YULIA

YULIA
MENJEMPUT IBU CHU TIANING .


__ADS_3

"Yang Mulia...jika anda ingin beristirahat, anda bisa tidur di ranjang..." kata Yulia.


"Lalu kau sendiri...?" tanya Kaisar Lagi.


"Hamba akan keluar dulu..." ucap Yulia.


"Keluar....? maksudmu kau akan keluar dari Menara ini...?" tanya Kaisar Kim sambil menaruh buku yang Dia baca.


"Benar Yang Mulia..." jawab Yulia.


"Kalau begitu Aku ikut....aku ingin pergi bersamamu..." ucap Kaisar Kim sambil melangkah menghampiri Yulia . Mendengar permintaan Kasar Kim They Yung, Yulia yang tadinya ingin masuk keruang obat akhirnya mengajak Kaisar melihat keadaan di luar Menara. Dengan wajah ceriah Kaisae Kim They Yung mengikuti Yulia keluar dari ruang perpustakaan. Mereka berjalan ke arah Taman dan Kebun buah maupun kebun obat milik Yulia. semua yang Kaisar lihat, membuat Dia terperangah tak percaya. Dia tak percaya kalau Ruang Dimensi Yulia seindah ini. walaupun Dia juga memiliki Ruang Dimensi juga. namun di sana bukan sebuah menara dan kebun obat. Tapi sebuah istana dan taman bunga serta danau .


"Ini kebun buah...? kau yang menanamnya atau memang ada sejak dulu...?" tanya Kaisar


"Sebagian memang ada sejak dulu , tapi sebagian Hamba bersama anak- anak yang menanamnya...." jawab Yulia .


Yulia mengambil buah Pir yang mulai berbuah lebat dan mulai banyak yang masak . dan memberikannya pada Kaisar Kim setelah mencuci di di sungai yang dekat dengan kebun buah. Dengan senang Kaisar langsung memakan buah pir yang di ulurkan Yulia .


"Hmm..manis.. semua buah di sini sudah berbuah. lalu seandainya jatuh dan membusuk apa tidak sayang..." kata Kaisar Kim.


"mereka tidak akan jatuh dan busuk walaupun sampai lama . karena ruang di dalam sini lain dengan ruang alam nyata..." jawab Yulia.


Mereka berjalan melanjutkan melihat keadaan ruang Dimensi milik Yulia. Dan saat Kaudar melewati kebun tanaman obat. Dia terpanah melihat koleksi tanaman Yulia.


"Lia'er..semua ini kau yang menanam...?" tanya Kaisar lagi.


"Tidak...tanaman ini memang ada sejak dulu.. memang ada juga hamba yang menanam.. " jawab Yulia.


Dan Saat Kasar Kim melihat tanaman umur panjang yang tumbuh dengan subur, Dia sampai tak berkedip memandangnya.


"I...itu bungah umur panjang...?" ucap Kaisar Kim tergagap.


"Benar Yang Mulia...hamba yang mengambilnya dan hambamembudidaya fi ruangan ini...jadi jika di butuhkan, kita tidak perlu menunggu sampai satu tahun, dan bingung dia akan tumbuh di mana..." jawab Yulia ringan.


Mendengar ucapan Yulia. Kaisar tak dapat berbicara. Dia hanya bingung...kenapa di otak kecil wanita cantik ini , terlalu banyak idenya.


Merekapun berjalan diantar tanaman Obat. yang membuat Kasar Kim bahagia berada di ruang istana obat. Setelah itu, Yulia juga membawa Kasiar Kim Melihat Taman yang di tumbuhi bermacam tanaman bunga.


Dan terakhir Yulia membawa Kaisar ke kolam air Kehidupan dan Air Dimensi juga pohon buah Naga merah yang terlihat berbuah sangat lebat.


"Buah Naga merah...? kau memiliki Pohon buah naga merah...!" seru Kaisar tak percaya .


"Benar Yang Mulia...ini pohon buah naga..." Yulia memetik diah buah, lalu memberikan sati pada kaisar, dam yang satu segera dia makan.


