YULIA

YULIA
PERJALANAN KE YAMAN .


__ADS_3

"Baik...aku akan mengingat ucapanmu..., akan aku coba untuk menjauh dari kesalahan..." jawab Yulia lembut. Kaisar memeluk pinggang ramping itu dan mencium keningnya. . Tentu saja perbuatan Kaisar Kim membuat Yulia membeku seketika. Seketika wajah Yulia memerah. Bagaimana tidak, sekarang mereka berada di tengah- tengah para murid dan guru. Dan Kaisar tak tahu malu mencium Yulia di depan semua orang .


Dan bukan itu saja perbuatam Kaisar untuk memperlihatkan kemesaraannya, Dia kembali Memeluk Yulia seolah enggan di tinggalkan .


"Ingat...Jaga hatimu...kau tahukan aku sangat mencintaimu....?" bisik Kaisar Kim lembut .


Mendengar ucapan Sang Suami tentu saja wajah Yulia Semakin memerah.


"Yang Mulia kita detempat umum...Aku tahu... aku akan menjaga hatiku , puas....?" ucap Yulia pelan. Terlihat senyuman di wajah Kasar Kim. Semua tingkah Kaisar Kim membuat semua orang syok berat. Mereka tidak pernah melihat Kaisar dingin itu bertingkah seperti itu . Untung saja mereka sekaranv ada di halaman ruang kepala sekolah . Dan Yang ada hanya murid dan guru yang akanberangkat. juga pengawal Kaisar dan para sahabat Yulia. Akhirnya Dia melepas pelukan nya dengan perasan enggan.


Sedangkan kedua orang tua Yulia tidak datang, Karena tadi Pagi Yulia telah berpamitan pada Ayah Bundanya . .


Yulia hanya bisa berwajah merah bagai tomat Melihat perbuatan Kaisar Kim They Yung, Sedangkan Kaisar Kim terlihat tersenyum bangga melihat wajah sang Istri Memerah karena malu . .


Tak berapa lama terlihat rombongan itu mulai berjalan keluar dari Perguruan . dan tak lama terlihat mereka pergi meninggalkan kota Malada . Mereka memacu kuda mereka dengan cepat. Di Perjalanan para murid perguruan terlihat agak segan pada Yulia .


Yulia yang jarang keluar atau tidak pernah berinteraksi dengan Murid lain selain Kakak dan sahabatnya , membuat mereka enggan mendekat, atau menyapa Yulia . .apalagi mereka tahu kalau sekarang Yulia adalah Ratu kerajaan Darga.


Di antara Simbilan Murid perguruan yang menjadi utusan dari Perguruan Darga. Ada empat murid Alkemia yang ada di sana. Dan Sisahnya merupakan Murid Dari ilmu Beladiri . Dan mereka rata-rata sudah ada di rana warna coklat dan Putih Awal.


Perjalanan ke kota Yaman membutuhkan waktu Dua minggu lebih. Itupun harus di lakukan dengan perjalanan cepat. Mereka harus melakykan itu karena pertemuan itu hamya tinggal Enam belas hari lagi. Karena itu, merema harus Melakukan perjalanan cepat . mereka hanya akan berhenti saat mengistirahatkan kuda mereka sambil memberi makan, atau saat mereka harus melalui hutan di malam hari. Seperti saat ini. Saat mereka akan memasuki hutan, Dan hari menjelang petang, mereka memutuskan singga di Desa terdekat. Dan mereka memutuskan Untuk mencari penginapan di desa itu . Desa yang berada tak jauh dari pinggir hutan. Namun ternyata mereka sulit menemukan Rumah penginapan .Akhirnya Yulia mendekati sang Guru.


"Guru...bagaimana kalau kita membuat tenda saja...kita coba mencari tempat lapang..." ucap Yulia.


"Sebuah tenda..? wah ide yang bagus... baik kita akan membuat Tenda..." ucap Guru Di.


Lalu dia menanyakan pada muridnya, apakah mereka membawa tenda. Mendengar pertanyaan sang Guru, mereka tertegun. Sebab mereka tak berfikir sampai sejauh itu. Akhirnya mereka mengaku kalau tidak ada yang membawa tenda. Mendengar itu, Guru Di kecewa. Sebenarnya Diapun tak berfikir untuk membawa Tenda. Sebab dalam rencana mereka , mereka tidak akan menginap di alam terbuka. Mereka Pasti akan menginap di Penginapan. Paling tidak penginapan paling murah .


