
"Tante tadi telah memberimu bubuk yang membuat hewan menyukai bau dari bubuk tadi. jadi jika kalian tidak mandi dam ganti baju, kita akan mendapatkan kesulitan dan celaka... " jawab Yulia.
"Wah..bibi tadi jahat ya bu..." ucap Wang Hao.
"Sifat seperti itu jangan ditiru...Tidak baik mencelakakan orang lain demi keuntungan kita sendiri... apalagi sampai mencelakai orang lain..." jawab Yulia.
"Apakah perbuatan jahat seperti itu tidak akan mendapat balasan Bun...?" tanya Wang Hai dengar wajah marah dan kesal .
"Anak baik...semua perbuatan kita, perbuatan baik maupun buruk, pasti ada balasannya . karena itu sebisa mungkin kita melakukan kebaikan lebih banyak daripada keburukan . agar balasan yang kita terima lebih banyak kebaikannya..." ucap Yulia sambil mengusap kepala kedua Putranya dengan penuh kasih sayang .
"Kalau begitu, aku akan melakukan lebih banyak kebaikan Bun dari pada kejahatan." ucap Wang Hai .
"Aku juga...." ucap Wang Hao singkat.
"Bagus...kalian memang Anak- anak baik Bunda..." ucap Yulia sambil tersenyum.
Mereka pun segera kembali ke alam nyata dan kembali kelompok mereka.
Sementara di tempat lain terutama di tempat putri Nanggo dan kawan- kawan. Terlihat mereka sedang Tertawa gembira sambil membayangkan apa Yang akan terjadi dengan kelompok Yulia.
"Putri... Kau keterlaluan ..bagaimana dengan anak- anak kecil itu...mereka terlalu muda untuk berhadapan dengan hewan buas. Bagaimana jika mereka tidak mampu dan mati..." ucap Seorang Pria muda yang sejak tadi mendengar percakapan beberapa wanita yang ada sekelompok mereka. Mereka terdiri dati enam pria dan empat wanita.
"Hey..Li Cang...itu bukan urusanmu, semua itu sudah menjadi resiko mereka sendiri. Mereka berani masuk ke hutan ini, maka mereka harus berani menanggung akibatnya..." ucap Wanita sahabat Putri Nanggo sambil masih tertawa senang .
"Salah Siapa mereka mau berteman dengan wanita yang menjadi musuh Putri Nanggo.. Bukankah mereka tahu kalau Putri Nanggo merupakan putri dari seorang Mentri. Kedudukan Putri Nanggo tidak bisa mereka ganggu sembarangan . Apalagi mereka tahu kalau Putri Nanggo adalah sahabat Kami. kalian tahu siapa kami dan juga kedudukan kami kan..?" ucap salah satu gadis yang ada di sebelah Putri Nanggo.
"Benar salah siapa dia berani memprovokasi Putri Nanggo..." ucap gadis yang lain.
"Tapi bukan dengan cara seperti itu...Kalian terlalu kejam..." ucap Li Cang fengan wajah kesal .
"itu bukan urusanmu..." ucap Putri Nanggo dingin .
"Andai aku tahu mereka memiliki sifat seperti ini, aku pasti tidak akan ikut kelompok mereka..." ucap Pria itu dalam hati dengan marah. Dia tidak bisa memprotes secara langsung karena dia sudah tercatat sebagai anggota mereka. Dan tidak mungkin baginya pergi Dari kelompok ini sendiri di saat mereka ada di dalam hutan . Memang sejak pertama tadi dia tidak ingin bersama mereka. Tapi karena sahabatnya ikut bersama sang Kakak yang ada di kelompok itu .maka saat dia di ajak tadi, dia ikut kelompok ini. Melihat wajahnya yang kesal dam marah, sang sahabat yang berada di sebelahnya berucap pelan.
"Sabarlah...aku juga menyesal ikut kelompok ini..." ucapnya pelan. Mereka terus berjalan.
