
"Beliau Ada di belakang, para penjaga dan pengawal tidak ada yang berani mengganggu ataupun mendekati beliau . Siapa yang akan berani mendekati yang mulia bisa- nida meteka terbunuh terkena ilmu Yang Mulia leluhur muda . Kami akan mebiarkan yang mulia Seperti itu , Hingga kesadarannya pulih kembali . hanya saja kami akan membuat tanaman obat di belakang rusak dan Hancur...."cerita pelayan tadi .
"Kalau begitu antarkan aku melihat dia... aku akan mencoba membuat dia tenang..." ucap Yulia dengan wajah cemas.
"Jangan Putri...hamba takut Yang Mulia Putri terluka..Sebab Yang mulia leluhur Muda sekarang terlihat sangat marah..." ucap pelayan itu.
"Jangan takut...aku tidak akan apa- apa...Ayo sekarang antar aku...." ucap Yulia menenangkan pelayan tadi .
"Baiklah Putri, Kami akan mengantar anda pergi menemui yang Mulia .." ucap si pelayan.
Dengan Senang hati mereka mengantar Yulia menemui Ryu yang sedang mengamuk. Dengan cepat Yulia berjalan mengikuti Pelayan yang berjalan sampai seperti berlari.
Yulia berjalan mengikuti pelayan itu. Ternyata mereka menuju halaman belakang yang agak jauh dari istana induk tempat Yulia tinggal . Dari jarak jauh mereka sudah mendengar Suara ledakan keras seperti hantaman kekuatan tinggi menghantam Bumi. Yang membuat Yulia keheranan . Semakin mendekati Asal suara, terlihat kobaran api dari kejauhan. Namun semakin dekat, Yulia merasakan kekuatan yang menekan, sang pelayan terlihat kesusahan berjalan Dan dari sudut Mulut nya terlihat darah mengalir. Melihat Itu Yulia segera berkata.
"Kembalilah..aku bisa menuju kesana..." Ucapnya lembut sambil menatap Pelayan yang terlihat menahan sakit .
"Trimakasih Nona...kalau begitu hamba undur diri" Ucap Pelayan itu sopan. Dia tahu kalau Ryu sang majikan sayang pada wanita ini. pelayan Tua itu segera meninggalkan Yulia . Dia akan kembali membantu dang Suami . Sedangkan Yulia Sendiri segera melanjutkan Langkah nya dengan cepat menuju Asal suara . Hingga terlihat dia seperti terbang Menuju kearah Keributan. Dan Semakin dekat, tekanan kekuatan semakin kuat. Dan hawa ufara juga semakin panas walau pun tidak terlihat ada kebakaran di sana. Tapi Yulia masih bida melihat pepohonan di sana Mulai mengering . Ketika Dia sampai di dekat terdengarnya suara Karas yang sangat keras dan gaduh tadi . Yulia bisa melihat seekor naga emas sedang Melayang di udara. Terlihat dia mengamuk dengan hebat . dan suara Karas tadi berasal Dari Hantaman dan hempasan badan dan ekor naga yang sedang mengamuk , gunung tinggi terlihat hampir rata dengan tanah. Semuanya di buatnya Hancur tak tersisah . Dan saat dia lebih mendekati tempat naga itu mengamuk .terlihat seorang pemuda sedang berdiri dengan wajah kebingungan dan cemas sambil menatap pada Naga . Setelah lebih dekat , Yulia baru melihat kalau pemuda itu ternyata Zizu Putra Ryu . Yulia segera mendekati Zizu.
"Zizu... Ada apa..? Apa yang terjadi pada ayahmu ...? kenapa Ayahmu sampai seperti ini..?" Tanya Yulia dengan wajah heran dan cemas pula .
"Lia'er..untung Kau datang . Tolong Ayah... Tolong dia..Jika dia tetap seperti itu, tempat ini akan Hancur, dan ayah akan terluka parah... " ucapnya dengan wajah cemas dan takut.
"Kenapa Kau tidak masuk dan Mencegah Dia...?" Kata Yulia semakin cemas.
