
'Aaa...hampir lupa guru...ini jarum perak yang harus anda pegang... Tolong jangan lupa dan jangan sampai lengah guru , Setiap makanan dan minuman yang guru makan, jangan sampai anda lupa memasukkan jarum itu . Dan guru harus tetap berpura- pura sakit . Dan ingat ...guru harus delalu hati- hati. dan guru harus mulai melakukan penyelidikan..." ucap Yulia.
"Benar nak...itu pasti..guru akan segera Menemukan mereka . ." jawab Guru Yan So sambil menerima kotak kecil berisi tiga jarum Perak milik Yulia.
" Yulia juga akan membantu guru dalam penyelidikan ini ...semoga kita cepat menemukan si pelaku...ya sudah , Yulia pergi dulu . Selamat malam guru...." lalu Yulia segera keluar bersama kedua sahabatnya . dan saat Yulia mendekat, mereka segera berubah menjadi mahluk mitos kembali . Melihat mereka menghilang, Dekan hanya bisa geleng kepala Karena kagum pada Yulia.
Hari - hari Di lalui Yulia dan Kawan- kawan selama tiga hati ini Hanya melihat keadaan Perguruan dan juga berinteraksi dengan para senior. Mereka juga mendapatkan Pelajaran Dari para guru pelatih. Namun sebelum itu. Pada hari kedua, Mereka di wajibkan untuk memilih bidang ilmu yang ingin mereka ambil . Dan paling banyak Dua ilmu keahlian. Karena itu, Yulia mengambil Pelajaran Beladiri dan Ilmu mendalam. Saat Dekan pertama kali melihat dan mengetahi Pelajara yang di pilih Yulia, Dekan merasa heram. Mengabpa bukan ilmu pengobatan . Namun tak lama dia sadar ,Kepandaian ilmu obat Yulia hampir setara dengan Ilmu Obat para tabib di tempatnya. Mana bisa Yulia belajar pada mereka . Namun tiba- tiba dia teringat pada seseorang , Dia yakin kalau Yulia hanya bisa Belajar pada orang itu . Mengingat semua itu, Dia tersenyum dan berkata pada diri sendiri.
"Hanya Ada satu orang Yang bisa memberi Pelajaran pada Dia. Tabib Agung.... Hanya orang itu yang bisa Menjadi guru gadis ini .." ucapnya sendiri . Hanya saja tabib Agung sekarang sedang pergi. Kalau tidak pasti Dia akan bahagia memiliki Murid seperti dia. Dan kini Yulia sedang berada di ruang Pelajaran Ilmu guru yang mendalam di dalam kelas yang berisi para murid lama . Ada tiga kelas di sana. Kelas dasar , kekas menengah dan kelas Senior . Karena Yulia Merupakan murid baru, dia di masuk kan ke dalam kekas Dasar terlebih dahulu. Tapi saat dia mengikuti pealajaran kelas itu, Dia merasa Pelajaran yang dia dapatkan Malah di bawa buku yang di beri oleh guru Shisan Yu dari perguruan Baiyun. Guru Shisan Yu telah memberikan buku Tentang bermacam arai dan bermacam pemecahan dan pembuatan pesona . Sedangkan Buku Di dalam Ruang Dimensinya serta pembelajaran dariTauzi si gingzeng ratusan tahun, lebih tinggi lagi . Tahu seperti ini, Dia tidak akan memilih kelas ini . Setelah memberikan buku pertama, masih Ada dua lagi buku yang di berikan pada Yulia oleh Guru Shisan Yu . Larena itu, Yulia merasa bosan mendengar penjelasan dari sang guru . Karena bosan tanpa sadar Yulia tidak terlalu memperhatikan penjelasan dari sang guru. Melihat Yulia yang tidak fokus membuat guru pembimbing marah.
"NonaYulia...apakah Kau sudah mengerti semua yang aku jelas kan ..?" Ucap sang guru kesal. Para murid segera menatap pada Yulia. Tentu saja Yulia Sedikit malu Karena ketahua tidak kosentrasi dalam Belajar. Akhirnya dia berkata.
"Sudah guru.." Jawab Yulia.
"Baik .. kalau begitu jelaskan di depan kelas pada temanmu..." Ucap sang guru dingin .
