YULIA

YULIA
PEMURNIAN OBAT .


__ADS_3

"Bagi Siapapun yang bisa menyembuhkan tuan muda kami, akan ada hadiah yang akan anda dapatkan , siapapun yang bisa mengetahui dan menyembuhkan penyakit tuan muda kami. Dia akan mendapatkan lencana Khusus yang bisa membawa dia pergi kemanapun di alam Tianli. Dan dia bisa masuk perguruan Nomer satu di Alam Tianli . kapanpun dia pergi..." ucap tabib Nan Bo Tan dengan wajah serius. Mendengar ucapan tabib Nan Bo Tan, terdengar suara gaduh dari para murid ataupun guru. Mereka seperti tak percaya Mendengar ucapan tabib paruh baya itu.


"Apakah benar semua yang di katakan tabib Nan Bo Tan...?" tanya salah satu guru.


"Tidak ada kata bohong dalam janji kami.." ucapnya serius. kembali terdengar kegaduhan di alun- alun . Banyak para Murid yang ingin mendapatkan hadiah yang istimewa itu.


Namun Yulia terlihat tenang saja. seperti tidak berkeinginan dengan hadiah itu. dan semua itu tidak luput dari tatapan pria tampan di atas sana.


"Kenapa wanita itu tidak memiliki reaksi sendiri mendengar hadiah dari tabib Nan Bo Tan..." batin Pria itu heran.


"Yulia...apakah kau tidak ingin pergi ke alam Tianli..." tanya Linglai salah satu Murid Alkemia .


"Tidak terlalu, tapi jika aku bisa membawa si kembar, mungkin aku berminat juga..." ucap Yulia.


"Hey...siapa tahu kau bisa membawa mereka dan ikut masuk kedalam perguruan yang akan kau pilih..." ucap Linglai memberi semangat.


"Jika Benar seperti itu , itu menguntungkan buatku, tapi pasti jika aku mendapat ijin dari suamiku juga..." ucap Yulia sambil tertawa . membuat keduanya tertawa pelan bersama.


Kegaduhan terhenti saat seorang guru Alkemia dari perguruan Bintang berseru dengan keras .


"Aku tahu penyakit yang di derita tuan Muda Yang....!" ucapnya dengan nyaring yang membuat semua orang menatap kearahnya.


"Benarkah apa yang anda ucapkan tuan... sepertinya anda dari Perguruan Bintang...?" ucap tuan Nan Bo Tan.


"Benar tabib ...perkenalkan namaku Sok Ba. Aku merupakan guru Alkwmia di perguruan Bintang..." ucapnya percaya diri.


"Anda tahu penyakit Tuan Muda kami...?" tanya tuan Nan Bo Tan dengan wajah berharap.


"Kalau tidak Salah tebak , Sepertinya Yang Mulia mengalami penyakit peradangan usus. Penyakit itu memang sangat menyakitkan..." lalu dia memberikan beberapa bahan obat yang akan membuat sang Tuan Muda segera sembuh dari penyakitnya. Namun sebuah suara membuat semua orang menatap pada asal suara.


"Berhati-harilah dalam menebak penyakit. Sebab penyakit bukan hanya di tebak, tapi fi periksa . Apalagi memberikan obat. Apakah anda yakin kalau Tuan Muda menderita penyakit itu ..." ucap suara itu. Terlihat wanita yang memiliki wajah begitu cantik sedang berbicara dengan santainya. Melihat ucapan dan sikap wanita itu, terlihat tuan Sok Ba menatap Yulia dengan Wajah marah.


"Dasar gadis kecil sombong...jaga sopan santunmu nona.. Kau meragukan aku yang merupakan guru Kedokteran di Perguruan Bintang...!" serunya dengan marah.


"Aku tidak meragukan pengetahuan tuan Soba. Tapi setahu saya orang yang menderita penyakit peradangan usus , Dia memiliki Ruam di Tubuhnya...." Dan Yulia mengatakan semua Ciri orang yang mengalami penyakit radang usus. setelah itu dia menatap Tuan Soba dengan cuek.


