
"Harus...kalau aku bilang harus. Ya harus... Lagian mana mungkin kalian akan terpilih menjadi murid perguruan Surya ..Mimpi.!." Ucapnya Sinis.
'Tapi kami murif yangvtrtpilij farinortguruan kak..." Uvap gadis yang teraniaya .
'Mana aku perduli... sekarang kalian berdua Bukan murid perguruan Bayu lagi. jadi menjauhlah dari kami..." ucap gadis itu .
Gadis yang jahat itu dengan teganya menendang salah satu dari mereka berdua . Setelah menendang dan mengambil barang mereka yang di bawa kedua gadis itu . ,mereka segera pergi meninggalkan kedua gadis tadi dengan angkuh dan sombong .mereka pergi meninggalkan kedua gadis yang terlihat berwajah pucat dan ketakutan . Melihat semua itu , Yulia segera melangkah mendekati mereka kedua .. Seperti nya mereka belum pernah keluar dari perguruan. atau mungkin mereka keluar bersama Beberapa teman nya . Dan saat mereka di tinggal berdua , mereka merasa ketakutan.
Hey...nona..boleh aku membantu kalian berdua...?" Tanya Yulia sambil mengulurkan tangan untuk membantu mereka berdiri. Mereka menatap Yulia dengan wajah terlihat sembab dengan air mata masih mengalir .. Mereka melihat seorang gadis Yang memakai baju Putih dengan rambut di ikat tinggi dengan topeng menutupi Sebagian wajah nya terlihat berada di depan mereka . Gadis yang ada di Depan Yulia , terlihat menerima uluran tangan Yulia. Lalu dia membantu temannya berdiri.
"Kita duduk dulu di sana Yuk...?' Ajak Yulia sambil menunjuk kearah sebuah Pohon besar. Mereka menganggukkan kepala mereka dengan serempak . Rasanya Yulia ingin tertawa melihat mereka seperti anak Kecil yang Polos . Mereka pun melangkah kearah Pohon yang di tunjuk Yulia. Mereka duduk bertiga fi bawah Pohon.
"Siapa mereka tadi...?" Tanya Yulia lembu Mengawasi pembicaraan . Terlihat mereka kembali menangis walaupun tidak terdengar suaranya. Hanya Air mata yang mengalir deras di pipi mereka. . melihat Sikap mereka, Yulia berkata.
' Seharusnya kalian tidak menangis lagi, cukup Sudah air mata yang kalian keluarkan untuk mereka...." Ucap Yulia datar.
"Bagaimana kami tidak menangis, mereka tadi teman seperguruan kami. Dan tadi yang marah pada kami adalah Putri dari kepala perguruan kami. " ucap gadis berbaju hijau .
'"Oo..jadi dia tadi Putri Dari kepala perguruan kalian...Katena itukah Dia berani semena- mena terhadap murid perguruan . Karena sang Ayah kepala perguruan kalian...?" Kata Yulia. Mereka hanya bisa menganggukkan kepala mereka.
"Lalu Siapa yang telah memilih kalian untuk datang ketempat ini...?" Tanya Yulia lagi.
"Guru kami.. Kami murid yang lulus seleksi untuk datang ketempat ini..." Ucap salah satu dari mereka.
"Lulus sekeksi...? Lalu kenapa gadis tadi berani mrmyuruh kalian keluar dari Tim kalian..?" Tanya Yulia kaget.
"Dia Memang sudah sering melakukan itu. . Dia akan berbuat Semena - mena pada kami yang tidak dia sukai..." Ucap gadis yang berpakaian putih.
"Kenapa dia perbuat seperti itu pada kalian berdua...?" tanya Yulia dengan wajah heran.
"Dia melakukan itu pada kami tadi. Karena Dia marah pada kami. Teman yang Dia sukai tidak dapat ikut Karena kami yang di Pilih oleh tetua....." Ucap gadis yang berpakaian Hijau.
"Lalu kenapa teman nya yang lain membiarkan kalian di aniaya..?" Tanya Yulia lagi.
" Siapa yang berani melawan Wanita cantik apa lagi Dia Putri kepala sekolah kami.. mereka tidak akan membantu kami karema kami hanya anak- anak Dari keluarga sederhama..." Ucap Gadis berbaju Putih.
