
Seketika kedua Pangeran menatap pada barisan terakhir . dan mereka melihat seorang gadis berjalan dengan santai di belakang kedua teman wanitanya. sesekali kedua temannya menengok kearah gadis itu sambil Mengajak Berbicara. Kedua Pangeran itu tertegun melihat Yulia. Mereka terdiam tak bisa bicara.
"Ayo kita kembali kekamar kita, dan ikut rombongan Kaisar untuk menemui dia..." ucap sang Kakak menyadarkan mereka dari pesona Yulia.
"Tunggu kak...apakah Dia gadis yang Kau Cari..?" tanya Pangeran Ketiga.
"Aku merasakan aura yang keluar dari tubuh gadis itu, sama dengan aura yang gadis kecilku miliki..." ucap Kaisar Feng Lian.menjawab pertanyaan Sang Adik.
"Sudah, sudah Ayo kita kembali. aku ingin segera bertemu dengan dia di perjamuan..." ucap Kaisar Feng Lian kembali.
Akhirnya mereka Terbang kearah istana tempat mereka tinggal Selama Satu Minggu ini.
Sedang kan di dalam aula peryemuan, Yulia dan Kawan- kawan serta seluruh tamu, Sedang menunggu kehadiran Kaisar mereka.
Setelah duduk beberapa saat , Kasim Kerajaan mengumumkan kedatangan Kuisar Feng Lian yang merupqkan tamu kerajaan. Tak lama terlihat Delapan orang masuk ke dalam ruangan , tiga terdepan terlihat sangat menonkol , apalagi Pria yang berada paling depan. Pria berpakaian Kuning emas dengan juba emas pula , berjalan dengan gagah masuk kedalam ruangan. Mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan. Tiga duduk dekat Singgasana Kaisar, lima terlinat duduk di belakang mereka. Dua pria berpakaian Hijau dan ungu yang berada di samping Pria berpakaian Kuning tersebut terlihat juga sangat tampan. Terfengar jerit pelan para wanita yang ada di ruangan itu. Mereka Terlihat mulai memperhatikan penampilan mereka. Hanya Yulia yang terlihat tenang dan Cuek di pojokan Sana. Sesaat kemudian terlihat Kaisar Feng menatap kearah tempat murid perguruan Surya berada. Dia Terlihat seperti sedang mencari sesuatu. Dan terlihat senyum Samar walau sebentar di wajah pria tampan yang berbaju kuning keemasan saat melihat ke arah pojok tempat para murid perguruan Surya berada.
Namun tak berapa lama terdengar Kasim kembali mengumumkan kehadiran Kaisar Ang Suyan bersama para anggota Istana Phoenix. Dan benar saja, terlihat rombongan Kaisar Ang Suyan dan permaisuri An Chi masuk kedalam ruangan itu mereka masuk bersama selir, Pangeran dan Putri Kerajaan. . Terlihat Pria paruh baya dengan wajah yang masih terlihat tampan berwibawa masuk ke dalam ruangan bersama seorang Wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik bersama seorang dua wanita paruh baya , serta dua pria dan tiga wanita Muda juga para pelayan di belakang mereka berjalan. menuju Singgasana Kaisar. Yulia ikut berdiri bersama tamu lain untuk memberi salam dan hormat pada Kaisar dan Ratu Kerajaan Phoenix.
"Salam sejahtera dan panjang umur Yang Mulia Kaisar Ang Suyan, salam Sejah tera dan panjang umut Ratu An Chi .." Ucap mereka bersamaan. Terlihat Kaisar Ang Suyan berdiri di depan Singgasana , Lalu mengibaska. Lengan bajunya sambil berkata .
"Salam kalian aku terima, duduklah kembali..." Ucap Kaisar Ang Suyan dengan berwibawa.
'Trimakasih yang Mulia.." ucap mereka bersamaan. Setelah itu mereka segera duduk kembali setelah melihat Kaisar dan Ratu duduk di Singgasana milik nya. Terlihat Kaisar menatap pada deretan murid perguruan Surya. Dia tidak bisa melihat wajah yang memakai topeng di wajahnya. Namun perasaan yang kuat, Serta debaran hatinya semakin kuat . merasakan sang Putra Ada di antara mereka . Tak lama acara segera di mulai. Terdengar Kaisar mulai memberi petuah pada para murid Perguruan dan peserta calon Perwira Kerajaan .
