YULIA

YULIA
MASALAH DUMAI .


__ADS_3

Hati- hati Dumai..." ucap Yulia.


"Baik...trimakasih Yuyu.."ucapannya tanpa meninggalkan tatapannya pada tungku obatnya. Melihat kedua Murid yang sepertinya sudah bisa membuat pil ramuan Level delapan puncak itu, banyak murid yang merasakan iri dalam hati. tak lama terdengar letupan ringan dari tengah kelas. dan ternyata pil milik Yan Qing mulai terjadi kondensasi .


Kini Yan Qi terlihat mulai hati - hati .


wajah tamoannya terlihat mulai berjeringat, namun keteguham terlihat di sana. kini Dia berdiri dengan tatapan terpusat pada tungku obat di depannya. Kesempatan untuk meningkatkan kekuatannya, mana mungkin akan dia sia siakan.


Sedangkan Huang Yi terlihat sibuk akan memurnikan kembali bahan obat .


Namun saat Huang Yi sibuk dengan tungku obatnya, ternyata masih ada hama yang harus di beri pelajaran. Su Can Yu yang sejak tadi haya diam saja saat Huang Yi memprofokasi Yulia. Kini Dia membuka mulutnya,


"Jangan Terlalu bangga dulu. Takutnya itu kebanggaan semua..." ucapnya dengan mimik Sinis.


"Semua sudah terlihat di depan mata, mengapa masih mengatakan kenyataan semu...." ucap Yulia dingin.


"Siapa tahu itu hanya trik murahanmu saja..." ucapnya tak mau kalah .


"Shu Can...guru Fikir kau tidak berkomentar dejak tadi karena kau sudah sadar akan ucapan - ucapan yang kau lontarkan itu menyakiti orang lain , Tetapi ternyata tidak, kau mengatakan perkataan seperti itu, apakah Pil ramuan milikmu sudah jadi..." kata guru An dengan nada marah . Mendengar ucapan Guru An, terlibat wajah Shu Can cemberut. Sedangkan sang sahabat masih tetap sibuk dengan Ramuannya . karna ramuan miliknya telah hancur .


Shu Can terdiam setelah itu dia kembali meneruskan pemurniannya, namun tiba-tiba. Tercium bau hangus di udara, tak lama terlihat Shu Can Yu berseru . dam terlihat asap hitam keluar dari tungku obat miliknya.


Uhuk...uhuk...uhuk...


Terlihat Shu Can terbatuk - batuk hingga mukanya merah.


"Kau gagal nona Shu Can...?" ucap sang Guru sambil menatap Shu Can yang terbatuk- batuk . Melihat kejadian itu rasanya Yulia ingin tertawa. Melihat wajah yang penuh dengan riasan itu cemong karena tungku obat. Namun perhatian mereka teralihkan saat Terdengar dengungan pelan yang berasal dari tungku obat milik Dumai. Yulia dan Guru An segera mengalihkan tatapan mereka. Dan terlihat Dumai mulai melakukan pemurnian bahan obat. Wajahnya terlihat agak pucat. Dan bintik keringat mulai terlihat di wajah bulatnya. Namum dia tetap terlihat tenang . api di tungku obatnya terlihat menyala Dengan stabil. Kembali terdengar dengungan lagi. Yulia dan guru An kembali menatap pada asal suara. Ternyata Yan Qing juga mulai memurnikan obatnya. Dan ada beberapa murid yang ramuanya mengalami kondensasi . guru An tersenyum. Tak berapa lama terdengar suara obat menatap dinding tungku. Yang berasal dari tungku obat Dumai. Dan tak berapa lama terlihat Dumai membuka tutup tungku. Bau harum ramuan. tercium di udara. Lalu dua pil ramua terlihat keluar dari tungku obat Dumai. Pil hijau tua dengan Gratis putih terlihat cemerlang. Dumai segera mengambil dan memasukkan kedalam kotak obat miliknya. Dia segera menyerahkan kotak obat pada guru An.


