
"Aku ingin menantang Yulia ...." ucapnya Dingin .
"Yulia...? Oo Baiklah...Nona Yulia silahkan kedepan..." ucap Pembawa acara.
Yulia pun segera maju kedepan . dan menatap Wanita di depannya. terlihat sekali kebencian di matanya saat menatap Yulia.
tatapqnnya Sinis dan menghina, Seolah Yulia sampah yang enggak terlihat di matanya .
"Kenapa lagi dengan wanita ini...sepertinya dia sangat benci dan dendam padaku... perasaan aku tidak pernah bertemu dengan dia selain di saat Turnamen ini...lalu kenapa dia begitu marah dan benci padaku...?" batin Yulia heran .
"Tunggu... Apakah ini masalahnya sama dengan peserta wanita kemarin..?Bukankah wanita kemarin menuduhku ingin menggoda Kaisar Kim." batin Yulia lagi .
"Kenapa kau diam...apakah kau takut...?" ucap Wanita itu dengan nada menghina.
"Takut...?kalau aku takut untuk apa aku datang kesini Nona..." jawab Yulia Dingin.
"Aku tahu niatku yang sesungguhnya... wanita model sepertimu ini, selain ingin menggoda pria-pria bangsawan apalagi yang kau cari... dasar wanita murahan. Mendengar ucapan Wanita itu. terlihat senyum dingin di wajah Yulia.
"Ternyata derajat dan keagungan seorang bangsawan bisa rusak oleh mulut berbisa sepertimu Nona... bukanya tutur kata dan sikap seseorang pencerminkan wagak dari orang itu. Mana bisa seorang bangsawan seperti anda bisa berkata sekasar itu Nona.." ucap Yulia dingin. Mendengar ucapan Yulia, terlihat wanita itu memerah mukanya. Begitu juga dengan sang Ayah yang ada di tribun utama.
""Jaga ucapanmu Brengsek... Jangan berkata sesukamu...Kau berkata seolah kau yang paling benar... " ucap Gadis itu dengan marah .
"Aku tidak merasa seperti itu..." jawab Yulia enteng .
Putri Nanggo menatap Yulia dengan Tatapan kebencian dan permusuhan.
"Jangam karena Kau bisa mengalahkan temanku kau menjadi sombong... Kau terlalu dini untuk bangga..." ucap Putri Nanggo sambil menatap Yulia penuh kebencian.
"Aku rasa aku tidak bersikap seperti yang kau tuduhkan... Dan aku rasa jika aku bangga karena menang itu bukan masalah kan.. ? Dan aku rasa aku baru bertatap muka denganmu hari ini , tapi aku merasa kau sepertinya begitu membenciku.. Apa karena aku telah mengalahkan sahabatmu..? Atau karena hal lain...?" kata Yulia terusterang. Mendengar ucapan Yulia, Putri Nanggo semakin marah pada Yulia.
"Benci atau tidak, semua itu bukan urusanmu. Tapi aku paling membenci orang yang sok polos dan tak tahu malu sepertimu...." ucapnya Sinis.
" Polos dan tak tahu malu..?tunggu... kenapa aku merasa kau sedang cemburu padaku, dan apa tadi kau bilang...? Aku telah mengalahkan temanmu..? Ya ampuun... apakah kau teman dari wanita yang aku kalahkan kemarin...? Dan kau juga salah satu penggemar yang Mulia Kaisar Kim...?"ucap Yulia dengan wajah kaget . Tentu saja mendengar ucapan Yulia wanita itu terlihat kaget, dan tak lama terlihat wajahnya memerah .
"Tutup mulutmu... Dasar wanita ja***g... jangan sembarangan kau bicara...!" serunya marah.
"Oo..aku sembarangan...? Lalu kenapa kau begitu marah dan benci padaku hanya karena temanmu kalah dariku....?Bukankah kalah dan menang dalam satu turnamen sudah sewajaran ya...?" ucap Yulia dengan tenang.