" Dan tak lupa aku ucapkan selamat pada mereka yang telah bergabung di Perguruan Surua. Selamat untuk yang terpilih di lima belas murid inti. Tapi bagi yang Menjadi Murid bawa yaitu murid yang bukan termasuk mutid inti, aku harap tidak terlalu kecewa. Karena kalian merupakan lima puluh orang yang beruntung Menjadi murid perguruan Surya. Karena itu, Aku ucapkan banyak trimakasih pada Kalian semua. Selamat datang di Kerajaan Phoenix . Dan kini aku hanya ingin tahu dan mengenal murid baru yang menjadi pemenang pertama dalam ujian. Saya harap murid tersebut hadir di hadapan kita semua ..." Ucap Kaisar Kim.
Yulia yang Ada di tempat paling belakang kaget Mendengar ucapan Kaisar Ang Suyan. Karena teman dan para guru menatap ke arah tempat dia duduk, dengan enggan akhirnya Yulia berdiri. Namun terlihat dia tertegun sejenak . Tak lama secara Perlahan dia melangkah ke arah Singgasana. Segera tatapan semua orang terarah pada gadis bergopeng yang kini melangkah dengan anggun kearah Singgasana sang Kaisar. Kaisar Feng Lian terlihat tegang saat melihat kemuncukan Yulia yang berjalan kearah tempat dia Duduk . Tepatnya kearah Kaisar Ang Suyan. Tatapan dingin terlihat di wajah wanita itu. Namun semua tahu kalau di balik wajah bertopeng itu pastilah ada wajah yang sangat cantik yang sengaja dia sembunyikan. Namun tidak bagi Kedua Kaisar di depan Sana . Melihat pakaian Yulia dan ikat kepala yang dia pakai, mereka kaget Bukan main. Sebab baju dengan sulaman gambarkan burung Phoenix hanya akan di pakai oleh seorang Ratu. Dan ikat kepala yang Yulia pakai, itu bukan hanya sekedar ikat kepala. Namun Mahkota kecil yang merupakan Lambang seorang Ratu Suatu Kerajaan. Terlihat Kaisar Feng Lian dan Kaisar Ang Suyan menatap Yulia dengan tegang. Suasana saat itu terlihat sunyi dan tenang di dalam ruangan itu. Hanya langkah Yulia yang terdengar berjalan teratur . Namun ketenangan itu tiba- tiba terpecah dengan Yulia yang tiba- tiba Melayang sambil menghantam udara dengan sambung yang entah Kapan sudah berada di tangannya . Terlihat Kilatan putih melayang di udara. Tepat di depan Kaisar Feng Lian dan Kaisar Ang Suyan. Ternyata lima anak Panah Mengarak ke arah Orang nomer satu di Kerajaan Phoenix dan tamunya. Nukan itu saja. Berpuluh anak pana mengarah Kearah Kaisar Ang Suyan dan Kaisar Feng Lian . Dengan gerakan cepat Yulia menghantam kan cambil kilatnya memutari tempat Kausar Ang Suyan dan tamunya. Tak lama cambuk Yulia memukul kearah Beberapa tempat di dalam ruangan itu. Terdengar Beberapa teriakan yang menyayat keluar dari Beberapa orang yang terjatuh dari tempat yang dihajat Yulia.
"Jangan lari....! Pengecut Kau...!" Seru Yulia sambil mengibaskan tangannya . Lalu Dia mengejar keluar ruangan .
Teriakan Yulia menyadarkan mereka kalau baru saja Kaisar Ang Suyan dan tamunya terlepas Dari bahaya. Segera Yulia mengejar keluar ruang aula itu. Seketika Kaisar Feng Lian dan kedua adiknya ikut mengejar keluar. Begitu Juga dengan beberapa prajurit dan para murid senior pergi keluar bersama beberapa guru.
Ketika sampai di halaman Istana, mereka melihat Yulia sedang bertarung sengit melawan segerombolan Pria yang berpakaian hitam dengan tutup kepala hitam pula .
