
"Biarkan dia pergi kalau itu memang kemauannya. Dia akan kembali kerumahmu saat dia nanti sudah mendapatkan pelajaran atas sikapnya. lihat saja nanti..." ucap Pria itu dingin . Terlihat wajah wanita itu masih terlihat kesal dan marah. Namun Dia akhirnya mengikuti ucapan pria itu .
Mereka berjalan dan mencari tempat duduk di sekitar arena pertarungan.
Begitu juga dengan Yulia dan kawan - kawan mereka mencari tempat duduk yang setrategis. sebab ada tiga arena pertarungan di sana. mereka memilih tempat duduk yang bisa melihat ketiga arena. saat itulah terlihat gadis Yura datang mendekati kelompok Yulia
"Kak...boleh aku gabung dengan kakak...?" katanya dengan lembut. namun terdengar penuh harapan. Yulia menatap gadis itu. ternyata ketika di lihat lebih dekat, Wajah gadis itu terlihat sangat cantik. hanya dengan tampilan sederhana dan wajah tampa polesan, wanita itu terlihat sangat menarik.
"Ternyata kau... kau mau bergabung dengan kami...?" kata Yulia dengan tenang.
"Boleh ya kak...?" ucapnya memohon.
"Baiklah....silahkan duduk..." ucap Yulia .
"Terimakasih kak...!" seru gadis itu bahagia. Melihat kilat kebahagiaan di mata gadis itu, Dia bagai melihat Wajah Si kembar yang bahagia saat menerima apa yang mereka pinta. perlahan Yulia menghembuskan nafasnya.
"Kenapa kau menyembuyikan kekuatanmu...?' tanya Yulia saat gadis itu telah duduk di dekatnya.
"Bukan menyembunyikan kak...tapi entahlah, jika aku berusaha menggunakan kekuatanku, aku merasa kekuatanku terkunci..." ucap gadis itu. .
"Lalu kenapa kau berani ikut turnamen ini...? apakah itu tidak membahayakan jiwamu..?" tanya Yulia heran .
"Ibu yang menyuruhku mengikuti turnamen ini. kata beliau mungkin dengan mengikuti Turnamen ini , aku bisa membuka jalan darah kekuatanku..." ucap gadis itu.
Yulia kaget mendengar omongan gadis ini.
"Apa yang di lakukan ibunya...? apakah sang ibu tidak sadar kalau menggiring Putrinya ke lubang kematian...! batin Yulia kesal.
"Apakah ibumu yang mengajari kekuatanmu...?" tanya Yulia.
Terlihat ada keraguan di mata Yura saat menjawab pertanyaan Yulia.
"Jangan kau jawab kalau kau ragu..." ucap Yulia datar.
"Benar kak...ibuku yang mengajariku berlatih. hanya saja Dia tidak bisa menolongku membuka aliran kekuatan yang tersumbat ..." jawab gadis itu.
"Apakah orang tuamu tidak memanggilkan tabib untuk mengobatimu...?" tanya Yulia dengan wajah heran.
"Ceritanya panjang kak...." ucap gadis itu dengan wajah sedih. dia juga sempat meneteskan air mata yang buru- buru dia usap. Yuliapun tidak memaksa .
"Boleh aku melihat nadimu...?" kata Yulia kemudian .
"Kau seorang Tabib Kak...?" tanya gadis itu dengan wajah kaget.
"Bukan... hanya saja aku memiliki sedikit pengetahuan..." jawab Yulia.
Tanpa bicara gadis itu buru- buru mengulurkan tanganmu. dan saat Yulia melihat denyut nadinya, Yulia bisa melihat memang ada penyumbatan walau kecil di Dentiannya. dam itu seperti disebabkan oleh racun.
"Minum ini...Setelah itu berneditasilah sebentar untuk mengolah pil di dalam tubuhmu..." ucap Yulia sambil memberikan pil penawar racun dan air kehidupan.
Gadis itu menatap Yulia dan tak lama dengan yakinnya dia mengambil pil dan botol giok di tangan Yulia. dan tanpa takut dia segera meminumnya.
"Kau tidak takut aku meracunimu...?" tanya Yulia dengan wajah heran.
"Tidak kak...karena aku takin kaulah penolongku..." jawabnya dengan yakin. mendengar ucapan gadis itu Yulia tersenyum.
"Bermeditasilah selama acara belum di mulai.." ucap Yulia lembut.