"Anda bisa memakannya Setelah itu yang Mulia bisa bermeditasi di dekat di kembar..." ucap Yulia sambil mengulurkan buah pada Kaisar Kim .


"Baik aku akan bermeditasi ...Trimakasih atas kepercayaanmu padaku, hingga kau membawaku melihat ruang Dimensi milikmu...." ucap Kaisar lembut .


"Sama- sama... lambat laun anda juga akan tahu..." jawab Yulia. mereka melangkah kembali ke ruang perpustakaan. dan terlihat senyum di pipi sang Kaisar tak pernah putus..


Ke esokan harinya saat Yulia membawa Kedua Putranya dan Kasar Kim keluar dari ruang Dimensi nya, ternyata hari masih malam menjelang pagi .Tapi karena mereka memang akan pergi meninggalkan kota itu Dini hari. Karena itulah mereka harus bersiap - siap lebih dahulu . Ternyata semalaman nyonya Chu sudah menyiapkan makanan untuk perjalanan mereka . Dan Kaisar Kim sendiri telah menyiapkan kereta untuk membawa barang milik Yura dan ibunya. Dan saat pagi mulai menjelang, mereka telah keluar dari gerbang Kota Kerajaan Tanzi. Karena ada kereta diantara mereka, perjalanan terlihat agak lambat sedikit . Dan saat hari sudah semakin Sore, , mereka telah jauh meninggalkan perbatasan Kerajaan Tanzi. Dan mereka telah mulai memasuki Kerajaan Dongyan. Saat hari mulai malam, Yulia dan rombongan mendapatkan penginapan di sebuah penginapan di Desa Nilui , Yang berada di wilaya kerajaan Dongyan. Mereka bermalam di sana. Dan esok hari barulah mereka akan melanjutkan perjalanan mereka .


Sedangkan di Kerajaan Tanzi sendiri khususnya di kota San , Terlihat rombongan murid oerguruan Loyan mylai memasuki kota pada siang hari. . Mereka baru saja sampai di kota San setelah menempuh perjalanan toga hari lebih . Mereka memang tidak terburu -buru untuk kembali . Selain karena kelelahan, juga kesedihan karena mereka tidak bisa membawa kemenangan untuk perguruan mereka . jangankan kemenangan , masuk kedalam perguruan Guang Dan saja mereka telah gagal di babak kedua. Kesedihan dan kekecewaan membuat wajah- wajah murid perguruan Loyan yang kembali ke kota San terlihat Sedih dan kesal. Ketika mereka sampai di kota San, Mereka memutuskan untuk menghadap guru besar terlebih dahulu. Setelah itu baru mereka kembali ke keluarga mereka. Ketika mereka sampai di perguruan, mereka di sambut oleh guru San yang merupakan Wakil kepala sekolah atau wakil Guru besar Lian To Pau . Mereka segera di bawa ke ruang Kantor untuk menghadap Guru Besar Lian To Pau .


"Kalian sudah datang... "Kata Guru Lian To Pau saat melihat kedatangan para murid yang baru datang dari kompetisi di Kerajaan Dongyan .


"Salam Ayah..." ucap Lian We.


"Salam Guru besar ..." ucap Para murid .


"Ayo masuk ..." ucap Guru Lian To Pau ramah .


Mereka segera duduk di dalam ruang Kerja Kepala Sekolah. Karena terlalu banyak murid yang menghadap, Terpaksa sebagian berada di luar Ruang Kepala sekolah.


" Bagaimana , apakah semua murid tidak ada satupun yang masuk sepuluh besar atau masuk perguruan Guang Dan...?" tanya sang Guru yang sudah mendengar kegagalan mereka .


" Tidak ada Ayah... Kami hanya sampai di seleksi tahap kedua ...." jawab Lian We.


"Jadi dari kota ini tidak ada yang bisa belajar di kota kerajaan Dongyan....'kata guru Pau lagi. Terlihat wajahnya menunjukkan kekecewaan .


Mereka terdiam mendengar ucapan Guru Pau. Namun tiba- tiba ada suara dari salah satu Murid perguruan yang pulang dari turnamen di Kerajaan Dongyan tersebut .


