
Saat Kasar Kim merasakan bubur yang di buat Yulia, dia tidak pernah merasakan masakan bubur yang selezat ini . apakah ini pengaruh dari perasaan cintanya pada wanita ini , atau memang masakan Yulia benar- benar lezat . Kaisar Kim benar- benar bahagia saat Yulia mau menyuapinya dengan lembut . Walaupun wajah wanita itu terlihat kesal.
"Lihat saja sayang....aku akan membuatmu jatuh cinta padaku...Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan kalian bertiga. Mulai sekarang kita akan selalu bersama. lihat saja nanti...." janji Kaisar Kim dalam hati.
Setelah selesai menyuapi Kaisar , Yulia segera memberi pengobatan akupuntur terhadap Kaisar. Kali ini Siyue menyuruh sang Kaisar membuka baju atasannya aja. Terlihat Kaisar duduk lotus di depan Yulia. Dengan cepat Yulia menancapkan jarum akupuntur di titik akupuntur di tubuh belakang Kaisar Kim. Setelah itu dengan. Kekuatan tenaga dalamnya Yulia mencoba mendorong Racun yang ada di tubuh Kaisar Kim.
"Maaf...tolong jangan menolak kekuatan yang akan hamba salurkan pada anda..." ucap Yulia dengan lembut .
"Hmm..." angguk Kaisar Kim dengan lembut pula .
Yuliapun segera memulai melakukan pengobatan kembali pada Kaisar Penguasa kerajaan Dongyan itu. Dia melakukan di depan kedua putranya. Sebab Yulia juga mengajarkan pada mereka tentang ilmu pengobatan dan juga ilmu pengobatan dengan cara tehnik akupuntur. Terlihat jarum- jarum perak di punggung Kaisar Kim bergetar hebat. Tak berapa lama terlihat Kaisar Kim memuntahkan darah hitam kembali. Setelah melihat Kaisar Kim muntah, Yulia segera mengakhiri pengobatannya. Dia dengan gerakan cepat mencabut jarum di tubuh Kaisar Kim.
"Hao...tolong kau lihat kedua paman apakah ada di luar , kalau ada panggilankan mereka , ..."ucap Yulia. Namun sebelum Wang Hao beranjak, kedua pengawal Raja itu telah masuk kedalam tenda.
"Apa yang bisa kami bantu Nyonya...?" ucap Paman Tan dengan penuh hormat ..
"Dari mana kalian...kenapa kalian tinggalkan tuan anda sendiri.....?" ucap Yulia dengan nada kesal.
"Maaf...perut hamba sakit nyonya... Dan Rong Han mencari makanan ..." ucap Paman Tan namun wajahnya menatap pada sang junjungan . Yang menatap mereka dengan senyuman tipis walau hanya sebentar.
"Benar nyonya...di luar ada dua kelinci yang hamba tangkap..." sambung Rong Han. Terlihat Yulia menatap mereka dengan wajah cemberut. Namun tak lama dia berkata.
"Kalian Bisa membersihkan tuan anda. Dan maaf sebentar siang kami akan kembali ke kampung Kami. Soal tuan anda , beliau sudah kuat untuk kembali ke Istana. Masalah racun di tubuhnya yang Mulia tinggal sedikit, anda bisa membawa beliau ke desa kami sebulan lagi . sebab racun itu sudah tidak terlalu berbahaya pada tubuh yang Mulia.." kata Yulia. Ucapan Yulia membuat Kaisar Kim kaget.
"Kenapa tidak sekalian anda bersihkan racun di tubuh saya , Nyonya...?" kata Kaisar Kim.
"Luka di tubuh anda sudah terlalu lama . tidak baik bila melakukan pengobatan secara terus menerus, hamba harus menjedah satu bulan lagi untuk melanjutkan pengobatannya..." jawab Yulia dengan tenang .
"Tapi kalau anda segan harus ke desa kami, anda bisa meminta tabib anda untuk meneruskan pengobatannya. Nanti akan hamba resepkan bahan obat yang harus anda konsumsi . dan juga makanan yang tidak boleh anda makan sebelum racun itu benar- benar hilang dari tubuh anda..." ucap Yulia lembut.
"Kalau begitu aku akan ikut denganmu pulang kedesa kalian... Daripada aku harus mencari lagi keberadaan kalian..." ucap Kaisar Kim dengan tegas. Mana mungkin dia mau berpisah lagi dengan Mereka bertiga. Sudah sulit mencari mereka , eee...sudah ketemu kok mau di pisahkan lagi . mana mau Dia.
