
"Dan untuk Murid baru seperti Yulia. Kau akan mendapatkan ujian layak tidaknya kau tinggal di perguruan ini . tapi guru yakin kau akan lolos, guru sudah melaporkan keberhasilanmu dalam meramu obat pil Young Dan level delapan puncak. Namun kau tidak boleh menyepelehkan ujian itu..." ucap Guru An Niang.
"Baik guru...murid akan mengingat pesan guru. "Jawab Yulia. Merekapun melanjutkan pelajaran mereka.
Saat usai pelajaran , Yulia dan Dumai berencana memurnikan pil ramuan. mereka mencari tanaman obat di kebun obat perguruan. melihat Yulia dan Dumai berjalan kearah kebun obat, Yan Qing segera berlari mengejar.
"Yulia, Dumai tunggu...!" serunya. tentu saja Yulia dan Dumai yang mendengar menghentikan langkahnya.
mereka melihat Yan Qing berlari kearah mereka.
"Ada apa...?" tanya Dumai.
"Kalian mau kemana....?" ucapnya setelah berada di dekat mereka.
"Kami mau ke kebun obat untuk membeli tanaman obat..." ucap Dumai.
"kalian akan memurnikan ramuan ...?" ucapnya dengan. Walah gembira.
"Iya...kami akan mencoba memurnikan ramuan tingkat sembilan dasar..." ucap Dumai lagi.
"Benarkah...?kalau begitu aku boleh ikut...?" tanya Yan Qing.
mendengar ucapan Yan Qing , Dumai menatap Yulia.
"Yuyu...apakah dia boleh ikut...?" tanya Dumai
"Kebun tanaman obat bukan kebunku Mai...tentu saja boleh...." jawab Yulia.
"Nach...kau sudah dengar Yan...." ucap Dumai .
"Trimakasih Yulia..." ucapnya gembira.
Metekapum segera berjalan ke arah kebun obat . Sesampainya di sana mereka segera mencari tanaman yang mereka pelukan. yang akan mereka gunakan dalam pemurnian obat.
Setelah mendapatkan aoa yang mereka cari, mereka segera menukarnya dengan koin Kristal yang ada di lencana mereka . Setelah itu mereka kembali ke rumah tinggal mereka. tapi Dumai dan Yan Qing memilih memurnikan ramuan di rumah Yulia. akhirnya Yulia memilih memurnikan nya di ruang terbuka yaitu di halaman rumahnya.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Hari ini ujian bulanan perguruan akan di lakukan . semua murid sudah bersiap untuk segera pergi ke alun- alun perguruan. Yulia yang sedang bersiap segera mendengar ketukan di daun pintu kamarnya.
"Yuyu...Yuyu...kau sudah bersiap...!" Seru kas teriakan Dumai.
"Iya sebentar..." ucap Yulia.
Dia segera membuka pintu rumahnya terlihat gadis cantik berada di depan Pintu. Hanya dalam satu minggu saja Dumai telah banyak berubah. Wajahnya yang tadinya terdapat banyak benjolan seperti jerawat besar, kini sudah hilang dan wajah itu terlihat cantik. Hanya badannya saja yang masih sedikit berubah. Pipi cubinya masih terlihat .
"Kenapa terburu - buru Mai...bukankah masih ada waktu kita pergi ke Kelas.." ucap Yulia.
"Bukan begitu Yuyu... Kita harus lekas berkumpul. Karena kita akan pergi alun- alun bersama- sama. Biasanya kita akan berangkat lebih awal. Bukankah jarak tempat kita dengan alun- alun perguruan paling jauh..." ucap Dumai.
"Iya, iya.. Ayo kita pergi..." ucap Yulia sambil menutup pintu Rumahnya.
Mereka pergi bersama ke kelas mereka. Saat hampir dekat dengan kelas Alkemia, mereka bertemu dengan Yan Qing yang terlihat sudah menunggu kedatangan mereka.
"Saudara Yan...kenapa kau masih di sini...?" tanya Yulia keheranan.