"Waaa... salah apa aku pada guru ini...apakah Karena aku tidak memperhatikan Pelajaran dia ..sial.." Ucap hati Yulia kesal . Akhirnya dengan terpaksa Yulia Melangkah kedepan kelas. untunglah dia tadi masih Sedikit mendengar kan materi yang di bahas oleh sang guru . Akhirnya dengan lancar Yulia menjelaskan semua yang di bahas sang gitu. Malah teman kelas nya merasakan kalau pembahasam Yulia lebih baik dan masuk keotak mereka. Setelah itu Yulia menunduk pada sang Guru yang bengong menatap Pada Yulia. Sebab penjelasan Yulia lebih baik darinya.
"Maaf guru jika Yulia lancang ..." Ucap Yulia. Numun bukan hanya guru pembimbing yang kagum pada Yulia. Para murid lama menatap Yulia dengan kaget dan bingung .
Setelah Pelajaran selesai, banyak murid yang engerubungi Yulia
Merela ingin membahas Pelajaran . Dan ingim menanyakan penjekasan yang belum begitu jekas Mereka dengar .
Sedangkan di tempat lain, Kaisar Ang Suyan dan Dekan Yan So sedang berdiskusi.
"Bagai mana guru Yan... Kau sudah Menemu kan murid terbaik tahun ini.. Apakah Ada yg mendapatkam lencana emasmu...?" Tanya Kaisar sambil menatap sang sahabat. Terlihat wajah ceriah Dekan Yan So. Ada binar kebahagiaan di Matanya. Setelah pengobatan terakhir Yulia, tubuhnya kini sudah benar- benar sehat apalagi dengan meminum pil ramuan yang di buat Yulia.
"Hamba sudah Menemukan dia yang Mulia... Selain Dia Memenuhi kreteria sebagai murid Jenius, Dia juga Sudah menyembuhkan penyakit hamba.." Ucap Dekan dengan wajah berseri.
" Apa..penyakitmu sudah dembuh..? Dan murid itu yang sudah menyembuhkan dirimu..?sejenius apa dia. Kenapa Kau membuat aku semakin penasaran.." Ucap Kaisar sambil menatap Dekan Yan So tak percaya .
" Dan Dia memiliki api emas.." Ucap Dekan dengan wajah tenang .
"Apaa...api emas... Kau tidak salah kan...?" Seru Kaisar sampai berdiri dari Singgasana nya.
"Benar..Karena itulah hamba memberi kan Lencana emas padanya . Selain Karena kekuatan nya hingga dia mampu berada do posisi pertama, dia juga sangat pintar cerdas dan baik hati. Dan yang aku tahu, dia memiliki hewan kontrak Dua mahluk Kuno . Dan semuanya bisa berubah Menjadi manusia . Semula hamba tak yakin, tapi lambat laut hamba yakin dia yang kita Cari.....?" Ucap Dekan Yan So .
"Yan...kenapa Kau membuatku semakin penasaran.. gimana kalau aku mepunyai keinginan untuk mengundang para murid baru untuk datang keistana. Agar aku bisa melihat apakah Putraku bersama Dia..Siapa dia...? laki - laki atau perempuan..?" tanya Kaisar Dengan wajah tanya .
"Dia seorang Wanita. Dia memakai topeng di wajahnya. Jadi aku tidak tahu wajah dia sesungguhnya..."Ucap Dekan Yan So .
" Wanita dan Memakai Topeng...?"kata Kaisar Ang Suyan dengan wajah terlihat keheranan.
"Benar Yang Mulia..Namun walau begitu, keanggunan dan Kecantikannya masih terlihat dengan jelas , hamba yakin kalau di balik topeng di wajah nya, Ada kecantikan yang dia sembunyi kan..." Ucap Dekan Yan So dengan wajah yakin .
".Baiklah kalau begitu persiapkan muridmu untuk hadir di istana dalam tiga hari lagi. Jangan katakan apapun pada mereka. Dan Kau bisa memilih beberapa murid terkuatmu untuk hadir di sini. Entah mengapa aku merasa kalau dia lebih kuat dari yang kita kira..." ucap Kaisar Ang Suyan dengan wajah yakin .
"Baik yang Mulia hamba akan mempersiap kan mereka. Lalu apa yang akan kita katakan untuk Penguji dia, .." tanya Dekan Yan So .
"Bukankah sebentar lagi akan diadakan perekrutan Perwira Kerajaan Phoenix... jadi kita bisa memajukan acara nya empat hari lagi. Sedang kan pesta penyambutan murid baru bisa kita lakukan tiga hari lagi..." ucap Kaisar Ang suyan dengan yakin .
