YULIA

YULIA
KOMPETISI ALKEMIA .


__ADS_3

"Kalian masuk dulu..." Ucap Yulia lembut sambil bergeser Sedikit agar sang Suami bisa masuk kedalam cela yang dia buat.


Kaisar Kim dan burung kecil hitam segera masuk kedalam pesona. Tak lama Yulia pun masuk juga. Setelah Yulia menarik kekuatan nya , Terlihat dengan mata telanjang, pesona yang memiliki cela , perlahan tertutup kembali seperti semula . bagai tak pernah terbuka . Dan perbuatanku Yulia tidak terdeteksi oleh para sesepuh istana Condor. perlahan mereka terbang menuju atap belakang istana Condor yang terlihat sepi dan agak gelap. hanya Ada cahaya bintang di angkasa yang mengurangi tempat itu . Namun keadaan yang agak gelap itu serta bulan yang tak muncul di langit menguntungkan bagi mereka . hingga membuat mereka leluasa dalam bergerak. Karena tak terlihat oleh penghuni istana yang lalu lalang di sekitar tempat itu. .


Yulia dan Kaisar Kim mengikuti Wangli yang terbang kearah atap istana . ,mereka mencoba melihat keadaan di dalam ruangan yang kemarin di datangi wangli melalui atap Istana. Namun saat mereka melihat kedalam ruangan melakui cela atap yang mereka buka. Terlihat banyak pengawal yang ada di sana. Dan mereka harus menunda rencana mereka , saat mereka melihat Raja Ran Ho Jin berada di tempat itu.


"Kita tidak bisa kesana Putri... Lihat itu, si brengsek Ada di sana.." Ucap Wangli dengan suara kesal.


"Sabarlah Wang...besok kita akan kembali lagi. Dan aku pastikan besok Keluargamu akan keluar dari sini..." Ucap Yulia pelan.


"Kalau begitu Ayo kita kembali. Kita sudah tahu tempat ya. Dan istriku sudah bisa Membuka pesona yang di pasang di sana." Ucap Kaisar Kim sambil membantu sang Istri bangun .


Akhirnya mereka segera pergi Dari tempat itu. Kini Yulia sudah bisa Membuka Pesona yang menutupi istana , tanpa Istana Condor menyadari nya. Mereka segera terbang kembali kepenginapan. Sesampainya di penginapan, Wangli segera Kembali ke Ruang Dimensi Sedangkan Yulia memilih beristirahat di dalam kamar penginapan bersama sang Suami. Tidur dalam pelukan sang suami , Membuat Kaisar Kim bahagia. Keesokan harinya, saat cahaya matahari mulai bersinar, Yulia bersama para temannya segera berangkat ke tempat para tabib ataupun Dokter melakukan kompetisi Alkemia. Dan ternyata Tempatnya Ada di alun- alun kota Istana Condor. Ketika sampai di sana mereka segera masuk kedalam tempat arena Komoetisi. Benar saja, ternyata banyak sekali peserta konpetisi. Kebamyakan dar merekamengikutiKompetisi secara berkelompok. Dalam satu Kelompok ada tiga orang. Dan hari ini ternyata mrtupakan penyaringan awal kompetisi. Para peserta di minta untuk mengumpulkan bahan untuk meramu obat yang sudah di tulis dalam kertas soal . Dan di meja terlihat banyak sekali daun tanaman obat yang hampir sama bentuk dan warnanya . jika tidak benar- benar tahu bentuk dan bahan itu. Bisa saja yang mereka ambil Adalah tumbuhan beracun. Yulia yang sejak awal hanya tenang saja mengikuti komoetisi itu, Kini terlihat berjalan manuju ketempat pengambil bahan ramuan obat. Denfan tenang dia menfambil bahan obat tanpa menelitinya seperti Peserta yang lain. Melihat itu banyak orang yang mebfanggao dia orang bodoh. Karena tingkah Yulia bagai orang yang Asal ambil saja. Setelah itu dia membawa baham yang dia ambil serta menaruhnya di atas meja tempat dia berdiri. dan tak lama Juri mulai melihat hasil yang mereka ambil. Dan saat juri mengumumkan hasilnya, ternyata Tylia mebdaoatkan Nilai seratus. Karwna semua bahan yanh Yulia kumpulkan benar semua . para Juri terkejut melihat Kenyataan itu. Setelah pengumuman nilai yang di dapat, para peserta maupun para penonton sangat kaget. Karena wanita yang mereka anggap tak mampu, malah sekarang nendapatkan nilai 100 . Melihat itu, mereka hanya bisa tercengang . dan tahap kedua Adalah Mengenal dan mengambil bahan taman yang akan mereka suling besok. Mtnglin Karena pada awal Yulia mendapatkam Nilai baik, mereka mengikuti apa yang di ambil Yulia. Malah Ada yang berani mengabil bahan yang sudah di pegang Yulia.Melihat Kejadian itu , akhirnya Yulia sadar kenapa mereka perbuat seperti itu. Dengan tersenyum Yulia mulai membuat taktik, dia mulai mengambil tanaman dengan ngawur namun tanpa setahu mereka , Yulia juga mengambil bahan yang benar. Setelah waktu telah berakhir, mereka Kembali duduk di tempat para peserta. Dan juri mulai menilai kembali. Dan saat juri pengumumkan hasil Dari seleksi kedua, kembali Yulia mendapat nilai sempurna. Sedangkan mereka yang melihat gerakan Yulia ataupun yang sengaja merebut secara terang- terangan bahan yang di ambil Yulia, tercengang akan hasil nya.Sebab mereka gagal dalam seleksi. Semua itu membuat mereka marah dan kesal para Yulia. Delekso pertama dan kedua sudah berakhir dengan cepat, Tak terasa hari telah berganti sore, akhirnya kompetisi di lankukan esok hari . Mereka pun segera kembali ke penginapan. Dan saat Yulia keluar bersama rombongannya, terlihat Beberapa Orang yang berbadan besar dan berwajah bengis menghadang jalan mereka.


