YULIA

YULIA
PERGURUAN GUANG DAN


__ADS_3

"Tentu saja... Di setiap tingkat ruang menara, memiliki kekuatan berbeda. Ruang paling bawah memiliki kekuatan sangat kecil. Semakin keatas kekuatan Qi Bumi dan Langit semakin besar ... Namun selama ini , aku belum pernah mendengar ada yang mampu bermeditasi di atas lantai lima. Paling kuat hanya mampu sampai lantai Lima. Aah...benar aku pernah mendengar hanya Kasar Kim yang mampu sampai ke lantai sembilan...." ucap Guli.


"Benarkah... Aku jadi penasaran..." ucap Yulia.


"Banyak murid yang berusaha ingin melakukan kultivasi di lantai enam atau lebih. tapi kekuatan mereka tidak mampu melakukannya..." ucap Guli kembali.


"Kenapa...? apa sesulit itu naik ke setiap lantainya...?" tanya Yulia.


"Tentu saja Nona... sebab di setiap lantai ada pesona yang menghalangi kita untuk naik keatas. dan kekuatan setiap pesona berbeda, Semakin tinggi, semakin besar kekuatan pesona penghalang..." ucap Guli lagi. mendengar ucapan Guli, membuat Yulia tertantang untuk masuk kedalam menara.


"Apakah setiap Murid yang ingin masuk kesana harus memiliki Kuota yang cukup..dan haruskah kita melalui tahap demi tahap berkultivasi di setiap lantai menara..?." tanya Yulia lagi.


"Tidak juga...jika kita mampu untuk menaklukkan setiap pesona, kita bisa memilih ingin berkultivasi di lantai mana. kuota atau Poin yang kita miliki hanya untuk masuk kedalam ruang untuk berkultivasi di setiap lantai menara. dan di setiap ruang tidak sama harga poin atau kuota yang kita gunakan. di setiap lantai akan lebih banyak poin yang akan kita gunakan jika lantai yang kita pakai lebih tinggi. lantai dasar dan lantai dua lebih banyak lantai dua poin yang kita gunakan..." ucap Guli menerangkan.


"Jadi kita harus memiliki lebih banyak poin kalau ingin menggunakan kamar di lantai yang lebih tinggi...?" tanya Yulia.


"Benar..." jawab Guli .


Yulia mulai mengerti cara berlatih di Menara itu. dam dia semakin penasaran untuk pergi kesana.


"Dan kita mendapatkan poin dari menjual barang berharga atau Pil yang kita punya..?" kata Yulia lagi.


"Benar...atau kita meminta tugas kepada Perguruan..." jawab Guli.


"lalu dengan Poin yang kita dapatkan dari perguruan ini berapa jam kita bisa berkultivasi di menara itu...?" tanya Yulia.


"Dua jam di lantai dasar.... " jawab Guli.


"Kalau lantai Dua...?" tanya Yulia.


"Satu jam di lantai dua..dan harga di lantai tiga 20 poin. semakin tinggi lantai yang kita tuju, semakin besar poin yang kita gunakan.." ucap Guli lagi .


"Oo...begitu...Trimakasih Guli atas penjelasanmu..."ucap Yulia.


"Sama- sama Nona..." jawab Guli. sebenarnya dia tahu kalau wanita di depannya adalah seorang Nyonya . tapi dia lebih baik memanggil Yulia Nona.


"Baiklah kalau tidak ada lagi pertanyaan , boleh saya pergi...?" tanya Guli sopan.


"Baik...sekali lagi trimakasih Guli..." ucap Yulia sambil tersenyum ramah.


'Sama- sama Nona... kalau begitu saya mohon Diri..." pamit Guli.


Guli pun segera pamit meninggalkan. Ibu dan anak itu. Setelah kepergian Guli, Yulia dan Si kembar segera membersihkan tempat itu . namun Yulia tahu kalau tempat itu sudah rapi dan bersih. Setelah menutup pintu Yulia membawa kedua Putranya kembali ke ruang Dimensi . seperti biasa Yulia akan merendam keduanya dalam bak mandi yang berisi air ramuan . Setelah itu barulah mereka berlatih dan bermeditasi. Keesoka harinya Yulia membawa keduanya menghadap guru Besar Yun. Saat mereka berjalan kearah ruang kepala sekolah. Banyak mata menatap kearah mereka bertiga. Bagaimana tidak, wajah cantik Yulia serta kehadiran bocil yang terlihat misterius dengan topengnya, membuat satu tontonan yang menarik.


