
"Tapi memang ada keanehan kak..
Jalan di sini agak lebar dan bersih. seperti sering di lalui kuda dan kereta..." ucap pria di belakang . namun langkahnya hampir sejajar dengan sang Kakak.
"Aku sudah merasakan sejak awal kita keluar dari Desa Tulali..." ucap sang Kakak.
"Aku semakin penasaran Kak...jika itu suatu kebenaran, lalu siapa yang bisa membuat tanah tak bertuan menjadi daerah berpenduduk dan subur...?" ucap sang adik lagi. Sang Kakak terlihat tersenyum tipis .
"Aku juga semakin penasaran , siapa di antara mereka yang telah mampu membuka lahan tanah tak bertuan ini menjadi lahan sesubur ini.. apakah itu Ayah atau Putrinya. Lalu bagaimana dengan Si Naga bersisik emas...." batin guru Guang Yun.
Mereka dengan cepat berjalan melintasi jalanan menuju desa Fanrong .
Cuma dalam sehari semalam., mereka mulai mendekati Desa Fanrong. Saat pagi menjelang, mereka telah memasuki wilaya Desa Fanrong. Kini mereka mulai bisa melihat tanaman mulai tumbuh di padang yang tandus. Tanah yang dulunya gersang kini mulai terlihat banyak tumbuh pohon tinggi dan berdaun lebat . Semakin mereka mendekati Desa Fanrong. Mereka mulai melihat tanah yang subur . sawah ladang yang luas, pohon- pohon yang rindang ,Serta adanya pemukiman penduduk . semua itu membuat kedua orang yang baru datang tercengang .
"Kak...ini benar- benar tanah tak bertuan kan..?" kata Si adik. Mereka berhenti dijalan masuk menuju desa.
"Berita itu memang benar adanya..." jawab sang Kakak.
" Lalu siapa orang yang bisa membuat tempat ini menjadi seperti ini kak...?" kata sang Adik.
"Kita akan tahu setelah kita masuk kedalam pemukiman ini.." jawab sang Kakak.
Mereka segera masuk kedalam desa yang terlihat asri itu. Sedangkan di dalam rumah tuan Wang Yu Rong sendiri . Terlihat Ayah dari Yulia tersrbut tiba- tiba kaget dan berdiri. Dia merasakan kekuatan yang sangat hebat datang kearah desanya. Begitu juga dengan Nyonya Lin Saoly. Saat dia sedang berada di dapur bersama Canlu dan nyonya Chu Tianing. Tiba- tiba dia merasakan kekuatan yang besar datang dan sedang berjalan mendekati desa mereka.
"Lin...ada dua kekuatan datang memasuki desa..." ucap Nyonya Chu Tianing.
"Benar...Kau juga merasakan...? Kalau begitu ayo kita lihat Siapa mereka..." ucap nyonya Lin Sawly.
"Ada apa Bun...?" tanya Canlu saat melihat kepanikan di wajah dua wanita yang ada di depannya.
"Dua orang pria dengan kekuatan besar mendatangi desa kita...." jawab nyonya Lin sambil berjalan keluar dari dapur.
Mendengar Ucapan dati nyonya Lin. Canlu pun kaget. Dia segera ikut keluar. Saat mereka sampai di halaman rumah, ternyata tuan Wang Yu Ran juga sudah ada di sana. Tak berapa lama mereka melihat dua pria dengan memakai pakaian putih dan rambut sudah mulai putih berjalan kearah rumah mereka. Dengan penuh tanda tanya, mereka menanti kedua orang itu sampai di depan mereka. Namun terlihat kalau ketiga orang itu berdiri dengan waspada . Namun saat mereka mendekat, mereka tidak merasa adanya aura jahat. malah terkesan sangat femuliar bagi mereka .
Saat mereka semakin dekat, tuan Wang Yu Ran merasakan rasa femiliar di dalam hatinya semakin kuat. Dan saat mereka semakin mendekat dia mulia melihat wajah yang terlihat sangat akrab. Dan saat keduanya sudah berada di depan mereka , Tuan Wang Yu Ran mulai mengenali wajah mereka.
"Wang Yu Ran...kau kah itu..?" Serius salah satu pria pendatang yang terlihat lebih muda dan seumuran dengannya.
