YULIA

YULIA
PERNIKAHAN 2


__ADS_3

Tapi .. tunggu...sepertinya ada yang salah...batin Selir Cun Wa.


" Benar apa yang kau katakan Wa'er...wanita itu lebih segalanya dari Yulia. tapi kenapa perasaanku begitu yakin kalau dia adalah Yulia..." ucap Kaisar Chan Yu perlahan. Dia menatap Yulia yang sudah melaksanakan ritual pernikahan di hadapan semua orang . dan kini sudah bersanding di tempat yang sudah di sediakan di altar Kekaisaran.


Para undangan mulai memberikan hadiah yang paling baik untuk Kaisar Kim. sebab Kerajaan Dongyan adalah kerajaan yang memiliki kekuatan No satu di Benua Dinasti Joseon . Yang membuat banyak Kerajaan berlomba membuat hubungan baik .


Sedangkan Yulia merasa banyak mata tertuju pada mereka berdua. Dan saat melihat kedua anak kembar yang duduk dengan tenang tak jauh dari singgasana Kaisar dan Ratu , Para tamu berdecak kaget sekaligus kagum jadi satu. Bagaimana tidak , Wajah mereka berdua ternyata sangat mirip dengan Wajah Kaisar Kim They Yung . Wajah Keduanya bagai duplikat dari wajah Kaisar Kim . melihat wajah keduanya . Tanpa sadar mereka berseru.


"Ya Dewa wajah mereka.... Mengapa wajah mereka mirip sekali dengan Kaisar Kim They Yung...apakah rumor itu memang benar adanya...?" seru tertahan seorang tamu wanita.


"Apa maksud ucapanmu.. Ucap salah satu temannya.


"Aku Mendengar berita , sebenarnya mereka sudah menikah beberapa tahun yang lalu. Dan kedua anak kembar itu merupakan putra mereka..." ucap Wanita itu .


"Maksudmu mereka memang sudah saling mengenal sejak dulu...? Dan mereka telah menikah ...?" tanya ibu yang lain.


"Sebenarnya aku juga dudah mendengar beritanya kalau mereka merupakan Cinta masa kecil . dan mereka terpisah karena tugas orang tua..." ucap seorang Pria yang duduk tak jauh dari tiga wanita yang tadi sedang bergosip . sepertinya dia salah satu bangsawan kerajaan Dongyan.


"Dari mana anda tahu itu,..?" ucap wanita tadi.


"Aku mendengar dari seseorang . dan kabarnya beberapa tahun yang lalu mereka bertemu kembali dan mereka memutuskan untuk menikah secara sederhana . "Ucap pria tadi.


" Menikah secara sederhana...kenapa ..? Kenapa mereka tidak menikah secara Kerajaan seperti sekarang...kenapa harus di sembunyikan.. " ucap wanita tadi.


"Karena Ratu Yulia tidak ingin hidup dan tinggal di dalam istana, Dia orang yang sangat sederhana. Namun sekarang karena Dua pangeran itu semakin besar, akhirnya Dia mau mengulang pernikahan di istana secara resmi . Dan kalian juga tahu kan, Bagaimana ketatnya ibu suri saat masih hidup dan berkuasa. Mungkin karena tak mau hidup menderita mendapat tekanan dari ibu Suri, maka Ratu Yulia tidak ingin masuk istana..." lanjut Orang itu .


"Aku fikir benar kata Dia ...Siapapun akan berfikir sepulu kali kalau ingin masuk istana ini. Kita tahu siapa ibu suri dulu ... "Ucap wanita yang lain. Dan banyak lagi ucapan dari tamu yang lain.


Sedangkan Kaisar Chan Yu terlihat masih penasaran dan hatinya resah. Dia yakin kalau wanita itu adalah mantan istrinya. Tapi kenapa wanita itu sekarang terlihat semakin cantik dan kuat. Kalau memang dia Yulia , mengaoa jauh sekali perubahannya oada saat dia hidup bersama dengannya.