"Aku menunggu kalian berdua. Takutnya kalian datang terlambat. Ayo kita segera berkumpul, sepertinya Guru An Niang dan Guru Whan Ma sudah datang...." ucap Yan Qing .
"Guru Whan Ma..? Beliau guru Alkemia...?" tanya Yulia keheranan.
" Kau tidak tahu itu...? Beliau Guru Alkemia di kelas Senior. Mungkin kita akan segera bertemu dengan beliau. ngomong- ngomong kau sudah tahu orangnya...?" tanya Yan Qing.
"Sudah...beliau yang menjemputku...?" ucap Yulia sambil berjalan cepat masuk ke halaman kelas.
"Menjemputmu...?" tanya Yan Qing tak mengerti.
"Aah ..ceritanya panjang, suatu saat kau akan tahu juga. Ya sudah ayo Kita berkumpul dengan mereka , Sepertinya Guru An Niang sudah keluar dari dalam ruang guru..." ucap Yulia. Merekapun degera bergabung dengan murid alkemia.
Benar saja, terlihat Guru An Niang keluar dari dalam ruang guru bersama guru paruh baya yang terlihat gagah dan tampan namun terkesan pendiam berada di belakangnya . Dan Yulia tahu kalau guru itu adalah guru Whan Ma. Saat melihat wajah Yulia, terlihat guru Whan Ma kaget.
"Yulia...kau ikut kelas Alkemia...?" ucapnya dengan wajah kaget.
"Salam Guru ...murid Yulia memang masuk kelas Alkemia...?" ucap Yulia dengan tenang. Tentu saja percakapan Yulia dan guru Whan Ma membuat murid lain terkejut dan penasaran. Kenapa kedua terlihat sudah mengenal malah terkesan dekat.
"Tetapi selama ini kenapa aku tidak pernah bertemu denganmu di sini...?" ucap guru Ma heran . Namun sebelum Yulia menjawab, guru An Niang mendahului Yulia Menjawab pertanyaan guru Whan Ma .
"Dia berada di kelasku .." ucap Guru An Niang.
"Di kelasmu...?" ucapnya tak percaya.
'Iya...kata guru Can Yi dia berada di level delapan tengah...namun saat ujian beberapa hari yang lalu dia mampu memurnikan pil Young Dan dengan sempurna. Aku fikir dia pantas di sana...!" ucap sang Guru An Niang yang takut di salahkan memasukkan Yulia kedalam kelasnya. Dia takut Yulia di salahkan karena langsung masuk ke kelas nya . Mendengar itu, tuan Whan Ma menatap Yulia dengan Mata melotot .
"Anak ini.. berani sekali berbohong...Dia sudah bisa menyembuhkan tuan Muda Yang Zi masih berkata level delapan tengah..." ucapnya dalam hati.
"Kenapa kau masuk ke kekas Guru An Niang...?" tanya Guru Whan Ma .
Yulia menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
"Maaf guru...guru An Niang yang membawaku ke sana..." ucapnya sambil tersenyum .
"Dasar anak nakal...mulai minggu depan, Dia berada di kelasku.." ucap Guru Whan Ma tenang. Melihat sikap Yulia dan gitu Whan Ma membuat mereka semakin heran .
__ADS_1
"Masih ada empat murid lain yang juga lulus pemurnian level delapan puncak. Guru Ma.." ucap guru An Niang.
"Baik...yang empat bisa masuk ke kelas Senior. Tapi Khusus Yulia biar aku sendiri yang mengajar..." ucap Guru Whan Ma yang tidak pernah memilih murid khusus itu. Semua orang kaget mendengar ucapan guru Ma.
"Maksud guru Ma Yulia murid yang langsung mendapat bimbingan darimu...?" Ucap guru An Niang Kaget.
"Iya... Dia murid di bawa naunganku . Dia bisa memakai ruang alkemiaku..." ucap Sang Guru .
Semua murid hanya bisa menatap iri pada Yulia, sebab siapa yang tak ingin menjadi murid khusus guru Whan Ma yang cerdas itu. sedangkan Yulia sendiri hanya bisa diam tak mengerti. Akhirnya mereka semua berangkat ke alun- alun Perguruan . Ketika sampai di sana, mereka melihat semua murid perguruan sudah berada di sana. Dari kelas Beladiri, Guru yang mendalam, dan ada juga kelas penyulingan. Yang terakhir datang adalah kelas Alkemia.
