YULIA

YULIA
SI KECIL HEIZI.


__ADS_3

Dan pada hari yang keseluluh. Mereka bisa melihat kalau yang berada di udara bukan hanya wanita dan burung Phoenix saja yang Ada . Tapi Mereka melihat lebih dari sepuluh benda melayang di udara. Ada anak kecil , beberapa pria Dewasa dan juga dua wanita Muda. Tentu saja , Karena sekarang semua mahluk kontrak Yulia mulai membantu Heizi dalam menerima kesengsaraan petir secara bersama. Ada Yulia, Heizi, Ryu, Zizu, Wangli , Duo Bai. Lilian, Dolly, kijang emas. Bei Zi (Si kecil lambang Perguruan) , Tauzi ( Ginseng ). Mereka semua melayang di udara. Dan tak lama terlihat mereka mulai mendapatkan sambaran petir secara bergantian atau bersama- sama. Mereka yang melihat dari Perguruan maupun Istana tertegun melihat semua itu. sejak pagi mereka sudah menunggu saat- saat Yulia dan burung besar itu menerima sambaran petir kesengsaraan. tapi saat mereka mulai melihat cuaca telah berubah mendung, mereka sudah mulai bersiap penonton Yulia dan burung besar itu di sambar petir. tapi mereka tidak menyangka kalau mereka akan melihat, Bukan Yulia saja di sana , Tapi lebih Dari satu orang dan hewan yang berada di Atas tanah langit. tanah langit Adalah tanah yang di sucikan oleh rakyat dan Kaisar. mereka kini seperti melihat tontonan yang tidak akan pernah mereka lihat kembali kapanpun itu.


Semua orang memandang kearah petir kesengsaraan. Banyak Pasang mata yang ngeri melihat semua itu. Namun mereka heran, Siapa mereka itu, dan kenapa banyak sekali yang menerima petir kesengsaraan. Kaisar yang berdiri bersama Dekan terlihat menatap Yulia dengan. Tatapan kagum sekaligus Heran juga haru.


"Dasar wanita nakal....demi menolong Putraku. Demi kebahagiaan Putraku, Dia rela Menderita seperti itu..." Ucap Kaisar dengan lembut. Mendengar ucapan Kaisar, Dekan Kaget.


"Maksud yang Mulia semua yang di lakukan Yulia atas perintah yang Mulia...?" Tanya Dekan dengan Wajah kaget.


"Benar... Aku meminta dia untuk merubah Putra Mahkota menjadi manusia. Karena aku yakin dia tidak bisa..." Ucap Kaisar.


"Dan anda Kalah... Dengan adanya petir kesengsaraan sebilan puluh sembilan itu, menunjukkan kalau sebentar lagi Putra Mahkota akan menjadi manusia...!" Ucap Dekan Yan So dengan wajah tetap menatap kearah Kelompok Yulia yang sedang menerima sambaran petir kesengsaraan.


"Tapi aku heran..Dari mana mahluk di sekitar Yulia itu.. Apakah semua mahluk kontrak gadis itu.. Dasar anak nakal...benar- benar serakah Dia , tapi Ide Dari mana Dia... sambaran petir kesengsaraan yang berjumlah 99 itu dia bagikan kesemua orang , hingga tidak membahayakan nyawa Putraku...?" Ucap Kaisar Lagi.