"Ada apa...? Dan kalian Siapa..?" Tanya Yulia dengan tenang.


"Kau...Kau telah menipuku...!" Seru seorang Pria Muda yang berawah licik yang ada di antara mereka . Melihat pada wajah Pria itu, Yulia ingat Kalau Pria itu yang tadi Beberapa Kali merebut tunbuhan obat yang dia ambil.


"Oo..ternyata Kau... Ada apa..?" Tanya Yulia dingin namun Ada nada ejekan di sana . "Kau..Kau telah memipuku..!" Seru nya marah.


"Menipu dirimu...?kapan itu...?" Tanya Yulia dengan wajah polosnya .


"Kau.. dasar wanita jahat...kau sengaja mengambil barang yang salah kan...?" Ucapnya marah.


"Lo...memang itu salahku...Kau sendiri yang merebut dari tanganku... Apakah aku tadi bilang kalau bahan itu bahan yang di butuhkan...? tidak kan...? Kata Yulia dengan wajah tak bersalah.


"Brengsek....dasar wanita jahat , Pengawal.. tamgkap dan bunuh mereka semua...!" Serunya marah. Terlihat enam pria tinggi besar dengan otot terlihat kekar menakutkan segera maju ingin menyerang Yulia dan kawan- kawan. Mereka sekarang berada di luar alun- alun kota.


"Bun... Biar kan kami yang menghadapi mereka. itung- itung berlatih . Kami lama tidak mendapat kan teman berlatih..."ucap Wang Hai dengan tatapan tajam kearah mereka .


"Baiklah kalau itu mau kalian, tapi ingat jangam lama- lama..."ucap Yulia lembut .


"Baik Bunda..." Jawab Wang Hai kembali.


"Hey... anak kecil Pergilah kalian.. Kalau kalian ingin mati, jangan Khawatir...setelah kami membunuh Orang tuamu itu, kami akan membunuhmu juga...!" Seru salah satu dari mereka dengan wajah sombong.


"Paman .jangan meremehkan kami, sekarang maju saja kalian semua. Tak usah Ayah dan Bundaku, kami sudah cukup membereskan kalian..." ucap Wang Hai dengan wajah riang .