"Jika anda meragukan omongan saya, anda bisa Melihat di dalam buku pengobatan . dan sekarang Anda bisa melihat atau memeriksa keadaan Tuan muda lebih dekat lagi, apakah dia benar memiliki penyakit peradangan usus atau bukan . dan jika salah, tentu tuan memberi ramuan yang tidak cocok dengan. penyakit tuan muda . dan jika ramuan yang anda katakan tadi anda berikan pada Tuan Muda , apakah tuan menjamin keselamatan nyawa tuan Muda Yang Zi ....?" ucap Yulia dengan wajah tenang. ucapan Yulia membuat orang yang mendengar kaget bukan main, banyak orang yang membenarkan ucapan Yulia. namun tuan Sok Bamerasa malu. dia berseru dengan marah.


"Lancang sekali mulutmu anak muda... Kau fikir aku ingin membunuh tuan Muda ..Kau Terlihat sangat sombong sekali gadis muda... Kau berani mengomentariku, apakah kau tahu penyakit tuan muda Yang Zi...?" ucap tuan Sok Ba Sinis.


"Tentu saja...aku berani berucap karena aku juga tahu penyakit tuan muda..." jawab Yulia marah dan kesal. Mana ada seorang Dokter yang menentukan sakit seseorang hanya dengan melihat dari jauh.


"Cih sok tahu. Kau tadi menyangkal Diaknosaku, lalu kalau kau tahu penyakit apa yang ada di tubuh tuan Muda Yang , Coba kau katakan..." ucap tuan Sok ba dengan wajah semakin marah


. "Baik akan aku katakan. .. tapi sebelum aku menebak penyakit tuan Muda, saya mau bertanya . Maaf Tuan Muda... Apakah anda merasakan pentakit anda akan mengalami sakit pada puncaknya saat pertengahan bulan...? Dan anda akan merasakan kefinginan yang teramat sangat...?" Tanya Yulia. Terlihat alis di wajah tuan Muda Yang Zi Mengeryit.


"Hmm..." terlihat kepalanya mengangguk .


"Dan hari- hari anda selalu mengalami mimpi buruk , dan terkadang anda akan mengalami hayalan yang sering membuat anda kebingungan ..?* tanya Yulia lagi.


"Kenapa kau tahu semua yang aku alami..." terdengar suara Yang dingin tapi lembut bagai irama lagu keluar dari mulut pria itu. Dan terlibat senyuman samar di wajah tampannya.


"Karena itu pengaruh racun yang ada di tubuh anda..." ucap Yulia..


"Racun...!" seru mereka yang lain bersamaan.


"Tuan muda menderita keracunan...?' seru seorang praktisi .


"Mana mungkin....mana ada orang terkena Racun bertahan sampai lama...!" ucap guru dari Perguruan Bintang yang madih kesal pada Yulia .


'Apa benar tuan Muda terkena racun Nona..?" tanya tuam Nan Bo Tan tak percaya.


"Benar...dan maaf Tuan Yang Zi...apakah sekarang anda sering mengalami halusinasi pada waktu- waktu tertentu...?" tanya Yulia lagi.


"Benar sekali...mala akhir- akhir ini aku lebih sering mengalaminya...memang racun apa yang ada di tubuhku ini....?" ucap Tuan Yang Zi . sekarang dia menegakkan badannya dan menghadap Yulia yang berada Di bawah podium dan sedang menatap kearahnya .

__ADS_1


"Anda terkena racun bunga salju Putih . Racun dingin ini memang sangat sulit di sembuhkan . tapi saya merasa kalau masih ada racun lain di tubuh Anda...boleh saya melihat denyut nadi anda...?" ucap Yulia dengan tenang .


"Tentu saja... Aku ingin kau meneriksaku... Kemarilah..." ucap tuan Yang Zi dengan suara lembut. Perlahan Yulia naik keatas mimbar . Dan dia segera memeriksa denyut nadi Tuan Yang Zi . tak berapa lama, terlihat dia sudah selesai memeriksa tuan Yang Zi. Dia terlihat mengeluarkan alat tulis dari cincin ruangnya. Tak lama terlihat dia mulai membuat catatan di atas kertas , beberapa saat kemudian terlihat dia memberikan kertas itu pada tuan Nan Bo Tan.


"Siapkan semua yang saya tulis, biarkan saya memurnikannya. Dalam tiga hari aku akan mendapatkan pil ramuan untuk Tuan Yang Si. Tapi semua itu kalau tuan Yang Zi percaya padaku...." ucap Yulia sambil memberikan catatan bahan obat yang harus tuan Nan Bo Tan siapkan.