" Benar sekali yang Mulia... Itu Ide yang sangat pintar. Jika semua di terima Putra Mahkota. Belum Tentu Putra Mahkota kuat menerima nya. Jadi dia membagikan pada semua hewan kontraknya. Apaaa..se.. Semua hewan kontrak Yulia..ya Dewa..sekuat apa gadis itu....!" Seru Dekan tak percaya. Dia kaget menyadari ucapannya sendiri . Mereka menatap pada tempat Yulia dan kelomloknya. Dan tanpa sadar salah Satu petir menyambar wajah Yulia. Tapi tidak Menjadi masalah.. Karena sambaran petir langsung diambil kekuatannya oleh api emas di dalam tubuh Yulia. Membuat Yulia kini tak terluka saat Petir menyambar . Kejadiam itu dudah Yulia rasakan sejak kemaren . Kenaren Dia tidak terluka lagi walau kembali terkena sambaran petir . namun sambaran itu membuat topeng Yulia terlepas . Hingga semua orang bisa melihat wajah cantik Yulia Yang tiada duanya. Semua orang ternganga tak percaya. Mereka tak percaya melihat semua itu. Ternyata di balik Topeng Perak itu, tersimpan wajah yang teramat cantik milik Yulia.


"Ya Dewa...apakah Dia manusia...betapa Cantiknya dia...Dia bagai bidadari yang tak pernah kita temui . Seumur hidupku aku tidak pernah melihat kecantikan manusia seperti Dia..." Ucap salah Satu murid yang tersadar lebih dulu Dari pezona Yulia. Para Pria sampai Ada yang keluar darah Dari lubang hidungnya.


"Ya Ampun...ternyata Yulia selama ini sengaja menyembunyikam kecantikannya...!" Seru Linlin yang Ada dianyara para murid yang sedang melihat Kejadian itu.


"Benar...Aku kira wajahnya terluka, tapi ternyata wajahnya sangat Mulus...bagaimana bisa wajah decantik itu dia sembunyikan..." Ucap Yu Lan.


"Baru sekarang aku melihat wanita cantik tapi kecantikannya dia sembunyikan..." Ucap seorang gadis. Dan banyak lagi ucapan dari Beberapa orang yang memiji Yulia . dari sekian banyak yang memuji, tapi masih juga Ada yang sirik.


"Cih.. Ke cantikan seperti itu saja di hebohkan. aku aja yang cantik nggak heboh tu.." Ucap salah Satu gadis yang merada iri melihat kecanyikan Yulia dan tatapan kagum para Pria saat melihat Yulia .


"Kau cantik...?ha ha ha..apa di Rumahmu nggak Ada kaca? Dasar orang Gila....Kau di bandingkan kuku Yulia saja tidak Ada apa- APA ya.." Ucap pria yang berdiri di sebelahnya dengan kesal.


Sedang kan Yulia dan Kelompok nya sedang menerima petir kesengsaraan. Dan tak lama terlihat mereka telah menerima semua. Namun seperti nya Heizi kurang Satu lagi menerima kesengsaraan petir, Hingga Dia belum bisa berubah . sedangkan yang Lain , Ada yang mengalami terobosan, Ada yang berubah menjadi manusia. Seperti si kembar Bai. Namun ternyata Heizi masih belum bisa berubah . Melihat itu, Yulia binging dan cemas . apa lagi Dia melihat Kalau awan hitam akan segera pergi


"Kak bagaiaman ini ...Heizi Seperti nya masih butuh satu petir lagi..." Ucap Yulia pada Ryu.


"Hanya ada Satu cara.. Kau mendatangi tempat Tainlai...." ucap Ryu .


"Mendatamgi Tempat Tianlai ...dan mintalah petir inti . Petir inti berwarna Biru.." ucap Ryu .


"Tempat Tianlai...? Di mana itu..?" tanya Yulia.


"Di atas Sana...di awan Paling gelap , Dia Ada di sana..." jawab Ryu .


"Lalu Apa yang akan aku lakukan...mana mungkin petir kesengsaraan mau memberiku petir lagi ...apalagi petir Biru...bukankah itu petir untuk benda langkah dan Kuno.." ucap Yulia.


"Aku menfengar kalau Tianlai suka pada sari buah...Konon katanya dia bisa meminum berbotol - botol endapan air buah. Bukankah di ruang Dimensi kau memiki sari buah yang kau buat untuk si kembar . coba saja kau berikan padanya. Mumgkin dia mau memberi satu petir biru untuk Heizi..." Ucap Ryu.