"Diakah si pemenang itu...?" tanya seorang gadis pada temannya .


"Apa benar dia mampu mengalahkan Kak Qian Ma. Aku rasa itu hanya rumor...siapa yang tidak tahu kak Qian Ma...kekuatannya paling tinggi di Perguruan ini..." ucap gadis yang lain seakan tak rela idolanya kalah .


'Benar...aku juga tak yakin itu...gadis yang terlihat lemah seperti itu, mana Mampu mengalahkan kak Qian Ma..." ucap gadis yang lain.


"Hey...itu kebenaran..dialah di pemenang sebenarnya.. aku melihat sendiri pertarungan mereka..." ucap seorang pria yang tiba- tiba berada bersama mereka.


Sebenarnya pria itu tidak bersama para gadis ini , tapi saat itu dia sedang berjalan kearah kelasnya, namun kakinya terhenti saat dia mendengar mereka membahas Yulia. Merasa perkataan mereka salah, akhirnya dia menjawab ucapan mereka. Sedangkan para gadis itu tersentak mendengar ucapan seseorang. Mereka segera menatap orang yang menyela percakapan mereka. Setelah melihat orang yang berbicara, mereka segera menutup mulut. bagaimana tidak, pria di depan mereka adalah Zheng Ru.


Zheng Ru merupakan putra Bangsawan Zheng. Orang terpandang dikota Malada.


'Tuan Zheng... " seru mereka tertahan .


"Jangan sembarangan berbicara...Dia memang di juara.. Dan perlu kalian ketahui . Wanita itu adalah murit Langsung dari Guru besar Yun..." ucap Zhang Ru dingin.


"Apaaa...Murid guru Yun...!" seru mereka bersamaan . Bagaimana mereka tidak kaget, Guru Yun adalah Kepala sekolah mereka. dan guru Yun tidak pernah mengambil murid selain Kaisar Kim .


"Karena itu, jangan sembarangan berbicara... Tidak semua orang rendah dan tak mampu seperti kalian..." ucap Zheng Ru sambil berjalan melanjutkan langkahnya .


Sedangkan Yulia dan Si Kembar sendiri sedang berjalan kearah Kantor kepala sekolah . Mereka tidak perfuli fengan Pembicaraan atau ucapan para murid yang mereka dengar . Setelah sampai di depan ruang kepala sekolah, Yulia Segera mengetuk pintu ruangan itu.


"Masuk...." terdengar suara agak serak dari dakam ruangan guru Yun . Perlahan Yulia membuka pintu . Terlihat guru bijak itu betada di Depan sebuah meja. Mereka segera masuk dan menyapa .


"Salam Guru...Yulia dan Si kembar menghadap Guru.." ucap Yulia sambil memberi hormat di ikuti ke dua Putranya.


"Salam guru.. Wang Hao menghadap..." ucap Wang Hao.


"Salam Guru...Wang Hai menghadap..." ucap Wang Hai. Sikap si kembar membuat Guru Wang sangat bahagia. walaupun mereka bukan anak - anak biasa, tapi tidak ada sikap sombong dan angkuh pada mereka. mereka terlibat sopan menghadapi orang lain.


"Salam Kalian aku terima..duduklah.. " ucap sang Guru lembut . Ketiganya segera duduk di depan guru Yun.


"Yulia...guru langsung saja... aku tahu kau pandai dalam alkemia, karena itu guru berharap kau bisa mengikutiku menghadiri pertemuan Para ahli Kimia di Negara Yaman tiga bukan lagi . Selain untuk merebut kemenangan, kau juga bisa Mendapatkan pengalaman. Untuk itu kamu harus mulai bersiap sejak dini..ada buku yang harus kamu pelajari. Jadi selama kau menekuni buku itu, Biarkan kedua Putramu berada dalam pengawasanku . Kau bisa melatih dalam penyulingan dengan tenang..." ucap Guru Yun .