"Brengsek..dasar wanita Ja***g..trimalah kematianmu...!" serunya marah. Dia langsung menyerang Yulia dengan pedang di tangan dan dengan wajah merah karena marah. Namun dengan tenang Yulia menerima serangan Putri Nanggo yang terlihat sangat murka. Melihat serangan Putri Nanggo semakin ganas, Yulia mengambil cambuk petir dari cincin ruangnya. Terlihat cambuk perak itu telah berada di tangan Yulia. Kekuatan Putri Nanggo memang bagus, namun karena terbawa emosi, hingga dia tak bisa mengontrol emosi dan gerakannya. Dan akhirnya ada cela yang membuat Yulia bisa menghantam pedang yang terarah kepadamu. Hingga pegang patah jadi dua . Putri Nanggo terlihat hanya tinggal memegang gagang pedang saja . melihat itu, Terlihat wajah Putri Nanggo sangat marah dan malu.
"Kaauuu...!" serunya marah sambil melempar gagang pedang yang patah kebawa arena.
"Maaf.. Aku fikir kau tidak membutuhkan benda itu lagi....?" kata Yulia dengan wajah seolah bersalah.
"Brengsek kau.. . kau sengaja melakukannya Kan...?" ucap Gadis itu dengan marah.
"Itu... Itu aku tidak sengaja.. Yaa...lalu bagaiaman...? Apakah kau akan menyerah saja ...?" kata Yulia dengan wajah polos yang di buat . membuat ketiga sahabat dan sang Kakak menahan tawa.
"Kak Yao Han... kak Yulia bisa konyol seperti itu..?" tanya Yura dengan wajah keheranan.
"Dia bisa lebih konyol dari itu Yura..." ucap Yao Han sambil tertawa pelan. Sedangkan kedua Putra kembar Yulia, terlihat terkekeh menatap tingkah sang Ibu.
"Brengsek...jangan bermimpi...hanya karena kau bisa mematahkan pedangku , kau fikir aku akan menyerah. Sekarang trimalah kematianmu... Aku tidak sungkan lagi untuk membunuh manusia licik sepertimu...!" seru Putri Nanggo marah.
"Licik...? Aku licik...?dari mana kau melihat tingkahku yang licik...semua orang melihat pertarungan kita. Selain terlihat kau yang terlalu marah padaku,tidak ada perbuatan licik yang aku lakukan, lalu perbuatanku yang mana yang bisa di katakan licik...?" ucap Yulia sambil terkekeh.
"Dasar manusia rendahan.. Lihat saja apa yang akan terjadi padamu...jangan menyesalinya..." ucap Wanita itu dengan marah. Tak lama terdengardia memanggil suatu nama. Dan tak lama, Terlihat beruang hitam tiba- tiba berada di sisihnya. Beruang yang tinginya lebih dari dua meter itu, teihat sangat besar dan menakutkan. Taringnya terlihat dengan jelas di moncong mulutnya. Beruang itu meraung dengan keras. Sambil menatap Yulia. Namun tiba- tiba dia menunduk ketakutan, dan terdiam . Melihat itu Yulia hanya bisa tertawa. Dia tahu kenapa beruang itu ketakutan. Si beruang bukan takut padanya, tapi takut pada hewan yang ada di lehernya.
"Zangsa...bunuh Dia...!" teriak Putri Nanggo. Namun beruang itu bukannya menyerang Yulia, tapi Beruang itu mala mundur ketakutan, dan tak lama dia hilang . Melihat semua itu, para penonton kaget bukan main, mereka heran, mengapa beruang terlihat sangat takut pada Yulia. Melihat semua itu baik Kaisar Kim Maupun ketiga guru dan para guru Perguruan Guang Dan keheranan .
"Lo kenapa mahluk kontrak Putri Nanggo ketakutan...?" ucap Guru Yang.
__ADS_1
"Benar... Hewan itu sampai pergi dari si pemilik...bukankah seharusnya binatang itu akan melawan musuh dari sang pemilik apapun yang terjadi . Tapi Dia lari seperti ketakutan terhadap mahluk yang lebih mulia dari Dia..." ucap Guru Yun.
"Sebesar apa kekuatan yang dia miliki, hingga hewan seperti beruang tahap keempat bisa lari dari arena..." ucap Guru Di.