"Guru...tidak usaha khawatir. Kita cari saja dulu tempat untuk mendirikan tenda..." ucap Yulia .


"Lalu dari mana kita mendapatkan tenda. " Ucap Guru Di.


"Benar Ratu...dari mana kita mendapatkan Tenda..." ucap salah satu Murid beladiri.


"Maaf... Aku sekarang bukan di istana, tolong jangan memanggilku Ratu, panggil namaku saja..." ucap Yulia dengan lembut.


Mendengar ucapan Yulia , para teman satu kelompok tertegun. Mereka tidak memyangka Yulia akan bertingkah seperti itu . Mereka mengira Tia akan bersikap sombong dan congkak karena kekuasaannya .


"Maaf jangan tersinggung. Bukan maksudku menyinggung kalian, aku fikir kita ini satu kelompok dalam satu perguruan. Dan aku menganggap kalian saudaraku . jadi...Jika di istana kalian bisa manggilku Ratu . Karena aku Ratu kerajaan Dongyan, tapi kalau seperti ini. Di luar istana, aku seperti kalian juga, Hanya srorang Murid perguruan Dongyan yang sekarang menyandang tugas sebagai utusan dari perguruan Guang Dan , dan Rakyat kerajaan Dongyan seperti kalian juga, untuk bisa mengharumkan dan membawa kemenangan untuk Perguruan dan Kerajaan. jadi pusisi kita dekarang ini sama Yaitu murid perguruan Guang Dan . Jadi maaf... Sekali lagi aku minta kalian semua manggilku Yulia. Dan aku harap kalian menganggapku teman kalian bukan sebagai Ratu kalian,..." ucap Yulia dengan nada bersahabat.


Semua orang terlihat tertegun mendengar ucapan Yulia yang panjang , tentu saja selain Guru Di yang sudah tahu sifat dan watak Yulia , murid dari sang Kakak.


"Maaf Ra.. Maksudku Yulia...lalu kita dapat Dari mana tendanya...?" ucap murid yang tadi berani berbicara.


"Aku punya...cukup untuk kita semua..." ucap Yulia. Mendengar ucapan Yulia, Semua orang merasa bahagia.


"Baiklah lebih baik kita berkema dekat hutan, agar besok pagi sekali kita langsung berangkat..." ucap Guru Di.


Merekapun segera mencari tempat lapang di dekat hutan . Dan tak lama mereka menemukan tanah lapang dekat hutan yang agak jauh dari Desa. Mereka segera membuat Dua tenda. Satu tenda untuk para murid Pria dan kedua Guru. Sedangkan yang satu untuk para murid Wanita yang terdiri dari empat wanita termasuk Yulia. Mereka mulai ingin mengenal Yulia lebih dekat. Dan Yuliapun merespon sikap mereka dengan baik.


"Maaf Yulia...apakah kau Selalu menyimpan tenda di Cincin ruangmu..." tanya gadis Jungyi .


"Benar...aku selalu membawa tenda ini di cincin ruangku . aku takut kejadian seperti ini..." jawab Yulia.


"Tapi kenapa kau lakukan itu...apakah kau sering bepergian...?" tanya Jungyi.

__ADS_1


"Sering...aku dan kakak serta sahabat juga si kembar suka berkelana...." jawab Yulia.


Mendengar ucapan Yulia, Guru Si tersenyum.


"Bagaimana jika mereka tahu kalau Sang Ratu juga Jendral perang yang di takuti lawan . tiga guru besar sudah tahu Siapa Yulia sebelum ini.


Untuk makan malam mereka nanti , tanpa setahu teman yang lain Yulia dan dua murid laki- laki masuk kedalam hutan, tak berapa lama mereka membawa empat burung pegar yang terlihat gumuk. Tentu saja mereka yang tidak melihat kepergian ketiga orang itu kaget sekaligus gembira. . Dengan cepat debagian dari oara murid laki - laki segera membersihkan burung pegar yang telah di tangkap Yulia dan yang lain meneruskan membuat tenda . Sedangkan Yulia di bantu teman wanita lainnya ,, mulai menyiapkan bumbu untuk memasak burung itu. Dan tanpa setahu mereka, Yulia mengbil bumbu dan sayuran dari ruang Dimensinya . Dua jam kemudian, tenda dan masakan telah selesai di persiapakan. Merekapun segera makan malam bersama. Saat mereka makan, terlihat wajah terkejut di mata Guru Di dan guru Wen


"Lia'er...dari mana kau dapatkan sayuran ini... Aku merasa kau tadi tidak pergi berbelanja..?" tanya Guru Di.