"Bagus murid Dumai...kau bisa memurnikan pil ramuan Young Dan dengan sempurna. Selamat minggu depan kai dan Yulia bisa mulai mencoba memurnikan pil tingkat sembilan dasar...." ucap sang guru sambil menyerahkan kembali pil ramuan itu pada Dumai. Setelah Dumai , Yan Qing menyusul menyelesaikan pemurniannya . Dia juga menghasilkan pil Young Dan dengan sempurna . setelah itu dua murid menyusul bisa memurnikan obat lagi. Ada enam belas anak dalam kelas Yulia. dan hanya lima orang yang bisa lulus ujian hari ini . Tapi Guri An masih bisa bahagia melihat kelima muridnya bisa meningkatkan kekuatannya . Sedangkan senior yang berhasil menjadi tabib tingkat sembilan berada di ruang Alkemia untuk membuat pil tingkat Doktor . karena itu mereka jarang berada di kelas pembelajaran. Setelah selesai ujian , yang gagal akan mengulang sedangkan yang. lolos minggu depan akan memurnikan pil Level sembilan dasar. Setelah selesai kelas, Yulia pulang bersama Dumai. Namun saat mereka akan meninggalkan kelas tiba- tiba terdengar suara seseorang yang memanggil Yulia.


"Tunggu Murid baru Yulia...!" seruan itu membuat Yulia dan Dumai berhenti. Mereka menengok kearah suara yang datang. Ternyata suara itu berasal dari Murid Yang Qing.


"Kalau tidak salah kau saudara Yan Qing kan...?" ucap Yulia saat pria tampan itu mendekat.


"Benar...kau tahu namaku...?" ucapnya gembira.


"Aku tahu karena kemarin seseorang melarangku duduk dekat dengan dirimu. Lalu kau kemari jangan- jangan akan ada seseorang yang memarahiku...?" ucap Yulia dingin.


"Mana mungkin...aku belum memiliki seseorang yang mempunyai hak untuk melarangku mendekati seorang gadis . Jangan khawatirkan itu..." ucap Yan Qing dengan tegas.


"Oo.. Benarkah...? Lalu untuk apa kau menahan kami..?" tanya Yulia lagi.


"Boleh aku berteman denganmu...?" tanya Yang Qing. Mendengar itu tampa sadar Yulia menatap kearah Huang Yu dan Shu Can. Terlihat keterkejutan di wajah mereka. Mereka menatap kearah Yulia dengan tatapan marah , iri , dan kesal . melihat tingkah mereka, Yulia menatap pada Dumai.


"Dumai gimana...apakah dia boleh berteman dengan kita...?" tanya Yulia.


"Boleh asalkan dia baik pada kita. Dan para penggemarnya tidak marah pada kita...." ucap Dumai dengan wajah ramahnya.


"Baiklah tuan Yan Qing... Kau boleh berteman dengan kita. Tapi tolong bilang pada penggemar anda, kalau kita hanya berteman..." ucap Yulia dengan wajah tenang.


"Jangan khawatir. aku pastikan mereka tidak akan melakukan apa yang kalian takuti, karena ini hidupku, dan aku yang menentukan siapa temanku..." ucapnya ramah.

__ADS_1


"Kalau begitu kita pergi dulu. Dan katakan pada Nona Huang Yu kalau aku tidak akan merebutmu...." ucap Yulia sambil berlalu meninggalkan kelas. Mendengarkan Yulia , Yan Qing menatap Huang Yu dengan tatapan marah. namun dia segera berkata.


"Sampai jumpa besok murid Yulia...!" seru Yan Qing. Dia terlihat tersenyum gembira. Mereka berdua segera berjalan meninggalkan. kelas Alkemia. Mereka menelusuri jalan menuju rumah tinggal mereka.


"Tadi malam aku membuatkan ramuan untuk wajahmu, dan kau bisa meminumnya, tapi kau harus melakukan itu di tempatku, karena aku ingin melihat reaksi pil yang kau minum..." ucap Yulia.


"Kalau begitu kita langsung saja kerumahmu Yuyu..." ucap Dumai dengan wajah bahagia.


"Baik..kita pergi ketempatku sekarang..." mereka segera berjalan kerumah tinggal Yulia. Tak betapa lama mereka telah sampai di tempat itu. Rumah Dumai yang memang tidak terlalu jauh mereka lewati . Sesampainya di tempat tinggal Yulia, mereka segera masuk. Dan dengan Segera Yulia menyerahkan satu pil kepada Dumai . Dan Dengan percaya diri Dumai mulai Meminum pil itu .