"Aku percaya padamu... Tuan Nan Bo Tan.. Siapkan semua bahan yang dia perlukan, dan dia boleh memurnikan obat itu di tempat kita..." ucap si tampan dengan penuh keyakinan. Mendengar ucapan tuan Muda Yang Xi, membuat semua orang terdiam.


"Baik tuan Muda..." ucap Tuan Nan Bo Tan .


"Kalau begitu kita pergi sekarang..." ucapnya sambil menatap Yulia.


"Saya akan ke tempat tuan setelah semua yang saya catat sudah tersedia..." jawab Yulia dengan mimik tenang .


"Kau ikut saja tak sampai sepembakaran dupa, semua yang kau butuhkan pasti sudah tersedia. Dan aku juga ingin menanyakan soal penyakit ini padamu..." ucap Pria itu sambil menatap Yulia. Yulia terdiam sesat , Lalu dia berkata .


"Baik saya akan ikut dengan anda , tapi biarkan saya berpamitan pada guru saya..." ucap Yulia .


"Tidak usah Nak... Guru Do Dan Guru Wen sudah tahu, dan aku akan ikut bersamamu..." tiba- tiba guru Yun sudah berada di dekat Yulia. '


"Guru Yun...." ucap Yulia saat melihat sang guru sudah berada di dekatnya.


"Jadi Dia muridmu Yun..?" ucap Tabib Nan Bo Tan dengan wajah heran. sebab tabib Nan Bo Tan tahu , Guru Yun tidak pernah mengambil murid walaupun. dia memiliki perguruan. semua Murid hanya di tangani kedua adiknya.


"Benar...dia Muridku..." ucap Guru Yun.


"Sejak kapan kau memiliki seorang Murid...?" tanya Guru Nan Bo Tan yang kini berjalan turun dari mimbar bersama tuan Muda Yang Zi, Yulia dan Guru Yun. Setelah dia memberikan acara kembali pada guru lain, untuk melanjutkan acara pemilihan tabib Ahli. Namun mereka sudah tahu kalau pemenang pertandingan itu pasti ada di tangan Yulia , kalau penyembuhannya berhasil. Dan hadiah istimewa menjadi Murid di salah satu perguruan yang terkenal di Alam Tianli pasti akan Menjadi miliknya.


Sedangkan Yulia dan Guru Yun mengikuti kedua orang itu pergi kesekte Cakram Emas . Dan saat sampai di sana, Yulia langsung di bawa ke ruang Pengobatan bersama tuan Muda Yang Zi . Ketika mereka telah ada di dalam, terlihat tuan muda Yang Zi menatap Yulia beberapa saat.


"Maaf...apakah aku masih Bisa di tolong...?" tanya tuan Yang dengan wajah masih menatap Yulia. Bagaimana bisa wajah ini membuat aku berdebar..." ucap Tuan Yang Zi dalam hati dengan Wajah keheranan. Memang ia akui Kecantikan Yulia sangat beda dengan kecantikan pada Wanita - wanita yang selalu mengejarnya di Alam Tianli. Bukan hanya kecantikannya , Sikap Dan pembawaan gadis ini sangat misterius namun sangat menenangkan Jiwa.


"Keyakinan seorang pasien sangat di butuhkan dalam pengobatan. Sebab dengan keyakinan itu membuat sugesri pada Pasien hingga mendorong keinginan untuk sembuh. Jadi tanamkan pada diri anda kalau anda pasti sembuh.dan itu akan kita lihat dalam tiga hari lagi. Semoga keinginan Tuan Muda terkabulkan..." ucap Yulia dengan wajah teman. Melihat hitam mata Yulia dan Sikapnya yang tenang membuat debar di hati Tuan Yang Zi semakin Kuat.


"Maaf...bukan setitik, tapi harapan setinggi gunung...harapan itu akan membuat kekuatan pada tuan Muda..." ralat Yulia lembut. Terlibat senyum tipis di bibir merah Yulia. Melihat senyuman itu, tuan Muda Yang Zi terlihat bengong dan heng seketika. Sedangkan Yulia sendiri , Melihat wajah tuan Yang Zi yang bengong menatap dia, membuat Yulia kesal. Namun keadaan yang sunyi seketika hilang saat ada ketukan di pintu kamar tuan muda Yang Zi .