"Maksud yang Mulia...?" tanya Yulia yang merasa ucapan Kaisar sefikit membuat Yulia heran. Tentu saja Kaisar Kim kaget dengan ucapannya sendiri .
"Maksud yang Mulia , Sudah menemukan tabib yang bisa menyembuhkan dia, mana mungkin Yang Mulia membuang kesempatan untuk kesembuhannya......" ucap Paman Tan menjawab pertanyaan Yulia karena dia melihat sang Junjungan bingung harus menjawab apa.
"Apakah tidak banyak tugas di Kerajaan yang harus Yang Mulia kerjakan.. Bukakah lebih baik kembali dulu...datu bukan lagi Yang Mulia bisa ke Desa kami..." ucap Yulia .
Yulia tak ingin kepulangannya akan membuat heboh orang Rumah. Apalagi melihat kemiripan wajah Kedua putranya dengan Kaisar Kim .
"Tidak ..soal kerajaan tidak menjadi masalah. Di sana masih ada yang menjaga..." ucap Raja. Kalimat Kaisar Kim membuat Yulia tidak lagi bisa lagi menolak keinginan orang Nomer satu kerajaan Dongyan itu . Keinginan dia untuk ikut dengannya.
"Baiklah kalau itu kemauan Yang Mulia... Kalau begitu kalian bisa bersiap, sebentar siang kita berangkat..." ucap Yulia.
"Bunda apakah kita akan pulang Dan paman tampan akan ikut kita pulang...?" tanya Wang Hai yang sejak tadi diam mendengarkan percakapan orang Dewasa .
"Benar...sebentar lagi kita akan segera pulang..." ucap Yulia.
"Yeee...kita pulang dan Paman tampan akan ikut kita...!" seru Wang Hai gembira. Melihat kegembiraam sang Putra , Kaisar Kim terharu.
"Nak...Ayah janji , Ayah tidak akan pernah melepaskan kalian lagi . apapun itu Ayah akan berusaha membuat kita selalu bersama..." ucap Kaisar Kim dalam hati .
"Kalau begitu hamba dan Putra hamba akan keluar dulu yang Mulia , dan untuk kalian berdua , Setelah tugas kalian nanti selesai, Kalian bisa makan makanan yang sudah aku buat , .." ucap Yulia . lalu dia segera keluar bersama kedua putranya. Mendengar ucapan Yulia terlihat Kaisar cemberut. Kaisar tak rela para pengawalnya makan masakan yang Yulia buat. Tapi bagaiaman lagi, Dia tidak bisa menghalangi itu . Saat mereka bertiga telah keluar dari dalam tenda, mereka segera makan masakan yang Yulia buat tadi.
"Tuan...Bai Feng dan Bai Fan ingin keluar. Sejak tadi mereka berdua selalu gelisah ingin keluar...." ucap Dolly dari dalam ruang Dimensi.
"Biarkan mereka keluar Dolly...mungkin mereka jenu terlalu lama di dalam ruang Dimensi...." jawab Yulia. Tak lama terlihat kedua Singa putih berada di dekat mereka. Kedua Singa itu langsung melompat kearah Yulia . Tubuh mereka yang sudah besar membuat Yulia hampir jatuh.
__ADS_1
"Ck..kalian itu bukan mahluk kecil lagi... " ucap Yulia sambil mengusap kepala mereka berdua.
"Bai Feng , Bai Fan...!" seru ke dua bocil sambil memeluk kedua sahabat mereka itu. Setelah itu mereka makan bersama. Yulia tak lupa memberikan seekor Burung Pegar panggang pada Ryu. Setelah beberapa saat kemudian, terlihat Paman Tan dan Rong Han terlihat keluar dari dalam tenda. Saat mereka melihat Wang Hao dan Wang Hai sedang bercanda dengan sepasang singa Putih, Mereka kaget bukan main. Setelah menguasai kekagetan mereka, mereka berjalan mendekat.
"Ini...Singa ini...?" kara Rong Han dengan wajah kaget dan sedikit takut. .
"Mereka teman sekaligus saudara kami paman...." ucap Wang Hao menjawab pertanyaan Rong Han . Merasakan ada orang lain yang datang kedua singa berhenti bercanda dan menatap mereka berdua dengan tajam .
"Ah..begitu... " ucap Rong Han dengan wajah tak percaya.