"Ayah tidak ingin di ganggu, Dia menggunakan aray untuk menjauhkan aku.. Dan aku tidak bisa membukanya..." Ucapnya dengan sedih. Mendengar ucapan Zizu , Yulia segera mendekat dan menjulurkan tangannya ke depan . Benar saja, saat menyentuh udara yang dia rasa mrmiliki tekakan kuat , Yulia merasakan kekuatan hebat menolak dia dengan kuat . Hingga membuat Yulia terlempar . Dengan cepat Yulia duduk bersila. Setelah memejamkan mata sebentar, Yulia segera mengangkat tangannya. Terlihat ujung kedua telunjuk jemari tangan Yulia Ada cahaya putih memancar. Setelah itu terlihat cahaya putih membentuk pita cahaya. Dan saat bersentuhan dengan udara. Maka terlihat percikan pita cahaya di depan Yulia. Semakin lama semakin banyak hingga membentuk jaring laba- laba yang lebar . Semakin lama semakin melebar. Dan tak lama terlihat Ada retakan di tengah jaring. Semakin lama semakin melebar. Setelah selebar tubuh Yulia, Yulia menatap Zizu dan berkata .
"Tunggu di sini jangan ikut.." Ucap Yulia .
"Tapi Lia'er... " Zizu mencoba ingin ikut Yulia.
"Patuh..." Ucap Yulia singkat sambil berdiri dan berjalan kedepan Melewati cela di tengah jaring. Zizu ingin ikut, tapi mendengar suara Yulia. Entah kenapa Ada keresahan di hatinya. Seolah nenyuruhnya patuh pada ucapan Yulia . tak berapa lama Dia melihat lubang yang di buat Yulia telah mengatup kembali dan jaring laba- laba dari pita cahaya hilang kembali .
Sedangkan Yulia yang Ada di dalam Aray terlihat menatap Ryu dengan perasaan sedih.
"Kak...kenapa kau bisa seperti ini...aku tidak ingin membuatmu sedih dan marah, aku Hanya marah pada adikmu.Dia telah menghina dan merendah kan bangsa manusi . Maaf kan aku kak.." Ucap Yulia,
tanpa sadar air matanya mengalir. Perlahan Yulia mengalir kan kekuatan nya di dalam suaranya.
"Kak...kenapa Kau marah... Aku di sini... apakah Kau bisa mendengar suaraku..?!" Seru Yulia dengan nada lembut. Walaupun terdengar nyaring. Tak Ada perubahan pada Ryu. Dia tetap mengamuk. Yulia mengulang lagi ucapannya, namun Ryu tetap tak beraksi. Akhirnya Yulia melompat keatas untuk mendekati Ryu . Dan dia berusaha menyadarkan Ryu. Namun tetap saja Ryu tak bergeming. Yulia tak tahu kenapa Ryu bisa seperti itu . Akhirnya Yulia mendekatkan dirinya pada Ryu yang sedang mengamuk, namun tanpa sadar Yulia melayang kearah di mana Ryu menghantamkan pukulan ekormya yang menghantam Gunung. Hingga akhirnya tubuh Yulia terkena pukulan ekor Ryu . Hingga tubuh Yulia yang kecil terhempas dengan keras ke arah tebing gunung di sebelah nya. Hingga dia terluka parah. Yulia merasakan tubuhnya hancur . Dia memuntahkan darah segar beberapa kali . Dan saat kesadarannya hampir hilang , Dia melihat kedia Burung kontraknya memanggil Namanya dan terbang kearah nya . Untung saat itu Heizi dan Wangli sudah keluar . Saat itu mereka ingin membantu Yulia menyadarkan Ryu . Namun meteka terlambat . Hingga mereka menjerit seketika saat melihat Yulia yang di hantam dengan Karas ke tebing gunung oleh ekor Ryu . Begitu juga Zizu . Dia menjerit dengan Panik dan Keras mrlihat Yulia terkena hantaman ekor Ryu. Mendengar jeritan tiga hewan Kuno , seketika kesadaran Ryu kembali. Dia menatap kearah dua burung besar yang Terbang kesatu arah. Dan Dia tahu Siapa mereka.
"Kalian ...?" Serunya tak percaya.
"Tuan, tuan...Kau tidak apa- apa...!" Seru Wangli yang langsung berubah Menjadi manusia.
"Yuyu...Yuyu...!" Seru Heizi Panik.