"Saudara Guang..!ternyata kalian yang datang..." Jawab tuan Wang Yu Ran dengan Wajah gembira.
"Aa...ternya Guang bersaudara..Kalian membuat kami waspada...!" ucapan renyah nyonya Chu Tianing. "Salam saudara Wang Yu Ran, Nyonya Lin Sawly , lo....nyonya Chu Tianing di sini juga ...?" sapa tuan Guang Yun sambil mengepalkan tinju di depan dada . Di ikuti sang adik Guang Di. ternyata mereka dua guru besar pergiruan Guang Dan .
"Salam juga tuan Guang Yun , tuan Guang Di..." ucap tuan Wang sambil mengepalkan tinju di dada. Di ikuti nyonga Lin dan nyonya Chu.
"Kebetulan aku berkunjung pada sahabatku.." jawab nyonya Chu Tianing setelah memberi salam .
"Ayo silahkan masuk dulu... tidak baik berbicara di luar..." ucap tuan Wang Yu Ran ramah.
Pertemuan itu terlihat membuat mereka semua bahagia. Mereka masuk kedalam rumah . Setelah duduk di ruang tamu, nyonya Lin dan nyonya Chu segera pamit masuk kedalam rumah . Pada jaman dahulu, wanita tidak terlalu baik ikut berbincang dengan tamu, walaupun mereka pernah menjadi teman .
"Gimana keadaanmu Wang...aku tidak tahu kau tinggal di sini..." ucap Guru Yun .
"Aku baru pinda bebrrapa tahun di Sini Saudara Yun... apakah kau masih kepala sekolah perguruanmu...?" jawab tuan Wang Yu Ran .
"Masih..." jawab Guru Yun dengan senyum ramah. Pria yang selalu menolong orang ini, terlihat masih gagah , sabar dan tampan. Dan raut wajah ini , hampir mirip dengan Yulia . Hanya saja kecantikan Yulia perpaduan antara Dia san sang istri. Serta di tambah aura kekuatannya .
"Apakah keadaan tanah tak bertuan ini kau yang membuat seperti ini Wang...?" tanya Guru Di yang terlihat sangat penasaran.
"Bukan ...aku hanya membantu..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan wajah tenang .
"Membantu...? Maksudmu ada orang lain yang melakukannya...?" tanya guru Di lagi.
"Benar..." jawab tuan Wang Yu Ran sambil tersenyum . wajah yang sabar dan bijaksana selalu terlihat di wajah tuan Wang Yu Ran.
"Lalu siapa orang itu...?" tanya guru Di tak sabar.
"Putriku... Putriku Yulia..." jawab tuan Wang Yu Ran dengan tenang.
"Apaa...putrimu..? Kau tidak sedang bercanda kan...?" ucap guru Di tak percaya.
"Tidak ...itu kenyataannya, dia yang membuat tanah tak bertuan menjadi seperti ini..." jawab tuan Wang Yu Ran dengan wajah bangga.
"Ya Dewa...sehebat apakah Putrimu...lalu di mana dia sekarang...?" tanya guru Di dengan wajah penasaran. Dia ingin melihat orang yang mampu membuat tanah gersang beribu tahun menjadi daerah makmur .
__ADS_1
"Dia berada di kota Malada Di..." ucap guru Yun menjawab pertanyaan sang adik sambil tersenyum menatap tuan Wang Yu Ran. Tentu saja jawaban dari sang Kakak membuat guru Di kaget.
"Kok Kakak bisa tahu...?" ucapnya dengan wajah heran. Namun percakapan mereka terhenti saat Canlu masuk dengan membawa minuman dan cemilan kecil buat mereka . Saat melihat gadis cantik itu masuk. Terlihat guru Yun Menatap dengan Alis berkerut. Setelah Canlu masuk kembali kedalam rumah, guru Yun berkata.
"Dia putrimu juga...?" ucapnya perlahan.
"Bukan..Dia adik angkat Putriku... aku sudah menganggapnya seperti Putriku sendiri..." jawab Tuan Wang Yu Ran.
"Dia ada di level hijau puncak, apakah kau yang mengajari dia....?" tanya Guru Yun.
"Bukan....Putriku Yulia yang membimbing gadis Canlu..." jawab tuan Wang Yu Ran bangga. Mendengar ucapan tuan Wang, guru Yun tersenyum .