" He he he Yulia mengambil sayur itu dari cincin ruang Yulia , Guru..." ucap Yulia sambil tertawa kecil.


"Tapi aneh guru...murid merasakan ada aliran hangat saat kita memakan masakan Ini... Apakah karena masakan ini masih panas, atau karena tidak terlalu matang...? Hanya saja aliran panas ini murid rasakan sangat nyaman, dan kita merasakan ada tenaga kuat yang mengalir dalam tubuh ku..." ucap salah satu Murid Guru Wen.


"Benar guru...Murid juga merasakannya... " seru yang lain, dan bukan itu saja, semua mengatakan yang sama. Tentu saja kedua guru juga merasakannya.


"Yulia...apakah kau bisa menjelaskan apa yang terjadi pada kami..?" ucap Guru Di.


Yulia Batuk....


" Mungkin karena sayuran Yulia simpan di dalam Cincin ruang bersama beberapa senjata milik Yulia Guru. Walaupun tidak berdekatan, tapi karena satu rungan mungkin Sayuran menyerap kekuatan dari benda- benda tersebut guru..." ucap Yulia asal. Bagaimana mungkin Yulia mengatakan kalau sayuran dan air itu Yulia ambil dari ruang Dimensi .


Sebenarnya Guru Di tidak yakin akan jawaban dari Yulia, tapi karena Guru Di menghormati keinginan Yulia yang ingin menyembunyikan. kebenarannya , maka Guru Di pun diam saja. .


"Benarkaah... Kalau begitu kami mendapatkan manfaat dari senjata milikmu..." ucap salah satu murid yang menatap Yulia dengan perasaan kagum.


"Maaf jika itu membuat kalian tidak suka..." ucap Yulia seolah merasa bersalah .


"Hey...tentu saja kami tidak keberatan Yulia.. Malah kita mendapatkan manfaat dari makanan yang kita makan...!" seru Guru Wen .


"Ya Sudah kita selesaikan makan kita, lalu istirahat. Besok pagi sekali kita berangkat. Karena waktu untuk kita, tinggal berapa hari saja..." ucap Gitu Di menyelah percakapan mereka.


Merekapum melanjutkan makan malam mereka. Dan setelah selesai makan malam, ternyata mereka tidak tidur, mereka malah memilih berkultivasi . karena mereka merasa kekuatan banyak masuk kedalam tubuh mereka saat selesai maka malam tadi . Dan saat hari menjelang pagi, mereka baru mengakhiri kultivasi mereka. Mereka merasa kekuatan mereka semakin banyak . Setelah mengembalikan tenda Pada Yulia, dan Yulia menyimpan kembali tenda itu, Mereka pun segera berangkat melanjutkan perjalanan mereka. Dan pada hari ke dua belas tiga hari sebelum hari pertemuan, mereka telah sampai di sebuah desa yang merupakan. desa perbatasan Kota Yaman. Saat mereka sampai matahari terlihat mulai terbit di ufuk timur .


"Guru Di...apakah kita mencari makan di sini dulu...?" kata Guru Wen pada guru Di yang berjalan di sampingnya.


"Boleh...hanya tinggal sehari saja kita sudah sampai di kota Yaman . jadi biarkan mereka beristirahat sebentar di sini. .." Ucap Guru Di . Mereka pun segera mencari rumah makan untuk mengisi perut mereka.


Desa perbatasan itu memang cukup ramai karena Deda yang mirip Sebuah kota itu, menjadi jalan yang seting di lalui para saudagar, Seniman kultivator yang datang dari kota Yaman. Atau kerajaa lain. Terkadang mereka juga bermalam di kota ini. Aoalagi Kita Yaman adalah kota Perbatasan antara Benua ini dengan Dunia Tianli . mereka baru datang dari Dunia Tianli maupun sebaliknya, akan melalui Desa yang ramai ini . Dan seperti sekarang ini.. Karena adanya pertemuan Alkemia di kota Yaman, maka terlihat Desa ini penuh dengan praktisi yang akan menghadiri pertemuan itu . Dan merekapun hampir sulit menemukan rumah makan untuk mengisi perut mereka. Untunglah saat mereka masuk kedalam Restoran terbesar di sana, mereka melihat beberapa orang baru keluar dari Restoran itu . Seorang pelayan muda menghampiri mereka saat mereka telah sampai di Lobi.