"Duduk lah... Kita akan lihat reaksinya dalam beberapa waktu lagi...". Benar saja . tiba - tiba Dumai merasakan kehangatan dari bagian perut menyebar keseluruh tubuhnya . tak berapa lama perasaan hangat itu menjalar di mukanya.


"Apa yang kau rasakan..?" tanya Yulia.


"Aku merasakan aliram hangat mengalir di seluruh tubuhku, dan aliran itu menghangatkan wajahku..." ucap Dumai.


" Kita lihat reaksinya dalam beberapa waktu lagi. Lebih baik bermeditasilah. Gunakan kekuatanmu untuk melancarkan jalan darah..." kata Yulia .


' baik akan ku lakukan...." ucap Dumai. Akhirnya Meteka tetap duduk berhadapan di atas pembaringam Yulia dalam keadaan duduk lotus. Yulia membiarkan Dumai melakukan meditasi. setelah dalam beberapa waktu tidak terjadi apapun , terlihat senyum di bibir Yulia. Yulia mengeluarkan botol kecil dari dalam cincin ruangnya.


"Aku rasa cukup Mai..." ucap Yulia. Perlahan mata Dumai terbuka.


"Ini ada salep untuk mukamu. Dan ingat ,Kau bisa menggunakan pil ini enam atau tuju hari lagi. Didalam botol ini kini hanya tinggal tiga butir pil . jadi ini cukup dalam satu bulan. Aku perkiraan setelah kau habiskan pil ini, kau akan mengalami penurunan berat badan. Dan ini ada salep untuk mukamu, gunakan setiap malam. Dan ingat...gunakan waktu senggangmu untuk bermeditasi..selain memperkuat kekuatan dirimu, cara bermeditasi lebih baik untuk menperlancar jalan darah di tubuhku. Percayakah. Dalam dua bulan yang akan datang, kau akan berubah..." ucap Yulia sambil tersenyum .


Terlihat binar kebahagiaan di mata Dumai . setelah mengucapkan Terimakasih, Dumai segera keluar dari rumah tinggal Yulia. Setelah kepergian Dumai, Yulia segera kembali masuk kedalam ruang Dimensi nya. Hari ini dia pingin berendam dam bermeditasi. Saat masuk kedalam ruang perpustakaan , terlihat hewan kontraknya sudah berada di sana.


'Kak...kita berlatih setelah aku selesai berendam..." ucap Yulia.


Yulia segera masuk kedalam kamar mandi. Dia segera mulai merendam tubuhnya di bak mandi. Dan dia mulai bermeditasi. Saat itulah dia merasakan getaran halus dari dentiannya. Dan saat dia melihat api di atas dentiannya api itu terlihat tenang. Dan kekuatan Qi mulai meresap kedalam tubuhnya. Yulia berusaha mengumpulkan kekuatan Qi sebanyak - banyaknya. Untunglah kekuatan Qi di dalam Ruang Dimensinya berlimpah. Yulia merasakan kekuatan Qi yang di serap tubuh dan masuk kedalam dentiannya. Ternyata kekuatan Qi di salurkan kedalam api merah di atas dentiannya. Semakin lama Terlihat kekuatan . api semakin kuat menyerap kekuatan yang masuk kedalam tubuh Yulia. Yulia mencoba mengalirkan kekuatan Qi langsung kearah Api merah. Ternyata bisa.. Dan Yulia menjadi heran karena kekuatan Qi yang di derap Api, malah menjadikan kekuatan untuknya. Melihat kenyataan itu, Yulia menjadi gembira. Terlihat senyuman lembut di matanya. setelah cukup lama bermeditasi, Yulia segera mengakhiri meditasinya. Setelah berbenah, Yulia keluar menemui hewan kontraknya. Mereka keluar untuk berlatih.


Keesokan harinya saat Yulia bertemu dengan Dumai, dia melihat wajah cerah sahabat baru nya. Terlihat ada perbedaan di wajah cubi milik sang sahabat .


"Yuyu...aku merasa wajahku sedikit berubah. Apakah ini kenyataan atau hanya perasaanku saja...!" serunya dengan wajah gembira.