"Ha ha ha...yang benar saja kak...mana ada Tianlai minum Endaoan Buah.." Ucap Yulia.


"Tapi katanya itu Suatu kebenaran..lebih baik Kau mencoba nya.mm..." jawab Ryu .


"Kau tahu dari mana masalah itu....?" tanya Yulia lagi .


."Aku dulu pernah mendengar seseorang mengatakannya padaku..." Ucap Ryu lagi.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu..." Ucap Yulia. Dia segera terbang keatas kearah tumpulan awan hitam di langit.


Semua orang bisa melihat Yulia Terbang keatas kearah awan hitam Yang akan pergi. Ketika sampai di sana, dia melihat seorang anak kecil berpakaian putih sedang memegang cahaya Bitu. Cahaya biru terlihat ingin lepas dari tangannya . Yulia mendekati dan mengambil cahaya biru yang berada di tangan anak kecil itu. Tentu saja Pria kecil itu kaget dengan perbuatan Yulia.


"Kau..Siapa Kau .?.kenapa Kau bisa berada di sini...!" serunya marah.


"Kenapa Kau bermain- main...bukankah tugamu belum selesai..." KataYulia datar.


"Hey...Siapa bilang.....tugasku sudah selesai. Aku sudah menggunakan 99 petir kesengsaraan..." Ucap pria kecil itu.


"Tidak...lihat ini masih Ada Satu petir Biru di tanganmu kan..?" Kata Yulia.


"Itu milikku..." serunya dengan nada marah .


Seperti nya Yulia tidak bisa memaksa si menjaga petir Tianlai untuk memberi petir Biru pada Heizi.


"Aku punya sesuatu untuk mu. Jika Kau mau memberikan satu petir Biru untuk sahabatku, aku akan memberikan Beberapa botol untukmu..." Ucap Yulia.


"Cih...Kau mau menyogokku..." Ucap Tianlai sinis. Yulia tak perdulu. Dia lalu mengambil botol jus buah yang selalu dia simpan di Cincin Ruangnya untuk si kembar . Dan dengan sengaja dia Membuka tutup botol. Saat tutup botol terbuka, harum jus buah menyebar di sekitar mereka. Terlihat mahluk kecil itu mengendus harum buah dari botol yang di buka Yulia.


"Apa itu...!" Serunya namun seperti nya Dia masih malu mengakui kalau dia menginginkannya .


"Jus buah..." Ucap Yulia dengan tenang. Dia berbuat Seolah ingin meminum jus itu.


"Eee..mau Kau apakan botol itu...!" Serunya ketakutan, namun tak lama dia kembali tenang . .


"Tentu saja akan Ku minum..." Ucap Yulia dengan tenang.

__ADS_1


"Kau ....Kau itu tidak sopan... Ada orang lain Kau tidak menawarkan jus itu ..." Ucapnya kesal. Yulia berpura-pura mencari orang yang di maksudmu pria kecil itu


"Tidak Ada orang... Mana orangnya..?' Kata Yulia lagi.


"Hey...Kau buta ya... Tentu saja itu aku..!" serunya marah .


"Oo..maksudmu Kau mau jus ini..?" Goda Yulia. Terlihat dia cemberut melihat reaksi Yulia .


"Baiklah aku akan memberikan jus ini Padamu...." Yulia lalu mengulurkan jus buah itu pada Tianlai. Dengan cepat Pria kecil itu mengambil dan langsung meminumnya. Dan jus buah milik Yulia mulai membasahi kerongkongannya, Dia merasakan rasa manis dan....."apa ini...kenapa aku merasakan kehangatan mengalir di tubuh ku ..AAA... ternyata Sari buah ini mengandung Kekuatan Qi... Dan aku merasakan kesegaran pada tubuhku...." serunya dalam hati . Jus yang Yulia berikan memang Berasal dari buah di dalam Ruang Dimensi nya . dan Dia menggunakan air Kehidupan untuk menghaluskan buah itu . terlihat matanya membola kaget. Lalu terlihat dia mengerjap- ngerjapkan matanya. Tak lama Dia berkata.