"Andai masalah ini di ketahui guru atau Kepala sekolah kalian, apa yang akan mereka lakukan..?"TanyaYulia.
" Mereka akan diam dan membiarkan saja. Sebab dia putri kesayangan Kepala sekolah..." Ucap Gadis Baku Hijau.
"Walaupun wanita tadi Mengeluarkan kalian dari perguruan...?" Tanya Yulia tak percaya. Ke duanya hanya bisa menganggulkam kepala mereka. Yulia terdiam melihat wajah mereka yang sedih.
" Lalu Sebenarnya kalian ini mau kemana..?" Tanya Yulia lagi. Mendengar ucapanYulia keduanya menatap Yulia dengan. wajah heran.
"Nona tidal tahu kami mau pergi kemana...?" Tanya gadis berbaju Putih. Yulia Hanya menggelengkan kepala nya.. Mereka berdua saling pandangan.
"Apakah Nona bukan Rakyat Kerajaan Phoenix...?" Tanya mereka dengan wajah heran . Tentu Saja Yulia kaget.
"Kerajaan Phoenix...maksud kalian ini .. Ini Kerajaan Phoenix...?" Tanya Yulia sambil menatap Mereka berdua dengan wajah kaget .
"Benar..ini Kerajaan Phornik... Anda tidak tahu itu...? Memangnya Nona Berasal dari mana..?" Tanya gadis baju putih.
"Maaf aku dari luar Kerajaan ini. apakah kalian penduduk Kerajaan Phoenix ini..?" Tanya Yulia lagi.
"Bukan...kami juga Dari luar Kerajaan ini. Kami kesini untuk menghadiri pemilihan Penerimaan Murid baru Perguruan Surya. Kami kemari atas undangan dari Kerajaan Surya ..." Ucap gadis berbaku hijau .
"Kalau kalian tidak keberatam, apakah kalian mau memjekaskan tentang maksud dari
Undangan yang berasal dari Perguruan Surya itu...?" Ucap Yulia.
Namun sebelum mereka bercerita, Wangli telah datang. Burung hitam itu langsung hunggap di pundak Kiri Yulia.
"Tuan aku membawa berita.. " seru Wangli .
"Berita apa yang kau bawa..." tanya Yulia .
"Mereka menuju ke tengah Pegunungan ini. Mereka sedang menghadiri pemilihan murid Baru perguruan Surya..." Ucap Wangli.
"Dua Gadis di delanku ini akan menjelaskan pertemuan itu. Kita dengar kan Saja dulu. Siapa tahu Ada manfaatmha. Karena ternyata kita sekarang Ada di wilayah Kerajaan Phoenix's.." Ucap Yulia.
"Apaa...Kerajaan Phoenix..?" Seru Wangli juga kaget ." Benar..." Ucap Yulia. " jangam- jangan ini ada kaitannya dengan Heizi Lia'er..." ucap Ryu .
"Aku juga menduga demikian kak..." ucap Yulia . Lalu Yulia menatap ke dua Gadis di dalepannya .
__ADS_1
"Bolekah Aku mengetahui tujuan kalian. Siapa tahu kita bisa menjadi Satu Tim datang ke pemilihan murid Batu itu..." Ucap Yulia . mereka berdua kembali berpandangan saat mendengar ucapan Yulia. Tak lama terlihat kegembiraan di wajah mereka.
"Benar juga..Bukankah kita sudah di keluarkan Dari perguruan, dan kita tak bisa lagi kembali ke perguruan. Apasalahnya kalau kali ini kita mencoba keberuntungan kita .,.." Ucap gadis berbaju hijau. Lalu gadis itu menatap Yulia.
"Baik akan akan menjelaskan semua nya Padamu..tapi lebih baik kita sambil jalan saja. Sebab waktunya tinggal Sedikit. kita harus sampai di tempat itu malam nanti. Sebab besok pagi waktu pertandingan pemilihan murid Baru di laksanakan. Dan katanya tidak baik berjalan di hutan ini saat hari telah malam.." Ucap gadis itu .
"Baik..kita sekarang menuju pertemuan itu..." ucap Yulia.
"Sebelumnya aku perkenalkan dulu namaku, aku Yu Lan . dan dia Linlin..." Ucap gadis itu memperkenalkam diri.