"Ada perubahan walau sedikit di wajahmu Mai... tenang saja... dalam satu bulan kau pasti berubah..." ucap Yulia .


" Tapi tunggu...apakah kau tadi malam berkeringat banyak...?" ucap Yulia.


"Benar Yuyu... Malahan keringatku berbau sedikit amis..." jawab Dumai.


"Amis..? Keringatmu Amis...? Tunggu.... Kenapa kemarin aku tidak melihat denyut nadimu dulu. Coba kau ulurkan tanganmu..." ucap Yulia dengan Wajah kaget . Dumai segera mengulurkan tangannya. Dengan cepat Yulia melihat denyut nadi gadis itu.


"Ck...ternyata ada racun di tubuhmu... Apakah tubuhmu gemuk seperti ini memang sudah sejak kecil...?" tanya Yulia.


"tidak...kau tidak akan percaya. Tubuhmu dulunya sangat bagus . tapi entah kenapa dalam tiga tahun ini. Aku merasakan keingimana Kuat untuk delalu makan... Dan lama - lama keinginan makan semakin kuat dan berlebihan. Untunglah aku memiliki pil yang mengurangi nafsu makanku..." ucap Dumai.


""Boleh aku tahu pil yang kau konsumsi...?" tanya Yulia.Dumai segera memperlihatkan Pil yang dia biat. Yulia melihat pil itu. Dan setelah dia memeriksa kandungan pil itu, Yulia tidak menemukan ada masalah pada pil itu. Setelah mengembalikan pilnituboada Dumai, Yulia segera mengambil sebutir pil ramuan yang dia buat sendiri Dan menyodorkan pil dan sebotol kecil air Jiwa pada Dumai .


"Minumlah ini Dulu, sepulang dari belajar, jangan Kemana- mana , lakukan Meditasi se banyak mungkin Racun di tubuhmu untungnya tidak terlalu jahat..." ucap Yulia.


"A..apa...ra..racun..? Aku keracunan...?" tanya Dumai dengan wajah kaget .

__ADS_1


"Jangan cemas...karena itu, sepulang dari kelas nanti, lakukan meditasi, aku yakin secepatnya darah yang mengandung racun itu akan keluar dari tubuhmu. Aku tidak menyangka jerawat di wajahmu di sebabkan karena racun yang menumpuk di darahmu..." ucap Yulia prihatin .


"Yuyu...apakah aku bisa sembuh...?" tanya Dumai ketakutan.


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau kau akan sembuh...?" ucap Yulia.


"Syukurlah...apakah aku sering berkeinginan makan , semua itu karena racun itu...?" kata Dumai dengan wajah sedih.


"Kemungkinan besar. .. Sepertinya kau terkena racun bunga kecubung hitam , bunga ini membuat orang bernafsu untuk makan,, hanya saja jika racun ini terlalu banyak masuk kedalam tubuh manusia, bunga ini akan membuat tubuh rusak. Terjadi, pembengkakan di wajah atau tubuh. Mungkin karena kau meminum pil pencegah yang kau buat, maka racun tidak terlaku ganas menyerangmu...hanya yang aku herankan, siapa yang tega meracuni dirimu.." ucap Yulia . mereka kembali berjalan kearah kelas Alkemia.


"Kalau murid di sini, itu tidak mungkin... Kau tahu sendiri kan, kalau aku tidak dekat dengan mereka. Di kelas saja mereka menjauh dariku. Selama hampir dua tuhun ini aku berada di tempat ini, aku belum pernah berteman dengan siapapun, karena tidak ada seorang murid yang mau berteman denganku, jangankan berteman, mendekat saja mereka enggan..." ucap Dumai.


"Tunggu.. Saat kau datang ke Perguruan ini, apakah keadaan dirimu sudah seperti ini...?" tanya Yulia.


"Aku merasakan keinginan berlebiha untuk makan, jauh sebelum aku masuk ke perguruan...kau tahu kan syarat apa yang harus di miliki seorang Murid untuk masuk ke perguruan ini . kalau hanya level tuju kebawah kemampuan kita dalam meramu obat, mana mungkin kita bisa di trima menjadi murid perguruan ini...? karena itu. sejak kecil Ayah telah melatihku dalam ilmi pengobatan.. dan hampir dua tahun yang Lalu aku baru masuk kemari..." ucap Dumai.


