
Setelah semua Siap, mereka segera berangkat ke istana. terlihat kedua pangeran kecil masih memakai topeng di wajahnya. rencananya mereka akan membuka topeng itu setelah sang Ibu dan Ayah menikah. dan Status mereka sudah Menjadi seorang Pangeran .Terlihat di halaman rumah Yulia , Ada tiga kereta yang di kirim sang Kaisar . Kereta pertama terlihat agak kecil tapi indah. sedangkan kereta kedua agak besar sepertinya muat untuk dua atau tiga orang. Dan kereta yang ke tiga terlihat besar. mungkin muat untuk tiga atau empat orang. Yulia terlihat menaiki Kereta pertama bersama si kembar yang sekarang memakai baju setelan merah serasi dengan sang Bunda. topeng perak yang hanya menutup mata terlihat menambah ke imutan si kembar. Sedangkan kedua orang tua Yulia ada di kereta lain. setelah semua masuk kedalam kereta kecuali empat Pria gagah orang terdekat Yulia yang terlihat naik kuda, juga beberapa pengawal yang di kirim kaisar , mereka semua terlihat menunggang kuda . Setelah itu terlibat Kereta mulai bergerak meninggalkan Rumah kediaman keluarga Wang. Perlahan kereta - kereta itu berjalan fi jalan besra kota Malada . Iring-iringan itu membuat banyak masyarakat melihatnya. Namun mereka tidak terkejut. Sebab Sejak tadi banyak iringan kereta menuju ke istana.ereka Sudah tahu kalau hari ini merupakan hari penobatan Putri Mahkota pilihan Kaisar sendiri . namun mereka tidak tahu kalau kereta yang mereka lihat sekarang merupakan kereta yang membawa Calon Putri Mahkota . Perlahan Kereta yang di naiki Yulia mulai mendekati gerbang istana. Terlihat Pengawal Rong yang merupakan Jendral kerajaan Dongyan bersama dua perwira lain telah menunggu kedatangan kereta itu . Saat kereta Yulia dan rombongan mulai mendekat gerbang istana yang memang sengaja fi buka karena acara itu. Jendral Rong segera menyambut Kedatanga. Yulia . Kereta berjalan masuk kedalam halaman istana. Dan berhenti tak jauh dari istana pertemuan yang berbentuk seperti aula terbuka .Begitu juga dengan kereta yang membawa tuan Wang dan Nyonya Lin .dan kereta terakhir membawa nyonya Chu dan Yulia serta Canlu. juga segera berhenti di belajang kereta Yulia Sedangkan Kakak dan tiga sahabat Yulia yang menaiki kuda dan berjalan di belakang kereta Yulia , juga segera berhenti . dan mereka cepat turun dari atas kuda. Terlihat Yulia dan Si kembar keluar dari dalam kereta di bantu Yao Han yang sudah menunggu di depan pintu kereta .
"Salam Putri...silahkan mengikuti saya....." ucap Rong Han sambil sedikit membungkuk menyambut Yulia .
"Trimakasih jendral Rong...ucap Yulia lembut. Merekapun segera masuk kedalam istana pertemuan . banyak tamu yang datang bersama dengan Yulia. Mereka tertegun melihat wanita cantik yang di sambut sendiri oleh Jendral Rong Han pengawal kepercayaan Kaisar Kim. Melihat sikap dari Jendral Rong Han, mereka mulai menebak siapa Yulia. Memang para keluarga Mentri maupun bangsawan Kerajaan Dongyan masih banyak yang belum tahu sosok Yulia yang telah menjadi pembicaraan rakyat kerajaan Dongyan. Dan baru sekarang mereka ingin mengetahui Sosok wanita yang bisa membuat Kaisar Kim jatuh cinta. Dan saat melihat wanita berbaju merah itu. Hati mereka mencelos tak percaya. Wanita itu sangat anggun Cantik dan terlihat mulia.
"Ya Dewa...siapa wanita itu...apakah itu yang di katakan istri Kaisar yang belum di ketahui banyak orang...!" seru salah satu wanita yang baru turun juga dari keretanya.
"Ibu.. Wanita itu benar- benar cantik... Aku belum pernah melihat wanita secantik Dia...* ucap Wanita muda di sebelahnya.