"Baik hamba akan mempersiapkan mereka . Kalau Begitu hamba mohon pamit yang Mulia..." Ucap Dekan Yan So.
"Pergilah...tapi jangan sampai anak itu curiga.. " ucap Kaisar .
"Hamba mengerti yang Mulia ..." ucap Dekan lalu undur diri . Dia segera kembali ke Perguruan Surya.
Setelah sampai di Perguruan Surya . , Dekan berunding dengan Beberapa guru tentang adanya perekrutan Perwira Kerajaan . Hanya saja rahasia tentang Yulia tidak dia katakan . Akhirnya mereka dengan seijin Dekan memutuskan untuk menyeleksi para murid senior . Ke esokan harinya Dekan dan para guru menyelesi mereka . Selama Dua hari penuh Perguruan memilih wakil Dari perguruan. Dan ternyata hanya murid inti yang bisa mengikuti Ujian pilihan calon perwira kerajaan . mereka Menemukan hampir tiga puluh murid utama atau inti yang bisa mereka bawa. Di perguruan tersebar berita tentang para murid Senior yang terpilih mengikuti seleksi untuk menjadi Perwira istana Phoenix. Berita itu terdengar di Seluruh perguruan. Dan Menjadi bahan perbincangan para murid perguruan. Termasuk juga para murid baru.
__ADS_1
"Waah...enak ya jadi murid inti...mereka bisa mengikuti seleksi Menjadi Perwira di istana.."
Ucap salah Satu murid di Kantin perguruan.
"Tapi kenapa Selama aku di perguruan ini, Baru sekarang aku mendengar Ada Seleksi para murid perguruan untuk Menjadi Perwira bukankah biasanya yang mengikuti merupakan alumni murid perguruan...?" Ucap Murid yang Lain .
"Dan aku dengar. Bukan Dari perguruan ini saja yang akan datang, tapi dari perguruan lain, ataupun Dari sekte. Siapapun yang bisa masuk, akan langsung di rekrut menjadi perwira Kerajaan...." ucap murid yang lain.
Sedangkan Yulia dan Beberapa murid baru perguruan, hanya bisa mendengar percakapan mereka. Karena mana mungkin mereka mempunyai kekuatan seperti para murid senior .
"Tapi aku mendengar bagi mereka yang bukan murid perguruan ini, sejak beberapa hari yang lalu , sudah di adakan selek di kota Pelangi . Dan aku mendengar banyak sekali pesertanya...." ucap salah satu murid .
Mendengar semua yang di bicarakam oleh para murid senior , mereka para murid baru hanya bisa saling pandang . Sedangkan Yulia Hanya diam cuek mendengar apa yang menjadi berdebatam mereka . Dia cuek Karena merasa bukan urusan dia. Dia hanya ingin segera menyelesaikan masalah Heizi lalu segera kembali ke perguruan Baiyun untuk bertemu dengan kedua Putra Kembarnya. Sudah Beberapa bulan mereka terpisah. Andai dia tahu kalau wakyu yang di butuhkan sampai Selama ini . pasti dia akan Mengajak mereka berdua ikut pergi.
" Yulia...kenapa wajahmu sedih...?" Tanya Linlin. Hingga menyadarkan Yulia dari lamunannya . Dan dia segera menatap Linlin.
"Ada apa Lin...?" Tanya Yulia.
"Kenapa Kau melamun...?Dan wajah mu terlihat sedih..." Ucap Linlin cemas .
"Oo. Aku teringat orang tuanku di kampungku, Aku merindukan mereka..." Ucap Yulia sendu.
"Sudah jangan di fikir, kita pasti bisa bertemu dengan mereka.." Jawab Yu Lan menghibur .
." Iya aku tahu...hanya saja entah kenapa aku teringat pada mereka...mungkin mereka metindukam diriku..." Ucap Yulia yang berusaha menutupi kesedihannya.
" Sabarlah..Saat kita libur nanti, kita bisa kembali . " ucap Yu Lan .Mendengar ucapan Yu Lan, Yulia mengingat sesuatu.
"Apakah saat kalian kembali, kalian akan berkunjung ke Perguruan Bayu..?" Tanya Yulia pada kedua gadis di depan mereka.
