(Im)Perfect

(Im)Perfect
Ulang tahun kami.


__ADS_3

Sudah dua hari kami disini, besok kami akan pulang.


Sudah seharian juga kami menghabiskan waktu untuk berfoto, bercerita banyak hal dan tertawa berdua.


Cita-citaku untuk berhibernasi pupus sudah.


Selepas makan malam kami kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar, karena panitia menyelenggarakan acara syukuran awal tahun, akan ada band pengisi seperti malam kemarin dan barbequean. Acara akan dimulai pukul 22.00 hinggal pukul 01.00


Aku dan Gerald memutuskan untuk tidur sebentar, kami memasang alarm di ponsel.


Karena daritadi pagi, kami tak sempat beristirahat. Kami benar-benar mengeksplore pulau ini.


Gerald sempat mengajakku untuk diving. Tapi karena aku tak bisa berenang, ia pun tak jadi berangkat.


Tiga jam kemudian,alarm ku dan Gerald berbunyi bersamaan. Ku rapikan pakaian dan rambutku.


Tak lupa kubangunkan Gerald.


"Kak, bangun udah jam sepuluh. Mau ikutan acara atau mau lanjut tidur?"


Aku sebenarnya mau saja kesana sendiri, kasihan sepertinya Gerald sangat lelah. Tapi ia pasti akan marah kalau aku nekat berjalan sendiri.


"Kak, tidur disitu dingin ya?"


Tanyaku ketika ia sudah terbangun.


Selimut hanya satu, jika ku berikan Gerald, ia pasti akan menolak dan memberikannya padaku.


"Enggak Mil"


Jawabnya berbohong.


"Suaramu aja udah serak ka, terus kalau bicara sengau""


Kataku dengan analisa yang tak mungkin salah.


"Nanti tidur di kasur aja sama aku. Kita jadiin guling sebagai batas"


Aku mengeluarkan ide.

__ADS_1


Gerald mengangguk setuju.


Band pengiring sudah mulai melantukan lagu. Aku berbaur dengan anggota trip ini yang sedang memanggang ikan, cumi, dan udang.


Aku mengajak Gerald untuk berbaur juga. Gerald mulai terlihat nyaman mengobrol dengan mereka.


Band pengiring turun dari panggung. Semua bersorak


"Lagi... Lagi.."


Vokalis band tersebut bernyayi kembali


"Sebentar, Rocker juga manusia punya perut punya lambung"


Ternyata ia curhat


"15 menit kita break dulu ya."


Sang Vokalis turun dan mendekat pada kami, menyapa juga ikut makan bersama kami.


Kulihat sudah jam 12 tepat. Aku berbicara dengan vokalis tersebut, kemudian aku berjalan ke panggung mengambil gitar dan microphone,


Lalu mulai kupetikkan gitar dan mulai bernyanyi


...Look how they shine for you...


...And everything you do...


...Yeah, they were all yellow...


...I came along...


...I wrote a song for you...


...And all the things you do...


...And it was called, "Yellow"...


...So then I took my turn...

__ADS_1


...Oh, what a thing to have done...


...And it was all yellow...


...Your skin...


...Oh yeah, your skin and bones...


...Turn into something beautiful...


...You know...


...You know I love you so...


...You know I love you so...


Aku membawakan lagu band kesukaan Gerald secara accoustic. Aku bernyanyi dan melihat wajahnya yang terkejut.


Diakhir lagu aku mengatakan


"Lagu tadi saya persembahkan untuk seseorang yang spesial disana yang sedang berulang tahun. Selamat ulang tahun, ini kado dariku. Semoga kamu suka"


Kataku sembari menunjuk kearahnya sehingga orang-orang yang hadir berdatangan kepadanya untuk mengucapkan selamat.


Aku turun dari panggung dan juga memberinya selamat.


Ia mengajakku kembali ke kamar.


Disepanjang perjalanan menuju cottage ia tak hentinya berterimakasih.


"Makasih ya Mil, tadi hadiah paling indah untuk saya, seingat saya terakhir di kasih selamat sama orang banyak itu waktu kecil sudah lama sekali"


Katanya sembari mengenang.


"Sama-sama kak"


Kataku melempar senyum karena bahagia sudah membuat orang yang kusayangi bahagia.


"Saya kok baru tau kamu punya suara secantik itu Mil?

__ADS_1


Saya juga baru tau, kamu pandai bermain gitar. Bodoh ya saya Mil?? Saya akan cari tau tentang kamu lebih banyak lagi."


Katanya yang membuatku malu


__ADS_2