Melihat kedatangan mereka, terlihat banyak murid yang menatap pada kelompok murid Alkemia . Mereka para tabib muda itu terlihat cuek dan berjalan dengan tenang masuk alun- alun . Namun wajah Yulia yang Cantik, membuat pesona tersendiri pada murid laki- laki. Banyak gumam kekaguman dari mulut mereka.
"Sejak kapan gadis itu berada di kelas penyulingan.. Sebab bulan yang lalu gadis itu masih belum ada...?" ucap salah satu murid laki- laki.
"Benar...kemungkinan dia murid baru..." ucap yang lain.
"Aku juga mau di kelas Alkemia jika aku bisa melihat Wajah secantik itu setiap hari..." ucap salah satu murid Pria . Dan banyak lagi komentar yang di dengar Yulia maupun teman- temannya yang membicarakan tentang Yulia. Melihat semua itu, teman- teman Yulia maupun Yulia hanya bisa cuek menanggapi semua itu. Hanya saja bagi Huang Yi dan Shu Can , Mereka merasakan kemarahan ,kekesalan Dan rasa iri pada Yulia karena pujian mereka. pujian yang seharusnya untuk mereka, kini di rebut Yulia. yang membuat mereka ingin sekali memukul atau mempermalukan Yulia agar tidak mendapat perhatian dari para murid Pria. Namun mereka tak bisa melakukan semua itu.
Tak berapa lama para guru , Dekan atau wakil Dekan telah datang. Mereka terlihat mulai masuk ke gedung tingkat yang ada di pinggir alun- alun yang langsung menghadap panggung arena ujian. Namun tiba- tiba terdengar kegaduhan di sekitar mereka. saat segerombolan orang berjalan dengan cepat naik tangga menuju ruangan gedung di lantai dua ,yang bentuk bangunannya terbuka. .
"Ini ada apa...?" tanya Yulia heran pada Dumai yang ada di sampingnya.
"Aku juga tidak tahu..." jawab Dumai.
"Kata mereka Putra Suci Kaisar Agung datang kemari..." ucap Yan Qing dengan wajah datar.
"Putra Suci Kaisar Agung...?maksudnya...?" tanya Yulia tak mengerti.
"Putra Suci adalah Putra Mahkota kerajaan Taiyang...Kerajaan Taiyang merupakan pengusaha tertinggi Alam Tianli ini..." ucap Yan Qing menerangkan.
"Apakah kau tidak Tahu masalah ini Yulia...?" tanya Yan Qing.
"Maaf...Karena aku berasal dari sebuah desa terpencil . yang tak tahu keadaan Kota..." ucap Yulia sekenanya.
"Kau ini... Lihat itu...pria yang duduk di dekat Dekat, Dialah Putra Suci Kaisar Agung..." ucap Yan Qing .
"Dan yang aku dengar, Sebentar lagi dia akan menjadi Kaisar agung....Dan satu lagi , Dia belum menikah...?" ucap Yan Qing lago .
Yulia menatap pada beberapa orang yang ada di lantai Dua. Di sana terlihat para guru sedang Duduk menghadap kearah arena. Dan Yulia menatap pada Pria yang berada di dekat Pria paruh baya yang terlihat gagah yaitu Dekan perguruan ini. . Pria yang tadi katakan. oleh Yan Qing entah kenapa terlihat sangat femiliar . Karena letaknya agak jauh dan tinggi. Yulia samar dengan wajah itu. Namun perasaan akrab tiba- tiba dia rasakan.
"Kenapa aku merasa akrap dengan sosok itu...siapa dia... apakah aku mengenalnya... tapi itu tidak mungkin ,...aku tidak pernah mengenal penduduk Alam Tianli.." batin Yulia.
"Lalu kenapa dia ada di sini...?" tanya Yulia pada Yan Qing.