Tanpa mereka sadari sepasang mata kecil menatap mereka dengan tatapan licik . terlihat kesenangan di mata kecilnya lalu dia terbang pergi. Dan pada saat benda kecil itu terbang menjauh. Beberapa pasang mata yang sejak tadi mengintai kelompok itu. Menjadi gembira saat tekanan Kekuatan hilang dari tempat itu. Dan secara serempak mereka segera keluar dari persembunyian mereka.
"Grrr.....
Geraman terdengar dari semak belukar. Seketika membuat mereka waspada.
"Suara apa itu...!" seru Mayli dengan suara kaget .
"Jangan berteriak bodoh...!" seru tertahan Bangdan sebagai kepala kelompok.
Secara reflek Mayli menutup mulutnya. Tak berapa lama terlihat beberapa pasang mata menatap mereka. Lalu kepala mulai terlihat dari semak belukar. Dan mereka baru mennyadari kalau suara geraman tadi berasal dari mulut Serigala abu- abu yang kini berada di depan mereka.
"Marchat..!" seru mereka bersamaan.
Marchat adalah hewan yang hidupnya berkelompok. Begitu juga jika mereka menyerang manusia, mereka juga akan berkelompok dalam penyerangan. Dan kini di depan mereka ada lima atau enam Marchat berdiri dengan wajah terlihat beringas dan garang. Mereka menunjukkan mata merah dan Gigi tajamnya .
"Mereka hidup berkelompok tidak mungkin hanya lima hewan saja di sekitar kita...." ucap Bangdan dengan wajah cemas . Dan benar saja setelah Bangdan berhenti bicara, beberapa hewan Abu- abu itu terlihat satu persatu mulai muncul dengan memperlihatkan taring tajamnya. Mereka mulai mengepung kelompok Bangdan .
"Bukanya hewan ini biasanya berada di wilaya bagian dalam hutan ...kenapa mereka berada di sini yang masih wilaya pinggiran hutan....?" seru salah satu Pria yang ada di antara mereka . Mamang seharusnnya Srigala abu - abu yang berada di level tiga biasanya berada di Wilaya dalam hutan . Tapi kenapa kini mereka berada di Wilaya yang Masih termasuk pinggiran hutan . namun pertanyaan yang dia ucapkan tidak bisa temannya jawab, sebab Serigala abu- abu itu malai menyerang mereka. pertarungan pun terjadi dengan seru . Awal- awal mereka bisa mengatasi serigala itu. Namun karena banyaknya Serigala yang datang, akhirnya mereka kewalahan juga. Mereka sudah banyak mengalami cedera karena kuku tajam atau gigitan para serigala. Dan akhirnya Bangdan mengeluarkan benda bulat dan melemparkan benda tersebut kearah sekelompok Srigala yang masih ingin menyerang mereka. Benda itu meledak dan membuat sebagian Serigala mati seketika. Dan sebagian lagi mundur menjauh dan tak lama melarikan diri. Akhirnya mereka bisa bernafas dengan lega. Namun meteka juga defih, karena sebagian dari mereka terluka parah. Salah satunya adalah Tang Kinwa , Saudara Tang Mayli putri keluarga Tang. Kinwa terduduk dengan luka di lengan dan tubuhnya yang terkena cakar dan gigitan Serigala.
"Kinwa.. Tibuhmu ..." ucap Mayli dengan prihatin. Melihat luka di tubuh saudaranya, hati Maylin terasa bagai di tusuk- tusuk . Tapi bagai mana lagi dirinya juga terluka. Bangdan akhirnya mengeluarkan obat- obatan yang memang dia bawa dari perguruan.
