
Tidak terasa sudah dua semester kami lewati bersama, hari ini jadwal pembagian raport. Jika semua naik kelas, kami tetap akan berduabelas dikelas 3. Hanya wali kelas kami saja yang pasti akan berubah.
Setelah pembagian Raport, kami libur selama dua minggu. Aku tidak ada rencana kemanapun, paling hanya jadi kaum rebahan selama dua minggu ke depan.
Olin dan Ria pun tidak ada rencana kemana-mana, kemungkinan selain tidur di rumah, kami akan berkumpul di rumah Olin itu pun juga numpang rebahan cuma cari suasana lain saja. Karena dari antara kami, rumah Olinlah yang berada ditengah-tengah, persisnya disamping sekolah.
Grace sudah berencana berlibur ke Surabaya rumah bibinya.
Sedangkan Dion akan pulang ke pulau asalnya menemui orangtuanya. Dion dikota ini hanya berdua dengan kakak perempuannya. Orangtuanya berada di kota lain, mereka memiliki bisnis keluarga.
Dion akan berangkat malam ini ke bandara. Sebelum berangkat tadi sore ia sempat berpamitan denganku. Dia menelponku dan mengatakan gue di gang rumah lu. Aku bergegas menghampirinya. Kali ini dia tidak sendiri. Dia datang bersama 2 ekor hamster peliharaannya.
__ADS_1
"Gue titip ya kasih makan. Makanannya ada di dalem." Pesan Dion seolah menitipkan anak-anaknya kepadaku.
"Iya, jangan lupa oleh-oleh" Jawabku sambil menagih upah.
"Iya siap. yang penting lu perhatiin mereka. Anggep mereka pengganti gue. Jadi lu gak aneh-aneh. Karena gue ngawasin lu" Kata Dion yang membuatku merinding.
Sampai di rumah, ku teliti kandang hamster itu, ku bolak balik, begitu juga dengan hamsternya ku periksa semua bagian kulitnya. Jangan-jangan dia nempelin penyadap gitu atau kamera kecil. Pikirku curiga atas perkataan Dion tadi, tapi tidak ada yang kutemukan, hanya keparnoanku sendiri.
"Hamba siap melaksanakan perintah baginda" Jawabku mengikuti serial kolosal yang baru saja kutonton.
Sudah berbulan-bulan lamanya aku pun masih belum bisa move on dari Eric, padahal Eric masih berbahagia dengan Ara. Eric memang pandai menjaga hubungan. Dion sahabatku pun sangat pandai menjaga hubungannya dengan Melisa.
__ADS_1
Tinggal aku yang menikmati kejombloan ini dan masa-masa bahagia bersama 3 orang sahabat perempuanku.
"Mil, besok kita ke rumah Olin. Lu ajak Felix ya" Kudapati pesan Ria di ponselku.
"Okay siap Ri" jawabku singkat dan langsung mengajak Felix.
Ria sicantik yang tingkat kebucinannya melebihi tie pat kai di serial kera sakti. Padahal kalo aku analisis, Felix itu gak ganteng sama sekali. Menurutku Ria bisa mendapatkan pacar yang lebih seimbang. Karena Ria memang sangat cantik, wajahnya blasteran belanda gitu.
Perjuangan Ria begitu berat mendapatkan perhatian Felix. Felix sangat cuek terhadapya. Padahal Felix manusia yang sangat gampang berbaur dengan orang baru. Orangnya rame, asyik dan Friendly banget lah pokoknya. Tapi kalau kita singgung urusannya dengan Ria, mimik wajahnya bisa berubah jadi garang.
Pernah Felix mengalami kecelakaan motor waktu berangkat ke sekolah, kaki dan tangannya luka-luka. Ria dengan sigap langsung lari ke UKS dan mengambil kotak P3K. Tapi saat Ria mau membasuh luka Felix dengan alkohol, dia malah menepis dan berkata "Mil, Lu aja nih yang obatin gue" Dengan tidak enak hati aku menuruti kemauan Felix. Dari jauh aku lihat Ria meneteskan air mata.
__ADS_1
Aku tau Felix tak bermaksud apapun, dia hanya tidak mau jika Ria berharap banyak padanya.