
Tepat sebulan Gerald hilang dan tak ada tanda-tanda di temukan. Dion pun rajin mengunjungiku tiap hari sekedar melihat keadaanku. Padahal tak ada hal yang kami bicarakan. Aku selalu diam. Dion hanya memperhatikanku yang melamun.
"Yon, lu pulang aja ke tempat lu, kasian istri lu. Udah tiga minggu lu gak balik".
Aku memberi saran pada Dion.
Karena selama ia mengunjungiku, ia kembali tinggal di tempat kakak perempuannya.
"Nanti M sampe lu pulih"
Jawabnya.
"Pulanglah Yon. Gue akan tambah bersalah kalo gara-gara gue, istri lu jadi gak lu urus."
Kataku sambil berlalu meninggalkannya kedalam kamar.
Aku tidur di kamar, sampai tiba-tiba mami menghampiriku.
"Mil, mami pamit pulang. Perusahaan gak ada yang handle."
Mami pamit pergi ke bandara. Mami tinggal dan menetap di negara tetangga.
"Iya mi, maafin Mily ya gak bisa urus mami selama disini"
Kataku lirih.
"Kamu yang kuat Mil, jangan sampai karena kehilangan satu orang, kamu malah jadi kehilangan banyak orang yang sayang sama kamu. Mami pernah berada di posisimu, mami putuskan gak berlama-lama sedih, karena Gerald butuh makan dan kasih sayang mami pada waktu itu"
Kata Mami memberi dukungan untukku.
Aku mengantar mami sampai ke depan pintu, kulihat Dion sudah tidak ada.
"Mil, nanti berkabar sama mami ya. kamu sama Ed sehat-sehat"
__ADS_1
Pesan mami sebelum menutup pintu taksi.
"Iya mami juga jaga kesehatan, makan yang teratur, doakan Gerald juga ya mi".
Kataku masih berharap mami tak berhenti mendoakan anaknya.
"Iya Mil, bye".
Kata mami menutup pintu.
Aku merasa makin sepi, tinggal aku, ibu dan Ed.
"Mil, ibu juga gak bisa terus disini. Kamu aja sama Ed tinggal disana ya"
Ibu mengajakku ikut pulang ke rumah kami.
"Enggak bu, nanti kalo Gerald datang Emily gak ada gimana bu?"
Tanyaku.
Kata ibu meyakinkanku.
"Enggak bu, mily masih mau disini. Ibu pulang aja gak apa-apa"
Kataku memastikan keberadaanku dan Ed pada ibu.
"Ibu gak yakin Mil, kamu masih suka bengong-bengong sendiri, kasian Edward"
Ibu mengkhawatirkan Ed.
"Ibu gak usah kuatirin kami, Mily yakin bisa jaga Ed."
Kataku.
__ADS_1
"Kamu yakin? ya sudah ibu pulang besok ya."
Ibu akhirnya mengalah.
Pagi ini aku bangun lebih awal, tak seperti kemarin-kemarin aku bangun siang karena tak tidur semalaman.
Aku bertekad mengurus Edward dengan baik, sehingga nanti jika Gerald pulang tak akan kecewa karena aku mengurus buah hati kami sebaik-baiknya seperti yang selalu ia pesankan padaku.
Setelah selesai mengurus keperluan Edward, aku mulai membuka laptop Gerald. Kukerjakan apa yang sudah ia ajarkan kepadaku. Aku membantu mami darisini, seperti yang biasa Gerald lakukan.
Sambil mengerjakan, kuperhatikan Edward sedang bermain di box bayi miliknya.
Tok tok..
Aku mengangkat Edward dari tempat tidurnya dan mengajaknya membuka pintu.
"Dion, ada apa? lu belum balik?"
Tanyaku heran.
"Gue pulang kalo lu udah baik-baik aja"
Jawab Dion.
"Thanks Yon, lu gak liat gue udah baik-baik aja?"
Jawabku sambil tersenyum.
Dion memperhatikan ku yang sudah mengurus diri yang lebih baik dari sebelumnya.
"Oke Mil gue pulang"
Kata Dion pamit sebelum sempat masuk.
__ADS_1
Tiba-tiba Edward mengulurkan tangannya kepada Dion, seolah minta digendong. Dion pun menggendong Edward dan bermain bersamanya.