'Dia juga mantan murid perguruan ini... Mungkin ada sesuatu yang mengharuska. Dia datang...Dan yang aku dengar kekuatannya madih belum ada yang bisa mengalahkan dia, Dia bisa dalam segala bidang ...Oo..tidak, hanya Alkemia yang Tidak dia pelajari. Namun ketiga bidang Yang lain, tidak ada yang bisa menyamai kekuatannya ..." ucap Yan Qing lagi .
"Segala bidang..?dan hanya Alkemia yang tidak dia pelajari...?" ucap Yulia dengan wajah heran .
Yulia kembali menatap pada Pria itu dengan hati penasaran . Namun suara seorang Guru mengalihkan perhatiannya pada pria di atas . guru yang di atas arena uji coba segera memanggil semua murid baru . mereka akan melaksanakan ujian . tetap di Perguruan atau gagal masuk perguruan kembali ke asal mereka . Semua murid baru diminta untuk naik ke keatas arena termasuk juga Yulia. Dan saat Yulia tampil di atas arena ujian bersama hampir tiga puluh murid baru , Ternyata dari Alkemia hanya ada tiga murid saja . Yulia dan satu murid wanita dan satu lagi murid laki - laki . Kedua murid itu dari kelas Alkemia dasar . Melihat Yulia yang juga murid baru. Tetapi berada di kelas senior ,Kedua murid baru yang ada di kelas dasar kaget.
" kau murid baru...?" tanya salah satu dari mereka dengan wajah terlihat marah.
"Benar ada apa..?" tanya Yulia tak mengerti.
"Kau murid baru tapi kenapa kau berada di kelas Senior dua...?" tanya gadis itu dengan menatap Yulia dengan tatapan marah.
"Oo..bukan aku Yang menentukan, tapi guru yang membawaku ke sana...?" ucap Yulia dengan Wajah tak bersalah.
"Kau memakai jalan curang ya..." bisiknya lagi dengan. nada kesal .
"Kenapa kau berkata begitu...apakah kau tidak tahu kriteria murid perguruan ini...? Apakah bisa kita memakai cara seperti itu..?" ucap Yulia dingin .
Terlihat wanita itu menatap Yulia sinis. Dan ujianpun segera diulai. Karena Alkemia mendapatkan ujian Yang pertama, maka terlihat Guru Whan Ma naik keatas arena. Dia segera memanggil Murid dari alkemia.
"Aku harap Murid alkemia bisa maju kedepan..." ucapnya dengan tenang. Ketiga murid baru Alkemia segera maju.
"Salam guru..." ucap ketiga nya bersamaan.
"Waaah cuma ada tiga..tapi nggak masalah. Sekarang aku ingin tahu nama kalian satu persatu. .." ucap Guru Ma.
Satu persatu mereka mulai memperkenalkan diri. Termasuk juga Yulia.
"Kau Yulia..guru akan mengujimu..." ucap Guru Ma.
"Baik Guru..." ucap Yulia .
"Aku akan memberikan lembar bahan obat yang harus kau buat untuk membuat pil Ramuan. Kau bisa membuat ramuan itu untuk pil apa dan bahan apa yang tidak bisa di pakai apa masalahnya...kau siap..?" tanya guru Ma dengan wajah tenang.
"Baik guru...semoga murid bisa melakukannya dengan benar..." ucap Yulia dengan tenang .
"Bagus...sekarang lihat lembaran ini..." ucap guru Ma. Yulia menerima lembaran bahan obat dari Guru Ma. Dia melihat dengan Cepat bahan itu. beberapa saat Yulia menyerahkan lembaran itu .
" Sudah...?" tanya guru Ma.
"Sudah guru..." jawab Yulia.
"Jawab..." ucap Guru Ma..
Dan dengan lancar Yulia menebak bahan pil apa yang memiliki resep seperti itu. Dia juga memberikan bahan yang tertulis di sana tapi yang bukan termasuk bahan ramuan pil yang di maksud. Yulia menjelaskan secara Rinci serta efek apa yang akan terjadi jika bahan itu tercampur di dalamnya. Mendengarkan perkataan Yulia, guru Ma terperangah kaget. Dia tadi hanya meminta Yulia menerangkan bahan dan bahan apa yang salah. Namun Yulia malah menerangkan kegunaan semua bahan dan efek apa yang terkandung pada bahan yang tidak di butuhkan.
