YULIA

YULIA
Rumah Ku Syurga Ku


__ADS_3

Ding dong Ding doooong....


Dering ponsel tiba-tiba membuyarkan lamunanku.


"Astaga, kenapa jadi melamun di toilet. Aish, anak-anak pasti sudah mulai gusar."


Ku angkat telpon dari Mas Akbar, "Iya mas, aku segera kesana. Maaf lama ya,.."


Ku edarkan pandangan ku ke segala arah, dimana anak-anak dan mas Akbar kok gak kelihatan yah. Berjalan menyusuri tempat yang tidak terlalu besar ini, namun tidak terlalu sempit juga nyatanya aku kesusahan untuk mencari mereka.


"Oh itu mereka,..." Aku bergumam seolah telah menemukan berlian yang ku cari.


"Ibu kenapa lama sekali, Raya bosan..." Protes anak bungsuku, ia memang tipe anak yang gak bisa menunggu lama dan selalu risau jika aku tinggal walau sebentar.


"Iya maaf, tadi ibu..." Bingung mengatakannya, ternyata aku melamun dan mematung disana cukup lama dan malu juga jika harus menceritakannya. Akh dasar...😅😆

__ADS_1


"Mas,.. Makasih ya udah ajak kami makan, maaf tadi lama. Makasih juga karena udah menjaga anak-anak." Aku mencoba menetralkan suasana, jujur aku malu.


"Santai aja, aku kira kamu tadi ketiduran di toilet. Udah bolak balik Faya kesana, tapi gak ada katanya akhirnya aku telpon aja."


"Ekh iya, ekh enggak aku gak ketiduran.. cuman... Ya gitu deh." Mencoba menjelaskan sekenanya aja. Bagaimana bisa aku menceritakan kalau aku teringat masa-masa sulit ku kala itu.


"Mas, pulang dulu ya... Terimakasih atas pertemuan hari ini yang tidak di sengaja, kamu jangan lupa di minum obatnya ya, jangan sampai telat. Dan anggap aja itu seperti minum vitamin, dan kamu juga harus tetap semangat, kuat dan bahagia untuk dirimu sendiri dan anak-anak. Oke?"


Panjang kali lebar, aku hanya mengangguk tanda setuju dengan apa yang di ucapkan mas Akbar. Beliau sudah seperti kakak untuk ku karena usia kami sepetinya terpaut jauh.


"Makasih juga mas, sering-sering traveling ke daerah sini yah. Dan jangan lupa mampir, anak-anak juga pasti seneng."


"Ayo kita pulang bocah-bocah, sudah senang dan puas mainnya?" Ku ajak anak-anak untuk segera pulang ke rumah, karena hari sudah semakin sore.


....

__ADS_1


Ku baringkan tubuhku di atas kasur kesayanganku, rasanya hari ini menguras energi lebih banyak. Baru sebentar menikmati kelelahan, tiba-tiba duo bocil sudah mulai bertingkah.


"Ya ampuun, baru nyampe udah langsung membuat kegaduhan lagi. Ayo, saling memaafkan dan bereskan semua yang berantakan itu." Suara Tiger pun mulai mengaum, membisingkan seantero ruangan.


Mereka mulai diam dan membersihkan kekacauan yang mereka buat, tapi masih saling menyalahkan satu sama lain dan tidak mau saling memaafkan.


Aku menghela nafas, ya Allah sungguh kesabaran ku setipis tisu di belah dua. Sakit kepala ku kambuh ketika melihat tingkat bocah-bocah ini yang menggemaskan.


"Sudah beres? Ayo sekarang kita mandi, biar bersih dan wangi serta bebas kumaaan..." Ku normalkan kembali mood ku, biar semuanya kembali nyaman dan tentram bak Rumah Ku Syurga Ku.


Sehabis mandi, si bungsu yang kelelahan habis bermain malah tidur dengan nyenyak. Duh enaknya, udah bersih dan kenyang bisa tidur lelap begitu.


Si sulung, malah lanjut aktifitas membuat kreasi stiker sendiri di kamar. Entah dia berceloteh apa, sepertinya sedang berimajinasi. Akh, biarlah.. Kembali ku rebahkan kembali tubuh ini, menunggu waktu magrib tiba.


....

__ADS_1


Nantikan episode selanjutnya, bantu dan dukung aku ya untuk terus semangat berkarya.


Novel Perahu Kehidupan Yulia, update setiap hari di jam 16.00 WIB ya. Stay tune pokoknya, terimakasih yang sudah like, komentar ya. 🥰🙏


__ADS_2