Melihat semua itu, Kaisar Feng Lian dam kedua adiknya serta pengasalnya segera membantu Yulia dalam menghadapi mereka. Begitu juga dengan beberapa murid perguruan. Wangli dan Zizu yang akan keluar mengurungkan niat mereka setelah melihat Beberapa orang membantu Yulia. Terlihat Yulia sedang bertarung dengan pria yang sepertinya memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Mungkin Dia pimpin penyerbuan itu . Mereka berdua bertarung di udara. Berkali- Kali pria itu melontarkan kekuatan hitam dari tangannya. Dan Yulia terpaksa menangis dengan kekuatannya. Cahaya putih terpancar Dari tangan Yulia. Setiap kekuatan yang keluar Dari tangan Yulia akan menimbulkan ledakan keras jika bertemu dengan kekuatan Pria itu. Apalagi dengan cambuk Yulia yang menghantam kearah prian itu dan beradu dengan pedang hitam milik Pria itu . Sedang anak buah oria itu akhirnya satu persatu dari mereka dapat di lumpuhkan, Dan Akhirnya kini tinggal Penyerang yang Di hadapi Yulia. Namun akhirnya pria itupun Juga terkena sambaran senjata cambuk petir Yulia. Kaisar Ang Suyan yang sejak tadi melihat senjata di tangan Yulia, Dia terlihat tertegun dengan tatapan kearah senjata Yulia . Dia ingat kalau senjata itulah yang di jaga Naga Long Bay Ran. Dan di sanalah dia menaruh sang Putra saat Terjadi Bencana . Dan saat Dia ingin mengambilnya kembali, Telur dan benda yang di jaga Long Bay Ran serta Naga itu sendiri telah pergi dari tempat itu.
"Apakah benar- benar gadis itu yang Menemukan Putraku, Memang kekuatan yang Dia gunakan tadi sangat femiliar denganku . Tapi kini dia juga yang telah menyelamatkan aku ..." Batin Kaisar Ang Suyan sambil menatap Yulia yang Kini masih bertarung dengan Pria itu. Menghadapi lawan yang sangat tangguh. Yulia akhirnya Mengeluarkan kekuatan yang Sebenarnya. Melihat kekuatan Yulia. Dekan Yan So berdecak kagum.
"Dasar anak nakal. Terang saja dia menang melawan mereka. Ternyata di dalam tubuh kecil itu tersimpan kekuatan yang sangat besar. Dan aku semakin penasara sepertinya bukan hanya satu mahluk kontrak Dia..." Ucap Dekan Yan So. Dan beberapa saat kemudian tiba- tiba sebuah api warna kuning keemasan keluar dari tangannya, dan segera menghantam kearah Pria yang juga Mengeluarkan kekuatan hitam yang cukup besar dari tangannya. Terlihat api itu menekan kekuatan Hitam dan tak lama terdengar ledakan cukup nyaring di udara.
Terlihat Pria itu terlempar ke bawah dan terhempas dengan kuat ke tanah persis di depan Kaisar Ang Suyan. Dia memuntahkan darah Segar dari Mulut nya. Merasa dirinya telah tertangkap. Dia berusaha ingin bunuh diri. Namun sebuah jarum Perak menancap di bawah telinga nya. Hingga dia tidak bisa menggigit racun yang Ada di Mulut nya. Perlahan Yulia terbang Mendekati Pria itu lalu Membuka paksa mulut Pria itu .
"Tidak semuda itu kalau Kau ingin bunuh diri..." Ucap Yulia sinis . Dia lalu mengambil sesuatu dari dalam Mulut pria penjahat itu. terlihat sebuah pil berwarna hijau tua kini Ada di tangan Yulia .
"Ck...racun kecubung hitam... Namun sayang kau bertemu denganku...? Hingga Kau harus gagal untuk bunuh diri .." Ucap Yulia dingin. Lalu dia mengambil sesuatu dari Cincin Ruangnya. Dengan cepat dia Membuka mulut Pria itu lalu memasukkan benda yang Dia ambil tadi kedalam Mulut Pria itu. Setelah beberapa saat kemudian, dia mencabut jarum perak yang ada di tunuh Pria itu . Setelah itu, Dia menghadap dan mengangguk hormat pada Kaisar Ang Suyan .