"Kita beristirahat sebentar, lalu kita akan meneruskan perjalanan kita saat tubuh kita telah agak pulih.." ucapnya dengan perasaan sedih. Dia sedih melihat anggotanya banyak yang terluka . Setelah beristirahat cukup lama di tempat itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka. Namun sial bagi mereka. Saat beberapa mil dari tempat itu, tiba- tiba mereka kembali di serang oleh segerombolan hewan buas. Lagi- lagi Bangdan harus mengeluarkan senjata peledak yang beberapa bulan lalu dia buat bersama teman- temannya dengan bimbingan guru penyulingan. Dengan benda itu mereka kembali lolos dari maut. Dan bukan hanya sekali mereka mengalami itu. Hamoir dalam seharian penuh mereka mengalami pertarungan. hingga teman- temannya sudah banyak yang terluka tak terkecuali Putri Nanggo. Dan saat hari menjelang malam, mereka terpaksa bermalam di atas pohon. karena takut akan serangan hewan lagi. dan saat malampun mereka tak luput dari serangan kelelawar pengisap darah. hingga akhirnya mereka tidak bisa tidur . Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan dan hampir tidak bisa di percaya. mereka mendapatkan serangan terus menerus . hingga salah satu teman mereka menjadi korban dan mati.
"Apa sebenarnya yang terjadi... Kenapa kita menjadi target banyak hewan buas. Serangan ini bukan semestinya . Hingga kelompok kita banyak yang terluka..." ucap Bangdan keheranan.
"Aku merasakan kejadian ini terjadi Setelah kita bertemu dengan kelompok dari Yulia...." ucapnya kembali.
"Senior Bangdan... sebenarnya kejadian ini harusnya terjadi pada kelompok Yulia...sebab Yang aku dengar Putri Nanggo dan gadis dari keluarga Tang merencanakan sesuatu pada kelompok Yulia..." ucap Li Cang yang sejak tadi sudah curiga kalau bubuk yang dia dengar itulah yang merangsang para hewan datang pada mereka.
"Bubuk...? Bubuk apa..apa yang di rencanakan mereka pada kelompok Yulia...? dan apa hubungannya dengan kita di serang para hewan..? " ucap Bangdan sambil menatap Li Cang tak mengerti .
"Tutup mulutmu saudara Li...apa yang kau katakan itu...!" seru Mayli kesal dan juga cemas. Dia cemas jika kejahatan mereka terbonhkar .
"Kenapa ...kenapa kau marah, aku hanya mengatakan kebenarannya...?"ucap Li Cang dengan wajah kesakitan. Dia sekarang telah terluka cukup parah.
__ADS_1
"Kebenaran apa..?.jangan mengada ada ..!" seru Mayli dengan wajah marah .
"Aku mendengar sendiri kalian berbicara tentang bubuk Ranggi yang kau oleskan pada kedua anak kecil yang bersama kelompok Yulia. Dan setelah itu kalian bahagia dan tertawa bersama.." ucap Li Cang dengan sinis.
"Apaa.. Bubuk Ranggi...kalian membawa bubuk Ranggi...!" seru Bangdan dengan wajah kaget Wajahnya seketika memucat .
"Iya mereka tadi membawanya dan mereka dengan sengaja mengoleskan bubuk itu pada tubuh dua anak kecil yang berada di kelompok nona Yulia..." ucap Li Cang dengan wajah kesal.
"Tidak , tidak...jangan sembarangan ngomong kau Li Cang... Mana mungkin kami membawa bubuk itu kedalam hutan ini...!" seru mayli semakin marah.
"Kalau begitu kita bisa melihat pada tubuh mereka... Pasti kita bisa menemukan bau bubuk itu pada mereka. Terutama Nona Mayli yang aku tahu dia tadi yang mendekati Nona Yulia dan memegang kedua anak itu..." ucap Li Cang dengan yakin.
"Mana bisa ... Mana bisa kalian menyentuh tubuh kami...!" seru Mayli dengan sinis . Melihat sikap Mayli , semua orang yang ada di kelompok itu semakin curiga. Hanya para wanita yang terdiam .