"Silahkan tuan Han , tuan Tan ...." ucap Yulia sambil mempersilahkan mereka duduk dan makan. Mereka berdua segera duduk bersila di depan meja kecil yang di atasnya terlihat Burung pegar panggang yang beralaskan daun . merekapun segera makan dan sesekali menatap Wang Hao dan Wang Hai yang sedang bermain dengan dua singa putih jantan yang terlihat besar. Siapapun akan takut melihat kedua singa itu, tapi untuk Dua anak kembar Yulia tidak menjadi masalah. Mereka terlihat sangat santai sekali.
Saat itulah terlihat seorang pria tampan keluar dari dalam tenda. Badannya yang kekar dan wajahnya yang tampan membuat siapapun wanita akan menatapnya dengan seribu keinginan untuk mendekatinya. Tapi tidak dengan Yulia. Wanita itu dengan cuek tetap berkemas dan mematikan api unggun yang mereka buat dengan air danau agar tak terjadi kebakaran. Sedangkan Kaisar sendiri kaget melihat kedua putranya sedang bermain dengan dua Singa putih yang cukup besar.
"Wang Hao, Wang Hai...kalian...!" serunya dengan wajah kaget.
"Aah paman sudah bisa bangun... " Seru wang Hao sambil berlari mendekat bersama singanya. Dia mendekati Kaisar Kim yang terlihat heran ada Singa di dekat kedua putranya . Apalagi mengetahui kalau Singa yang bersama mereka bukanlah singa sembarangan . terlihat jelas di kepala kedua Singa itu sebuah tanda samar. Namun dia masih bisa melihatnya dengan jelas. Kalau tanda itu berbentuk tulisan Raja. Ternyata kedua singa ini ketirunan Singa illahi . Singa yang di buru para Kultivator kelas Dunia . Setelah dekat Wang Hao berkata.
"Paman... Kenalkan paman , ini sahabat sekaligus saudara kami. Yang bersama Wang Hai itu namanya Bai Feng...sedang ini namanya Bai Fan..." ucap Wang Hao memperkenalkan Singa miliknya.
"Jadi mereka milik kalian...siapa yang memberi Singa ini pada kalian....?" tanya Kaisar heran . Namun wajah kaisar terlihat bahagia.
"Ini milik Bunda...sejak kami kecil mereka sudah ada. Dan mereka hidup bersama kami..." ucap Wang Hao dengan wajah bahagia. Mungkin melihat wajah Wang Hao dengan pria di depannya sama, atau Bai Fan merasakan tidak ada niat jahat di diri Kaisar Kim terhadap sang majikan. maka saat Kaisar Kim mengusap kepala Singa putih , Bai Fan Diam saja. Semua itu membuat Wang Hao dan Wang Hai yang baru datang tertawa senang . Setelah makan kedua pengawalnya segera membongkar tenda yang tadi di tempati Kaisar Kim. Setelah melipat dengan baik, mereka memberikannya pada Yulia . dan Yulia segera memasukkannya ke dalam cincin ruangnya. Tak berapa lama mereka terlihat mulai bergerak pergi kembali ke desa Yulia. Terlihat Kasar Kim Bangga melihat kekuatan yang di miliki kedua putranya. Mereka ikut berlarian berlompatan di antara cabang- cabang pohon di dalam hitam Kematian , bersama kedua harimau putih mereka yang tak mau kalah kecepatan larinya . Karena ada Ryu di leher Yulia , tak ada satupun hewan yang berani menghalangi jalan mereka. Namun sesekali masih ada yang mencoba mengganggu mereka. Tapi dengan gesit kedua Bocil tampan itu membereskannya. Tak jarang dua bocil kembar itu naik di atas punggung Singa putih . atau terlihat Kasar Kim membawa kedua bocah itu kedalam gendongannya. Dan sesekali terlihat keduanya berada juga di punggung Yulia dan Kaisar Kim. Yulia merasa Kalau Kaisar Kim memperhatikan putranya karena Yulia telah menolong dia dari racun dingin yang hampir merenggut nyawanya . Sedangkan kedua pengawalnya menatap mereka dengan senyum bahagia. Mereka ikut bahagia melihat Kaisar mereka yang bisa tersenyum di dekat Yulia dan Kedua Putranya. Mereka terlihat bagai sebuah keluarga kecil yang sedang melakukan perjalanan.