"Brengsek..simbong sekali kau bocah...baik akan kubunuh kalian lebih dahulu.. !" seru pria yang tadi Berbicara. Terlihat sekali Kemarahan di wajah kerasnya .


Dan tanpa banyak bicara lagi mereka segera menyerang Wang Hao dan Wang Hai secara bersama Terlihat pertarungan terjadi antara dua orang pria Muda yang memiliki wajah tampan , melawan enam pria besar dan kekar. kedua Putra Kembar Yulia terlihat dengan gerakan cepat mulai menyerang mereka . dan perkelahian enam melawan dua Terjadi di jalan menuju penginapan Yulia dan kawan- kawan. Ternyata gerakan Si kembar sekarang semakin lincah dan kuat, melihat itu Yulia tersenyum gembira .


"Mereka semakin kuat..." Gumam Yulia sambil tersenyum menatap kedua Putranya .


" Tentu saja.. Mereka giat berlatih. Karena mereka ingin mencari sang Bunda..." Ucap Kaisar Kim sambil menggenggam tangan sang Istri lembut. terlihat sinar kebanggaan di wajah dan tatapannya .


"Maaf kan aku...bukan maksud aku mengabaikan kalian..." Ucap Yulia penuh penyesalan .


"Kami tahu itu Sayang...jangan Khawatir..kami akan selalu mendukungmu..." Ucap Kaisar Kim. Yulia tetap melihat pertarungan sang Buah hati. Dan tak lama terlihat mereka para pengawal pria itu mulai terdesak . Dan tak lama Satu- persatu dapat di jatuhkan. Dan Beberapa waktu kemudian, mereka tumbang semua.


"Hebat....aku tak menyangka dua kepinajanku ternyata sangatlah hebat...!" seru Feng Lian sambil mendekati si kabar yang masih berdiri dengan gagah. sedanfjan musuhnya sudah terleoar jatuh , femgamuntahkan darah ataupun terluka parah .


"Melihat Feng Lian mendekat, mereka tersenyum.


"Trimakasih Paman..."jawab mereka serempak. lalu mereka menatap pria yang berani berkata Kasar para sang ibu.


"Apakah Kau sekarang yang akan melawan kami...?" Ejek Wang Hai sambil menatap para Pria itu.


"Brengsek... Dasar pengawal bodoh dan lemah . menjatuhkan dua anak bau kencur Saja tidak bisa..dan kalian semua... tunggu pembalasanku...." Seru pria Muda itu sambil menatap kesal pada Yulia dan kawan- kawan.


Dia segera pergi meninggalkan Yulia bersama para pengawal nya yang telah babak Belur di Hajar si kembar. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan mereka kembali ke penginapan.


Saat malam hari, Yulia , Kaisar Kim dan Wangli segera berangkat ke istana. Terlihat Ryu juga ikut. Sedangkan yang lainnya bersama di kembar di ruang Dimensi

__ADS_1


Ketika mereka sampai di atas atap istana bagian belakang , tempatnya di kamar paling belakang . mereka melihat mwlalui lubang di atap , kalau di bawa terlihat penjagaan di perbanyak. Perlahan Yulia mengambil sebuah kotak kecil. Tapi sebelum itu, Yulia memberikan pil pada Kaisar Kim.


"Minumlah Kim..." ucapnya lembut. dengan tenang sang Suami memasukkan pil kedalam Mulut nya . Setelah itu Yulia menatap para mahluk kontrak nya yang Ada di depannya.


"Wang...minum pil ini terlebih dahulu..." Ucap Yulia sambil memberi kan pil warna hijau Tua pada Wangli.


"Baik tuan..." Jawab Wangli dia lalu memakan pil yang di berikan Yulia. Tak lama Yulia mengambil kotak kecil dari dalam Cincin Ruangnya. Perlahan dia menaburkan bubuk putih kedalam ruangan yang Ada di bawah nya. Kaisar Kim Dan Wangli hanya bisa meperhatikan semua yang di lakukan Yulia. Tak berapa lama mereka bisa melihat Beberapa Pria Yang Ada di bawah, terlihat mulai menguap, lalu satu persatu mulai jatuh.