" Entahlah...kami juga tidak tahu..." Jawab Linlin.
"Benar...aku juga tidak tahu..." Jawab Yu Lan.
"Boleh ..." Jawab mereka bersama.
"Sebelum aku memberi saran. aku mau bertanya pada kalian berdua. Berapa tahun kalian tinggal di perguruan Bayu...?" Tanya Yulia.
"Aku hampir empat tahun..." ucap Yu Lan.
"Aku tiga tahun lebih Sedikit...?" Jawab Linlin.
"Jadi kalian berdua datang tidak bersamaan...?" Tanya Yulia.
"Tidak , lebih dulu Yu Lan..." Ucap Linlin.
"Saat kalian tinggal di perguruan bagai mana Sikap Kepala Sekolah pada kalian...?" Tanya Yulia .
"Kalau guru Dan Nyonya Sang sangat baik pada kami..." Ucap Yu Lan.
"Benar kata Yu Lan. Nyonya dan guru Sang sangat baik pada kami semua. Mereka melindungi dan mengajar dengan baik pada kami. Entah sifat Siapa yang membuat Putrinya begitu jahat dan sombong . dan perbuat Semena- mena pada murid yang tidak Dia sukai..." Ucap Linlin.
"Lalu kenapa kalian juga marah pada mereka...? Yang salah bukan mereka, tapi Putrinya...Jadi tidak baik jika kalian mengikut Sertakan mereka dalam masalah ini . Kalau boleh aku menyarankan, sebagai murid yang baik, lebih baik kalian datang ketempat mereka . aku yakin Putri mereka sudah mendapat hukuman dari para Dewa..." Ucap Yulia .Mendengar ucapan Yulia, terlihat mereka berdua tertegun . dan tak lama mereka berkata.
'Benar yang Kau katakan sahabatku...kami memang harus datang kesana saat kami pulang nanti. Trimakasih...trimakasih telah membuat kami sadar..." Ucap Linlin sambil memeluk Yulia haru.
"Ck...Kau akan membuatku malu Lin... Aku masih suka pria tulen..." Ucap Yulia menggoda. Membuat Yu Lan tertawa pelan. Sedangkan Linlin cemberut mendengar ucapan Yulia. Dan tanpa setahu mereka, dua Pria murid perguruan Bayu mendengar semua yang di katakan Yulia. Mereka semakin salut dan kagum dengan sifat Yulia.
" 'Aku Merasa malu bila mengingat apa yang aku katakan padanya dulu saat aku bertarung dengannya. Dengan tak tahu malu aku mengucap kata yang tak sopan padanya. Ternyata Putri guru sendiri si Mai Can lah yang sifatnya sangat buruk..." Ucap pria yang pernah bertarung dengan Yulia. Dia ingat perkataan dia dulu yang sangat menusuk... " ucap salah satu dari mereka .
__ADS_1
"Semua itu akan Menjadi belajaran bagi kita ..kedepannya jangan terlalu percaya sebelum kita menyelidiki kebenarannya.. " ucap Sang teman. Mereka betdiam di sana sampai Yulia dan kedua sahabatnya keluar dari kantin .
Sedang kan di perguruan Bayu sendiri. saat para murid perguruan telah datang, Mereka di Sambut gembira oleh sang Kepala Sekolah dan para guru. Apalagi setelah mereka melihat kalau empat murid mereka telah masuk kedalam perguruan Surya yang hebat itu. Namun saat salah Satu dari mereka mengatakan kalau dua orang Murid wanita telah keluar dari perguruan , membuat Kepala Sekolah heran. Dengan takut - takut salah Satu murid mengatakan semua masalahnya. Dan juga apa yang di katakan Dekan Perguruan Surya Karena perbuatan Putri Mai Can. Mendengar cerita itu, Tuan Sang sangatlah marah para sang Putri. Dan pada saat itulah dia baru tahu semua ulah sang Putri yang ternyata di sembunyikan oleh sang Istri. Semua perbuatam Putri Mai Can di tutupi oleh istrinya. Dan baru sekaranglah Dia tahu semua nya .
"Bagus...Ternyata Kau telah mendidik Putrimu menjadi Monster jahat yang bersifat sombong angkuh dan egois. Inikah Yang Kau inginkan ha...kini aku malu menunjukkan wajahku pada Semua orang terutama para pendidik di perguruan Surya. Kau fikir aku akan bangga memiliki Putri yang memiliki sifat memalukam seperti itu . Kau tega menyembunyikan dan menutup semua sifat buruk anakmu Hanya untuk memanjaka dia. Atau Kau memang sengaja melakukan itu agar aku malu ha..!" Seru tuan Sang sambil menggebrak meja.