"Sebenarnya ada guru...hanya saja dia bukan murid perguruan ini..." ucap seorang Murid . Mendengar suara itu, terlihat guru Pau kaget.


"Ada...siapa..? Bukannya di kota ini hanya ada satu perguruan yaitu perguruan kita..?" ucap Guru Pau keheranan.

__ADS_1


"Dia bukan murid perguruan guru... Dia Yura putri pertama dari keluarga Gan..." kata murid tadi .


"Apaa... keluarga Gan...? Siapa...apakah masih ada keluarga Gan yang tidak berguru di tempat kita...?Kenapa aku bisa tidak tahu...?" ucap Guru Pau dengan Wajah heran.


" Ada guru... Pemborosan kecil Yura.." ucap murid tadi .


"Yura...Putri dari keluarha Gan...?gadis yang mana itu..?" tanya guru Pau dengan wajah semakin heran .


"Putri pertama kepala Krluarga Gan Yo Jin guru... Kalau tidak salah yang dulu pernah memjadi tunangan Tuan Muda Lian We..." jawan Murid tadi . Tentu saja ucapan Murid tadi membuat kaget Kepala sekolah dan wakilnya .


"Putri Sah dari keluarha Gan ...? Bukankah dia tidak bisa berkultivasi lagi . dan yang aku dengar , Dia mengalami kemacetan...?" tanya wakil kepala sekolah.


"Tidak Guru... Saat di sana dia bisa mengeluarkan kekuatannya, dia sekarang sudah berada di Rana biru tengah...dan malah dia bisa mengalahkan Yiyi...." ucap Salah satu murid yang ada di sebelah murid yang berbicara tadi.


"Apaa...Yiyi Kalah dari Dia...bukannya Yiyi juga ada di alam biru tengah juga...?" tanya Guru Pau keheranan .


"Tapi dia kalah guru..." jawab Murid tadi. Terlihat Yiyi menundukkan kepalanya. Melihat itu, Guru Pau terlihat agak kecewa.


"Lalu di mana sekarang gadis itu... Apakah kalian bersamanya...?" tanya Guru lagi .


"Tidak guru... Sejak awal Yiyi telah mengusir dia dari rombongan kita. Dan saat kami terakhir bertemu, Dia bersama sang Juara.." ucap Murid tadi. Sepertinya murid itu sedikit kesal pada Yiyi.


"Sang Jura...? Maksudmu si pemenang turnamen...?" tanya Guru .


" Benar guru...sejak awal saat Yura di usir Yiyi dari kami, gadis itu bersama rombongan sang Juara. Mereka merupakan para juara. mereka merebut juara pertama, ke tiga. Ketempat dan kelima dan keenam . Dan ada juga dua anak kecil 7atau 8 tahun umurnya. Mendapatkan hadiah khusus karena keberanian dan ketangguhan mereka dalam bertarung . Dan kedia anak itu langsung di angkat menjadi murid Guru besar Guang Yun..." ucap Murid tadi bercerita. Dan semua ceritanya membuat Guru besar dan wakilnya kaget bukan main .


"Ya Dewa...apa semua yang kau katakan itu kebenaran Cuanci...?" seru Guru Wakil San tak percaya .


"Kalau guru tidak percaya, tanyakan saja pda mereka...." ucap Murid Cuanci . kedua guru itu menatap pada semua muridnya. Mereka ingin Meminta ketegasan pada mereka .Dan semua orang menganggukkan kepalanya. Hati Guru Besar mencelos.


"Mengapa Yura bisa berteman dengan mereka..Dan ternyata dia bisa sembuh...." batinnya.


Setelah cukup lama terdiam diri, akhirnya Guru Besar menyuruh Semua murid untuk kembali kerumah mereka. Serta mereka akan mendapat liburan selama sepuluh hari . Setelah memberi hormat, mereka segera keluar dari ruangan itu . Begitu juga dengan Yiyi. Dia segera kembali ke Rumah keluarga Gan. Namun karena takut kena marah sang Ayah, Dia meminta sahabatnya untuk mengantarnya pulang .Dan Ternyata kedua orang Tuanya sudah mendengar tentang kedatangan mereka . Dan sekarang mereka sedang menunggu kabar baik darinya. Ketika sampai di Rumahnya, Yiyi melihat kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangannya . Ketika sampai di pintu gerbang rumahnya , Terlihat sambutan dari kedua orang tuanya membuat wajah Yiyi yang tadinya sedih , menjadi bahagia dan Ceriah kembali .