Setelah melihat semua terjatuh tak sadar kan diri, Yulia , Kaisar Kim dan Wangli segera masuk kedalam ruangan itu melalui jendela yang Ada di sana.


"Kita harus cepat masuk dan membawa mereka pergi..." Ucap Yulia.


Mereka segera berjalan kearah pintu jamar yang terlihat terkunci . Dengan kekuatan nya, Kaisar Kim Membuka kunci tanpa harus di rusak. Mereka segera masuk kedalam ruangan itu. Setelah berada di dalam kamar, Wangli yang sudah berubah menjadi manusia segera memutar meja Hingga ranjang tergeser. Kini terlihat tangga menuju kebawah . Yulia dan Kaisar Kim sempat tertegun melihat tanga tersebut. Namun keselamatan saudara Wangli menuntut mereka harus segera membawa mereka pergi. Karena itu mereka memutuskan segera masuk kedalam Ruangan itu.


"Heizi...jaga ruangan ini. Kalau Ada yang datang cepat beri tahu kami..." Ucap Yulia.


"Baik Yuyu..." Jawab Heizi yang langsung berubah Menjadi burung kecil kuning Kemarahan. Tapi dia tidak berjaga di sana, dia Terbang keluar. Dan hinggap di jendela yang Ada di ruang depan kamar itu. Sedang kan Yulia dan Kaisar Kim sudah mengikuti Wangli yang masuk kedalam ruangan bawah . dan saat mereka sampai di dalam ruang bawah tanah tepatnya di depan Ruang Sel yang di huni keluarga Wangli , terdengar seruan dari seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik . Dan ternyata Ibu Si Wangli . .


"Wangli...Kau kah itu nak...!" Seru wanita paruh baya tersebut dengan wajah tak percaya .


"Iya ibu...ini aku... " jawab Wangli dengan wajah bahagia .


"Nak...ternyata Kau masih hidup..." Ucap sang ibu sambil berjalan kearah wangli yang berada do balik jeruji. terlihat air Matanya mengalir dengan deras . dia mengusap kepala dam pipi Wangli penuh kasih. Begitu juga dengan anggota keluarga tang lain .


"Ibu...cerita nya nanti saja ya...sekarang kita harus segera keluar dari tempat ini..." Ucap Wanfli.


"Apakah bisa nak...?" Tanya sang Ayah yang tak bisa berkata Karena tak percaya dan keterkejutan jadi Satu saat melihat Putranya masih hidup . Sebab dia tahu apa yang terjadi saat itu. pria ini terluka sangat parah. saat menyelamatkan Cucunya dan juga Putra teman sang Kakak . Dia yakin kalau Putra kesayangannya ini pasti telah tiada .


"Pasti bisa ayah.. " jawab Wangli .


"Suru mereka meminum pil ini agar kekuatan mereka kembali. Tapi mereka akan tertidur..." Ucap Yulia.


"Baik tuan..." Jawab Wangli.


"Ada apa nak...?" Tanya sang Kakek.


"Agar kami bisa membawa kalian demgan mudah keluar dari sini. Sekarang telan pil ini, kalian akan tertidir untuk senentara . tapi percayalah pada Wangli..Wangli akan menyelamatkam kalian semua..." Ucap wangli dengan sungguh- sungguh. Terlihat mereka Sedikit tak percaya. Namun sang Kakek buyut segera mengambil satu pil dan langsung dia telan. Dia melakukan itu Karena dia yakin kalau dua orang yang bersama sang Cucu bukankah sembarang manusia. Dia sadar melihat kekuatan mereka sangat tinggi. kalau memang mereka mau mencelakai keluarganya, tak mungkin cucu kesayangan nya itu begitu percaya pada keduanya. Hingga membawa mereka kemari . melihat sang Kakek meminum pil itu, semua keluarga akhirnya mau meminum pil itu. Tak lama terlihat mereka mulai jatuh tertidur. Setelah melihat mereka tertidur, Kaisar Kim segera membuka pintu sel mereka. Dengan cepat Yulia segera memasukkan semua keluaega Wangli kedalam ruang Dimendinya .