"Aku Yulia..." Ucap Yulia lembut. Lalu mereka pun segera berdiri dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu . Yu Lan mulai menjelaska tentang pemilihan murid baru itu. Kerajaan Phoenix memiliki sebuah perguruan yang sangat kuat . perguruan itu bernama perguruan Surya. Perguruan Surya sudah berdiri beratus tahun yang lalu. Dam mereka akan mengatakan pemilihan murid baru yang terdiri dari Beberapa murid dari perguruan lain. Siapapun yang bisa menjadi murid baru do perguruan Surya.Mereka juga masih bisa mengharumkan perguruan pertama mereka . Karena Di perguruan Surya ini. Seperti Sebuah perguruan sementara untuk para murid perguruan lain . Mereka akan berguru Selama sepuluh tahun di Sana. Jika pun Ada murid yang Jenius, mereka bisa menyelesaikan pendidikan mereka lebih awal. Patokan Belajar Selama sepuluh tahun, Hanya untuk mereka yang berotak biasa saja, namun memiliki kekuatan yang mampu masuk ke dalam perguruan.
"'Apakah orang dari luar sepertiku bisa masuk keperguruan itu..?" Tanya Yulia heran. Sebab dia belum tahu dimana letak Kerajaan Phoenix.
"Setiap orang bisa masuk ke dalam Perguruan Itu. Asal Dia memenujo syarat .." Ucap Linlin si gadis Baju Putih.
"Kalau begitu Bagaimana kalau kita ikut serta dalam satu Kelompok. " kata Yu Lan dengan antusias.
"Boleh juga, bukankah kalian sudah di keluarkan dari perguruan asal kalian ,jadi kita jangan memakai nama perguruan kalian. Kita ikut Kelompok umum saja..." Ucap Yulia mengusulkan Ide.
"Betul sekali ...kita akan membuat Kelompok sendiri. Tiga orang sudah Cukup..kita tunjukkan kalau kita juga bisa masuk tampa mereka... " ucap Linlin . akhirnya mereka sepakat mendaftarkan diri dalam satu Kelompok. Saat mereka sampai di tempat ujian, hari sudah menjelang petang. Namun mereka heran, Karena Ada dua Kelompok di tempat itu. Satu Kelompok Ada di dalam halaman yang memiliki pintu dan di jaga oleh beberapa pengawal. Dan satunya lagi Ada di tamah Luas di depan halaman yang di jaga.
"Kok seperti ini... Apa Maksudnya ini...? mengalah mereka di dua tempat berbeda..." Tanya Yulia berbisik pada Linlin.
"Aku dengar katanya yang Ada di dalam Sana itu , Kelompok yang sudah lolos ujian pertama . dan Kelompok yang di luar ini, mungkin Kelompok yang gagal mengikuti ujiam pertama . hanya Saja mereka enggan pulang Karena hari telah malam...." Ucap Linlin .
"Lin... Kau tahu semuanya... Apakah kau pernah ikut ujian di sini ..." tanya Yu Lan .
"Tidak...karena Kakak sepupuku petnah ikut juga Sepuluh tahun yang lalu . Jadi aku sefikit tahu..." ucap Linlin .
"Lalu apa yang akan kita lakukan Sekarang ... apakah kita ikut ujian juga...? Lalu bagaimana caraknya dam di mana tempat kita mendaftarlan Diri.." .ucap Yu Lan .
" Ayo kita Cari .. " ucap Linlin.
Mereka segera berjalan mencari tempat pendaftaran. Sebenarnya Yulia enggan mengikuti ujian masuk perguruan itu, namun Heizi merasa perasaan aneh di dalam hatinya . Dan mereka ingin tahu , mungkin Kerajaan ini ada hubungannya dengan Heizi . Apalahi Yulia Merasa kasihan pada kedua wanita itu. Yulia merasa kalau Sebenarnya kekuatan mereka cukup tinggi . Tak berapa jauh mereka mekangkah , mereka melihat beberapa orang sedang berkerumun di sebuah pintu . dan ternyata tempat itu Adalah tempat pendaftaran para peserta yang di Cari mereka . Mereka segera ikut mengantri untuk mendaftar . Setelah cukup lama berdiri akhirnya tiba juga giliran mereka untuk pendaftar . Kini di depan mereka dufuk di belakang meja pendaftaran , seorang Pria oaruh baya sedang mencatat nama para peserta . Dan di depan pria par uh baya itu, terlihat sebuah batu hitam sebesar dua kepalan tangan orang Dewasa. . serta kertas dan Batu tinfa. Saat Yulia dan kedua teman nya mendekat , Petugas tadi berkata.