Saat itu Yulia memang wanita paling cantik dari semua wanita yang Dia kenal , Fia cantik , anggun dan kembut. Tidak ada wanita yang bisa mengalahkan kecantikan Ratu Yulia. Namun sikap sederhana dan lembutnya membuat dia merasakan perasaan rendah dan akhirnya dia tergoda dengan cinta masa kecilnya. Walaupun Ratu Yulia saat itu sangat menghormatinya. Kini tiba- tiba dia teringat saat Yulia menjadi Ratu di istananya. Wanita itu jarang berada di istananya. Dia lebih senang berada di kamp prajurit diperbatasan. Dia senang berada di garis depan untuk memperluas kekuasaan Kerajaannya . Dan saat itu dia tena- tenang saja. Karena dengan cara seperti itu kekuasaannya lebih luas. untuk kebutuhan beologisnya tanpa setahu Yulia, dia memiliki dua selir yang sekarang menjadi selir resminya l. Jadi walaupun Yulia berada di garis depan peperangan, Dia tenang- tenang saja. Dan satu rahasia yang mereka sembunyikan . selama beberapa tahun hidup dengan Yulia dia belum pernah menyentuh gadis itu. Entah kenapa. Saat dia ingin menyentuhnya. Tiba- tiba hasratnya mati seketika. Dan itu sudah terjadi beberapa kali. Dan anehnya jika dengan wanita lain , tidak ada masalah sama dekali . Dan akhirnya Dia tidak pernah menyentuh Yulia lagi . Dan itu berakhir sampai Yulia pergi dari sisinya. Dam semua itu kesalahannya.


"Kenapa aku tidak bisa bersabar untuknya. Dan aku malah tergoda dengan wanita seperti Selir Sanly . andai saja aku bisa bertahan, Mungkin aku bisa mendapatkan hatinya . Ya Dewa... kalau benar dia Yulia, aku benar- benar sudah terlambat untuk memiliki dia kembalk . ..." ucap Kaisar Chan Yu dalam hati sambil menatap Yulia .


"Yang Mulia, Yang Mulia..." panggilan Selir Cun Wa membuat Kaisar Chan Yu trrsadar dari lamunannya


. "Ah ..ada apa Wa'er...?" ucap Kaisar Chan Yu.


"Ada apa yang Mulia... Apakah ada masalah...?" tany Selir Cantik itu.


"Tidak...aku hanya semakin yakin kalau dia Yulia mantan Ratu kerajaan Tanlua . " ucap Kaisar Chan Yu.


"Semua telah berlalu Yang Mulia... Jika benar dia Ratu Yulia, dia sekarang sudah menjadi Ratu Kerajaan Dongyan. Dan semuanya telah berakhir yang Mulia..." ucap Selir Cun Wa dengan lembut.


Tampa di sadari Kaisar Chan Yu, ada senyum Sinis walaupun sekilas di bibir wanita cantik Itu. Terlihat wajah kecewa di mata dan wajah Kaisar Chan Yu. Dan tanpa sengaja , Kaisar Chan Yu melihat Tuan Wang Yu Ran dan rombongan berada di dalam ruangan itu juga . Hanya tempatnya agak jauh dari tempat dia Duduk .


"Wa'er...bukankah itu Keluarga tuan Wang Yu Ran...? dan mereka itu empat jendral kerajaa. Tanlua...!" seru Kaisar Chan Yu dengan wajah kaget .


"Keluarga tua. Wang Yu Ran...?maksud yang Mulia keluarga Ratu Yulia...?" kata Selir Cun Wa seolah tak mengenal tuan Wang Yu Ran .


"Benar...itu mereka...kalau begitu Dia memang benar sosok Yulia ...." ucapnya dengan penuh emosi .


Namun percakapan mereka terhenti saat seorang tetua kerajaan mendatangi Altar tempat Kaisar dan Ratu .


"Salam Sejahtera Yang Mulia... Hamba akan segera melakukan tugas hamba..." ucap Pria paruh baya itu.