" Mau tidak mau kami akan memeriksa kalian. Berikan semua barang kalian pada kami, atau kami akan mengusir kalian dari kelompok kami.." ucap Bangdan dengan tegas. Akhirnya dengan terpaksa ke empat wanita itu memberikan buntalan barang mereka. Dan benar saja dari keempat wanita itu , tiga di antara buntalan itu tercium samar bubuk Ranggi. Bubuk Ranggi bagi manusia tidak tercium dengan kuat. Tapi bagi hewan, bau itu dangat kuat dan menggoda. Terkadang Sampai bisa membuat hewan gila . Dan ketiganya aadalah wanita bangsawan yang berada di kelompok mereka . Dari buntalan yang di bawa meteka, para pria bisa mencium samar bau bubuk Ranggi .
Dan mereka juga mencium bau samar bubuk itu di tubuh mereka bertiga.
"Ya Dewa.. Benar kata Li Cang...semua ini karena kalian, jadi kalian lah yang menyebabkan kita semua sengsara...!" seru Bangdan marah.
'I..itu tidak mungkin... Ka..kami menaruh benda itu di tubuh...." Nona Mayli terdiam saat tangannya di sentuh oleh Putri Nanggo.
"Di tubuh siapa...!?" seru Bangdan marah.
"Tidak, tidak...tidak pada siapa- siap..." ucap Nona Mayli ketakutan .
"Di tubuh kedua anak kecil di kelompok nona Yulia , Senior... Aku sendiri yang melihat perbuatan mereka. Dan aku tahu semua itu atas perintah Putri Nanggo..." ucap Li Cang dengan nada marah. Karena tubuhnya yang paling terluka parah.
"Jangan sembarang menuduh saudara Li Cang... Apalagi kau tidak memiliki bukti..." ucap Putri Nanggo marah.
" Terserah apa kata kalian... Senior... Lebih baik aku keluar dari kelompok kalian, lrbih baik aku keluar dari kelompok Senior daripada semakin menderita . Sekarang kalian bisa melanjutkan perjalanan Kalian, sekarang aku sudah terluka parah, daripada aku membebani kalian, lebih baik kalian tinggalkan aku di sini sendiri..." ucap Li Cang dengan wajah kecewa dam marah.
" Itu tidak mungkin Li Cang..kami akan merawat anda lebih dahulu.. dan untuk mereka, aku akan melaporkan kejadian ini pada Guru di perguruan..." ucap Bangdan .
"Senior...apa maksud anda...aku mohon.. biarkan kami tetap ikut bersama kalian.." ucap Mayli dengan ketakutan.
"Cukup saudari Mayli...kalian yang membuat kami seperti ini ..." ucap Bangdan .
"Kau mengancamku...?" seru Bangdan sinis .
"Terserah... tapi kau harus tetap membawa kami pergi..." ucap Nanggo dengan dingin.
Mendengar ucapan Putri Nanggo, teman Bangdan membawa dia pergi menjauh. tak lama mereka kembali .
"Baik...kami akan membawa kalian..." ucapnya dingin .
"Dan Kau Li Cang...kau juga harus pergi..." ucap Bangdan.
"Tidak, tidak senior lebih baik kalian tinggalkan aku sendiri. Aku tidak mau lagi pergi bersama mereka. Aku tidak bisa memaafkan apa yang telah terjadi padaku, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika aku masih bersama ketiga wanita itu . biarlah aku tinggal di sini sendiri..." ucap Li Cang dingin.
"Kak...biarlah aku brsama dia.. Dia ikut kelompok ini karena aku, sekarang biarkan kami tinggal di sini . kami akan mencoba bertahan sampai hari akhir...dan kau bisa menjemput kami nanti.." ucap Sahabat Li Cang yang ternyata adik Bangdan.
Terlihat Bangdan tidak tega meninggalkan sang adik dam sahabatnya . Tapi bagaimana lagi , Dia juga bertanggung jawab pada kelompok mereka.
" Baiklah , kalian bisa menunggu di sini. Jika ada sesuatu yang kalian tidak mampuh menghadapi, tekan tabung pertolongan .biar guru yang akan membantu kalian keluar dari tempat ini.." ucap Bangdan.
"Baik kak...." ucap sang adik.
Akhirnya dia meninggalkan Sang adik dan Li Cang di sana . setelah Bangdan membuatkan mereka tenda , Mereka segera pergi meninggalkan Li Cang dan sang adik .