"Selamat datang para pendekar perkasa... Apakah kalian ingin makan...?" ucapnya dengan ramah.


"Tentu... Apakan kami masih bisa memesan makanan ..?" tanta Guru Wan dengan ramah.


"Tentu pendekar... Suatu keberuntungan bagi anda sekalian, baru saja sekelompok orang pergi meninggalkan tempat ini. Mari silahkan masuk..." ucapnya ramah.


"Terimakasih..." mereka pun segera mengikuti pelayan muda itu masuk kedalam ruang Restoran. Benar saja ruang makan yang terlihat penuh , ternyata masih ada tempat untuk mereka. Setelah mendapat tempat duduk, mereka segera memesan makanan pada pelayan muda tadi . dan dengan ramah si Pelayan menjelaskan makanan yang tersedia di daftar makanan. Setelah itu barulah pelayan itu pergi dengan ramah. Tak berapa lama , terlihat dia sudah kembali dengan membawa makanan . dan dia datang bersama seorang pria tinggi besar dan terlihat ramah.


"Salam Nona, tuan...hamba Wangcai pemilik restoran ini , mengucap salam Pada kalian semua...Apakah ini utusan dari perguruan Guang Dan dari Dongyan...?" ucap Pria itu.


"Benar...kami dari sana...tuan mengenal kami..?" ucap Guru Di Dengan wajah kaget . Kebetulan beliau berada di dekat Yulia. Dan duduk dekat pria yang berdiri Di sebelahnya.


"Saya tahu dari lambang yang ada di baju para murid ...kalau begitu Silahkan menikmati makanan kami, Semoga makanan kami berkenan bagi anda sekalian..." ucapnya lembur. Tetapi tatapannya terlihat menatap Yulia dengan tatapan lembut seolah menatap seorang atasan .


"Oh.. Kami bertemu dengan sang Pemilik restoran . Terimakasih atas sambutannya dan mau mengikinkan kami makan pagi di tempat ini..." ucap Guru Di.

__ADS_1


Mendengar ucapan Paman Wangcai, terlihat semua orang menatap kearah meja Siyue.


"Lo ada apa dengan si pemilik Restoran ini. Kami saja yang sudah dari tadi datang, Si pemilik tidak bertemu dan menghampiri kami. tapi kenapa saat rombongan ini datang, si pemilik malah menemui mereka. Ada apa ini ...?ucap para pembelia yang lainnya perlahan . Apalagi melihat pemilik itu dengan cekatan membantu beberapa pelayan menaruh makanan di atas meja di depan kelompok yang baru datang itu . Setelah makanan tertata rapi di atas meja , pria gagah itu berkata.


"Sikahkan menikmati makanannya...Jika masih ada makanan yang ingin anda pesan, silahkan panggil pelayan kami.. .." ucap Pria itu ramah.


"Trimakasih tuan Wangcai..." ucap Guru Di. Tak lama pria gagah itu undur diri dan langsung masuk kedalam .


Yulia dan rombongan segera makan bersama. Dan sekarang para teman satu kelompok itu tidak sungkan lagi pada Yulia. Terlihat mereka berbicara dengan gembira.


Namun kegembiraan itu terusik saat sekelompok manusia masuk kedalam restoran.mereka terdiri dari tiga wanita dan sembilan pria . dua di antaranya adalah pria paruh baya . Karena tempat itu memang sudah penuh, Pelayan muda tadi datang menghampiri mereka.


"Maaf tamu- tamu yang terhormat. restoran kami sudah penuh. Jadi kami tidak bisa menyiapkan meja untuk kalian...?" ucap Pelayan itu dengan hormat.


"Kami tak perduli... Siapkan meja untuk kami...!" seru pria muda yang berdiri paling depan.


"Maaf.. tapi kami tidak bisa mengabulkam permintaan anda...restoran kami sudah penuh..." ucap Pelayan itu.mkekeh .


"Aku tak perduli. Dan aku menginginkan mereka yang duduk di sana untuk segera pergi. Karena kami ingin menempatinya..." ucap Pria itu dengan angkuh . Tentu saja pelayan muda itu kaget bukan main, karena yang di tunjuk pria sombong itu adalah meja tempat Yulia dan Rombongan makan .