"Benar katamu Nak... Dia benar- benar cantik, tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan wanita itu di Kerajaan ini..." ucap sang Ibu.
"Andai aku bisa mengenal dan bersahabat dengan dia..." ucap si gadis.
"Mungkin bisa nak...sepertinya dia wanita yang baik, sopan dan baik hati. Pasti dia mau bersahabat denganmu..." ucap sang Ibu yang terlihat anggun dan lembut. Gadis manis di sebelahnya terlihat senang mendengar ucapan sang ibu.
"Nyonya Song...silahkan masuk .."ucap seorang pengawal pada wanita itu. Tak lama terlihat pria gagah seumuran tuan Wang menfekati mereka.
"Salam Mentri Song..." sapa Pengawal itu. pria gagah itu tersenyum dan membawa istri dan anaknya masuk kedalam istana. Namun matanya tertegun saat melihat tuan Wang Yu Ran yang sedang berduri di dekat pintu masuk bersama beberapa pria muda .
"Apakah mataku salah..." ucapnya perlahan.
"Ada apa Yah..." ucap wanita lembut di sampingnya.
"Tunggu Bu...sepertinya aku bertemu teman lama. Kalian masuk dulu. Aku akan memastikan penglihatanku..." ucapannya sambil melangkah cepat kearah rombongan Yulia yang akan segera masuk kedalam ruang pertemuan. Dia mendekati seorang pria paruh baya yang berdiri bersama seorang wanita dan beberapa pria muda.
" Wang Yu Ran..kau kah itu..?" ucapnya tak percaya. tentu saja mendengar suara panggilan seseorang , Tuan Wang Yu Ran melihat kearah datangnya suara. Saat melihat wajah orang yang memanggil , terlihat wajah terkejut di mata dan wajah tuan Wang Yu Ran.
"Kau Song Bin kan...?!" seru tuan Wang Yu Ran. Tiba- tiba pria di depannya memeluk tuan Wang Yu Ran dengan erat. Tentu saja tingkah pria paruh baya yang baru datang membuat kelompok Yulia yang ingin masuk berhenti. Dan mereka menatap pada tuan Wang Yu Ran yang dipeluk oleh seorang Pria paruh baya itu . Bukan hanya kelompok Yulia yang Kaget, tapi para tamu yang belum masuk kedalam istana. Begitu juga dengan Istri dan anak perempuan pria itu. Mereka tak jadi melangkah masuk kedalam . Setelah cukup lama memeluk tuan Wang Yu Ran, tuan Song Bin melepas pelukannya .Terlihat wajahnya Memerah.
"Apa kabar Wang...?" ucapnya parau.
"Aku baik- baik saja..Kau tetap seperti dulu..Cengeng...?" goda tuan Wang Yu Ran Sambil tertawa . Pria itu ikut tertawa sambil mengusap matanya .
"Gimana kabarmu sekarang...?kau baik saja kan...?" tanya Tuan Wang Yu Ran sambil tersenyum ramah.
"Aku juga baik - baik saja...Kau ada finkota ini..? Sejak kapan...?" tanya tuan Song Bin .
"Sudaj cukup lama...." Jawab tuan Wang Yu Ran dengan wajah tenang .
"Lalu kenapa kau di sini...? apakah kau ingin menghadiri acara ini...?" ucapnya keheranan.
"Aku mengantarkan putriku..." ucap tuan Wang sambil tersenyum.
"Putrimu...?" tanya Tuan Song Bin sambil menatap tuan Wang Yu Ran.
"Oo maaf. Perkenalkan ini Putra- Putraku. Dan itu Putriku Yulia..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil menunjuk pada kelompok Yao Han Dan kawan- kawan yang segera mengepalkan tinju di depan dada sambil menunduk memberi salam .
"Salam Paman.." ucap mereka di ikuti Yulia yang ada di sebelah nyonya Lin dan Nyonya Chu.
"Salam Paman..." ucap Yulia.
Tuan Song Bin terlihat tertegun menatap wajah- wajah tampan di depannya, serta wajah yang begitu cantik berdiri di apit dua Wanita paruh baya. Wanita itu teramat cantik dan anggun. Wajahnya hampir mirip dengan wanita cantik yang ada di sampingnya . Terlihat kecantikan wanita itu perpaduan antara tuan Wang Yu Ran dengan Wanita paruh baya yang ada di sebelah Wanita cantik itu.
