YULIA

YULIA
LAMARAN SANG KAISAR .


__ADS_3

"Tapi sayang...bagaimana kalau sebelum kau pergi ke Yaman, kita bertunangan atau sekalian menikah lebih dahulu..itu semua demi Putra kita , agar mereka bisa memiliki setatus Sebagai pangeran kerajaan Dongyan...dan tidak selalu harus memakai topeng..." ucap Kaisar Kim menyadarkan Yulia akan putranya yang selalu memakai topeng .


"Tapi..."ucapan Yulia belum selesai, kaisar Kim langsung memotong.


"Aku tahu kau belum mencintaiku. Tapi aku tidak akan memaksamu melakukan kewajiban sebagai istriku. Kau mengerti maksudku kan..." ucap Kaisar Kim.


"Hamba tahu yang Mulia..." ucap Yulia lembut.


terlihat rona merah di wajahmu yang putih.


"Aku tahu kau masih trauma dalam berumah tangga... tapi ijinkan aku menghapus luka fi hatimu..." ucap Kaisar Kim.


Yulia terdiam mendengar ucapan Kaisar Kim. Tak lama Diapun berkata.


"Baiklah hamba akan mempertimbangkan masalah ini Yang Mulia..beri hamba waktu..." ucap Yulia dengan wajah lembutnya . Mendengar ucapan Yulia terlihat senyuman manis di bibir Kaisar Kim . Dia sangat bahagia walaupun ucapan setuju belum dia dapatkan.


"Apakah tidak bisa kau jawab sekarang...?" tanya Kasar Kim dengan lembut.


"Kenapa terbaru- buru... Bukankah kepergian hamba masih dua bulan lagi yang Mulia.. " jawab Yulia. Mendengar perkataan Yulia, terdengar tawa bahagia dari mulut Kaisar Kim .


"Baik aku akan menunggu jawaban darimu... " ucapnya dengan wajah bahagia .


"Sekarang lepaskan dulu pelukan yang Mulia, Yulia masih harus memurnikan Pil ramuan..." ucap Yulia lembut.


"Baik... Aku akan menurut apa kata istriku..." ucap Kaisar dengan lembut. Kaisar Kim segera melepas pelukannya dan mencari tempat duduk di dekat meja tempat Yulia akan memurnikan ramuan . Melihat Kaisar malah mencari tempat duduk , Yulia berkata.


"Apakah Yang Mulia tidak mencari Si kembar...?" Kata Yulia sambil menatap Kaisar sekilas.


"Bukankah mereka nanti akan kembali...aku menunggu di sini saja bersamamu..." jawab Kaisar Kim. Yulia pun kembali diam. dia meneruskan memilah ramuan dan bahan obat yang akan dia murnikan , tampa terganggu ke hadiran Kaisar Di sebelahnya. Setelah itu Dia mulai menghidupkan api di tungku Obatnya. Api bitu terlihat mulai membakar tingku obat . Tak lama Yulia mulai memasukkan sebagian tamaman obat kedalam tungku obat . Api merah kebiruan mulai membakar tingku obat dengan api terkontrol . Yulia mulai mencairkan bahan tanaman obatnya . Setelah separuh dari bahan obat mulai mencair, dia terlihat membesarkan sedikit api di tungku obat. Setelah melihat bahan obat mencair, dia menstabilkan api kembali yang membungkus tingku obat. Tak berapa lama Yulia kembali memasukkan sisah dari tanaman obat yang memang harus di campurkan . dengan konsentrasi yang cukup Tinggi, Yulia mulai memadatkan bahan obat di dalam Tungku. Sedangkan Kaisar Kim semakin terpedona melihat wajah Yulia yang terlihat serius dalam pembuatan Pil ramuan. Wajah yang cantik itu, terlihat semakin cantik di mata Kaisar Kim saat melakukan pemurnian . Kaisar tak pernah menyangka kalau gadis yang dia cintai sejak lama itu, ternyata wanita jenius . tak berapa lama terdengar suara dari dalam tungku obat.


Ding....


Ding...


