(Im)Perfect

(Im)Perfect
First Kiss


__ADS_3

Pukul lima pagi aku sudah terbangun, kulihat Gerald tidur di sofa meringkuk seperti kedinginan. Ku selimuti tubuhnya dengan bedcover yang membuatku hangat semalam.


Aku segera mandi agar bisa berjalan-jalan menghirup udara pagi. Aku sudah berpakaian lengkap ketika akan keluar kamar mandi. Pagi ini aku memakai off shoulder two pieces dress dengan rok slit berwarna kuning, mengekspos bagian bahu dan kaki ku yang jenjang.


Gerald terbangun ketika aku membuka pintu sedikit kasar karena agak sulit dibuka.


"Eh maaf kak jadi kebangun. Lanjutin tidurnya. Pindah ke kasur gak apa-apa. Aku mau jalan-jalan"


Kataku memberi saran.


"Kamu cantik banget Mil. Kamu gak boleh keluar sendiri. Kamu tunggu saya disini, saya mandi dulu."


Ancamnya yang baru pertama kudengar.


Ini Gerald sm Dion manusia kembar yang terlahir beda tahun kali ya?


Gumamku dalam hati.


Aku memutuskan untuk menunggu Gerald dengan berdiri di balkon melihat ikan dari air yang sangat jernih.


Seketika aku terkejut Gerald memelukku dari belakang.


Ia mencium leherku, membuatku merinding


"Ayo jalan."


Ajaknya sambil melepas pelukannya.


Aku berbalik badan membuat tubuh kami saling berhadapan


Kini aku makin berani, kupeluk tubuh indahnya dari depan. Ia menggunakan celana pendek putih dan kemeja putih yang kedua kancing atasnya tak dikaitkan. Membuat bulu di dadanya terlihat, menambah keseksiannya. Belum lagi kacamata hitamnya yang membuat ia makin keren.


Gerald membalas pelukanku. Ia mencium kepalaku, kemudian turun ke leher dan pipiku. Lalu selanjutnya bibir kami saling bertemu. Ia menciumku dengan lembut. Ciuman pertamaku, kuberikan padanya.


"Yuk, kak"


Kataku menyudahi adegan romantis ini.


"Makasih ya Mil, udah mempercayakan saya mematahkan kutukanmu"


Katanya padaku.


Menurut Gerald prinsipku adalah sebuah kutukan.


"Iya tapi janji, kamu yang harus nikahin aku."

__ADS_1


Kataku mengingatkan ia akan konsekuensi dari mematahkan kutukanku.


"Iya, asal kamu gak minta saya nerima Sisca."


Katanya kesal.


"Kamu kenapa sih kak inget itu terus? emangnya aku bahas itu lagi?"


Tanyaku ikut kesal disinggung itu lagi


"Bukan kamu. Tapi Richard."


Gerutu Gerald menahan marah.


"Hah? Kak Richard nyuruh kamu sama Sisca?"


Tanyaku terkejut.


"Iya, sudahlah Mil gak usah kita bahas."


Mintanya.


Aku kembali membawa kamera dan tripod. Kami berfoto ala prewedding berdua.


"Haha nikahnya masih dua tahun lagi, fotonya sekarang. Keburu aku berubah jadi gendut dan kamu berkeriput kak."


"Setahun lagi, Mil. Jangan ditambah-tambahin. Beberapa jam lagi umurmu udah nambah setahun"


Celetuk Gerald yang membuatku teringat sesuatu.


"Oh iya aku baru ingat, di Surat Persetujuan kamu tulis tanggal lahirmu sama denganku kak. Jadi ulang tahun kita sama?"


Tanyaku sambil melompat bahagia.


"Iya Mil."


Jawabnya.


"Tapi aku belum siapin kado apa-apa untukmu kak"


Kataku menyesal.


"Kado saya sudah saya terima."


Katanya membuatku bingung.

__ADS_1


"Kamu ada disini bersama saya, hadir di hidup saya dan mempercayakan saya menghilangkan kutukan-kutukanmu. Itu hadiah untuk saya."


Tutur Gerald yang membuatku tertawa.


"Lanjut foto lagi yuk kak"


Ajakku


"Gaya apa lagi? semua udah"


Kata Gerald menyerah


"Gendong aku. Kamu kan pernah gendong aku ke kamar..Berarti kuat. "


Kataku memberi ide.


Lalu ia membopong tubuhku dan aku memeluk lehernya. Kemudian Klikkkk kamera sudah mengambil gambar kami.


"Mil, satu lagi dong"


Mohon Gerald.


"Tadi bukannya kamu yang minta udahan?"


Kataku mengingatkan.


"Iya satu lagi boleh? mau saya cetak dengan yang barusan"


Gerald masih memohon.


"Iya gaya apa?"


Aku mengikutinya.


"Berhadapan"


Jawabnya.


"Oke"


Aku menyetujuinya.


Kami berhadapan, dan ia mencium kembali bibirku, sedetik sebelum kameraku mengeluarkan flashnya.


"Modus"

__ADS_1


Kataku seraya mengambil kamera dan melihat hasilnya.


__ADS_2