"Tuan Muda Yang Zi...ini bahan yang Di butuhkan tabib muda..." ucap suara dari luar pintu.


"Maaf aku akan mengambilnya..." ucap Yulia menghilangkan kecanggungan . . Entah kenapa , Yang Zi tidak melihat kegugupan atau salah tingkah dari wanita muda di depannya. Ketenangan rasa percaya diri terlihat di wajah cantik itu. Mata yang hitam bagai kedalam samudra terlihat sangat tenang menatap orang lain. Dan gerak tubuh yang terlihat normal dan tenang. Menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Wanita yang hanya memakai pakaian sederhana dan hanya ada kalung dari emas dengan hiasan kepala naga, terlihat melingkar dengan manis di leher jenjangnya.


Wanita muda ini dengan Semua kesederhanaan membuat siapapun yang melihat akan terpikat seketika. Terlihat dia berjalan kearah pintu dengan cepat. Dan saat pintu terbuka, terlihat dua murid perguruan membawa kotak yang berisi bahan ramuan yang di butuhkan Yulia.


Dengan Tenang gadis itu membawa kotak yang berisi bahan obat ke dalam ruangan dan menaruhnya di atas meja. , terlihat dia memeriksa dengan tenang bahan yang ada di dalam kotak . Dia memila - mila bahan ramuan menjadi beberapa bagian. Setelah itu dia menatap pada Tuan Muda Yang Zi yang sejak tadi menatap padanya . .


"Maaf tuan Muda...tungku mana yang harus saya pakai... Kalau bisa hamba minta tungku yang lebih kuat. Karena dalam memurnikan bahan ini , kondensasi yang di alami sangat tinggi. Jika kuali pemurnian tidak kuat, maka sia- sia pemurnian yang kita lakukan...karena kuali akan meledak karena tidak kuat. " ucap Yulia panjang kali lebar.


"Baik...kau bisa memakai tungku yang ada di atas meja itu..." Ucapnya sambil menunjuk pada tungku obat yang terlihat sebesar dua kepalan tangan orang dewasa. Yulia tersenyum melihat benda itu. Perlahan dia berjalan mengambil benda itu dan membawanya kedekat meja yang penuh dengan bahan obat.


"Maaf saya akan memurnikan bahan- bahan ini. Jadi bisakah anda meninggalkan saya sendiri. Sebab saya membutuhkan konsentrasi yang tinggi ....jadi anda bisa kembali kemari dua atau tiga hari lagi..." ucap Yulia dengan.Wajah tenang.


"'Baik aku akan pergi dan dua hari lagi aku akan kembali lagi.." ucap Tuan muda Yang Zi.


"Trimakasih dan untuk sementara menahan sakit yang akan anda derita selama dua hari ini, anda bisa meminum pil ini setiap sore..." ucap Yulia sambil memberikan botol giok kecil yang berisi dua pil. Dengan wajah heran, tuan Muda Yang Zi segera mengambil botol kecil itu. Dan saat dia melihat Isi botol itu, dia terkejut saat melihat pil yang ada dibdalamnya .


"Pil Yudan Di...!" serunya tak percaya.


Pil Yudan Di adalah pil penguat mental level enam yang berwarna kuning cerah itu. Sangat sulit di temukan. Jangankan di Dinasti ini, di alam Tianli sendiri sangat sulit mendapatkan pil ini. Karena kesulitan dalam pemurnian pil ini sangat tinggali .


"Iya itu Pil Yudan Di. Pil itu akan mengurangi rasa sakit yang akan anda derita..." ucap Yulia.


Terlibat tuan Muda Yang Zi menatap Yulia dengan pandangan rumit . bagaimana bisa wanita muda ini memiliki begitu banyak kejutan..." ucapnya dalam hati.


"Ya sudah aku keluar. dua atau tiga hari lagi aku akan mengetuk pintu kamar ini..." ucap Tuan Muda Yang Zi . Dia segera keluar dari kamar itu.


"Maaf tolong tutup pintunya sekalian tuan...!" seru Yulia.

__ADS_1


Mendengar seruan Yulia. tuan Muda Yang Zi terdiam sejenak. Tak lama terlihat senyuman di bibir dinginnya.