"Baik Kak..." ucap gadis itu. Dia segera duduk lotus dan menejamkan matanya. Dia sudah tidak perduli lagi dengan keramaian di sekitarnya.
Arena turnamen ternyata telah di penuhi para kultivator yang ingn mengikuti acara itu . dari sekian banyak peserta ada dua anak muda yang belum cukup usia pertandingan ada di sana. Setiap mereka melihat si kembar, mereka akan bertanya.
"'Kenapa dua anak kecil ini berada di sini..." tanya Mereka.
Namum Yulia dan kawan- kawan hanya diam saja. Dan Kini anggota mereka bertambah satu orang wanita muda yaitu Yura yang sudah bergabung dengan mereka. Selain wajah si kembar yang tidak terlihat. Keempat teman Yulia semuanya berwajah tampan. Apalagi Yulia yang wajahnya bagai malaikat yang tak tercela . sebelum acara di muia. Para sesepuh dan undangan pembesar kerajaan datang . tak terkecuali Kaisar Kim yang datang bersama kedua pengawalnya. dengan wajah dinginnya Pria tampan itu membius para gadis . Wajah mereka memerah melihat wajah tampan Kasar Kim . Teriakan dan kegaduhan terjadi saat Kaisar masuk dan duduk di podium kehormatan. Dan saat mata dinginnya melihat pada tiga sosok di tribun tempat duduk para peserta ,terlihat senyum samar berada di wajahnya. Acarapun segera di mulai. para peserta terbagi dalam tiga kelompok dan ternyata Yulia dan kawan - kawan tidak dalam satu kelompok. Begitu juga dengan Si kembar. Karena nomor yang mereka pegang adalah nomor tua, mereka masih sempat menikmati pertarungan beberapa praktisi yang memiliki Nomor muda. Hingga akhirnya Yung Si dan Cun Ma bertarung lebih awal dan memenangkan pertandingan . Tak lama Tanglu dan Yao Can bertarung juga dan menang . Setelah beberapa waktu kemudian si kembar satu persatu mulai tampil memperlihatkan kekuatan mereka . Saat mereka menghadapi lawan, cemohan dan tawa menyertai langkah mereka saat naik keatas arena pertarungan . Namun saat pertandingan berlangsung para penonton di buat terdiam dengan aksi mereka. Apalagi saat mereka memenangkan pertandingan. Melihat pertarungan yang di lakukan Si kembar, kaisar merasa sangat bangga akan kekuatan kedua putranya. Ingin rasanya Dia berkata oada semua irang, kalau kedua pria kecil adalah putranya . Dan ketika tiba saatnya Yulia harus bertarung, ternyata Dia harus berhadapan dengan pria yang bersama Yiyi Saudara dari Yura. Melihat siapa yang akan Pria itu lawan, Yiyi berseru dengan lantang .
"Kak habisi dia...aku ingin dia mati..." ucap Yiyi dengan gembira. Tentu saja ucapannya terdengar banyak orang . tak terkecuali telinga Kaisar Kim yang tajam pun mendengar seruan wanita itu. Membuat tatapannya berkilat marah. Ada jejak pembunuhan disana . Dan Pria itu hanya menatap Yiyi demgan senyuman di bibirnya . Dia melangkah kearah arena pertarungan dengan wajah angkuhnya . Sedangkan Yulia yang mendengar ucapan wanita itu menatap Pria yang berjalan kearahnya dengan tatapan Dingin.
"Ck...Kekuatan hanya seperti ini ingin membunuhmu... apakah dia bermimpi..." ucap Ryu dingin. Ryu yang merupakan mahluk ilahi peringkat tinggi sangat tahu kekuatan manusia . Melihat pria yang hanya berada di level warna awal ungu tengah membuat dia tersenyum sinis .
Sedangkan Pria itu melangkah dengan yakin. Karena dia tidak bisa melihat kekuatan Yulia. Kekuatan Yulia tersembunyi oleh Ruang Dimensi. Hanya orang yang berada di level di atas Yulia saja yang mampu melihatnya.
"Wanita sombong.. Kita bertemu... " ucapnya datar.
"Kau mengatakan aku sombong...? Apakah kita pernah bertemu..? dan Kapan aku bersikap sombong padamu...?" kata Yulia datar .
"Cih tidak usa basa- basih manusia sepertimu semua orang bisa melihatnya tanpa harus bermasalah denganku..." ucap Pria itu dingin .
"Aah begitu...baiklah , kalau begitu kita langsung saja, aku juga tak ingin lama - lama melihat wajahmu... " kata Yulia cuek .