Suara benturam obat yang menabrak dinding tungku obat . Setelah beberapa saat kemudian, Yulia mulai membuka penutup tungku obat. Tercium harim pil ramuan di dalam ruangan itu. Yang berasal dari tungku obat milik Yulia . dan tak lama terlihat dua pil melayang dari dalam tungku obat. Pil berwarna putih salju dengan tanda lima garis merah cerah di tengah pil itu memperhatikan kalau pil ramuan itu merupakan pul level lima .


"Pil Oyang Dan...'ucap Kaisar Kim pelan . Dia mendekat dan menatap pil yang ada di tangan Yulia.


" Kau berhasil Lia'er ..." ucap Kaisar Kim ikut bahagia melihat benda di tangan Yulia.


"Benar Yang Mulia... Besok hamba akan mencoba pada ramuan pil selanjutnya..." ucap Yulia dengan hrmbira dan langsung memasukkan benda itu kedalam botol giok yang memang sudah di siapkan oleh Yulia. Yulia lalu membersihkan semua bahan dan tripot yang baru di pergunakan . Di sela kesibukannya, tiba- tiba Yulia bertanya.


"Yang Mulia...bagaiaman jika kita menikah nanti, Dan Putra kita di perkenalkan pada rakyat yang Mulia, apa yang akan Yang Mulia katakan, melihat fisik putrakita yang seperti anak tuju atau delapan tahun itu dan memiliki wajah yang mirip dengan anda. maaf bukankah itu membuat repotasi Yang Mulia turun ... " tanya Yulia sambil menghentikan gerakan tangannya yang membersihkan meja .


" jangan Khawatir kan masalah itu semua aku yang akan menanganinya..tidak ada yang berani mengkritil mereka.." ucap Kaisar dengan Nada lembut dan tegas .


"Hamba harap tidak ada pernyataan yang akan membuat mereka sakit hati yang Mulia..." ucap Yulia.


Mendengar semua perkataan Yulia, Terlihat Kaisar Tertawa Senang .


"tunggu Lia'er... Mendengar Ucapanmu itu, apakah itu bertanda kau menyetujui menikah denganku...?" kata Kaisar Kim dengan lembut.


"Jika demi kebahagiaan Putra hamba, hamba akan lakukan apapun itu..." ucap Yulia sambil menatap Kaisar Kim Sekilas . Namun tak urung Terlihat wajahnya memerah karena malu . Kaisar Kim tersenyum bahagia mendengar jawaban Yulia.


"Sayang... Bolehkah aku bahagia mendengar jawaban yang kau berikan itu...?" ucapnya sambil mendekati Yulia.


"Kenapa yang Mulia harus bertanya pada hamba..." jawab Yulia.


"Tentu saja aku harus bertanya. Itu bertanda kalau jawaban darimu tidak harus aku tunggu sampai beberapa hari lagi kan...?"kata Kaisar Kim lembut. Dia menarik pelan pinggang rampung itu kedalam pelukannya. Melihat kebahagiaan di mata pria di depannya. Yulia bagai melihat mata si kembar saat mendapatkan barang yang mereka inginkan .


"Jika hamba menjadi Istri yang Mulia...apakah hamba harus duduk diam di istana...?' tanya Yulia.


"Tentu saja tidak...kau boleh melakukan apapun, asal kau harus tahu hatimu dan cintamu derta pandanganmu tidak boleh melihat pada pria lain..." ucap Kaisar Kim posesif .


"Tapi hamba tidak ingin ada wanita lain dalam kehidupan kita, apa yang mulia sanggup...?" tanya Yulia.


"Apa pun yang istriku inginkan, dengan senang hati aku akan melakukannya..." ucap Kaisar Kim dengan lembut.


"Walau pun hamba melarang Yang Mulia mengambil seorang Selir...?" ucap Yulia lagi .


"Tentu saja...karena aku juga tidak menginginkan ada wanita lain di dalam kehidupan kita..." ucapannya lembut.


"Sekarang boleh aku meminta jawabanmu...?" ucap Kasar Kim.


"Apakah ini lamaran Kaisar Pada Hamba...?" goda Yulia .

__ADS_1


"Boleh kau katakqn seperti itu..." jawab Kaisar Kim .


"Baiklah Kita akan bertunangan terlebih dahulu.." ucap Yulia .