"Silahkan paman Ran..." jawab Kaisar dengan wajah terlihat gembira. Pria itu segera melangkah agak ketengah ruangan.


"Ini ada apa Yang Mulia...?" tanya Yulia dengan wajah heran.


"Kedua Putra kita akan di sahkan sebagai pangeran kerajaan ini. Untuk itu ada sedikit aturan yang harus dilakukan..." ucap Kaisar lembut.


Dan tak lama tetua Ran mengeluarkan giok berwarna hijau tua seukuran piring makan jaman modern. lalu Dia menaruh giok itu di atas meja yang sudah di sediakan. Tak lama Dia memanggil si kembar untuk mendekatinya .


"Tuan Kecil...kalian berdua Kemarilah..." ucap tetua Ran memanggil si Kembar. Terlihat pria kembar yang berwajah tampan itu mendekati tetua Ran . mereka lalu berdiri di sebelah Kanan kiri paman Ran.


"Kakek ingin kalian menyuntik kan tenaga dalam kalian ke dalam giok ini. Kami akan melihat kekuatan, dan darah kalian ..." ucap Tetua Ran. terlihat Wang Hai dan Wang Hao menatap kearah sang Bunda.


Yulia segera menganggukkan kepalanya. Melihat sang ibu mengangguk, Wang Hai segera maju kedepan. Dia mendekati batu giok hijau yang ada di atas meja. Tak lama dia menyuntikkan kekuatannya kedalam batu giok . ada pijar cahaya masuk kedalam batu giok saat tangan Wang Yu Ran berada di atas batu giok . Tak lama terlihat kekuatan Qi menyerap kedalam Giok itu. Dan tiba- tiba terlihat cahaya terang terlihat keluar dari batu giok. Cahaya terang bersinar redup berwarna coklat tua. Melihat kejadia. itu . semua orang yang ada di aula itu tertegun tak percaya. Suasana menjadi sunyi , hingga akhirnya .

__ADS_1


"Ya Dewa... Anak kecil ini suda berada di alam awal tahap Coklat ...!" seru salah satu tamu undangan.


Sedangkan tetua Ran ternganga tak percaya. Apalagi dia melihat tulisan di atas lempengan giok di depannya. Kekuatan kemurnian darah 90% , umur lima tahun . kultivasi tahap awal coklat. Mendengar suara dari mulut tetua Ran , semua orang terdiam . suasana istana utama sunyi. Andai ada jarum jatuh pasti akan terdengar. Namun kesunyian itu hilang saat terdengar suara tertawa Kaisar Saong Gi.


"Benar - benar cucuku... Kalian. Memang cucu Kaisar tua ini....!" serunya dengan gembira membuat pecah kesunyian di ruangan itu. . Terdengar kegaduhan di tempat itu. Dan saat Wang Hao melakukan hal itu juga. Ternyata hasilnya sama. Tak dapat fi percaya oleh semua orang . Kedua anak kembar itu memang Putra Kaisar Kim They Yung. dan mereka memiliki kekuatan setara dengan praktisi yang berumur puluhan tahun.


"Dan sekarang tidak ragu lagi. Mereka berdua merupakan Pangeran muda kerajaan Ini..." ucap Kaisar Saong Gi dengan penuh kebahagiaan. Dan pengangkatan dan pengesahan Si kembar sebagai Pangeran. Kerajaan Dongyan di lakukan saat itu juga di depan semua tamu undangan. Dan Kerajaan segera mengumumkan berita pernikahan dan pengangkatan Pangeran keluar istana. Dengan cepat berita itu menyebar. Sedangkan di dalam istana, Selir Cun Wa syok mendengar berita itu.


"Mana mungkin.. Bukankah di tahun itu Mereka putra dari Kaisar Chan Yu. Lalu kenapa bisa menjadi putra Kaisar Kim They Yung..."batin Selir Cun Wa. karena dia tidak mengetahui masalah yang sesungguhnya .


