(Im)Perfect

(Im)Perfect
Di rumah Gerald


__ADS_3

"Taraaaa.. Nasi goreng sudah jadi"


Kataku sembari meletakkan dua buah piring diatas meja makan.


"Taraaaa... Jus tomatnya juga sudah jadi"


Ia mengikuti nada bicaraku.


"Hahaha kalo kamu yang ngomong jadi gak enak, kaku"


Aku mentertawakan Gerald.


"Hahaha..Yuk makan"


Gerald ikut menertawakan dirinya sendiri.


"Ayoo"


Kataku bersemangat


Aku sibuk menghabiskan jus tomat dan Gerald sibuk menghabiskan nasi gorengnya.


Selesai makan, aku membawa piring dan gelas yang kotor ke dapur untuk kemudian ku cuci.


"Sini Mil, saya aja yang cuci"


Tawarnya


"Gak usah kak, aku aja"


Tolakku.


"Ya sudah kamu yang memberi sabun, saya yang bilas"


Katanya sambil melepas kacamata.


Gerald, How handsome you are.


Teriakku dalam hati.


"Kamu kenapa Mil?"


Gerald salah tingkah melihatku memperhatikan wajahnya tanpa berkedip.


"Gak apa Kak. cuma lagi menikmati karya tangan Tuhan yang sempurna"


Jawabku tak tau arah. Aku sungguh memujanya.


"Nih cuci otakmu"

__ADS_1


Ia menjahiliku dengan memberikan busa sabun di rambutku.


Aku membalasnya. Kami tertawa bersama terlarut dalam keseruan ini.


Akhirnya bukan hanya piring yang harus kami bersihkan tapi seluruh lantai dapur yang terkena cipratan sabun karena ulah kami.


"Kak, aku mandi ya. Licin nih rambutku"


Aku permisi ke kamar mandi sambil menunjuk rambut yang ia berikan sabun pencuci piring.


"Iya saya juga mau mandi. yuk"


Katanya membuatku melotot


"ih gak boleh, masa kita mandi berdua? Kak Ger mandi habis aku ya."


Kataku melarang.


"Hahahaa....Pikiranmu yang kotor Mil. Saya mandi di kamar mandi belakang. Kamu mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar saya"


Katanya menjelaskan sembari tertawa. Aku jadi malu sudah berpikir tidak baik.


Selesai mandi kami bersantai di ruang tamu.


"Lebih baik kamu tidur, Mil. Daripada kita kesiangan, nanti ketinggalan kapal"


Katanya menyarankanku tidur.


Memberi syarat pada Gerald.


"Tanya apa?"


Jawabnya sambil membaca sesuatu di laptopnya


"Kenapa pilih floating cottage untuk liburan malam tahun baru?"


Tanyaku penasaran.


"Karena saya suka laut. "


Jawabnya masih sambil menekan keyboard di laptop.


"Terus kenapa ajak aku?"


Tanyaku lagi.


"Karena kamu bilang mau hibernasi, saya rasa disana tempat yang cocok untuk tupai macam kamu"


Jawabnya tanpa menoleh.

__ADS_1


"Ya sudah ah aku mau masuk kamar."


Kataku kesal.


"Ngapain?"


Tanya Gerald.


"Tadi katanya disuruh tidur."


Aku mengingatkan Gerald pada ucapannya.


"Good night Mil"


"Good night kak Ger"


Aku mengunci pintu kamar dari dalam. Ku setel lagu pengantar tidur dari ponselku. Tak butuh waktu lama untuk aku tertidur.


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu kamar diketuk, tapi rasanya berat untuk membuka mata.


"Mil"


Kudengar suara Gerald memanggil.


"Kenapa kak?"


Tanyaku sembari membuka pintu.


"Ayo siap-siap sudah jam enam."


Perintahnya .


"Kak Ger kok pake handuk doang?"


Tanyaku lagi.


"Saya baru selesai mandi, tapi pakaian saya ada di dalam."


Menunjuk lemari pakaian yang berada di belakangku.


Aku membiarkan Gerald mengambil pakaian di dalam kamar, sedangkan aku masuk ke kamar mandi berjalan dengan sempoyongan belum siap untuk bangun apalagi mandi.


Ku putar kran yang seketika membuat shower membasahi seluruh kepalaku.


Disitu aku baru tersadar dan teringat tadi ka Gerald cuma pakai handuk menutupi bagian bawah, sedangkan dadanya terlihat begitu atletis.


Kupukul dahiku dengan telapak tangan berkali-kali.

__ADS_1


Aku malu tapi juga kagum.


__ADS_2