"Apakah Kau masih punya yang lain...?" Ucapnya dengan Malu - malu.


"Tentu..aku masih mempunyai banyak benda seperti itu..kenapa Kau mau...?" Tanya Yulia.


"Mau, mau , mau...aku mau...aku tidak pernah merasakan jus buah se enak ini.." Ucapnya gembira .


"Akan aku berikan banyak kalau Kau mau memberi Satu petir Biru pada sahabatku, dan akan kutambah lagi , tapi dengan syarat petir Biru ini untukku..." Ucap Yulia .


"Tapi itu petir mainanku. Tidak Ada lagi petir selerti itu..." Ucapnya dengan wajah sedih . "Kau bisa mencari lagi. Kau pilih petir ini atau sari buah...Bukankah Kau banyak memiliki petir..." Ucap Yulia Merayu . Terlihat dia berfikir . tak lama dia berkata .


"Baiklah..tapi ingat Kau jangan sembarangan memakai nya. Karena petir itu sangat kuat..." Ucapnya.


"Baik...aku tidak akan memakai nya dengan sembarangan ..." Ucap Yulia.


Dan ternyata di petir kecil seperti nya menyukai Yulia. Terlihat dia bermain di telapak tangan Yulia.


"Hey..dia menyukaimu...kalau begitu biar dia ikut dengan mu...dasar penghianat..." Ucapnya kesal. Yulia menahan tawa melihat Sikap Tianlai .


Akhirnya Yulia Mengeluarkan berpuluh botol jus buah milik sang Putra untuk di berikan pada di Tianlai.


"Ini jus buahnya. Ingat Kau harus memberikan satu lagi Petir Biru untuk sahabatku..." Ucap Yulia.


"Iya, iya.sudah sana pergi. Ingat nama Dia Lai kecil..." Ucap Tianlai mengusir Yulia. Sebab Dia sudah tak tahan ingin menghabiskan jus yang membuatnya dia ketagihan .


"Baiklah aku pergi...trimakasih untuk pemberiannya..." Ucap Yulia sambil terbang kembali ke Bumi. Dan saat dia sampai di tempat Heizi, terlihat sekali lagi petir menyambar burung besar itu. Petir Biru ternyata lebih kuat dari petir biasa walau tekanannya lebih besar .


Duuaaa...


Terdengar suara keras menggelegar di angkasa. Melihat itu Yulia tersenyum Senang. Dan tak lama terlihat cahaya terang menyinari tempat itu. Yulia melihat Heizi terbungkus cahaya putih terang . Dan Tak berapa lama cahaya memudar . terlihat seorang anak kecil seumuran Anak tiga atau empat tahun memakai baju kuning keemasan berdiri Melayang di udara. Pria kecil tampanitu terlihat sangat imut menggemaskan. dedangkan awan hitam terlihat mulai pergi dari tempat itu.


"Yuyuuuu......" Seruan menggemaskan keluar dari mulut Pria kecil itu.. Dan dia langsung terbang kearah Yulia.


"Yuyu...aku sudah berubah...lihat, lihat Yuyu... apakah aku tampan...? apakah aku terlihat imut...?" serunya gembira. Dia langsung memeluk Yulia dengan wajah gembira tapi juga sambil menangis. Melihat itu Yulia tertawa gembira.


"Ibu...apakah ibu tidak ingin memuji kami juga..." Sebuah suara membuat Yulia mencari nya.


Dan saat dia melihat kearah suara yang datang. Terlihat dua pria remaja tampan memakai Baju putih dan rambut panjang putih di ikat ekor kuda dengan ikat rambut Dari emas berbentuk Mahkota . Mrreka sudah berdiri di sebelah Yulia .


"Kalian..." Tanya Yulia kaget .