Sedangkan Kasar Kim terlihat tersenyum lembur sambil menatap Yulia . Dan tanpa sengaja dia melihat benda yang ada di leher Yulia. Dia semakin mempertajam penglihatannya.
"Ternyata benda itu bukan kalung...ha ha ha ...aku tak pernah menyangka kalau benda di leher wanita ini adalah seekor hewan Kontrak. ..." batin Kaisar Kim .
Senyumnya kini berubah menjadi tawa kecil. Sedangkan di arena, terlihat Putri Nanggo kaget dan tak lama menjadi kesal .
"Kauu... " serunya tak bisa bicara. Denga. amarah dan penuh nafsu Putri Nanggo menyerang Yulia dengan kekuatannya. kini hanya kekuatan sendiri yang dapat dia lakukan, Pedang di tangan telah di hancurkan, Mahluk Kontrak telah lari. dan Kini dengan mengumpulkan kekuatan di tangannya dia menyerang Yulia. Seberkas kekuatan angin datang dengan kuat kearah Yulia. Namun dengan sikap tenang Yulia membalas serangan Putri Nanggo. Terdengar ledakan di udara saat kekuatan mereka bertemu. terlihat Putri Nanggo mundur tiga langkah saat kekuatan mereka beradu . Sedangkan Yulia tetap berdiri tegak. Tak lama Putri Nanggo memuntahkan darah segar. Setelah mengusap darah di mulutnya , Putri Nanggo berkata.
"Jangan merasa kau menang, kita lihat apa yang Akan aku lakukan padamu...!" serunya marah. Tiba- tiba dia mengeluarkan Pil berwarna hitam dam langsung memasukkan kedalam mulutnya. Tak berapa lama terlihat dengan kasat mata, kekuatan Putri Nanggo meningkat. Namun terlihat ada aura gelap di tubuhnya.
"Hati-hati Lia'er...dia meminum pil penambah kekuatan.." ucap Ryu memberi peringatan.
" Pil penambah kekuatan...? Bukankah efek dari pil itu akan merusak tubuh si pengguna ..." ucap Yulia kaget.
"Dan Dia telah melakukannya..." jawab Ryu . Begitu juga Kaisar dan Tiga guru utama, mereka kaget melihat perbuatan Putri Nanggo. Pil itu akan membuat si peminum memiliki kekuatan lebih , dalam waktu singkat. Namun jika si pemakai tidak bisa menggunakannya dengan benar, maka kerugian akan dia alami. Waktu kekuatan itu hanya bisa bertahan selama satu jam. Dan setelah itu si pengguna akan jatuh dalam keadaan Vegetativ. Atau tak bisa berbuat apapun . Di atas Tribun terlibat Kasar mengepalkan tangannya dengan erat. Dia takut terjadi sesuatu pada Yulia .
"Inikah kekuatan yang sedang kau banggakan...?" ucap Yulia dingin.
"Ha ha ha.. Kenapa..? Apakah kau takut...?" ucap Putri Nanggo dengan sinis.
"Tidak...tidak sama sekali. Hanya saja aku heran, begitu dendamnya dirimu padaku hingga kau mau melakukan perbuatan yang akan merugikan dirimu sendiri..." ucap Yulia dengan wajah heran dan kasihan.
"Diam kau...semua ini karena dirimu...." serunya marah.
"Lo kok aku... Kau yang melakukan kenapa kau salahkan aku..?" ucap Yulia heran.
"Brengsek banyak omong sekarang rasakan pembalasanku..." serunya marah.
Gadis itu segera menyerang Yulia dengan cepat. Kini gerakannya sangat cepat dan berbahaya. Yulia dengan hati- hati membalas serangan wanita itu. Pertarungan terlihat semakin sengit. Karena Putri Nanggo terlihat sekarang lebih agresip dan kekuatannya berlipat dari kekuatan yang dia miliki.
"Bagaimana ... apakah kau siap mati...?" ucap Putri Nanggo sambil tersenyum Sinis.