"Kalian mau mendaftar Kelompok atau perorangan.. " Tanya pria itu tanpa melihat pada mereka .
"Umum atau perguruan...?" Tanya pria itu lagi.
"Umum..." Jawab Linlin dengan cepat. saat itulah barulah pria mendongak menatap pada mereka. sejenak pria itu menatap pada Yulia Sedikit lama . lalu dia menunduk .
"Kalau Begitu Siapa nama kalian...?" Ucap Pria itu
"Linlin, Yu Lan dan Yulia...." ucap Linlin dengan wajah gembira.
" Kalian Cuma bertiga.?" Ucapnya sambil menatap kembali pada mereka bertiga .
"Betul tuan..." jawab Linlin.
"Kalau begitu taruh tangan kalian di atas Batu ini. Satu persatu. " perintah pria itu.
" Baik Tuan..." Jawab Linlin. Lalu Linlin mulai menaruh tangannya di atas Batu hitam. Dan ternyata batu hitam itu batu yang bisa menunjukkan kekuatan para murid yang akan menfagtar. Saat tangan Linlin di taruh di atas Batu. Terlihat cahaya Hijau keluar Dari batu itu . Ini membuktikan kalau Linlin memiliki elemen Kayu. Dan kekuatannya berada di rana bumi tingkat dua menengah .
" Bagus... Kau boleh masuk.. ." Ucap pria itu. Lalu Yu Lan melangkah kedepan dan menaruh tangannya di atas Batu. Dan kini terlihat cahaya Biru keluar dari batu itu . Terlihat Kalau Linlin merupakan pemilik elemen air. Dan Dia berada di Rana Bumi level Dua puncak. Kekuatan manusia terholong dalam lima elemen . Kayu (hijau) air (Biru) tanah (coklat) udara (Abu- Abu) cahaya( Putih) Melihat Yu Lan dan Linlin menunjukkan kekuatannya , Pria paruh baya itu, wajahnya terlihat gembira .
"Kau lolos juga. . dan Kau wanita bertopeng...Siapa namamu..? Kenapa Kau memakai topeng.." Ucap pengurus pendaftaran.
" Ada luka di wajahku Hingga membuat orang tidak suka atau jijik.." Ucap Yulia.
"Kasihan...silahkan taruh telapak tamgamku di aras Batu..." Ucap Pria itu .
"Baik..." Jawab Yulia . Dia lalu menaruh telapak tangannya do atas Batu. Dia menekan Sebagian kekuatamnya. Tak lama terlihat cahaya pelangi keluar dari dalam Batu. Membuat semua orang yang Ada di sana terkejut Bukan main, apa lagi Petugas pencatat nama. Dia tertegun sesaat , dan saat dia tersadar, dia berseru .
" Tunggu...tunggu di sini dulu..." Ucapnya Panik...
" Tuan kenapa...?" Tanya Yulia heran.
"Kalian tunggu saja di sini .. Hanya sebentar. sebentar saja...." ucapnya , lalu dia berrlari keluar Dari ruangan itu. Tak berama lama terlihat dia datang bersama Pria Tua dengan. Jenggot putih di dagunya. Mereka berjalan dengan cepat dan langsung masuk kedalam ruang ujian.
"Di mana orangnya...?" Tanya Pria Tua itu.
"Dia.. Wanita bertopeng itu.." Ucapnya .
__ADS_1
Pria Tua itu menatap Yulia dengan seksama . wanita dengan baju putih bersulam Burung Phoenix di Dada , rambut di ikat ekor kuda dengan ikat kepala berbentuk Mahkota kecil Serta topeng Perak di wajah nya. Walaupun wajah itu tertutup , tetua itu tahu Kalau di balik Topeng Perak tersembunyi wajah yang cantik .
"Siapa namamu...?" Tanya tetua itu.
"Yulia..." jawab Yulia singkat. Namun bisa di dengar suara itu sangat lembut dan Merdu .