"Ibu.. kami si kembar Bai , Ibu..." Ucap Mereka dengan airmata mengalir.


"Hey...jangan menangis sayang....kemarilah... kalian anak- Anak ibu tidak boleh menangis.. Ayo kemarilah peluk ibu..." Ucap Yulia. Merekapun segera memeluk Yulia yang masih memeluk Heizi. Melihat kejadian itu semua yang menatap kearah Mereka ikut Terharu . Ryu pun ikut teraru , Dia segera mendekati mereka .


" Ayo kita turun..." Ucapnya pelan. Mereka sadar dan langsung turun kebawa di ikuti semua mahluk kontrak Yulia.


Setelah sampai di bawah mereka langsung masuk kedalam Istana. Ternyata semua mengalami trobosan, Dan Dolly ternyata seorang Pria gagah dan tampan. Namun setelah itu , Dia kembali menjadi bola berbulu kembal ,. Yulia kembali memberikan Pil ramuan penyerap Qi level empat untuk menyembuhkan luka akibat tamparan petir kesengsaraan serta membawa mereka masuk kembali ke ruang Dimensi. Setelah mandi dengan air Jiwa, Yulia membawa Heizi bersama Ryu kembali ke Alam Nyata. Untuk bertemu dengan Kaisar Ang Suyan . Mereka pasti sudah di tunggu Kaisar Ang Suyan di Istananya.


"Kalian semua bermeditasilah untuk menyegarkam dan memulihkan tubuh dan kekuatan kalian .Aku akanmembawa Heizi menemui Kaisar . Setelah ini kita akan Segera kembali ke Kerajaan Taiyung..." Ucap Yulia.


"Baik pergilah..." jawab mereka serempak .


"Baik..Ayo pergi..." Jawab Heizi .


Mereka segera kembali kedalam Istana kecil di tanah langit. Yulia segera membawa Heizi kembali ke istana Kaisar Ang Suyan. Yulia yang menyadari kalau wajahmya telah terlihat banyak orang, akhirnya memutuskan tidak memakai kembali Topeng di wajahnya. Di perjalanan menuju Istana, Yulia bertemu dengan Pangeran Feng Lian.


"Lia'er...Kau sudah berhasil..?" Ucapnya dengan Wajah gembira.


"Yang Mulia...Kau Ada di sini...?" Ucap Yulia kaget.


"Bukankah Kakak berkata akan memunggumu..." Jawab Pangeran Feng Lian dengan tenang .


"Kakak tidak kembali ke Kerajaan Feng...?" tanya Yulia sambil menatap Pria tampan di depan nya.


"Sudah... " jawabnya.


"Lalu kenapa masih Ada di sini...?" Tanya Yulia heran .


"Bukankah aku sudah berkata kalau aku akan tetap menjaga mu..." Ucap Pangeran Feng Lian lembut.

__ADS_1


"Kak...bukankah aku sudah berkata, kalau Kehidupan kakak Adalah milik Kakak...aku menolong mu saat itu dengan iklas kak...aku tidak meminta pengorbamam kakak seperti ini... Hidup kakak Adalah milik kakak..." Ucap Yulia prihatin. Bagaiaman dia bisa meyakinkan Pria didepannya agar mengerti ucapannya.


"Iya aku tahu...tapi tolong kakak. Tolong kakak agar melaksanakan sumpah Kakak. Apalah artinya seorang Pria jika tidak menepati janji dan simpahnya Dek...jangan jadikan kakak seorang pengecut.." Ucap Pria itu dengan wajah sedih. Yulia menatap wajah tampan di depan nya dengan perasaan sedih. Bagaiaman bisa pria seperti ini Setia dengan simpah dan janji nya.


"Apakah kakak tidak akan sakit hati saat melihat aku bersama Suamiku...?" Ucap Yulia lemah. Dia tahu maksud Janji dari Kaisar Feng Lian .