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di tempat Yulia. Setelah keluar dari Ruang dimensi dan kembali ke kelompok mereka, terlihat Guli dan satu temannya yang memang pengawal yang di sediakan Kaisar Kim , Kaget melihat si kembar sudah berganti baju.
"Putri...kenapa dengan baju mereka...?" tanya Guli heran. Dan ternyata bukan hanya guli dan temannya. Tapi ke tiga sahabat dan Kakaknya juga kaget melihat si kembar sudah memakai baju lain dari baku yang mereka pakai tadi .
"Baju mereka kotor... Karena ada tangan jahil pada mereka..." ucap Yulia.
"Maksud Putri...?" tanya Guli heran.
"Paman Guli...wanita yang tadi menyapaku jahat sekali. Mereka sengaja memberi kami bubuk racun agar hewan menyerang kita..." ucap Wang Hai menyela pembicaraan sang Ibu dengan Guli .
"Apaa...mereka memberi kita bubuk racun...?" seru mereka kaget .
__ADS_1
"Iya Paman...mereka menaburkan pada tubuhku dan tubuh Wang Hao..." ucap Wang Hai kembali.
"Dasar wanita iblis... Berani sekali mereka melakukannya... !" seru Guli marah.
"Dasar wanita jahat...aku yakin semua ini pasti otak dari Putri dari Mentri Si.." ucap Pria teman Guli yang tadi memperkenalkan diri bernama Wanglu.
"Wanglu...Kenapa kau bisa menyangka dia yang jadi otaknya..." kata Yulia dengan wajah tenang.
"Wanita dari keluarga Tang memang sombong dan jahat. Tapi mereka tak mungkin memiliki fikiran licik seperti putri dari keluarga Mentri Si itu. Wanita itu memang Terlihat sangat kalem, tapi sebenarnya dia sangat jahat. Aku yakin semua itu karena kecemburuannya karena tuan muda kembar sangat dekat dengan yang Mulia. Mungkin Dia pernah bertemu dengan Yang Mulia saat Yang Mulia sedang bersama tuan Muda..." ucap Wanglu dengan Wajah kesal.
"Ternyata ucapanmu benar saudara Wanglu..aku tadi juga melihat kalau Nona Nanggo yang memberikan benda itu pada wanita keluarga Tang..." ucap Yulia dengan wajah tenang.
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada mereka Lia'er..." tanya Yao Han dengan wajah marah.
"Biarkan saja...kita akan melihat apa yang terjadi pada mereka nanti. Siapa yang menanam, pasti dia yang akan menuainya nanti..." ucap Yulia dengan senyum di bibirnya.
Mendengar itu, semua sahabat tahu kalau wanita licik ini pasti sudah memberi pelajaran pada mereka. Dan mereka akan melihat apa yang sedang terjadi .
"Kalau begitu mari kita pergi... " ucap Yulia.
"Lalu kearah mana kita pergi..." tanya Cun Ma.
"Sementara ini kita pergi kearah mereka tadi pergi, kita akan mendapatkan hasil dari perbuatan mereka.." ucap Yulia sambil tersenyum licik .
Akhirnya mereka melangkah kearah Kelompok Nanggo pergi. Dan tanpa Di ketahui yang lain, Heizi telah berada di pundak Yulia kembali.
"Tuan.. Semua sudah Heizi lakukan...dan ternyata di kelompok itu , ada juga yang berhati baik.. Sepertinya mereka tidak tahu perbuatan wanita itu..." ucap Heizi yang ada di pundak Yulia.
"Apakah mereka sudah pergi jauh..." ucap Yulia .
"'sepertinya Sudah tuan..." jawab Heizi.
"Ya sudah ayo kita pergi..." ajak Yulia.