"Tidak...hari ini atau besok aku harus bertemu dengan Ratu Yulia. Aku harus bertemu dengan dia...akan aku tanyakan semuanya..." ucapnya dalam hati.


Sedangkan Kaisar Chan Yu yang sejak tadi memperhatikan Yulia. Dan mendengar kalau wanita itu ternyata memiliki putra kembar dengan Kaisar Kim yang sudah berumur lima tahun terdiam seketika. Dia ingat kalau Ratu Yulia pergi dari kerajaan sekitar lima atau enam tahun yang lalu.


"Kenapa semua ini seperti kebetulan ... Kenapa Yulia bisa memiliki anak dari Kaisar Kim They Yung...atau dia bukan Yulia mantan istriku...tapi kedua anak kembar itu berumur lima tahun... Ya Dewa...sebenarnya apa yang terjadi...?." serunya dalam hati. Dia menatap wanita yang ada di atas singgasana kekaisaran dengan seksama . Dia mulai ragu.. Benarkah Wanita itu Yulia..? Dia memang tetlihat beda dari Yulia . Lebih terlihat lembut, anggun , sangat cantik, dan tatapannya terlihat dingin. Namun tatapan itu yang membuat dia semakin mempesona. Tiba- tiba ada perasaan tak rela dan amarah di dalam hatinya. Kaisar Chan Yu mengalihkan perhatiannya pada arah lain. Dan kebetukan arah matanya menuju arah tempat keluarga Yulia kembali . Dan dia yakin kalau mereka adalah orang yang sangat dia kenal yaitu Keluarga Yulia .


Setelah penobatan si kembar sebagai Pangeran Kerajaan Dongyan, Acarapun di lanjutkan. Dan saat acara telah selesai, Yulia mengikuti Kaisar Ke istana Naga . Dan si kembar berada di istana teratai. Istana tempat sang Ratu.


"Yang Mulia...bukankah hamba harus kembali ke istana Teratai...?" kata Yulia.


"Tidak mulai saat ini kau dan aku tidak akan berpisah istana. Kau tetap berada di istana ini. biarkan istana Giok di tempat Si kembar..." ucap Kaisar Kim.


"Tapi yang Mu..." sebuah telunjuk berada di bibirnya , menghentikan ucapan Yulia.


"Sayang.... bukankah aku sudah berkata padamu, kalau aku tidak suka kau memanggilku yang Mulia..?" ucap Kasar Kim dengan wajah kesal. Mendengar ucapan Kaisar, Yulia terpaksa tersenyum masam.


"Maaf...aku lupa..." ucapnya pelan.


"Baik...kali ini aku memberi maaf, tapi tidak untuk lain kali...." ucap Kaisar.


"Maksud yang...maksudku Kim apa ?" ucap Yulia lagi .


"Jika kau masih memanggilku Yang Mulia, aku akan menghukum dirimu..." ucapnya dengan tatapan licik.


"Kau akan menghukumku...?" tanya Yulia.


"Hmm..." angguk Kaisar Kim.


"Karena kau memang anak kecil..." ucap Kaisar.


"Yang...maksudku Kim...aku bukan anak kecil..Aku sudah melahirkan Dua anak.." ucap Yulia dengan wajah kesal.


"Tapi jika tidak seperti itu kau akan selalu lupa kalau aku ini Suamimu ..." ucapnya sambil memeluk pinggang Yulia. Tentu saja tingkah Kaisar Kim mengagetkan Yulia.


"Kim..." ucap Yulia dengan wajah kesal .


"Jangan khawatir...aku akan menepati janjiku...tapi biarkan interaksi seperti ini terjadi pada kita. Agar perasaanmu padaku terbiasa..." ucap Kaisar Kim lembut.


"Trimakasih Kim...maafkan aku..." ucap Yulia.


Yulia sadar kalau sebenarnya ini adalah kewajaran Seorang Suami pada istrinya .


"Tidak masalah...aku akan sabar menunggu . akan ku buktikan cintaku padamu tulus..." ucap Kaisar Kim sambil mencium kening Yulia.