"Yang Mulia, maaf ...sekarang yang Mulia bisa mulai melakukan introgasi dia . apapun yang ingin anda ketahui...pasti akan DOA jawab jika dia tahu..." Ucap Yulia sambil menjauh Dari Pria itu. Terlihat Kaisar menatap Yulia dengan pandangan rumit.
'Trimakasi...tapi aku ingin brrbicara Dengan mu nanti..." ucapnya sambil menatap Yulia .
"Hamba akan menunggu..." jawab Yulia dengan tenang .
Kaisar segera memanggil pengawal.
" Bawa dia kedalam..." Ucapnya dingin. Segera dua pengawal membawa pria itu masuk. Di ikuti Kausar dan bebrapa mentri yang tadi ikut keluar . Sedang kan Kaisar Feng Lian mendekati Yulia.
"Kau tidak apa- apa Nona...?" Tanya Sang Kaisar dengan tatapan cemas.
__ADS_1
"Tidak masalah..." jawab Yulia . Namun pria itu melihat luka di Lengan kanan Yulia.
"Kau terluka...!" Sarunya Panik . Yulia yang tidak sadar akan luka di tangannya baru menyadari kalau dia terluka.
,"Aah tidak ma..." Namun sebelum Yulia menyelesaikan ucapannya. Kaisar Feng Lian sudah menarik tangan Yulia dan memabawanya untuk duduk di Kursi yang ada di dekat sana. Dia lalu mengambil sesuatu dari dalam Cincin Ruangnya. Dengan perlahan dia merobek Sedikit Lengan baju Yulia yang memang sudah Robek. Lalu membersihkan darah yang terlihat masih keluar Dari Lengan yang terluka.
"Yang Mulia...saya tidak apa- apa..." ucap Yulia tak enak hati. sebab banyak mata menatap mereka. Apalagi yang brrjongkok di Depan Yulia merupakan seorang Kaisar Kerajaan besar .
"Diamlah...jika luka ini Terlambat di tangani maka akan sulit menghilangkan bekas luka..." ucapnya dengan lembut . Terpaksa Yulia menuruti Pria itu . Setelah itu, Kaisar Feng Lian mengambil obat salep Dari dalam Cincin Ruangnya . dan dengan cepat Dia mengikat tangan Yulia dengan Kain Putih setelah mengoleskan salep di luka Yulia. Semua itu Dia lakukan dengan cepat. Yulia dan semua orang hanya bisa melihat dengan mulut terbuka.
"Lukanya akan cepat sembuh, jangan khawatir , tidak akan Ada bekas luka di tanganmu..." Ucapnya lembut sambil menatap Yulia dengan tatapan lembut. Seketika Yulia sadarkan diri. Begitu juga para murid , guru dan beberapa tamu yang melihat kejadian itu .
"Trimakasih Yang Mulia.. " ucap Yulia .
"Jangan berterimakasih padaku.. aku lah yang seharusnya mengucapkan kata- kata itu..Kau telah menyelamatkan aku kembali.." Ucapnya dengan nada lembut.
"Kembali..apa maksud Yang Mulia..?" tanya Yulia tak mengerti.
"Kau telah melupakan aku...?" Tanya Kaisar Feng Lian dengan wajah kecewa.
"Melupakan anda...? Maksud yang mulia...? apakah kita pernah bertemu...?" Tanya Yulia keheranan.
"Kak...bukankah Kau berkata pada kami kalau Nona..." Pria di sebelah Kaisar Feng Lian menatap Yulia Seolah bertanya Siapa namamu. Yulia mengerti tatapan Pria itu.
"Yulia..." Ucap Yulia.
"Trimakasih...Saat itu bukankah Nona Yulia masih kecil , tentu saja dia pasti melupakan pertemuan kalian.." Ucap Pria tadi .
"Benar juga Katamu dek...baiklah aku akan mengingat kan itu Padamu Nona Yulia..." ucap Kaisar Feng Lian . Sedangkan Yulia menatap mereka dengan pandangan tak mengerti .