"Dasar wanita nakal...baru sekarang ada orang yang berani menyuruhku..." ucapnya dalam hati. Perlahan dia menarik pintu kamar dan menutupnya dengan rapat . Yulia tersenyum saat menatap pria itu keluar.


"Lia'er...berani sekali kau menyuruh pria dingin itu. Aku yakin Selama ini tidak akan ada yang berani menyuruhnya . dan sekarang kau dengan berani meminta dia menutup pintu..." ucap Dolly.


"Memang ku sengaja...Bukankah aku sedang membuatkan pil penyembuh untuk dia..." jawab Yulia.


"Memang selama itu kau akan memurnikan pil itu Tuan... ?" tanya Dolly .


"tidak juga... Mungkin besok malam pil itu sudah berada di tangan kita..." jawab Yulia .


"Lalu kenapa kau meminta tiga hari untuk memurnikan pil itu...?" tanya Ryu.


"Aku hanya ingin berendam dan bermeditasi di ruang Dimensi. Aku ingin mengembalikan kekuatanku. Aku yakin aku akan membutuhkan kekuatan yang cukup banyak dalam memurnikan pil ini ..." ucap Yulia .


"Ayo kita mulai memurnikan pil ini..." ucap Yulia.


Dia lalu mulai menyuntikkan kekuatan kedalam kuali atau tungku obat. Dan tak lama kuali obat mulai membesar seukuran kuali obat biasanya. Setelah itu Yulia mulai mengeluarkan api dari telapak tangannya. Lalu menghidupkan Api di bawa tungku. Terlihat bara api biru mulai membakar tungku obat.


Setelah kuali obat mulai memanas, Yulia mulai masukkan sebagian bahan obat kedalam kuali obat. Ternyata proses pencairan bahan obat yang sedang dia murnikan, membutuhkan waktu lama dalam beleburan obat. Tidak seperti ramuan biasa yang sering Yulia Lakukan. Karena pemurnian pil ramuan dalam level sembilan puncak ini. Tidak sama pemurniannya seperti pil ramuan pada level delapan kebawah . beberapa hari yang lalu, Yulia sudah mencoba pil Faidan yang ada di level sembilan tengah saja, Dia mengalami kegagalan hingga dua kali . dan sekarang dia harus memurnikan pil ramuan di level sembilan puncak . Karena itu Dia harus benar - benar melakukannya dengan ekstra hati- hati.


Dan saat tengah malam ,Terdengar gemericik cairan ramuan yang mulai mencair. Namun belum sempurna. Sambil menunggu , Yulia mulai mengambil bahan kedua . hampir satu jam kemudian, dia melihat kalau cairan ramuan itu mencair sempurna. Dia mulai memasukkan ramuan kedua. Dan itu juga memerlukan waktu lama untuk menyatu . ternyata memurnikan ramuan ini membutuhkan kekuatan yang banyak. Yulia merasakan kekuatannya semakin menurun. Cepat- cepat dia mengambil beberapa pil di dalam cincin ruangnya.dan langsung dia masukkan kedalam mulutnya. Kini dia merasakan kekuatan kembali pada tubuhnya. Dia lalu kembali mengontrol kekuatan api di tungku kuali obat. Jika sampai kekuatan api terganggu oleh kekuatannya, maka sia- sia waktu dan bahan yang dia murnikan saat ini. dan semua akan terbuang cuma- cuma .


Dan saat pagi mulai datang, Yulia tak perduli itu. Dia tetap melakukan pemurnian obat untuk tuan Muda Yang. Ternyata untuk mencampur ramuan pertama dan ramuan kedua sangatlah lama. Yulia meminta Dolly untuk mengambilkan buah Naga yang ada di dalam ruang Dimensi nya. Dan saat hari semakin siang. Barulah Yulia memasukkan ramuan ketiga bersama buah Naga. Buah bulat merah sebesar telor ayam itu langsung mencair dan menyatu dalam ramuan. Hampir dua jam kemudian, terlihat gompalan ramuan halus sebesar telur Ayam. Yulia segera menutup kembali tutup Tungku atau kuali obat. Terlihat senyum cerah di wajah pucatnya. Dia kembali mengambil beberapa pil dari ruang Dimensi nya. Setelah itu Dia menstabilkan kekuatannya kembali. Kini Yulia tinggal menyempurnakan pil itu. Tapi disinilah bagian yang paling tersulit. Yulia mulai memperkuat kekuatannya. Api terlihat membesar sedikit . api biru terlihat mulai membungkus tungku obat dengan kuat. Cukup lama Yulia melakukannya. Dan


Ding...