"Kalau begitu si pemberi pil ini ada di rumahmu...maaf jika aku menyinggungmu..." ucap Yulia .


"Tidak... Aku juga curiga kalau si pemberi racun adalah orang yang ada di rumahku... " ucap Dumai dengan nada sedih .


"Sudah jangan di fikir lagi, kau harus meningkatkan dulu kekuatanmu. Dan menghilangkan racun dan menyembuhkan tubuh mu.." ucap Yulia.


"Benar katamu Yuyu...aku harus lebih kuat. Dan sekarang harus memperbaiki tubuhku dulu..." ucap Dumai. Tanpa terasa mereka sudah sampai di kelas Alkemia. Ketika Yulian dan Dumai baru sampai Di pintu, terdengar sapaan seseorang.


"Pagi Yulia, pagi Dumai.." ucap sebuah suara yang ternyata Yan Qing.


"Pagi..oo saudara Yan Qin..." ucap Yulia .


"Selamat pagi juga Saudara Yan Qing...' ucap Dumai yang berjalan sambil memeluk lengan Yulia. Mereka masuk kedalam ruangan, dan bisa kalian tebak, seluruh kelas terlihat menatap kedatangan mereka dengan wajah kaget. Terutama dua wanita yang katanya paling cantik dan terhormat di kelas itu. Melihat Yan Qing yang berjalan bersama Yulia dan Dumai, wajah keduanya terlihat merah menahan kemarahan . terlibat tangan Huang Yu mengepal dengan erat.


"Huang... Ini tidak bisa di biarkan, kalau kita biarkan seperti ini , saudara Yan Qing akan di rebut gadis liar itu..." ucap Shu Can dengan nada marah.


'Jangan sekarang...sebentar lagi penilaian bulanan . jika kita membuat masalah, dam kita ketahuan, kita tidak bisa mengikuti penilaian . biarkan saja mereka menikmati kebahagian beberapa hari lagi . setelah itu kita akan menghajar mereka berdua..." ucap Huang Yu. "Aku sudah tidak sabar membuat wanita sok cantik itubabak brlur atau hilang selamanya dari perguruan ini.." ucap Shu Can Yi.


" Bersabarlah...ada waktunya kita menghajar mereka..." kata Huang Yu dengan nada marah. Mereka hanya bisa melihat , mereka bertiga berjalan kearah bangku belakang. Dan lebih marah lagi dua gadis itu, saat Yang Qing dengan sengaja menyuruh murid yang ada di sebelah bangku Yuia untuk pindah ke bangkung. Dan Dia dendiri duduk di dekat Yulia.


"Yan...kenapa kau duduk di sini...jangan sampai dua gadis yang sejak aku masuk sudah membuat masalah denganku semakin marah..." ucap Yulia sambil duduk.


"Mereka tidak ada hubungan denganku, dan mereka tidak berhak mengatur dengan siapa aku harus bergaul dan berteman..." ucap Yan Qing dengan wajah kesal.


"Saudara Yan...dia menyukaimu karena itu dia melarang Yuyu dekat dengan mu..." ucap Dumai. Sambil terkikik geli.


"Itu hak dia...tapi aku pun juga punya hak untuk menolak dia kan..?" ucap Yan Qing . percakapan mereka terhenti saat guru An Niang datang .


"anak- anak satu minggu lagi penilaian bulanan akan di lakukan, Guru harap kalian bisa mempersiapkan dengan baik .Guru harap kemampuan kalian bisa semakin meningkat. Dan untuk Murid baru deperti Yulia. Kau akan mendapatkan ujian layak tidaknya kau tinggal di perguruan ini . tapi gitu yakin kau akan lolos, guru sudah melaporkan keberhasilanmu dalam meramu obat pil Yuong Dan level delapan puncak. Namun kau tidak boleh menyepelehkan ujian itu..." ucap Guri An Niang.


"Baik guru...murid akan mengingat pesan guru. "Jawab Yulia. Merekapun melanjutkan pelajaran mereka.


Maaf ta...aku lanjut besok lagi


Dan jangan lupa like, vote dan komennya aku tinggi

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2