"Selesai...Ayo kita pergi.." kata Yulia.


Dia segera membersihkan aura dan bau mereka dari tempat itu. Pintu Sel kembali di kunci seperti semula . Lalu mereka segera keluar Dari temoat itu. Seluruh tempat yang mereka lewati, Kaisar Kim membersihkan aura dan bau tubuh mereka. . Ketika sampai di luar kamar, keadaan di luar seperti semula , Seperti saat merek masuk


Tempat itu seperti tak pernah Ada Kejadian Yulia masuk, Kaisar Kim telah menghapus jejak dan bau mereka serta jejak bubuk racun yang Ada di udara. Setelah semua rapi seperri semula, mereka keluar dari tempat itu setelah memgunci kembali pintu kamar seperti semula . . Sekali lagi Yulia menaburkan bubuk lain dari atas atap istana. Bubuk itu tak berbau dan tak berwarna . Tak berapa lama terlihat semua penjaga perlahan. Bangun dari tidurnya. Mereka seperti tak sadar kalau mereka jatuh pingsan Karena bubuk Racun Yulia. Mereka sadar kembali Karena Penawar racun yang Yulia taburkan tadi. Mereka pun tidak sadar kalau orang - orang yang mereka jaga telah pergi dari tempat itu. Sedang kan Yulia , Kaisar Kim dam Wangli , Kini telah berada di luar istana. mereka telah berjalan kembali kepenginapan. Ketika sampai di penginapan, mereka segera masuk keruang Dimensi milik Yulia. Mereka melihat keadaan keluarga Wangli.


Ternyata mereka berada di halaman belakang menara . melihat itu, Yulia meminta Wanngli di Bantu Zizu dan Si kembar Bai dan juga Kedua Putra Yulia, untuk membuat tenda aagar keluarga Wangli memiliki Tempat tinggal . Setelah tenda terbentuk, Yulia membuat Arai yang bisa menutup keberadaan Ruang Dimensi miliknya .


"Maaf Wang...aku tidak bisa membiarkan mereka tahu kalau mereka berada di ruang Dimensi Ku..." Ucap Yulia pada Wangli.


"Tidak, tidak masalah tuan... Ini saja sudah membuat Wangli bersyukur..." Ucapnya bahagia.


"Ya sudah, Kau bisa menjaga mereka sampai mereka sadar. Lalu bawakan mereka buah- bahan. Tapi jangan sampai mereka keluar dari Arai yang Ku buat. Kekuatan mereka masih lemah.." Kata Yulia.


"Baik Tuan... "Jawab Wangli .


Yulia dan Kaisar Kim segera kembali ke menara untuk mandi dan ganti baju. Sesampainya di Menara, Yulia dan Kaisar Kim sengaja berendam di air jiwa sambil bermeditasi. Setelah kesehatan tubuh mereka mulai membaik ,Yulia dan Kaisar Kim segera keluar dari ruang Dimensi. Dan ternyata hari Telah pagi. Setelah berbena sebentar, Yulia dan kaisae Kim segera keluar dari kamar mereka. Ryu yang sudah melingkar di leher Yulia bersama Zizu yang Ada di Lengan Yulia. Membuat Yulia semakin yakin kalau hari ini pasti Ada jalan untuk merebut kembali Kerajaan Wangli . Ketika mereka keluar, terlihat Kelima Pria tampan yang lain sudah duduk menunggu di teras rumah sederhana itu.


"Kalau. Sudah siap...?" Kata Yulia sambil berjalan mendekati mereka bersama sang Suami.


"Kami juga baru saja berkumpul Lia'er..." Jawab Pangeran Feng Lian.


"Kalau begitu kita Cari makan dulu lalu pergi ke kompetisi..." Ucap Yulia .