"Bu...Bukan seperti itu Yah...A..aku melakukan itu Karena dia putri kita satu- satunya...!" Ucap nyonya Sang membela diri .
Terlihat tuan Sang menatap sang Istri dengan tatapan kecewa.
"Kau telah mengecewakan diri Ku..." Ucap tuan Sang lalu pergi dari tempat itu.
"Suamiku...!" Seru sang istri ketakutan.
"Ayah...!" Seru Nona Mai Can putus Asa.
Karena Sebenarnya dia ingin mengatakan kalau dia mengalami sakit yang aneh. Badannya terasa sangat gatal sekali. Tapi jika di garuk sebelah Kiri, maka sebelah kanan lebih gatal lagi. Namun jika di garuk yang gatal. Maka akan bertambah tempat yang gatal lainnya. Dia segera pergi mandi agar menghilangkan rasa gatal . namun ternyata gatal semakin menjadi. Akhirnya dia berkata pada sang Ibu. Mendengar itu sang Ibu Panik.
Dengan terpaksa dia mengatakan penyakit sang Putri pada sang Suami. Akhirnya tuan Sang dengan perasaan kesal memanggil guru pengobatan. Namun penyakitkya tidak kunjung sembuh malah semakin menjadi. Lalu dia memanggilkan Beberapa tabib. Semuanya tidak bisa memyembuhkan penyakit sang Putri. Akhirnya dia bertanya pada Murid yang pergi ke kerajaam Phoenix . Dam saat tuan Sang kembali mendengar cerita nya serta ucapan Yulia. Kini Dia tahu kalau semua itu Ada hubungan nya dengan wanita yang telah di sakiti oleh sang Putri. Mereka masih mencari tabib untuk mengobati sang Putri.
Sedang kan di Kerajaam Phoenix, Yulia dan Kawan - kawan sedang bersiap akan menghadiri jamuan makan malam, yang di terudkan keesokan harinya mereka akan menonton para senior untuk mengikuti ujian sebagai calon Perwira Muda. Para teman Yulia sudah bersiap sejak pagi tadi. Sedang kan Yulia enggan untuk pergi Karena Sebenarnya dia akan pergi diam- diam. namun ternyata Dekan mengharuskam semua murid baru harus ikut pergi. Setelah berbena diri dengan memakai Baju Putih bersulam phoenix di dada dengan rambut di ikat satu ke atas dengan Mahkota kecil. Serta topeng Perak di wajah membuat penpilan Yulia, Anggun , elegant namun dengan kecantik penuh dengan misteri. Karena terbawa perasaan enggan , Membuat Yulia datang terakhir Kali di saat semua sudah berkumpul . Hingga saat Dia datang di aula, membuat semua mata memandang kearah nya dengan tatapan terpesona . Kini para gadis yang sudah terbiasa dengan Yulia, dan Sedikit akrab dengannya sekarang sudah tidak merasakan keirian di dalam hati mereka. Karena mereka tahu Kebaikan hati Yulia. Mereka malah bangga menjadi teman satu angkatan dengan Yulia. Sebenarnya tanpa mereka sadari, Karena Yulia lah mereka akhirnya bisa datang dan masuk ke Istana Kerajaan Phoenix.
Setelah Para guru dan Dekan Datang, Mereka segera berangkat ke Istana . Karena letak perguruan Surya Dengan Istana berdekatan, maka mereka hanya Perlu berjalan kaki saja untuk datang ke istana . Ketika mereka keluar dari pintu gerbang Perguruan, mereka Menjadi pusat perhatian rakyat Kerajaan Phoenix sebab selama ini tidak pernah terjadi murid perguruan mendatangi istana seperti itu . Dan saat mereka sampai di depan pintu gerbang, ternyata para penjaga telah tahu kedatangan mereka. Dengan cepat mereka segera membukakan pintu gerbang untuk mereka . Dengan teratur mereka masuk kedalam Istana. Guru dan Dekan berjalan paling Depan, sedangkan Yulia memilih untuk berjalan paling belakang. Pada saat mereka telah sampai di aula pertemuan tempat jamuan di adakan, mereka dengan tertip . masuk ke dalam ruangan itu setelah Kasim memberi tahukan kedatangan mereka. Dan Ternyata Para mentri pembesar dan bangsawan Kerajaan Phoenix telah datang, banyak anak para bangsawan yang juga berada di Sana. Yulia dan kedua temannya memilih berjalan paling belakang. Mereka segera di antar oleh para Melayan menuju tempat yang memang sudah di sediakan . Yulia memilih duduk di Pojok ruangan paling belakang. yang jauh Dari tatapan orang di sekitarnya , bersama dua temannya. Namun saat mereka berkata .