"Apa tidak langsung menikah saja Sayang..." jawab Kaisar Kim sambil tertawa bahagia.


"Yang Mulia...mana ada ... Apakah anda akan merombak tata cara kerajaan..." ucap Yulia dengan wajah heran.


"Benar katamu...baiklah kita bertunangan lebih dahulu. Tapi kita akan segera menikah..." ucap Kaisar Kim . Walau sebenarnya dia menginginkan langsung menikah saja . Tapi benar kata Yulia, mereka tidak di perbolehkan langsung menikah. Mereka harus melakukan tradidi kerajaan , yaitu bertunangan terlebih dahulu. Dan status Yulia akan berubah menjadi Putri Mahkota terlebih dahulu.


Karena gembira, Kaisar membawa wanita di depannya kedalam pelukan hangatnya. Kini dia bahagia , wanita yang Dia cintai sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya.


Tak terasa hari sudah menjelang Sore. Dan mereka mendengar langkah kecil masuk kedalam rumah.


"Paman...sampai ketemu lagi besok pagi...!" seruan Wang Hai dari luar rumah .


"Baik tuan kecil...kita jumpa lagi besok pagi .. Selamat sore..." ucap Guli yang selalu menjemput dan mengantar mereka. Terlihat wang Hao membuka pintu rumah. Tak lama ke Duanya masuk kedalam rumah. Namun langkah mereka terhenti saat mereka melihat di ruang dalam sang Bunda sedang berdiri bersama seorang Pria yang sudah lama tidak mereka lihat.


"Ayah...!" seru mereka bersamaan. tanpa terlihat pun Yulia tahu kalau di balik topeng mereka, wajah kedua Putranya pasti penuh kegembiraan.


"Apa kabar jagoan Ayah..." ucap Kaisar Kim sambil berjongkok dan merentangkan kedua lengannya. Dengan segera mereka berdua lari kedalam pelukan pria gagah dan tampan yang memang mereka rindukan itu . Setelah cukup lama berpelukan, Kasar Kim melepas pelukannya.


"Kalian semakin kuat.." ucap Kaisar Kim sambil menatap keduanya bergantian.


"Tentu saja Ayah,...Putra siapa dulu... kapan Ayah datang....?" tanya Wang Hai.


"Tadi pagi... " jawab Kaisar lembut.


"Kenapa tidak menemui kami...?" tanya Wang Hai lagi .


"Ayah melihat ibu berlatih alkemia..." ucap Kaisar lembut .


"Ya sudah bersihkan badan kalian, Bunda akan membuat makanan untuk kalian..." ucap Yulia lembut. Mereka berdua segera melangkah ke kamar mereka bersama kaisar Kim. Sedangkan Yulia segera membuat makanan untuk mereka berempat. Saat mereka selesai membersihkan diri, mereka segera keluar dari kamar mereka bersama sang Ayah yang sejak tadi membantu mereka .Ternyata sang Bunda sudah berada di depan meja makan dengan beberapa makanan di atas meja. Merekapun segera berlari ke tempat sang Bunda. Tak lama terlihat keluarga kecil itu telah makan dengan Suasana gembira. Melihat kebahagiaan ke dua putranya , Yulia tidak bisa memungkiri kalau hatinya ikut bahagia juga .


"Melihat kebahagiaan mereka, semoga keputusanku menerima Kaisar Kim tidaklah salah..." ucap Yulia dalam hati.


Setelah selesai makan, Yulia membiarkan anak dan Ayah bermain sebentar, Setelah itu Kaisar Kim berpamitan.


Keesokam harinya Yulia ingin menemui Sang Guru untuk memberikan pil ramuan yang telah dia buat. Saat Guli datang menjemput kedua putranya, Yulia ikut serta. Mereka dengan tenang melewati ruang - ruang kelas menuju Kantor kepala sekolah, walaupun mereka mendapat tatapan atau di Bicarakan oleh beberapa Siswa yang sedang bergerombol atau berpapasan dengan mereka, Mereka bertiga tak perduli . Namun Yulia Sempat tertegun saat dia melihat wajah femiliar berada di antara para murid.