__ADS_1
"Sombong... Kita lihat saja sampai di mana kekuatan yang membuatmu begitu sombong... " ucap pria itu marah . Dan dengan penuh kemarahan Pria itu langsung menyerang Yulia. Terjadilah pertarungan yang sengit antara Yulia dam Pria itu . Namun pria itu bukan lawan Yulia . dalam sekejap saja dia sudah terdesak. Dengan penuh kemarahan dia mencabut pedang yang ada di pinggangnya. Dengan Pedang di tangan dia segera menyerang Yulia kembali . Melihat pria itu memakai pedangnya, Yulia segera mengambil pisau Linglong dari ruang Dimensi nya . Dengan cepat Yulia segera menerima serangan yang di lancarkan Pria itu . Pisau linglong yang berubah menjadi putih mengkilat terlihat sangat indah. Dengan kecepatan menyerang , Yulia membuat pria itu kembali terdesak. Dan akhirnya dalam satu gerakan, Yulia menendang Tangan dan dada pria itu beruntun. Membuat pedang di tangan pria itu jatuh di arena pertarungan . sedangkan tubuhnya terlempar ke luar arena. Dan dia memuntahkan darah segar. Dengan dia terlempar jatuh ketanah, akhirnya kemenangan berada di tangan Yulia.
Yulia segera turun dari arena pertarungan setelah memberi hormat pada panggung kehormatan . Sedangkan Pria itu di bantu oleh teman- temannya untuk berdiri dan berjalan menjauhi arena. Yiyi menatap Yulia dengan tatapan marah dan benci. Yulia tak perduli dan cuek sambil berbicara dengan si kembar dan kelompok nya . Dan pada pertandingan berikutnya, teryata Yura harus berhadapan dengan saudaranya sendiri Yiyi . Melihat itu diapa yang jadi musuhnya, terlihat dia agak ragu.
"Jangan ragu...dia musuhmu , bukan saudaramu. Jika kau lemah, Dia akan menang dan dia bisa membuktikan kalau kau pecundang... Tunjukkan pada Dia dan keluargamu serta semua orang , kalau kau yang mereka hina bukan pecundang keluarga..." ucap Yulia dengan tegas .
Terlihat Yura tersenyum dan Dia berkata.
"Baik...aku akan menunjukkan pada mereka Siapa aku. Siapa Orang yang telah mereka buang dan tak di anggap keluarga...dan akan ku tunjukkan kalau aku pantas menjadi sahabat kalian..." ucap gadis yang memiliki wajah cantik walau tanpa riasan apapun di wajahnya. Dia bisa yakin itu setelah Dia merasakan kekuatan yang dia miliki sekarang sudah tidak memiliki hambatan lagi . Dia segera melangkah ke arena dan melompah dengan ringan masuk kedalam arena. Melihat siapa yang datang, Yiyi terlihat kaget. Namun tak lama dia tertawa.
"Ternyata kau kemari hanya ingin aku hajar dan aku permalukan...ha ha ha..Kemarilah, mungkin dengan cara ini kau akan kembali kerumah dengan menangis .. andai kau tadi mengikuti ucapanku , pasti kau tidak akan mengalami di permalukan, dasar bodoh...!" ucapnya dengan tawa gembira.
"Kita lihat saja, siapa yang akan menangis nanti...." ucap Yura dingin.
Mendengar ucapan Yura, Yiyi kembali tertawa. dan akhirnya dia memulai pertarungan . Terjadilah pertarungan yang sengit antara kedua saudara itu. Terlihat sekali kalau Yiyi sangat membenci Yura . Cukup lama pertarungan mereka, Namun akhirnya kemenangan ada di tangan Yura juga . Terlihat Yiyi jatuh dan pingsan setelah memuntahkan seteguk darah dari mulutnya . maka pemenangnya adalah Yura.
Melihat semua itu, teman seperguruan Yiyi kaget bukan main melihat kekuatan Yura. mereka tak menyangka orang yang mereka anggap limbah rumah keluarga Gan ternyata bukan limbah tetapi seorang praktisi yang memiliki kekuatan . Tapi dari mana anak itu belajar tentang kekuatan. sebab yang mereka tahi, gadis itu dan ibunya di kucilkan dari keluarga Gan .... ucap mereka dalam hati . Apalagi pria yang tadi bertanding dengan Yulia .