"Kenapa dia tidak ikut masuk perguruan...?" tanya guru Yun lagi.
"Dia tidak mau...Kami sudah memaksanya, tapi Dia hanya berkata kalau ingin merawat kami..." ucap tuan Wang dengan ramah.
"Tunggu kak...kenapa kau seperti sudah mengenal Putri Wang Yu Ram..?" tanya guru Di keheranan.
"Tentu saja aku tahu..karena putrinya adalah muridku..." ucap guru Yun dengan wajah tenang.
"Apaa muridmu..? Tunggu....apakah yang kau maksud Murid barumu Yulia...?" tanya guru Di dengan wajah kaget . Terlihat senyuman bangga di bibir sang Kakak.
"Aah...kau ternyata sangat curang Kak... Kau memilih ketiganya menjadi muridmu karena kau tahu dia putri dari Wang Yu Ran Kan...?" ucap Guru Di kesal.
"Tidak...saat itu aku hanya berharap dia memang Putri nya... tak kusangaka harapanku terkabul .." ucap guru Yun sambil terkekeh senang .
"Kauu...kau memang curang Kak..lalu kedua anak kecil itu , apakah mereka ada hubungan juga dengan Yulia ..?" tanya guru Di pada tuan Wang Yu Ran.
"Apakah yang kau maksud anak lelaki bertopeng yang ada di antara mereka...?" tanya tuan Wang.
"Benar...." jawab guru Di .
"Mereka Putra dari Yulia . Si kembar memang cucuku..." ucap Tuan Wang Yu Ran dengan bangga tanpa takut mereka akan di tolak di perguruan Guang Dan.
"Apaa...Putra kembar Yulia...?" Seru guru Di kaget.
"Benar...jika kalian ingin membatalkan mereka menjadi murid perguruan Guang Dan setelah kalian tahu identitas mereka, aku tidak masalah. Sebab itu kenyataannya. Sebenarnya Yulia tidak ingin menyembunyikan semua itu dari kalian , tapi aku yang melarang..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan sabar . Guru Di menatap guru Yun untuk melihat reaksi sang Kakak. Namun Dia tidak melihat keterkejutam di wajah sang Kakak. Terlibat wajah tua dan sabar itu Tenang tanpa riak apapun. Malah terlihat ada senyum di wajah tuanya . Melihat itu, Guru Di heran.
"Kak...jangan kau katakan kalau kau sudah tahu kebenarannya..." ucap guru Di.
Apalagi dengan kekuatan si kecil. Wajah Yulia agak mirip dengan Wang Yu Ran. Pria berbudi luhur seperti Dia sulit di lupakan...dan aku mana mungkin mau menolak murid seperti mereka..." ucap Guru Yun dengan tenang .
"Jangan terlalu memujiku.. Dalam berteman tidak ada kebaikan atau keburukan, Kita saudara yang mesti harus saling membantu.." ucap tuan Wang Yu Ran dengan nada lembut.
"Benar kata kakak...mana mungkin kami akan menolak murid Seperti mereka.. lalu dimana suami Yulia...?" tanya Guru Guang Di lagi .
Terlihat wajah tuan Wang Yu Rang sedih . namun tak lama di memutuskan untuk menceritakan pada mereka. Tentang kehidupan Yulia dan kedua cucunya. Tuan Wang takut mereka para guru Yulia akan mendengar dari orang lain . dan mendapatkan cerita yang berbeda .
"Jadi sebenarnya Yulia adalah Ratu Kerajaan Tanlua..." ucap Guru Di .
"Benar,... dan ada masalah yang akhirnya mengharuskan Yulia mempertahankan sebagai Ratu atau pergi . Dan Yulia lebih memilih pergi dari sana..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan wajah sedih. Hanya itu yang bisa dia katakan pada Mereka berdua . Mana mungkin dia akan mengatakan kalau Yulia pernah mati. Dan sekarang merupakan Roh yang di berikan kesempatan hidup kembali dan untuk memperbaiki hidupnya.
"Lalu bagaimana dengan si kembar, apakah mereka tidak mencari Ayahnya...apakah mereka tidak akan kembali ke istana Tanlua..?" tanya guru Di .
"Tidak...dan Untuk masalah itu, aku tidak bisa bercerita pada kalian berdua . dan kalau kalian berkenan..tanyakan saja pada Kaisar Kim..." jawab Tuan Wang.