"AYAAAAH KAU KETERLALUAN...!",teriakan Zizu dari luar, dia tidak bisa masuk Karena tempat itu masih di tutup Aray yang di buat Ryu .
"A...apa yang terjadi...!" Seru Ryu tak mengerti.
'Kau masih bisa bertanya apa yang terjadi... ?lihat itu, apakah Kau ingin Lia'er mati ha...?!" Seru Zizu marah dan cemas .
Mendengar ucapan Zizu, Ryu kaget Bukan main, dia yang sudah berubah Menjadi manusia, segera Terbang dengan cepat kearah dua burung tadi terbang . Detelah lebih dekat, Dia mrlihat Yulia yang terkapar Penuh dengan darah .elihat itu, Dia Segera mendekati Yulia yang sudah terkapar tak berdaya. Siapa yang mampuh menerima pukulan dari Ryu. Dengan cepat dia menyibak Wangli dan Heizi yang cemas melihat Yulia.
"Lia'er , Lia'er... !"Seru Ryu dengan cemas .
Melihat keadaan Yulia Ryu kaget bukan main, Dengan cepat Dia segera mengangkat Yulia dengan hati- hati. Dia takut tubub Yulia akan Semakin parah . Setelah Membuka Aray yang dia buat, Ryu segera terbang masuk ke dalam istana. Di ikuti Wangli , Heizi dan Zizu . Setelah menaruh Yulia di atas Pembaringan , Ryu segera berlari kekamarnya . entah apa yang dia ambil di sana . dan saat dia kembali terlihat dia membawa Beberapa botol kecil. Dengan tangan genetar, dia memasukkan Beberapa pil ramuan kedalam mulut Yulia.
"Lia'er.. Ayo minum dulu..." Ucapnya pelan,
Sedangkan yang lainnya melihat Perbuatan Ryu dengan hati cemas. Terlihat air mata jatuh di pipi Ryu dengan deras . Setelah memasukkan pil ramuan ke dalam Mulut Yulia. Dia berusaha dengan hati - hati membuat Yulia terduduk. Dia juga segera duduk di belakang Yulia. Tak lama terlihat dia mulai menyalurkan tenaga dalam kedalam tubuh Yulia. Satu jam kemudian, terlihat Yulia mengerakkan Kakinya untuk duduk bersila. Dam dia mulai duduk lotus . Yulia mulai bermeditasi menerima bantuan Dari Ryu. Dua jam kemudian, terlihat keduanya mulai menyudahi kekuatan mereka, Setelah melihat keadaan Yulia sudah tidak Ada masalah, Ryu memeluk tubuh Yulia.
__ADS_1
"Kau ingin membunuhku ha..." Ucap Yulia kesal yang Ada dalam pelukan Ryu.
"Maaf...maaflam aku... Maafkan aku Lia'er..." Ucap Ryu perlahan . terdengar isakam tangisan nya terdengar . Merasakan Ryu menangis , Yulia berkata .
"Ck...jangan menangis... Itu Tidak cocok buatmu..." Ucap Yulia lagi. Mendengar suara Yulia , Hati Ryu bahagia. Karena itu Bertanda Yulia telah baik- baik saja .
"Ck...dasar wanita kejam..mulutmu memang kejam Lia'er..." Ucap Ryu sambil mengusap kepala Yulia penuh sayang.
" Kenapa Kau perbuat seperti itu... apakah kau sedang patah hati...gadis mana yang telah Melukaimu, biar Aku patah kan Kakinya..." Ucap Yulia dengan nada kesal.
"Kau ini... Aku seperti ini Karena aku ketakutan Kau akan meninggalkan. Diriku...aku takut Kau pergi tanpa aku..." Ucap Ryu yang masih memeluk tubuh Yulia erat.
" Sebenarnya memang aku akan melakukan nya, tapi entah mengapa aku merasa Kau dalam masalah..." Ucap Yulia.
"Karena kita memang tidak boleh berpisah.." Jawab Ryu .
"Jangan Merayu Lia'er Kau tadi hampir membunuh Dia.." Ucap Suara yang Menyela percakapan mereka dengan nada marah .
"Iya aku salah...maafkan aku..?" Ucap Ryu sambil melepas pelukannya. Melihat Ryu melepas pelukannya, Zizu segera menarik Yulia kearah nya dan berkata .