"Jujur...mungkin aku akan sakit hati, tapi Kakak akan berusaha memcintaimu sebagai adik kakak sendiri..." Ucap Pangeran Feng Lian lembut.


"Inilah yang Yulia takuti... kau akan tersiksa melihat Yulia bahagia dengan Suami Yulia..." Ucap Yulia.


"Tidak, tidak.. Kakak akan bahagia jika Kau bahagia. Anggap saja kakak seperti pengawal pribadimu, Kakakmu atau mahluk kontrak mu..." Ucapnya lembut. Yulia terdiam menatap pria tampan di depannya. setelah agak lama terdiam, akhirnya Yulia berkata .


"Baiklah kalau itu sudah menjadi tekadmu. Apakah Kakak sudah berpamitam pada Ayah dan Ibu kakak...?" Ucap Yulia yang sudah pasrah melihat tekad Feng Lian.


"Sudah...aku juga sudah menyerah kan kekuasaan Kerajaan pada Ayah kembali ..'" jawab Feng Lian lagi.


"Ya sudah..Kakak boleh ikut, tapi ingat kakak tadi bilang kalau hidup Kakak untuk Yulia. Kalau nanti Ada apapun, kakak marah , atau sakit hati pada Yulia, Kakak harus bilang pada Yulia. Dan satu lagi, jika nanti Kakak mencintai seseorang, Kakak harus bilang Pada Yulia. Dan ingat...ini wajib...Kakak harus mencari wanita yang benar- benar kakak sayangi..." Ucap Yulia dengan menatap Pria di depannya dengan wajah kesal. Melihat Sikap Yulia, Ada perasaan hangat dalam hati Pangeran Feng Lian.


"Baik kakak akan melakukan semua yang di katakan Lia'er..." Ucap Feng Lian sambil tersenyum.


"Yuyu...apakah Kaisar Feng Lian akan ikut kita Ke Kerajaan Taiyung..?" ucap Heizi .


"Benar...dia sekarang akan ikut Kita..." Ucap Yulia.


"Tunggu...Kau bilang Kerajaan Taiyung...?kita mau pergi ke Kerajaan Taiyung..?"Tanya Feng Lian.


"Benar..memang Kenapa kak...?" Tanya Yulia.


"Apakah Kau berasal dari Kerajaan Taiyung...?" Tanya Feng Lian lagi.


"Ayah , ibu, putra kembarku, dan Suamiku tinggal di sana...".jawab Yulia.


"Kalau begitu kau rakyat Kerajaan Taiyung kan..?apakah Putra Suci Kim They Yung sudah menjadi Kaisar...?" Tanya Pangeran Feng Lian dengan wajah gembira.


"Belum.. Kau mengenal Dia...?" Tanya Yulia.


"Dia sahabatku... Kami bagai saudara kembar. Saat dulu kami sepergiruan di mana Ada Dia, di di sana aku berada. Sampai- sampai orang memanggil kami sebagai saudara kembar beda wajah..." Jawab Pangeram Feng Lian.


Mendengar ucapan Pangeran Feng Lian, Yulia dan Heizi saling tatap. Yulia bingung apakah dia harus berkata kalau sahabatnya itu Adalah Suami nya .


"Tentu saja kami mengenal beliau, bukankah Dia calon pemimpin kami..." Ucap Yulia.


"Lia'er...aku semakin ingin cepat sampai di Kerajaan Taiyung..." Ucap Pangeran Feng Lian.