__ADS_1
"Bagus murid Yulia. Sekarang coba kau tebak lagi bahan ramuan pil apa yang akan kuberikan padamu, dan baham apa saja yang bukan bahan pil ramuan itu . lalu apa yang terjadi jika ramuan di dalam bahan itu tercampur..." ucap Guru Whan Ma lagi .
"Baik guru..." ucap Yulia. Dia kembali menerima kertas bahan dari guru Ma. Seperti tadi dia membaca secara cepat dan segera memberikan kertas itu pada Guru Ma. Diapun segera menjelaskan pil apa yang ada di dalam resep itu. Dan bahan apa yang tidak di gunakan serta apa yang terjadi kalau ramuan itu tercampur di dalam pil ramuan . mendengar ucapan Yulia , Guru Whan Ma tertawa keras.
"Aku sudah menebak itu...kau memang murid terbaikku.. Sekarang kau bisa menerima lencana asli dari gurumu ini..dan kau bisa menerima hadiahnya... " ucap Guru Ma sambil tertawa.
"Tunggu Whan Ma... Kau tidak noleh memonopoli Murid Yulia... Aku juga ingin menjadikan dia muridku juga.. Yulia..bakatmu bukan pada alkemia, tapi pada Seni beladiri. Lebih baik kau ikut kelas guru ini ..." ucap Guru Yan Di dengan wajah kesal. Dia melompat Naik keatas arena . Tentu saja Yulia serba salah.
"Guru Yan Di.. apa maksud anda...? Yulia juga menguasai seni beladiri....?" tanya Guru Can Yi yang ikut melompat keatas arena .
"Apakah kau tidak pernah mendengarkan berita di luat tentang dia saat akan masuk ke perguruan ini..." ucap Gurunya Di.
"Tunggu apakah berita gadis cantik tanpa kekuatan berani menjatuhkan seorang Kultivator yang berada di level tanpa warna dalam satu jurus...'?' ucap Guru Can Yi dengan wajah kaget. .
"Hmm...." angguk huru Yan Di.
"'A...apa benar yang kau katakan itu...?" Ucap guru Can Yi dengan wajah kaget. Tentu saja berita itu bukan guru Can Yi daja yang kaget , tapi semua murid kaget mendengar ucapan guru Yan Di.
"Dia peringkat nomer satu Alkemia dan Beladiri di Alam Dinasti Jaseon..." ucap Guru Yan Di perlahan. Guru Can Yu tertrgun mendengar ucapan dari guru Yan Di.
"Gimana Yulia...apakah kau tetap ingin belajar dari gurumu ini...?" tanya Guru Yan Di lagi. Melihat Yulia di perebutkan oleh gua guru . para murid menjadi iri. Apalagi dua wanita yang membenci Yulia.
" Maaf guru... Yulia juga ingin belajar Ilmu beladiri, tapi bolehkan Yulia memilih Alkemia lebih dahulu..." ucap Yulia lembut. mendengar perkataan Yulia, Huru Whan Ma tertawa .
"Ha ha ha..dia memang muridku .. Kau tidak bisa merebut dia dariku Yan Di..." seru guru Whan Ma bahagia. Terlihat Guru Yan Di kecewa . namun dia tertawa.
"Baik.. Tapi ingat Yulia..., kalau kau ingin berlatih, datanglah langsung ke guru ini... Pintu kelas Beladiri selalu terbuka untukmu.." ucapnya sambil tersenyum.
"Baik Guru ...murid akan mengingat itu..." ucap Yulia sambil membungkuk memberi hormat. Lalu Diaembungkuk pada guru Ma.
' Guru Whan Ma..Murid Yulia memberi Hormat pada Guru Whan Ma..." ucap Yulia .
"Baik...mulai Sekarang kau murid Pria ini .." ucap Guru Whan Ma .
"Kalau begitu , apa boleh Murid turun dari arena...?" ucap Yulia.