"Trimakasih Kim..." ucap Yulia lembut .


"Tapi aku punya satu pertanyaan , maukah kau berkata jujur padamu...?" ucapnya lembut.


"Baik...katakan saja..." jawab Yulia.


"Maaf ..apakah kau mencintai Kaisar Chan Yu...?" tanya Kaisar Kim lembut.


Terlihat wajah Yulia menatap wajah Kasar Kim dengan tatapan lembut. Tak lama ada senyum di bibirnya.


"Tidak...tidak pernah... Aku sudah berusaha, tapi entah kenapa aku tidak bisa mencintainya...aku mau menikah dengannya Karena permintaan Kaisar Tua Ayah dari Kaisar Chan Yu...Kenapa kau tanyakan itu..?" tanya Yulia lembut.


"Karena dia hadir di pernikahan kita...dan aku takut kau tergoda.." ucapnya dengan wajah cemberut.


" Andai aku mencintainya, tapi karena dia telah melanggar janjinya, mana mungkin aku kembali padanya. Apalagi aku memang tidak ada cinta di hatiku untuknya ..." ucap Yulia. Di dalam hati Yulia meneruskan , Karena dia tega membunuh Keluarga dan Putraku Dan ternyata si Kembar adalah Putramu.

__ADS_1


"Trimakasih sayang...aku janji akan selalu mengingat janjiku padamu. Tak akan pernah ada wanita lain di antara kita. Kau harus percaya itu..." ucap Kasar Kim sambil mempererat pelukannya. Mereka memang sekarang sedang berada di kamar Kaisar Kim. Jadi tidak ada yang akan mengganggu percakapan mereka .


Tapi ternyata perkiraan mereka salah. Tiba- tiba pintu kamar ada yang mengetuk.


"Maaf Yang Mulia...ada seorang wanita yang datang memberikan sebuah bingkisam untuk anda . Dan Dia berkata mungkin ini penting untuk yang Mulia..." ucap Paman Tan dari balik pintu kamar . Menfengar suara itu, Kaisar Kim ingin berteriak memaki pengawal setianya itu. Namun Yulia keburu berkata.


"Biarkan Peman Tan membawa benda itu kemari. Kita akan lihat apa yang di berikan wanita itu padamu. Siapa tahu itu barang yang sangat berharga..." ucap Yulia lembut.


Akhirnya kaisar Kim menyuruh Paman Tan Masuk membawa barang , Dengan wajah kesal Kaisar Kim berkata.


"Masuk...!" serunya .


Setelah mendengar duara Kaisar Kim dari dalam , Perlahan pintu terbuka, dan terlihat Paman Tan membawa sebuah kotak yang di bungkus dengan Kain coklat.


"Siapa yang memberikan barang ini padamu...?" tanya Kaisar Kim pada Paman Tan.


"Seorang wanita yang mengaku pelayan penginapan dari kota Nangla yang Mulia...' ucap Paman Tan .


"Pelayan penginapan dari kota Nangla.?" kata Kaisar sambil mengerutkan dahinya.Terlihat Paman Tan menganggukkan kepalanya.


"Ya Sudah, kembalilah..." ucap Kasar datar.


"Baik Yang Mulia..." paman Tan segera keluar dari dalam kamar Kaisar Kim. Setelah pintu di tutup oleh Pengawal Tan, terlihat Kasar Kim dan Yulia menatap kotak itu dengan penuh tanda tanya.


"Apa maksud semua ini...? ada apa pelayan penginapan dari kerajaan Nangla sengaja datang kemaren mencarimu ." kata Yulia pelan.


"Entahlah... Lebih baik kita lihat isi kotak ini..." ucap Kaisar Kim.


Perlahan Kaisar Kim membuka kotak itu. Dan saat kotak terbuka, mereka melihat ada kain warna putih di dalamnya. Dan sebuah kertas terlihat ada di atas kain itu . perlahan Kaisar Kim mengambil kertas itu. Ternyata kertas itu memiliki catatan kecil. Dengan wajah penasaran. Kaisar Kim membaca surat itu. Tak lama terlihat wajahnya terkejut. Namun tak butuh waktu lama keterkejutan itu menjadi senyuman gembira.