"Boleh Kau mengulang melakukan uji coba..?" Ucapnya lembut . Tanpa banyak tanya Yulia menaruh tangannya di atas Batu. Dan menekan kekuatannya hanya Sebagian Sana. Hingga terlihat kembali cahaya pelangi di atas Batu dengan menunjukkan kekuatannya di Rana Bumi.level tiga puncak. Walaupun sebenarnya Yulua kini sudah berada di Bumi level enam awal. Terlihat wajah Pria Tua itu tersenyum Ada raut kegembiraan di wajahnya.
"Kau sendiri....?" Ucapnya lembut.
"Bersama dua temanku....." Ucap Yulia tenang .
"Kalau Begitu kalian bertiga silahkan masuk Ayo ikut denganku..." Ucap Pria itu ramah.
"Trimakasih Tuan..." Ucap Yulia. Mereka segera mengikuti pria Tua itu masuk kedalam arena ujian. Ketika sampai di dalam. Ternyata banyak juga peserta yang lolos ujian pertama. Tetua memanggil murid senior untuk membawa Yulia dan kedua kawamnya pergi Ke ruang Istirahat yang akan mereka tempati malam ini.
"Istirahat lah...besok acara sangat ketat dan melelahkan..." Ucap gadis yang membawa mereka dengan Sikap ramah .
"Trimakasih Kak..." Jawab Yulia mewakili dua rekan nya . Akhirnya mereka malam ini dapat tidur dengan nyenyak di dalam ruang kamar yang di sediakan oleh perguruan Surya . walaupun satu kamar di huni tiga orang, tapi itu lebih baik dari pada tinggal di luar. Mungkin bagi mereka yang tidak lolos ujian. Mereka akan membuat tenda untuk tempat mereka menginap .
Ke esokan harinya, Yulia dan kedua taman barunya telah bangun sebelum matahari terbit . tanpa setahu mereka berdua , Yulia masuk ke dalam Ruang Dimensi dan Mandi di sama. Setelah berpakaian sederhana berwarna putih dan ikat rambut dari pita putih, Yulia keluar dari ruang Dimensi sambil membawa tiga buah apel . ketik Yulia sampai di kamar lagi , Yulia melihat kalau kedua temannya sedang keluar kamar. Tak barapa lama terlihat mereka masuk ke dalam kamar Kembali.
"Yulia...Dari mana Kau.?" Seru Linlin.
"Maaf.. Aku lapar dan keluar mencari makanan.. Aku mendapatkan buah ini di dalam hutan ..." ucap Yulia sambil memberikan dua buah apel pada mereka. '
"Kau ini..bagaimana kalau Kau ketahuan , Kau bisa di keluarkan..." Ucap Yu Lan ketakutan .
"Jangan Khawatir...aku hati- hati Kok..." Ucap Yulia sambil tersenyum . Dia tahu kalau kedua gadis ini berhati baik dan tulus .
"Trimakasih Yulia... Trimakasih Kau mau berteman dengan kami... Kau bukan siapa- Siapa Kami . tapi Kau peduli pada kami..." Ucap Linlin. Terlihat wajahnya sedih.
"Sudah jangan bersedih lagi. Anggap Saja pertemuan kita Adalah takdir Dari Dewa agar kita bisa Berteman..." Ucap Yulia.
"Benar Katamu. Pasti demua ini perbuatan Dewa yang mempertemukan kita agar kita berteman..." Ucap Yu Lan .
"Ya sudah makanlah dengan cepat. sebentar lagi kita akan berkumpul di arena ujian..." Ucap Yulia.
Mereka pun segera makan buah apel dengan cepat. Entah itu Karena terburu -buru, atau Karena mereka lapar . dalam sekejab saja apel di tangan mereka telah habis. Setelah memnenahi penampilan mereka berdua, mereka bertiga segera keluar Dari ruangan itu. Ketika mereka keluar dari ruang tidur mereka. Murid senior kemarin memberi tahu kalau mereka harus sudah berkumpul di lapamgan yang tidak terlalu jauh Dari tempat menginap mereka . Yulia dan kedua temannya segera pergi ketempat itu. Ketika mereka sampai di sana, ternyata para peserta sudah banyak yang berkumpul di tanah lapang itu. Dan ternyata di sana Ada dua empat ruang transparan yang berdiri dengan kuat di sana . Setelah hari mulai siang, terlihat Beberapa tetua keluar Dari sebuah gedung yang cukup besar. Ada sembilan tetua yang datang. Serta beberapa murid Senior mengikuti para Tetua. para tetua segera duduk di tempat yang sudah tersedia. Tak berapa lama Seseorang berdiri dan mulai Berbicara. pria itu Berbicara dengan menggunakan kekuatan nya, Hingga terdengar samapi pada murid yang berada do urutan belakang.