"Kak...jangan macam- macam ..apa maksud ucapanmu kalau dia korbanku lagi.... Aku belum pernah bertemu dengan dia..." Ucap Yulia kesal.
"Tuan... Benar kata Kak Ryu. Kalau di lihat, sepertinya dia pernah Tuanku Tolong. Dan aku yakin Dia akan Menjadi pengikut Setiap Tuanku..." Ucap Wangli kepada Yulia.
"Jangan berfikiran mavam- macam Wang... Kapan aku menolong dia..." Ucap Yulia.
"Yueyue kita pergi ke dalam dulu...tidak baik di lihat banyak orang. lagian aku kasihan padanya, terlihat wajah nya cemas menatap mu..." Goda Zizu Rong di akhiri dengan kekehan kecil nya . Akhirnya Yulia Mengajak mereka masuk kedalam ruang perjamuan yang terhenti Karena kejadian tadi. Merekapun segera masuk kedalam ruangan kembali. Dan di dalam ruangan, ternyata Kaisar telah meng introgasi pria tadi. Ternyata mereka Berasal Dari Sekte Iblis yang dulu menyerang ke Kaiasaran Phoenix bersama saudara tiri Kaisar Phoenix yang ingin merebut Kerajaan. Phoenix . Dan mereka telah hilang setelah di tumpas oleh Kaisar Ang Suyan yang di Bantu oleh Kaisar Feng Kun Kaisar Kerajaan Feng. Ayah dari Kaisar Feng Lian. Dan ternyata kini mereka kembali berani mengirimkan salah satu kepala pasukannya untuk mengganggu Kerajaan Phoenix . Kalaupun bisa membunuh KaisarAng Suyan.dan Kebetulan Kaisar muda Feng berada di Kerajaan ini . Hinga mereka ingin membunuhnya juga . Mereka telah menghilangkan aura dan kekuatam mereka untuk mengelabui semua orang, namun mereka tidak mengerti kenapa wanita bertopeng itu bisa lolos dari pengaruh serbuk yang mereka taburkan . Hingga dia bisa menggagalkan serangan dan rencana mereka yang ingin membunuh kedua pria berkuasa itu.
"Trik kalian murahan dan terlalu lemah. Kalian Bukan nya menarik kekuatan dan aura kalian, tapi kalian menaburkan bubuk daun Linglang. Yang membuat orang tidak bisa merasakan kehadiran kalian, tapi semua itu tidak berguna buatku. Sebanyak apapun kalian menggunakan bubuk itu. Aku tidak akan terpengaruh..." ucap Yulia sambil memukul kepala pria itu dengan wajah kesal. Melihat tingkah Yulia. Semua orang Tercengang. Namun Kaisar Feng Lian tersenyum Senang. Dia semakin kagum pada Yulia.
Pria di penjahat menatap Yulia tak percaya . Kaisar Ang Suyan yang berilmu sangat tinggi saja terpengaruh oleh bubuk itu, tapi kenapa Yulia tidak. Dia tidak tahu saja kalau di Dada Yulia Ada bunga pemangsa Lilian yang membuat Yulia kebal terhadap segala Racun. Dan air Jiwa yang menetralkan semua Racun. Lalu dari mana Racun bisa masuk kedalam tubuh Yulia. (🤔) .
"Kau tahu bubuk racun itu...? Tapi jangan bangga dulu...aku masih menang. walaupun Kau tidak bisa keracunan tapi tidak bagi mereka. Karena mereka akan terserang Racun bubuk Linglang..." Ucap Pria itu sambil tertawa Senang. Mendengar ucapan pria itu, mereka semua kaget bukan main.
"Apaa...kita keracunan...!" Seru mereka ketakutan. Namun Yulia terkekeh membuat mereka menatap Yulia heran.
" He he he Kau salah...harus nya Kau sadar saat mereka bisa melawan kalian, Kau harusnya sadar kalau pengaruh bubuk itu sudah hilang..." Ucap Yulia dingin.
"Kau ingin meracumi kami.. Jangan harap Kau akan berhasil..." Ucap Yulia sambil memukul kepala pria itu .