"Dia Putimu...? dan wanita itu Lin Sawly kan...!" serunya sambil menatap wanita di dekat Yulia.
"Salam tuan Song Bin.. " Ucap nyonya Lin Sawly menyapa . Namun ucapan mereka terputus saat suara Rong Han terdengar.
"Maaf tuan Wang Yu Ran.. Putri Yulia harus segera masuk, karena Kaisar Kim dan Kaisar Tua akan segera masuk ruang perjamuan dan acara akan segera di mulai..." ucap Rong Han sopan. Tentu saja ucapan Rong Han menyadarkan mereka. Di mana mereka sekarang.
"Maaf kita lanjut nanti pertemuan ini, saat ini kita harus masuk ..." ucap tuan Wang Yu Ran meminta maaf.
__ADS_1
"Tidak masalah...ini juga salahku Menahan kalian semua, kalau begitu ayo kita masuk..." ucap tuan Song Bin. Akhirnya mereka berpisah dan segera masuk kedalam ruang pertemuan. Dan tempat Yulia dan keluarga ternyata sudah ada tempatnya sendiri. Dan itu terpisah dari para tamu undangan. Tak lama terlihat kasim memberitahukan kalau Kaisar Kim dan Kaisar Tua akan segera masuk .
Tak berapa lama terlihat pria tampan nan dingin itu masuk kedalam ruangan bersama Kasar tua dan beberapa putri dan Pangeran lain. Dan di sana ada dua wanita Paruh baya yang berjalan di belakang Kasar Tua. Serempak para tamu berdiri dan berucap.
"Salam sejahtera dan panjang umut yang Mulia agung Kaisar Kim They Yung...salam sejahtera dan panjang umur Kaisar Kim Saong Gi... Salam sejahtera para selir, pangeran dan Putri.!" ucap mereka serempak.
"Salam kalian aku terima. Sekarang kalian silahkan duduk kembali. Ucap Pria yang memakai baju kebesaran warna merah dengan lambang kerajaan di dada kiri dan sulaman naga besar di juba kebesarannya. Terlihat Dia begitu tampan dan gagah . sorot mata dingin Namun wajah putihnya serta tatapan tajam dari mata yang hitam kelam bagai danau tak berdasar itu membuat siapapun selalu ingin menatap wajah itu dengan perasaan kagum . tatapan itu terlihat menatap kearah satu pandangan dan tatapan yang semula tajam dan dingin, kini terlihat lembut penuh cinta. Membuat semua orang terpanah . karena sekilas mereka melihat wajah dingin dan bibir merah itu terlihat bercahaya karena senyum ada di bibirnya.
Tatapan sang Kaisar tertuju pada tempat kehormatan keluarga Wang Yu Ran . Dan mereka menyadari , pada siapa senyum itu di tujukan. Tanpa sadar mereka mengikuti tatapan Kaisar Kim. terlihat wajah cantik dan anggun sedang berdiri di dekat dua pria kecil bertopeng . Sedangkan Yulia sendiri akhirnya memberikan senyuman dengan lembut . Walaupun itu hanya sekilas saja.
Tak lama Kausar mulai duduk di singgasana miliknya dengan gagah berwibawah dingin dan tenang. Bagai dewa yang sedang menatap pada umat manusia. Lalu di ikuti semua tamu dan anggota kerajaan duduk kembali di tempat mereka , Selain Kaisar tua yang duduk sejak tadi. Karena kesehatannya tidak memungkinkan beliau untuk berdiri terlalu lama.
Setelah sang Kaisar yang berkuasa Telah datang dan duduk dengan tenang di tempatnya, Acara segera di mulai.