"Apakah haya murid yang akan pergi kesana..?" tanya Yulia .


"Tidak...ada beberapa Murid Alkemia yang akan pergi bersamamu. semoga kalian mendapatkan kemenangan..." ucap Guru Yun .


"Baik Guru...kalau begitu murid akan membiarkan mereka bersama anda..." ucap Yulia .


"Bagus nak...sekarang Pergilah mulai berlatih dan biarkan mereka berdua bersamaku. Kalau kau butuh bahan obat, minta lah pada ruang obat di medical Guan Lin...dan untuk kedua Putramu , setiap sore dan pagi hari Kedua pitramu akan aku kembalikan ke rumah tinggal kalian.. akan ada seseorang yang akan menjemput mereka..." lanjut Guru Yun.

__ADS_1


"Baik Guru. Kalau begitu Murid undur diri..." ucap Yulia.


"Pergilah..." jawab Guru Yun .


Yulia segera pergi dari ruang Kepala sekolah setelah berpamitan dan memberi nasehat pada Si kembar. Dan Dia segera melangkahkan kakinya untuk kembali ke tempat tinggalnya. Setelah sampai di sana, Yulia memilih masuk ruang tidur mengunci pintu dan masuk kedalam ruang Dimendi untuk mulai berlatih di sana . Dia mulai membaca buku yang dia dapat dari guru Wang. Dan ternyata di dalam buku itu banyak resep pembuatan pil pada level empat keatas. Hingga membuat wajah Yulia yang haus akan ramuan obat cerah bahagia menemukan harta karun. Walau di dalam perpustakaannya banyak juga resep yang lebih tinggi level Pil nya yang bisa dia pelajari . Namun menambah pengetahuan tidak salah kan... Dia mulai membaca buku itu. Dolly berada di sebelahnya dengan setia. Srdangkan Ryu tetlihat melingkar Dengan tenang di leher Yulia . Namun baru saja Yulia membuka halaman pertama, gerakannya terhenti saat ada suara berdseru dengan nyaring dari luar menara .


"Tuan...aku datang...!" tak lama seekor burung merah cantik sebesar kepalan tangan orang dewasa terbang dari luar menara. Burung itu langsung berdiri dengan anggun di meja yang ada di Depan Yulia.


"Kau...." seru Yulia kaget sebab dis belum pernah melihat burung itu .


"Aku Heizi Tuan..." seru Burung merah cantik itu dengan wajah bagus dan bahagia .


"Kau Heizi...? Lalu bulumu...!?" seru Yulia heran dan tak percaya


.


"He he he...Setelah aku mundur selama ini untuk berkultivasi . Saat aku mengalami terobosan dan bangun dari Kultivasi ku buluku sudah berubah seperti ini tuan.. Sekarang aku terlihat cantik kan...?" ucap Burung merah dan sebagian ada warna kuning emasnya itu terlihat anggun dan manja.


"Ck kau terlalu bangga Diri Heizi...hilangkan sifat manjamu itu...." seru Dolly kesal.


"Hey....tentu saja aku bangga, warna buluku memang bagus dan cantik... dan aku manja pada tuanku sendiri, tidak masalah kan..?." ucap Heizi sombong . Terlihat Dolly semakin kesal .


"Sudah, sudah jangan bertengkar...Selamat Heizi...kau memang terlihat cantik, tapi jangan sombong, tidak baik bersikap sombong bila kita mendapatkan anugrah lebih dari dewa ..." ucap Yulia lembut sambil menatap Heizi yang ada di depannya.


" He he he...maaf tuan...aku terlalu gembira..." ucapnya sambil tertawa .


"Tapi kekuatanku masih tidak terlalu sempurna Tuan..." ucap Heizi.


"Jangan terburu- buru...Seperti ini saja kau sudah sangat baik Heizi.." ucap Yulia.


"Benar Kata Lia'er... Kau hamya tinggal membuka darah keturunan Phoenix khusus yang kau miliki... Sebab aku sekarang bisa melihat kalau kau merupakan keturunan darah Phoenix Asli..." ucap Ryu.