"Apaa...sudah Kau netralkan...? Tidak...itu tidak mungkin...Kau pasti Bohong. Sebab bubuk daun linglang sangat sulit di netralkan. tabib kami yang membuat saja belum bisa menetralkan racun itu..." Ucap Pria itu dengan wajah tak percaya.
"Itu Karena tabib Kalian bodoh..." Ucap Yulia cuek.
"Sudahlah...Berbicara dengan mu membosankan, buktinya kami tidak apa- apa kan.." ucap Yulia kesal .
Akhirnya Penjahat itu segera di masukkan ke dalam penjara sambil menunggu hukuman dari Kaisar Ang Suyan.
__ADS_1
Setelah itu mereka melanjutkan perjamuan yang sempat tertunda. Saat Mereka sedang menikmati makanan yang sudah di sediakan, Kaisar Fang Lian mendekati Yulia.
"Nona Yulia.. Boleh aku berbicara Dengan mu...?" Ucapnya perlahan . Yulia menatap Pria yang melihat padanya dengan tatapan memohon.
"Baiklah kita keluar..." Ucap Yulia . sejak tadi dia hanya memakan kue dan buah . Merekapun segera melangkah keluar dari ruangan itu . Dan mereka memilih duduk di taman yang Ada di depan ruangan itu. mereka duduk berhadapan
" Nach sekarang apa yang ingin Yang Mulia katakan pada hamba. Dan hamba heran, Kenapa yang Mulia mengatakan kalau hamba telah menolong yang Mulia...? dan kita pernah bertemu...Kapan itu...? " Kata Yulia dengan menatap Kaisar Fang Lian yang sedang menatap ke arahnya.
"Kita pernah bertemu sekitar lebih dari tuju belas tahun yang lalu.." Ucap Kaisar Fang Lian.
"lebih dari tuju belas tahun yang Lalu...? Mana mungkin yang Mulia... Saat itu pasti hamba masih sangat kecil. Umur hamba mungkin masih antara lima atau enam tahun..." Ucap Yulia dengan wajah heran.
"Benar saat itu Kau masih gadis kecil yang menggemaskan . Dan aku pemuda yang baru mengenal Dunia luar...Saat itu aku hampir mati Karena racun seseorang. Tepatnya Sahabatku sendiri telah neracuniku dan aku hampir mati..." Ucap Kaisar Feng Lian fengan wajah terlihat sedih dan marah.
"Tunggu...Kalau memang anda terkena racun, lalu bagaimana bisa hamba bertemu dengan Anda...?" Tanya Yulia.
"Karena Kau yang menolong diriku..." Ucap Feng Lian sambil menatap Yulia.
" Hamba...? Hamba menolong anda yang keracunan...? Jangan Bercanda Yang Mulia... mana mungkin hamba yang masih berumur antar lima sampai enam tahun bisa menolong Anda yang keracunan.." Ucap Yulia tak percaya.
"Itu Kenyataannya... Percaya atau tidak, memang kau yang telah menolongku...Apa itu Karena keberuntunganku, atau Karena memang Dewa masih menginginkan aku hidup. Saat itu Aku yang terluka parah dengan sengaja di buang di hutan oleh sahabatku. Dia melakukan itu hanya Karena seorang gadis..." Ucap Kaisar Feng Lian bercerita.
"Seorang gadis...?" tanya Yulia tak mengerti.
"Iya Karena seorang gadis...gadis itu mencintaiku, tapi aku tidak. Dia selalu mengejarku, dengan segala Cara dia ingin menjadi kekasihku, calon istriku. Tapi Bukan nya aku jatuh cinta padanya, malah aku Merasa muak dan Jijik. Dan Puncaknya. Dia ingin menjebakku dengan ramuan pil pengikat Cinta. untunglah Ada seseorang yang mengatakan padaku . Hingga akhirnya aku terlepas dari jebakannya . Karena segala usaha tidak bisa membuatku jatuh cinta padanya, akhirnya dia memilih mengadu domba aku dengan sahabatku. yang memang tergila- gila padanya. Dia menjajika akan menerima Cintanya dan mau menikah dengannya, jika dia bisa membunuhku. Akhirnya sahabatku yang gila padanya dengan tega berusaha membunuhku. tapi mungkin Karena sakit hati padaku, , bukannya dia langsung membunuhku, tapi Dia menyiksaku terlebih dahulu lalu memberiku Racun . Dan racun itu merupakan gigitan ular api dan ular salju. lalu membuangku ke Alam bawah. yaitu di Alam Dinasti. Kau bisa bayangkan diksaan apa yang kualami saat itu..." ucap Kaisar Feng Lian sambil menatap Yulia.