Namun tanpa di sadari para tamu undangan, di deretan kursi para keluarga mentri, terlihat Putri Nanggo sedang menatap Yulia dengan penuh kebencian . Dia semakin benci saat dia melihat tatapan dan senyum Kaisar tertuju pada Yulia . Namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi sekarang dia masih dalam keadaan sakit. Sebenarnya tadi kedua orang tuanya sudah menolak dia untuk datang ke acara ini. Sebab Penyakit yang dia derita belum sembuh malah semakin parah. Kini sebagian tubuhnya sudah mulai bernanah . Namun wanita itu terlaku keras kepala dan tak bisa di halangi kemauannya. Dan akhirnya dia harus memakai topeng Tipis dan memakai baju yang tertutup..hingga lukanya bisa ditutupi . Sedangkan Putri Keluarga Tang yang terkena penyakit seperti dia , tidak berani mengikuti perjamuan itu. Mungkin keadaan mereka sama seperti sang Putri . Tapi mereka memilih tidak ingin menghadiri pertemuan ini. Tidak seperti Putri Nanggo yang tidak bisa di halangi kemauannya .
Acarapun segera diulai dengan penampilan beberapa gadis Putri dari para bangsawan atau Mentri yang ingin menunjukkan kepandaian atau keahlian mereka di dalam segala hal. Ada yang menari, membaca puisi atau bermain alat musik . Mereka satu persatu mulai memperlihatkan kemampuan mereka. Beberapa gadis mulai tampil di depan semua tamu. Dan saat tampilan terakhir dari Putri Mentri Song Bin yang menari dengan indah, tiba- tiba wanita yang memakai topeng tipis yang sejak tadi duduk di tempat keluarga mentri Si tiba - tiba berdiri. Dia menampilkan tariannya yang dia kuasai dengan percaya diri. Tarian itu sebenarnya indah , Namun karena tubuhnya tertutup kain hingga seluruh badan membuat tariannya terlihat kaku. Apalagi Putri Nanggo memiliki luka di tubuhnya hingga gerakannya membuat lukanya tertekan karena gesekan baju yang agak ketat yang dia pakai . Yang membuat luka di tubuhnya mulai terbuka. Dan akhirnya mengeluarkan Darah . Saat itu Yulia sendiri kaget .
" Bukankah dia Putri Nanggo...apakah dia tidak dalam keadaan sakit karena racun itu.?" batin Yulia . sebab dia tahu kalau racun yang di buat tidak akan ada yang bisa menetralkan racunnya jika bukan dia sendiri yang menyembuhkannya. sebab racun yang dia buat, tidak akan ada penawarnya selain dia yang memberikannya.
"Tapi tunggu...sepertinya ada darah di punggung dan pinggang nya ...Ck, ck ck..dia itu bodoh atau ada masalah di otaknya..? Sudah tahu tubuhnya terluka, dia berani datang dan malah ikut menari..." seru Yulia dalam hati kembali .
Kini terlihat gerakan Putri Nango semakin lama semakin kaku . dan akhirnya dia berhenti . terlihat nafasnya memburu.
"Putri...!" seru Sang ibu dan Mentri Si hampir bersamaan. Tentu saja seruan Nyonya Si membuat semua orang Kaget.
"Oo..itu Putri Nanggo...kenapa dia memakai topeng...?" ucap salah satu tamu wanita.
"Aku dengar setelah pulang dari hutan Huangye putri Nanggo dan dua Putri dari keluarga Tang menderita penyakit gatal- gatal yang cukup parah. Mungkin karena itu, dia memakai topeng di wajahnya..."jawab wanita yang ada di sebelahnya .
"Kalau memang dia sakit, kenapa mesti datang kemari... Bagaiaman kalau penyakit gatalnya menular pada kita..." ucap wanita satunya sambil bergidik ngeri. Dan banyak lagi ucapan yamg membuat putri Nanggo dan sang Ibu Kesal. Sang Ibu Segera mendekat dam mengajak dia kembali duduk.
"Ayo Putri kita duduk..." ucap sang Ibu lembut.
"Tunggu ibu...aku ingin berbicara pada Yang Mulia..." ucapnya dengan nada dingin.
Dia bertekat hari ini akan mempermalukan Yulia di pesta ini. Dengan cara itu, Dia bisa menggagalkan pengangkatan Yulia mesjid Putri Mahkota .
" Siapa Dia... berani sekali dia bersaing dengannya. Di dalam olah kanuragan mungkin Dia bisa kalah, tapi dalam ilmu seni mana mungkin gadis desa mengenal seni tari lagu dan Musik ...batin Putri Nanggo .
"Putri..ayo kita duduk.." ucap sang ibu lembut seolah mencegah dang Putri berulah. Tapi sebenarnya mereka sudah membuat kesepakatan.