"Maksudmu Apa Kak...?" tanya Yulia tak mengerti . begitu juga dengan Heizi sendiri .


" Ketirunan klan Phoenix terdiri dari Phoenix Asli dan Phoenix campuran. Darah Phoenix asli kebanyakan keturunan dari Klan Raja phoenix ..." Jawab Ryu.


"Waah...kalau begitu kau bisa juga merupakan Pangeran dari Klan Phoenix Heizi ...." ucap Yulia menggoda .


"Aku tak perduli diapa aku tuan.., aku hanya tahu kalau aku hidup dengan Tuanku. Siapa diriku dari mana aku , semua bukan urusanku. Mereka telah membuangku ke dunia ini . untung saja aku bertemu tuanku. Kalau tidak, akan jadi apa aku, aku tidak tahu..." ucap Heizi dengan Nada kesal dam marah.


"Jangan berprasangka buruk dulu Heizi...kita belum tahu masalah apa yang di alami kedua orang tuamu..hingga mereka tega menaruh dirimu di dekat cambuk petir....dan aku yakin, mereka melakukan itu karena mereka merasakan kalau kau akan aman dalam lindungan Ryu...." ucap Yulia lembut.


Yulia bisa merasakan kemarahan dari Heizi . Namun rak lama terlihat Heizi melompat di pundak Yulia. Dan tidur dengan tenang.


"Cih.. Dasar manja..." ucap Dolly .


"Kalian mendapatkan pelajaran apa dari Kakek Guru...?" tanya Yulia.


"Kakek ingin mengetahui sampai di mana kekuatan kami. Karena itu, kakek langsung menghadapi kami . Kakek mengajak kami bertarung dengan sungguh- sungguh..." jawab Wang Hai.


"Baguslah...lalu siap yang mengantar kalian pulang,...? Apa pulang sendiri...?" tanya Yulia..


"tidak Bun... Kami di antar Paman Guli.. " jawab Wang Hai kembali


"Ya sudah ayo ke ruang Dimensi . kalian mandi dan ibu akan membuatkan makanan Untuk kalian..." ucap Yulia lembut.


"Baik Bu..." jawab mereka gembira .


Merekapun segera pergi keruang Dimensi. Hari- hari di lalui Yulia , si kembar dan Kawan Kawan melakukan latihan dengan penuh konsentrasi. Mereka melakukannya dengan Ketekunan dan kerajinan. Sesekali mereka akan berkumpul dan berjalan ke kantin Perguruan bersama- sama . Dan Saat seperti itulah mereka akan merasakan melepas kerinduan mereka . Tak terasa hampir satu bulan sudah mereka berada di perguruan Guang Dan. Kekuatan merekapun kini semakin bertambah . membuat mereka merasa bahagia berada di dalam perguruan.


Dan hari ini terlihat Tiga orang Pria gagah dan tampan berjalan memasuki kota kerajaan Dongyan. Salah satu dari mereka terlihat begitu beda dengan yang lain, wajah tampannya membuat wanita akan tersipu malu karena ketampanan wajahnya tidak tertandingi. walaupun terlihat keletihan di wajah tampannya. meski seperti itu, masih terlihat ada kegembiraan di wajahnya.


"Yang Mulia...kita ketempatnya dulu atau ke istana...." ucap salah satu pria di belakangnya .


"Kita ke istana dulu..." ucapnya datar.


Mereka berjalan bagai terbang menuju Istana kerajaan Dongyan. Ketika sampai di pintu gerbang kerajaan, terlihat para prajurit kaget melihat ketiga Pria itu . Namun buru- buru mereka berlutut memberi salam.


"Salam sejahtera yang Mulia Kaisar Agung..." ucap mereka bersamaan. Melihat itu, si pria tampan mengibaskan lengan tangannya .


" bangunlah..buka pintu gerbang." ucap Pria tersebut yang ternyata kaisar Kim.


"Baik Yang Mulia..." jawab mereka.


Mereka segera membuka pintu gerbang.


Dengan cepat mereka masuk ke istana dan langsung ke istana Naga. Ketika sampai di sana, mereka telah di sambut oleh beberapa pengawal . dengan gagah dan berwibawa Dia terlihat masuk kedalam istananya. dan langsung berjalan menuju ke kama pribadinya . Tak berapa lama seorang pengawal datang menghadap.