"Apa maksudmu Wang....?" kata Guru Yun dan Guru Di hampir bersamaan.
"Aku tidak bisa menjelaskan pada kalian. karena itu wewenang dari Kaisar Kerajaan Dongyan itu sendiri..." ucap Tuan Wang dengan Wajah tenang .
"Apakah Si kembar ada hubungannya dengan Kasar Kim...?" ucap Guru Di penasaran.
"Di... kau dengar tadi apa kata Wang Yu Ran. Kita akan tahu dari Kaisar Kita..." ucap Guru Yun memperingati sang Adik. Seketika Guru Di terdiam. Guru Guang Yun mai merasakan ada keanehan pada kedua anak kembar itu . Sejak pertama kali melihatnya, Dia melihat Kaisar sangat memperhatikan ketiganya .
"Ya sudah apa kalian tidak ingin melihat hasil jerih payah Putriku dalam mengelolah tanah ini...?" ucap tuan Wang Yu Ran memecah suasana .
"Baik...ayo kita melihat keadaan Desa ini..." ucap Guru Di antusias . Mereka segera keluar dari tempat itu. Tuan Wang mengajak mereka berkeliling Desa.
"Wang...siapa mereka ini...apakah penduduk desa ini... ?"tanya Guru Di saat melihat berpuluh orang terlihat bekerja sama di kebun maupun di sawah. Dan ada juga yang sefang bekerja di sebuah rumah , sedang membuat perabotan rumah tangga dari Kayu dan rotan .
Ternyata di sana juga ada tokoh obat, Rumah obat , Toko alat pertanian, toko hasil pertanian.
" Benar..Mereka rakyat Desa ini...Mereka dulu prajurit khusus Yulia Saat dia menjadi Ratu sekaligus Jendral perang kerajaan Tanlua.
__ADS_1
Dan saat Yulia pergi dari Istana, mereka suka rela mencari dan ikut kami ..." ucap tian Wang yang membuat kedua guru besar kaget .
"Apaa...Yulia juga seorang jendral Perang...!" seru guru Di dengan wajah kaget.
"Benar...saat dia menjadi Ratu . Dia tidak mau diam di istana , Dia lebih memilih pergi kemedan perang daripana tinggal diam di istana..." jawab tuan Wang Yu Ran.
"Ya Dewa. Terang saja dia memiliki kekuatan seperti itu...dan apakah empat orang yang bersama mereka itu seorang perwira kerajaan...?" tanya Guru Di lagi.
"Benar...salah satunya Putraku Yao Han . Dia juga seorang Jendral . dan ketiga sahabat mereka merupakan Jendral muda.." ucap tuan Wang .
"Gila...kak...ternyata murid kita sebenarnya mantan Jendral perang... Terang saja Kaisar Kim memilih mereka menjadi pengawal pribadinya ..."ucap Guru Di dengan nada kagum.
"Tunggu Wang...aku mendengar tidak ada satupun orang yang mampu membuat daerah tanah tak bertuan ini menjadi Desa. Jika itu bisa mereka lakukan, pasti tempat ini sudah sejak dulu menjadi sebuah desa, Mungkin juga sekarang sudah menjadi kota. Tapi kita tahu kan. Tidak ada satu orangpun yang bisa melakukannya tanpa Sijin penguasa tempat ini yaitu Naga Sisik emas. Lalu sekarang Putrimu bisa melakukannya. Apakah itu bertanda kalau dia sudah mendapatkan ijin dari Naga itu....?" Tanya Guru Guang Yun sambil menatap tuan Wang penuh tanya . Mendengar pertanyaan guru Yun , Terlihat tuan Wang Yu Ran terdiam sejenak.
Tak lama terdengar suaranya pelan.
"Dia sudah melakukan kontrak dengan Mahluk ilahi itu..." ucap tuan Wang . ucapan itu membuat terdiam kedua guru besar . Namun tiba- tiba guru Di berseru .
"Apaaa...di...dia.ma... maksudku Yulia melakukan Kontrak pelayan dan tuan dengan Mahluk itu...!" seru guru Di sambil menatap tuan Wang dengan tatapan tak percaya.