"Untung Lia'er tidak kenapa- kenapa. Andai tadi dia tidak dapat tertolong, pasti aku tidak akan mengakui Ayah sebagai Ayahku lagi...." Kata pria Muda itu sambil membawa Yulia untuk ber baring . dan dia mengambil Selimut lalu menutup tubuh Yulia hingga Dada . Wangli dan Heizi mendekat. Terlihat Heizi sudah berubah Menjadi burung merah keemasan itu duduk dengan tenang di pundak Wangli.
"Kak....Kau hampir membunuh tuanku.. Tuan Kau baik- baik saja...?" Tanya Wangli.
"Aku sudah baikan kalian bisa kembali . Nanti aku akan kembali setelah aku baikan..." Ucap Yulia.
"Baik Tuanku...." Jawab Wangli. Tak lama mereka menghilang dari tempat itu . Melihat itu, Zizu hanya bisa tertegun sejenak . Setelah itu dia duduk di dekat pembaringan.
"Jaga bibimu aku akan membuatkan makanan untuk nya..." Ucap Ryu.
"Tidak usah ayah suruh pun aku akan menjaga dia.." Ucapnya dengan nada kesal .
"Aku tidak ingin berlatih. Apa gunanya aku Menjadi murid terbaik, kalian akan segera meninggalkan diriku juga..." Ucapnya dengan wajah kesal. Mendengar ucapan Zizu , Yulia menatap Ryu.
"Kak... Tidak usah membuatkan bubur, aku tidak ingin makan . Duduklah..." ucap Yulia . Ryu pun mengikuti perintah Yulia .
"Memangnya setelah pemilihan ini, si pemenang akan mendapatkan apa...?" Tanya Yulia pada Ryu yang duduk di dekat nya .
"Untuk Si pemenang, mereka akan mendapat sebuah hadiah dari Sekte, dan keluar perguruan Selama lima tahun until mencari ilmu. Tapi kalau Zizu...Karena Dia akan Menjadi penerus memegang kekuasaan penggatikan diriku, dia akan mendapat hadiah keluar dari perguruan untuk mencari pengalaman Selama Lima belas tahun . Ucap Ryu. Mendengar ucapan Ryu, Yulia menatap Zizu dan berkata.
"Apakah Kau mau mencari Pengalaman bersama kami..?"tanya Yulia dengan lembut. Mendengar ucapan Yulia , baik Zizu maupun Ryu terkejut Bukan main.
"Apa maksudmu Lia'er...?" Tanya Ryu.
' Bukankah Kalian berdua sudah lama tidak pernah berkumpul , Jadi aku berfikir bagaimana kalau Zizu ikut kita . tapi dengan satu syarat , Dia mau mendengar semua omongan kita ...." ucap Yulia .
"Benar apa Katamu Lia'er...tapi apakah tidak akan ada masalah..." tanya Ryu
"Tidak akan ...tapi Kakak tahu sendiri posesifnya Kim kalau tentang diriku..."ucap Yulia .
"Itulah yang aku maksud..." Kata Ryu.
"Tapi aku Yakin dia akan mengerti setelah kita cerita keadaan kita..." ucap Yulia. dan Ryu setuju .
".Siapa Kim itu Lia'er...?" Tanya Zizu .
"Suamiku..dan Kau harus patuh dan mengganti panggilan mu itu.. Terserah Kau Mau memanggilku Apa... "Ucap Yulia.
'Tunggu...Jadi Kau akan mengajakku pergi juga...?" Tanya Zizu dengan wajah tak percaya .
"Benar...tapi kalau Kau jadi pemenang pertama dan murid terbaik, Serta mau merubah sikapmu Menjadi Pria penurut dan mau Belajar dengan benar..." ucap Yulia.
__ADS_1
"Baik...Akan aku lakukan itu...aku pasti Menjadi murid terbaik..." ucapnya dengan wajah gembira.
"Bagus...kalau begitu mulailah Belajar dengan benar. ingat...Aku hanya mau Kau menjadi sang juara. kalau tidak, Kau akan tetap Di sini.." ucap Yulia sambil tersenyum lebat.
"Baik...aku akan menjadi yang terbaik...dan kalian tidak bisa merubah janji kalian, terutama Kau Yueyue..." ucap Zizu.