"Guli...bukankah itu Nona Nanggo?" tanya Yulia heran. Sebab bukankah Putri Nanggo murid perguruan lain.


"Lo bukannya dia murid perguruan lain...?" tanya Yulia heran.


"Perguruan itu lebih rendah dari perguruan ini Nona...dan Putri Nanggo menggunakan setatusnya sebagai pemenang sepuluh besat dalam turnamen kemarin untuk masuk kedalam perguruan ini..." jawab Guli.


"Oo begitu...jadi sekarang dia sudah menjadi murid perguruan ini juga..." ucap Yulia.


"Benar Nona...hanya saja sifat Congkaknya tidak berubah..." ucap Guli terlihat agak Kesal.


"Ada masalah dengan dirimu guli..." kata Yulia.


"Saat dia masuk kemarin, dia sempat bermasalah dengan hamba..." ucap Guli.


"Jangan lagi kau hiraukan dia. Dia juga sudah bermasalah denganku saat sehari sebelum masuk ke perguruan ..." ucap Yulia .


"Benarkah ...? apakah dia menyakiti kalian..?" kata Guli sambil menatap Mereka bertiga.


"Tidak... lalu Kapan Dia masuk kemari....?" tanya Yulia.


"Sudah beberapa hari yang lalu Nona..." jawab Guli lagi .


Mereka melanjutkan langkah mereka tampa melihat pada Kelompok Putri Nanggo yang sedang menatap kearah Yulia yang berjalan bersama Si kembat yang memakai topeng menuju kantor kepala sekolah. Ketika Yulia dan Si kembar sampai di kantor kepala sekolah , ternyata Yulia melihat Kedua pengawal Kaisar Kim berada di sana.


"Kalian ada di sini...?" tanya Yulia.


"Selamat pagi Nyonya, tuan kecil..." ucap keduanya bersamaan.


"Paman...kau ada di sini...? Mana A..." ucapan Wang Hai terhenti. Tapi Pengawal Tan tahu apa yang akan di ucapkan Wang Hai.


"Beliau ada di dalam sedang bertemu dengan Guru Yun.." jawab Pengawal Tan sambil tersenyum.


Yulia dan si kembar segera masuk kedalam saat mendengar Guru Yun berseru memanggil mereka. Saat mereka masuk, terlihat Kaisar sedang duduk bersama Guru Yun.


"Salam Guru , salam Yang Mulia..." ucap Yulia di ikuti kedua Putranya. Terlihat Kaisar Lim tersenyum bahagia menatap kedatangan mereka . Sedangkan Guru Yun tersenyum lembut.

__ADS_1


"Duduklah..." ucap Guru Yun Lembut.


Kaisar Menggeser duduknya dan menyuruh kedua bocah mendekat. Sikap ini membuat Guru Yun kaget dan heran . sedangkan Yulia terlihat tenang dan dia duduk di dekat Si kembar.


"Yulia...sebelum kau melaporkan tentang keberhasilan dirimu dalam meramu obat, guru akan bertanya pada kalian semua, terutama pada yang Mulia Kaisar Kim... Maaf yang Mulia... Sebelumnya hamba minta maaf, tapi jika ini hamba tunda untuk menanyakan pada Yang Mulia, hamba tidak ingin membuat hamba semakin penasaran dengan apa yang ada di fikiran hamba..." ucap guru Yun pelan .


"Silahkan bertanya Guru..." ucap Kaisar datar .


"Sekali lagi maaf Yang Mulia.... Apakah Yang Mulia memiliki ikatan dengan Yulia dan Si kebar...?" tanya Guru Yun dengan hati- hati. Mendengar pertanyaan Guru Yun, terlihat Kaisar tersenyum. Dan Sikap Kaisar Kim membuat Guru Yun kaget. Kenapa Kasar Tidak marah..batinnya.


"Trimakasih guru...tapi sebelum Kaisar ini menjawab Pertanyaan guru , boleh Kaisar membuka topeng Si kembar..." ucap Kaisar Kim dengan wajah tenang .


"Silahkan Yang Mulia...apakah ada hubungannya dengan topeng Si kembar...?" ucap guru Yun dengan wajah heran .