"Benar... Karena itulah Yulia bisa menemukan sumber mata air yang tersembunyi di daerah ini. Dan lihat itu..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil menunjuk Danau yang airnya berlimpah yang ada di tengah persawaan dan tak jauh Dari pemukiman penduduk desa.
"Itu Sumber mata air yang Di buat Yulia dan Naga sisik emas..." lanjut tuan Wang .
"Ya ampuun gadis itu...." ucap Guru Di sambil menghela nafas berat. Dia tak bisa membayangkan kekuatan apa yang ada di tubuh Yulia.
"Dan Singa itu...?" tanya guru Yun tiba- tiba.
"Kalian sudah melihatnya...?" kata Tuan Wang kaget .
" Hewan itu sempat keluar dua kali saat turnamen..." ucap Guru Yun lagi.
"Mereka pasti bergantian keluarnya..." ucap tuan Wang sambil tersenyum.
"Maksudmu...?" tanya guru Yun tak mengerti.
"Yulia juga memiliki hewan kontrak dua ekor Singa putih. Tapi mereka sudah seperti Putra Yulia sendiri. Umur mereka hampir sama dengan umur si kembar.." ucap tuan Wang Yu Ran dengan tenang. Sedangkan kedua guru hanya bisa terdiam mendengar Yulia mampu mengontrak hewan kontrak lebih dari satu ,
Mereka syok mendengarnya.
"Umur mereka berjarak hanya beberapa bulan dari umur si Kembar..." lanjut Tuan Wang Yu Ran lagi. Mereka terdiam mendengar ucapan Tuan Wang Yu Ran .
"Lalu apa lagi keahlian Yulia...?" tanya guru Yun.
"Aku tidak terlalu tahu...Hanya satu yang bisa aku katakan. Dia juga ahli dalam pengobatan. Dia juga mampu memurnikan pil ramuan..." ucap Tuan Wang Yu Ran bangga.
"Kalau begitu benar kata Kaisar, Kalau dia sudah menyembuhkan racun dingin Kaisar Kim...?" ucap guru Yun.
"Aku tidak tahu, yang aku tahun saat Yulia sedang melatih kedua putranya masuk kedalam hutan Kematian selama satu bulan, ketika dia datang kembali , Dia datang bersama Kaisar Kim. Dan di Sini Yulia melanjutkan pengobatannya. Dan saat pulang, Kaisar membawa Yulia untuk mengobati Ayahnya...apakah yang di maksud Ayah kaisar Kim adalah Kaisar Kim Song Gi..?" tanya Tuan Wang Yu Ran .
"Tentu saja... Kau dulu menolong Kaisar Kim . dan kau menolak semua pemberian Kaisar Kim Saong Gi. Tapi sekarang Putrimu berhubungan dengan Putranya...Dan Dia menyembuhkan Kaisar Saong Gi..." ucap Guru Yun sambil tertawa.
"Aah..kenapa dunia ini begitu sempit..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil ikut tertawa pelan.
"Kau dulu menolak segala jabatan dari Kaisar, namun kenapa kau malah mau menjadi pengikut Kaisar Kerajaan Tanlua, malah Putrimu kau nikahan dengan Putra dari Kaisar Tanlua itu...?" tanya Guru Yun lagi .
"Semasa muda dulu, aku pernah berhutang budi pada kaisar Kerajaan Tanlua itu dan menjadi sahabatnya . Tapi aku tak menyangka, Putranya tega menyakiti hati putriku..." jawab Tuan Wang Yu Ran dengan wajah sedih. Melihat kesedihan di wajah tuan Wang Yu Ran, guru Yun berbicara.
"Sudahlah, semua sudah berakhir. Sekarang yang penting kau telah berada di sini bersama kami..." ucap guru Yun sambil menepuk Pundak tuan wang Yu Ran pelan.
"Benar katamu...apalagi Putriku sudah bahagia..." ucap tuan Wang sambil tersenyum bahagia .
"Benar sekali...oo ya wang...apakah toko obat itu milik Putrimu...?" ucap guru Yu .
"Benar....ada apa...?" tanya tuan Wang.
"Boleh aku melihat- lihat di sana...?" ucapnya.
"Tentu saja...ayo..." mereka segera pergi ke toko Obat Yulia.
udahan dulu ya...aku lanjut besok.
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. maaf kalau masih ada typo 🙏🙏
__ADS_1
Bersambung.