Sebenarnya mereka adalah anak didik dari perguruan Loyan . Yang berasal dari kota San kerajaan Tanzi . sebuah kerajaan di bawah kekuasaan Kerajaan Dongyan. Sedangkan pria yang tadi bertarung dengan Yulia, Dia adalah putra dari guru besar perguruan Loyan yang bernama Lian We . Sebenarnya Dulu Lian We bertunangan dengan Yura, namun karena Yura di anggap sampah atau limbah di Kota itu, maka Lian We menolak. Dan Dia lebih memilih Yiyi yang lebih pandai dan merupakan putri kesayangan kepala keluarga Gan .walaupun kecantikannya lebih cantik Yura. Dia fikir untuk apa memiliki tunangan cantik, jika dia terkenal sampah di kota San . Dia berfikir akan menjadi masalah dan menjadi aib keluarga besarnya . Sebab keluarganya merupakan pendiri perguruan Loyan.
Dan kini di depannya...gadis itu dengan mudah sekali mematahkan dan mengalahkan Yiyi yang termasuk murid terbaik di perguruannya
."Lian...apakah tidak salah mata kita... Dia .. Dia benar - benar Yura kan...?" kata Wejun yang duduk di sisinya.
"Gila..dari mana dia belajar beladiri dan kultivasi... Bukankah dia sampah yang tak bisa berkultivasi...!" seru Chu Do . Dan banyak komentar dari para murid perguruan Loyan . Sedangkan Yura sendiri segera turun dan berjalan kearah kelompok Yulia setelah menunduk memberi hormat pada kelompok orang yang duduk di panggung kehormatan.
"Kak...sekarang aku boleh kan bergabung dengan kelompok kalian...? aku mohon Kak.. kau yang tekah membuatku sembuh dari kemacetanku..." ucapnya sambil tersenyum . tapi tatapannya terlihat memohon.
"Baik..tapi kau harus menceritakan siapa kamu dan kau harus menununjukkan kemampuanmu agar kau di trima di perguruan Guang Dan ..." ucap Yulia lembut.
"Baik kak ....aku siap melakukannya dan akan kuceritakan siapa aku dan akan kutunjukan kalau aku mampu..." ucapnya dengan semangat.
"Baik...hari ini kita lihat seleksi ini sampai akhir. Agar kita tahu siapa lawan kita..." jawab Yulia.
Merekapun melihat seleksi pertama sampai sore hati. Dan pertandingan selanjutnya akan di lakukan esok hari. Ketika sore Hari, Yulia Cs segera pergi meninggalkan arena pertandingan. Bersama Yura yang kini ikut bersama Yulia. Saat mereka akan keluar pintu gerbang, Mereka bertemu dengan kelompok Dari Yiyi . Ternyata kelompok mereka dari sembilan orang yang masuk dalam seleksi berikutnya tinggal empat orang saja. Sedangkan yang di anggap paling memenuhi syarat masuk final terpaksa berhenti karena harus bertemu dengan Yulia fi tahap pertama .
Ketika Yiyi melihat Yura ywngvberada bersama Yulia . Dia menatap Yura dengan marah.
"Jangan kau fikir kau sudah bisa mengalahkan diriku lalu kau berfikir keluarga Gan akan merawatmu..." ucapnya dengan nada marah.
"Aku tidak mengharapkan itu . Sejak dulu tanpa kalian kami bisa berdiri sendiri.. tanpa kalianpun Kami juga bisa hidup.." ucap Yura dengan tenang .
"Dasar Pe***ur murahan... Kau akan tahu akibatnya nanti..." ucap Yiyi dengan marah .
"Baik Kak..." ucap Yura berjalan mengikuti Yulia.
"Yura...jangan harapkan kau bisa kembali pulang,setelah kau pergi dengan wanita itu...!" teriak Yiyi Semakin marah.
"Bodoh..!" seru Yura sambil melihat Yiyi sebentar dan berlalu mengikuti Yulia .
Yiyi hanya bisa menatap Yura dengan Penuh kemarahandan kebencian . Sedangkan Lian We menatap Yura dengan tatapan rumit. Entah apa yang ada di otak Pria itu.
Sedangkan Yulia dan kawan - kawan segera kembali ke penginapan. Kerena mereka harus kembali bermeditasi untuk memulihkan kekuatan mereka. Kalau bisa mereka ingin menerobos untuk mendapatkan kekuatan yang lebih.
Saat mereka sudah berada di luar arena , Yulia bertanya pada Yura .