"Tunggu ibu.. aku ingin berbicara dengan Yang Mulia Kaisar dulu..." ucap Putri Nanggo.
"Nak..apa maumu..." ucap Sang Ibu.
Terlihat Putri Nanggo menghadap Kasar Kim dengan penuh percaya diri .
"Maaf yang Mulia.. Hamba hanya ingin Meminta satu permohonan apakah boleh...?" ucapnya dengan wajah terlihat meyakinkan.
"Katakan ...jika itu baik dan benar, aku akan mengabulkan. Dan Jika itu membawa Kaisar ini marah, kau akan mendapatkan masalah..." ucap Kaisar dingin.
"Yang Mulia...apakah ini suatu ancaman...?" ucap Putri Nanggo dengan berani .
"Kau boleh beranggapan seperti itu..." ucap Kaisar dengan wajah semakin dingin.
Sepertinya Kaisar mulai memahami kalau wanita ini kembali ingin membuat ulah untuk sang istri. Entah apa yang akan Kaisar lakukan jika dia tahu apa rencana Putri Nanggo pada Kedua Putranya saat di dalam hutan Huangye .
"Hamba mengerti Yang Mulia ...bukankah hari ini Nona Yulia akan di nobatkan Sebagai Putri Mahkota kerajaan ini...?" ucapnya sambil menatap Kaisar dengan berani.
"Lalu...?" tanya Kaisar Kim dingin .
__ADS_1
"Sekali lagi maaf Yang Mulia...apakah semua itu sudah anda fikirkan dengan matang Yang Mulia...?" ucap wanita itu dengan nada kesal dan berani . Mendengar ucapan Putri Nanggo, semua orang melongo. Kenapa wanita ini berani sekali mengkritik Kasar Kim...apakah dia sudah bosan hidup.
"Kau berani meragukan pilihan Kaisar ini...dan Kau meragukan wanita yang Kaisar ini Cintai...?" ucap Kaisar Kim dengan kemarahan yang dia tahan .
"Ampun yang Mulia...bukan seperti itu. Hamba hanya mengingatkan kalau seorang Ratu di pilih oleh tetua agung kerajaan dan yang paling utama dia bisa menguasai dalam segala bidang. dari ketrampilan beladiri maupun dalam kesenian... Tapi Nona Yulia...? Dia hanya bisa dalam ketrampilan beladiri . kalau dia memang Kekasih Kecil yang Mulia.. Seharusnya dia hanya bisa menjadi seorang selir samping, bukan menjadi calon seorang Ratu..." ucapnya dengan Berani .
"LANCANG SEKALI UCAPANMU...!" teriak kaisar marah. Suasana menjadi Dingin seketika . Melihat kemarahan Kaisar ,kedua orang tua Putri Nanggo segera bersujud minta Ampun
"Ampun...ampunkan Putri Kami Yang Mulia..!" Seru keduanya Memohon diri untuk sang Putri . Terlihat sekali Kaisar sangat marah.
" Ampun Yang Mulia...hamba harap Yang Mulia jangan marah.. Kita harus mendengarkan Semua alasan Outri Nanggo menentang pilihan Yang Mulia.. Apakah hanya karena Dia takut kerajaan ini memiliki Ratu yang bodoh, atau karena masalah lain..." terdengar suara lembut yang membuat kemarahan Kaisar Kim meredah seketika.
"Apa maksudmu Lia'er...?" ucap Kaisar dengan suara sangat lembut .
"Biarkan dia mengatakan apa maunya..." ucap Yulia lagi . Seyuman di bibir Yulia seketika membuat wajah keruh Kaisar Kim hilang seketika . Dia lalu menatap Putri Nanggo dengan wajah kembali dingin.
"Sekarang katakan apa maumu...?"Kata Kaisar sambil menatap Putri Nanggo yang terlihat menatap juga penuh dengan kemenangan.
"Kami akan sedikit Yakin jika Nona Yulia bisa membuktikan pada Kami kemampuannya selain bela diri..." ucapnya nyaring dan bernada sombong .