"Ayah..Ibu..aku datang...!" sarunya gembira.


Dia langsung memeluk sang Ayah yang terlihat duduk di ruang keluarga. Dan ternyata di sana bukan hanya Ayah dan Ibunya saja, tapi ada Kakek dan Nenek , kedua paman yang sudah berkeluarga, juga paman bungsu yang masih lajang . Mereka juga ingin mendengar kabar yang akan dia sampai kan.


"Kakek, paman....kalian Juga ada di sini...?" tanya Yiyi sambil memberi hormat pada mereka.


"Yiyi... Ada apa....kenapa diam nak...Kakekmu bertanya...?" kata sang Ibu . Karena Yiyi masih terdiam , sang trman akhirnya berkata


" Maaf Kek... Yiyi tidak bisa membawa


kemenangan untuk Kakek...."ucap gadis yang datang bersama Yiyi. Tentu saja perkataan gadis itu membuat keterkejutan para orang tua yang ada di ruangan itu


"Apa maksudmu nak...?" tanya nyonya Yu .


"Kami semua gagal memenangkan pertandingan di turnamen itu . tidak ada satupun dari kami yang pulang.membawa kemenangan ..." Ucap gadis itu yang bernama Canlu .


"Tidak ada satu orangpun...?" ucap tuan Gan Yo Jin ayah Yiyi dan Yura itu .


"Benar...jangankan mendapatkan hadiah, jadi murid perguruan Guang Dan aja kami tidak bisa tuan..." ucap Gadis Canlu lagi.


"Yah... saya pikir Yiyi bisa menjadi murid perguruan besar itu . Dan itu akan membanggakan keluarga kita, tapi ternyata harapanku telah hilang..." ucap Tuan Gan Yo Jin dengan wajah kecewa.


"Jadi tidak satupun dari kalian yang bisa menjadi murid perguruan Guang Dan...?" kata Kakek Gan .


"Ada kek.. Yura Cucu kakek" kata Teman Yiyi Si Canlu membuat semua orang yang ada di sana kaget .


"Apaa..Yura...?!" Seru mereka hampir bersamaan.


"Benar , Yura...Yura bisa menjadi Murid perguruan Guang Dan..."ucap Canlu lagi.


"Yura...? mana mungkin...bukankah anak itu tidak bisa berkultivasi...?" ucap tuan Gan Yo Jin dengan wajah heran.


"Tapi di sana Dia bisa Tuan... Dan Yiyilah yang menjadi lawan pertama Yura. Dan Yiyi kalah..." ucap Cinlu sambil menatap Yiyi .


"Yura bisa berkultivasi....mana mungkin...?" ucap Tuan Gan Yo Jin tak percaya.


"Kenyataannya memang seperti itu tuan...Yiyi Kalah Dari Yura..." ucap Canlu lagi.


"Kok bisa...?bukankah Yiyi sudah lama menjadi murid perguruan Loyan. Sedangkan Yura tidak pernah berguru..."kata paman kedua Yiyi keheranan .


"Kau lupa Yaksa... Siapa Chu Tianing ibu Yura... bukankah dia wanita hebat di masa mudanya... Kemungkinan Dia yang mengajari Yura..." ucap Kakek Gan dengan nada bangga .

__ADS_1


."Apa benar yang di katakan temanmu Yiyi...?" tanya sang Ayah. Mendengar pertanyaan sang Ayah , Yiyi terdiam sejenak. Lalu dengan suara manja dia berkata.


"Ayah...dia curang..entah apa yang dia lakukan hingga aku merasa lemas dan lelah..." ucapnya dengan wajah sedih . Tentu saja ucapan Yiyi membuat semua orang kaget.


"Apa maksudmu Yiyi...?" tanya Tuan Gan Yo Jin dengan wajah heran .