Ding...


Ding....


Terdengar suara benturan pil dengan dinding kuali obat . Tak berapa lama Yulia membuka tutup kuali . saat tutup di buka, tercium harum ramuan obat dari dalan tungku obat. Terlihat tiga pil ramuan berwarna merah tua melayang keluar dari tungku obat. Namun tiba- tiba pil ramuan itu Seolah akan lari menjauh . Dengan cepat yulia menangkap dengan kekuatannya dan Menaruh dalam botol giok yang sudah di siapkan ..Aroma pil itu keluar dari dalam ruang pengobatan menyebar keluar hingga keluar pintu. Beberapa orang yang sedang duduk di depan ruang pengobatan menunggui Yulia , terkejut saat mencium harum segar dari ruang pengobatan. Dan harum itu membuat kekuatan di dalam tubuh mereka bertambah.


"Dia...dia telah menyempurnakan ramuan itu..seru Guru Yun yang sedang duduk bersama tabib Nan Bo Tan.


"Harum sekali ramuan ini...ya Dewa... muridmu sangat berbakat Yun...!" seru Tabib Nan Bo Tan.


"Tentu saja..." ucap Guru Yun bangga.


"Bagaimana bisa kau mendapatkan murid secerdas ini. Aku iri padamu Yun..." ucap tabib Nan Bo Tan dengan wajah iri .


"Jangan iri dengan keberuntungan orang lain..." ucap Guru Yu . tak lama terlibat pintu ruang obat terbuka. Terlihat Yulia keluar dari kamar itu.


"Yulia..." ucap Guru Yun.


"Obat sudah jadi guru... Tapi aku akan melakukan pengobatan pada Tuan Muda besok saja. Sebab aku ingin memulihkan kekuatanku dulu..." ucap Yulia yang terlihat kuyuh dan pucat. Sekarang hari hampir pagi . melihat ini Guru Yun dan Tabib Nan Bo Tan serempak menganggukkan kepalanya. Yulia pun segera masuk kembali dan menutup serta mengunci pintu ruang pengobatan. Setelah itu, Dia segera masuk kedalam ruang Dimensi dengan membawa pil ramuan tadi . Di dalam Ruang Dimensi, Yulia segera berendam dan bermeditasi di dalam bak mandi. Namun saat dia melihat Dentiannya dia sangat kaget. Luapan energi melimpah di sana. Dan cahaya api merah keemasan kini bercampur biru tua.terlihat sangat cerah.


"Aneh...kenapa aku malah merasa akan mengalami terobosan... Bukankah keadaanku sedang kelelahan... Apakah karena aku berada di level sembilan puncak dalam pengobatan, maka kekuatanku juga bertambah... " batin Yulia . Melihat itu, Yulia segera bermeditasi menyerap kekuatan di sekitarnya. Untunglah dia berada di ruang Dimensi nya yang memang sangat berlimpah kekuatan Qi nya. Dan benar saja


Bom..


Bom...


Yulia merasakan kekuatan berlimpah di dalam dentiannya menyebar keseluruhan tubuh nya . perasaan hangat meresap kedalam daging dan tulangnya . Dan tak lama terlihat tiga bintang di atas dentiannya . bintang ketiga cahaya nya tidak terlalu terang .


."Akhirnya aku berada di rana Bumi level tiga awal..." ucap Yulia perlahan.


Yulia seger memasukkan seluruh tubuhnya kedalam air yang ada didalam bak mandi dan bertahan sebentar di sana.. Dan Saat dia keluar dari bak mandi. perasaan segar kuat terasa di dalam tubuhnya . Yulia segera keluar dari kamar mandi setelah selesai berganti pakaian . Ketika ada di dalam perpustakaan kembali, Terlihat para sahabat hewan kontraknya sudah menunggu dengan wajah gembira.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa like. Vote dan komennya aku tunggu. Maaf jika masih ada salah ketik 🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2