
M, gue call aja nanti malem ceritanya panjang.
Balas Dion.
Aku tak membalasnya lagi karena dia berjanji menelpon ku malam nanti.
Kami memutuskan untuk pulang setelah berjam-jam menghabiskan waktu bersama. Aku memesan ojek agar cepat sampai rumah.
Baru turun dari motor, Dion sudah menelponku.
"M, udah tidur?"
"Belum, gue baru balik."
"Ini udah jam setengah duabelas . Lu darimana? "
"Dari rumah Olin."
"Lu cewe M, jangan pulang semalem ini. Naik apa tadi?"
"Naik Ojeg"
"Cari pacar lah buat anter jemput lu. Biar aman"
"Itu pacar apa tukang ojeg? Tapi boleh juga ide lu".
"Eh jangan deh."
"Gak jelas lu. Back to topic"
"Nah iya, M. Gue putus dari Mel. Gue mau minta tolong ni sama lu. Boleh gak?"
"Apa dulu?"
"Gue udah ngomong sama Mel, untuk nitipin kartu kredit sama tabungan gue ke lu."
__ADS_1
"Gue gak ngerti Yon"
"Mel pegang kartu kredit dan tabungan gue, karena udah putus tolong lu pegang dulu."
"Waahh.. gue gak enak sama Mel. Lu ajalah"
"Gak bisa M. Gue masih sibuk. Kalo gak lu ambil, habis semua hasil kerja keras gue gak kesisa"
"Maksud lu?"
"Gue sepakat kasih dia cc untuk keperluannya. Kan ada limitnya,M. jadi gue gak kuatir. Gue titip juga tabungan gue ke dia. Ternyata dia pake juga. Ya gue gak papa tapi pas gue cek minusnya banyak banget M"
"Ya obrolin lah baik-baik. Jangan langsung putus."
"Ini udah yang ketiga kalinya. Gue selalu kasih kesempatan dan dia lakuin lagi. Dia boros banget M. Gak bisa gue pertahanin lagi".
"Ya resiko pacaran sama orang cantik. Biayanya mahal. hahaa"
"Lu malah seneng. Tolong yah. ni nomer M gue kirim. Gue udah bilang kok elu yang bakal ngambil."
"Yaudah iya."
**
Aku kembali bekerja seperti biasa.
Bip bip.. ponselku bergetar.
Nanti makan siang bareng ya Mil.
Ternyata dari Gerald.
Oke kak.
Balasku.
__ADS_1
Pada jam istirahat, aku melihat Gerald sudah menunggu di depan outlet.
Kami berjalan mencari tempat makan yang tidak terlalu ramai. Tapi ternyata semua tempat makan ramai di jam makan siang ini. Karena memang resto dilingkungan ini jauh lebih sedikit dari jumlah kantor yang ada.
"Mil, Bungkus aja ya. Nanti makan d kantor saya"
Ajak Gerald memberi gagasan.
"Oh iya boleh sih kak. cuma gak enak nanti diliat sama karyawan lain"
Aku meragu.
"Daripada gak jadi makan."
Lalu kami membungkus dua nasi dengan chicken mozarella serta air mineral.
Kami masuk ke dalam ruangan Gerald.
Aku duduk di kursi dimana aku pernah di interview.
"Pak, jangan nanya tentang saya dan motivasi saya bekerja ya. saya mau makan bukan mau interview."
Aku mengingatkannya untuk makan.
"Hahahaa bisa aja kamu. Saya gak usah tanya-tanya lagi tentang kamu. Saya mau cari tau sendiri"
Kata Gerald membuatku berhenti dari kesibukanku membuka bungkusan makanan.
Aku melirik ke arahnya dan bertanya
"Maksudnya?"
"Nanti juga kamu tau".
Jawabnya dengan sedikit senyuman di ujung bibirnya.
__ADS_1
Bisa gak sih lu gak usah senyum begitu. Meleleh gue kaya ni mozarella.
Gumamku dalam hati.