"Kim...ada apa...? Kenapa kau tersenyum seperti itu..?" tanya Yulia penasaran.


"Baca dan jelaskan padaku..." ucapnya kembut. Dengan wajah heran Yulia mengambil kertas kecil itu. Dan mulai membaca.


"Maaf yang Mulia jika hamba lancang. Hamba mengirimkan bekas alas tidur Yang mulia dengan wanita enam tahun yang lalu. Di alas tempat tidur itu masih ada bercak darah . Dan hamba menduga kalau gadis yang tidur dengan Yang Mulia enam tahun lalu masih seorang wanita bersih. Hamba takut kalau wanita itu memiliki keturunan dari yang mulia. Maaf hamba baru memberikan benda ini pada Yang Mulia . Sebab hamba sudah mencari yang mulia beberapa tahun ini. Namun baru sekarang hamba tahu kalau Yang Mulia ternyata Kaisar Kerajaan Dongyan. Maafkan hamba yang Mulia...


Setelah membaca Surat itu, Yulia buru- Buru membuka kain putih itu. Kain ciri khas dari alas tidur kamar penginapan . Dan Saat dia membuak dan melihat kain itu, Wajah Yulia seketika memerah malu. Buru- buru dia menutup kembali kain lebar itu. Kain yang memang terlihat agak lama itu, di tengah tengahnya terlihat beberapa bercak darah.


"Apa yang ingin kau katakan padaku Sayang..." goda Kaisar sambil menatap wajah Yulia yang terlihat memerah .


"Ck... Kenapa barang seperti ini mesti dia kirim padamu Sich..." ucap Yulia dengan wajah merah dan kesal. Namun Kasar Kim terlihat bahagia.


"Sayang...apakah itu tanda kau belum pernah di sentuh oleh kasar Chan Yu...?" ucapnya dengan wajah gembira. Akhirnya dengan terpaksa Yulia menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala Yulia, terlihat wajah Kaisar Kim semakin gembira. Dia segera memeluk tubuh langsing itu.


"Ya Dewa...betapa bahagianya aku...!" serunya dengan bahagia.


"Ck...apakah sejak tadi yang Mulia tidak bahagia kita menikah...?" ucap Yulia dengan wajah kesal.


"Tentu saja tidak sayang...aku sangat- sangat bahagia. Tapi kebahagiaanku Sekarang semakin besar..." ucapnya sambil memeluk erat tubuh Yulia. Seolah doa ingin menyatukan tubuh itu dengan tubuhnya. Setelah cukup lama Yulia dalam pelukan Kaisar Kim, Dia sedikit menjauhkan dirinya dari KaisarKim, lalu berkata.


"Kim... Anak- anak biasa tidur denganku, lalu bagaimana sekarang jika harus tidur sendiri...?" kata Yulia.


Mendengar ucapan Yulia. Kaisar Kim menatap Yulia.


"Lalu apa mau istriku...?" ucapnya kembut .


"Bagaimana kalau Guli dan Wangli menjadi pengawal pribadi mereka... Sebab Guli sudah berada bersama mereka saat di perguruan..." ucap Yulia.


"Baik...ucapan istriku adalah perintah yang harus aku lakukan..." ucapnya sambil mencium kening Yulia. Namun tak urung wajah Yulia memerah.


Sedangkan di tempat lain, terlihat Kasar Chan Yu sedang berbicara dengan seorang pria .


"Kau harus mencari informasi tentang Mantan Ratu Yulia sebelum kepergian dari Kerajaan Tanlua .


"Baik Yang Mulia..." jawab orang itu.


udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Maaf jika masih ada typo.

__ADS_1


jangan lupa like, bote dan komennya aku tunggu .


Bersambung .


__ADS_2