"Jangan keburu bahagia Nona...kita lihat sekarang, siapa yang akan jatuh.. " ucap Yulia. sebelum maju Yulia meminum pil penyembuh untuk menyembuhkan luka dalam akibat tendangan dari Putri Nanggo tadi. Setelah itu, terlibat Yulia mulai menyerang Putri Nanggo dengan Cepat. Dan terlihat Putri Nanggo tersudut dengan serangan Yulia yang cepat. Dan akhirnya sebuah tendangan beruntun dua kali menghantam dada Putri Nanggo hingga dia terkempar jatuh menghantam kayu pembatas Arena pertarungan. Dan terlihat dia memuntahkan darah segar hingga dua kali. Terlihat wajahnya sangat pucat.
"Putriku..!" terdengar jeritan kaget seseorang menyebut Putri dari tribun utama.
Yulia melihat seorang pria dengan pakaian mewah turun dari tribun utama. Pria itu mendekati Putri Nanggo yang tak mampu berdiri lagi.
"Putri ... Kau tidak apa- apa...." Tanya pria itu .
"Tidal ayah aku tidak apa- apa..." ucap Putri Nanggo .
"Apakah akan kita lanjutkan pertarungan kita .." ucap Yulia saat melihat Putri Nanggo tidak dapat lagi berdiri.
Terlihat tatapan matanya menatap Yulia dengan penuh kebencian.
"Nona... jangan terlalu sombong... Kau sudah melihat putriku sudah jatuh, tapi kau masih mau melanjutkan pertarungan ini.." ucap Pria itu dingin.
"Maaf tuan...ini sebuah pertandingan, jika putrimu belum menyerah, maka itu pertandingannya belum bisa di katakan selesai..." ucap Yulia dingin.
Mendengar ucapan Yulia, Pria yang ternyata Mentri kerakyatan itu terdiam, Dia juga tahu kalau Putrinya belum berkata menyerah, membuat sang pemenang belum bisa di katakan . Sebab ini masih dalam lungkup pertandingan, dan jika Yulia turun, maka dia bisa di katakan kalah. Mentri kerakyatan pun terdiam . Dia segera berkata.
"Nak katakan pada guru pengawas kalau kau sudah menyerah..." ucap Mentri Si Jung Wo. Namun jawaban sang anak membuat mentri Si marah.
"Tidak...aku tidak akan pernah kalah...!" teriaknya marah.
"Nanggo...kau ini...kau sudah dalam keadaan seperti unipun masih keras kepala...!" seru sang Ayah Marah .
__ADS_1
"Tidak Ayah...aku tidak akan kalah dengan pe****r murahan ini..." teriak Nanggo dengan nada marah.Dia berusaha berdiri dengan tubuhnya yang lemah. Namun kembali tubuh itu jatuh.
"CUKUP Nanggo... Kau sudah tidak bisa bertarung lagi... Pengawas...tolong hentikan pertarungan ini, Putriku sudah tidak mampu lagi berdiri...!" seri Mentri Kerakyatan. Segera pengawas pertandingan mendekati Putri Nanggo.
"Bagaimana Putri...kau menyerah..." ucap Sang Pengawas.
"Tidak...aku tidak mau menyerah..." ucapnya ngeyel.
"Baik...kalau begitu berdirilah...kalau kau mampu berdiri, kita lanjutkan pertarungan. Tapi jika tidak, dengan terpaksa pertarungan di menangkan Nona Yulia...!" seru Sang Pengawas dengan tegas. Mendengar ucapan sang Pengawas Putri Nanggo segera berusaha berdiri. Namu. dia tidak mampu. Akhirnya pertarungan Di menangkan oleh Yulia. Namun Yulia tidak mau turun.
Ada apa Nona Yulia...?" tanya pengawas pertandingan.
"Boleh aku menantang juara pertama ..." ucap Yulia denga. wajah tenang.
"Kau menantang juara pertama...? Apakah kau tidak istirahat dulu..." ucap Pengawas.
"Tidak tuan...aku ingin menantang juara pertama..." jawab Yulia dengan tenang. Dia ingin segera mengakhiri final ini.
"Baik...kalau begitu saya panggil juara pertama untuk segera maju kedepan...