"Dia pasti menggunakan ilmu sihir Ayah... " ucapnya dengan wajah meyakinkan. Tentu saja seluruh keluarga Gan maupun teman Yiyi kaget mendengar ucapn Yiyi. terutama sang teman. Sebab dia tahu kalau Yura tidak melakukan perbuatan seperti itu. Dia tahu Yiyi kalah karena memang lebih pandai dan lebih kuat Yura.


"Yiyi... Apa yang kau katakan...? kau jangan mengada - ada Yiyi...." kata sang teman.


"Lo apakah kau tidak tahu itu...aah tentu saja kau tidak tahu, karena akulah lawan Yura..." ucap Yiyi angkuh .


Mendengar ucapan Yiyi , Canlu terlihat menatap Yiyi dengan tatapan tak percaya. Dia tidak menyangka kalau Yiyi tega memfitnah Yura. Akhirnya dia tahu sifat Yiyi yang sesungguhnya.


"Apa benar ucapanmu Yiyi...?" tanya sang Ayah.


"Tentu saja benar Ayah... Kalau tidak mana mungkin wanita bodoh itu bisa mengalahkan Yiyi..." jawabnya dengan wajah meyakinkan.


"Brengsek ...wanita itu harus aku hukum... Aku tidak mau mempunyai keturunan seperti itu..." ucap tuan Gan Yo Jin dengan marah.


" Ayah...karena dia licik.. apa yang dia dapatkan semua itu dia dapat karena merebut dari tanganku... seharusnya akulah yang berhak pergi menjadi murid perguruan Guang Dan ..." ucapnya dengan wajah memelas .


"Maksudmu...?" tanya sang Ayah.


"Ayah harus merampas lencana murid perguruan dari tangan Yiyi. Dan berikan lencana itu padaku. Agar aku bisa menggantikan dia pergi kesana..." ucap Yiyi licik. Mendengar ucapan Yiyi, wanita teman Yiyi sangat kaget . Dia menatap Yiyi tak percaya.


"Ternyata ini yang dia inginkan...dasar wanita licik..." batin teman Yiyi. Dan dia muak mendengar akhir percakapan itu. Dia segera pamit pulang.


"Apakah benar semua yang kau katakan itu Yiyi...?" tanya Kakek Gan.


"Tentu saja benar Kek..." jawan Yiyi. Namun hati Kakek Gan tidak percaya sama sekali.Sebenarnya Kakek Gan sangat menyukai menantunya yang satu itu Dari pada nyonya Yu yang bisanya hanya bisa menghamburkan uang dan terlalu pecemburu . Dia tahu kepribadian dari Chu Tianing. Wanita lembut dan baik hati. Dia percaya kalau Yura memiliki sifat seperti sang ibu. tapi entah kenapa sang Putra Guan Yo Jin yang tadinya sangat mencintai Chu Tianing tiba- tiba sangat membenci wanita cantik dan kuat itu. Malah Dia tega mengusir Wanita itu dan putrinya dari keluarga Gan .


"Lalu di mana mereka..kenapa mereka tidak berkumpul di sini...? Bukanya kita bisa bertanya langsung pada mereka..?" tanya Gan Si Cheng adik bungsu Dan Yo Jin .


Pria ini sudah berpuluh tahun tidak pernah berada di keluarganya. Dia selalu mengembara dan baru dua hari yang lalu datang. Mendengar ucapannya , semua terdiam. Tak lama Kakek Gan berkata.


"Dia tidak ada di sini Chen...Kakakmu telah mengusir mereka beberapa tahun yang lalu saat Yura mengalami kemacetan dalam berkultivasi..." ucap Kakek Gan dengan nada sedih.


"Apaa...kakak mengusir mereka...? Itu hanya karena Yura tidak bisa berkultivasi lagi, dan Kakak mengusir mereka...?" tanya Gan Si Chen tak percaya . Sebebarnya dia sudah tahu kebebarannya . Ketika dia datang dan tak melihat kedua wanita itu, Dia mencari Di mana mereka. Sebab dia dekat dengan Chu Tianing . Melihat sang Adik bertanya dengan nada tinggi, nyonya Yu berkata.


"Dia telah berani mencuri perhiasanku adik ipar...?" ucap nyonya Yu dengan wajah khawatir .