Mereka pun berjalan menelusuri jalan yang tadi di lalui Kelompok putri Monggo. Dan ketika mereka sampai di tempat pertarungan mereka dengan Serigala abu-abu . Mereka melihat berpuluh bangkai Serigala Abu- abu tergeletak di sepanjang jalan dan juga di area tempat itu. Dan mereka masih dalam keadaan utuh dan belum di ambil manik roh Jiwa mereka. Dengan cepat kelompok Yulia mengambil semua manik roh jiwa Serigala yang sudah mati. Dan mereka mendapatkan cukup banyak manik roh tanpa harus bertarung.
"Waah...kita panen tanpa harus bersusah payah bertarung...!" seru Yung Di sambil tertawa gembira . "Benar...tanpa bersusah payah, Kita mendapatkan hasil yang lumayan banyak.." sambung Guli .
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, dan kita akan mendapatkan lebih banyak lagi.." ucap Yulia .
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka . dan benar saja di sepanjang perjalanan mereka , banyak Manik Roh yang mereka dapatkan dari bangkai hewan yang telah di bantai. Dan ketika mereka sampai di tempat Li Cang, mereka kaget . Mereka melihat dua orang pria yang memakai seragam seperguruan dengan mereka, Dan mereka kini sedang tidur dalam keadaan terluka. Salah satunya dalam keadaan koma. Dengan cepat mereka mendekat. Dan saat Yulia melihat denyut nandi mereka, sahabat Li Cang yang bernama Benshao terbangun . melihat banyak orang yang ada di sekitar mereka, pria itu kaget. Tapi saat melihat seragam Yang mereka pakai , Dia pun tersenyum.
"Kalian menemukan kami...?" ucapnya parau.
"Jangan banyak bergerak dan berbicara. Minumlah dulu obat ini..." ucap Yulia.
Dengan perlahan Yao Han membantu Benshao memberi minum Pil dan air kehidupan pada pria itu .
"Trimakasih..." ucapnya parau.
Sedangkan Yulia segera merawat Li Cang yang dalam keadaan Koma. Dia memberikan pil dan air kehidupan kedalam mulut Li Cang yang terkatup dengan susah payah. Akhirnya dia di bantu Yung Si . Lalu Yulia mengalirkan tenaga dalamnya untuk menetralkan darah yang mulai bercampur nanah . tak berapa lama terlihat di luka yang ada di sekujur tubuh Li Cang , darah yang bercampur nanah keluar dari luka . setelah terlihat hanya darah yang mengalir, Yulia kembali memasukkan pil pembeku darah. Setelah itu dengan cekatan dia membersihkan dan merawat luka yang ada di sekujur tubuh Li Cang . Sedangkan untuk Benshao, Yulia memberikan ramuan cair yang ada di dalam botol giok yang baru dia ambil di Cincin Ruangnya.
"Kak..bantu mengoleskan pada tubuh nya..." ucap Yulia.
"Baik..." ucap Yao Han.
'"Dan Kau Yung...bantu aku mengoles pada tubuhnya yang lain..." ucap Yulia sambil menunjuk luka pada Li Cang. Ada beberapa luka di tempat yang tidak mungkin Yulia oleskan. Mendengar ucapan Yulia, Yung Si tersenyum sambil menerima obat itu. Melihat tingkah Yung Si , Yulia menyentil dahi Pria yang seumuran dengannya itu .Dia tahu apa yang ada di fikiran pria muda itu.
" Pikiranmu Yung..." ucap Yulia.
Tak urung wajah gioknya memerah. Melihat itu, Yung Malah tertawa. Melihat interaksi keduanya, Guli dan Wanglu hanya bisa tertawa . Semakin lama bergaul dengan Yulia. Semakin tahu Guli tentang Sifat Calon ibu bangsa mereka. Wanita baik , lembut, cantik, bukan cantik lagi malah teramat cantik, dan tegas. Dia bangga bisa di tugaskan mendampingi dan menjaga mereka .
Akhirnya Yulia dan kawan- kawan memilih berhenti di sana dan memutuskan bermalam di tempat itu sambil mengobati dua Pria yang terluka itu .
Usaha dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Maaf jika masih ada Typo nya 🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu..
Bersambung.
__ADS_1