"Ada masalah...?" ucapnya pelan sambil menatap si pengawal.


"Benar Yang Mulia..." ucapnya setelah memberi hormat .


"Ada apa....?" ucap Kaisar Kim datar .


"Putri Nanggo telah memprovokasi Putri saat sang Putri dan Kedua putra ada di kota Malada yang mulia..."Ucap Pengawal itu .

__ADS_1


"Apa yang Di lakukan wanita gila itu...?" tanya Kaisar dingin .


"Dia membawa beberapa pengawalnya menghadang rombongan putri yang ingin berjalan- jalan. Dan dia berniat Ingin melukai mereka..." ucap sang Pengawal.


"Lalu...?" ucap Kasar Kim namun mereka merasakan hawa yang dingin keluar dari tubuh sang Pangeran , terlihat wajahnya memerah karena marah.


"Sang Putri dan kedua putra mempermalukan Putri Nanggo ..." ucap sang pengawal. Mendengar itu, hawa dingin di Sekitar mereka terasa mencair , terlihat senyum tipis di wajah Kaisar Kim . tak lama dia berkata.


"Beri sedikit pelajaran pada Mentri Si , Paman..." ucap Kaisar Kim .


"Baik yang Mulia..." jawab Pengawal Tan . tak lama terlihat pria itu keluar dari kamar sang Kaisar bersama pengawal tadi .


"Rong... Kau panggil Guli..." ucap Kaisar Kim.


"Apakah Yang Mulia tidak ingin bertemu mereka..." ucap Rong Han memberanikan diri. sebab Rong Han tahu kalau sang Junjungan sangat merindukan mereka bertiga .


"Besok saja...sekarang panggil Guli..." ucap Kaisar dingin.


"Hamba yang Mulia..." ucap Rong Han .


Diapun segera keluar dari kamar Kaisar Kim.


Sedangkan di perguruan Guang Dan , terlihat Yulia dan si kembar sedang bermeditasi di dalam ruangan mereka. Terlihat wajah mereka sedang khusuk menyerap energi bumi dan langit yang memang sangat banyak di tempat itu. Keesokan harinya saat Si kecil sudah keluar dan pergi menghadap Guru besar, terlihat Yulia sedang asyik mengumpulkan bahan untuk memurnikan ramuan, Di dalam ruang rumah tinggalnya . Saat Yulia sedabg Fokus dalam memilah tumbuhan obat dan bahan obat yang akan dia murnikan , tiba- tiba sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang. Kepalan tangan dengan cepat menghantam wajah di pelaku . Tinju Yulia hampir saja mendarat pada wajah si pelaku, kalau tidak cepat si pelaku memegangnya sambil berkata.


"Sayang...kau ingin membunuh suamimu..." ucapnya lembut. Mendengar suara si pelaku, Yulia tertegun seketika.


"Yang Mulia...!" seru Yulia kaget.


Sudah dua bulan lebih Pria ini tidak datang mengganggunya. Tiba- tiba ada perasaan rindu di dalam hatinya. Dan tanpa sadar perasaan bahagia Yulia rasakan saat suara ini kembali dia dengaekan . Namun karena sifat malu dan ego Yulia , Yulia berusaha melepas pelukan pria itu.


"Sayang.. Biarkan aku memelukmu sebentar, aku merindukanmu..." ucapnya memelas. Sambil menaruh kepalanya di pundak Yulia . Akhirnya Yulia diam membiarkan pria itu memeluk dirinya . Setelah cukup lama memeluk Yulia, Kaisar baru melepasnya . dia memutar tubuh Yulia dan menatap dengan Pandangan penuh cinta.


"Sayang...aku sangat merindukan dirimu dan anak- anak..." ucapnya lembut. Yulia menatap wajah tampan itu dengan pandangan lembut.


"Apakah karena lama tidak bertemu , Yang Mulia sudah pandai merayu...?" kata Yulia sambil menatap wajah itu.