Murid dari Perguruan Guang Dan Saudara Qian Ma... harap naik ke arena pertarungan.." panggil pengawas pertandingan . Seorang pria gagah dan tampan terlihat naik keatas arena pertarungan. Saat pria ini naik keatas arena, terdengar seruan dari para murid wanita Perguruan Guang Dan yang ikut menonton.
Yulia maklum jika oara wanita histeris saat melihat pria yang kini berdiri di depannya. Pria ini terlihat gagah dan tampan, wajahnya yang lembut dan halus, sangat sukar di katakan kalau dia seorang Kultivatir yang kuat. lebih pantas Dia di katakan seorang sarjana sastra. Dan saat pria muda itu berdiri di depannya, Dia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Yulia . Saat mata mereka bertemu, terlihat wajah putihnya memerah.
"Apakah kau tidak perlu istirahat dulu...?" ucapnya lembut. suaranya sangat lembut. hingga jika wanita muda mendengarkan, mereka pasti Sulit untuk tidak terpesona. Tapi beda dengan Bunda si kembar. wanita tegar dengan segala kepandaiananya itu terlihat sudah terbiasa menatap wajah seperti ini. jadi tidak ada perasaan apapun yang ada di dalam dadanya saat menatap ketampanan di depannya.
"Tidak butuh...sebab aku ingin cepat selesai..." jawab Yulia datar.
"Kalian Sudah Siap...?" tanya Pengawas.
"Kami Siap Tuan..." jawab Mereka berdua serempak.
"Baik...kalau begitu, Kalian bisa memulai..." ucap sang Pengawas.
Tak lama terlihat Yulia sudah mulai membuka serangan . Dan akhirnya terjadilah pertarungan antara Yulia dan Murid Qian Wa .
Pertarungan itu terlihat sengit sekali.
pertama- tama terlihat Murid Qian Ma agak segan menyerang Yulia. namun saat melihat kekuatan Yulia yang tidak bisa di remehkan, maka dia bertarung denga.sungguh- sungguh. mulanya mereka menggunakan tangan kosong, lalu berganti dengan menggunakan pedang . Yulia memakai pedang yang selalu menjadi temannya saat dia di dalam peperangan. terdengar beradunya suara pedang di udara. serta suara ledakan kekuatan mereka yang beradu membuat para penonton yang ada di dekat arena sedikit menjauh. namun sebenarnya mereka tak butuh itu. karena keadaan di sekitar arena telah di pasang ilusi yang merendam kekuatan yang akan beradu di arema pertarungan.
dan saat kekuatan mereka bertemu kembali. terdengar kembali ledakan di udara. Beradunya kekuatan mereka hingga membuat Qian Ma terdorong kebelakang dan sudut mulutnya mengeluarkan darah. Sedangkan Yulia hanya terbatuk dua kali karena asap ledakan kekuatan mereka. melihat itu Baik Qian Ma maupun Tiga guru besar menyadari kalau kekuatan Yulia lebih tinggi dari Qian Ma .
"Aku akui kekuatanmu sepertinya lebih tinggi dariku, tapi aku tidak mau mengaku kalah, Boleh aku memanggil Mahluk kontrakku...?" ucapnya .
"Silahkan..." jawab Yulia. tak kama terlihat seekor Harimau berdiri dengan gagah di dekat Pria itu. Yulia telah memasukkan Ryu kedalam ruang Dimensi nya. Hingga Binatang kevel rendah dari Ryu berano tampil .
Grauuu....
Graauuu...
Terdengar suaranya nyaring menakutkan.
"Kau tidak mengeluarkan Mahluk Kontrakmu..?" tanya Qian Ma.
"Akan kucoba menghadapi kalian berdua tanpa mereka. jika aku tak mampu Mereka akan keluar dengan sendirinya. ." jawab Yulia sambil tersenyum
Melihat Senyum Yulia, terlihat Murid perguruan Guang Dan itu terpanah . tiba - tiba da merasakan getaran yang tak pernah dia rasakan melanda dadanya .
"Ayo kita mulai...!" seru Yulia. Dia segera menyerang Harimau itu dengan cepat. Dan ternyata Harimau itu cukup lincah juga.
Maaf sampai di sini dulu ya...sebab Author ada sedikit kesibukan...🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu
Bersambung.