" Kau tinggal di penginapan mana...?" tanya Yulia .
" Kemarin aku tinggal di penginapan di luar kota Kak.. Aku mencari penginapan yang murah, Sebab aku sudah kehabisan beka he he hel..." ucap Yura dengan Wajah terlihat malu namun dia menutupinya dengan tawa . Mendengar ucapan Yura, Yulia menatap wajah cantik itu dengan seksana.
"Apakah kali ini kau akan kembali ke penginapan itu lagi..?" tanya Yulia lagi.
"Benar kak... "Jawab Yura sambil tersenyum. Namun Yulia melihat sekilas keresahan yang Yura coba tutupi.
"Lalu bagaimana dengan saudara perempuan mu itu...?" tanya Yulia lagi.
Mereka sambil berjalan menuju ke penginapan Yulia.
"Kalau Dia sich tinggal bersama para murid Perguruan Loyan kak....." ucap Yura datar.
"Memangnya kalian tidak satu perguruan...?" tanya Yung Si menyela percakapan mereka.
"Tidak , aku bukan murid dan tak mungkin jadi murid perguruan Loyan...?" ucap Yura dengan nada sedih .
"Kenapa...?" tanya Yung Si lagi.
Namun sebelum Yura menjawab, Mereka telah sampai di penginapan Yulia.
"Kita sudah sampai... Yura lebih baik kau tinggal bersama kami saja.." ucap Yulia .
__ADS_1
"Ma..maaf kak.. Itu tidak mungkin kak...aku sudah memiliki penginapan kok.." ucapnya lembut. Namun Yulia tahu kalau gadis ini memiliki kesedihan yang sengaja dia sembunyikan.
"Bukankah kau ingin bergabung dengan. Kami, lalu mengapa kau menolak permintaanku, biarkan saja penginapanmu itu. Masalah kerugiannya akan aku ganti..." ucap Yulia lembut.
"Tapi kak..." ucap gadis itu dengan wajah terlihat merah.
"Sudah...aku tidak mau kau menolaknya. Sekarang kau tinggal bersama kami selama turnamen itu..." kata Yulia lagi .
"Apakah aku tidak merepotkan kakak...?" ucapnya pelan.
"Aku yang meminta mu tinggal di sini..." jawab Yulia.
"Kak...biarkan Dia tinggal di kamarku, nanti aku bisa tidur bersama kak Tanglu..." kata Yung Si .
" Hmm..." angguk Tanglu mengiyakan.
"Aku merepotkan kalian..." ucap Yura dengan wajah menunduk .
"Tidak masalah...aku juga sering tidur fi kamat Kak Tanglu kok... Jadi kamarku sering kosong..." ucap Yung Si berusaha mengurangi rasa bersalah Yura .
"Kalau begitu baiklah aku akan tinggal bersama kalian. Dan maaf kalau aku mengganggu kalian...." ucapnya dengan nada malu.
" Tidak masalah.... Ya sudah ayo aku antar kau kekamarmu..."ucap Yung Si sambil berjalan lebih dulu.
"Kau bisa mengikuti dia Yura...nanti malam selesai mandi kita makan bersama...?" ucap Yulia.
"Baik Kak...trimakasih atas pertolonganmu..." ucap Yura. Dia segera mengikuti langkah Yung Si yang berjalan kearah Kamarnya.
Setelah Yura dan Yungsi menjauh , Yau Han Menatap sang Adik.
"Lia'er...kenapa kau bantu Dia..? Aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dari kami..." tanya Yao Han.
"Benar...aku merasa adik kita ini memiliki rahasia saat dia membantu Yura sejak di arena pertarungan...?" ucap Cun Ma.
"Kalau kalian tidak tahu , akan kuberitahu..dia sebenarnya memiliki kekuatan yang sangat hebat. Kekuatannya masih tersrembunyi. Jika nanti dia bisa di kelolah oleh perguruan Guang Dan, Dia akan menjadi Praktisi bela diri yang hebat.. Selain itu aku melihat kesedihan di matanya. Entah apa yang terjadi dalam hidupnya. Dan kalian tahu. Aku yakin tadi malam dia tinggal di tempat terbuka entah di mana itu. Dia tadi berusaha menyembunyikan kesedihannya dari kita. ..." jawab Yulia dengan wajah terlihat sedih.
"Lalu kenapa dia tidak tinggal bersama saudaranya...?" kata Cun Wa bodoh.