Tak terasa perjalanan mereka hampir berakhir. Pada hari kesepuluh saat Yulia memutuskan kembali ke Desa, kini mereka telah berada di pinggiran hutan Kematian . Mereka melihat beberapa orang sedang menebang pohon, tapi ada juga yang sedang menanam pohon . melihat kelakuan mereka, terlihat tatapan heran dari mereka bertiga.
"Siapa mereka....apakah penduduk desa...? Dan sedang apa mereka itu..apa yang mereka lakukan...?" tanya Paman Tan.
"Mereka menebang pohon. Serta menanam kembali untuk menggantikan pohon yang sudah mereka tebang. "jawab Yulia .
Benar yang mulia....mereka Rakyat Desa kami..." ucap Yulia .
mereka berenam melanjutkan langkah mereka mendekati para pekerja . Dan saat penduduk desa Fanrong melihat kedatangan Yulia , serempak mereka menghentikan pekerjaan mereka serta menyapa dengan hormat .
"Salam Pimpinan." ucap mereka.
"Salam juga...apakah Kak Yao Han tidak bersama kalian...?" tanya Yulia.
"Beliau sedang mengawasi para pekerja yang sedang memanen hasil Sawah... " ucap salah satu dari mereka.
"Oo..lalu kalian mengapa mencari kayu...?" tanya Yulia.
" Kayu ini untuk pagar pimpinan... Di ladang pinggir hutan sebelah barat, banyak babi Hutan yang merusak tanaman. Karena itu tuan Cun Ma meminta kami untuk menebang kayu.." jawab Pria tadi.
" Kenapa tidak mencari di hutan dekat sana.?" tanya Yulia lagi.
"Hutan di sana masih dalam masa Penanaman bibit baru , pimpinan ..." jawab pria itu lagi.
"Ooo..ya sudah lanjutkan Kerja kalian, aku akan kembali dulu..." ucap Yulia.
"Silahkan Pimpinan..." jawab Mereka.
Yulia segera mengajak Kaisar dan Pengawalnya masuk ke desa Fanrong . Ketika sampai dipinggiran Desa, Kaisar Kim dan Kedua pengawalnya tercengang Heran. Tanah yang tadinya tandus bertahun - tahun lalu, kini terlihat hijau merata dengan bangunan besar dan Kecil yang memenuhi tempat itu. Semakin mereka masuk kedalam desa, terlihat sekali kemakmuran Desa itu. Saat mereka masuk, dan setiap bertemu dengan penduduk desa itu, Kaisar Kim bisa melihat kalau Yulia merupakan Pimpinan Desa Itu. Setiap orang yang mereka temukan , akan menunduk dengan hormat.
Yulia membawa mereka menuju rumah yang terlihat lebih besar dan lebih indah dari rumah yang lain. Dan saat mereka masuk kelekarangan rumah itu, seseorang berseru dengan senang
"Lia'er....!" seru suara seorang Pria. Dan saat mereka melihat asal suara, terlihat empat pria tampan berlari kearah mereka. Yulia tersenyum melihat kedatangan mereka berempat.
__ADS_1
"Aaa...akhirnya kau datang juga...!" seru mereka sambil mendekat. Namun langkah mereka terhenti saat melihat siapa yang berada di dekat Yulia.
"Kaisar Dongyan.." seru mereka berempat bersamaan.
"Benar..mereka Kaisar Dongyan dan dua pengawalnya. Kami bertemu di hutan kematian, Kaisar Kim terluka dan aku mengobatinya Kak..."ucap Yulia menjelaskan.
"Oo..Salam yang Mulia..." ucap mereka sambil mengepal Dan menyatukan tangan di depan dada memberi hormat dan menyapa mereka .
"Yang Mulia...mereka kakak dan sahabat terdekat hamba . mereka bagai saudara hamba ..." ucap Yulia.
"Salam Kalian aku terima. Santai saja..." ucap kaisar Kim They Yung .
"Paman...apakah kalian melupakan diriku...!' seru suara kecil mengingatkan mereka.
" Ah..boneka kecil kami... Ternyata Paman melupakan kalian..." Ucap Yao Han.
'Ck menyebalkan..." ucap Wang Hai sambil mengerucutkan mulutnya. Membuat Yao Han ingin tertawa . Namun saat Dia selesai menatap Wang Hai dan Wang Hao lalu menatap Kaisar Kim. Dia membeku seketika. Dia menatap mereka bertiga bergantian .