"Saya ucapan selamat datang pada kalian Semua . Ujian tahap pertama sudah kalian lalui kemarin, Ada tiga tahab yang akan kalian lalui.
"sekarang kalian akan melaksanakan ujiam kedua... Dan lihatlah itu. Ruang yang akan menjadi tempat kalian berlatih . Di sana kalian akan melakukan ujian kedua nanti kalian akan masuk kedalam sana berkelompok. Setiap Kelompok terdiri dari sepuluh orang. Setelah Kalian masuk, Cari lawan bertarungan , kalian harus berusaha mengalahkan lawan kalian . dan Siapa yang mampuh berdiri di dalam sama sampai akhirnya, merekalah pemenangnya, . Setelah itu akan lanjut ke ujian tahan ketiga...baiklah aku fikir kalian sudah mengerti maksud perkataanku .." Ucap tetua yang berdiri di depan ..
'MENGERTI..." seru mereka bersamaan.
" Baiklah kalau begitu kalian akan segera melaksanakan ujian tahan kedua ini . Setiap murid yang masuk. akan di panggil sesuai urutan waktu kalian mendaftar..." Ucap Tetua itu.
Dan akhirnya satu persatu mereka di panggil untuk melakukan ujian. Satu- persatu mereka fi panggil dan mulai masuk kedalam Ruang transparan itu sebanyak sepuluh orang sekali masuk. Dan di dalam ruang terkunci mereka saling menyerang , terlihat sekali Dari luar ruangan pertarungan para peserta . Dan saat mereka terjatuh, maka secara otomatis mereka keluar dari ruangan . Hingga akhirnya menyidahkan tinggal Satu orang saja yang berada di dalam ruangan itu. Karena banyaknya peserta yang lolos seleksi pertama. Membuat Ujian seleksi ijin kedua memerlukam waktu hingga malam hari untuk mendapatkan seratus orang peserta. Dan Yulia bersama kedua teman barunya lolos pada tahap kedua. Namun Karena waktu sudah terlalu malam. Maka seleksi kedua ini akan di lakukan keesokam harinya. Mereka segera kembali ke ruang kamar tidur mereka bagi yang lolos deleksi kedua . Namun bagi yang gagal, mereka langsung keluar dari tempat itu. . Yulia dan kedua kawannya segera kembali ke penginapan mereka . Ketika mereka sedang berjalan menuju kamar tinggal mereka, tampa sengaja mereka bertemu dengan kelompok Murid Perguruan Bayu (Feng) . Saat mereka melihat kedua gadis yang bersama Yulia, mereka kaget bukam main. teruta gadis yang telah menyakiti kedua gadis teman Yulia.
"Kalian...? kenapa kalian berada di sini...!?" Seru gadis itu marah.
'Apa masalahnya dengan kami Di sini dengan kalian...?" kata Yu Lan dengan nada kesal.
"Tentu Saja masalah... bukankah Aku sudah mengatakan kalau kalian tidak boleh mengikuti ijian ini...!" teriak gadis itu marah.
"Lo...apa hubungannya dengan kalian kalau kami ikut ataupun tidak, tetua Perguruan Surya Saja tidak keberatam kami ikut seleksi... lalu kenapa kalian yang marah...' ucap Linlin dengan kesal .
"Karena kalian tidak pantas ikut ukian ini.." ucap wanita itu sinis .
"Pantas tidak pantas itu urusan kami... buktinya kami lolos ke tahab selanjutnya.." ucap Yu Lan.
'Apaa...!" seru mereka murid perguruan Bayu. dengan. wajah tak percaya.
"Pelajaran bagi kalian. jangan terlalu menghina teman atau Saudaramu ... Tidak selalu kita berada di atas. belum Tentu orang yang kita pijak lebih rendah Dari kita..." ucap Yulia yang sejak tadi diam saja .
"Siapa Kau...." tanya si Putri sombong .
"Teman dam saudara baru mereka..." kawan Yulia .
Udahan dulu ya...akan aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like. vote dam komennya aku tunggu
__ADS_1