"Mencuri persiapan mu...? Tunggu...setahuku perhiasan Kakak Ipar banyak...dan dia wanita baik...mana mungkin Dia mencuri perhiasanmu... Dan kau kak....apakah kau lupa...saat keluarga kita hampir jatuh karena keuangan keluarga kita runtuh. Bukanya Kakak ipar Chu yang membantu dengan memberikan perhiasannya hingga kita bisa bangkit lagi.. apakah kau melupakan itu...dan apakah orang yang mau menyumbangkan hartanya untuk kita , Dia masih mau mencuri perhiasan milik orang lain...?" ucap Chen dengan Nada marah. Mendengar ucapan Chen, Tuan Gan Yo Jin bahagia di Siram air dingin. Dia langsung lemas seketika.


"Ya Dewa....benar kata Si Chen ..apakah semua yang aku lakukan selama ini suatu kesalahan...tapi kenapa aku bisa seperti ini..." ucap hati tuan Gan Yo Jin .


.


"Apa semua yang terjadi saat itu kau menyelidikinya...?" tanya Chen dengan menatap sang Kakak dengan wajah marah.


.Terlihat Gan Yo Jin terpaku dengan wajah Pucat.


"Ha...ternyata tidak . Kau menerima aduan istri keduamu dengan bulat- bulat... Dan kau istri Kakaku yang paling Dia sayang... Bagaimana kau bisa menuduh Kakak Ipar ku melakukan. Semua itu...? Apakah kau melihat sendiri Kakak Chu mencuri perhiasanmu...?" tanya Chan Dengan wajah sinis.


"Ti...tidak...tapi.. tapi kami menemukan perhiasanku ada di sana..." ucapnya terbatah. Terlihat wajahnya pucat pasih.


"Benda apa yang dia curi...?" tanya Chem dingin.


"Gelang giokku...kami menemukan gelang itu di laci meja hiasnya." ucap Nyonya Yu semakin pucat .


"Oo..jadi kalian menemukan gelang giok yang hilang di kamar Kakak Ipar, tepatnya di laci meja hiasnya...Ck..Ck..ck...Kak Yoyo... Apakah kau lupa di mana Kakak ipar selalu menaruk perhiasannya..dan apakah kau tidak memberitahu kalau Kakak ipar tidak suka menaruk segala persiapan di dalam kotak di meja hiasnya... Dia akan senang karena aman menaruhnya di cincin ruangnya...Ha ha ha... tentu saja tidak... Dan Kakak ipar mungkin juga tidak tahu kalau perhiasan Kakak Ipar itu banyak sekali. Karena Dia merupakan Putra seorang mentri...di kerajaan terbesar kedua setelah Dongyan. Aah...mungkin karena kau tidak pernah melihat persiapan Kakak ipar Chu. maka kau mengatakan kalau kakak Ipar Chu seorang yatim yang tak memiliki satu perhiasan ...Bodoh....aku tidak pernah menyangka kalau memiliki seorang Kakak yang Bodoh dan tak tahu malu.setelah begitu banyak di tolong istri Sahnya, malah dia sekarang di hina dan di buang...aku ingatkan kak...jangan sampai kau menyesal...dan aku Yakin kau tak akan pernah mendapatkan maaf darinya jika kau telah sadar akan kesalahanmu ... Ck..Ayah..maafkan aku, rasanya aku sudah tak ingin terlalu lama tinggal di keluarga yang memiliki kepala keluarga yang mudah di bodoho istri racunnya...."ucap Chan Sambil berdiri. "Cukup Chan...kau terlalu banyak omong...kau tidak menghargaiku sebagai kakakmu...! dan kau berani menuduh Kakak iparmu...!" teriak Gan Yo Jin marah. "Menghargaimu...apakah kau juga menghargai jeri payah kakak iparku...! dan perlu kau tahu...Dia bukan kakak iparku." ucap Si Chen datar .


"


Cukup dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


tak lupa author ucapkan.


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA


MAAF LAHIR DAN BATIN.


💐💐💐🙏🙏🙏💐💐💐


Bersambubg

__ADS_1


__ADS_2