"Paman ada apa...?" tanya Wang Hai yang merasa heran menatap pada Yao Han. Bukan saja Yao Han yang Kaget. Tapi ketiga temannya juga tertegun melihat wajah si kembar dan Kaisar Kim. Sedangkan Yang di tatap hanya diam dengan tenang. Melihat ketegangan di depannya, Yulia segera berkata .
"Kakak...apakah Ayah dan Bunda ada di rumah...?" tanya Yulia mengalihkan perhatian mereka. .
"Ayah dan Bunda ada di sawah. Kau bawa saja mereka masuk dulu, biar kami akan menjemput mereka..." ucap Yao Han.
"Baik...pergilah..." ucap Yulia. Mereka segera melangkah pergi. Namun mereka masih sempat melihat kembali ke arah Kaisar dan si kembar . Setelah keempat orang itu pergi, Yulia segera membawa ketiga tamunya masuk kedalam rumah nya . Dan mempersilahkan metela duduk di ruang tamu. Tak berapa lama terlihat Kakak , dan kedua orang tuanya datang dan segera masuk kedalam rumah . Dan Saat Tuan Wang Yu Ran melihat wajah Kaisar Kim , Dia segera memberi hormat bersama sang istri serta Putranya .
"Salam sejahtera yang Mulia Kaisar Kim .. Hamba Wang Yu Ran sekeluarga memberi salam..." ucap Tuan Wang Yu Ran dengan hormat.
"Sudah, Sudah paman...bangunlah, kalian bukan Rakyatku, jangan terlalu sungkan..." ucap Kaisar Kim dengan lembut. Mana bisa dia angkuh di depan calon mertua . 😂
"Trimakasih yang Mulia..." kata tuan Wang Yu Ran dengan penuh hormat. mereka akhirnya duduk bersama di ruang tamu keluarga Tuan Wang yang terlihat sejuk dan nyaman untuk menikmati teh manis disiang menjelang sore itu. Tak lama Yulia keluar bersama Wang Hao dan Wang Hai serta Canlu yang membawa minuman dan makanan ringa. Wang Hao dan Wang Hai segera mendekati sang Kakek dan Nenek. namun saat tuan Wang melihat wajah Kaisar Kim dan kedua cucu kembarnya. Dia tertegun sejenak . tanpa sadar dia menatap kedua Cucunya . Dan dia jadi heran, kenapa wajah mereka bisa sama dengan wajah penguasa kerajaan Dongyan . Sebenarnya Yao Han tadi sudah bercerita saat mereka berjalan dari sawah. Tapi dia merasa tak yakin, mana mungkin mereka yang tidak memiliki ikatan keluarga, bisa memiliki wajah yang sama. tapi setelah melihat keyaraannya, tian Wang Yu Ran hanya bisa membelu tak dapat berbicara lagi.
"Ck ..ada apa ini...ada rahasia apa yang akan terungkap ..." ucap Tuan Wang dalam hati.
Namun sebisa mungkin keterkejutan tuan Wang dia sembunyikan .
Setelah duduk sebentar danemoetsilahkan mereka minum teh, Yulia lalu menceritakan pertemuan mereka dengan Kaisar Kim. Setra pengobatan yang harus do jalani kaisar beberapa minggu lagi.
"Lihatlah Yang Mulia...masih ada beberapa minggu lagi waktu pengobatan untuk anda, apa tidak sebaiknya anda pulang lebih dahulu.." ucap Yulia .
"Tidak...lebih baik aku menunggu di desa ini saja . Setelah melihat dan merasakan kesegaran udara Desa, aku ingin tinggal di sini sampai waktu pengobatan..." ucap Kaisar dengan yakin .
"Tapi apakah anda bisa tinggal di Desa kecil seperti ini...tempat sederhana dan sepi..." ucap Yulia lagi.
"Tidak masalah....Di manapun itu, sama untukku..".( asal ada kamu di sisiku.) lanjut Kaisar dalam hati .
"Ya sudahlah Lia'er...biarkan yang Mulia tinggal di tempat kita, bukankah ada ruang tamu yang bisa beliau tempati...." ucap Tuan Wang Yu Ran menengahi perdebatan Yulia.
"Ya sudahlah...biar nanti Canlu membersihkan ruangan itu.." ucap Yulia mengalah.
Kaisar sangat bahagia hatinya. walaupun di permukaan wajahnya terlihat dingin.
udahan dulu ya....aku lanjut besok
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu
Bersambung
__ADS_1