"Guru akan melihatnya nanti..." jawab Kaisar Kim. Lalu dia perlaha membuka topeng Wang Hao. Sedangkan Yulia membuka topeng Wang Hai .


Saat topeng terbuka, Guru Wang sangat kaget dan kagum dengan ketampanan wajah ke dua pria kembar di depannya. Dia fikir wajah Keduanya jelek hingga harus di tutup oleh topeng . Tapi ternyata wajah Keduanya sangatlah tampan, dan wajah itu sangat femiliar . Dengan perasaan heran dia ingin bertanya Pada Yulia dan Kaisar Kim. Tapi saat guru Yun ingin bertanya Kenapa wajah mereka memakai topeng, dan apa hubungannya dengan membuka topeng Si Kembar, Guru Yun tertegun seketika . Dia bagaia tak percaya menatap mereka bertiga .Beliau menatap wajah Kaisar lalu kembali menatap si kembar. Di sana dia melihat kalau wajah ketiganya sama . Dia bagai melihat versi kecil wajah Kaisar di wajah Si kembar .


"Wajah...wajah kalian berdua...!" serunya tertahan.


"Wajah kami sama, karena Mereka Putra Kaisar ini guru..." ucap Kaisar Kim perlahan.


"Maksud yang Mulia...?" ucap Guru Yun sambil menatap Kaisar Kim dan Yulia bergantian.


Akhirnya Kaisar Kim menceritakan semua yang terjadi. Sedangkan Yulia hanya bisa diam dengan wajah tenang, walaupun terlihat wajah Putihnya memerah.


"Hamba tidak pernah menyadari kejadian itu Guru. Hamba fikir saat itu hamba sedang tidur bersama suami hamba. Apalagi saat hamba bangun dan sadar diri , Keadaan hamba dalam keadaan seperti tidak terjadi apapun malam itu . hamba melihat baju dan tubuh hamba bersih tanpa noda sedikitpun . jadi saat itu hamba berfikit kalau hamba hanya bermimpi tidur bersama suami hamba... hingga saat kami bertemu dengan Yang Mulia kaisar beberapa bulan lalu, hamba bingung kenapa Putra Hamba bisa seperti Kasar Kim. Dan hamba sadar kalau hamba.." Saat itu ucap Yulia terhenti .


"Kenapa bisa seperti itu .." ucap Guru tak mengerti.


"Semua kesalahan Kaisar ini Guru... Saat Kaisar ini sadar terlebih dahulu. Bukannya melihat siapa yang telah aku nodai dan bertanggung jawab atas semua perbuatanku , tapi Kaisar ini ingin lepas diri tanggung jawab, Kaisar ini dengan pengecut menyuruh seorang pelayan di penginapan itu untuk membersihkan dan merawat wanita yang telah aku tiduri... aku meminta agar dia menghapus jejak perbuatan kaisar ini.." ucap Kaisar Kim dengan Wajah sedih dan Malu.


"Lalu kenapa sekarang Yang Mulia ingin bertanggung jawab..." ucap Yulia kesal.


"Karena aku sangat mencintaimu sejak dulu.." jawab Kaisar Kim.


"Bun....jangan marah pada Ayah..." bisik Wang Hai . saat melihat sang Ibu menatap Kaisar dengan tatapan kesal.


"Kalau begitu kalian berdua harus menikah secepatnya..." ucap guru Yun dengan tegas. Mendengar ucapan guru Yun tentu saja Yulia kaget.


"Tapi Guru...." seru Yulia .


"Tidak Ada tapi- tapian Yulia... Semua ini


Demi kebaikan si kembar. Juga kalisn berdua...Si Kembar semakin besar, Kehidupan mereka masih Panjang... Jangan mementingkan perasaan pribadi. Aku ingin kalian berdua memiliki ikatan yang jelas. , mau tidak mau kau harus menikah dengan Kaisar Kim..." ucap Guru Yun dengan tegas.


Mendengar ucapan sang guru, Yulia terdiam tak dapat berbicara. Apa yang di katakan sang Guru, semuanya benar . Sedangkan Kaisar Kim sendiri terlihat bahagia. Dan itu tak luput Dari mata Guru Yun. Kini guru tahu, Kalau Kaisarlah yang mengejar Yulia .