"Pergilah..." jawab Sang guru. Yulia segera memberi hormat pada Sang guru dan kedua guru dari seni beladiri . Setelah itu Yulia tutin dari Arena . Melihat kepergian Yulia , kedua guru Yang tadi naik karena ingin merebut Yulia dari guru Whan Ma , segera kembali ke tempat mereka di dekat arena . sedangkan guru Ma segera menguji murid selanjutnya. Murid pertama yang mengikuti ujian setelah yulia segera menghadap Guru Ma . murid yang masih berada di kelas dasar itu mendapatkan pertanyaan yang sederhana . tidak seperti pertanyaan yang di tanyakan pada Yulia , Murid itu mendapatkan pertanyaan tentang dasar dan beberapa pil ramuan di level Enam dan tuju. Dia pun lolos dan bisa melanjutkan belajar di perguruan. Dan saat ujian terakhir adalah wanita yang tadi sempat mengatakan kalau Yulia curang saat masuk perguruan . Melihat Yulia dengan mudah menjawab pertanyaan Dari sang Guru. Dengan percaya diri dia maju kedepan.
"Kau sudah siap...?" kata Guru Ma dengan datar.
"Tentu guru..." ucap gadis itu dengan yakin.
"Baik sekarang aku akan memberi pertanyaan padamu dua temanmu tadi . semua yang tertulis di atas kertas ini merupakan baham ramuan . sekarang kau bisa membacanya , setelah itu kau bisa mengatakan bahan ramuan pil apa itu, dan juga Nama dan level pil ramuan yang kau duga. Lalu sebutkan juga nama tumbuhan obat yang bukan merupakan bahan ramuan dari pil tadi . kau mengerti maksudku... ?" ucap Guru Ma. lalu guru Ma memberikan kertas yang ada di tangannya. Gadis itu segera mengambil dan membaca kertas dari guru Ma . Beberapa saat kemudian , terlihat wajahnya memucat., gadis itu terlihat bingung , sesekali menghela nafas. Dia masih menatap dan membaca kertas itu. Setelah cukup lama tidak ada reaksi. Hingga akhirnya guru Ma bertanya.
"Bagaimana..apa kau sudah siap.?' tanya Guru Ma.
" Maaf guru...apakah murid bisa meminta soal seperti milik Murid Yulia..?" ucapnya dengan nada berudaha tenang.
"Kenapa...? Apakah kau tidak bisa menjawab pertanyaan ini...?" tanya Guru Ma.
"Soal ini sangat sulit bagi murid ini Guru... mungkin Murid bisa menjawab Soal yang tadi di baca dan di jawab Murid Yulia..." ucapnya dengan nada terlihat agak gugup. Melihat ucapan gadis itu. Terlihat Guru Ma menatap wanita itu sejenak. Tak lama dia berkata.
"Baik... Akan ku tunjukkan soal milik Murid Yulia.... "Ucap guru Whan Ma.
Dia segera memberikan kertas seperti yang dia berikan pada Yulia. Dan saat gadis itu membaca kertas milik Yulia,terlihat wajahnya kaget Dan bingung. Wajahnya semakin pucat . Melihat itu, Guru Ma terlihat tersenyum sinis . lalu dia berkata .
"Ada apa...kau bisa menyelesaikan soal yang kuberikan pada murid Yulia kan.?" tanya sang Guru.
"I..ini...a...apa benar ini soal yang di berikan pada Murid Yulia guru...?" tanya Gadis itu.
"Benar sekali....itu soal yang kuberikan pada murid Yulia...." jawab guru Ma .
"Mana mungkin guru....!" serunya dengan wajah pucat .
"Apa maksudmu... Bukanya kau tadi berkata kau akan mengerjakan soal seperti punya Yulia...?" tanya Guru Ma dengan nada dingin
"Tapi mana mungkin soal seperti ini Yulia bisa menjawabnya Guru... Mungkinkah Yulia melakukan kecurangam..?" ucapnya dengan berani. Tentu saja guru Ma kaget. Begitu juga dengan para guru .