" Hey ...kau tidak dengar tadi...saudaranya tinggal dengan kelompok perguruannya . Dan mana mungkin dia tinggal bersama wanita yang jahat seperti gadis Yiyi tadi. Kau tahu sendiri apa yang dia perbuat pada Yura..." ucap Yao Han dengan nada kesal .
"He he he...benar juga...." ucap Cun Ma sambil tertawa melihat kemarahan Yao Ham .
" Ya sudah, ayo kita istirahat dulu, biar nanti malam saat makan malam kita tanyakan masalah dia..." ucap Yulia. Merekapun segera masuk kedalam penginapan . Sesampainya di dalam kamar, Yulia segera membawa kedua Putranya masuk kedalam Ruang Dimensi . Sesampainya di dalam ruang Dimensi , Yulia segera membuat rebusan air ramuan untuk merendam Si kembar. Setelah Air rebusan telah siap, Dia segera memanggil Si kembar yang sedang bermain dengan Bai Feng Dan Dai Fan. dengan patuh keduanya masuk kedalam bak mandi yang telah terisi air obat. Tak lama terlihat keduanya sudah berendam didalam bak. Yulia pun segera mengikuti kedua putranya untuk merendam dirinya. . Dua jam kemudian, Yulia segera keluar dari bak mandi. Dan dia melihat kalau air rendaman sudah berubah menjadi air yang hampir jernih. Itu bertanda air ramuan sudah meresap kedalam tubuhnya. Begitu juga dengan kedua putranya. Terlihat mereka masih memejamkan mata Karena mereka sedang bermeditasi. Yulia segera menyuruh Mereka menyudai meditasi mereka .
" Sudah Bunda... ?Perasaan kita baru saja berendam..." ucap Wang Hao.
"Dasar mulut manis... Lihat air rendamanmu , sudah berubah jernih..." ucap Yulia. Merekapun tertawa mendengar ucapan Yulia. Akhirnya mereka segera keluar dari bak mandi. Setelah memakai baju dan merapikan penampilan mereka, Yulia dan Si kembar segera keluar dari ruang Dimensi. Ketika sampai di dalam kamar mereka, saat mereka akan keluar, terdengar ketukan di daun pintu. Yulia segera membuka pintu kamarnya. Ketika pintu terbuka, terlihat Kaisar Kim sudah berdiri di depan pintu dengan memakai pakaian sederhana dan topeng perak di mukanya.
"Selamat malan Yang Mulia..." sapa Yulia.
"Selamat Malam Ayah..." sapa di kembar.
"Selamat malam... Kalian mau makan...?" ucap Kaisar Kim lembut .
"Benar Ayah..apakah Ayah mau menemani kita makan ..?" kata Wang Hai.
"Tentu saja... Lebih baik ayah makan bersama putra dan istri Ayah daripada makan sendiri di istana..." ucap Kaisar lembut sambil melirik Yulia.
" Yang Mulai... Ucapan anda...?" kata Yulia mengingatkan.
" kenapa..? Itu memang kenyataannya..." ucapnya lembut.
"Tapi kuta belum menikah..." jawab Yulia datar.
"Kalakuan mau, kita bisa menikah sekarang..." jawab Kaisar Kim dengan cepat. Yulia baru sadar dengan ucapannya tadi , kalau di perhatikan , kalimatnya seperti menunjukkan kalau mereka sedang berpacaran. Dan Mereka belum menikah .
"Ck..kenapa mulutku harus berkata seperti ini sich...!" runtuk Yulia dalam hati. .
"Sembarangan..." ucap Yulia datar. Namun tak urung wajah ya memerah.
Sedangkan Kaisar Sendiri tertawa gembira. Sepertinya cela di antara mereka semakin samar. Dan dia bertekat akan semakin menghilangkan cela itu.
"Ya sudah ayo kita makan..." ucap Kaisar Kim.
Dan kebetulan kakak dan ketiga sahabat Yulia datang. Begitu juga dengan Yura. gadis itu terlihat semakin cantik dengan baju sederhana berwarna kuning.
Saat melihat Yura, Kaisar hanya melihat sekilas lalu menuntun kedua putranya. Dengan wajah dingin . Wajah kaisar hanya bisa teihat lembut, saat bersama Yulia dan si kembar saja . Setelah itu dia akan kembali bersikap dan berwajah dingin, saat berhadapan dengan orang lain.
Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok.
__ADS_1
Jangan lupa like. vote dan komennya author tunggu . maaf jika masih ada typo..,🙏🙏
Bersambung.