"Gila..sahabat mu benar- benar sadis... Dia itu sahabat mu atau musuhmu...?" ucap Yulia.
" Aku juga heran, ternyata Cinta membuat orang menjadi lupa segalanya...Dia lupa Asal usulnya . " ucap Kaisar Feng Lian .
"Maksud yang Mulia...?" tanya Yulia.
"Dia kutemukan di Alam Dinasti . Dia kehilangan kedua orang tuanya. dan Aku mengangkat Dia sebagai saudara angkat sekaligus sahabatku. aku membawa dia ke Kerajaan Feng. Ayah dan Bunda sudah menganggap dia sebagai putra Mereka sendiri . tapi Karena gadis itu, Dia menyiksaku dan ingin membunuhku. saat aku dalam keadaan antara hidup dan mati. Seorang gadis kecil mendatangiku . Dengan marah- marah gadis kecil itu berkata.'
"Kau itu Bodoh atau tolol ha... bukanya mencari tabib , malah enak- enakan tidur... apakah Kau ingin mati... Dasar pria besar tapi bodoh...tidak punya otak..." namun ucapan Kaisar berhenti saat Yulia berseru .
"Hey..tunggu...apakah Kau pria Bodoh yang aku temukan di pinggir hutan itu...?!" seru Yulia saat melintasi di dalam Fikirannya pertemuannya dengan Pria yang dia fikir berotak Bodoh . Dia ingat, saat itu Dia sedang ikut sang Bunda mencari tanam obat. walaupun Nyonya Lin Sawly sang ibu tidak mahir dalam ilmu pengobatan, tapi Dia masih bisa membuat Ramuan sederhana yang Ampun untuk racun dan pil penyerap Qi . dan Si cerdas Yulia tahu ramuan obat walau hanya Sedikit. Saat itu dia di tinggal sendiri di pinggir hutan oleh sang ibu. Karena bosan Dia berjalan- jalan. Saat itulah dia bertemu dengan Pria yang terlihat terkena racun. tapi dia sangat marah. Karena Pria itu bukannya mencari Bantuan tabib. malah tidur dengan. nyaman.
"Kau sudah ingat...!" Seru Kaisar Feng Lian gembira.
"Tentu saja...aku fikir Kau sangat bodoh
sudah tahu terkena racun. Kau malah enak- enakan tidur..." jawab Yulia .
"Lalu kenapa saat itu kamu berani menyedot darah yang mengandung racun yang sangat keras itu..." tanya Kaisar Feng .
"Karena Ayah dan Bunda selalu mengajarkan pada Kami , aku dan Kalakku untuk selalu mambantu orang lain terlebih dahulu..." jawab Yulia.
"Dan Kau tahu...Karena perbuatanmu itu, aku selamat dari Kematian. dan aku bisa hidup sampai sekarang ini. aku merasa hidupku Adalah pemberianmu...?" ucap Kaisar Feng Lian.
"Ha ha ha...dan Kau tahu...gara- gara racun itu. aku jatuh sakit Selama satu bulan. untunglah Ayah dam Bunda tahu Cara menetralkan Racun itu. dan untung nya lagi. Racun yang Ada di tubuhmu Ada dua Jenis yang berlawanan. Karena aku terkena bukan langsung Dari ular salju dan ular api , Maka racun itu Malah baik buatku. walaupun Ayah harus membuatkan aku penawarnya terlebih dahulu . maksudku tidak begitu berbahaya dari pada keadaan dirimu yang langsung terkena gigitan kedua hewan itu..." ucap Yulia.
Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
jangan lupa like, bote dan komennya aku tunggu. maaf Kalau masih Ada typo..,🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1