"Apa maksudmu....kau menuduhku memberikan bocoran pada murid Yulia...?" terdengar suara guru Ma dengan nada marah.
"Bukan , Bukan begitu guru...tapi..tapi dia .." ucapnya menggantung.
"Kau belum menjadi murid Perguruan ini sudah berani mencurigai teman dan guru bernuat curang. Sekarang akan ku katakan padamu. Soal yang kuberikan padamu adalah pemurnian Pil tingkat enam . dan kau tahu, soal yang ku berikan ada Yulia adalah pil peringkat sembilan tengah... Sekarang kau masih tidak sadar kesalahanmu....?" Kata guru Ma. "Tapi Guru...." terlihat wanita itu deperti taknpercaya .
"Baik.. sepertinya kau tidak percaya. sekarang akan aku panggil kembali Yulia... agar kau tahu jarak kecerdasanmu dengan murid Yulia..." ucap Guru Ma.
Lalu dia memanggil Yulia. Dan memberikan soal yang gadis tadi tidak bisa mengerjakannya . Dan dengan lancar Yulia menyebutkan pil apa yang ada di kertas ujian gadis itu. Dan menerangkan semua bahan yang ada di kertas itu. Guru juga mengeluarkan soal kedua untuk gadis itu. Dan dengan lancar Yulia menjawab semua pertanyaan. Saat Yulia menjawab secara keseluruhan, semua murid dan guru Syok. Mengapa murid yang baru masuk bisa menjawab semua pertanyaan tanpa salah.
"Kau sudah puas...?jelas semuanya ..? apakah kau masih mengatakan Yulia bertindak curang...?" tanya Guru Ma dingin.
"Tapi guru..." namun sebelum perkataannya di teruskan, Guru Ma berkata.
"Pergilah...kami tidak membutuhkan murid yang berpikiran sempit dan licik seperti dirimu. Kau masih murid sementara, tapi kau sudah berfikiran sejauh itu. Dan kau berani memfitnaku membantu Yulia dalam kecurangan. Kau tahu...aku baru tahu kalau Murid Yulia memilih Alkemia tadi pagi... Tapi kau telah menuduhku bertindak curang, karena itu, aku memutuskan kau gagal dalam ujian...." ucap Guru Ma dengan nada dingin. Mendengar semua ucapan guru Ma, Hadis itu terlihat syok berat. Dia merasa Kakinya lemas tak bertenaga. Memang benar sebenarnya tadi dia tidak bisa sama sekali menjawab pertanyaan guru Ma. Dan dia ingat kalau Yulia dengan sangat muda menjawab semua pertanyaan dari guru. Dia fikir pasti pertanyaan Yulia merupakan soal yang sangat muda. Dia tidak pernah memyangka kalau sebenarnya gadis itu yang memang berotak cerdas. Dengan kaki lemas dia keluar dari alun- alun. Dan seorang guru membawa dia keluar dari perguruan. Acarapun di lanjutkan dengan ujian pada murid seni beladiri. Tanpa Yulia sadari, pria di atas bangunan bertingkat yang duduk di dekat Dosen perguruan yang di katakan sebagai Anak Suci Kaisar Agung., menyaksikan kejadian itu dengan tatapan bangga. Dan ada senyum tipis di bibir merahnya yang selalu terlihat dingin. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan keinginanya bertemu dengan wanita itu.
"Belum saatnya kita bertemu Sayang..." ucapnya dalam hati. Namun saat dia melihat Yulia sedang berbicara dengan dua orang murid perguruan, satu wanita muda dan satu Pria tampan yang terlihat berusaha bersikap akrap pada Yulia, terlihat wajahnya menegang dan menatap dengan sorot mata dingin. Ingin rasanya dia berlari membawa wanita itu pergi . tapi itu belum waktunya . Sesekali terlihat Yulia menatap kearahnya. Pada saat kemarahan ada di dalam hatinya, tiba- tiba dia melihat pria tanpa dengan gaya sembrono mendekati Yulia, dan dia tahu siapa pria itu.
Sekalian dulu ceritanya ya...aku lanjut besok lagi .
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
__ADS_1
Bersambung .