Mereka setuju. Tak lama terlihat ketuju orang itu telah keluar dari penginapan itu. Sedang kan kedua orang penduduk Yang di selamat kan Wangli tidak pernah keluar dari penginapan itu. Setelah makan mereka segera menuju tempat kompetisi alkemia di selenggarakan. Ketika sampai di alun- alun kota , ternyata keadaan tempat kompetisi berada telah penuh dengan orang , baik itu manusia, atau jelmaan dari penduduk kota Istana Condor. Setelah duduk sebentar di Kursi yang sudah di sediakan mereka melihat kedatangan Raja Ran Ho Jin beserta rombongan , telah memasuki tempat itu bersama beberapa orang oaruh baya yang terlihat sangat kuat. Dan diantara mereka terlihat seorang pria Tua yang berjalan penuh wibawa. Hanya saja wajah nya terlihat pucat.

__ADS_1


"Dia Patyun Ayah Ran Ho Jin..." Ucap Wangli yang tiba- tiba sudah berada di pundak Yulia.


"Wang.. Kau keluar...?" kata Yulia kaget.


"Aku tidak tahan ingin segera menghajar manusia sialan itu.," jawab Wangli.


"Sabar Wang... Saat itu sebentar lagi datang.. Kita selesaikan kompetosi ini.Semoga kita mendapat kan hadiah kepingan emas . agar kita bisa membantu rakyat Kota Dingin .. " ucap Yulia dengan tenang. Terlihat para peserta berdiri menyambut mereka. Tak lama terdengar suara serempak,


"Salam sejahtera dan panjang Umur Raja Ran Ho Jin..." Ucap mereka bersamaan. Sedangkan Kelompok Yulia hanya menunduk tanpa mengucapkan apapun.


"Salam kalian aku terima, duduklah kembali...." Ucap Raja Ran Ho Jin .


Mereka segera duduk kembali.


"Semoga kita bisa merebut istana ini kembali tuan... Aku Sudah tidak tahan melihat tingkahnya yang Seolah tak bersalah . Rakyat terlalu percaya pada Dia..." ucap Wangli geram .


"Sabarlah Wang... tahan emosi mu..." ucap Yulia menenangkan .


"Baik tuan... Aku juga nanti ingin membantu saat tuanku menang dan memberikan uang itu pada penduduk kota dingin.." ucap Wangli dengan nada suara terlihat kembali tenang .


"Gimana keadaan keluargamu...?" Tanya Yulia lembut.


"Mereka baru saja siuman. Dan aku menyarankan mereka banyak Istirahat .


"Dengan Siapa mereka di Sana...?" Tanya Yulia.


"Tuan kecil dan Si kembar Bai bersama mereka..." Jawab Wangli.


Terlihat Raja Ran Ho Jin sedang Berbicara di depan sana. Dan ternyata pemenang pertama mendapatkan seribu keping emas.


Terdengar suara gembira Dari para peserta yang telah lolos dalam ujiqn penyaringan kemarin. Dan kini mereka menjadi peserta yang akan masuk ke ujian tahap ketiga.


Yaitu penyulingan atau pemurnian Pil ramuan. Tahap ini para peserta akan di bagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok per orangan dan perkelompok per regu .


Setelah Raja memberi tahukan tata Cara kompetisi. Akhirnya acarapun Di mulai. Saat pengambilan nomer peserta , Yulia mendapat kan nomer pada urutan gelombang kedua. Di mana dalam Setiap gelombang ada 15 orang . dan dalam Kelompok kedua ini hanya Ada tiga belas orang . gelombang pertama menghasilkan lima orang terbaik. Kini Yulia mulai melangkah kedepan untuk mengikuti ujian . Dan kini dia berada di baris kedua Karena nomer yang dia dapatkan Adalah nomer Delapan. Saat Yulia maju kedepan, terlihat wajah Raja Ran menatap Yulia dengan tatapan kekaguman. Dia melihat mulai dari Yulia melangkah ke atas tempat pengujian , sampai Yulia mulai memurnikan bahan ramuan yang Ada di depannya. Tatapan Pria itu tak pernah lepas dari Yulia. Kaisar Kim yang tak sengaja melihat tatapan Raja Ran Ho Jin pada sang Istri. Ingin rasanya menampar wajah yang berani menatap Pada sang Istri dengan tatapan seperti ingin menerkam Yulia. Namun demi rencana mereka untuk menolong Wangli, Kaisar Kim menahan kemarahannya .