Mendengar ucapan nyaring Wanita itu. Yulia tahu kalau Putri Nanggo Dengan sengaja melakukannya. Dan Semua itu dia lakukan pasti hanya untuk mempermalukan dirinya. Mendengar ucapan Putri Nanggo, terlihat wajah Kasar Kim Semakin Dingin.
Tapi dia yakin dan tidak takut Kalau sang Kekasih bisa di permainkan oleh wanita ini. Karena itu, Kasar menatap pada Yulia yang duduk dengan tenang di dekat kedua Putranya.
"Lia'er...apakah kau mau menerima permintaan wanita ini...?" ucapnya lembut. Sikap Dan ucapan Kaisar Kim sudah menunjukkan kalau dia sangat percaya pada Yulia.
Terlihat Yulia tersenyum lembut. Senyuman wanita itu membuat dada para pemuda tergetar tak karuan, hingga membuat wajah mereka memerah.
"Hamba tentu saja Mau Yang Mulia..." ucap Yulia lembut. Yulia segera berdiri dan maju kedepan . dia mendekati Putri Nanggo yang masih berdiri di tengah ruangan .
"Apa yang akan anda minta untuk Nona ini lakukan. putri..." ucap Yulia . terdengar suara dan sikapnya sangat lembut. Namun di sana terlihat aura yang menakutkan.
"Bagus ,Ternyata Nona Yulia berani juga... baiklah kami memiliki dua permintaan, satu memainkan alat musik, dan dua melakukan sebuah tarian. Apakah anda sanggup..?" tanya Putri Nanggo dengan wajah sinis .
"Baik...akan aku kabulkan permintaan anda..." ucap Yulia dengan tenang .
Namun ketenangan Yulia membuat hati Putri Nanggo sedikit bergetar .
"Apakah dia bisa melakukannya..." ucapnya dalam hati.
Perlahan Yulia Melangkah ketempat para pemusik meminta mereka mengiringi tariannya. Setelah itu Dia melangkah ketengah ruangan. Perlahan musik mulai mengalun, dan terlihat Yulia mulai menggerakkan Kakinya, tak lama Terlihat dia mulai menari dengan gemulai, namun semua orang kaget. karena tarian yang di lakukan Yulia Adalah tarian pedang yang biasanya di lakukan oleh para pria saat senggang di waktu perang . Karena tarian itu juga merupakan sebuah ilmu pedang . Saat Yulia mulai mengeluarkan pedangnya, terlihat gerakan yang biasanya Kaku saat di bawakan oleh prajurit perang, Kini di tangan Yulia terlihat indah dan gemulai. membuat semua orang tercengang tak percaya . Mereka tak percaya tarian Pedang itu bisa begitu indah .
Sampai tarian itu berakhir, semua orang masih tertegun tak dapat bereaksi sambil menatap Yulia . baru setelah Yulia membungkukkan badannya , mengakhiri tariannya, baru mereka sadar kalau tarian itu telah selesai dan semua orang serempak bertepuk tangan .
"Ya Dewa...ternyata tarian pedang Yang biasanya Kaku membosankan, Kenapa di tangan Putri Yulia menjadi Indah dan gemulai. ..!" ucap seorang pria dengan badan kekar dan kuat . Sepertinya dia seorang Perwira di kerajaan Dongyan .
"Ayah...apa benar itu tarian Pedang yang biasanya di lakukan Para Prajurit..." tanya Gadis yang duduk di dekat Pria kekar itu .
"Benar Anakku....itu tarian pedang sekaligus gerakan ilmu pedang yang di lakukan para prajurit saat berlatih.." ucap sang Ayah.
"Waah...ternyata Putri Yulia sangat hebat. Dia mampu merubah tarian pedang yang kaku menjadi tarian pedang yang indah...Ayah bolehkah aku meminta Putri melatihku untuk belajar tarian pedang...?" ucap gadis itu penuh harap.
"Nanti kita coba berbicara pada Putri..." jawab sang Ayah lembut . Terlihat sang Putri tertawa senang. dan banyak lagi komentar dari orang lain. Dan semua itu sampai di telingaPutri Nanggo dan kedua orang tuanya.
Membuat putri Nanggo semakin marah dan benci pada Yulia .
Sekian dulu ya ...aku lanjut besok lagi.
Maaf jika masih ada typo 🙏🙏
Jangan lupa like, bote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung