
Dengan cepat mereka segera keluar dari tempat itu. Terlihat Mereka berdesakan di pintu keluar . Seolah mereka takut di tinggalkan . Dan terkurung di tempat itu. Sedangkan kelompok Yulia Terlihat dengan tenang menunggu keluar paling akhir. Dan ternyata bukan Cuma Kelompok Yulia saja yang ingin keluar paling belakang. Ada juga Tiga Kelompok dari perguruan Zhibang yang memilih keluar saat keadaan sudah agak sepi. Dan ada juga kelompok yang Terlambat datang . Mereka baru tiba saat Yulia dan Kawan- kawan akan keluar . Wajah Mereka terlihat letih dan lemas. mungkin mereka buru buru kembali . Mereka mengikuti kelompok Yulia yang baru bergerak pergi keluar Dari tempat itu. Ketika sampai di luar pintu gerbang Dunia ilusi, Mereka melihat Guru dan Dekan berdiri dengan cemas menatap kearah pintu gerbang. Dan Saat mereka melihat Kelompok Yulia, Kelompok Xiao Yu Qian Dan Kelompok Wang Wei Zi keluar dari pintu gerbang. Mereka yang sejak tadi mencari keberadaan tiga Kelompok itu , terlihat wajah Mereka bahagia dan bernafas lega. Tapi tidak dengan Nona Cin Yilu Dan Kawan- kawannya. Seketika Wajah Mereka pucat Pasih karena kaget dan ketakutan . Mereka bagaikan melihat hantu yang baru keluar Dari kuburan. Mereka tertegun dan gemetar.
"Me..mereka selamat...!" Seru salah satu teman Cin Yilu.
"Tidak...ini tidak mungkin...lalu Siapa yang menyelamatkan mereka ...." kata Vichuni teman dekat Cin Yilu perlahan . .
"Nona Cin...apa yang harus kita lakukan Nona Cin...?" kata wanita lainnya. Memang dari kesepuluh murid yang Satu Kelompok dengan Cin Yilu . Ada tiga Pria yang Ada di kelompok Cin Yilu .
"Cukup...Diamlah kalian ...kita lihat dulu apa yang terjadi..." ucap Cin Yilu kesal.
Merekapu Diam semua melihat apa yang terjadi selanjutnya .
Saat semua Murid berkumpul, Dekan Melihat kalau Dua Murid perguruan yang Ada di kelompok Xiao Yu Qian terlihat kurang dua orang .
"Kemana dua orang teman mereka..apakah mereka Memang hanya Delapan orang..." batin Dekan Wu Yao
"Xiao Yu Qian.. Bukankah kelompokmu Ada sepuluh orang, kenapa tinggal Delapan orang...?apakah guru salah mengingat...?" Tanya Dekan pada Xiao Yu Qian .
." Maaf Dekan...anda bisa menanyakan pada kelompok Nona Cin Yilu .. Kenapa kelompok kami tinggal Delapan Orang.." Kata Xiao Yu Qian dingin.
Mendenga ucapan Yu Qian yang terdengar sangat marah membuat Dekan dan para guru keheranan. Saat mendengat Ucapan dari Yu Qian , kelompok Cin Yilu sudah berusaha menyembunyikan keberadaan mereka ,namun teman yang Mendengar percakapan Dekan dan Yu Qian secara reflek menatap pada mereka. Membuat kelompok Cin Yilu tak dapat menyembunyikan keberadaan mereka lagi.
"Apa benar yang di katakan Yu Qian Murid Cin Yilu... Kenapa kau harus menjelaskan apa maksudmu Dari perkataan murid Yu Qian...? lalu apakah Kau bisa mengatakan di mana mereka...? Coba kalian Kelompok dari Murid Cin Yilu mendekati kemari dan tolong katakan semua pada kami..." Tanya Dekan Wu Yao dengan wajah penuh tanda tanya. Bukan hanya Dekan, tapi para guru juga heran. Terlihat wajah Kelompok Yulia pucat. Perlahan mereka mendekati.
"Ma.. mana kami tahu Guru....buka kah mereka tidak sekelompok dengan kami . mana mungkin kami tahu dengan masalah mereka.... '" ucap Cin Yilu yang memang merupakan Ketua kelimpok mereka.
"Benarkah...Kau tidak tahu masalah mereka...lalu kenapa Yu Qian mengatakan padaku kalau aku harus bertanya pada dirimu..Apakah Yu Quin salah ucapan..?" Kata Dekan dengan wajah tanya. Namun Dekan sudah mulai menyadari dan curiga kalau ada sesuati yang terjadi . Dekan melihat kalau wajah mereka terlihat sangat pucat.
"Mana mungkin kami tahu kelompok lain Guru...kami memikirkan Firi kami sendiri . bagaimana kami harus keluar Dari Dunia ilusi dengan selamat ....".Ucap Cin Yilu yang sudah mulai bisa menenangkan dirinya . Tapi tidak untuk murid yang lain dalam kelompok mereka. Terlihat wajah mereka sangat pucat Dan tubuh Sedikit bergetar.
"Begitu kah...?" Ucap Dekan Dengan dingin.
"Baik...kita akan menyelesaikan masalah ini dengan benar di perguruan. Dan aku harap untuk ke sepuluh orang ini mendapat pengawasan dari para guru . .." Ucap dekan dingin .
"Ayo kita segera kembali ke Perguruan...." Ucap Dekan dengan wajah terlihat merah menahan marah. Mereka segera melangkah kembali ke kota Xhangki . Namun baru saja mereka melangkah, tiba- tiba sekelompok murid dari perguruan Bigu San lewat . dan mereka tiba- tiba berkata.
"Hey...bukankah mereka ini kelompok yang telah di jebak teman mereka sendiri di dalam Dunia Ilusi kan...?" Kata salah satu dari mereka pada temannya. Seketika mereka yang akan melangkah pergi berhenti dan enatap kearah kelompok Yulia dan kawan- kawan. Merela tahu yang Di maksud kelompok Dari perguruan Bigu San adalah kelompok Xiao Yu Qian dan Kelompok Wamh Wei Zi .Begitu juga dengan Dekan dan para guru . Seketika mereka berhenti dan menatap pada mereka murid dari perguruan Bigu Dan.
"Apa maksud kalian...?" tanya Dekan sambil mendekati Kelompok Murid dari perguruan Bigu Dan . Salah Satu Dari mereka berjalan kearah kelompok Xiao Yu Qian dan Wang Wei Zi. Lalu Pria itu melakukan gongshou (Menghormat ala Korea dengan telapak tangam kiri terbuka dan kanan mengepal di depan dada serta menunduk Sedikit memberi hornat ) di ikuti teman- tannya sambil berkata.
"Maaf di saat kejadian Kami tidal bisa membantu atau menolong Kalian, sebab kami juga harus menyelesaikan tugas kami. Maafkam kami ....Tapi kami ikut bersyukur kalian sudah Selamat..." Ucap Pria Muda itu.
'Benar...kami ikuy bahagia melihat kalian selamat... Kalau boleh tahu, bagaimana kalian bisa selamat dari sana...?" ucap salah sati teman murid tadi .
"Tidak masalah...kami tahu kalau Kalian pun tidak akan bisa membantu kami. Tapi Dewa masih memberi kesempatan pada Kami untuk Hidup . Untunglah ada adikku dan teman- temannya yang datang menolong Kami.... Karena itulah kami selamat dam bisa kembali bertemu dengan teman dan guru kami..." ucap Wang Wei Si dengan bangga .
"Jika saja adikku dan teman- temannya tidak datang, mungkin saat ini kami sudah menjadi mayat di dasar Jurang. atau menjadi Santapan hewan buas yang Ada di sana ..." ucap Xiao Yu Qian sambil menatap Cin Yilu dengan tatapan dingin.
"Selamat untuk kalian... kedepannya berhati- hatilah dalam menolong orang lain . Jangan sampai orang itu menggigitmu..." ucap Murid Perguruan Bigu San dengan bijak.
"Akan Menjadi pelajaran bagi kami..." ucap Wei Zi . mendengar percakapan mereka Dekan bertanya lagi .
"Tunggu, tunggu...apa maksud dari percakapan kalian ini...?" tanya Dekan dengan Wajah curiga .
__ADS_1
"Maaf guru...apakah mereka Belum bercerita pada anda masalah itu. ...?" kata murid tadi .
"Tentang....." tanya Dekan lagi.
'Masalah mereka telah di jebak oleh teman satu Perguruan...atau murid anda sendiri di jebak oleh teman se perguruan...?" kata murid tadi yang membuat mereka para guru dan murid kaget bukan main.
"APA kata kalian....mereka di jebak teman sendiri...apa maksudmu anak Muda..?" Tanya Dekan dengan. wajah kaget.
" Anda guru mereka...?" Kata Pria tadi.
"Benar...aku Dekan perguruan Baiyun. Tolong katakan apa yang terjadi sebenarnya...?" Tanya Dekan fengan antusias.
Akhirnya Pria tadi menceritakan kejadian di lembah di dalam Dunia ilusi. yang sempat mereka lihat dan saksikan.
"Kebetulan saat itu kami sedang beristirahat. Dan kemungkunan murid anda tidak melihat keberadaam kami. Namun beberapa waktu kemudian, kami melihat kelompok wanita yang meminta tolong kembali keatas . Sedangkan kelompok yang lain masih berada di bawa. Dan kami melihat mereka tertawa dengan Senang sambil berkata kalau keberhasilan mereka akan mereka nikmati dengan pesta , tapi setelah mereka yakin kalau mereka tidak kembali lagi , atau mati...Saat itulah kami baru sadar kalau mereka telah menjebak rekan satu perguruan mereka sendiri . dan itu bukan Satu orang saja. tapi dua Kelompok Murit yang terdiri sepuluh orang dalam satu Kelompok . Dan Yang membuat kami semakin kaget. Kami tidak bisa menolong mereka Karena para wanita itu berkata kalau mereka tak akan bisa kembali hidup Karena hewan buas di bawah sangat banyak..." Ucap Pria Dari perguruan Bigu San dengan sangat jelas . Mendengar ucapan pria tadi, Dekan dan para guru sangat kaget.
"Maafkan kami...kami tidak berani membantu murid anda . tapi kami lega Karena ternyata mereka selamat. maaf...." Ucap Pria Muda itu Di ikuti teman- teman nya.
"Tidak - tidak masalah. Kami malah berterimakasih kalian telah menceritakan soal ini. Lalu apakah kalian ingat pada wanita - wanita itu..?" Tanya Dekan lagi.
"Tentu saja Guru...mana mungkin kami lupa dengan mereka . Mereka yang begitu licik dan jahat pada rekan Satu perguruan ....tapi fi sana juga Ada tiga prianya guru...." Ucap murid itu dengan nada kesal .
"Kalau begitu bisakah kalian.memberi tahu kan pada kami dengan menunjuk mereka...?" Kata Dekan dengan suara Dingin .
"Tentu saja Guru dengan Senang hati kami akan memberi tahukan Siapa mereka..." Jawab murid itu
Lalu dia menatap pada para murid yang Ada di sekitar nya. Tak lama dia melihat kelompok Cin Yilu yang berusaha menghindari tatapan murid tadi . Dengan cepat murid itu menunjuk pada mereka .
"Itu mereka.. Dan Dua wanita berpakaian Kuning dan hijau itulah yang meminta tolong dan membawa mereka masuk kedalam lembah..." Ucap Pria itu dengan wajah sangat yakin .
"Bohong...itu Bohong guru...jangan memfitnah kami...apa salah kami pada kalian. Hingga kalian tega memfitnah kami sampai sekejam itu..." Seru Cin Yilu marah .
"Memfitnah..?Kami memfitnah kalian..? untuk apa...?Saudara bukan ,teman bukan, kenalpun kami tidak kenal kalian... Lalu untuk apa kami memfitnah kalian...Sidahlah akui saja kejahatan kalian...." Ucap Pria itu dengan nada mengejek.
"Mungkin Saja Ada seseorang yang berada di belakang kalian...?" Ucap Cin Yilu sinis.
"Lalu jika kami mengatakan kalau cerita mereka Suatu kebenaran bagaimana...?" Ucap Wang Wei Zi dingin. Terlihat wajah Cin Yilu memucat sebentar , tak lama terlihat wajah sinisnya kembali terlihat .
"Pasti kalianlah yang ada di belakan mereka , Kalian lah orang yang ingin memfitnah kami..." Ucapnya sinis sambil menatap pada Wang Wei Zi.
"Guru... Maaf lebih baik kita selesaikan di perguruan saja..." Ucap Yulia Menyala.
"Benar Yulia...kita akan menyelesaikan semua ini di perguruan. Dan untuk kalian Murid perguruan Bigu San...trimakasih atas penjelasan dari kalian, sampaikan salamku untuk guru kalian." Ucap Dekan Wu Yao .
"Baik guru... Akan Kami sampaikan salam anda. sekarang ijinkan Kami undur diri , Semoga masalah nya cepat terselesaikan dengan cepat. Dan Semoga para teman yang menjadi Korban mendapat keadilan.." Ucap Murid Dari perguruan Bigu San dengan sopan. tak lama mereka pergi meminggalkan tempat itu. Setelah itu Dekan segera membawa mereka kembali ke penginapan . Ketika sampai di penginapan. Dekan meminta pada Guru Yan Di untuk memberi kabar pada Perguruan agar meminta orang tua dari Sepuluh murid yang bermasalah untuk datang ke Perguruan . juga pada orang Tua Dari dua murid Wang dan orang Tua murid Xiao . begitu juga dengan kedua orang Tua murid yang telah meminggal .
Karena hari sudah mulai petang,mereka memilih untuk bermalam malam ini. Dan akan pulang ke esokan harinya. Sebenarnya di penginapan, ke lompok Cin Yilu tak tenang. Mereka merasa ketakutan Dan penyesalan jadi satu.Mereka menunggu dengan perasaan takut akan apa yang akan terjadi ketika mereka sampai di perguruan nanti.
Keesokan hatinya mereka telah keluar Dari penginapan pagi sekali. Kelompok Cin Yilu terlihat lesuh Karena semalaman mereka tidak bisa tidur Karena memikirkam nasip mereka . Dalam perjalanan pulang, terlihat mereka saling Diam . Wajah para guru terlihat masih merah. Namun Sikap mereka lebih tenang Dari Sikap saat mereka tahu apa yang di lakukan gadis Cin Yilu. Dengan langsung menggunakan kapal milik Dekan, mereka keluar dari perguruan Zhibang . Dan langsung keluar Dari Kota Xhangki. Dalam perjalanan pulang ini , Keadaan para murid maupun guru terlihat tegang. Apalagi Kelompok Cin Yilu , terlihat wajah mereka takut dan cemas.
Tidak sampai dua nunggu, mereka telah sampai di Perguruan Kembali. Ketika mereka turun dari Kapal, Yulia melihat sang Suami telah menunggu nya di bawah Bersama Beberapa guru . namun Dekan meminta kelompok Yulia, Wang Wei Zi dan Kelompok Xiao Yu Qian untuk ikut masuk kedalam Ruang peetemuan begitu juga dengan Kelompok Cin Yilu. Sedang kan yang lain berada di lapangan alun - alun bersama yang lain.
"Kalau kalian lelah. kalian boleh istirahat. kembali kerumah Inap kalian.." Ucap Dekan.
__ADS_1
"Kami akan menunggu do sini Guru..." Ucap mereka. Akhirnya Dekan mengajak mereka yqng bermasalah masuk ke aula pertemuan. Sedangkan Yulia sudah berada di dalam pelukan sang Suami.
"Kau baik- baik saja Sayang...?" Tanya Kaisar Kim lembut sambil mencium kening Yulia tanpa malu di depan para murid.
"Kim...di depan murid dan guru..." Ucap Yulia mengingat kan.
"Aku tak perduli sayang....aku merindukan dirimu.." Ucap Kaisar Kim sambil memeluk sang istri. Melihat perlakuan Putra Mahkota pada Yulia. terlihat Cin Yilu mengepalkan tangannya dengan keras. Dia semakin marah Dan benci para Yulia . Sedangkan para murid menatap mereka dengan perasaan iri. Pria yang terlihat dingin dan kejam itu, terlihat sangat hangat perduli Dan tatapan penuh Cinta pada Yulia.
"Anak- anak di mana...?" Tanya Kaisar Kim.
"Mereka berada di dalam Ruang Dimensi Selama dua bulan ini mereka di sana...." Jawa Yulia.
"Kenapa tidak Kau bawa ke rumah Ayah atau ke Istana. "Tanya Kaisar lembut.
"Apakah Ada Waktu pergi kesama Kim...?" Kata Yulia.
"Ya Sudah sekarang biarkan mereka keluar,.." Ucap Kaisar Kim. Tanpa setahu Murid perguruan, Yulia mengeluarkan kedua Putranya.
"Bunda. Kami merindukan Ayah dan Bunda..." Ucap Mereka sambil tertawa.
Mereka emeluk Ke duanya dengan hembira
"Hey...kenapa Bunda merasa kalian semakin bertambah besar ya...dan ini...apakah kalian mengalami terobosan lagi...?" Tanya Yulia dengan menatap wajah dan tubuh kedua Putranya.
"Ternyata kami tidak bisa menyembuyikan apapun dari Bunda..." Ucap Wang Hai sambil tertawa . Apakah kalian juga mempelajari Alkemia...?" Tanya Yulia saat melihat aura. sang Putra berneda.
"Iya ibu...kami sekarang Ada di alam Bumi awal dalam ilmu beladiri. Sedangkan Alkenia kami sudah bisa membuat Pil Ramuan Pembeku darah. Dan ini hasilnya..." Ucap Wang Hai sambil memberikan dua botol Giok pada sang Bunda .
"Yang di botol giok putih milik Wang Hao. Dan Yang botol hijau milikku Bun..." Ucapnya.
."Bagus... Bunda akan melihatnya Nanti, sekarang Kalian harus kembali ke ruang Dimensi Kembali. Setelah urusan Bunda selesai, kami akan kesana..." Ucap Yulia.
"Baik Bun...." Jawab Mereka setempak. Dan merekapun Tampa setahu orang lain, kembali ke Ruang Dimensi .
Setelah mengembalikan mereka berdua, Yulia Dan Kaisar Kim ikut masuk ke aula pertemuan bersama kedua pengawalnya. Ternyata di dalam ruangan itu, telah hadir orang Tua semua murid yang bermasalah . Dan Di Dalam juga Ada Paman Wang Day San dan Ayah Yulia Wang Yu Ran . Serta Bibi Wang Say Lin bersama Paman Xiao Kang.
Saat melihat Ayah mereka, para Murid bermasalah terlihat menangis sambil berlari kearah Orang tuanya . Namun orang Tua kedua pugranya yang telah tiada , terlihat bingung .
"Maaf guru Wu Yao... Kenapa putra kami tidak ada... Apakah Dia di kelompok yang lain, tapi kenapa kami di panggil...?" Ucap salah satu dari mereka.
"Akan aku jelaskan nanti , sekarang Silahkan duduk kembali..."Ucap Dekan Wu Yao dengan sabar. Namun tak lama wajah nya terlihat dingin . setelah di beri waktu untuk bertemu dengan orang Tua Mereka, Dekan menyuruh mereka untuk duduk. Terlihat Tuan Duan Huo pemimpin Pedang Biru juga datang. Dia datang bersama seorang Pria paruh baya yang terlihat lebih Tua Sedikit darinya.
"Maaf..Kalian kami datangkan kemari Ada yang akan kami beritahukan pada kalian semua . Semua ini tentang masalah perjalanan kami ke kota Xhangki . kalian pasti tahu tentang itu. Dam kami membawa para murid ke sana agar mereka bisa masuk ke dalam Dunia ilusi. Namun saat para murid Ada di dalam Dunia ilusi. ternyata Ada sekelompom murid yang memang sengaja ingin mencelakakan temannya. Dengan sengaja mereka menjebak dua kelpok temannya masuk ke lembah yang di penuhi dengan binatang buas. Hingga dia berharap temannya tewas Di sana. Dan kedua Korban itu merupakan Putra Dari keluarga Hong. Dam Putra dari keuarga Li. ..." Ucap Dekan dengan perasaan sedih . Seketika keluarga Hong dan keluarga Li. berdiri Karena kaget.
"Apaa...Putra kami tiada....tidak, itu tidak mungkin...!" Seru mereka tak percaya.
"Guru..jangan Bercanda, Itu tidak benar kan...?" Ucap meteka sambil menatap Dekan . "Sayangnya itu kebenaran tuan Hong..." Ucap
.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok
Jangan lupa like. vote Dan komennya aku tumggu
__ADS_1
Bersambung