Sedang kan orang yang menjadi Fokus Raja Ran Ho Jin, terlihat dengan tenang Mulai memasukkan Bahan -bahan Ramuan obat. Satu persatu tanaman obat mulai masuk kedalam tungku obat. Namun Yulia tak lupa mengontrol panas dari api Yang sedang membakar tungku obat. Para penonton maupun Tabib yang tahu Yulia mendapatkan poin terbaik pada kedua ujian kemarin , mereka juga ingin melihat hasil ujian ini. Apakah gadis itu akan mendapatkan nilai terbaik juga. Dan benar saja. Ketika para peserta sedang sibuk memasukkan bahan Ramuan pil kedalam tungku obat yang Ada di depan mereka, tiba - tiba terdengar dentuman pelan suara pil yang menghantam dinding tungku obat. Dan tak lama terlihat Yulia Membuka tutup tungku obat. Harum herbal mwlayang di udara saat tutup tungku obat di buka. Terlihat sepuluh pil ramuan penyerap Qi tingkat tiga yang berwarna hijau Tua Melayang di udara . Memang saat ini tantangan yang harus di lakukan para peserta Adalah memurnikan pil ramuan penyerap Qi tingkat kedua. Namun Yulia malah memurnikan pil ramuan penyerap Qi level tiga. Tentu saja semua orang tertegun. Apalagi dia lebih awal menyelesaikan pil itu.


"Gila...apakah itu pil ramuan penyerap Qi telah selesai dia buat...!" seru salah Satu penonton.


"Dan dia melakukannya dengan cepat ..." Jawab yang lain.


"Kau tahu saat aku melihat ketenangan nya dan Cara Dia memasukkan bahan obat, aku tidak percaya Kalau dia bisa melakukan penyulingan atau memurnikam bahan obat. Tapi semua itu salah...dengan tenang dia melakukan penyulingan . dan kini kita bisa melihat hasil nya. . sedang kan peserta yang lain masih memasukkan bahan pil ramuan, tapi dia malah sudah selesai..Dia itu bukan hanya pintar, tapiJenius sejati..." Kata pria yang lain.


"Benar...aku fikir dia memang Jenius sejati..." Kata pria pertama. Dan banyak lagi ucapan yang memuji Yulia. Namun sang wanita yang menjadi bahan pembicaraan , terlihat dengan tenang memasukkan pil yang dia hasilkan kedalam kotak putih, lalu berjalan kearah para dewan juri untuk memberikan pil ramuan yang dia buat.


Dengan perasaan bergetar, para Juri yaitu sesepuh Istana Condor dan guru besar Kerajaan Condor memeriksa pil ramuan yang di hasilkan Yulia. Mata mereka melotot tak percaya, saat terlihat tiga guratan putih dengan sangat jelas di pil hijau terang di depan mereka.


"I...ini...pil ini merupakan pil penyerap Qi level tiga puncak kan...!" Seru salah satu Juri.


"Maaf tuan... Seharusnya pil ramuan level dua yang aku hasilkan, tapi yang kudapatkan pil ramuan level tiga..." Ucap Yulia dengan wajah bersalah.


Mendengar ucapan Yulia, semua orang pun tahu. Mana mungkin itu kesalahan pada pil ramuan. Tidak Muda membuat pil ramuan penyerap Qi level tiga.


"sudah tidak masalah.. Dengan pil yang Kau hasilkan ini, Kau akan langsung mengikuti seleksi babak final selanjutnya..." Ucap Sang Juri.


. "Trimakasih Tuan...kalau Begitu Saya akan Kembali ketempat duduk saya..." Ucap Yulia.


"Pergilah.." Jawab Pria di depan Yulia.


Yulia menunggu peserta yang lain menyelesaikan pil milik mereka. Saat waktu yang di Tentu kan hampir berakhir, terlihat beberapa orang mulai menyelesaikan tugas nya. Namun banyak juga yang gagal.


Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. Maaf jika akhir - akhir ini author sering telat up date, Ada Sedikit kesibukan yang harus author kerja kan .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2