"Baiklah ayo pergi ke istana..." Ajak Yulia . Mereka segera berjalan menuju Istana . Ketika sampai di halaman istana, ternyata masih banyak orang yang berada di halaman istana . Saat mereka melihat kedatangan Yulia, mereka menatap wajah cantik yang berjalan bersama seorang anak kecil yang kini sudah berada di gendong Pangeran Feng Lian. Sebenarnya Heizi tidak mau. namun kaki kecil nya terlalu lama melangkah. Dan Dia baru belajar berjakan menggunakan Kaki kecil itu. Jadi Heizi cepat merasakan lelah. Dengan terpaksa, Dia mau di gendong Pangeran Feng Lian. Mereka segera masuk kedalam Ruang pertemuan setelah Kasim Kaisar melapor kan kedatangam mereka. Ketika mereka masuk kedalam ruangan, terlihat para mentri dan pejabat Kerajaan sudah berada di dalam ruangan . begitu juga dengan Guru Dan Dekan perguruan. Mereka menatap kedatangan ketiga orang itu. Dan ternyata Kaisar Ang Suyan telah menunggu kedatangan mereka bersama Ratu An Chi. Terlihat dua orang penguasa Kerajaan Phoenix itu berdiri saat mereka bertiga masuk.


"Salam sejahtera Yang Mulia Kaisar Ang Suyan, salam sejahtera Ratu An Chi . Semoga kebahagiaan selalu bersama yang Mulia berdua..." Ucap Yulia dan Pangeran Feng Lian bersama.


"Salam kalian aku terima, bangunlah.." Ucap Kaisar . setelah berdiri Heizi minta di gendong Yulia.


"Nona Yulia boleh kami menggendong Putra kami..? Tanya Kaisar sambil menatap Heizi .


'"Tidak aku tidak mau...Kau telah tega menyakiti Yuyu...!" Seru Heizi sambil memeluk erat Yulia . Dia malah menaruh kepala nya di pundak Yulia. Terlihat kekecewaan di wajah Kaisar Ang Suyan . apalagi Ratu An Chi yang sejak tadi menatap pada Heizi.


"Heizi...Kau menyayangi Yuyu...?" Tanya Yulia lembut.


"Tentu Saja....'jawab Heizi sambil mengangkat kepala nya Dari pundak Yulia Dan Menatap mata Yulia.


"Kalau begitu dengarkan Yuyu... Heizi... Mereka berdua Adalah kedua Orang tuamu. Karena merekalah Kau terlahir di Dunia ini.. kau tidak akan bisa hadir di Dunia ini kalau tidak Ada mereka . Dan kita tidak akan bertemu. Jadi mereka juga wajib Heizi hormati ..." Ucap Yulia lembut. Terlihat mata bulat milik Heizi menatap Yulia dengan. Sendu. '


"Sekarang Heizi juga harus menyayangi mereka...?" Kata Yulia lagi.


"Tapi Mereka jahat....terutama KaisarTua itu..dia mau memisahkan kita..." Ucapnya kesal.


"Bukankah tugas kita telah selesai.Hmm..." Ucap Yulia. Terlihat Heizi terdiam . tak lama dia berkata .


"Baiklah Heizi mengerti..." Jawab Pria kecil imut itu dengan wajah menggemaskan.


"Sekarang beri salam mereka dan peluk mereka. Heizi mau kan...?" Bujuk Yulia lembut. Semua orang melihat Interaksi mereka berdua dengan wajah tak percaya. Yulia yang merupakan Tuan dari burung Phoenix membujuk anak kecil itu dengan penuh kasih sayang. Bukan hanya kepalsuan saja.


"Baiklah...Heizi akan melakukan nya..." Ucap Pria kecil itu sambil turun dari gendongan Yulia. Dia berjalan perlahan menuju Kaisar dan Ratu An Chi.


"Salam Ayah .. Ibu..." Ucapnya lalu membungkukkan badan nya. Melihat itu, Ratu segera turun dari Singgasana nya dan berjalan cepat kearah Heizi.


"Bangun sayang..." Ucap Ratu sambil membungkuk dan mengambil Heizi lalu memeluk tubuh gembul itu. Terlihat Ratu menangis sambil memeluk Heizi. Sang Kaisar pun segera berjalan juga mendekati mereka , lalu memeluk mereka berdua . Keharuan terasa di tempat itu. Yulia kembali merasakan kerinduan dia pada kedua Putranya .


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


.


__ADS_2