." tanya sang Pengawal dengan perasaan was - was . tapi dia percaya sang Junjungan tidak akan terlalu marah. Sebab hubungan mereka bertiga bukan lagi sebagai bawahan, tapi bagai saudara. Terlihat Pangeran Feng Lian menatap sang Pengawal , Lalu berkata dengan wajah kesal, Namun dia tidak marah .


"Ternyata Kau semakin lama semakin cerewet dan kurang ajar ya..." Ucap Pangeran dengan wajah cemberut.


"Hamba melakukan itu Karena hamba takut anda kecewa dan sakit hati..." Ucap sang Pengawal dengan wajah sedih.


"Jo...aku tahu maksudmu...dan aku berterimakasih atas perhatian kalian..


Sebelum aku bertemu dengannya, perasaanku hanya ingin mempertahankan sumpahku , sumpah yang ku ucapkan Karena hidupku saat itu sudah Ada di ujung Kematian . Saat itu mungkin Dewa yang mengantar gadis itu untuk menemukanku. Sebab saat aku mulai sadar dari pingsanku, Aku melihat tempat itu sangat jauh Dari pemukiman penduduk. Dan aku yakin tidak akan Ada manusia yang akan datang kesana. Tapi entah kenapa gadis kecil yang masih berumur antara empat atau lima tahun itu sampai di sana. Saat itu aku tidak Begitu jelas dengan Wajah gadis itu. Yang aku tahu gadis itu kecil dan dia mengomel seperti wanita Tua yang melihat kebadelan Putra kecil nya . Lalu aku merasakan Dia menghisap darah dari luka gigitan ular . Setelah itu aku kehilangan kesadaranku . Aku hanya bisa merasakan aroma aura milik nya . Dan saat aku tersadar dari pingsanku entah berapa jam atau hari, aku hanya tahu kalau aku telah selamat dari Kematian. Dan di lukaku, terlihat Ada rempah yang di tempelkan. Karena itulah aku Merasa kalau kehidupanku Adalah miliknya . tapi setelah aku bertemu dengannya Beberapa hari yang lalu untuk pertama Kalinya.aku merasa kalau aku mungkin akan jatuh cinta padanya. Apalagi aku mendengar kalau setelah dia menolongku, Dia sampai tak sadarkan diri . Namun keptibadiannya yang tangguh membuat aku takut jatuh cinta padanya . Dia Begitu Indah kuat dan baik. Walaupun saat bertemu dengannya dia masih memakai Topeng . Tapi ternyata firasatku benar ... Ternyata Dia sudah mempunyai Suami . Suami seperti apakah hingga membuat wanita sekuat itu begitu Setia . apa Karena begitu baik kepribadiannya, atau Karena Pria kuat itu Ada di dalam hatinya begitu kuat. Dan Kau tahu Bukan. Mahluk kontrak nya Adalah Pria- Pria tampan tanpa cela . Dan saat melihat Wajahnya juga sifatnya, aku malah semakin kagum dan memujanya. Karena itulah Selain aku terikan padanya Karena Sumpah, tapi juga Karena aku ingin melihat dia bahagia. Aku ingin tahu pria seperti apa yang bisa membuat dia seperti itu . Andai sahabatku tahu Dia...mungkin Pria seperti Dialah yang cocok dengan wanita itu. Dingin angkuh sombong dan kuat. Kim They Yung... mungkin Pria seperti Dia yang cocok dengannya ..." Ucap Pangeran Feng Lian dengan senyuman di bibirnya saat mengingat wajah sahabat dekat nya itu. Mereka bagai saudara kembar saja. Di mama Ada Kim They Yung. Di sanalah Feng Lian berada. Tepatnya Feng Lian lah yang selalu melekat di Kim They Yung. Hingga orang mengira Dia dan Kim They Yung suka Sesama Jenis .


"Tapi Yang Mulia...anda juga pantas bersama dengannya....Andai saja Dia belum bersuami, pasti anda juga pantas menjadi Suami nya . .." Ucap Pengawal Di .


" Benarkah...? tapi aku terlambat bertemu dengan dia .mungkin jodohku dengannya bukan sebagai pasangan Kekasih , tetapi sebagai adik dan Kakak. Karena itu, aku bertekad akan melindungi Dia Dari apapun juga. Dan jika suaminya orang yang jahat, dengan. segala cara, aku akan membuat Dia Menderita Karena telah menyakiti Yuliaku ..." Ucap Pangeran Feng Lian dengan sungguh- sungguh .


Sedangkan Di tempat lain, terlihat Yulia sedang duduk lotus bersama Ryu , Zizu dam Wangli di ruangan Yulia. Mereka Duduk Lotus seperti Ada yang Di tunggu . Tak berapa lama terlihat mata mereka terbuka secara bersamaan.


"Kak...mereka telah datang, lebih baik kita keluar agar tidak Menjadi masalah..."kata Yulia.


"Baik ...Ayo kita keluar..." jawab Ryu.


Secara serempak ketiganya berubah menjadi Naga dan burung kembali. Mereka segera kembali ketempat mereka di tubuh Yulia. Tak betapa lama terlihat Yulia melompat keluar Dari ruang kamar nya melalui Jendela. Yulia melayang di udara bajunya yang hitam menyebunyikan tubuhmya Dari mata musuh. Cahaya bulan membuat Yulia bisa melihat kedatangan beberapa orang yang mendatangi kamarnya. Ada sepuluh orang yang datang. Mereka rata- rata Ada di Rana Bumi tingkat tuju dan Delapan. Untunglah Yulia saat menerima kesengsaraan petir mendapatkan bonus terobosan dua Kali. Hingga kini dia bisa berada di rana Bumi level sembilan awal. Melihat kedatangan mereka, Yulia berseru dengan tenaga dalam. Hingga suara akan terdengar oleh mereka, tapi tidak terdengar oleh orang lain. Hanya orang yang di tuju saja yang bisa mendengar dengan nyaring.


"Hey...Kalian memcariku...?" Ucap Yulia dingin . Seketika mereka kaget. Mereka menatap kearah sumber suara. Mereka melihat seorang wanita yang terlihat melayang di atas mereka.


Udahan dulu ya..aku lanjut besok lagi


jangan lupa like, vote dan Komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2