
Aku duduk termenung menatap senja yang syahdu, terlihat sepasang kekasih dengan seorang anak yang tengah bermain bersama.
"Ahk... Indahnya pemandangan itu, seandainya...." Ingatanku mulai melayang mengingat episode demi episode kala itu.
....
"Ibuuuu...." Jerit tangis anak sulungku di kamar sebelah. Memang ia sedang tidur siang, sesaat setelah melepas ayahnya keluar untuk ke Rumah Sakit.
Jarit tangis yang begitu pilu, mengingat yang ia sebut - sebut adalah nama ayahnya sendiri.
"Ibu.. Ayah, ayah, ayaaaaah..." Sambil menjerit dan terisak. Aku langsung menghampirinya dan mencoba untuk menangkannya agar ia bisa kembali ceria.
"Adek, mau es krim? Tadi sebelum tidur katanya pengen es krim, masih mau sayang? Kalau mau, ayok kita beli es krim ya.."
__ADS_1
Sebetulnya saat itu, perasaanku mulai tidak enak. Apa yang terjadi, semoga Mas Teddy tidak kenapa-kenapa kondisinya di rumah sakit. Maaf Mas, aku belum bisa kesana, insyaAllah sore aku kesana ya.
Pikiranku mulai tak karuan, tapi masih harus tetap tenang mengingat kondisi ku yang tengah hamil tua dan anak sulungku yang masih kecil.
"Ayo, sekarang mau pilih yang mana? Ada coklat, strawberry dan lainnya. Mau yang mana?" anak yang baik, menjadi salah satu penyemangat ku saat ini.
"Faya mau yang ini Bu, boleh?" Dengan antusias ia memilih es krim kesukaannya, yaitu es krim rasa strawberry.
Setelah membayar dan kita memutuskan untuk langsung kembali ke rumah. Tapi, ketika di perjalanan terasa ada yang aneh, hening ku rasa, heniiiing sekali.
Sesampainya di rumah, es krim yang tadi di beli langsung minta di buka dan faya dengan kelucuannya langsung menikmati es krim miliknya.
Tiba-tiba ada tamu yang berkunjung ke rumah untuk menjenguk Mas Teddy, tapi sayang Mas Teddy sudah dari tadi di bawa ke Rumah Sakit Pelita untuk mendapatkan perawatan.
__ADS_1
"Maaf kak, Mas Teddy baru tadi di bawa ke Rumah Sakit, karena kondisinya memburuk lagi. Saya, tidak ikut karena faya tadi mengamuk ingin tidur siang. Rencananya saya juga nanti sore mau kesana."
Dengan detail aku langsung menjelaskan kondisi Mas Teddy yang memang kondisinya mulai memburuk hari ini. Karena mereka adalah sahabat dan sudah menjadi keluarga, iya karena saking dekatnya dengan kami.
"Oh begitu dari kemarin sebetulnya pengen jenguk hanya saja belum ada waktu. Jadi baru bisa sekarang, ekh udah ke Rumah Sakit lagi, yasudah kami mau langsung kesana ya. Kami permisi ya..." Kata salah seorang dari keluarga Kak Burhan.
"Iya mangga, hati-hati di jalan ya.."
Aku memperhatikan laju mereka yang terlihat begitu cemas. Akh semoga mas Teddy tidak kenapa-kenapa. Sebetulnya ingin sekali ikut, tapi entah mengapa aku masih disini. Padahal bisa saja aku pergi kesana, akh aku khawatir sekali ingin selalu bersama dengan Mas Teddy, meskipun disana Mas Teddy sudah ada yang jaga Ibu dan Bima adiknya Mas Teddy.
"Bu, ini ada telepon dari Rumah Sakit..." Aku langsung menoleh dan ku ambil handphone nya, aku pikir itu suara mas Teddy, aku senang tapi ternyata...
...
__ADS_1
Apa yang terjadi selanjutnya, bagaimana kondisi Mas Teddy?