"Namun yang Mulia...setelah Lia'er menjadi Ratu kerajaan Dongyan, apakah Lia'er masih boleh berada di perguruan...?" ucap Guru Yun sambil menatap Kasar Kim .


'Tentu saja mereka bertiga tetap di sini Guru... Aku tidak akan mengekang Keinginan Lia'er dalam menimba ilmu..." ucap Kaisar dengan wajah bahagia.


"Guru...bukankah tatanan kerajaan tidak boleh langsung menikah...?" ucap Yulia pelan.


"Tentu saja... Kalian akan makukan Pertunangan terlebih dahulu. Dan kau akan Menjadi Putri Mahkota sebelum pernikahan . Baru beberapa bulan kemudian. Kalian baru bisa menikah . Mungkin setelah kau kembali dari pertemuan Alkemia di Yaman...." ucap guru Yun menjelaskan . Yulia hanya bisa pasrah .


'"Kalau begitu secepatnya kita bisa datang ke desa Fanrong untuk memberikan mahar dan Dikrit pertunangan ke Ayah Wang Yu Ran di Desa.." ucap Kaisar .


"Benar Yang Mulia....kami tiga guru utama bisa mewakili yang Mulia untuk Datang Kesana sebagai sesepuh mewakili yang Mulia . Dan Anda bisa mengutus kasim kerajaan untuk membawa Dikrit kekaisaran..." ucap guru Yun dengan tenang


"Baik Guru...Kaisar ini sebagai murid akan melaksanakan perintah guru..." ucap kaisar dengan senyum bahagia. Sedangkan Guru Yun rasanya ingin memukul mulut sang Kasian. Mana bisa dia mengatakan semua itu karena perintah dari dirinya. Seolah ini pemaksaan guru padanya.


"Hmm...ya sudah..sekarang apa yang akan kau tunjukkan padaku Lia'er..." ucap Guru Yun setelah berdehem dan menatap Pada Yulia yang terlihat tenang. Namun wajahnya terlihat agak memerah .


"Murid hanya ingin memperlihatkan pil yang sudah di sempurnakan Murid , Guru..." ucap Yulia sambil memberikan dua botol giok kecil tempat Pil yang baru dia murnikan beberapa hari yang Lalu dan kemarin. Guru Yun segera mengambil botol giok kecil yang berisi pil ramuan itu . Dan saat Guru Yun membuka tutup pil itu, tercium aroma obat yang pekat menyebar dari botol itu. terlihat pil warna hijau muda dengan garis hitam samar di dalam botol kecil itu .


"Pil Deidan...kau bisa membuat pil ini...?" ucap Guru Yun dengan wajah kaget . Pil Dai Dan adalah pil tingkat lima dasar .


"Tiga Hari yang Lalu Yulia baru bisa menyempurnakan pil itu guru... Namun saat Yulia membuat Pil Ongyang Dan , Yulia malah lebih muda melakukannya...saat membuat pil Ongyang Dan.. Yulia mengalami kegagalan satu kali. Tapi saat membuat Pil Dai Dan... Yulia mengalami kegagalan sampai empat kali.." ucap Yulia .


"itu biasa Nak... Malah kau termasuk yang terbaik, kebanyakan para murid Alkemia saat membuat terobosan dalam mengolah pil Dai Dan ini sangat banyak mengalami kesulitan , Karena Pil ini memang tahap kesulitannya sangat besar . Jarang orang yang membuat pil ini hanya melakukan kesalahan Tiga kali. Mereka banyak mengalami kegagalan sampai berminggu- minggu. Malah sampai ada yang berbulan- bulan ..dan kalau kau hanya gagal tiga kali, itu sudah merupakan keahlian yang jarang terjadi...." ucap Guru Yun.


Mendengar ucapan sang Guru, mau tak mau Yulia merasa gembira. setelah membahas masalah pil. Yulia mohon diri. sedangkan kedua Putranya segera pergi ke tempat latihan. Dan Kaisar Sendiri sepertinya masih ada yang harus di bicarakan dengan Guru Yun.


Sekian dulu ceritanya Ya...aku lanjut besok lagi. Maaf kalau masih ada typo.🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung


__ADS_2