"Tunggu.. Sayang apakah karena aku terlalu merindukan dirimu hingga aku merasa kalau kau semakin cantik..." ucapnya sambil menatap lekat Yulia.


"Ck... Rayuan seorang pria hidung belang..." ucap Yulia kesal . Namun tak urung wajahnya terlihat memerah.


"Tidak, tidak..ini beneran Yank...Kau beneran semakin cantik... Ini bukan karena kau mulai mencintai orang lain kan...?" ucapnya dan ada nada marah, cemburu dan takut.


"Sembarangan... Anda fikir hamba apaan.." ucap Yulia kesal mendengar ucapan Kasar Kim. Mendengar ucapan Yulia, Kaisar kim bahagia. Dia tertawa gemas melihat wajah cemberut di depannya . karena wajah itu terlihat sangat imut. Dengan gamas dia mencium bibir yang cemberut itu Pelan. Tentu saja Yulia kaget bukan main, dia sampai membeku merasakan bibir lembut itu menyentuh bibirnya. Dia tertegun sejenak . tak lama dia melotot pada Kasar Kim.


"Yang Mulia...!" serunya kaget.


"Maaf...aku terlalu merindukanmu...aku gamas melihat wajah cemberutmu..." ucapnya lembut sambil menarik pinggang ramping itu semakin erat dan membawa kepala kecil itu kedalam dadanya.


Yulia tertegun sejenak. Saat mendengar nada lembut pria itu, kemarahan didadanya tadi mencair seketika bagaimana pun juga, pria ini adalah Ayah sang Putra. Dan Diapun tahu kalau pria ini sangat mencintainya. Tidak seperti Kasar Chan Yu. Akhirnya dia diam dalam pelukan Kaisar Kim. Setelah cukup lama berpelukan , Kaisar Kim melonggarkan pelukannya.


"Anak- anak di mana...?" tanya Kaisar Kim. Walaupun sebenarnya dia tahu di mana anak-anak.


"Bersama Guru Yun..." jawab Yulia .


"lalu kau sekarang sedang apa...?" tanya Kaisar Lagi. Dia menatap beberapa bahan obat di atas meja .


"Guru menyuruhku untuk mempelajari beberapa ramuan obat tingkat lima dan beberapa pil ramuan tingkat enam..." ucap Yulia.


"Mempelajari pil ramuan...? Untuk apa...?" tanya kasar Kim.


"Tiga bulan lagi, akan ada pertandingan alkemia tiga tahunan di Kerajaan Yaman . Hamba bersama beberapa murid Alkemia akan pergi kesana... " ucap Yulia.


"Tiga bulan lagi...?" tanya Kaisar.


" Hmm..." angguk Yulia.


" Apakah si kembar ikut...?" tanya Kaisar lagi.


"Entahlah... Tapi hamba tidak akan tenang jika mereka sendirian di sini..." ucap Yulia.


"Tenang saja Yank...mereka akan bersamaku selama kau pergi. Aku akan membawa mereka ke istana saat kau pergi..." ucap kaisar.


"Mana mungkin yang Mulia... bagaimana dengan pelajan mereka...? dan Kaisar juga pasti sibuk..." ucap Yulia.


"Tenang saja... Aku yang akan mengurus semuanya. Kau lakukan apa yang harus kau lakukan dengan tenang , masalah menjaga dan merawat anak- anak biar aku yang menggantikan dirimu..." ucapnya lembut.


"Tapi sayang...bagaimana kalau sebelum kau pergi ke Yaman, kita bertunangan atau sekalian menikah lebih dahulu..itu semua demi Putra kita , agar mereka bisa memiliki setatus Sebagai pangeran kerajaan Dongyan...dan tidak selalu harus memakai topeng..." ucap Kaisar Kim menyadarkan Yulia akan putranya yang selalu memakai topeng .


"Tapi..."ucapan Yulia belum selesai, kaisar Kim langsung memotong.


"Aku tahu kau belum mencintaiku. Tapi aku tidak akan memaksamu melakukan kewajiban sebagai istriku. Kau mengerti maksudku kan..." ucap Kaisar Kim.


Maaf aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa, like, vote dan komennya author tunggu. Maaf kalau masih ada typo nya. 🙏

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2