"Maaf para pria terhormat mereka baru saja makan., mana mungkin saya mengusir mereka..." ucap Pelayan itu.


"Hey...kau ingin melawan kami...!" serunya dengan marah. Pria itu mencengkeram baju pelayan muda itu.


"Bu...bukan seperti itu tuan... saya tidak bisa mengusir mereka, karena mereka baru saja makan . mana mungkin mereka kami usir..." ucap pelayan dengan wajah ketakutan. Mendengar ucapan si pelayan, terlihat pria itu marah besar. dia langsung melempar pelayan muda tadi keluar Restoran . Dan akhirnya terjadilah keributan di restoran itu .


"Kakak...sudahlah, kalau pelayan rendahan itu tidak mau mengusir mereka, kita saja yang melakukannya...." ucap seorang gadis cantik dengan gaun indah yang berjalan kearah pria tadi . Gadis itu terlihat angkuh dan sombong.


"Benar apa yang kau katakan Mai'er...kita bisa mengusir mereka sendiri. " ucap Pria tadi. Dan mereka segera melangkah kearah rombongan Yulia. Namun baru satu langkah mereka berjalan. Tiba- tiba suara berat menghentikan langkah mereka.


"Maaf tamu yang terhormat... Maafkan saya yang tidak menyambut kedatangan tamu terhormat..." terlihat Tuan Wangcai berjalan dari dalam dengan cepat menuju kelompok Orang yang membuat masalah. gerakannya biasa tapi tiba- tiba sudah berada di sebelah pria muda itu .


"Kau pemilik Restoran ini...?" tanya pria muda itu.


"Benar... Maaf kami terlambat menyambut. Tapi benar kata Pelayanku tadi. Tempat ini memang tidak ada tempat kosong lagi. Dan kalau kalian mau, kami akan membuat meja dan Kursi yang akan aku tempat kan di loby..." ucap sang Pemilik.


"Apaa...kau menyuruh kami makan Di loby...?" seru pria muda itu marah.


"Maaf hanya itu yang bisa kami lakukan. Kalau anda setuju kami akan segera mengambilkan kursi dan meja untuk anda..." ucap Pemilik restoran yang bernama Wangcai. Dia seperti tak perduli apakah dia menyinggung sekelompok orang di depannya atau tidak. Melihat itu, pemuda tadi sangat marah. Namun seorang ketua berkata.


"Biarkan kita makan Di loby... Itu bukan salah si pemilik, tapi kalian lah yang mencari masalah..." ucap pria paruh baya dengan dingin. Mendengar ucapan pria tua yang sejak tadi diam, pria muda itu tak bisa lagi berbicara. terlihat wajahnya cemberut sambil menatap kearah Kelompok Yulia. namun Kelompok Yulia terlihat tenang saja melihat keributan itu . Wajah Yulia yang kebetulan memunggungi loby tidak perduli apa yang terjadi. setelah selesai makan, Saat Guru Di akan berdiri untuk membayar , Yulia berkata.


"Biar Yulia yang membayar guru..." ucapannya lembut .


"Baik.. trimakasih Nak..." ucap Guru Di.


"Sama- sama Guru. ..."Yulia lalu berjalan kearah kasir . Dia membayar semua makanan yang mereka makam. saat Yulia melangkah, banyak tatapan kagum menatap kearahnya. tak terkecuali pria muda tadi. wajahnyu seketika memerah melihat kecantikan Yulia.


dan wanita sombong yang sejak tadi seperti mencari perhatiannya, menjadi kesal saat melihat tatapan kagum dari pria itu terarah kelain tempat.


Dia melihat apa yang menjadi fokus dari pria itu. Seketika dia sangat marah, saat melihat kalau pria di depannya sedang menatap wanita berbaju putih sederhana yang berada di depan kasir pembayaran. wanita itu sangatlah cantik. lembut dan anggun. tubuh yang semampai dengan tinggi sesuai dengan. tinggi ideal dan kulit putih bening sebening Giok. terlalu sempurna untuk seorang gadis . wanita itu memang teramat cantik, dia saja yang seorang wanita mengakui kalau dia cantik . tapi keegoisan seorang wanita, yang tak mau kalah dari wanita lain, membuat dia sangat marah. Apalagi melihat banyak pasang mata Menatap pada gadis itu .Dengan kesal dan marah dia menatap Yulia yang sedang berjalan kearah kelompok .


udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . maaf jika masih ada typo..,🙏🙏 .

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2