"Yulia.. Kenapa kita duduk di sini..?" Tanya Linlin.
"Kau tidak suka...?" Tanya Yulia lembut.
"Bukan begitu...kita tidak bisa melihat Kaisar Ang Suyan secara jelas. dari jarak sejauh ini..' Ucap Linlin .
"Kalau begitu Duduklah di dekat Laliyun.. Masih Ada dua tempat duduk di sana. Aku akan mencari kesempatan untuk duduk di sana juga..." Ucap Yulia lembut.
"Benar kah Kau akan kesana juga..?" Tanya Yu Lan sambil menatap Yulia.
"Benar...pergilah..." Ucap Yulia sambil teryawa kecil. Mereka berdua segera berjalan ke tempat yang di tunjuk Yulia. Mereka segera duduk di sebelah gadis yang bernama Laliyun.
Sedangkan Yulia tetap berada di baris paling belakang sendiri. Dari tempat itu dia bisa melihat kesegala arah. Namun bagi mereka yang duduk di Depan dan menatap kearah sini mereka yang duduk di depan, tidak akan Muda melihat keberadaan nya. Entah kenapa saat dia masuk ke dalam Istana tadi. , perasaan berdebar tiba- tiba Dia rasakan . Seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Karena itulah Dia berusaha menutupi keberadaan nya. Tanpa Yulia sadari, tiga pasang mata sejak tadi menatap ke arahnya , semenjak Dia memasuki Istana. Pria tampan berbaju Kuning emas dengan lambang Naga di dadanya. Pria dengan Mahkota kecil di kepala itu. Terlihat Berbicara dengan dua Pria lain yang berbaju hijau dan ungu yang juga menatap kedatangan Yulia. Yulia yang memakai Topeng dan berjalan paling belakang Bukan tambah tidak terlihat, malah menjadi paling menonjol diantara murid yang datang.
"Kak...Kau mearasakan auranya...?" kata Pangeran Kedua yang memakai baju hijau.
"Benar kak...apakah Kau merasakan kembali aura dia...?" tanya Pangeran Ketiga.
"Sangat...sangat besar tekanan kekuatan aura Dia...dan...." tiba- tiba tatapan Kaisar Feng Lian terpaku pada wajah cantik yang tertutup topeng yang berjalan dengan santai di baris belakang para murid perguruan. gadis dengan baju putih dengan rambut di ikat jadi satu di aras kepala mungilnya, serta beberapa helai rambut yang lepas di atas telinganya dengan ikat kapal berbentuk Mahkota terlihat sangat imut, cantik dan anggun. tapi terpancat ketegasan di Setiap gerak dan langkah nya. Terlihat sedikit acuh dan dingin gadis itu begitu memukau di mata Kaisar Feng Lian. Dia terlihat tersenyum cerah .
"Ada apa kak...?" tanya Pangeran kedua saat menatap ketegangan sang kakak. namun Ada senyum di wajah tampannya .
"Dia benar- benar Ada di sini...." ucapnya pelan.
"Benarkah...?mana...? dimana dia...?" tanya Pangeran ke tiga dengan heboh .
"Kau lihat gadis terakhir yang memakai topeng...?" ucap Kaisar Feng.
seketika kedua Pangeran menatap pada barisan terakhir . dan mereka melihat seorang gadis berjalan dengan santai di belakang kedua teman wanitanya. sesekali kedua temannya menengok kearah gadis itu sambil Mengajak Berbicara. Kedua Pangeran itu tertegun melihat Yulia. Mereka terdiam tak bisa bicara.
"Ayo kita kembali kekamar kita, dan ikut rombongan Kaisar untuk menemui dia..." ucap sang Kakak menyadarkan mereka dari pesona Yulia.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
__ADS_1
Bersambung.
..