"Bagus....ee tunggu...Kau memanggilku Yueyue..." ucap Yulia kaget .
"Bukankah itu nama Bibiku...?" ucap Zizu .
"Dasar anak nakal...bagus juga nama itu.." ucap Yulia .
"Baik aku pergi ,tunggu saja Beberapa hari lagi aku akan menjadi juara..." ucap Zizu dengan yakin . dia segera pergi Dari ruangan tempat Yulia berbaring. Setelah melihat kepergian sang Putra. Ryu menatap Yulia .
"Apakah Kau benar- benar ingin membawa dia pergi...?" tanya Ryu .
"Benar...lebih baik membawa dia pergi bersama kita jika dia mendapatkan hadiah itu. Dari pada kita kepikiran akan keselamatanya...lagian kita bisa melatih dia di ruang Dimensi...."jawab Yulia .
'Benar katamu...tapi apakah tidak merepotkan dirimu...kau bisa melihat kebandelannya..." ucap Ryu.
"Bukankah masih ada dirimu ... Kita lihat saja nanti kak...Ya sudah biarkam aku Istirahat sebentar... Kekuatanmu hampir membunuh diriku. ..."ucap Yulia . seketika terlihat wajah Ryu memerah Karena malu.
"Maafkan aku Lia'er..." ucap Ryu lagi.
"Sudah Ku maafkan . Tapi Tolong jangan Kau paksa aku untuk berbaikan dengan Putri Long Yu Cin..." ucap Yulia yang membuat Ryu teringat akan wajah adiknya yang membuat semua itu terjadin . terlihat wajah nya memerah Karena menahan rasa marah.
'Baik akan aku lakukan. tidak Ada seorang pun yang akan memaksa mu melakukan itu. dan tak akan Ku biarkan Dia mendekatimu lagi...." ucap Ryu dengan wajah terlihat sangat marah.
"Trimakasih kak. aku tidur dulu...."kata Yulia .
'Tidurlah...aku akan menjagamu..." ucapnya.
Yulia segera menutup matanya. dan dia segera tertidut dengan tenang. Dengan lembut Ryu mencium kening Yulia lalu berjalan menjauh Dari tempat tidur dan duduk di sudut ruangan untuk duduk dan menjaga Yulia di tempat itu. Yulia tidur Hingga mata hari kembali bersinar ke esokan harinya. Perlahan Yulia Membuka matanya. saat mata terbuka, Dia menatap ruangan yang sekarang dia tempati . .
"Pagi Yueyue... apakah Kau merasa Ada yang sakit...?" sebuah suara membuat Yulia Sedikit kaget. dan kini di dekat ranjangnya Dia melihat Ryu berdiri dan tersenyum dengan lembut dan penuh kasih sayang .
"Kakak...Kau menjaga diriku...?" tanya Yulia sambil menatap Ryu dengan wajah kaget .
"Untuk kesehatan adikku apapun akan aku lakukan . aku takut dia masih marah padaku. Jika itu terjadi , apalah gunanya kakakmu ini. sekarang bangunlah, Dan Kau harus membersihkan wajahmu agar tak bau..." goda Ryu.
"Ck Siapa yang bau... tapi nggak masalah, bukankah aku akan membuat Kakakku kesal." ucap Yulia dengan manja.
"Benarkah...? kenapa bisa sampai membuatku kesal...?" tanya Ryu lembut .
"Karena aku akan selalu menempel padanya.." ucap Yulia .
"Ha ha ha..aku malah akan semakin bahagia kalau kau melakuan seperti itu. ya sudah Ayo bangun aku akan membantumu mencuci wajahmu.. " ucap Ryu .
"Tidak usah... lebih baik Kau keluar dari sini aku akan membersihkan mukaku sendiri. Setelah itu Kau boleh kembali kemari..." ucap Yulia lembut .
"Trimakasih sayang... tapi aku akan keluar setelah membantumu mencuci wajah dan berbena diri..." ucapnya lembut.
Yuliapun tak bisa mengusir Ryu . akhirnya Ryu membantu Yulia mencuci muka dan berkumur. Ryu baru pergi ke luar setelah melihat Yulia telah bersih dan rapi .
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi .
Maaf kalau masih Ada typo.
jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung .
__ADS_1